Showing posts with label pengolahan air limbah. Show all posts
Showing posts with label pengolahan air limbah. Show all posts

Monday, 27 May 2019

Bagian Bagian Tangki STP atau IPAL Domestik


Hallo sobat pembaca sekalian, masih bersama Mr. Anggi di Olah-Air.Com, dan masih dalam topi STP atau Sewage Treatment Plant alias Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik. 

Kali ini kita akan membahas bagian-bagian dari tangki STP, karena saat ini diproyek saya lagi banyaknya bikin STP. Selain itu artikel ini ditujukan bagi Anda yang sering Searching tentang STP namun masih merasa kurang jelas. Oke langsung saja ya, kita bahas bagian-bagian tangki STP. 


Bagian Equalisasi 

Bagian ini digunakan sebagai bagian untuk menghomogenkan semua air limbah yang masuk, bisa juga digunakan untuk mendinginkan air limbah jika air limbahnya ada potensi panas. Ukuran dari bagian equalisasi ini biasanya adalah sebesar 3-6 jam debit air limbah harian. Semakin besar bagian equalisasi maka berpotensi juga untuk menjadi bagian sedimentasi. 

Bagian Anaerob 


Bagian anaerob berfungsi sebagai bagian untuk memproses secara biologi, bagian ini biasanya dilengkapi dengan Trickling filter atau media bakteri lainnya seperti honey comb yang berfungsi untuk dapat membantu tinggalnya bakteri pengurai.

Dalam bagian anaerob, akan terjadi proses fermentasi, serta metanogenesis yakni penguraian senyawa organik menjadi metanol.

Ukuran bagian anaerob ini biasanya antara 12 sampai 24 jam, dalam proses penguraian limbah organik dengan rantai panjang seperti limbah dari perkebunan sawit maka ukurannya bisa lebih besar lagi hingga 45 hari.

Dalam bagian ini harus dijaga kondisi pHnya agar tetap dalam kondisi alkali sehingga proses fermentasi dapat terus berjalan. Sebab jika sudah berada dalam pH asam, maka proses fermentasi akan berhenti dan juga berarti proses peluruhan senyawa organik juga akan terhenti. 

Lihat Juga : 7 Point Penting Dalam Mendesain Sebuah STP atau IPAL Domestik

Bagian Aerob atau Aerasi

Bagian aerasi adalah bagian yang paling umum kita temukan dalam tangki STP. Ukurannya biasanya 8 hingga 16 jam debit air limbah. Dalam bak aerasi kita dapat menemukan adanya gelembung-gelembung udara yang disuntikan oleh blower ataupun kompressor.

Bagian ini biasanya adalah bagian terbesar dari suatu tangki STP, karena bisa dibilang bagian ini adalah nyawa dari proses peluruhan zat organik yang ada di air limbah. 

Lihat Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

Bagian Sedimentasi

Bagian Sedimentasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat mengendapkan zat tersuspensi atau lumpur yang ada di air limbah, biasanya bagian ini dipasang diawal ataupun setelah proses aerasi dengan maksud untuk menurunkan lumpur tinja sebelum masuk ke bagian filtrasi.

Bagian sedimentasi biasanya memiliki ukuran antara 2-4 jam debit air limbah harian. Pada bagian ini desain tangki bagian dalam biasanya dibuat miring, terkadang ada penambahan tube settler yang bertujuan untuk membantu menangkap lumpur yang datang. 



Lihat Juga : Keterkaitan Antara parameter pada Hasil Analisa Air

Bagian Filtrasi

Bagian filtrasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat menyaring air limbah yang sudah diproses sebelumnya. Dalam bagian ini diletakan karbon aktif dan juga pasir silika ataupun antrasit yang berfungsi untuk dapat menyerap zat organik, lumpur dan juga warna yang masih terdapat pada limbah.



Di lapangan, untuk menghemat listrik biasanya kita akan menemukan proses filtrasi menggunakan gravitasi. Filtrasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan vertical filter yang dibantu dengan pompa dorong agar hasilnya lebih maksimal. 

Lihat Juga : Standar Teknis Bangunan IPAL Domestik

Bagian Discharge

Bagian discharge adalah bagian yang digunakan untuk melihat keluaran dari air limbah, apakah sudah sesuai dengan standar baku mutu ataupun visual ataukah belum. Dalam bagian ini biasanya diletakan ornamen penghias ataupun ikan (jika hendak disatukan dengan kolam uji hayati)

untuk ukuran bagian discharge ini biasanya hanya 30 menit ataupun maksimal 2 jam debit saja. 

