Showing posts with label ahli wwtp. Show all posts
Showing posts with label ahli wwtp. Show all posts

Saturday, 9 December 2017

Cara Mengurangi Pemakaian Bahan Kimia Pada Water Treatment Plant

Cara Mengurangi Pemakaian Bahan Kimia Pada Water Treatment Plant


Penggunaan bahan kimia dalam sebuah proses water ataupun waste water treatment plant adalah sebuah hal yang lumrah kita saksikan dimanapun. Kehadiran Bahan kimia seyogyanya membuat proses pengolahan air ataupun air limbah menjadi lebih cepat dan mudah. Namun tidak seharusnya sebuah sistem water treatment bertumpu pada bahan kimia saja.

Suatu bahan kimia yang dipakai terlalu banyak dalam sebuah sistem pengolahan air tentu akan menimbulkan banyak masalah baru. Beberapa diantaranya adalah membengkaknya cost untuk kimia, TDS yang naik, Hingga Flock ataupun lumpur yang tidak kunjung mengendap.

Oleh karenanya, kita harus bisa mengurangi dan mengefisienkan penggunaan bahan kimia agar proses dapat berjalan dengan lebih baik.

Bagaimana Caranya? Berikut ini adalah 6 Cara yang bisa Anda lakukan demi Mengurangi Pemakaian Bahan Kimia Pada Proses Water Ataupun Waste Water Treatment.

1. Menggunakan Pre Treatment

Sebagian Besar Tujuan utama dari Penggunaan Bahan kimia untuk proses water treatment ataupun waste water adalah untuk memisahkan padatan terlarut dan sampah sejenisnya dari air. Maka dari itu untuk bisa mengurangi bahan kimia, Anda bisa menggunakan pre treatment.

Pre treatment yang dimaksudkan adalah membuat jalur sedimentasi by line ataupun juga bisa membuat jalur dengan banyak perangkap untuk kotoran. Sehingga proses treatment akan berjalan lebih ringan dengan konsumsi bahan kimia yang lebih sedikit.


2. Memilih Bahan Kimia Yang Tepat
Cara kedua yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi pemakaian bahan kimia tentu adalah dengan memilih bahan kimia yang tepat.

Seperti bahan kimia flocculant dapat Anda ganti dengan yang Jenis Ionic ataupun Non Ionic. Anda juga bisa mencoba beragam koagulan karena nyatanya dipasaran Anda dapat menemukan banyak koagulan alternatif dengan harga yang lebih rendah.


3. Membagi Proses Mixing Chemical
Mixing dapat dilakukan melalui proses inline dengan static mixer atau bisa juga dengan menggunakan tangki khusus untuk reaksi. Untuk reaksi yang lebih baik, Anda bisa menambahkan Static mixer pada line Anda sehingga reaksi dapat berjalan dengan lebih sempurna sebelum masuk ke tangki reaksi.

Dengan begini proses pengunaan bahan kimi bisa dikurangi.

4. Minimalisir Impact Sebelum Proses Sedimentasi
Benturan atau impact dalam proses reaksi bisa membuatnya terjadi lebih cepat dan lebih sempurna. Namun ketika proses reaksi telah terjadi dan rantai ikatan floct telah terbentuk maka benturan akan bisa membuyarkannya.

Maka dari itu, untuk meminimalisir pengunaan kimia berlebih dan membuat tidak ada lumpur yang pecah kembali. Anda bisa mengurangi impact. Impact ditimbulkan dari hentakan dan pressure, maka kurangi hentakan dengan mengurangi lekukan pada pipa dan turbulensi dari pompa.

Biasakan menggunakan gaya gravitasi untuk proses setelah reaksi.

5. Modifikasi Line Reaksi Sesudah Biologi
Air limbah yang memiliki organic pollutant cukup tinggi dapat menjadikan proses biologi sebagai proses pengolahan utama. Untuk itu, kita dapat menukar arus reaksi kimia dengan reaksi biologi. Sehingga rangkaian proses kimia akan ditaruh setelah proses sedimentasi di proses biologi.

Dengan menggunakan cara ini, jumlah lumpur akan berkurang sehingga secara otomatis bahan kimia juga turut dapat dikurangi.

6. Penyempurnaan Proses Mixing dengan Baffle
Terjadinya Vortex pada reaction tank, akan membuat proses reaksi tidak sempurna karena pencampuran kimia menjadi tidak homogen. Untuk itu saya sarankan untuk memperbanyak baffle agar tumbukan semakin banyak terjadi dan pencampuran kimia menjadi lebih sempurna.

Begitulah 6 Cara yang dapat Anda coba untuk mengurangi pemakaian bahan kimia dalam proses water dan waste water treatment. Jika Anda masih memerlukan bantuan jasa Engineering profesional silahkan hubungi kami segera.
Baca selengkapnya

Friday, 8 December 2017

Ahli Pengolahan Air Indonesia : PT CHEMINUSA

PT. Cheminusa, Ahli Pengolahan Air Indonesia

Pengenalan Singkat Pengolahan Air
Pengolahan air bersih (Water Treatment Plant) merupakan sebuah sistem yang dipergunakan untuk mengolah air dari kualitas yang jelek supaya mendapatkan kualitas air yang ditentukan untuk dipergunakan lebih jauh sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Pengolahan air bersih saat ini semakin diperlukan oleh sebagian besar rumah tangga maupun perusahaan.

