Showing posts with label anggi nurbana. Show all posts
Showing posts with label anggi nurbana. Show all posts

Friday, 6 December 2019

Teknik Menghilangkan Bau Pada STP dan WWTP

5 Cara Menghilangkan Bau Pada STP


Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi semua. Apa kabar? Saya berharap sobat pembaca semua dalam keadaan sehat dan berkelimpahan berkah.

Kali ini kita akan membahas tentang cara menghilangkan bau pada STP (Sewage Treatment Plant) dan juga WWTP. Hal ini saya bahas, karena masih fresh dalam ingatan saya masalah ini terjadi di salah satu Plant yang saya buat di tahun 2019. Yah sebenarnya baunya itu ga parah sih, tapi karena disana itu posisinya pas tepat kantor utama perusahaan maka terjadi keributan besar yang menyebabkan tim kami harus segera memberikan penanganan extra kuat dalam menghilangkan bau.

Dan pengalaman ini akan kami share kepada sobat pembaca olah-air.com sekalian, supaya tidak terulang atau minimal dapat mengurangi bau yang timbul dari STP ataupun WWTP yang Anda miliki.

Baca Juga :
3 teknik dasar Pengolahan Air Limbah

STP atau WWTP itu Bau Apa Engga Sih?
Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, izinkan saya menggunakan suatu pengandaian ataupun persamaan.

Seorang ibu-ibu memasak daging, maka kita akan mencium bau daging dari dapur ibu tersebut. Sebuah Toko Roti, ketika proses membuat Roti maka tentu kita akan mencium bau roti dari sana.

Nah, sama halnya dengan sebuah STP yang nota bene memproses kotoran, tinja dan air kencing (ups.. emang itu sih isinya hahaha), ya tentu saja akan berbau yang diproses itu. Yo masa iyo, memproses tinja dan kencing baunya itu bau parfum prancis hahaha (Logika Botol).



Tapi seriusan deh, diluar sana yang namanya STP itu tentu akan identik dengan bau tinja dan pesing makanya kita akan menemukan posisi STP itu biasanya dalam gedung terdalam ataupun posisinya paling jauh dari pusat keramaian utama. Tujuan dari penempatan di lokasi yang terpencil tersebut  adalah tentu untuk mencegah supaya bau tersebut tidak sampai tercium oleh pengguna gedung ataupun terminimalisir karena sudah terdispersi di udara.

Intinya, STP pasti Bau! Namun bau tersebut dapat kita hilangkan atau minimalisir dengan beberapa cara dan itulah tujuan postingan kita kali ini.



Darimana Datangnya Bau STP itu?
Pertanyaan kedua ini saya rasa ga kalah kocak dari yang pertama. Sebab kita semua sudah tau baunya tentu berasal dari benda yang diolah.

Tinja, Kotoran dan Sisa makanan adalah zat organik yang mengandung karbohidrat, protein dan gula. Dimana zat organik setelah mengalami proses fermentasi dan penguraian oleh bakteri akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa tersebut adalah methana, gas sulfida, amonia dan juga beberapa senyawa aromatik yang sifatnya volatile.

Hasil penguraian tersebut akan turut tersembur keluar dengan adanya proses aerasi. Maka dari itu kita akan mendapatkan bau keluar dari STP dan WWTP karena hal itu normal adanya. Justru kalau baunya tidak keluar maka proses pengolahannya tidak dapat kita katakan berhasil, karena zat organik dalam air limbah tidak terpecah.

Agak beda sih, tapi ini kira2 nama zat volatile yang mengeluarkan bau


Teknik Menghilangkan atau Meminimalisir bau dari STP

Akhirnya, sampai juga kita di inti bahasan dari postingan kali ini, tentang bagaimana cara menghilangkan bau dari STP.



1. Penyempurnaan Proses Mikrobiologi
Cara pertama untuk meminimalisir bahkan menghilangkan bau (Ga ilang2 amat sih), adalah dengan menyempurnakan proses mikrobiologi.
Ya, STP adalah suatu sistem pengolahan air limbah yang bertumpu pada proses biologi dimana bakteri menjadi ujung tombak penghancur polutan pada air limbah.

Layaknya sebuah peperangan klasik, salah satu faktor penentu kemenangan terbesar adalah jumlah prajuritnya, dan prajurit tersebut haruslah yang telah memiliki skill untuk memenangkan pertempuran. Dalam hal ini, untuk membuat si bakteri tersebut dapat bekerja secara optimal dalam memproses zat organik serta memakan semua volatile agent maka kita harus memfasilitasi mereka dengan sarana dan prasaran yang memadai.

Saya sudah menuliskan beberapa artikel tentang bakteri pada artikel dibawah ini :

- Proses Aerasi untuk menurunkan Nilai BOD
- 6 teknik Anaerob pada pengolahan limbah organik
- Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit
- Proses Minimalisasi Sludge dalam Air Limbah
- Cara Menumbuhkan Bakteri di WWTP
- 6 Hal yang harus dimaintain pada Proses Biologi WWTP


Dan mudahnya, ada dua tipe penyempurnaan proses mikrobiologi pada STP ataupun WWTP yang berdasarkan pada Biological process. Yang pertama adalah dengan mengadaptasikan si bakteri pada kondisi STP itu sendiri dan yang kedua adalah dengan terus menerus menginjeksikan bakteri baru.



Metode pertama, bisa disebut pembiaran proses. Karena kita tidak melakukan apapun yang berarti selain membuat STP tetap beroprasi sebagaimana mestinya (seluruh peralatan berfungsi), STP dengan proses adaptasi ini bisa memakan waktu dari 2 minggu hingga 3 bulan. Semua ini tergantung dari kestabilan input limbah yang masuk dan juga nilai racun/desinfektan yang turut masuk ke air limbah.

Metode kedua, yaitu dengan injeksi bakteri baru. Metode ini memang lebih cepat dalam membuat bakteri tumbuh dan memakan zat volatile yang merupakan sumber bau. Namun penggunaan  metode ini akan membuat STP menjadi ketergantungan injeksi bakteri sehingga bakteri yang ada dalam STP bukanlah bakteri generasi baru yang telah beradaptasi tapi lebih kepada bakteri baru yang memang diinjeksi.



