Showing posts with label konsultan wtp. Show all posts
Showing posts with label konsultan wtp. Show all posts

Saturday, 9 December 2017

Konsultan Pengolahan Air : PT CHEMINUSA

Konsultan Pengolahan Air


Air adalah kebutuhan utama bagi manusia dan juga menjadi kebutuhan pokok bagi industri. Berbagai metode dan teknik pengolahan air yang dinilai ekonomis, efektif dan tepat sudah berkembang sampai sekarang.


Tetapi tantangan di masa depan akan kian berat sebab makin kompleks dan beragamnya masalah air, baik yang bersifat kualitas ataupun kuantitas. Tantangan yang lainnya ialah adanya perubahan kebutuhan air, baik dari segi kualitasnya terkait kesehatan ataupun dari segi persyaratan operasi sebuah proses khusus (proses industri).

Air bersih selaku kebutuhan pokok manusia atau proses industri kian sulit didapat. Persoalan tentang rendahnya kualitas air baku adalah tantangan yang selalu muncul dalam pemenuhan keperluan air bersih, baik untuk air minum atau standar proses produksi.

Selain itu, dengan adanya jumlah air baku yang terbatas maka dibutuhkan adanya teknologi yang menunjang proses daur ulang air yang bersumber dari air buangan proses domestik maupun industri.

Lantaran begitu pentingnya air di dalam industri maka pengolahan air mesti memperoleh perhatian yang serius. Untuk itu Anda membutuhkan konsultan pengolahan air seperti PT. Cheminusa.


Kelebihan PT CHEMINUSA Sebagai Konsultan

Cara Membuat Perusaahaan Dapat ISO 14001

PT. Cheminusa sebagai konsultan pengolahan air telah berpengalaman lebih dari 10 tahun menangani masalah water treatment untuk banyak perusahaan industri, instansi dan home industry.

Apa sih kelebihan PT. Cheminusa sebagai konsultan pengolahan air ini? Kami, PT. Cheminusa selalu menawarkan desain instalasi pengolahan air yang easy to use, memperhatikan desain ergonomi, sebelum mendesain proses biologi dilakukan analisa inlet terlebih dulu dan masih banyak lagi hal lainnya yang tentunya dibutuhkan sekali untuk pengolahan air.

Pengolahan air dengan cara terpadu penting sekali untuk mencegah biaya yang mahal, baik industri ataupun biaya sosial.

Di dalam industri, biaya yang berhubungan dengan air diantaranya biaya kebutuhan energi listrik, perawatan berkala, biaya untuk bahan kimia, pengolahan air limbah dan air bersih serta pembelian air baku.

Maka dari itu dibutuhkan pemahaman tentang pemilihan metode pengolahan serta optimalisasi pengolahan supaya biaya yang ditimbulkannya tepat guna.

Guna mencapai mutu air yang diharapkan hingga ke operasi dan pemeliharaan sistemnya dibutuhkan keahlian yang tepat dan sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditanganinya.

Hal ini penting diketahui benar oleh para operator, supervisor dan manager, sejak dari pengenalan sifat-sifat sampai teknologi pengolahan airnya.

Sebagai Konsultan Pengolahan Air, PT. Cheminusa memiliki tenaga ahli yang sudah berpengalaman khusus di bidang water treatment dan WTP industri.

Pengolahan air, khususnya air limbah merupakan masalah yang serius belakangan ini. Semakin berkembangnya suatu kota maka akan makin banyak limbah yang diproduksi. Di sinilah peran konsultan pengolahan air seperti PT. Cheminusa dibutuhkan berkenaan dengan pembangunan Ipal untuk penanganan masalah pengolahan air limbah.

Jika tak terdapat pusat pengolahan dan pengolahan air limbah maka air limbah akan merupakan ancaman untuk penduduk kota itu. Berbagai penyakit dan penyimpangan kesehatan yang lumayan serius malah membahayakan jiwa yang bisa muncul karena limbah ini.

Air limbah yang telah diolah melalui unit Ipal yang dibuat oleh kami, PT. Cheminusa akan bisa diuraikan oleh mikroorganisme di alam secara alami. Jadi, pengolahan air limbah oleh kami ini sesuai dengan proses purifikasi (pemurnian) air dengan cara alami. Sekarang hal ini merupakan kewajiban tiap-tiap perusahaan dan pabrik. Sebagaiman yang kita ketahui, kualitas air di beberapa kota industri di Indonesia bisa dibilang amat buruk. Sistem pengolahan air (water treatment) bisa menanggulangi masalah tersebut.

