Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts
Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts

Saturday, 20 June 2020

4 Stupid-Simple Ways To Check Your Water is Safe or Not

4 Stupid-Simple Ways To Check Your Water is Safe or Not

Hello, I very excited to meet you again in this post.

I really happy to know there are still somebody who really give a concern about water treatment. Because somehow in these days, i have seen that like everybody is just not give a concern about water. Even to the water that they drink.. And even if that will endangerous them.

Well.. Let’s cut all the annoying chat (I know some of you just want to know how to check it). Then let’s get to start with this. And we will discover that there are several stupid-simple ways to check our water, for the safety needs.

And here is the number one

1. Take a glass of water, and Let it there for a night


What does it means?

I know that my english is not quite good. But here is the reason behind this ways of checking.

Do You Know several chemical elements like Ferri (Iron) and Manganesse?

these elements will make some sludge or sediment or dirts in the water after a few hours (some times only in a few minutes).

You will see something colored like soil dirt will comes into your glass of water, and that are called iron pollutant.

But if you see some dirt like have a blue color, well congratulations.. You just saved your body from a toxic manganesse..


What else that you can find with this first tips of checking your water?

You also can see that in one night, the water that you have collected in the glass may be will be full of insects or ants.

And what sign that we get from there?

We get a sign that the water we consume is have some mineral like magnesium or calcium on it.and it may be not so bad to have it (If in a tollerable amount of course). >> well discuss about this later.


2. Boil it until almost dry and you’ll see something





I really recomend you this watch over your stove while you’re doing this. Because it may start off a fire in your house, if you forgot to turn it off.

Well, what’s the reason of doing this? Of course the first reason is to make sure your water is safe to drink. and The second reason is to see, what pollutant does your water has.

You see, some water will have a huge ammount of calcium and/or magnessium on it. And it callled as hardness.

If you think calcium and magnesium is good for your body. Then you’re right.. But not absolutely right.

The calcium and magnesium that we need is the calcium in the form of organic form. Like Calcium Lactate. But in the water, the calcium may be exist in other forms. And most likely it’s in innorganic form. and that’s kind of calcium are the one that not safe and will ruining our health

With this simple checking method, you will make sure that your water is safe by see the signs left by boiled water. If there are some kind of marks like this :


That’s mean you have quite huge hardness content on your water. And so.. it’s not fully safe to drink that water for a long time (I recomend you to install some softener system).

3. Make a nice cup of tea with it.


The third way to check your water is safe or not, is just make a cup of tea with them.

You know, that tea have a good antioxidant substance on them. And it will react with the pollutant or chemical elements in the water.

Don’t drink it, just let it there for one whole day. And after that, if you see the color of the tea water is not normal (I recomend that you also make a blanko to see the differences), please consider to treat the water before you use it. Because the water that you have maybe contain some harmful pollutant that can ruin your health.

Recomended to Read : How to design your tank size for Activated Carbon


4. Check the pH and TDS of your water using a pH and TDS meter


Maybe this way of checking your water, will cost you a little bit of money. But hey.. I think it’s worthed. Because these two parameters will give you a big information about the safety degree of your water.

You see, a safe to drink water will have a pH about 6 – 9. And if you find the water that you consume, are having more or less that the value that I told you, then it’s mean the water is not safe to consume. Maybe there are some pollutant like base or acid that accidentally enter your water system.

You can check many article on the internet that will give you a good explanation about how dangerous water can be if they have abnormal pH.

And for the TDS, it should show that the water that you and your family consuming are having a low TDS. The recomended TDS (Total Dissolved Solid) for your drinking water is below 500 mg/L.


If you find that your water that you drinkin are having more that 500 mg/L of TDS. Then get ready to have a problem in your kindney in the next 5 years.


Well.. I thinks these 4 ways of water checking will give you a quite good information about the water that you consume. But if you need some other good information about it, then stay tune in on-water.us by subscribing our newsletter.



See you next time in olah-air.com


Warm Regards



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Monday, 1 June 2020

5 Point Sampling Untuk Perizinan Installasi IPAL

5 Point Sampling Untuk Perizinan Installasi IPAL


Assalammualaikum Wr. Wb. Semoga rahmat dan keberkahan selalu diberikan kepada kita semua oleh Allah yang Maha Kuasa. Dan Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan bagi Baginda, Nabi Besar Muhammad S.A.W.

Pada hari ini, di Bulan Awal Syawal dan masih dalam suasana Lock Down alias PSBB Virus Wuhan, kita akan membahas suatu tema tentang sampling untuk perizinan IPAL.

Tidak ada alasan khusus mengapa saya membahas ini saat ini, namun lebih kepada tiba-tiba lintasan ide untuk menulis ini muncul begitu saja di kepala saya.

Kenapa harus tau Point Sampling?

Begini ya, sobat semua baik pemilik perusahaan ataupun orang yang memiliki tanggung jawab pada WWTP/IPAL (Pemilik MPPA) harus mengetahui tentang point sampling ini sebab dengan mengetahui point sampling berarti sobat akan dapat merencanakan bagaimana aliran dan juga melihat dampak dari aliran effluent WWTP ke sekitar perairan. Hal ini sekaligus dapat menjadi pembelaan bagi industri sobat, apabila ternyata ditemukan bahwa badan air sudah lebih tercemar oleh industri lain dibandingkan oleh industri sobat sehingga jikalau ada tuntutan yang tidak semestinya maka sobat bisa menghindarinya.

Pada intinya, pengetahuan tentang point sampling untuk perizinan ini jikalau sobat tidak mengetahuinya maka sobat nanti bisa salah dalam merencanakan tata letak ataupun piping aliran drainase sobat. Dan percayalah saya sudah sering menemukan hal tersebut.

Dan lagi, seorang Waste Water Engineer yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi dapat dengan mudah melihat apakah ada jalur siluman (tersembunyi) ataukah tidak pada aliran WWTP sobat.


Dimana Saja Point Sampling Tersebut?