Masing-masing metode memiliki keunggulan, dimana metode pertama unggul dari sisi cost operasional yang lebih rendah, dan metode kedua unggul dari sisi pencapaian target yang lebih cepat. Mau pilih yang mana untuk menghilangkan bau? Biarin aja atau kita injeksi bakteri? semua pilihan ada di tangan Anda.

2. Penutupan akses output udara
Teknik Menghilangkan bau pada STP kedua adalah dengan menutup akses output udara. Bau tercium karena adanya akses keluarnya udara. Maka dari itu supaya baunya tidak tercium maka solusi paling singkatnya adalah dengan menutup akses udara tersebut.



Proses penutupan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan sealing/segel pada tutup-tutup man hole ataupun ada tempat sekitar, agar udara tidak keluar pada ruangan lainnya selain dari pada STP.

3. Penyerapan Bau
teknik ketiga untuk menghilangkan atau meminimalisir bau adalah dengan menyerap bau tersebut, yup bau tersebut sejatinya masih keluar, hanya saja kita memasang sesuatu yang dapat menyerap bau.



bubuk kopi, active karbon, desicant bisa menjadi opsi yang bagus dalam menyerap bau. Bahkan, pemasangan U--trap juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik dimana output udara yang mungkin berbalik ke arah pipa input kita tutup dengan memasang U-Trap sehingga udara tertahan pada air.



4. Penambahan Bahan Kimia
Cara ketiga untuk menghilangkan bau adalah dengan menambahkan bahan kimia. Beberapa bahan kimia yang bisa digunakan diantaranya adalah Oxidizer yang berfungsi untuk mengoksidasikan zat-zat organik dan yang kedua adalah dengan menggunakan deodorizer.



Menghilangkan bau dengan penambahan bahan kimia ini tidak saya anjurkan dikarenakan sifatnya high cost dan tidak bisa menjadi solusi permanen. Selain itu bahan kimia dapat membuat proses penguraian zat organik oleh bakteri menjadi gagal yang membuat output air limbah tidak masuk ke baku mutu yang ditentukan.



5. Pengalihan Akses Output Udara STP
Cara kelima untuk menghilangkan bau pada STP dan WWTP adalah dengan memasang installasi pengalih udara. Bahasa simpelnya sih memasangan Exhaust fan dan menyemburkan udara buangannya ditempat nun jauh disana.



Sebenarnya cara kelima ini bukan menghilangkan sih tapi lebih kepada memindahkan bau. STP sih jadi ga bau tapi tempat lain itu jadi kena imbasnya hahaha.

Namun lain halnya jikalau pada cerobong ataupun menara penyerap tadi kita pasang carbon ataupun bubuk kopi, atau bisa juga dengan penyemprotan air maka udara yang keluar juga bisa stinkless alias tanpa bau dan kalau ada sih ga bau-bau banget ya.

Oke sobat, itu dia 5 Teknik menghilangkan bau pada STP ala Mr. Anggi. semoga sobat pembaca disini menjadi terbantu dan terinsipirasi dalam menangani permasalah bau pada STP.

Baca Juga :
- Jenis-jenis tangki WWTP
- Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi
- Cara Menghitung FM Ratio Pada Biological Waste Water Treatment

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Friday, 15 November 2019

Perhitungan Kapasitas Cooling Tower

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower



Hallo sobat semua, alhamdulillah kita bisa berjumpa kembali dalam blog tercinta yang membahas segala rupa tentang water treatment yakni di olah-air.com. Kali ini kita akan membahas subject Perhitungan Cooling Tower.

Subject Perhitungan Cooling Tower ini tidak sengaja terlintas di pikiran saya ketika salah satu customer saya bertanya : "Pak Anggi, ini untuk menghitung ukuran cooling tower yang tepat itu bagaimana sih?" Dan saya menjawabnya dengan gaya klasik saya : "Panjang Om, beneran deh soalnya ada beberapa konstanta perhitungan dan variabel makanya nanti saya buatin aja deh artikelnya biar Om gampang ngikutinnya"

Dan, membayar janji artikel untuk om Rifki tersebut berikut ini adalah artikel cara menghitung kapasitas cooling tower yang tepat untuk sistem Anda.

Beberapa Pendekatan Perhitungan

Sebenarnya perhitungan cooling tower itu ada rumus bakunya tapi ada juga rumus tembaknya. Dan dalam artikel kali ini saya akan coba sajikan 3 cara pendekatan perhitungannya, yang masing-masing bersumber dari rumus perhitungan yang sama hanya saja penggunannya yang berbeda. Apa sajakah cara menghitung kapasitas cooling tower? Ini dia

Lihat Juga :
Standar Teknis Sistem Pengolahan Limbah Domestik

Pengetahuan Awal Satuan Perhitungan Cooling Tower

Sebelum kita masuk ke perhitungan kapasitas cooling tower, kita harus paham terlebih dahulu nih tentang satuan-satuan perhitungan yang akan kita gunakan. Jangan sampai ditengah penjabaran formula perhitungan sobat pembaca jadi bingung sebab tidak tahu satuan yang tengah kita bahas. Satuan-satuan yang kerap melekat pada cooling tower Antara lain :

TR : Tons of Refrigreation
biasa diartikan sebagai kemampuan cooling tower untuk menghilangkan panas, dengan sistem pendinginan yang dibandingkan dengan kemapuan leleh 1 ton es dalam 1 hari. Ribet ya? Pokoknya dia biasa kita temukan di tabel cooling tower, yang menyatakan kemampuan penyerapan panas vs total flow air yang lewat.
1 TR biasanya setara dengan 12.000 BTU/h, atau sekitar 3,517 kW.



