Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts
Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts

Tuesday, 5 March 2019

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah


Hallo sobat olah-air.com sekalian, dimanapun kamu berada. Sesuai judul kita kali ini, kita akan membahas tentang prinsip dari elektrokoagulasi. Bagaimana sudah siap untuk menyimak?

Prinsip Elektrokoagulasi

Proses elektrokoagulasi adalah proses dimana terjadinya koagulasi (penggumpalan) yang menggunakan bantuan listrik atau electricity. Proses ini akan melibatkan pengaturan arus dan juga voltase dari listrik DC yang digunakan kemudian dialirkan melalui katoda dan anoda yang terdiri dari logam-logam tertentu sehingga menghasilkan aliran getaran listrik pada tingkatan electron. Dari sanalah katoda maupun anoda akan terkikis sehingga berubah fungsi menjadi koagulan yang bereaksi dengan air limbah.



Dari gambar diatas, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan dengan metode elektrokoagulasi beberapa alat dan bahan yang diperlukan antara lain :

1. Wadah penampung air limbah

2. Sumber Arus Listrik

3. Konverter arus listrik AC ke DC

4. Plat katoda dan anoda


Ke-empat alat dan bahan tadi harus dipersiapkan dan dalam keadaan terkontrol dengan baik. Untuk arus yang digunakan adalah tidak tentu, tergantung dari jenis air limbah yang ditemui dan juga target yang diinginkan. Selain itu ukuran volume wadah penampung juga minimal harus mampu menampung 1 jam debit air limbah, dikarenakan proses ini sama seperti proses mixing yang memerlukan waktu reaksi yang optimal.

Untuk katoda dan anoda tidak harus spesifik Fe ataupun alumunium, tapi tergantung pada jenis air limbah yang diproses. Namun dikarenakan kedua jenis logam ini adalah yang paling banyak tersedia dipasaran dan sifat kedua jenis logam ini dapat memberikan koagulasi yang baik maka kedua jenis logam ini paling direkomendasikan.






Oke sobat, itu dia tulisan singkat tentang prinsip dari proses elektro koagulasi. Untuk tulisan lainnya dapat disimak pada Link dibawah ini :


Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Monday, 4 March 2019

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Bagaimana cara mengolah air limbah yang baik
Halo sobat sekalian, jumpa lagi bersama mr. anggi di website kesayangan kita yang selalu konsisten membahas teknik-teknik pengolahan air bersih dan air limbah. 

Kali ini kita akan membahas tentang suatu kelebihan teknik pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi adalah suatu teknik pengolahan air limbah yang menggunakan arus listrik dalam proses pemisahan material polutan dalam air. Elektrokoagulasi disingkat EC, telah cukup lama populer digunakan untuk mengolah limbah textile, dikarenakan sifatnya yang mampu menguraikan warna tanpa memberikan kontribusi TDS yang signifikan.

Kali ini kita akan membahas beberapa alasan kenapa Anda atau perusahaan Anda dapat memilih teknik elektrokoagulasi sebagai metode pengolahan air limbah Anda (Dapat ya bukan harus!) :

Lihat Juga : 
- Langkah Langkan Assesment WWTP

1. Impact Minimal pada TDS


Kelebihan pertama yang dimiliki oleh system Elektrokoagulasi atau EC adalah system ini mampu untuk mengolah limbah tanpa menambah nilai TDS. 

Pada system konvensional, kita biasanya akan mengolah air limbah dengan mencampurkan koagulan dan flokulan dalam jumlah tertentu untuk dapat menurunkan sludge ataupun lumpur polutan yang tercampur pada air limbah. 

Pada proses ini, maka secara otomatis tds akan naik karena adanya kation dan anion yang turut terlarut dalam air akibat adanya penambahan bahan kimia. Sehingga dapat dikatakan proses konvensional hampir selalu akan mengakibatkan air effluent mengalami kenaikan TDS. 

Berbeda halnya dengan metode elektrokoagulasi, dimana polutan baik yang terlarut maupun yang menjadi koloid dalam air limbah akan bereaksi dengan plat logam yang dialiri listrik sehingga akhirnya membentuk gumpalan. 

Gumpalan tersebut nantinya diendapkan ataupun dapat diapungkan dan di scrapping, sehingga air dapat terbebas dari polutan. Proses ini tidak menyebabkan kenaikan TDS secara signifikan seperti proses konvensional, karena tidak adanya anion yang bereaksi (kalaupun ada maka sedikit saja). Oleh karenanya dapat dikatakan proses TDS mampu menangani air limbah dengan impact TDS yang minimal. 

