Showing posts with label air bersih. Show all posts
Showing posts with label air bersih. Show all posts

Tuesday, 31 January 2017

Biopori, Benar Berfungsi atau Hanya Sekedar Pemenuh Regulasi?

Biopori, Benar Berfungsi atau Hanya Sekedar Pemenuh Regulasi?


Di Banyak negara, air adalah komoditi yang sangat berharga hal tersebut dikarenakan begitu sulitnya dan mahalnya upaya yang harus dilakukan oleh negara tersebut untuk mendapatkan air.

Namun lain halnya dengan di indonesia. Di Bumi Pertiwi kita tercinta ini, banyak sekali tempat yang memiliki air dalam jumlah melimpah, yang bahkan sangking melimpahnya sampai-sampai kita akan banyak mendengar banyak bencana banjir dan longsor terjadi.

Biopori, dalam regulasi pemanfaatan air hujan


Akibat cukup banyaknya kabar bencana banjir yang terjadi pada negeri ini. Maka akhirnya pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan tentang pemanfaatan air hujan, yang secara langsung membidani kira-kira tiga kewajiban bagi setiap perusahaan.

Tiga kewajiban tersebut adalah sumur penampung, sumur resapan dan Biopori. Untuk lebih jelas tentang pengertian dari ketiga kewajiban tersebut Anda dapat coba mendownload peraturannya disini.

Fokus Ke Biopori


Agar artikel ini tidak melebar terlalu jauh, mari kita kembali ke bahasan utama kita yakni tentang biopori. Dan apakah biopori itu benar berguna seperti yang diklaim oleh pemerintah dan banyak pihak lainnya ataukah hanya sekedar regulasi tambahan saja?


Jawabannya adalah : BIOPORI BENAR-BENAR BERGUNA DAN BERMANFAAT!


Nah itu dia jawaban saya, sebab saya pribadi sudah membuktikan bahwa dilapangan (Lewat Proyek tentunya) Bahwa biopori itu benar-benar bisa dilihat manfaatnya secara nyata dan bukan hanya sekedar pemenuh regulasi saja. Dan beberapa funsgi dari biopori itu adalah :

1 Pencegah Banjir

Dengan memasang biopori pada tanah, maka kita akan membuat tingkat penyerapan air pada tanah tersebut akan meningkat. Anda bisa membuktikannya dengan coba membuat bipori pada tanah yang biasa air tergenang disana.

Walaupun jumlah air yang diserat tidak terlalu banyak seperti sumur resapan, namun jika kita bermain dengan faktor kali maka tentu akan menjadi suatu nilai yang berarti dan siginifikan.

2 Menjaga Cadangan Air Tanah
Dengan meresapnya air hujan dengan lebih baik ke dalam tanah, tentu saja secara logika hal ini akan membuat cadangan air tanah kita akan meningkat. Oleh karenanya pembuatan biopori sangat disarankan pada daerah yang kekurangan air ataupun daerah dengan curah hujan yang kecil.

Lihat Juga : Cara menentukan Jumlah Sumur Resapan dan Biopori

3 Menjaga Permukaan Tanah

Seperti yang kita tahu, bahwa setiap tahunnya permukaan tanah di jakarta akan turun beberapa centimeter. Hal tersebut terjadi karena setiap harinya para warganya mengambil air tanah yang kalau kita akumulasikan akan berjumlah jutaan kubik.

Hal tersebut secara langsung akan menurunkan permukaan tanah. Dan untuk mengcounter hal ini maka biopori adalah salah satu langkah yang tepat yang dapat diambil khususnya untuk semua kalangan.

Foto Pipa Untuk Lubang Biopori (Biopori Beneran Pasti Pake Ini)


4 Menyuburkan Tanah Sekitar
Tanah dapat menjadi gembur salah satunya adalah karena adanya air dalam tanah tersebut. Yang ditambah dengan unsur hara serta bantuan mahluk hidup penggembur tanah seperti cacing.