BTU : British Thermal Unit
BTU adalah satuan yang menyatakan jumlah panas yang dibutuhkan oleh 1 Pound air untuk menaikan suhunya sebanyak 1 derajat farenheit. Satuan BTU ini walaupun masuk ke dalam golongan "Ora Umum" alias non SI, tapi pada kenyataannya banyak digunakan dalam istilah dunia HVAC. Makanya sobat pembaca harus paham hal ini. Persamaan dari satuan ini adalah Kalori yang mana menunjukan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 derajat celcius pada 1 kg air.

Lihat Juga :
Cara Menghilangkan Warna dari Air Limbah

Oke setelah mengetahui dua satuan tadi, baru deh kita lanjut ke perhitungan yang sebenarnya. Apakah sobat sudah siap? Ini dia 3 Cara menghitung kapasitas cooling tower.

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower


1. Cara menghitung Ala Engineer (Teknik Kimia dan temannya)

Cara yang pertama adalah dengan menghitung menggunakan rumus heat load. Metode perhitungan ini akan menghasilkan satuan BTU/h yang nantinya untuk dikonversi ke Cooling tower yang mau kita beli kita bisa melihatnya dalam tabel yang penjual berikan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Di rumus tadi asalnya adalah koefisien-koefisien konversi nilai, yang akhirnya dihitung diawal sehingga tingga 500 x Jumlah Flow Air (gal/min) x perbedaan temperature dalam farenheit.

Lihat Juga : 
Mengenal Tekanan Hidrostatis

Setelah didapat nilai tadi, baru deh kita konversi ke TR, dengan melihat tabel atau membaginya dengan 12.000 BTU/h (karena 1 TR = 12.000 BTU/h). Untuk contoh tabel bisa dilihat dibawah :

2. Cara Menghitung Ala Tukang Dagang Cooling Tower

Cara kedua adalah Perhitungan Kapasitas Cooling Tower ala Tukang Jualan. kalau tukang jualan pada umumnya hanya menghitung berapa jumlah flow atau debit air yang masuk dan keluar. Sedangkan untuk perubahan suhunya biasanya hanya dihitung perubahan 5 derajat celcius (Asli deh seriusan). Dan biasanya Rumus yang digunakan adalah Q = Macet.. Bohong deng tapi Q = mxcxdelta T (gampanganya si Kiki Macet hahaha)

3. Cara menghitung Ala Chiller Man

Nah, untuk Chiller Man alias Tukang Chiller caranya beda lagi nih, mereka biasanya kan menjual Chiller sepaket dengan cooling tower, maka dari itu biasanya mereka cukup mengkalikan TR dari si Chiller dengan koefisien 1,25. Contohnya ketika kita memasang Chiller ukuran 500 TR, maka biasanya akan dipasang Cooling tower sebesar 625 (500 x 1,25).
Dari mana si 1,25 ini nongol? Nilai ini muncul dari perbedaan kebutuhan antara kalor untuk conditioning dan evaporasi.



Jadi mana yang sebaiknya kita gunakan untuk berhitung?
Well, kalau saya ditanya seperti ini ya saya juga tidak bisa memutuskan. Tapi jikalau kita memandang dari sudut pandang kemudahan dan pembenaran (Bukan kebenaran ya hahaha), maka saya akan memilih menghitung ala Tukang Cooling tower sebab mereka sudah menjual banyak sekali cooling tower dengan rumusan seperti itu dan biasanya tidak bermasalah. Dan untuk faktor safety biasanya kita tambahkan saja 20% supaya kapasitas yang kita gunakan benar benar safe.

Oke jadi begitu ya sobat, cara perhitungan kapasitas cooling tower yang dijabarkan di www.olah-air.com, semoga menjadi pengetahuan yang berguna buat kita semua satu nusa dan satu bangsa hahaha.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
0811.3155.470
Water Engineering Specialist

Baca selengkapnya

Monday, 27 May 2019

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP




Halo sobat pembaca olah-air.com sekalian dimanapun kalian berada, pada postingan ini saya masih akan tetap membahas tentang pengolahan air limbah domestik dan lebih tepatnya pada sisi peralatannya. 

Saya sengaja membahas cukup banyak hal tentang pengolahan air limbah domestik pada kurun waktu yang singkat dikarenakan proyek yang sedang saya garap saat ini kebanyakan adalah proses pengolahan air limbah domestik sehingga ingatan serta ide-ide tentang prosesnya masih hangat dan enak untuk segera dituliskan. 

Oiya, dalam postingan kali ini saya akan membahas list peralatan intinya saja dari sebuah STP atau IPAL Domestik. Sebab kalau mau diberikan variasi tentu saja akan menjadi ratusan daftar tapi saya akan fokus pada 5 peralatan inti yang wajib ain tersedia di IPAL domestik Anda. 

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk mengetahui apa saja yang masuk ke daftar ini? Yuk mari kita bahas segera! 

5 Peralatan Wajib Pada IPAL Domestik / STP

1. Tangki STP 

tangkinya terdiri dari 3 chamber yang setiap chamber dihitung teliti


Peralatan atau Equipment pertama yang sudah pasti diperlukan tentu saja adalah tangki STP itu sendiri. Ya tangki IPAL adalah sebuah equipment terpenting dalam pengolahan, sebab tanpa keberadaannya maka mau kita olah dimana coba?

tangki STP yang dikenal di masyarakat luas biasanya terdiri dari dua jenis yakni tangki beton/sipil atau tangki fiber. Kedua jenis tangki ini sama-sama boleh dipakai selama masuk ke dalam standar teknis yang dipersyaratkan (Bisa dilihat di Postingan ini).

Untuk mendesain sebuah tangki STP, kita juga tidak bisa hanya berdasarkan debit satu hari saja (saya biasa temukan ini pada para penjual STP konyol tak berdasar). Sebab tangki STP itu pada intinya terdiri dari beberapa chamber yang ukurannya dihitung berdasarkan teori penguraian tertentu.

Semisal untuk proses equalisasi yang akan membutuhkan volume tiga jam dan proses aerasi yang memerlukan minimal enam jam proses. Pada intinya semua ukuran ini didasarkan pada perhitungan teori yang sudah banyak diakui oleh para praktisi dan juga akademisi.