Yang jadi masalah ialah dana yang harus disediakan oleh perusahaan untuk membuat sistem pengolahan air mereka itu sendiri terbilang besar sekali.

Belum lagi biaya pemeliharaan dan pengoperasian yang harus dikeluarkan tiap-tiap bulannya. Maka dari itu diperlukan konsultan pengolahan air sekaliber PT. Cheminusa yang jeli dalam menentukan teknologi dan proses yang paling efisien sehingga pengolahan air bisa berfungsi dengan lebih maksimal.

Hal tersebut tak hanya akan menghemat dana atau anggaran yang harus dikeluarkan, namun juga hasil yang diperoleh pun akan jauh lebih optimal. Jadi tunggu apalagi? Ayo segera hubungi kami, PT. Cheminusa, jika Anda ingin berkonsultasi mengenai pengolahan air beserta layananan jasa lainnya.
Baca selengkapnya

Sunday, 2 October 2016

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Konsultan dan kontraktor untuk pengolahan Air Limbah

Proses biologi dalam sebuah sistem pengolahan air limbah adalah suatu proses yang sudah lumrah kita temukan. Kita akan menemukannya dalam banyak sekali IPAL Atau waste water treatment plant, mulai dari IPAL yang berjalan secara konvensional, hingga yang automatic.

Nama dari proses biologi pun berbeda-beda dan beragam, dari mulai nama yang standar hingga nama yang dibuat dalam istilah asing agar terkesan keren dan bisa dijual mahal.

Namun terlepas dari itu semua, semua proses biologi tentu memiliki PAKEM atau prinsip-prinsip tersendiri hingga desain proses tersebut bisa diwujudkan.

Dalam postingan kali ini, kita akan berbicara sekilas tentang cara melihat suatu proses biologi dan kesesuaiannya dengan air limbah yang kita hadapi. Dan sembari membicarakan hal ini, ada baiknya bagi pembaca disini mengerti beberapa konsep yang berhubungan secara langsung dengan proses biologi, antara lain :

1. 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi
2. Dissolved Oxygen : Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Aerob Process
3. Cara Menurunkan BOD dalam Air Limbah
4. Pengenalan Proses Anaerob 
5. Cara Menurunkan COD di air Limbah
6. Beberapa Hal Yang Perlu diperhatikan Dalam Mendesain WWTP

Oke mudah-mudahan sebelum masuk ke postingan Ini, sobat sekalian sudah membaca semua artikel diatas. Sebab akan ada istilah-istilah serta pola pikir yang harus melekat sebelumnya sehingga bisa menyerap apa yang disampaikan disini.

Mari Kita mulai.

Perhatikan Hasil Analisa Inlet Sebelum Mendesain Proses Biologi!

Langkah Pertama dalam mendesain sebuah proses biological untuk IPAL adalah dengan memperhatikan hasil Analisa inlet air limbah. Walaupun mungkin standar baku yang harus Anda kejar tidak mensyaratkan banyak parameter namun saya sarankan Anda tetap melakukan analisa lengkap.

Sebab dari analisa lengkap akan ketahuan bahwa parameter apa apa sajakah yang menjadi sumber masalah dalam sistem Anda. Dan juga bisa diurai nantinya kalau suatu saat ada paramater yang out spek, kita memiliki data telusur.

Dari Hasil Analisa kita juga bisa melihat keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Seperti parameter TSS yang akan berkaitan dengan parameter COD dan BOD. Parameter Fe dan Mn yang berkaitan dengan parameter TDS, TSS, COD dan BOD dan masih banyak lagi. Untuk itulah pertama kali saat desain kita membutuhkan analisa kumplitnya.


bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Kategori Biologi Untuk Penentuan Sistem Oke Sebelum desain kita juga harus memperhatikan Konversi nilai COD dan BOD yang ada. Dan perhatikan aturan Berikut.

1. Jika Nilai COD Lebih besar sedikit saja dari pada BOD, Artinya Limbah Anda Organic Based.
2. Jika Nilai COD 2 x Lipat Dari Nilai BOD itu artinya air limbah Anda adalah Soft Organic Tolerant Based
3. Jika Nilai COD 3x Lipat dari nilai BOD itu artinya Air Limbah Anda Hard Biological Tolerant Based.
4. Jika Nilai COD Lebih dari 3x lipat nilai BOD artinya air limbah tersebut Non Biological Tolerant based.