Dengan adanya serapan air hujan oleh biopori, salah satu faktor tadi menjadi terpenuhi. Dan otomatis tanah disekitar biopori tadi akan lebih subur.

5 Menunjukan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Fungsi kelima dari pembuatan biopori di perusahaan anda, adalah untuk menunjukan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini cukup penting untuk memotivasi dan mengingatkan para karyawan kita juga bahwa lingkungan ini harus kita sendiri yang kita jaga. Dan salah satu cara menjaganya adalah dengan membuat biopori ini (Pembuatan biopori termasuk mudah dilakukan).

Plus dengan membuat biopori Anda tentu akan mendapatkan nilai tambah dari BPLHD setempat serta para customer Anda juga hehehe.

Lihat Juga : 3 Aturan Pemerintah Terkait Peresapan Air Hujan

Disclaimer : Tidak Semua Biopori Berguna


Oke kita telah membahas bahwa ternyata biopori ini berguna, namun ternyata dilapangan saya menemukan bahwa biopori ini tidak semuanya berguna. Kok bisa?

Ya jelas bisa, karena dilapangan saya menemukan cukup banyak biopori yang dibuat dengan desain asal-asalan yang asal terlihat ada lubang dari atas maka sudah dibilang biopori.

Tentunya hal tersebut akan membuat biopori tersebut tidak berguna, kecuali untuk satu hal yakni menghabiskan dana Anda saja. Sebab dalam waktu singkat lubang tersebut akan segera tertutup atau terurug secara alami.

Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

Teknik Pengukuran Debit Air

Teknik Pengukuran Debit Air

Flow Meter Digital (Sumber : globalw.com)

Fungsi Pengukuran Debit Air

Kalau ditanya apa fungsi dari pengukuran debit air tentu saja sangat banyak sekali. Salah satu fungsi pengukuran debit adalah untuk mengetahui berapa pengeluaran Anda untuk membayar biaya air setiap bulannya, dan apakah ada kebocoran di sistem pemipaan Anda.

Selain itu, dalam dunia water treatment engineering. Pengetahuan tentang debit air juga akan menentukan equipment, tangki serta ukuran pipa yang digunakan hingga bisa menghitung cost operational dan waktu oprasi suatu proses water treatment.

Verifikasi dengan Dua Cara Lebih Baik Dari pada Satu

Dari semenjak sekolah tentu kita diajari bahwa melakukan verifikasi pada jawaban kita, akan mendekatkan kita pada jawaban yang benar. yah itulah yang selalu saya ingat dari salah satu guru SD saya yang bernama Bu Oom.

Prinsip itu juga yang selalu saya gunakan dan ajarkan pada anak didik saya. Bahwa selalu verifikasi data Anda dengan lebih dari satu cara. hal ini bukan dimaksudkan untuk membuang waktu atau untuk memperlama proses pengukuran. Namun hal ini dimaksudkan untuk memastikan dengan betul-betul bahwa data yang kita terima adalah benar.

Nah makanya, dalam tulisan ini akan saya beberkan secara singkat tentang 3 Teknik pengukuran debit air yang harus Anda ketahui.

1. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Flow Meter

Teknik yang pertama ini biasa kita temukan pada installasi pemipaan air bersih, khususnya pada pemipaan yang berasal dari PDAM.
Teknik ini menggunakan flow meter yang tertanam pada pemipaan, khususnya yang akan masuk ke dalam sistem air di site.

Kelebihan menggunakan sistem ini adalah, kita memiliki nilai acuan pasti untuk air yang telah tersalurkan. Namun untuk air yang benar-benar diterima tidak dapat dipastikan, karena bisa saja pada sistem pemipaan yang digunakan (Apalagi yang tertanam) terjadi kebocoran sehingga air meluber kemana-mana padahal kita tidak tahu.

2. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Stop Watch

Teknik pengukuran kedua ini, dipakai jika pada sistem aliran tidak terdapat flow meter. Teknik ini biasanya digunakan pada sistem pemipaan terbuka. Baik itu berupa sistem irigasi air, ataupun sistem seperti drainasi.