Untuk lebih detail tentang ukuran masing-masing sekat/chamber STP ini, saya sudah membahasnya di postingan berikut ini : Bagian-bagian Tangki STP IPAL Domestik 


2. Blower dan Diffusser 

kontraktor pembuat ipal domestik


Injeksi udara adalah salah satu hal yang kerap akan Anda temui ketika masuk ke Sistem pengolahan air limbah domestik. Injeksi udara dimaksudkan untuk dapat mensuplai oksigen bagi bakteri agar dapat menguraikan zat organik yang ada pada limbah. Selain itu, oksigen juga diharapkan dapat membantu proses pemotongan ikatan organik yang ada pada air limbah.

Aplikasi injeksi udara di IPAL Domestik biasanya dilakukan dengan bantuan blower yang kemudian ditransmisikan dengan menggunakan diffusser.

Pada Air Blower Udara memasuki pusat impeller yang berputar dan dibagi antara baling-baling impeller. Saat impeler berputar, akselerator udara keluar menggunakan gaya sentrifugal. Udara berkecepatan tinggi ini kemudian menyebar dan melambat di housing blower sekitarnya untuk menciptakan tekanan.

Dua jenis air blower yang biasa kita temukan di sistem IPAL adalah Root Blower dan Ring Blower. Dimana Root blower biasanya lebih banyak dipilih karena tidak terlalu berisik sedangkan Ring Blower dipilih ketika Budget yang murah menjadi tujuan utama.

Untuk dapat memilih kapasitas blower yang tepat, saya juga sudah pernah menuliskannya pada artikel lain di website olah-air.com, Anda dapat membacanya pada Link Berikut ini :

Cara menghitung Kapasitas Blower untuk Pengolahan Air Limbah Organik

Diffusser adalah alat yang bekerja untuk mendifusikan udara dengan ukuran partikel tertentu ke dalam air. Bentuk dan tipe diffusser ini berbeda-beda tergantung dari brand yang Anda gunakan. Dua jenis yang paling umum adalah jenis plate (seperti piringan) dan Tube (seperti pipa). 

digunakan untuk dapat menginjeksikan udara pada air limbah organik tinja


Penjelasan tentang cara menghitung diffusser nanti akan saya sertakan pada artikel lainnya, namun sebenarnya untuk diffusser sendiri sudah dengan mudah dilihat pada tabel yang diberikan oleh vendor ataupun sales diffusser itu sendiri.

3. Pompa Transfer 



Pompa transfer biasa digunakan untuk memindahkan air limbah dari satu titik, ke titik lainnya. terkadang digunakan juga untuk memindahkan kotoran ke wadah penampung.

Dalam pengolahan air limbah domestik, pompa transfer yang paling banyak dipilih adalah dari jenis submersible pump. Submersible pump adalah pompa model celup yang biasa dioprasikan untuk memindahkan air kotor salah satunya adalah air limbah domestik.

Pemilihan kapasitas pompa transfer harus didasarkan pada debit perjam yang dikalikan dua, dengan kata lain kecepatan transfer pompa adalah dua kali lebih cepat dari debit perjam. Hal ini dimaksudkan agar pompa mampu mengatasi beban puncak ataupun fluktuasi input pengolahan jika terjadi lonjakan.

Sebagai bantuan pengamanan untuk pompa transfer, pastikan kita melengkapi tangki STP dengan penangkap sampah. Tujuan penangkap sampah adalah jangan sampai sampah besar masuk ke dalam mesin pompa dan membuatnya macet yang berakibat pada rusaknya sistem IPAL.

4. Pompa Dosing Set dan Mixer 



Pompa dosing adalah pompa yang digunakan untuk dapat menginjeksikan bahan kimia ataupun lainnya dalam jumlah tertentu ke dalam proses pengolahan.

Pompa dosing digunakan jika dosis yang dipakai harus terukur dan tepat, untuk menghindari efek negatif pada proses pengolahan itu sendiri.

Bahan kimia asam, basa, dan desinfektan (kaporit atau klorin) adalah bahan kimia yang paling umum menggunakan dosing pump.

Keberadaan dosing pump biasanya satu set dengan mixernya baik inline (static mixer) ataupun menggunakan vertical agitator. Selain itu, biasanya dosing pump juga hadir bersama dengan tangki penampung bahan kimianya.

Kapasitas dosing pump biasanya ditentukan dari dosis maximal yang diperlukan oleh air limbah tersebut dikalikan dengan dua, Maksudnya adalah agar stroke si dosing pump bisa optimal karena disetting pada angka 50%.

5. Pompa Filter dan Filternya 



Pompa filter digunakan untuk mendorong air limbah masuk ke dalam media filtrasi sehingga kotorannya bisa terserap.

Pompa yang paling banyak digunakan sebagai pompa dorong adalah pompa centrifugal baik yang single stage ataupun multistage. Untuk filternya paling banyak dipilih filter dengan media carbon bercampur dengan sand silica.

untuk cara sizing filter, saya belum buat artikelnya. Tapi kalau sobat pembaca ada Budget untuk investasi otak lewat ikut training, silahkan daftar di Training Saya ya :)

Oke sobat pembaca, itu dia 5 Daftar Equipment yang biasa hadir di Sistem pengolahan air limbah domestik. Saya harap dengan adanya tulisan ini Anda menjadi lebih paham bahwa sistem pengolahan air limbah domestik tidak hanya berbicara tentang tangki saja namun masih ada daftar peralatan lain yang dibutuhkan.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Bagian Bagian Tangki STP atau IPAL Domestik


Hallo sobat pembaca sekalian, masih bersama Mr. Anggi di Olah-Air.Com, dan masih dalam topi STP atau Sewage Treatment Plant alias Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik. 

Kali ini kita akan membahas bagian-bagian dari tangki STP, karena saat ini diproyek saya lagi banyaknya bikin STP. Selain itu artikel ini ditujukan bagi Anda yang sering Searching tentang STP namun masih merasa kurang jelas. Oke langsung saja ya, kita bahas bagian-bagian tangki STP. 