Upstream
Titik pertama yang harus diambil adalah titik sampling Upstream, yakni aliran air selokan ataupun aliran air sungai sebelum bertemu dengan air discharge dari installasi pengolahan air limbah. 
titik sampling ini, akan diminta hasil analisanya oleh LH setempat dan nanti akan dibandingkan dengan bagaimana hasilnya setelah air bertemu dengan air limbah, apakah menjadi semakin tercemar atau mungkin kualitasnya membaik.

Upstream bisa juga diambil dari talang air hujan yang jatuh ke selokan ataupun sekitarnya.



Intake
Intake adalah titik sampling yang ditujukan untuk melihat kualitas air limbah sebelum pengolahan dilakukan. Bisa juga disebut sebagai raw waste water. Proses pengambilan bisa dilakukan di grease trap, ataupun bisa juga di tangki equalisasi tergantung dari titik mana yang disepakati  sebagai titik yang homogen.

Fungsi dari pengambilan sampling di titik ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas air limbah yang dihasilkan dari usaha ataupun industri sobat. Kemudian nanti akan dibandingkan dengan discharge dan down fall.

Dengan memperbandingkan antara intake dan discharge, maka akan didapatkan berapa persen tingkat keberhasilan pengolahan air limbah. Berapa penurunan perparameter dan bagaimana tampilan fisik antara intake dan discharge.



Discharge
Discharge adalah keluaran dari IPAL ataupun WWTP kita. Point sampling ini diambil untuk melihat efektifitas dari pengolahan yang telah dilakukan. Discharge bisa disebut juga sebagai effluent ataupun outlet. 
Di area discharge juga, harus disiapkan sebuah flow meter yang akan membaca berapa jumlah air limbah yang dibuang perharinya. Karena, pembacaan ini cukup penting untuk mengetahui kebenaran neraca air yang telah dilaporkan ke LH dan juga untuk melihat kesesuaian peraturan dengan realita di lapangan (Pada peraturan baku mutu ada tertulis debit maksimal per tonase produksi)


Downfall
Downfall adalah titik dimana aliran air dari effluent ataupun discharge jatuh dan hendak memasuki badan penerima air atau selokan pusat. Pengambilan sampling di titik ini adalah untuk melihat apakah ada perubahan kualitas air sebelum masuk ke badan penerima air, dari sebelumnya ketika di effluent.
Fungsinya adalah untuk melihat apakah ada jalur tersembunyi (jalur siluman) ataukah ada jalur pengendapan atau mungkin ada area tangki peresepan tersembunyi yang dapat menurunkan debit air.



Down Stream
Down stream adalah aliran dimana effluent water telah jatuh dan bercampur dengan badan penerima air ataupun selokan utama. Fungsi pengambilan titik sampling ini adalah  untuk melihat apakah ada perubahan drastis antara upstream dengan down stream dari sisi parameter cemaran. Dan juga untuk melihat perbedaan antara discharge dengan down stream, apakah ada perubahan signifikan ataukah malah membuat air di downstream menjadi jadi lebih buruk.

Kesimpulan
Pada intinya kelima titik sampling ini bersifat wajib untuk diperhatikan dan diambil sampel untuk tiap titik tersebut. Dan juga kelima titik sampling ini memiliki parameter untuk pertimbangan masing2 sehingga bisa melihat apakah IPAL yang sudah Anda dirikan layak atau tidak mendapatkan izin IPLC.



Lihat Juga : 

Baca selengkapnya

Friday, 6 December 2019

Teknik Menghilangkan Bau Pada STP dan WWTP

5 Cara Menghilangkan Bau Pada STP


Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi semua. Apa kabar? Saya berharap sobat pembaca semua dalam keadaan sehat dan berkelimpahan berkah.

Kali ini kita akan membahas tentang cara menghilangkan bau pada STP (Sewage Treatment Plant) dan juga WWTP. Hal ini saya bahas, karena masih fresh dalam ingatan saya masalah ini terjadi di salah satu Plant yang saya buat di tahun 2019. Yah sebenarnya baunya itu ga parah sih, tapi karena disana itu posisinya pas tepat kantor utama perusahaan maka terjadi keributan besar yang menyebabkan tim kami harus segera memberikan penanganan extra kuat dalam menghilangkan bau.

Dan pengalaman ini akan kami share kepada sobat pembaca olah-air.com sekalian, supaya tidak terulang atau minimal dapat mengurangi bau yang timbul dari STP ataupun WWTP yang Anda miliki.



Baca Juga :
3 teknik dasar Pengolahan Air Limbah

STP atau WWTP itu Bau Apa Engga Sih?
Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, izinkan saya menggunakan suatu pengandaian ataupun persamaan.

Seorang ibu-ibu memasak daging, maka kita akan mencium bau daging dari dapur ibu tersebut. Sebuah Toko Roti, ketika proses membuat Roti maka tentu kita akan mencium bau roti dari sana.

Nah, sama halnya dengan sebuah STP yang nota bene memproses kotoran, tinja dan air kencing (ups.. emang itu sih isinya hahaha), ya tentu saja akan berbau yang diproses itu. Yo masa iyo, memproses tinja dan kencing baunya itu bau parfum prancis hahaha (Logika Botol).



Tapi seriusan deh, diluar sana yang namanya STP itu tentu akan identik dengan bau tinja dan pesing makanya kita akan menemukan posisi STP itu biasanya dalam gedung terdalam ataupun posisinya paling jauh dari pusat keramaian utama. Tujuan dari penempatan di lokasi yang terpencil tersebut  adalah tentu untuk mencegah supaya bau tersebut tidak sampai tercium oleh pengguna gedung ataupun terminimalisir karena sudah terdispersi di udara.

Intinya, STP pasti Bau! Namun bau tersebut dapat kita hilangkan atau minimalisir dengan beberapa cara dan itulah tujuan postingan kita kali ini.



