Showing posts with label cara mengolah air limbah. Show all posts
Showing posts with label cara mengolah air limbah. Show all posts

Saturday, 22 July 2017

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

teknik tercepat dan yang bagus untuk phospate dan ortofosfat

Bagi yang sering berkecimpung dalam dunia perairan seperti saya, tentu tidak asing lagi dengan unsur yang bernama phosphor ini.

Unsur yang berada pada golongan yang sama dengan nitrogen ini sejatinya merupakan unsur yang dibutuhkan dalam perkembangan tanaman. Maka dari itu, cara mendeteksi keberadannya pada perairan juga mudah. Jika kita menemukan banyak tanaman air muncul dan berkembang, maka berarti disana banyak terkandung Phosphor.

Phosphor di Air, Baik atau Buruk?
Segala sesuatu yang diciptakan oleh ALLAH SWT pastilah memiliki manfaat. Dan semuanya diciptakan oleh ALLAH ya Latif secara detail, halus serta berimbang. Hal ini bisa kita lihat dari keberadaan phospor dalam air murni aslinya berada pada kisaran yang masih bisa ditolerir dan memang diperlukan oleh tanaman serta hewan yang berada di perairan. Sehingga ada yang mengatakan keberadaan phosphor di air itu baik.

Namun berbeda halnya dengan sekelompok orang yang menemukan bahwa, keberadaan phosphor pada air justru akan membuat masalah tersendiri. Masalah tersebut disebut eutrophikasi, yang berarti keberadaan nutrisi anorganik pada badan air yang membuat tanaman air tumbuh secara tidak terkendali.

Tumbuhnya tanaman air secara tidak terkendali tentu menjadi masalah yang serius. Mengingat tanaman yang tumbuh secara masif akan menghalangi laju masuknya oksigen ke dalam air. Dan hal ini sama dengan mengurangi jumlah DO dalam air, yang berakibat pada kematian hewan-hewan dalam air seperti ikan dan udang-udangan.

Terlebih lagi, tanaman air juga nantinya akan membuat pendangkalan badan air ketika tanaman tersebut mati dan tenggelam dalam badan air.

Phosphor, Dari Mana dia berasal?
Kalau ditanya seperti ini, tentu jawabannya adalah dari ALLAH SWT. Namun yang menjadi biang kerok kelebihan phosphor dalam badan air kali ini tetaplah manusia. Karena aktifitas manusia yang membuang limbah pada badan airlah yang membuat si Phospor ini banyak terkandung pada air.

Lihat Juga : 5 Kesalahan Dalam Mendesain Sistem RO

Phosphor Yang Biasa Ditemukan Di Perairan
Setidaknya ada dua jenis molekul yang biasa menyumbang phospor dalam jumlah yang cukup banyak. Dua molekul tersebut adalah :

a. Orthophospate
Kita biasa mengenalnya sebagai Phospate atau Fosfat, yang merupakan gugus molekul PO4 yang banyak terdapat pada pupuk serta zat anorganik lainnya. Dalam dunia analisa, metode pengujian zat ini dilakukan secara spektrofotometri dengan Molybdenum Blue sebagai indikatornya.

b. Poliphospate dan Fosfate Organik
Adalah phospate yang biasa berikatan pada zat organik. Karena biasa ditemukan pada zat organik, maka dari itu ikatan kimia polifosfat dapat berbentuk siklik. Dalam dunia analisa, poliphosfat dan phospate organik diuji dengan metode tidak langsung. Metode ini melibatkan proses destruksi dan pendidihan yang diakhir dengan pembacaan dengan spektrofotometer.

Lihat Juga : 6 Hal Yang Harus Di Jaga Pada Proses Biologi Air Limbah

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor
Walaupun cukup banyak yang mendukung keberadaan phosphor dalam air, namun hal tersebut tetap tidak membenarkan kandungan zat yang satu ini ada secara berlebihan. Karena kita tahu apapun yang ada secara berlebihan tentu akan menjadi suatu masalah dikemudian hari termasuk ya si Phosphor ini.

Nah, maka dari itu berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang dapat kamu tempuh untuk dapat menghilangkan phosphor dari badan air kamu.

a. Proses Koagulasi
Proses koagulasi adalah proses favorit yang paling banyak dipakai dalam mengurangi ataupun mengeleminiasi secara total kandungan phospfor dalam air. Prosesnya dilakukan dengan menambahkan zat koagulan yang dapat menggumpalkan phosphor sehingga dapat diendapkan. beberapa koagulan yang dapat kamu gunakan antara lain ; Tawas, PAC, Ca(OH)2, dan FeCl3.