Bagian Equalisasi 

Bagian ini digunakan sebagai bagian untuk menghomogenkan semua air limbah yang masuk, bisa juga digunakan untuk mendinginkan air limbah jika air limbahnya ada potensi panas. Ukuran dari bagian equalisasi ini biasanya adalah sebesar 3-6 jam debit air limbah harian. Semakin besar bagian equalisasi maka berpotensi juga untuk menjadi bagian sedimentasi. 

Bagian Anaerob 


Bagian anaerob berfungsi sebagai bagian untuk memproses secara biologi, bagian ini biasanya dilengkapi dengan Trickling filter atau media bakteri lainnya seperti honey comb yang berfungsi untuk dapat membantu tinggalnya bakteri pengurai.

Dalam bagian anaerob, akan terjadi proses fermentasi, serta metanogenesis yakni penguraian senyawa organik menjadi metanol.

Ukuran bagian anaerob ini biasanya antara 12 sampai 24 jam, dalam proses penguraian limbah organik dengan rantai panjang seperti limbah dari perkebunan sawit maka ukurannya bisa lebih besar lagi hingga 45 hari.

Dalam bagian ini harus dijaga kondisi pHnya agar tetap dalam kondisi alkali sehingga proses fermentasi dapat terus berjalan. Sebab jika sudah berada dalam pH asam, maka proses fermentasi akan berhenti dan juga berarti proses peluruhan senyawa organik juga akan terhenti. 

Lihat Juga : 7 Point Penting Dalam Mendesain Sebuah STP atau IPAL Domestik

Bagian Aerob atau Aerasi

Bagian aerasi adalah bagian yang paling umum kita temukan dalam tangki STP. Ukurannya biasanya 8 hingga 16 jam debit air limbah. Dalam bak aerasi kita dapat menemukan adanya gelembung-gelembung udara yang disuntikan oleh blower ataupun kompressor.

Bagian ini biasanya adalah bagian terbesar dari suatu tangki STP, karena bisa dibilang bagian ini adalah nyawa dari proses peluruhan zat organik yang ada di air limbah. 

Lihat Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

Bagian Sedimentasi

Bagian Sedimentasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat mengendapkan zat tersuspensi atau lumpur yang ada di air limbah, biasanya bagian ini dipasang diawal ataupun setelah proses aerasi dengan maksud untuk menurunkan lumpur tinja sebelum masuk ke bagian filtrasi.

Bagian sedimentasi biasanya memiliki ukuran antara 2-4 jam debit air limbah harian. Pada bagian ini desain tangki bagian dalam biasanya dibuat miring, terkadang ada penambahan tube settler yang bertujuan untuk membantu menangkap lumpur yang datang. 



Lihat Juga : Keterkaitan Antara parameter pada Hasil Analisa Air

Bagian Filtrasi

Bagian filtrasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat menyaring air limbah yang sudah diproses sebelumnya. Dalam bagian ini diletakan karbon aktif dan juga pasir silika ataupun antrasit yang berfungsi untuk dapat menyerap zat organik, lumpur dan juga warna yang masih terdapat pada limbah.



Di lapangan, untuk menghemat listrik biasanya kita akan menemukan proses filtrasi menggunakan gravitasi. Filtrasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan vertical filter yang dibantu dengan pompa dorong agar hasilnya lebih maksimal. 

Lihat Juga : Standar Teknis Bangunan IPAL Domestik

Bagian Discharge

Bagian discharge adalah bagian yang digunakan untuk melihat keluaran dari air limbah, apakah sudah sesuai dengan standar baku mutu ataupun visual ataukah belum. Dalam bagian ini biasanya diletakan ornamen penghias ataupun ikan (jika hendak disatukan dengan kolam uji hayati)

untuk ukuran bagian discharge ini biasanya hanya 30 menit ataupun maksimal 2 jam debit saja. 

Lihat Juga : 5 Parameter Penting dalam Baku Mutu Air Limbah

Bagian Uji Hayati

Bagian uji hayati adalah sebuah kolam yang difungsikan sebagai indikator penerimaan lingkungan terhadap air limbah yang hendak dibuang ke lingkungan. Di kolam ini biasanya diletakan ikan mas yang kehidupannya terus diamati dari hari ke hari. 



Kolam ini juga menjadi parameter bagi orang-orang awam untuk menunjukan bahwa air yang dibuang itu adalah aman bagi lingkungan.

Untuk ukuran kolam uji ini tidak ditentukan berapa, namun hanya disesuaikan dengan nilai seni ataupun estetika yang diinginkan oleh user. 



Bagian Desinfeksi

bagian desinfeksi adalah bagian dimana proses pembunuhan bakteri dan virus terjadi. Proses desinfeksi ini biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan kaporit, clorin atau bisa juga dengan injeksi ozone.

Proses injeksi dilakukan dengan dosing pump dengan takaran dosis yang rendah agar tidak membunuh mahluk hidup di air.

Peletakan titik dosing biasanya dekat dengan area penaatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek desinfeksi lebih optimal sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Baca selengkapnya

Sunday, 26 May 2019

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik


Hallo sobat semua, langsung saja kali ini saya akan menyajikan tabel sebagai saran ataupun input ketika memilih teknik alir mana yang mau diambil untuk mengalirkan air limbah domestik.

Kenapa harus dipilih secara cermat?
jawaban yang paling utama adalah permasalah Budget, karena bagi para pelaku Industri masalah limbah adalah masalah expense yang harus dikontrol agar bisa keluar sekecil mungkin.

Jawaban kedua adalah untuk mengejar jadwal installasi dan Running IPAL.

Langsung saja, perbandingannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :



Gravity Line
Artinya air limbah dialirkan dengan gravitasi, dimana pipa semakin jauh akan semakin dalam masuk ke dalam tanah.

Pumping Station 
Artinya air limbah dialirkan dengan menggunakan tenaga pompa, sehingga tidak tergantung dengan elevasi ataupun kelokan.