Lihat Juga : 
- 7 Point penting dalam pembuatan STP

2. Minim bahan kimia


Kelebihan yang kedua dari proses pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi adalah metode ini menurunkan jumlah penggunaan bahan kimia. Dan memang jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibanding dengan metode konvensional.

Hal ini dikarenakan penambahan kimia disubtitusi dengan reaksi elektrokoagulasi dengan menggunakan plat katoda dan anoda. Plat Alumunium, ataupun seng akan terkikis sesuai dengan jenis polutan yang diproses.

Disini proses elektrokoagulasi akan mengurangi jumlah koagulan yang dipakai, sehingga dapat dikatakan proses ini lebih minim kimia dibandingkan dengan proses konvensional.

Namun bukan berarti proses ini tidak menggunakan bahan kimia sebab pada faktanya proses ini tetap membutuhkan flokulan untuk dapat menggumpalkan secara sempurna flok halus yang sudah terbentuk.


3. Bisa Mengolah Mineral Terlarut


Kelebihan ketiga dari proses elektrokoagulasi adalah mampu untuk menurunkan jumlah mineral yang terlarut dalam air. Beberapa mineral seperti Calcium dan Magnessium bahkan dapat diendapakan dengan baik melalui metode ini (yang diiringi dengan pengaturan pH).

Berbeda halnya dengan proses konvensional yang hanya dapat mengendapkan mineral ataupun kotoran yang tampak, metode ini mampu untuk mengendapkan kotoran yang tidak tampak. Hasil pengetesan dilapangan menunjukan pada air dengan kadar TDS diatas 300 dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dapat membantu memunculkan polutan seperti silica, calcium dan magnesium sehingga dapat diendapkan yang tentunya akan berdampak pada penurunan nilai TDS.

Lihat Juga : 
- Proses Mengurangi Lumpur di air limbah secara efektif

4. Rentang Pengolahan yang cukup luas


Proses pengolahan kimia pada air limbah hanya efektif untuk dapat mengolah air limbah yang kotorannya bersifat mudah diendapkan. Sedangkan proses pengolahan biologi efektif untuk mengolah air limbah dengan kandungan zat organic yang memiliki rantai linear.

Berbeda halnya dengan proses elektrokoagulasi, proses ini mampu untuk mengolah air limbah dengan rentang yang cukup luas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini :



Oke sobat olah-air.com dimanapun kamu berada, itu dia 4 kelebihan penggunaan metode elektrokoagulasi untuk aplikasi pengolahan air limbah anda. Jika Anda tertarik untuk menerapkan proses Elektrokoagulasi, Anda dapat menghubungi kami pada nomor banner yang tertera diatas. Atau jika mau tau lebih banyak tentang aplikasi elektrokoagulasi, silahkan lihat beberapa artikel lainnya yang sudah kami siapkan. 


Salam Hangat,





Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

Kenapa IPAL bisa berhasil dan bisa juga gagal

Hallo sobat Olah-air.com dimanapun Anda berada. Senang rasanya masih diberi Kesempatan oleh ALLAH SWT, sang maha pencipta langit dan bumi untuk dapat berbagi kembali kepada kawan-kawan sekalian.

Kali ini kita akan mengulik dan ubek-ubek tentang 5 parameter penting di baku mutu air Limbah. Seperti yang kita tahu, standar baku mutu air limbah itu sendiri ada banyak sekali jenis dan penggolongannya.

Dari mulai standar baku mutu perdaerah (Biasanya per provinsi), kemudian ada standar baku mutu untuk tiap industri, Ada standar baku mutu untuk kawasan berikat atau tidak dan ada juga standar baku mutu untuk golongan jumlah total flow limbah industri. nah Lho...

Lihat Juga : Langkah-langkah Assessment WWTP

Total Parameter Asli Ada Banyak, Kenapa Cuma 5?

Yup memang aslinya parameter yang tertera di standar baku mutu cukup banyak. Ada sekitar 30 parameter. Namun kali ini saya hanya akan menghighlight sekitar 5 saja parameter. Sebab 5 Parameter inilah kunci dari suatu sistem pengolahan dapat dikatakan telah tepat dan sesuai dengan karakteristik air limbah yang diolah atau tidak.

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah


1. Parameter Tingkat Keasaman Air Limbah Alias pH
Parameter yang paling penting yang harus Anda cek di air limbah Anda adalah pH. Kenapa pH?
Alasannya cukup mudah, karena pH adalah parameter yang akan turut menentukan si Air tersebut bisa dibuang ke lingkungan atau tidak.