Darimana Datangnya Bau STP itu?
Pertanyaan kedua ini saya rasa ga kalah kocak dari yang pertama. Sebab kita semua sudah tau baunya tentu berasal dari benda yang diolah.

Tinja, Kotoran dan Sisa makanan adalah zat organik yang mengandung karbohidrat, protein dan gula. Dimana zat organik setelah mengalami proses fermentasi dan penguraian oleh bakteri akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa tersebut adalah methana, gas sulfida, amonia dan juga beberapa senyawa aromatik yang sifatnya volatile.

Hasil penguraian tersebut akan turut tersembur keluar dengan adanya proses aerasi. Maka dari itu kita akan mendapatkan bau keluar dari STP dan WWTP karena hal itu normal adanya. Justru kalau baunya tidak keluar maka proses pengolahannya tidak dapat kita katakan berhasil, karena zat organik dalam air limbah tidak terpecah.

Agak beda sih, tapi ini kira2 nama zat volatile yang mengeluarkan bau


Teknik Menghilangkan atau Meminimalisir bau dari STP

Akhirnya, sampai juga kita di inti bahasan dari postingan kali ini, tentang bagaimana cara menghilangkan bau dari STP.



1. Penyempurnaan Proses Mikrobiologi
Cara pertama untuk meminimalisir bahkan menghilangkan bau (Ga ilang2 amat sih), adalah dengan menyempurnakan proses mikrobiologi.
Ya, STP adalah suatu sistem pengolahan air limbah yang bertumpu pada proses biologi dimana bakteri menjadi ujung tombak penghancur polutan pada air limbah.

Layaknya sebuah peperangan klasik, salah satu faktor penentu kemenangan terbesar adalah jumlah prajuritnya, dan prajurit tersebut haruslah yang telah memiliki skill untuk memenangkan pertempuran. Dalam hal ini, untuk membuat si bakteri tersebut dapat bekerja secara optimal dalam memproses zat organik serta memakan semua volatile agent maka kita harus memfasilitasi mereka dengan sarana dan prasaran yang memadai.

Saya sudah menuliskan beberapa artikel tentang bakteri pada artikel dibawah ini :

- Proses Aerasi untuk menurunkan Nilai BOD
- 6 teknik Anaerob pada pengolahan limbah organik
- Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit
- Proses Minimalisasi Sludge dalam Air Limbah
- Cara Menumbuhkan Bakteri di WWTP
- 6 Hal yang harus dimaintain pada Proses Biologi WWTP


Dan mudahnya, ada dua tipe penyempurnaan proses mikrobiologi pada STP ataupun WWTP yang berdasarkan pada Biological process. Yang pertama adalah dengan mengadaptasikan si bakteri pada kondisi STP itu sendiri dan yang kedua adalah dengan terus menerus menginjeksikan bakteri baru.



Metode pertama, bisa disebut pembiaran proses. Karena kita tidak melakukan apapun yang berarti selain membuat STP tetap beroprasi sebagaimana mestinya (seluruh peralatan berfungsi), STP dengan proses adaptasi ini bisa memakan waktu dari 2 minggu hingga 3 bulan. Semua ini tergantung dari kestabilan input limbah yang masuk dan juga nilai racun/desinfektan yang turut masuk ke air limbah.

Metode kedua, yaitu dengan injeksi bakteri baru. Metode ini memang lebih cepat dalam membuat bakteri tumbuh dan memakan zat volatile yang merupakan sumber bau. Namun penggunaan  metode ini akan membuat STP menjadi ketergantungan injeksi bakteri sehingga bakteri yang ada dalam STP bukanlah bakteri generasi baru yang telah beradaptasi tapi lebih kepada bakteri baru yang memang diinjeksi.



Masing-masing metode memiliki keunggulan, dimana metode pertama unggul dari sisi cost operasional yang lebih rendah, dan metode kedua unggul dari sisi pencapaian target yang lebih cepat. Mau pilih yang mana untuk menghilangkan bau? Biarin aja atau kita injeksi bakteri? semua pilihan ada di tangan Anda.

2. Penutupan akses output udara
Teknik Menghilangkan bau pada STP kedua adalah dengan menutup akses output udara. Bau tercium karena adanya akses keluarnya udara. Maka dari itu supaya baunya tidak tercium maka solusi paling singkatnya adalah dengan menutup akses udara tersebut.



Proses penutupan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan sealing/segel pada tutup-tutup man hole ataupun ada tempat sekitar, agar udara tidak keluar pada ruangan lainnya selain dari pada STP.

3. Penyerapan Bau
teknik ketiga untuk menghilangkan atau meminimalisir bau adalah dengan menyerap bau tersebut, yup bau tersebut sejatinya masih keluar, hanya saja kita memasang sesuatu yang dapat menyerap bau.



bubuk kopi, active karbon, desicant bisa menjadi opsi yang bagus dalam menyerap bau. Bahkan, pemasangan U--trap juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik dimana output udara yang mungkin berbalik ke arah pipa input kita tutup dengan memasang U-Trap sehingga udara tertahan pada air.



4. Penambahan Bahan Kimia
Cara ketiga untuk menghilangkan bau adalah dengan menambahkan bahan kimia. Beberapa bahan kimia yang bisa digunakan diantaranya adalah Oxidizer yang berfungsi untuk mengoksidasikan zat-zat organik dan yang kedua adalah dengan menggunakan deodorizer.



Menghilangkan bau dengan penambahan bahan kimia ini tidak saya anjurkan dikarenakan sifatnya high cost dan tidak bisa menjadi solusi permanen. Selain itu bahan kimia dapat membuat proses penguraian zat organik oleh bakteri menjadi gagal yang membuat output air limbah tidak masuk ke baku mutu yang ditentukan.



5. Pengalihan Akses Output Udara STP
Cara kelima untuk menghilangkan bau pada STP dan WWTP adalah dengan memasang installasi pengalih udara. Bahasa simpelnya sih memasangan Exhaust fan dan menyemburkan udara buangannya ditempat nun jauh disana.