Lihat Juga : 5 Parameter Penting dalam Baku Mutu Air Limbah

Bagian Uji Hayati

Bagian uji hayati adalah sebuah kolam yang difungsikan sebagai indikator penerimaan lingkungan terhadap air limbah yang hendak dibuang ke lingkungan. Di kolam ini biasanya diletakan ikan mas yang kehidupannya terus diamati dari hari ke hari. 



Kolam ini juga menjadi parameter bagi orang-orang awam untuk menunjukan bahwa air yang dibuang itu adalah aman bagi lingkungan.

Untuk ukuran kolam uji ini tidak ditentukan berapa, namun hanya disesuaikan dengan nilai seni ataupun estetika yang diinginkan oleh user. 



Bagian Desinfeksi

bagian desinfeksi adalah bagian dimana proses pembunuhan bakteri dan virus terjadi. Proses desinfeksi ini biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan kaporit, clorin atau bisa juga dengan injeksi ozone.

Proses injeksi dilakukan dengan dosing pump dengan takaran dosis yang rendah agar tidak membunuh mahluk hidup di air.

Peletakan titik dosing biasanya dekat dengan area penaatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek desinfeksi lebih optimal sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Baca selengkapnya

Tuesday, 5 March 2019

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah


Hallo sobat olah-air.com sekalian, dimanapun kamu berada. Sesuai judul kita kali ini, kita akan membahas tentang prinsip dari elektrokoagulasi. Bagaimana sudah siap untuk menyimak?

Prinsip Elektrokoagulasi

Proses elektrokoagulasi adalah proses dimana terjadinya koagulasi (penggumpalan) yang menggunakan bantuan listrik atau electricity. Proses ini akan melibatkan pengaturan arus dan juga voltase dari listrik DC yang digunakan kemudian dialirkan melalui katoda dan anoda yang terdiri dari logam-logam tertentu sehingga menghasilkan aliran getaran listrik pada tingkatan electron. Dari sanalah katoda maupun anoda akan terkikis sehingga berubah fungsi menjadi koagulan yang bereaksi dengan air limbah.



Dari gambar diatas, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan dengan metode elektrokoagulasi beberapa alat dan bahan yang diperlukan antara lain :

1. Wadah penampung air limbah

2. Sumber Arus Listrik

3. Konverter arus listrik AC ke DC

4. Plat katoda dan anoda


Ke-empat alat dan bahan tadi harus dipersiapkan dan dalam keadaan terkontrol dengan baik. Untuk arus yang digunakan adalah tidak tentu, tergantung dari jenis air limbah yang ditemui dan juga target yang diinginkan. Selain itu ukuran volume wadah penampung juga minimal harus mampu menampung 1 jam debit air limbah, dikarenakan proses ini sama seperti proses mixing yang memerlukan waktu reaksi yang optimal.

Untuk katoda dan anoda tidak harus spesifik Fe ataupun alumunium, tapi tergantung pada jenis air limbah yang diproses. Namun dikarenakan kedua jenis logam ini adalah yang paling banyak tersedia dipasaran dan sifat kedua jenis logam ini dapat memberikan koagulasi yang baik maka kedua jenis logam ini paling direkomendasikan.






Oke sobat, itu dia tulisan singkat tentang prinsip dari proses elektro koagulasi. Untuk tulisan lainnya dapat disimak pada Link dibawah ini :


Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Thursday, 3 May 2018

4 Cara Melunakan Air Limbah

4 Cara Melunakan Air Limbah



Air limbah adalah air yang telah tercemar oleh polutan tertentu sehingga air tersebut tidak lagi aman untuk dibuang ke lingkungan bebas. Air Limbah juga sangat berbeda dengan Limbah B3. Dimana limbah B3, memiliki kandungan air yang rendah, malah kebanyakan polutan daripada airnya.

Oh iya, kembali ke topik. kali ini kita akan membahas tentang cara-cara untuk melunakan air limbah. Yakni sebuah proses untuk membuat air limbah menjadi lebih mudah diolah. Tujuan proses ini tentu untuk dapat mengolah air limbah secara lebih efektif dan lebih murah serta aman.

