Monday, 2 January 2017

Teknik Pengukuran Debit Air

Teknik Pengukuran Debit Air

Flow Meter Digital (Sumber : globalw.com)

Fungsi Pengukuran Debit Air

Kalau ditanya apa fungsi dari pengukuran debit air tentu saja sangat banyak sekali. Salah satu fungsi pengukuran debit adalah untuk mengetahui berapa pengeluaran Anda untuk membayar biaya air setiap bulannya, dan apakah ada kebocoran di sistem pemipaan Anda.

Selain itu, dalam dunia water treatment engineering. Pengetahuan tentang debit air juga akan menentukan equipment, tangki serta ukuran pipa yang digunakan hingga bisa menghitung cost operational dan waktu oprasi suatu proses water treatment.

Verifikasi dengan Dua Cara Lebih Baik Dari pada Satu

Dari semenjak sekolah tentu kita diajari bahwa melakukan verifikasi pada jawaban kita, akan mendekatkan kita pada jawaban yang benar. yah itulah yang selalu saya ingat dari salah satu guru SD saya yang bernama Bu Oom.

Prinsip itu juga yang selalu saya gunakan dan ajarkan pada anak didik saya. Bahwa selalu verifikasi data Anda dengan lebih dari satu cara. hal ini bukan dimaksudkan untuk membuang waktu atau untuk memperlama proses pengukuran. Namun hal ini dimaksudkan untuk memastikan dengan betul-betul bahwa data yang kita terima adalah benar.

Nah makanya, dalam tulisan ini akan saya beberkan secara singkat tentang 3 Teknik pengukuran debit air yang harus Anda ketahui.

1. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Flow Meter

Teknik yang pertama ini biasa kita temukan pada installasi pemipaan air bersih, khususnya pada pemipaan yang berasal dari PDAM.
Teknik ini menggunakan flow meter yang tertanam pada pemipaan, khususnya yang akan masuk ke dalam sistem air di site.

Kelebihan menggunakan sistem ini adalah, kita memiliki nilai acuan pasti untuk air yang telah tersalurkan. Namun untuk air yang benar-benar diterima tidak dapat dipastikan, karena bisa saja pada sistem pemipaan yang digunakan (Apalagi yang tertanam) terjadi kebocoran sehingga air meluber kemana-mana padahal kita tidak tahu.

2. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Stop Watch

Teknik pengukuran kedua ini, dipakai jika pada sistem aliran tidak terdapat flow meter. Teknik ini biasanya digunakan pada sistem pemipaan terbuka. Baik itu berupa sistem irigasi air, ataupun sistem seperti drainasi.

Caranya adalah dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk memenuhi suatu wadah ataupun sebaliknya. Cara ini diperjalanannya nanti harus digunakan dengan teliti dan arif, sebab akan ada kecendrungan subjektifitas yang tinggi pada hasilnya.

Lihat Juga : Kelebihan Mesin RO Sea Water


3. Teknik Pengukuran Dengan Estimasi Luas Permukaan Alir

Teknik pengukuran ketiga untuk mengukur debit air ini biasanya digunakan pada area terbuka yang sangat besar yang akan sulit bahkan tidak memungkinkan menggunakan alat ukur standar. Salah satu contoh kasus adalah ketika akan mengukur debit air sungai.

Dalam hal ini kita akan menghitung berdasarkan estimasi luas permukaan, kecepatan alir, kedalam sungai dan lainnya hingga didapatkan data debit yang sebenarnya.




Bagikan

Jangan lewatkan

Teknik Pengukuran Debit Air
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.