Proses koagulasi bisa jadi tidak efektif untuk menghilangkan phosphor dalam air, manakala kandungan phospfor terlalu sedikit. Ataupun bisa juga ketika TDS air limbah telah mendeketi ambang batas baku mutu yang diperbolehkan.

Lihat Juga : Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

b. Proses Biologi
Proses menghilangkan phosphor dalam air menggunakan teknik biologi, biasanya dipilih untuk jenis phospor organik yang kandungannya tidak terlalu tinggi. Hal ini mengingat kemampuan bakteri untuk dapat menguraikan phospor juga terbatas.

Proses biologi yang biasa digunakan adalah aerob dan anerob. Dimana nantinya Phospate akan berubah menjadi sludge bio mass yang lewat PAO (Phosphor Accumulating Organism).

Kekurangan proses biologi ini adalah karena prosesnya berlangsung secara lebih lama hingga mencapai titik ready. Dan juga memerlukan wilayah yang lebih besar.


c. Proses Filtrasi
Proses ketiga ini biasaya dilakukan pada phospate dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi dan dalam debit yang rendah. Media filter yang dapat anda pilih adalah Zeolite dan juga kapur.

Proses filtrasi ini dapat menggunakan teknik pressure pumping ataupun secara gravitasi.

Nah itu dia tiga cara menghilangkan kandungan phosphor dalam air. Semoga pengetahuan ini menjadi manfaat bagi para pembaca sekalian. Dan saya mohon maaf jika dalam penyampaiannya ada bahasa-bahasa yang membingungkan saudara-saudara sekalian. Demikian artikel kita kali ini, sampai jumpa dilain kesempatan.


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Friday, 23 June 2017

MELIHAT 7 Bukti Kekuasaan ALLAH Dalam Water Treatment

MELIHAT 7 Bukti Kekuasaan ALLAH Dalam Water Treatment


Ilmu water treatment atau pengolahan air adalah suatu ilmu yang sangat menarik. Karena ilmu ini begitu dekat penggunaannya dalam kehidupan sehari hari.

Hal ini tentu tidak mengherankan karena air sendiri merupakan suatu bagian yang tidak akan terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan para ilmuwan mengatakan bahwa keberadaan air akan menjadi syarat mutlak adanya kehidupan disuatu tempat.

Semakin perjalanan saya menganalisa, merancang dan membuat suatu sistem water treatment maka ternyata semakin saya dibuat terpesona oleh adanya keajaiban dan kekuasan yang telah Tuhan kita yakni Allah SWT tampakan pada kita selaku manusia.

Dan sungguh, keajaiban tersebut begitu besar dan nyata sehingga patutlah kita bersyukur dan mengagungkan namanya ketika mengingatnya. Namun, mungkin diakibatkan karena fenomena-fenomena tersebut begitu seringnya kita lihat ternyata malah menjadikan kita bersikap biasa saja tanpa adanya rasa bergetar tanda kagum akan kekuasan ALLAH SWT.

Dalam Ayat terakhir surat Ad-Dhuha disebutkan bahwa "Jika Kamu menerima Nikmat, maka beritakanlah". Dan disinilah saya akan coba membuka mata dan hati sobat pembaca sekalian bahwa sesungguhnya ilmu water treatment yang sedang sobat pelajari dengan susah payah ini dengan menggunakan aplikasi mesin yang canggih ini nantinya tidak akan ada apa-apanya dibanding dengan Pertunjukan kekuasaan ilahi.

7 Bukti berikut akan menjadi bukti konkrit bahwa kekuasaan dan kehebatan penciptaan dan Rancangan ALLAH SWT tidak ada bandingannya.

1. Ajaibnya Air Mengalir Dari Pegunungan
proses pengolahan air ajaib

Jikalau disebutkan sumber mata air, tentu yang terpikirkan oleh kita adalah suatu pegunungan dimana disana keluar air yang jernih dan mengalir dengan cukup deras melalui sungai berbatu.

Tapi pernahkah kita berpikir, bagaimana bisa air yang memiliki sifat mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah kok bisa bisanya sih ada di tempat tinggi seperti gunung ?