Sebenarnya cara kelima ini bukan menghilangkan sih tapi lebih kepada memindahkan bau. STP sih jadi ga bau tapi tempat lain itu jadi kena imbasnya hahaha.

Namun lain halnya jikalau pada cerobong ataupun menara penyerap tadi kita pasang carbon ataupun bubuk kopi, atau bisa juga dengan penyemprotan air maka udara yang keluar juga bisa stinkless alias tanpa bau dan kalau ada sih ga bau-bau banget ya.

Oke sobat, itu dia 5 Teknik menghilangkan bau pada STP ala Mr. Anggi. semoga sobat pembaca disini menjadi terbantu dan terinsipirasi dalam menangani permasalah bau pada STP.

Baca Juga :
- Jenis-jenis tangki WWTP
- Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi
- Cara Menghitung FM Ratio Pada Biological Waste Water Treatment

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Tuesday, 5 March 2019

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah


Hallo sobat olah-air.com sekalian, dimanapun kamu berada. Sesuai judul kita kali ini, kita akan membahas tentang prinsip dari elektrokoagulasi. Bagaimana sudah siap untuk menyimak?

Prinsip Elektrokoagulasi

Proses elektrokoagulasi adalah proses dimana terjadinya koagulasi (penggumpalan) yang menggunakan bantuan listrik atau electricity. Proses ini akan melibatkan pengaturan arus dan juga voltase dari listrik DC yang digunakan kemudian dialirkan melalui katoda dan anoda yang terdiri dari logam-logam tertentu sehingga menghasilkan aliran getaran listrik pada tingkatan electron. Dari sanalah katoda maupun anoda akan terkikis sehingga berubah fungsi menjadi koagulan yang bereaksi dengan air limbah.



Dari gambar diatas, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan dengan metode elektrokoagulasi beberapa alat dan bahan yang diperlukan antara lain :

1. Wadah penampung air limbah

2. Sumber Arus Listrik

3. Konverter arus listrik AC ke DC

4. Plat katoda dan anoda


Ke-empat alat dan bahan tadi harus dipersiapkan dan dalam keadaan terkontrol dengan baik. Untuk arus yang digunakan adalah tidak tentu, tergantung dari jenis air limbah yang ditemui dan juga target yang diinginkan. Selain itu ukuran volume wadah penampung juga minimal harus mampu menampung 1 jam debit air limbah, dikarenakan proses ini sama seperti proses mixing yang memerlukan waktu reaksi yang optimal.

Untuk katoda dan anoda tidak harus spesifik Fe ataupun alumunium, tapi tergantung pada jenis air limbah yang diproses. Namun dikarenakan kedua jenis logam ini adalah yang paling banyak tersedia dipasaran dan sifat kedua jenis logam ini dapat memberikan koagulasi yang baik maka kedua jenis logam ini paling direkomendasikan.






Oke sobat, itu dia tulisan singkat tentang prinsip dari proses elektro koagulasi. Untuk tulisan lainnya dapat disimak pada Link dibawah ini :


Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Monday, 4 March 2019

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Bagaimana cara mengolah air limbah yang baik
Halo sobat sekalian, jumpa lagi bersama mr. anggi di website kesayangan kita yang selalu konsisten membahas teknik-teknik pengolahan air bersih dan air limbah. 

Kali ini kita akan membahas tentang suatu kelebihan teknik pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi adalah suatu teknik pengolahan air limbah yang menggunakan arus listrik dalam proses pemisahan material polutan dalam air. Elektrokoagulasi disingkat EC, telah cukup lama populer digunakan untuk mengolah limbah textile, dikarenakan sifatnya yang mampu menguraikan warna tanpa memberikan kontribusi TDS yang signifikan.

Kali ini kita akan membahas beberapa alasan kenapa Anda atau perusahaan Anda dapat memilih teknik elektrokoagulasi sebagai metode pengolahan air limbah Anda (Dapat ya bukan harus!) :

Lihat Juga : 
- Langkah Langkan Assesment WWTP

1. Impact Minimal pada TDS


Kelebihan pertama yang dimiliki oleh system Elektrokoagulasi atau EC adalah system ini mampu untuk mengolah limbah tanpa menambah nilai TDS. 

Pada system konvensional, kita biasanya akan mengolah air limbah dengan mencampurkan koagulan dan flokulan dalam jumlah tertentu untuk dapat menurunkan sludge ataupun lumpur polutan yang tercampur pada air limbah. 

Pada proses ini, maka secara otomatis tds akan naik karena adanya kation dan anion yang turut terlarut dalam air akibat adanya penambahan bahan kimia. Sehingga dapat dikatakan proses konvensional hampir selalu akan mengakibatkan air effluent mengalami kenaikan TDS. 

Berbeda halnya dengan metode elektrokoagulasi, dimana polutan baik yang terlarut maupun yang menjadi koloid dalam air limbah akan bereaksi dengan plat logam yang dialiri listrik sehingga akhirnya membentuk gumpalan. 

Gumpalan tersebut nantinya diendapkan ataupun dapat diapungkan dan di scrapping, sehingga air dapat terbebas dari polutan. Proses ini tidak menyebabkan kenaikan TDS secara signifikan seperti proses konvensional, karena tidak adanya anion yang bereaksi (kalaupun ada maka sedikit saja). Oleh karenanya dapat dikatakan proses TDS mampu menangani air limbah dengan impact TDS yang minimal. 

Lihat Juga : 
- 7 Point penting dalam pembuatan STP

2. Minim bahan kimia


Kelebihan yang kedua dari proses pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi adalah metode ini menurunkan jumlah penggunaan bahan kimia. Dan memang jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibanding dengan metode konvensional.

Hal ini dikarenakan penambahan kimia disubtitusi dengan reaksi elektrokoagulasi dengan menggunakan plat katoda dan anoda. Plat Alumunium, ataupun seng akan terkikis sesuai dengan jenis polutan yang diproses.