Trucking
Artinya air limbah dialirkan dengan cara disedot dari sumber kemudian dipindahkan dengan truck pengangkut khusus untuk kemudian diturunkan di STP utama.


Lihat Juga : 

Standar Teknis IPAL Domestik

List Komponen untuk Di Install pada Sistem IPAL domestik
Baca selengkapnya

Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Hallo sobat sekalian, pembaca setia Olah-Air.Com, dimanapun kalian berada. Kali ini saya masih membahas tentang pengolahan air limbah domestik, sebab kebetulan proyek saya di Mei 2019 ini akan berkutat seputar pengolahan air limbah domestik.

Banyak sekali diluaran sana, saya menemukan sistem pengolahan air limbah yang jika dilihat lewat standar baku mutu air limbah maka dia akan masuk standar namun jikalau kita lihat lewat standar teknis yang dipersyaratkan maka jauh sekali. Salah satunya adalah kondisi tangki penampungan yang ternyata adalah wadah resapan tinja ke dalam tanah.. weleh weleh..

Maka dari itu, untuk dapat mempermudah pencarian para pembaca atau penggiat lingkungan dalam tulisan ini akan saya coba paparkan apa sajakah standar teknis yang harus dipenuhi untuk sistem pengolahan air limbah domestik yang benar.

Lihat Juga : 

Sumber Standar Teknis

Sumber standar teknis ini disarikan atau dibedah dari Standar Baku Mutu Air Limbah Domestik Nasional PermenLH no.68 Tahun 2016. Sampai saat postingan ini dibuat, standar ini lah yang dipakai dan berlaku.

5 Standar Teknis IPAL Domestik

1. Saluran dan Tangki Kedap Tidak Rembes
Standar yang pertama adalah, sistem ini haruslah kedap air dan memiliki lapisan untuk mencegah air limbah meresap ke dalam air. Dalam hal ini dilapangan, artinya tangki tidak boleh terbuat dari tanah saja tapi harus dibangun dan diplester dan diberikan lapisan aqua proof ataupun dengan linning fiber. Untuk aplikasi pelapisan biasanya adalah 3-5 layer.

Lihat Juga


2. Terpisah dari Saluran Air Hujan
Standar Teknis IPAL Domestik yang kedua adalah, si Air limbah ini harus terpisah dari air hujan dalam hal ini baik pipa penyaluran dan juga wadah penampung air limbah harus dipisahkan.

Pemisahan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengenceran baik sengaja maupun tidak sengaja oleh pihak penghasil air limbah, dan juga untuk menjaga kelestarian air bersih agar tidak tercemar dengan bakteri patogen dari air limbah domestik.

3. Memiliki Titik Penaataan sebelum masuk ke Badan Air
Titik penaataan ditentukan sebelum air masuk ke badan air, disini sampel outllet diambil dan nanti dianalisa sehingga bisa ditentukan apakah hasilnya masuk ke dalam baku mutu ataukah tidak. Dalam mendesain titik penaataan biasanya tidak boleh terlalu jauh dari titik desinfeksi agar saat di analisa bakteri bentuk coli atau coliform tidak lagi ditemukan dalam air limbah yang telah diolah.

Selain itu, titik penataan juga sebaiknya diberikan kolam uji hayati untuk memantau apakah air limbah tersebut sudah acceptable atau dapat diterima lingkungan atau belum.


4. Memiliki alat pengukur Debit
Standar teknis terakhir yang paling penting adalah IPAL Domestik harus memiliki flow meter di ujungnya. Flow meter bisa bertipe digital ataupun analog yang penting dapat mengukur debit harian air limbah yang keluar dari IPAL.

5. Semua Jalur In dan Out Tercatat
Standar tekni lainnya adalah semua jalur harus dapat diketahui dari mana dia berasal apakah benar dari kegiatan domestik ataukah dari kegiatan produksi lainnya.
Untuk lebih jelasnya, list kegiatan yang termasuk air limbah domestik dapat dilihat ditabel berikut ini :
Nama Aktifitas
Domestik
Non Domestik
Mandi
Laboratorium
Cuci Baju dan Piring
Bengkel
Kakus
Pencucian Peralatan Produksi Pabrik
Memasak
Flushing Mesin
Wudhu
Saluran Air Hujan
Pembersihan Lantai dan Ruangan
Saluran Tumpahan B3
Pantry

 


Bagaimana Cara Mudah Memenuhi Standar Teknis IPAL Domestik?


Wuaduh, ternyata cukup ribet dan banyak juga ya standar teknis dari IPAL domestik. Kemudian bagaimana nih cara yang tepat agar IPAL yang kita Install sesuai semua baik standar teknis, kelayakan, administrasi dan juga standar estetika.

Caranya adalah dengan menghubungi Kontraktor atau Perusahaan yang tepat!



Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik


Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah presentasi tentang cara mengolah air limbah domestik suatu pabrik yang cukup besar yang berada di Banten. Setelah selesai saya menyampaikan presentasi, team leader tersebut meminta saya untuk dapat memberikan gambaran kasar tentang nilai dari total keseluruhan installasi yang harus dipasang disana.

Karena sangat banyaknya titik installasi serta perbaikan installasi septic tank yang harus diperbaiki, maka saya sampaikan bahwa saya tidak dapat memberikan perkiraan dalam jangka waktu yang cepat (1-2 hari). Perkiraan untuk plant yang memiliki total area lebih dari 10 hektar dan persebaran septic tank dimana-mana seperti ini setidaknya saya memerlukan waktu membuat konsep selama 1 minggu, namun tentu bisa saja sih dalam 1-2 hari asal sudah jelas ada PO-nya (Sambil bercanda tapi serius juga) hahaha.

Singkat kata, esoknya saya sudah ditanya tentang estimasi keseluruhan installasi dan perbaikan yang harus dilakukan di Plant mereka. Saya pun menjawabnya bahwa perkiraanya kasar pak tapi bisa saya pertanggung jawabkan. Dari pihak user mengiyakan dan memintanya. Okelah akhirnya saya mulai menghitung.