Para ilmuwan coba menjelaskannya dengan alasan adanya daya kapileritas dan adanya air yang tertahan oleh akar-akaran.

Tapi cobalah kita jujur, apakah penjelasan tadi cukup untuk menjabarkan keajaiban ini? Sesungguhnya tidak.

Munculnya mata air di puncak pegunungan adalah salah satu bukti kekuasaan ALLAH SWT sang Pencipta dan perancang agung alam semesta.

Lihat Juga : Cara Menghilangkan Warna di Air Limbah

2. Proses Filtrasi Lewat Tanah
cara menurunkan cod dan bod di air

Jika Anda memperhatikan bagai mana sebuah air bisa dikatakan sebagai air yang layak untuk digunakan dalam suatu pabrik atau bahkan mungkin rumah sekalipun. Maka kita akan menemukan bahwa air tersebut banyak diantaranya yang melewati suatu proses penyaringan atau filtrasi.

Dan selayaknya sebuah proses filtrasi, maka akan menemukan adanya pompa yang menekan air tersebut dengan tekanan cukup tinggi untuk dapat melewati media sehingga proses penyaringan terjadi.

Disini kita lihat, bahwa sebenarnya perlu kerja keras dan ekstra untuk mendapatkan air yang layak guna. Namun ternyata Allah dalam sistem yang diciptakannya di dunia ini, telah membuat Tanah menjadi suatu alat filtrasi alami yang dapat menyerap beragam racun serta mineral. Sehingga dapat menghasilkan air tanah yang murni dan baik.

Lihat Juga : Perbedaan Air Limbah dan Limbah B3


3. Pemurnian Air Dengan Siklus Hujan
pelajaran kehidupan dalam al-quran

Saya yakin pembaca di olah-air.com ini cukup familiar dengan beragam sistem yang digunakan untuk memurnikan air.

Dalam hal ini, kita akan melihat adanya kesempurnaan penciptaan dimana ALLAH SWT telah menciptakan siklus hujan. Dimana panas matahari dapat menciptakan awan yang dari sana turunlah hujan ke permukaan bumi.

Yang kita akan temukan, bahwa hujan tersebut berasa tawar. Padahal yang banyak kita pelajari di sekolah sejak dahulu adalah sebenarnya hujan itu sendiri berasal dari air laut yang asin.

Dari air laut yang asin dan mengandung Total Dissolved Solid yang tinggi, menjadi air murni yang tawar. Yang dimana hasil tersebut hanya bisa ditandingi oleh teknologi tinggi seperti Reverse Osmosis dan proses demineralisasi.

Bukankah sungguh luar biasa bagaimana ALLAH SWT merancang bagaimana alam ini bekerja dalam segala kesempurnaanya.

Lihat Juga : Aturan Pemerintah Terkait Revitalisasi Air Hujan


4. Organic Matter Removal Via Rawa
cara menurunkan bod dengan anaerobic

Dalam sebuah WWTP ataupun IPAL yang dimana disana masuk limbah cair domestik. Tentu kita akan menemukan adanya sebuah kolam bernama Anaerobic ataupun Anoxic.

Dalam kolam tersebut, terjadi proses penguraian rantai organik dan pelepasan unsur Oksigen dari ikatan rangkap zat organik. Dan tanpa adanya proses tersebut kita akan sangat kesulitan untuk melenyapkan ikatan tersebut.

Kalau dipikir secara mendalam, tentu kita berpikir sungguh luar biasa penemu metode anaerobic ini. Kok bisa-bisanya sih terpikirkan.

Padahal sang penemu tersebut sesungguhnya hanya menjiplak apa yang sudah dirancang oleh sang maha pencipta ALLAH SWT.

ALLAH SWT telah menciptakan rawa, yang dimana disana terjadi proses penguraian rantai organik dengan bakteri anaerob. Dimana tanpa adanya rawa, kita tentu akan menemukan banyak mahluk air yang mati akibat oksigen yang ada didalam air termakan untuk mengoksidasikan zat-zat yang masuk ke air.

Sungguh luar biasa pencipta kita ini, telah membuat keseimbangan di alam. Dan maka pantaslah bagi kita untuk selalu dapat memujinya dalam setiap kesempatan. Karena sebenarnya kita tidak pernah menemukan sesuatupun, kita hanya menjiplak dari contoh-contoh yang sudah diberikan oleh yang maha kuasa.