Disini proses elektrokoagulasi akan mengurangi jumlah koagulan yang dipakai, sehingga dapat dikatakan proses ini lebih minim kimia dibandingkan dengan proses konvensional.

Namun bukan berarti proses ini tidak menggunakan bahan kimia sebab pada faktanya proses ini tetap membutuhkan flokulan untuk dapat menggumpalkan secara sempurna flok halus yang sudah terbentuk.


3. Bisa Mengolah Mineral Terlarut


Kelebihan ketiga dari proses elektrokoagulasi adalah mampu untuk menurunkan jumlah mineral yang terlarut dalam air. Beberapa mineral seperti Calcium dan Magnessium bahkan dapat diendapakan dengan baik melalui metode ini (yang diiringi dengan pengaturan pH).

Berbeda halnya dengan proses konvensional yang hanya dapat mengendapkan mineral ataupun kotoran yang tampak, metode ini mampu untuk mengendapkan kotoran yang tidak tampak. Hasil pengetesan dilapangan menunjukan pada air dengan kadar TDS diatas 300 dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dapat membantu memunculkan polutan seperti silica, calcium dan magnesium sehingga dapat diendapkan yang tentunya akan berdampak pada penurunan nilai TDS.

Lihat Juga : 
- Proses Mengurangi Lumpur di air limbah secara efektif

4. Rentang Pengolahan yang cukup luas


Proses pengolahan kimia pada air limbah hanya efektif untuk dapat mengolah air limbah yang kotorannya bersifat mudah diendapkan. Sedangkan proses pengolahan biologi efektif untuk mengolah air limbah dengan kandungan zat organic yang memiliki rantai linear.

Berbeda halnya dengan proses elektrokoagulasi, proses ini mampu untuk mengolah air limbah dengan rentang yang cukup luas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini :



Oke sobat olah-air.com dimanapun kamu berada, itu dia 4 kelebihan penggunaan metode elektrokoagulasi untuk aplikasi pengolahan air limbah anda. Jika Anda tertarik untuk menerapkan proses Elektrokoagulasi, Anda dapat menghubungi kami pada nomor banner yang tertera diatas. Atau jika mau tau lebih banyak tentang aplikasi elektrokoagulasi, silahkan lihat beberapa artikel lainnya yang sudah kami siapkan. 


Salam Hangat,





Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

Kenapa IPAL bisa berhasil dan bisa juga gagal

Hallo sobat Olah-air.com dimanapun Anda berada. Senang rasanya masih diberi Kesempatan oleh ALLAH SWT, sang maha pencipta langit dan bumi untuk dapat berbagi kembali kepada kawan-kawan sekalian.

Kali ini kita akan mengulik dan ubek-ubek tentang 5 parameter penting di baku mutu air Limbah. Seperti yang kita tahu, standar baku mutu air limbah itu sendiri ada banyak sekali jenis dan penggolongannya.

Dari mulai standar baku mutu perdaerah (Biasanya per provinsi), kemudian ada standar baku mutu untuk tiap industri, Ada standar baku mutu untuk kawasan berikat atau tidak dan ada juga standar baku mutu untuk golongan jumlah total flow limbah industri. nah Lho...

Lihat Juga : Langkah-langkah Assessment WWTP

Total Parameter Asli Ada Banyak, Kenapa Cuma 5?

Yup memang aslinya parameter yang tertera di standar baku mutu cukup banyak. Ada sekitar 30 parameter. Namun kali ini saya hanya akan menghighlight sekitar 5 saja parameter. Sebab 5 Parameter inilah kunci dari suatu sistem pengolahan dapat dikatakan telah tepat dan sesuai dengan karakteristik air limbah yang diolah atau tidak.

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah


1. Parameter Tingkat Keasaman Air Limbah Alias pH
Parameter yang paling penting yang harus Anda cek di air limbah Anda adalah pH. Kenapa pH?
Alasannya cukup mudah, karena pH adalah parameter yang akan turut menentukan si Air tersebut bisa dibuang ke lingkungan atau tidak.

Dan kemudian lagi, parameter ini dapat memberikan info apakah air limbah yang keluar dari sistem utility di perusahaan Anda dalam tingkat bahaya tinggi atau tidak.

Dengan mengetahui nilai parameter pH pada air limbah, minimal kita sebagai penanggung jawab air limbah mengetahui tentang apa yang terjadi dan cara penanganan singkatnya. Yah tentu secara awam semua orang setuju langkah pertama untuk mengolah air limbah adalah menetralkannya.

Lihat Juga : Cara Menghitung Waktu Tinggal di Tangki

2. Parameter Oxygen Demand Related
Parameter kedua yang tidak kalah penting adalah parameter yang oxygen related atau kalau di standar baku mutu biasanya ditandai dengan adanya OD. Seperti Chemcal Oxygen Demand dan Biological Oxygen Demand.

Walaupun parameter Oxygen Related ini tidak muncul pada beberapa golongan standar baku mutu air limbah. Namun keberadaannya cukup penting untuk dimaintain serendah mungkin, sebab jika dibiarkan berada di nilai melewati ambang batas maka parameter ini akan merampas "jatah" oxygen dari biota air dan akhirnya membuat perairan kita tidak lagi indah.

3. Parameter Total Suspended Solid
Parameter TSS ini wajib hukumnya untuk dikontrol oleh penanggung jawab lingkungan di perusahaan kita. Sebab parameter ini adalah parameter yang paling mudah untuk dapat digugat oleh lingkungan sekitar.

Parameter ini juga yang jikalau terlalu tinggi akan menimbulkan pendangkalan aliran sungai yang lama kelamaan akan menyebabkan banjir. Setipe dengan parameter ini adalah parameter kekeruhan atau turbidity.