Contoh kasus :
Sebuah perusahaan farmasi, memiliki buangan air limbah dari produk ekspektoran mereka. Jika limbah tersebut langsung dibuang ke lingkungan maka akan merusak. Dan jika langsung diolah, maka tentu membutuhkan proses yang berat. Oleh karena itu dilakukanlah proses pelunakan air limbah.

Dibawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melunakan air limbah :

1. Penambahan Limbah Domestik
Sobat bisa menambahkan Limbah domestik yang berasal dari toilet ataupun dari washtafel pada air limbah konsentrat yang sobat miliki. Teknik ini akan membuat air limbah tercampur dan memiliki jumlah volume lebih tinggi, namun memiliki jumlah polutan yang lebih rendah secara rata-rata.
Dengan begitu, proses pengolahan air limbah dapat menjadi lebih mudah.

efek tambahannya adalah, nanti standar baku mutu yang harus digunakan akan menjadi lebih ketat. Karena bukan lagi standar baku mutu air limbah industri tapi ke limbah domestik.

2. Pencampuran dengan Limbah Jenis Lainnya
Teknik kedua hampir mirip dengan yang pertama. hanya saja ada sedikit perbedaan. Disini air limbah industri dicoba dinetralkan dengan limbah industri lainnya. Seperti air limbah hasil regenerasi anion di homogenkan dengan air limbah regenerasi cation. Maka akan terjadi air limbah yang netral (Walau tds-nya naik ya hhehe).

Pengaplikasian teknik ini pada intinya adalah dengan menghomogenkan jenis-jenis limbah yang bisa saling netral atau saling reaksi. Yang perlu diingat adalah menghindari reaksi oksidasi ataupun pembakaran terjadi.



3. Penggunaan Air Terbuang
Ada banyak air yang terbuang dan tidak masuk ke dalam kolam air limbah. Padahal air tersebut bisa membantu proses pelunakan air limbah sehingga menjadi lebih mudah diolah. Beberapa saran saya untuk air terbuang yang dapat digunakan antara lain :
a. Air Wastafel dan Wudhu
b. Air buangan Boiler
c. Air Buangan Cooling Tower
d. Air hujan (kalau yang ini sebenarnya ga boleh)

4. Gravitasi Process
Cara pelunakan air limbah yang keempat adalah dengan membuat beberapa proses fisika gravitasi. Pemisahan padatan tersuspensi dilakukan terlebih dahulu. Teknik ini bisa dilakukan dengan membuat beberapa pit sedimentasi. Bisa juga dengan membuat oil ataupun junk trap.
Dengan proses ini, parameter pengotor dapat dikurangi dengan usaha yang minimal, namun akan memberikan impact yang besar pada pengolahan selanjutnya.
ahli pengolahan air indonesia


Baca selengkapnya

Tuesday, 1 May 2018

7 Point Penting Dalam Pembuatan Desain STP

7 Point yang Penting untuk Dipertimbangkan dalam Pembuatan STP


STP atau Sewage Treatment Plant adalah salah satu sistem yang dibuat untuk dapat mengolah Limbah Domestik. STP sering disebut juga dengan IPAL Domestik, karena IPAL jenis ini dimaksudkan untuk mengolah limbah domestik.

Selama hampir 10 tahun bergelut dalam bidang pengolahan air limbah dan air bersih. Saya cukup banyak menjumpai STP yang dibuat dengan mengabaikan beberapa point penting yang saya sebutkan disini. Hasilnya STP tersebut akhirnya menjadi gagal dalam mengolah air limbah yang masuk.

Kegagalan tersebut akan menimbulkan hasil olahan STP melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Dan dalam jangka panjang akan membuat STP tersebut menjadi malfunction.

Dan dalam postingan kali ini, kita akan sama-sama mengulas secara singkat tentang apa saja sih point penting yang harus turut dipertimbangkan dalam pembuatan STP, sehingga memiliki hasil yang ideal dan mampu mengolah limbah hingga masuk ke dalam baku mutu yang dipersyaratkan.

Lihat Juga : Cara Memilih Metode NDT yang sesuai

1. Ukuran Biological Process

Point pertama yang harus dipertimbangkan adalah ukuran dari proses biologi untuk STP. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa STP akan mengolah air limbah yang banyak mengandung pengotor yang berasal dari aktifitas sehari-hari manusia. Yakni Mandi, Cuci, Kakus dan masak.
Oleh karenanya, kebanyakan air limbah yang masuk ke STP tentu mengandung senyawa organik dalam jumlah yang tinggi (walau tidak setinggi air limbah industri makanan dan minuman). Maka dari itu, sejatinya STP itu sendiri akan bertumpu pada proses biologi untuk menghilangkan pencemarnya.