Diketahui total seluruh Plant memiliki 48 titik Septic Tank yang terdiri dari banyak toilet, selain itu, septic tank disana juga perlu direnovasi karena masih memakai konsep yang dilarang yakni konsep penyerapan Tinja. Maka saya coba menghitung estimasi satu persatu nilainya.

Ditambah lagi, pemipaan dari output septic tank ini tidak dirancang untuk masuk ke sistem pengolahan tapi malah langsung turun ke saluran air hujan atau sewer. Pastinya hal ini juga masuk ke List perbaikan yang harus dilakukan, dimana harus dipasang jalur pemipaan untuk keluaran dari septic tank yang dimana juga harus turut membobok beton diatasnya (sudah pasti akan termasuk merapihkannya kembali).



Perhitungan dan detail terus berlanjut, hingga akhirnya saya sampai pada sebuah angka kisaran yang menurut saya reasonable. Dan karena saya juga didesak oleh pihak user, maka dari itu saya akhirnya memberikan kasarannya.

Dan guess what, setelah saya berikan perhitungannya respon dari user adalah sangat menggelikan. Ya sangat menggelikan sekali, karena dia menganggap perhitungan saya tidak masuk akal dan harganya mahal sekali. Dan respon saya setelah mendengar hal tersebut adalah, memberikan detail pekerjaan yang akan dilaksanakan agar user sendiri menjadi mengerti dari mana saja nilai tersebut muncul. Dan tetap saja user menilai nilai ini terlalu tinggi.

List Pekerjaan untuk Membuat STP


“Ya elah, inikan cuma tinja kenapa sih harus diolah?” Ini adalah kalimat yang sering saya dengar dari user ketika saya melakukan presentasi. Dan tebak, padahal mereka yang mengundang saya datang kesana untuk memberikan keterangan, namun malah disambar dengan perkataan nyinyir seperti itu (Kalau ga niat ga usah Undang Saya lagi Om, undang Tukang Somay aja tuh enak buat menuhin perut!)



Oke, kembali ke topik ya! Untuk membuat sebuah STP kita tidak bisa hanya membangun STP/IPAL Domestiknya saja, karena perlu adanya rangkaian installasi yang mendukung Input maupun Output dari STP itu sendiri. Jangan sampai kita bangun installasi pengolahan air limbah, tapi air limbahnya sendiri tidak diatur dari mana mereka datang dan kemana mereka keluar. Dan percayalah, perusahaan besar-besar juga engineernya berpikir tidak sampai kesini.



Apa saja yang harus di install dalam sebuah sistem STP yang terintegrasi? dan bagaimana tahapannya, yuk kita simak dibawah ini :

1. Renovasi/Perbaikan Septic Tank Existing

Hal pertama yang harus dilakukan agar sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, adalah dengan membuat septic tank menjadi kedap. Kedap disini agar kita semua yakin tidak ada air limbah domestik yang diresapkan ke tanah. Karena air limbah domestik memiliki parameter pencemar yang dapat merusak lingkungan sekaligus menimbulkan wabah penyakit.

Renovasi Septic tank dilakukan dengan cara membuat Toilet menjadi kedap atau tidak meresapkan lagi air tinja ke dalam tanah. Caranya adalah dengan measang Plur atau Concrette pada dinding maupun lantainya serta melapisinya dengan Aquaproof ataupun Linning Fiber. Hal ini dilakukan tentu agar air tinja tidak meresap lagi ke dalam tanah.

Walaupun, kedengarannya pekerjaannya hanya nambal dan pelapisan aquaproof namun pada kenyataannya list pekerjaannya akan menjadi seperti ini :

a. Penyedotan Septic Tank dengan Mobil Tinja

b. Pembobokan Tutup Septic Tank

c. Pembersihan Bagian dalam (Air hasil pembersihan dibuang)

d. Perbaikan Concrette dan pengecoran bagian dalam

e. Aplikasi Fiber Linning/Aqua Proof

f. Pembuatan tutup Septic tank

Kita bisa lihat bukan, dari satu judul perbaikan saja ternayta dilapangan bisa bersambung menjadi beberapa item pekerjaan yang seharusnya para user juga bisa menghitungnya bahwa semua harus ada nilainya.

Ditambah lagi, kita tahu bahwa pekerjaan ini termasuk ke dalam pekerjaan High Risk Confined Space yang pekerjaanya harus dilengkapi peralatan tertentu dan juga telah dinyatakan layak bekerja disana.



2. Penambahan Tangki Grey Water

Oke, mari kita lanjut!

Selanjutnya setelah si Septic Tank diperbaik sehingga menjadi kedap, maka ada pekerjaan lagi sebelum masuk ke pembuatan IPAL atau STP yakni membuat tangki grey water.

Fungsi tangki ini adalah untuk menampung air limbahnya (minus tinja) sehingga Grey Water ini sajalah yang akan diolah pada STP nantinya.

Jangan dilupakan, bahwa pada tangki ini juga biasanya akan ada installasi Pompa submersible untuk mendorong air limbah tersebut masuk ke jalur pipa input untuk selanjutnya diolah ke Sistem STP.

Dan walau kelihatannya hanya satu pekerjaan saja, ternyata jika kita break down maka pekerjaan pembuatan tangki ini akan menjadi seperti ini :

a. Marking

b. Penggalian dan buang puing

c. Pemasangan Struktur

d. Pengecoran

e. Pelapisan dengan Aquaproof atau Linning

f. Pemasangan Dudukan atau rail pompa

g. pemasangan pompa submersible

h. Pemasangan Panel Pompa

i. Pemasangan Tutup

j. Pemasangan jalur dari septic tank ke Grey Water Tank

Oow ternyata cukup banyak pekerjaanya ya bukan hanya Abrakadabra seperti yang dibayangkan user!

3. Pembuatan Jalur Input (dari Septic Tank ke STP)

Langkah selanjutnya adalah membuat jalur khusus untuk grey water sehingga bisa sampai ke STP. Sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, dimana saluran air limbah domestik tidak boleh bercampur dengan air hujan. Maka artinya air limbah domestik harus memiliki pemipaan khusus yang terpisah dari air lainnya.