Lihat Juga : Cara Menumbuhkan Bakteri di IPAL

4. Parameter Heavy Metal alias Logam Berat
Salah satu parameter yang berbahaya jika berada di perairan dalam nilai diatas ambang batas adalah parameter Logam berat.
Logam berat adalah logam yang memiliki molekul diatas berat molekul dari besi. Keberadaan logam berat dalam hitungan ppm saja sudah cukup untuk menjadi pembunuh bagi biota hidup baik yang berada di air maupun yang ada di darat.

beberapa contoh logam berat yang harus kita ketahui diantaranya adalah Cd (Kadnium), Hg (Raksa), Pb (Timbal), Zn, Fe, Cu dan Co.

Salah satu contoh keracunan logam berat yang paling terkenal dan diingat adalah kejadian pencemaran di teluk minamata jepang. Yang menyebabkan kecacatan masal. Oleh karena begitu berbahayanya parameter ini, oleh karenanya seharusnya perusahaan pelanggar parameter ini tidak bisa diberi toleransi lagi dengan membiarkannya tetap membuang air limbah ke lingkungan tanpa adanya proses IPAL.

5. Parameter TDS alias Conductivity
Parameter TDS mencerminkan berapa banyak padatan yang terlarut didalam air. Walaupun parameter TDS ini sebenarnya tidak membahayakan, namun terlewatnya parameter ini bisa menjadi indikasi adanya tumpahan atau cemaran berlebih yang masuk ke badan air.

Cemaran tersebut bisa berupa coolant, garam, chemical atau lainnya. Untuk itulah jikalau tiba-tiba parameter TDS melonjak naik hingga 2 kali lipat dari biasanya, penanggung jawab urusan lingkungan bisa berkordinasi dengan bagian EHS ataupun produksi untuk melakukan investigasi atas tumpahan atau kontaminasi yang terjadi di pabrik.


Beda cara bicara antara orang awam dan engineer


Baca selengkapnya

Sunday, 2 October 2016

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA


Proses biological dengan bakteri adalah salah satu bagian penting dalam suatu proses wwtp. Karena bakteri mampu untuk memecahkan zat organik dalam air limbah sehingga kadar parameter pencemar dapat berkurang.

Dan berikut ini adalah Daftar 10 Produk bakteri yang dapat Anda gunakan dalam rangka memperbaiki kualitas pengolahan biologi di sistem WWTP Anda.

1. Chemi Enzymax AE
tempat yang menjual Bakteri

Deskripsi :
Merupakan Formulasi Bakteri Konsentrat dengan beragam fungsi, biasa juga disebut dengan Konsentrat Sapu Jagad dikarenakan fungsinya yang dapat menurunkan beragam parameter pengotor dalam air limbah.

Memiliki kandungan bakteri-bakteri pengurai penting dalam konsentrasi tinggi seperti : Tio Bacillus, Lactobacillus, Enterobacter, Proteus, Nitrosomonas.

Berfungsi sangat baik dalam tangki aerasi sebagai bakteri aerob. Dan bisa juga berfungsi sebagai seeding awal dalam pengembangan activated sludge untuk kasus spesifik. Bisa mengolah lemak, surfaktan, sabun dan juga zat volatile sehingga berimbas pada turunnya beragam parameter baku mutu air limbah termasuk COD dan BOD.

Penggunaan:

  • Pabrik dengan parameter air limbah terlewat seperti Nitrate, Sulfida, Nitrite, Surfaktan.
  • Cemaran Air Limbah dengan kandungan Zat Warna
  • Cemaran Air Limbah dengan bau septik
  • Cemaran air limbah dengan jumlah deterjen yang cukup banyak
  • Seeding Kolam Aerasi

2. Chemi Enzymax AN

Deskripsi Produk :
Dikembangkan secara khusus agar bisa mengolah air limbah yang memiliki kandungan BOD dan organic content yang sangat tinggi dalam proses anaerobic. Berfungsi sebagai biakan awal dan juga sekaligus sebagai bakteri booster yang bisa bekerja untuk memperbaiki kondisi IPAL yang sudah berjalan.

Memiliki Kandungan Bakteri dipadukan dengan enzym seperti : Bakteri Sacharomycess, Bacillus Sp, Nitrobacter dan Enzym Amilase. Ditambah dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyebaran bakteri ke seluruh tangki.

Dalam aplikasinya agar dapat berfungsi secara maksimal dibutuhkan media pelekat bakteri Organocyl atau Bio Ball.

Banyak digunakan pada kolam anaerobic, proses seeding anaerobic, proses denaturasi dan juga proses di tangki anoxic.

Penggunaan :

  • Untuk Seeding awal bakteri anaerob
  • Pabrik Makanan, Minuman, Pemotongan Hewan
  • Cocok Untuk STP Model Pendam
  • IPAL Yang mengandung banyak lemak

3. Enzymax Biologia en Polpo
Cara menggunakan bakteri yang bisa menyerap polutan

Deskripsi :
Merupakan bakteri konsentrat yang disimpan dalam bentuk powder/serbuk. Dengan proses pembuatan yang melekatkan bakteri pada media hidupnya sehingga bakteri dapat tetap bertahan hidup dalam kondisi serbuk.

Diformulasikan khusus sebagai starter bersama dengan media pelekat silinder yang nantinya akan mampu menjadi activated sludge dengan jumlah buangan sludge minimal.

Bakteri ini juga dapat berfungsi sebagai Organic Detonator, yang secara cepat memecahkan senyawa organik dalam bentuk siklik (Benzene) sekalipun sehingga dapat segera dikonsumsi oleh bakteri lainnya.

berfungsi terbaik dalam proses Aerasi dengan media pelekat bakteri silinder dan amat cocok untuk proses pengurangan sludge yang sudah mati di kolam aerasi dan anaerob.

Memiliki Komposisi bacteri dari jenis Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Enterobacter serta nutrisi organik.