Lihat Juga : Kriteria Ahli Waste Water Yang Sesungguhnya

5. DO Injection Lewat Ombak
cara cepat untuk melihat bukti kekuasaan ALLAH

Bagi Anda pembaca olah-air.com yang suka pergi melancong ke pantai ataupun ke laut. Tentunya tidak asing dengan yang namanya Ombak.

Dalam kamus besar bahasa indonesia, disebutkan bahwa Ombak adalah gerakan air laut yang naik dan turun dan bergulung-gulung.

Sedangkan dalam istilah kelautan (osenografi) disebutkan bahwa Ombak adalah internal wave yang diakibatkan adanya gaya external dari air itu sendiri seperti gravitasi, angin dan lainnya.

Tapi tahukah Anda, apakah sebenarnya fungsi dari ombak itu sendiri di alam ini?

Ombak adalah suatu proses yang sangat menguntungkan bagi biota air. Kita mengetahui bahwa sesungguhnya semua mahluk hidup itu bernapas. Dan seluruh mahluk hidup (kecuali tumbuhan dan sejenisnya) bernapas menggunakan oksigen. Dan juga kita tahu bahwa oksigen itu adanya di udara?

Lalu bagaimana mahluk-mahluk laut dapat tetap hidup dan bernapas kalau apa yang mereka perlukan tidak ada di tempat mereka hidup?



Untuk menjawab pertanyaan ini, ternyata ALLAH SWT sang master desain telah merancang suatu proses injeksi oksigen ke dalam air melalui ombak.

Lewat adanya ombak, oksigen ditangkap dan ditransferkan ke permukaan air, sehingga mahluk-mahluk yang berada di dalam air dapat hidup dan bernapas.

Hal ini bukanlah kebetulan dan peristiwa alam semata. Sebab kita melihat adanya suatu keagungan penciptaan yang benar-benar dipikirkan dengan matang dan detail.

Dari ombak inilah, kita dapat belajar bahwa diperlukan injeksi udara untuk membuat mahluk air dapat hidup dengan normal makanya kita melihat di akuarium banyak menggunakan blower.

Dan dari ombak ini juga, para engineer yang berkecimpung di dunia water treatment belajar bahwa sebenarnya dalam pengolahan limbah, kita memerlukan adanya bantuan injeksi udara.

Sungguh Maha Agung ALLAH SWT dengan segala bukti penciptaannya. ALLAH maha detail dalam setiap hal.

Lihat Juga : Cara Memilih pH Meter untuk Proses Water Treatment

6. pH Stabilisasi Via Mineral Dalam Tanah
dengan adanya kekuasaan allah yang luar biasa

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya air hujan yang turun ke bumi itu kebanyakan akan memiliki pH yang asam yakni dibawah 7.

pH Air hujan yang merupakan sumber air tawar tersebut tidak cocok untuk kita konsumsi. Namun mengapa setelah masuk ke dalam tanah dan kita ambil pH tersebut menjadi netral bahkan mungkin berada di area alkali (Diatas 7). Yang membuat air tanah menjadi layak untuk dikonsumsi dan relatif lebih aman dibanding dengan air hujan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena di dalam tanah terdapat lapisan-lapisan mineral yang mampu untuk menaikan alkalinitas dan sekaligus membuat air tersebut menjadi memiliki rasa yang enak untuk diminum (Air hujan rasanya anta dan tidak enak untuk diminum).

Dan hebatnya lagi, mineral tersebut adalah mineral yang dalam tataran molekul aman untuk dikonsumsi manusia. Mineral tersebut bernama Kalsium dan Magnesium.

Ya Rabb, sungguh luar biasa penciptaan yang Engkau berikan pada kami mahluk mu. Tiada sesuatupun  di dunia ini yang tidak menunjukan betapa agungnya dirimu.

Lihat Juga : Cara Mengolah Air Gambut Menjadi Air Bersih

7. Penggabungan Dua Unsur Udara Tak Stabil Menjadi Cair Nan Berguna
proses penciptaan air sangat rumit

Tahukah Anda, bahwa apa yang Anda minum dan gunakan sehari-hari selama ini ternyata tidak bisa diciptakan oleh ilmu pengetahuan kecuali lewat jalan yang sangat berbahaya.