Caranya adalah dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk memenuhi suatu wadah ataupun sebaliknya. Cara ini diperjalanannya nanti harus digunakan dengan teliti dan arif, sebab akan ada kecendrungan subjektifitas yang tinggi pada hasilnya.

Lihat Juga : Kelebihan Mesin RO Sea Water


3. Teknik Pengukuran Dengan Estimasi Luas Permukaan Alir

Teknik pengukuran ketiga untuk mengukur debit air ini biasanya digunakan pada area terbuka yang sangat besar yang akan sulit bahkan tidak memungkinkan menggunakan alat ukur standar. Salah satu contoh kasus adalah ketika akan mengukur debit air sungai.

Dalam hal ini kita akan menghitung berdasarkan estimasi luas permukaan, kecepatan alir, kedalam sungai dan lainnya hingga didapatkan data debit yang sebenarnya.




Baca selengkapnya

2 Sistem Distribusi Air Bersih

2 Sistem Distribusi Air Bersih


Selamat malam, dan jumpa kembali di situs kesayangan kita www.olah-air.com.
Kali ini kita akan membahas tentang 2 macam sistem distribusi air bersih. Kalau dalam banyak bahasan sebelumnya saya membahas tentang proses pengolahan air limbah dan air bersih, maka kali saya akan membahas tentang teknik distribusinya.

Teknik Pendistribusian Air Bersih 

teknik pendistribusian air bersih secara umum ada dua macam, yang keduanya dapat dengan mudah dikenali dari sistem pemipaannya dan peralatan yang digunakan. Satu sama lain memiliki kelebihan dan kekurangan yang tentunya dapat dipilih sesuai dengan keadaan.

Oleh karenanya dalam tulisan saya kali ini, saya tidak akan memihak salah satu aliran karena menurut saya keduanya baik (tergantung alasan penggunannya).

Apa sajakah sistem distribusi air bersih itu?

Lihat juga : Cara Menilik Proses Recycle Pada Air 


1. Sistem Distribusi Tertutup

dirinya bisa memiliki banyak website yang update
Contoh Sistem Distrubusi Air Tertutup

Sistem distribusi tertutup adalah suatu sistem penyaluran air bersih dengan cara menggunakan kekuatan tekanan/pressure internal yang ada pada air. Sistem ini dapat terlihat dari caranya yang menggunakan pemipaan melingkar.

Sistem ini biasanya dipilih untuk daerah atau area yang sangat jauh dari reservoir atau pompa booster. Kelebihan dari sistem ini adalah lebih hemat energi dan juga bisa menjaga tekanan air hingga ujung use point.

Kekurangan dari sistem ini, tentunya adalah kebutuhan pemipaan yang akan bertambah panjang. Yang misalkan seharusnya hanya memiliki lintasan 100m maka bisa jadi harus dua kali lipatnya karena adanya area untuk menyambungkan lintasan.

Lihat Juga : Jual Pomp RO Sea Water Hydra Cell

2. Sistem Distribusi Air Bersih Terbuka

cara membagi air secara benar dan baik
Contoh sistem distribusi terbuka (Sumber gambar : Open.Edu)

Selanjutnya untuk sistem distribusi air bersih kedua adalah sistem penyaluran air dengan cara terbuka.

Maksud terbuka adalah sistem ini membuat pipa tidak mengelilingi suatu sistem. Sistem ini lebih mengedepankan pada penggunaan tekanan eksternal, dalam hal ini yang biasa digunakan pada sistem distribusi terbuka adalah tekanan dari pompa booster atau tekanan dari aliran air atas (Pressure Tank).

Lihat Juga : Cara Membaca P&ID Water Treatment

Kelebihan dari penggunaan sistem ini adalah, menggunakan pipa yang lebih pendek dibanding dengan sistem tertutup yang harus menggunakan pipa melingkari sistem.

Namun kekurangannya adalah, untuk area yang jauh dari sumber air atau reservoir maka akan mengalami tekanan air yang kecil. Maka dari itu disinilah fungsi pompa ada.


Baca selengkapnya