Penggunaan :

  • Kolam Aerasi dengan Ukuran Kecil (Kurang dari 1 hari debit)
  • IPAL dengan lahan yang sangat terbatas
  • Pengolahan limbah darah, makanan, minuman, farmasi, kotoran, peternakan
  • Pengolahan air limbah yang mengandung Amonia, Organo Phosfat dan senyawa organik siklik atau alifatik
  • Starter Kolam Aerasi

4. Enzymax Bio Digester
cepat menghancurkan lemak

Deskripsi :
Bakteri yang berwarna putih krem dengan kekentalan seperti susu dan berbau seperti susu basi ini mengandung bakteri prebiotik dalam konsentrasi tinggi yang dapat membantu membasmi bakteri patogen dari air limbah.

Enzymax Bio Digester juga mampu memakan segala sludge yang bersifat organik sehingga mampu memangkas kebutuhan penggunakan alat filter press maupun belt press.

Cocok sekali untuk pengolahan air limbah dengan jumlah lumpur yang besar seperti limbah pabrik makanan, minuman dan bisa juga digunakan untuk limbah domestik.

Komposisi : Lactobacillus, Bacillus Cereus, Bacillus Polymxa, Lichenoformis dan bakteri Acinotebacter.

Penggunaan :

  • Proses Penguraian Sludge Organik
  • Proses Air Limbah dengan kandungan bakteri patogen
  • Nutrisi bakteri yang untuk kolam aerasi yang menjadi black water
  • Menyerap warna yang berasal dari zat organik

5. ARGEN - 2

Deskripsi Produk :
ARGEN-2 Adalah bakteri yang secara khusus diformulasikan untuk dapat memecahkan senyawa Ammonia organik sehingga berubah menjadi Nitrogen.

Dalam prakteknya akan terlihat dalam penurunan kadar bau pesing dari air limbah dan juga akan berakibat pada penurunan nilai nitrat dan nitrit.

Ditambah lagi bakteri ARGEN-2 ini mampu untuk mengkonversi phospfat menjadi nutrisi untuk tumbuh dan perkembangan bakteri sehingga tidak lagi menjadi masalah dalam parameter air limbah.

Komposisi bakteri terdiri dari Nitrobacter, Azetobacter, Pseudomonas

Penggunaan :

  • STP Pabrik ataupun STP Perkantoran
  • WWTP Dengan Limbah yang memiliki kandungan Ammonia baik organik maupun anorganik
  • WWTP dengan limbah yang memiliki kandungan Phosfat
  • Menurunkan nilai COD dan BOD yang berasal bukan dari TSS dan Lemak
6. Enzymax Gluttony

Deskripsi Produk :
Solusi terbaik untuk air limbah yang mengandung lemak yang membandel. Lemak yang ada dalam jumlah masif sehingga membeku dan bahkan menutupi hampir seluruh bagian kolam grease trap.

Paling baik digunakan untuk restoran, pabrik roti, susu, keju dan pabrik yang memiliki kandungan air limbah dengan lemak yang tinggi.

Komposisi bakteri terdiri dari Tio Bacillus, Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Lactobacillus dan beberapa enzym rahasia untuk dapat menghancurkan segala macam lemak.

Penggunaan : 

  • Kolam Grease Trap
  • Kolam Equalisasi
  • IPAL Restoran dan Pabrik Makanan, Susu, Keju dan sejenisnya



7. Enzymax Platino

Deskripsi :
Bakteri yang diformulasikan untuk mengolah jenis air limbah dengan zat organik yang berikatan sangat kuat. Mampu melunturkan tempelan zat organik dalam saluran sekaligus melarutkannya dalam air. Jika dilanjutkan dengan proses aerasi bertingkat maka dapat menurunkan nilai BOD ke nilai minimum.

Komposisi : Bakteri Bacillus, Bacillus Polymxa, Acinotebacter, Nitrosomonas

Penggunaan :

  • IPAL dengan air limbah berikatan organik yang kuat seperti : Cat, Degreasing dan solvent
  • IPAL Dengan air limbah infeksius
  • IPAL dengan kebutuhan akan bakteri fakultatif
HUBUNGI KAMI SEGERA :
PT. CHEMINUSA
Jl. Raya Pasar Minggu, Komplek Ligamas Indah Kav.9
Telp : 021 -7919 7920
Email : admin@cheminusa.com
HP : 0857.1147.2834 / 0878.7373.3767


Baca selengkapnya

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Konsultan dan kontraktor untuk pengolahan Air Limbah

Proses biologi dalam sebuah sistem pengolahan air limbah adalah suatu proses yang sudah lumrah kita temukan. Kita akan menemukannya dalam banyak sekali IPAL Atau waste water treatment plant, mulai dari IPAL yang berjalan secara konvensional, hingga yang automatic.

Nama dari proses biologi pun berbeda-beda dan beragam, dari mulai nama yang standar hingga nama yang dibuat dalam istilah asing agar terkesan keren dan bisa dijual mahal.

Namun terlepas dari itu semua, semua proses biologi tentu memiliki PAKEM atau prinsip-prinsip tersendiri hingga desain proses tersebut bisa diwujudkan.

Dalam postingan kali ini, kita akan berbicara sekilas tentang cara melihat suatu proses biologi dan kesesuaiannya dengan air limbah yang kita hadapi. Dan sembari membicarakan hal ini, ada baiknya bagi pembaca disini mengerti beberapa konsep yang berhubungan secara langsung dengan proses biologi, antara lain :

1. 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi
2. Dissolved Oxygen : Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Aerob Process
3. Cara Menurunkan BOD dalam Air Limbah
4. Pengenalan Proses Anaerob 
5. Cara Menurunkan COD di air Limbah
6. Beberapa Hal Yang Perlu diperhatikan Dalam Mendesain WWTP

Oke mudah-mudahan sebelum masuk ke postingan Ini, sobat sekalian sudah membaca semua artikel diatas. Sebab akan ada istilah-istilah serta pola pikir yang harus melekat sebelumnya sehingga bisa menyerap apa yang disampaikan disini.

Mari Kita mulai.

Perhatikan Hasil Analisa Inlet Sebelum Mendesain Proses Biologi!