Air dalam dunia ilmu pengetahuan kita menyebutnya H2O, yang berarti dalam setiap molekul air akan mengandung dua mol hidrogen dan satu mol Oksigen.

Kedua unsur tadi merupakan unsur yang ada di udara, dan keduanya adalah unsur yang berbahaya dalam keadaan murni.

Hidrogen adalah unsur yang mudah terbakar dan oksigen adalah unsur yang dapat memperbesar terjadinya kebakaran.

Logikanya jika keduanya bertemu, maka akan terjadi kebakaran yang sangat hebat. Namun ternyata setelah diteliti kedua zat berbahaya tersebut malah menjadi suatu hal yang menopang kehidupan kita.

Sungguh, dalam setiap penciptaan ALLAH telah menunjukan keagungan-NYA, kehebataan-NYA, serta Kedetailan-NYA. Yang teramat jelas dapat kita saksikan dan buktikan. Maka nikmat manalagi yang kita dustakan? Sedangkan seluruh alam semesta ini telah diciptakan, dan dijaga keseimbangannya secara luar biasa.

Ya Rabb, Ya Malikul Mulk. Dalam tulisan ini, hamba semakin sadar bahwa sesungguhnya segala daya dan upaya serta karya dan cipta kita sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Ciptaan dan Karya-Mu. Maka tidaklah patut bagi hamba untuk bersombong diri diatas muka bumi ini.

Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Saturday, 20 August 2016

Perbedaan Air Limbah dan Limbah B3



Hi, Senang rasanya bisa berjumpa lagi dalam blog Olah-Air.com ini lagi, kali ini saya (Mr. Anggi Nurbana) akan menyampaikan suatu hal yang cukup sederhana namun sangat penting sekali untuk dipahami.

Hal tersebut adalah tentang Perbedaan air limbah dan limbah B3. Kedua hal ini mirip2 tapi sebenarnya perbedaanya sangat luar biasa banyak. Jika seorang apalagi seorang engineer yang mendesain melakukan generalisir terhadap hal ini maka bisa terjadi kekacauan pada proses pengolahan limbahnya. Ga Percaya?? Silahkan coba sendiri !


Definisi Air Limbah dan Limbah B3


Air Limbah, secara mudah dapat dibilang sebagai air yang mengandung limbah. Ingat ya air yang mengandung limbah. Jadi secara nyata kandungan air dalam air limbah tersebut adalah 80-99%. Sehingga polutan atau limbahnya itu sendiri ada dalam jumlah yang sedikit.

Kalau Limbah B3 secara definitif adalah segala zat dari sisa usaha yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang berpotensi meracuni dan mencemari lingkungan.

Aspek penting yang perlu sobat pembaca pahami adalah, Limbah B3 tidak melulu air. Limbah B3 bisa jadi berbentuk padat, gas, ataupun dalam bentuk uap.

Limbah B3 yang harus dikelompokan secara khusus dan dibuang ke penampung limbah B3 adalah limbah B3 yang sama sekali tidak dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu limbah tersebut juga tidak dapat diolah ataupun direcyle sehingga bisa digunakan kembali, dan jikalau bisa pun maka memerlukan biaya yang sangat tinggi.

Lihat Juga : 
1. Rahasia Menemukan Penyebab Kerusakan di Sistem WWTP
2. Cara Memilih Sistem Reverse Osmosis Yang Tepat

Beberapa Contoh Air Limbah dan Limbah B3

Kalau di rumah sakit, air limbahnya itu adalah air dari hasil pencucian alat praktek dokter, dan dari toilet. Sedangkan untuk Limbah B3 cairnya itu salah satunya adalah Cairan Infeksius seperti darah.

Kalau Di sebuah Pabrik, maka air limbahnya tersebut adalah air yang bersinggungan dangan produk ataupun masuk dalam suatu proses produksi dan keluar sebagai buangan dengan kadar air diatas 80%. Sedangkan Limbah B3 Cairnya adalah salah satunya Cairan yang memiliki kandungan air limbah tinggi sekali dengan perbandingan dengan air bisa lebih dari 20%nya.

Semakin Besar Polutan Maka Semakin Tinggi Nilai Investasi dan Operasional IPAL
Ya, IPAL bukanlah barang murah yang bisa dengan sangat mudah dibuat. IPAL/WWTP adalah suatu sistem yang harus direncanakan secara matang dan dibuat secara presisi agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan standar baku mutu.