Semakin berkurangnya cadangan air bersih telah mendorong banyak institusi atau lembaga untuk menggalakkan perencanaan pembagunan instalasi pengolahan air bersih di beberapa daerah. Untuk hal ini percayakan saja pada PT. Cheminusa sebagai ahli pengolahan air di Indonesia.

Butuh Ahli Pengolahan? Hubungi Ahlinya 0852388325902

PT. Cheminusa merupakan ahli pengolahan air Indonesia yang telah sangat berpengalaman dalam mengolah air limbah menjadi air bersih yang layak pakai/layak konsumsi.

Mengapa harus PT. Cheminusa? Pasalnya ahli pengolahan air ini tidak sekedar sebagai konsultan penyedia jasa assessment WWTP, kami telah membuat atau membangun WWTP asli. Kami sudah mempunyai bukti-bukti dokumen ataupun plant hasil produk kami yang dapat diperlihatkan pada Anda bila Anda memerlukannya.



Pada dasarnya, pengolahan air bersih ialah bagaimana merubah kualitas air yang tidak selaras dengan harapan kita menjadi kualitas air yang cocok dengan harapan kita. Pasalnya air bersih adalah kebutuhan utama bagi setiap orang lantaran air minum bersih diperlukan untuk mendukung kesehatan tubuh.

Sayangnya, di daerah-daerah perkotaan, khususnya kota-kota besar, eksistensi air bersih yang layak konsumsi telah kian langka. Kabar bagusnya, sejalan dengan perkembangan teknologi ada berbagai teknologi pengolahan air yang bisa memproduksi air bersih yang beberapa diantaranya dimiliki oleh PT. Cheminusa.

Di bawah ini berbagai teknologi yang biasa digunakan dalam pengolahan air bersih yang berasal dari limbah rumah tangga maupun industri:

Jenis-Jenis Pengolahan Air Yang Umum
Saringan Pasir Lambat

Teknik ini adalah sistem konvensional dalam proses pengolahan air bersih. Cara ini tepat untuk air dengan kadar kekeruhan yang tidak begitu tinggi. Teknik saringan pasir lambat ini memakai 4 bagian dasar yaitu bagian penyadap, penampung, saringan pasir, serta penampung air bersih.

Kelebihan mempergunakan teknik ini ialah tanpa pemakaian bahan kimia dan murah biaya operasionalnya. Namun di balik kelebihannya ada beberapa kelemahan pada teknik ini, misalnya rendah kecepatan penyaringannya, tidak efektif bila dipergunakan pada air dengan kadar kekeruhannya tinggi, dan cara membersihkan filter mesti dibersihkan dengan cara manual.

Desalinasi Air Laut

Teknik pengolahan air bersih dengan mempergunakan desalinasi air laut amat cocok untuk warga yang terletak di daerah sekitar laut. Dasar teknik pengolahan air dengan sistem ini adalah menghilangkan garam sehingga air bisa menjadi tawar dan memiliki kualitas baik.



Ultrafiltrasi

Ultrafiltrasi adalah teknik pengolahan air bersih dengan cara modern yang memakai sebuah membran semi porous (berpori). Teknik ini tepat untuk menyaring air yang berisi makromolekul dengan bobot kira-kira 103-106 Da. Teknologi ini memakai bahan kimia pada bagian dalam clarifier yang berperan sebagai pengontrol pH, pembunuh bakteri dan koagulan.

Nanofiltrasi

Nanofiltrasi adalah teknologi pengolahan air modern yang dipergunakan ketika proses mikrofiltrasi atau ultrafiltrasi tidak dapat untuk memproduksi air yang bermutu. Nanofiltrasi memakai membran yang memiliki ukuran 0,0001 mikron sampai 0,001 mikron sehingga bisa menciptakan penyaringan yang optimal. Pengolahan air memakai teknik ini mampu menghasilkan air yang bersih dan bebas dari beragam zat/molekul yang ukurannya amat kecil.

Air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan kita. Dalam kebiasaan sehari-hari, air bersih dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, seperti masak, cuci, mandi, minum, dan yang lainnya. Hasil dari kegiatan-kegiatan itu yaitu air limbah atau air buangan. Kecuali dari rumah tangga, air limbah pun bisa berasal dari pabrik-pabrik atau industri.



Lantas bagaimana air limbah itu diolah jadi air bersih?

Percayakan saja pada PT. Cheminusa sebagai ahli pengolahan air Indonesia. Kami sudah berpengalaman puluhan tahun dalam mendesain, memasang/instalasi, memperbaiki instalasi pengolahan air di Indonesia hingga melakukan laporan hasil analisa dan overhoul.

Kami memiliki perangkat pengolahan air yang canggih dan modern disertai tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman di bidang ini. Apabila Anda memiliki masalah dengan air limbah atau air buangan, janganlah ragu untuk menghubungi kami, PT. Cheminusa.

Baca selengkapnya