Tingkat cemaran biologi pada STP biasanya diukur pada parameter : COD, BOD, Oil & Grease serta ammonia. Yang sebagian besar dari parameter tersebut akan diselesaikan lewat proses biologi jenis aerob atau aerasi.

Untuk ukuran tangki aerasi, idealnya harus memiliki 1 hari dari debit full limbah yang masuk. Atau paling sedikit berjumlah 3/4 hari. Jikalau kurang dari itu, maka dikhawatirkan proses pengolahan yang terjadi tidak akan maksimal dan akan lebih banyak gagalnya dari pada berhasil.

Misalkan, debit air limbah yang masuk perhari adalah 30 m3/day, maka untuk ukuran aerasi setidaknya adalah 22.5 m3.

Hal ini untuk memastikan bakteri memiliki waktu proses dan waktu tinggal yang cukup, untuk dapat menguraikan senyawa organik yang melekat sebagai pencemar di air limbah.

Lihat Juga : Cara menghilangkan Warna di Air Limbah

2. Ruang Hidup Bakteri


Point penting kedua dalam pembuatan desain STP adalah penyiapan ruang hidup bakteri. memang pada dasarnya banyak yang berpendapat bahwa untuk membuat bakteri dapat hidup maka cukup menyediakan ruangan biologi baik aerasi ataupun anaerob.
Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, namun untuk praktek saat ini saya rasa kurang tepat. Sebab saya pribadi telah membuktikan dilapangan, tanpa didukung dengan media bakteri maka proses pengolahan bisa menjadi seperti trial dan error. Lagi, bakteri juga akan lebih cepat tumbang ketika air limbah mengalami fluktuasi debit ataupun parameter pencemar.

Kita ibaratkan, manusia untuk hidup hanya disediakan sebuah aula yang luas. Dan dalam aula tersebut ada ratusan orang. Maka manusia tersebut tidak akan nyaman dalam beraktifitas dan bekerja karena privasinya terganggu. Senada dengan hal tersebut, untuk bakteri yang sama-sama mahluk hidup juga perlu diberikan ruang khusus tersendiri agar memiliki privasi dan kenyamanan yang lebih dalam beraktifitas.

Ruang untuk bakteri tesebut dapat diterapkan dengan media seperti :
a. Bioball
b. Honey Comb
c. MBBR
d. Biocylinder / Caged Crum Ball

dari keempat media bakteri tadi, saya paling merekomendasikan menggunakan metode ke-empat dikarenakan efektifitasnya di lapangan yang saya temukan lebih tinggi serta lebih tahan banting ketika menghadapi fluktuasi.

Lihat Juga : Honey Comb Vs Bio ball, Mana yang lebih baik?

3. Pretreatment

Point ketiga yang sangat penting dalam pembuatan rancangan STP adalah persiapan pretreatment sebelum air limbah masuk ke pengolahan Inti.

Pretreatment disini dimaksudkan untuk mencegah benda atau sesuatu yang bukan peruntukannya masuk ke dalam jalur pengolahan air limbah STP.

Pretreatment yang dapat dipasang antara lain :
a. Wastafel grease Trap
b. Junk Trap
c. Bak Kontrol
d. Water Mur
e. Emergency Line

4. Grease Separator


Grease atau Oil separator (Biasa disebut juga dengan grease trap) adalah bangunan atau alat yang digunakan untuk dapat menangkap lemak sebelum masuk ke dalam sistem pengolahan inti. Sebab lemak memiliki ikatan organik yang cukup kuat yang sulit dipecahkan dengan proses fisika ataupun biologi. Jikalau bisapun maka akan membutuhkan retention time yang lebih lama daripada biasanya.

Oleh karenanya menginstall grease separator sebelum STP adalah langkah yang cukup bijak untuk mengamankan effluent dari terlewatkannya baku mutu yang dipersyaratkan.

Grease atau oil trap dapat dibuat sekaligus besar ataupun dipecah menjadi bagian-bagian kecil tiap wastafel. Untuk hasil yang lebih efektif disarankan untuk memecah grease trap menjadi bagian kecil. Karena dengan begitu lemak akan dengan lebih mudah dipisahkan karena jumlahnya lebih sedikit dan lebih mudah dalam pemantauanannya.