Oleh karenanya di awal sebelum mendesain ipal yang harus Anda ketahui adalah seberapa tinggi kandungan pencemar dalam air limbah Anda dan bagaimana dengan presentasinya. Sehingga, jikalau ternyata jumlah air limbah Anda sangat kecil namun kandungan polutannya sangat tinggi maka saya rasa tidak usahlah Anda membuat sebuah IPAL. Cukuplah Anda tampung dan nanti dibuang saja ke penampung limbah B3. Sehingga Anda bisa menghemat Budget dan begitu pula sebaliknya.

Sekian sedikit tulisan tentang perbedaan antara Air Limbah dan Limbah B3, semoga dapat menjadi pemahaman untuk para pembaca sekalian.

Salam Hangat


Mr. Anggi Nurbana

PS :
Untuk para pembaca yang ingin mendapatkan update ilmu pengolahan air limbah dan juga ilmu lingkungan lainnya maka jangan segan segan untuk menambahkan saya via google plus.


Baca selengkapnya

Mengenal Teknik Segregasi Limbah

Teknik Segregasi dalam Pengolahan Air Limbah

cara tercepat untuk mengolah limbah adalah dengan menghubungi yang berwajib

Selamat malam, mungkin lebih tepatnya tengah malam saat saya menulis artikel ini.
Waktu telah menunjukan jam setengah Dua Belas malam, namun rasanya ada hal mendesak yang ingin sekali saya sampaikan pada para pembaca dalam beberapa hari ini.

Kesibukan dalam melakukan assesment serta perancangan IPAL baru, membuat saya di beberapa bulan belakangan ini menjadi kehilangan waktu untuk berbagi dalam blog olah-air.com ini. Maka dari itu sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya.

Nah di postingan kali ini kita akan menelisik dahulu suatu anggapan miring yang banyak sekali dianut oleh para pemilik perusahaan yang di perusahaannya terdapat IPAL.

Baik di Perusahaan Manufaktur, Makanan, Tekstil hingga ke ranah jasa seperti Rumah sakit biasanya banyak yang memiliki anggapan berbahaya ini. Anggapan apakah itu?

Anggapan tersebut adalah IPAL = Magic Box!
Banyak yang menganggap segala jenis limbah ketika masuk ke dalam suatu installasi pengolahan air limbah, maka sudah pasti keluar akan menjadi netral dan bersih serta aman untuk dibuang ke lingkungan.

Makanya banyak diantara para pengusaha entah mengerti atau tidak malah dengan seenak-enaknya membuang apa saja melalui saluran air limbah yang dia miliki. Dan hasilnya tentu sudah jelas, bukannya air limbah yang masuk ke dalam baku mutu, namun yang terjadi adalah IPAL menjadi rusak ga karu-karuan.

Lihat Juga : Mengapa Perlu dilakukan Pengukuran DO pada Proses IPAL?

Sudah Terlalu Banyak Contoh, Sadarlah!
Kalau saya mau cerita, maka saya jujur sudah terlalu banyak sekali perusahaan yang saya tengok memiliki anggapan berbahaya seperti diatas tadi. Jadinya awalnya si IPAL ini berhasil mengolah air limbah menjadi air yang layak buang, eh malah air limbah tersebut menjadi bertambah beracun dan tidak bisa diolah dengan sistem IPAL yang ada. Weleh-weleh...

Masak Juga Ada Resepnya, Sama Seperti Suatu Sistem IPAL
Katakanlah Anda akan memasak sayur Asem. Maka yang sudah pasti Anda sediakan adalah asem, melinjo, labu siem, tangkil dan beberapa sayuran lainnya ditambah dengan bumbu-bumbu seperti cabe, bawang, garam dan lainnya sehingga bisa menjadi sebuah sayur asem yang lezat.

Dengan resep yang sudah standar tersebut, apa jadinya kalau saat memasak Anda memasukan bahan yang tidak seharusnya ada di masakan sayur asem tersebut, seperti nanas muda, buah semangka, bulu ayam, kluwek. Maka tentunnya bukan sayur asem lezat yang didapat, tapi malah sayur ga karu-karuan yang tersaji.