Langkah Pertama dalam mendesain sebuah proses biological untuk IPAL adalah dengan memperhatikan hasil Analisa inlet air limbah. Walaupun mungkin standar baku yang harus Anda kejar tidak mensyaratkan banyak parameter namun saya sarankan Anda tetap melakukan analisa lengkap.

Sebab dari analisa lengkap akan ketahuan bahwa parameter apa apa sajakah yang menjadi sumber masalah dalam sistem Anda. Dan juga bisa diurai nantinya kalau suatu saat ada paramater yang out spek, kita memiliki data telusur.

Dari Hasil Analisa kita juga bisa melihat keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Seperti parameter TSS yang akan berkaitan dengan parameter COD dan BOD. Parameter Fe dan Mn yang berkaitan dengan parameter TDS, TSS, COD dan BOD dan masih banyak lagi. Untuk itulah pertama kali saat desain kita membutuhkan analisa kumplitnya.


bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Kategori Biologi Untuk Penentuan Sistem Oke Sebelum desain kita juga harus memperhatikan Konversi nilai COD dan BOD yang ada. Dan perhatikan aturan Berikut.

1. Jika Nilai COD Lebih besar sedikit saja dari pada BOD, Artinya Limbah Anda Organic Based.
2. Jika Nilai COD 2 x Lipat Dari Nilai BOD itu artinya air limbah Anda adalah Soft Organic Tolerant Based
3. Jika Nilai COD 3x Lipat dari nilai BOD itu artinya Air Limbah Anda Hard Biological Tolerant Based.
4. Jika Nilai COD Lebih dari 3x lipat nilai BOD artinya air limbah tersebut Non Biological Tolerant based.

Dari keempat kategori diatas, yang bisa diolah secara biological hanya kategori 1 sampai 3, sedangkan yang keempat artinya tidak bisa lagi diolah secara biologi.

Penentuan Perlu Tidaknya Proses Biologi Pada WWTP
Untuk selanjutnya kita harus menentukan perlu atau tidaknya suatu proses biologi di-install dalam wwtp. Cara untuk menentukannya adalah dengan melihat nilai-nilai BOD dan COD serta membandingkannya dengan nilai parameter lainnya.

Jika setelah membaca hasil analisa total kita melihat bahwa parameter BOD setelah dikurangi faktor TSS masih tergolong tinggi maka disanalah peran proses biologi dalam IPAL/WWTP diperlukan. Untuk mengetahui topik ini ada baiknya sobat mengunjungi postingan tentang Cara Menurunkan TSS dalam Air Limbah.

3 Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment
kita mempelajari hasil analisa, kategori Nilai BOD-COD, dan juga perlu tidaknya proses biologi tentunya para engineer sudah dapat menentukan jenis proses biologi apa yang harus digunakan. Dan berikut ini adalah proses biologi yang umum dipilih :

1. Proses Aerasi

Cara Mengolah Air Limbah Yang benar

Proses aerasi dipilih jika nilai BOD dalam suatu air limbah melewati angkat tiga ratus. Dan itupun setelah diperhitungkan dengan pengurangan BOD setelah proses koagulasi, sedimentasi dan juga pemisahan minyak dan lemak.

Proses Aerasi dilakukan dengan membuat sebuah bak yang berukuran cukup besar (Umumnya sekitar 1 hari debit) yang didalamnya berisi activated sludge. Disana air limbah akan diproses dengan bakteri heterotrop untuk kemudian di dekomposisi sehingga rantai organiknya menjadi pecah dan berubah menjadi CO2 dan H2O.

Dalam tangki ini sobat olah-air akan menemukan juga gelembung-gelembung udara yang dihembuskan dari blower yang terus menyala selama 24 jam. Fungsinya adalah untuk memberikan asupan oksigen pada bakteri yang ada disana sehingga bisa bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah bagian dari proses biologi

2. Proses Anaerob


Proses Anaerob dipilih jika nilai BOD suatu air limbah ada diatas angka 900. Yah sebenarnya bisa juga sih menggunakan proses aerasi hanya saja nantinya akan membutuhkan sangat banyak sekali energi.

Prosesn Anaerob bisa disebut juga dengan proses tanpa udara ataupun fermentasi, disini biasanya akan terjadi suatu proses metanogenenis dan acidifikasi pada air limbah sehingga rantai-rantai organik yang kompleks akan terurai menjadi rantai organik panjang (alifatik).

Proses Anaerob sendiri sebenarnya ada 5 tipe diantaranya adalah Lagoon, CSTR, Anaerobic Filter, UASB, dan Juga Extended UASB (dan kita akan membahas ke 5 tipe ini nanti).

Dalam sebuah tangki anaerobic, isinya adalah media pelekat bakteri dan juga granular activated sludge yang merupakan active sludge yang didesain untuk proses anaerob.

Biasanya ukuran dari tangki anaerobic ini ada diangka 2 hari debit hingga 5 hari semuanya tergantung pada nilai si BOD itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, proses anaerobic bisa dipecah menjadi beberapa anaerobic kecil dan dipadukan dengan proses aerasi agar didapatkan penurunan nilai BOD yang maksimum.

3. Proses Anoxic


Proses ini biasanya disebut sebagai proses denitrifikasi, dimana Nitrate dan Nitrite yang dihasilkan akibat proses dekomposisi dari proses aerasi akan dipecah menjadi gas Nitrogen.
Dalam prakteknya, hal ini bisa terjadi di Kolam Sediment II (Sediment After Biological) ataupun di kolam tenang (beberapa praktisi menyebutnya begitu).

Untuk mempercepat proses ini, biasanya ditambahkan bakteri khusus yakni nitrobacter yang banyak ditemukan pada tanah tanaman kacang sehingga zat nitrate dan nitrite dapat diolah dengan baik.


PS : 
Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang dunia pengolahan Air. Silahkan Follow Google plus Mr. Anggi Nurbana disini




Baca selengkapnya