Lihat Juga : Membaca Keterkaitan Antara Parameter di hasil analisa

5. Nutrient Dosing

Point kelima yang penting untuk dipertimbangkan adalah pemberian nutrisi atau nutrient dosing pada STP.

Point ini penting untuk dilakukan ketika dua hal ini terjadi :
a. Starting Culture
b. Idle System



Untuk starting culture, tujuannya adalah untuk membooster pertumbuhan bakteri dengan nutrisi yang tepat sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan makanan dari air limbah yang ada.

Dan untuk idle system adalah ketika tidak ada asupan air limbah yang masuk, maka bakteri dapat menjadi kanibal karena mereka menjadi kelaparan. Hal ini biasa terjadi ketika gedung mengalami libur cukup panjang. Dalam kejadian seperti ini perlu ditambahkan nutrisi tambahan untuk menjaga daya hidup bakteri yang telah dengan susah payah kita pelihara dalam sistem STP kita.

Lihat juga : Desain Proses Biologi di IPAL Domestik

6. Odour Remover

Bau adalah salah satu masalah yang sering ditemukan dan dikeluhkan oleh orang-orang yang berada disekitar STP baik karyawan ataupun warga sekitar.

Bau juga dapat mengurangi estetika serta semangat kerja, yang dalam jangka waktu lama bahkan bisa menyebabkan konflik.

Maka dari itu, untuk sebuah sistem STP yang baik, seharusnya sudah menyiapkan proses penghilangan atau peredaman bau yang muncul. Proses penghilangan bau itu sendiri dapat dibuat dengan pembuatan exhaust fan ataupun dengan pengembangan culture bakteri yang tepat. Bakteri jenis enterobacter, dan Azetobacter serta Bacillus dapat menjadi pilihan yang cukup tepat dan hemat energi dalam praktek penghilangan bau di STP.

Lihat Juga : Cara Menghilangkan Bau di WWTP/IPAL

7. Final Make-Up Process


Point terakhir yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan STP adalah perlunya dibuat proses make-up pada tahap akhir.

Proses make-up ini adalah untuk mendempul hasil buangan agar masuk ke dalam standar. Beberapa parameter seperti TSS, Total Coliform, Warna, Rasa, Bau, pH dan lainnya perlu di make-up untuk memastikan semuanya ok dan masuk ke dalam standar.

Bebeberapa cara make-up yang dapat dipilih antara lain :
a. Installasi Filter Carbon dan Sand/ Multimedia Filter
b. Pembelian jalur atau Tube Chlorinasi
c. Dosing dan pH Reader untuk alkali

Oke sobat olah-air.com itu dia 7 Point penting yang dapat sobat includekan dalam STP yang sedang sobat persiapkan. Untuk hasil terbaik dalam pembuatan STP, selalu pilihlah dan gunakan ahlinya.

Salam hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Water Treatment Specialist

Baca selengkapnya

Sunday, 4 March 2018

Jasa Pembuat TPS B3 Terpercaya PT CHEMINUSA 085288325902


Jasa Pembuat TPS B3 Terpercaya PT CHEMINUSA

penyimpanan harus sesuai dengan standar bapedal nomor 9


Dunia industri yang semakin berkembang dan tumbuh, maka akan sejalan dengan tumbuh serta bertambahnya jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Dalam hal ini kebijakan perusahaan dalam pengelolaan serta pemusnahan Limbah B3 juga harus diterapkan.

Salah satu titik dalam rangkaian pengelolaan dan pemusnahan limbah B3 ini adalah dengan menyimpan limbah b3 dalam suatu tempat penyimpanan sementara atau disebut sebagai TPS B3 yang banyak dibuat di perusahaan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumya dalam postingan dengan judul syarat-syarat tps b3. Maka kami sebagai perusahaan yang sudah berpegalaman dalam pembuatan TPS B3, mencoba menawarkan jasa kami kepada perusahaan Anda.

Peraturan yang mengatur Pembuatan TPS B3


Untuk setiap unit Tempat Pembuangan Limbah Sementara atau TPS B3, haruslah mengikuti acuan yang diberikan oleh kementrian lingkungan hidup dengan nomor 18 tahun 1999 serta mengikuti keputusan bapedal No. 09 tahun 1995.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan (Walau tidak secara detail) bahwa suatu TPS limbah b3 haruslah berupa bangunan yang mengikuti petunjuk teknis tertentu sehingga proses pembuatan ataupun jasa pembuatan tps b3 itu sendiri harus mengacu padanya.