Dari keempat kategori diatas, yang bisa diolah secara biological hanya kategori 1 sampai 3, sedangkan yang keempat artinya tidak bisa lagi diolah secara biologi.

Penentuan Perlu Tidaknya Proses Biologi Pada WWTP
Untuk selanjutnya kita harus menentukan perlu atau tidaknya suatu proses biologi di-install dalam wwtp. Cara untuk menentukannya adalah dengan melihat nilai-nilai BOD dan COD serta membandingkannya dengan nilai parameter lainnya.

Jika setelah membaca hasil analisa total kita melihat bahwa parameter BOD setelah dikurangi faktor TSS masih tergolong tinggi maka disanalah peran proses biologi dalam IPAL/WWTP diperlukan. Untuk mengetahui topik ini ada baiknya sobat mengunjungi postingan tentang Cara Menurunkan TSS dalam Air Limbah.

3 Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment
kita mempelajari hasil analisa, kategori Nilai BOD-COD, dan juga perlu tidaknya proses biologi tentunya para engineer sudah dapat menentukan jenis proses biologi apa yang harus digunakan. Dan berikut ini adalah proses biologi yang umum dipilih :

1. Proses Aerasi

Cara Mengolah Air Limbah Yang benar

Proses aerasi dipilih jika nilai BOD dalam suatu air limbah melewati angkat tiga ratus. Dan itupun setelah diperhitungkan dengan pengurangan BOD setelah proses koagulasi, sedimentasi dan juga pemisahan minyak dan lemak.

Proses Aerasi dilakukan dengan membuat sebuah bak yang berukuran cukup besar (Umumnya sekitar 1 hari debit) yang didalamnya berisi activated sludge. Disana air limbah akan diproses dengan bakteri heterotrop untuk kemudian di dekomposisi sehingga rantai organiknya menjadi pecah dan berubah menjadi CO2 dan H2O.

Dalam tangki ini sobat olah-air akan menemukan juga gelembung-gelembung udara yang dihembuskan dari blower yang terus menyala selama 24 jam. Fungsinya adalah untuk memberikan asupan oksigen pada bakteri yang ada disana sehingga bisa bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah bagian dari proses biologi

2. Proses Anaerob


Proses Anaerob dipilih jika nilai BOD suatu air limbah ada diatas angka 900. Yah sebenarnya bisa juga sih menggunakan proses aerasi hanya saja nantinya akan membutuhkan sangat banyak sekali energi.

Prosesn Anaerob bisa disebut juga dengan proses tanpa udara ataupun fermentasi, disini biasanya akan terjadi suatu proses metanogenenis dan acidifikasi pada air limbah sehingga rantai-rantai organik yang kompleks akan terurai menjadi rantai organik panjang (alifatik).

Proses Anaerob sendiri sebenarnya ada 5 tipe diantaranya adalah Lagoon, CSTR, Anaerobic Filter, UASB, dan Juga Extended UASB (dan kita akan membahas ke 5 tipe ini nanti).

Dalam sebuah tangki anaerobic, isinya adalah media pelekat bakteri dan juga granular activated sludge yang merupakan active sludge yang didesain untuk proses anaerob.

Biasanya ukuran dari tangki anaerobic ini ada diangka 2 hari debit hingga 5 hari semuanya tergantung pada nilai si BOD itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, proses anaerobic bisa dipecah menjadi beberapa anaerobic kecil dan dipadukan dengan proses aerasi agar didapatkan penurunan nilai BOD yang maksimum.

3. Proses Anoxic


Proses ini biasanya disebut sebagai proses denitrifikasi, dimana Nitrate dan Nitrite yang dihasilkan akibat proses dekomposisi dari proses aerasi akan dipecah menjadi gas Nitrogen.
Dalam prakteknya, hal ini bisa terjadi di Kolam Sediment II (Sediment After Biological) ataupun di kolam tenang (beberapa praktisi menyebutnya begitu).

Untuk mempercepat proses ini, biasanya ditambahkan bakteri khusus yakni nitrobacter yang banyak ditemukan pada tanah tanaman kacang sehingga zat nitrate dan nitrite dapat diolah dengan baik.


PS : 
Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang dunia pengolahan Air. Silahkan Follow Google plus Mr. Anggi Nurbana disini




Baca selengkapnya