Logika yang samapun sebenarnya harusnya dapat kita pahami dalam sebuah sistem pengolahan air limbah. Karena sebuah IPAL sudah mengikuti suatu resep pengolahan tertentu yang dimana kalau resep tersebut ditambahi suatu bumbu dan bahan lain yang jumlahnya besar, maka yang dihasilkan bukan lagi hasil yang sesuai namun akan lebih ke hasil yang amburadul.

Lihat Juga : Tips Menghilangkan Lumut dari Tangki

Kenali Lagi Definisi Air Limbah
IPAL itu artinya adalah Installasi pengolahan Air Limbah, yang artinya adalah hanya air limbah yang boleh atau bisa masuk kedalam installasi tersebut. Dan jika bukan air limbah maka bukanlah tempatnya disana.

Dan kalau berkata air limbah, maka yang dimaksud adalah air dengan kandungan polutan dalam jumlah tertentu namun tidak sampai lebih banyak dari pada jumlah air itu sendiri. Gampangnya kalau air kopi, tentu lebih banyak airnya dari pada kopinya.

Segregasi, apakah itu?

Jika sebelumnya saya sudah menyinggung tentang asumsi ngawur IPAL = Magic Box dan juga Definisi air limbah. maka sudah saatnya kita juga berkenalan dengan yang namanya suatu proses segregasi.

Segregasi secara mudah adalah suatu proses pemisahan material antara jenis satu dengan lainnya. Dan dalam dunia pengolahan air limbah maka hal ini dikenali dengan suatu aktifitas untuk memisahkan satu jenis limbah dengan lainnya.


Ada dua jenis aktifitas Segregasi

Oh iya sebelum melangkah jauh, segala hal yang saya tuliskan disini murni berdasarkan pengalaman dan survei dilapangan. Sehingga tidak ada sumber resmi tertulis yang berupa buku yang akan membahas ini, dan jika Ada berarti kebetulan.

1. Segregasi Bisa dan Tidak
Proses segregasi yang harus dilakukan pertama kali adalah, kita harus memisahkan antara limbah yang bisa diolah dan tidak.
Hal ini bisa dengan beberapa cara, cara yang termudah adalah dengan menggunakan analisa fisik secara kasat mata. Apakah cemaran yang ada bisa dipisahkan dengan cara pengendapan biasa (Dengan atau tanpa chemical) ataukah membutuhkan proses yang sangat panjang.

Cara yang kedua adalah dengan membawa sampel air limbah tersebut ke laboratorium dan melihat polutan apa saja dan berapa tingginya ada di dalam air tersebut. Kalau ternyata jumlah polutan dapat dibilang cukup ekstrem kita bisa langsung saja menyimpulkan limbah tersebut tidak bisa masuk ke dalam IPAL yang sudah kita buat.

2. Segregasi Sejenis atau Tidak
Proses segregasi yang kedua yang bisa kita lakukan adalah dengan memperhatikan jenis air limbah yang kita miliki. Sama dengan mayoritas atau berbeda? Jika katakanlah Anda ada di sebuah pabrik plating dan dimana disana ada proses yang menghasilkan limbah air dengan mengandung Almunium dan satu lagi mengandung Chrom.

Kedua jenis limbah tersebut sudah pasti berbeda, dan tidak bisa disatukan dalam proses pengolahannya karena akan menjadi kacau.

Almunium cukup diolah dengan cara dinaikan ke pH 8 lalu diberikan sedikit koagulan dan flokulan. Sedangkan chrom perlu direduksi terlebih dahulu dengan menggunakan Tio Sulfat.

Makanya untuk kasus-kasus seperti ini, perlu dilakukan segregasi terlebih dahulu.

Nah sekian tulisan saya untuk teknik segregasi pada proses pengolahn air limbah. Semoga dapat menjadi pengetahuan yang cukup berarti bagi rekan-rekan semua.

Untuk mendapatkan Informasi yang lebih Update tentang pengolahan air limbah dan pengolahan air bersih. Silahkan Anda Ikuti saya via google plus. Jadi, kalau ada Update di Blog ini Anda akan menjadi orang pertama yang mendapatkannya.

Klik Disini dan tekan Ikuti.

Kunjungi Juga :
1. Mengenal Water Hammer 
2. Rahasia Korelasi Antara COD dan BOD
3. Cara Mudah Menentukan Nilai COD dalam Air Limbah


Baca selengkapnya