Garis besar dari peraturan Bapedal tersebut antara lain :

1. Bangunan dirancang sesuai dengan jenis dan jumlah limbah b3 yang akan disimpan.

2. Bangunan memiliki atap dan dinding yang melindunginya dari sinar matahari langsung dan hujan.

3. Dibuat tanpa plafon untuk memudahkan proses sirkulasi udara (karena dikhawatirkan nanti ada racun terakumulasi di ruangan). Serta diberi kasa agar hewan seperti burung tidak masuk ke TPS B3.

4. Memilki sistem penerangan yang memadai, serta memiliki colokan listrik

5. Memiliki penangkal petir (Kalau yang ini saya sendiri tidak terlalu concern)

6. TPS B3 memiliki saluran got untuk persiapan jika ada kebocoran.

7. TPS B3 juga memiliki ketinggian diatas tanah, sehingga air tidak menuju tps b3

Untuk peraturan yang lebih spesifik, sebenarnya standar saja dan bisa disimak dalam peraturan yang saya tunjuk tadi.


5 Alasan Kenapa Menggunakan Jasa Pembuat TPS B3 Terpercaya dari PT CHEMINUSA


Sebagai kontraktor yang berpengalaman, kami memiliki alasan tersendiri mengapa perusahaan Anda harus memilih kami sebagai kontraktor Jasa Pembangun TPS B3.

1. Berpengalaman Dalam Bidang Pengelolaan Limbah dan Limbah B3


Dengan pengalaman para personil selama bertahun-tahun dalam bidang pengolahan air limbah serta limbah b3 membuat perusahaan kami memiliki nilai plus dalam pembuatan tps b3 ini.

Kami mengetahui jenis-jenis limbah b3, cara penyimpanannya serta bagaimana cara memisahkannya.

Keahlian kami dalam perancangan engineering, juga dapat membantu anda dalam membuat rancangan TPS B3 untuk nantinya di submit ke BPLHD setempat. Atau untuk keperluan Audit.



2. Bangunan Di Desain Sesuai Peraturan Plus dengan Asesorisnya


Berbeda dengan jasa pembuat TPS B3 lainnya yang hanya asal saja membuat bangunan tanpa pemahaman yang komprehensif. Perusahaan kami membuat TPS B3 yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, kami juga memasangan segala asesorisnya seusai standar yang ditetapkan. Agar nantinya proses perizinan di perusahaan Anda tidak menjadi terhambat.

Asesoris seperti alat pemadam, p3k dan lainnya tidak akan terlupa dipasang dalam TPS limbah B3 Anda.



3. Rancangan TPS B3 sesuai Kontur Tanah, Area dan Jenis Limbah B3


Tentu dengan pengalaman kami dalam Jasa Pembuatan TPS B3 membuat kami akan membuat Tempat Penampungan Sementara Limbah B3 dengan rancangan yang lebih detail.

Kami akan memberikan kepada Anda laporan secara terperinci, tentang alasan-alasan mengapa TPS B3 Anda harus dibuat sedemikian rupa.

Hal ini bagus untuk perusahaan yang hendak mengikuti ISO : 14001 tentang lingkungan.



4. Proses Pekerjaan Cepat dan Rapi


Tentu dengan pengalaman dan rancangan yang terperinci, membuat pekerjaan pembuatan TPS B3 dari kami menjadi lebih cepat dan rapi.

Tanpa perlu bulak-balik bertanya tentang apa saja yang harus ada dalam TPS B3, kami sudah memiliki daftarnya tersendiri. Sehingga Anda tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan jasa PT CHEMINUSA.



5. Siap Mendampingi Audiensi

Kelebihan kelima yang tidak dapat dilawan oleh kompetitor jasa pembuat tps b3 lain adalah,bahwa kami siap mendampingi Anda dalam beraudiensi dengan pihak LH atau BPLHD untuk comply peraturan tentang TPS B3.

Dan kami juga siap memberikan saran untuk perusahaan Anda dalam pengaturan dan pengelolaan limbah B3, bahkan hingga sampai ke titik bagaimana cara menguranginya.



Dan itulah 5 Alasan kenapa Perusahaan Anda harus memilih PT CHEMINUSA Sebagai jasa pembuat tps B3 terbaik. Jika Anda memerlukan bantuan kami, maka jangan ragu untuk menghubungi kami segera pada nomor yang tertera.


Baca selengkapnya