Untuk jenis pipa yang digunakan tidak disebutkan secara spesifik namun biasanya yang akan dipilih adalah jenis PVC dikarenakan paling mudah ditemukan dan harganya relatif lebih murah.

Dalam pemasangan jalur pemipaan untuk STP (yang berasal dari septic tank) yang perlu dilakukan adalah :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

4. Pembuatan STP/IPAL Domestik

Dan sampailah kita pada tahapan ini, yakni tahapan pemasangan STP ataupun IPAL Domestik. STP atau IPAL domestik ini tidak berdiri sendiri tapi terdiri dari banyak komponen yang saling berkaitan, antara lain

a. Tangki Sipil (Untuk Menyimpan STP Tank)

b. Tangki STP

c. Mesin Blower

d. Pompa Transfer

e. Dosing Pump

g. Junk Trap

h. Air Diffusser

i. Honey Comb atau media bakteri

j. Media Filter

k. Filter Pump

l. Discharge Tank

m. Control Panel





5. Pembuatan Jalur Output STP/IPAL Domestik

Dan yang terakhir untuk sebagai penyempurna sistem STP, kita juga harus menyiapkan jalur pemipaan Output untuk dipasang.

Pemipaan biasanya juga dilengkapi dengan support layaknya standar pemipaan lainnya, dan juga dilengkapi dengan flow meter untuk mengukur debit yang keluar.

Tahapan untuk installasi pemipaan output ini antara lain sama dengan pipa untuk input :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

g. Pemasangan Flow Meter

h. Pemberian plan tulisan titik penaatan.

Oke sobat itu dia List Komponen untuk Installasi STP atau IPAL Domestik yang sengaja saya tuliskan untuk menjadi penjelasan bagi para user yang hendak menginstall STP di Tempat mereka guna mengikuti undang-undang yang berlaku.

Dan juga saya harap para pembaca Olah-Air.Com menjadi lebih paham lagi bahwa nilai cost ataupun harga dari sebuah Installasi STP tidak bisa dilihat dari harga intinya saja. Dan kalau mau masang intinya saja sih saya terima2 saja, asal nanti jangan menanyakan kelengkapan yang tidak ada di Agreement..


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Wednesday, 20 February 2019

Bagaimana Proses Aerasi Bisa Menurunkan nilai BOD

Bagaimana Proses Aerasi Bisa Menurunkan nilai BOD

Contoh media lekat untuk menunjang perkembangan bakteri aerasi

Hallo sobat olah-air.com sekalian, sudah lama sekali kita tidak update dan berjumpa ya hahaha. Mohon maaf ini semua dikarenakan Negara api sedang menyerang.. Lho.. ;p

Kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana sih ceritanya proses biologi secara aerasi bisa menurunkan nilai cemaran BOD. Penasaran kan? Yuk kita simak uraiannya.

Sebelum berangkat ke narasinya yang panjang, harus kita ingat bahwa BOD bukanlah zat namun hanya sebuah nilai konversi yang dihasilkan dari analisa tentang seberapa banyak oksigen yang dibutuhkan untuk membuat seluruh zat organic dapat teroksidasi. Sehingga besarnya nilai BOD tentu akan berbanding pula dengan besarnya jumlah zat organic yang ada dalam air limbah.

Dalam pengolahan air limbah dengan metode lumpur aktif, bakteri akan bercampur dengan air limbah dengan harapan adanya proses adaptasi terhadap polutan dalam air. Mikroorganisme atau bakteri akan kontak dengan bahan organic atau biodegradable dan menggunakannya sebagai sumber energy. Nantinya bakteri akan membentuk koloni atau rumah tinggal dengan terwujudnya lender yang lengket yang bisa kita temukan pada dinding ataupun pada media bakteri.

Tingkat keberhasilan penguraian polutan dalam air limbah, akan tergantung dari seberapa efektif bakteri memakan zat organic yang ada dalam air limbah, serta bagaimana kemampuan bakteri dalam membuat bioflok yang dapat dengan mudah settle down dalam air.

Biasanya dalam proses biologi, setelah proses aerasi akan dilanjutkan dengan proses clarifier dimana active sludge yang terbawa akan ditangkap oleh lamella dan dibuat settle down. Sebagian volume active sludge akan dikembalikan ke tangki aerasi (Sistem RAS) dan sebagian akan dibuang menuju tangki proses sludge.

Proses RAS ini penting untuk menjaga rasio active sludge hingga jangan sampai over ataupun kurang. Prosesnya bisa menggunakan pompa ataupun menggunakan metode gravitasi.

Proses biologi dengan metode activated sludge dalam kondisi optimumnya dapat menurunkan 80-90% BOD. Dan tingkat efisiensi ini tentu tidak terlepas dari keberhasilan dalam menjaga beberapa factor seperti :

- Nilai pH Inlet

- Nilai Debit intake yang masuk

- Ke stabilan polutan yang masuk

- Jumlah nutrisi dalam air limbah

- Serta mengeleminasi masuknya desinfektan ke dalam air limbah. 



Secara umum ada 5 jenis grup mikroorganisme yang dapat kita temukan pada proses aerasi khususnya pada metode activated sludge :

1. Bacteria : yakni bakteri aerob yang bekerja memakan nutrisi organic

2. Protozoa
: yang membantu dalam memakan bakteri yang telah mati dan juga menguraikan suspended solid

3. Metazoa : mikroorganisme yang membantu penguraian air limbah dengan nilai BOD yang sangat tinggi. Biasanya digunakan pada system lagoon.

4. Bakteri Filament : bakteri yang berbentuk seperti benang-benang halus, biasanya mengganggu proses settling dan membuat terjadinya bulking ataupun sumbatan pada pemipaan.

5. Alga (Lumut) dan Jamur : dua mikroorganisme ini biasanya bertumbuh ketika ditopang oleh cahaya matahari yang cukup dan juga dalam sludge yang telah mati. Sifatnya tidak massif ataupun dominan tapi akan menggangu pengamatan.
Baca selengkapnya