Dan kemudian lagi, parameter ini dapat memberikan info apakah air limbah yang keluar dari sistem utility di perusahaan Anda dalam tingkat bahaya tinggi atau tidak.

Dengan mengetahui nilai parameter pH pada air limbah, minimal kita sebagai penanggung jawab air limbah mengetahui tentang apa yang terjadi dan cara penanganan singkatnya. Yah tentu secara awam semua orang setuju langkah pertama untuk mengolah air limbah adalah menetralkannya.

Lihat Juga : Cara Menghitung Waktu Tinggal di Tangki

2. Parameter Oxygen Demand Related
Parameter kedua yang tidak kalah penting adalah parameter yang oxygen related atau kalau di standar baku mutu biasanya ditandai dengan adanya OD. Seperti Chemcal Oxygen Demand dan Biological Oxygen Demand.

Walaupun parameter Oxygen Related ini tidak muncul pada beberapa golongan standar baku mutu air limbah. Namun keberadaannya cukup penting untuk dimaintain serendah mungkin, sebab jika dibiarkan berada di nilai melewati ambang batas maka parameter ini akan merampas "jatah" oxygen dari biota air dan akhirnya membuat perairan kita tidak lagi indah.

3. Parameter Total Suspended Solid
Parameter TSS ini wajib hukumnya untuk dikontrol oleh penanggung jawab lingkungan di perusahaan kita. Sebab parameter ini adalah parameter yang paling mudah untuk dapat digugat oleh lingkungan sekitar.

Parameter ini juga yang jikalau terlalu tinggi akan menimbulkan pendangkalan aliran sungai yang lama kelamaan akan menyebabkan banjir. Setipe dengan parameter ini adalah parameter kekeruhan atau turbidity.

Lihat Juga : Cara Menumbuhkan Bakteri di IPAL

4. Parameter Heavy Metal alias Logam Berat
Salah satu parameter yang berbahaya jika berada di perairan dalam nilai diatas ambang batas adalah parameter Logam berat.
Logam berat adalah logam yang memiliki molekul diatas berat molekul dari besi. Keberadaan logam berat dalam hitungan ppm saja sudah cukup untuk menjadi pembunuh bagi biota hidup baik yang berada di air maupun yang ada di darat.

beberapa contoh logam berat yang harus kita ketahui diantaranya adalah Cd (Kadnium), Hg (Raksa), Pb (Timbal), Zn, Fe, Cu dan Co.

Salah satu contoh keracunan logam berat yang paling terkenal dan diingat adalah kejadian pencemaran di teluk minamata jepang. Yang menyebabkan kecacatan masal. Oleh karena begitu berbahayanya parameter ini, oleh karenanya seharusnya perusahaan pelanggar parameter ini tidak bisa diberi toleransi lagi dengan membiarkannya tetap membuang air limbah ke lingkungan tanpa adanya proses IPAL.

5. Parameter TDS alias Conductivity
Parameter TDS mencerminkan berapa banyak padatan yang terlarut didalam air. Walaupun parameter TDS ini sebenarnya tidak membahayakan, namun terlewatnya parameter ini bisa menjadi indikasi adanya tumpahan atau cemaran berlebih yang masuk ke badan air.

Cemaran tersebut bisa berupa coolant, garam, chemical atau lainnya. Untuk itulah jikalau tiba-tiba parameter TDS melonjak naik hingga 2 kali lipat dari biasanya, penanggung jawab urusan lingkungan bisa berkordinasi dengan bagian EHS ataupun produksi untuk melakukan investigasi atas tumpahan atau kontaminasi yang terjadi di pabrik.


Beda cara bicara antara orang awam dan engineer


Baca selengkapnya

Sunday, 2 October 2016

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA


Proses biological dengan bakteri adalah salah satu bagian penting dalam suatu proses wwtp. Karena bakteri mampu untuk memecahkan zat organik dalam air limbah sehingga kadar parameter pencemar dapat berkurang.

Dan berikut ini adalah Daftar 10 Produk bakteri yang dapat Anda gunakan dalam rangka memperbaiki kualitas pengolahan biologi di sistem WWTP Anda.

1. Chemi Enzymax AE
tempat yang menjual Bakteri

Deskripsi :
Merupakan Formulasi Bakteri Konsentrat dengan beragam fungsi, biasa juga disebut dengan Konsentrat Sapu Jagad dikarenakan fungsinya yang dapat menurunkan beragam parameter pengotor dalam air limbah.

Memiliki kandungan bakteri-bakteri pengurai penting dalam konsentrasi tinggi seperti : Tio Bacillus, Lactobacillus, Enterobacter, Proteus, Nitrosomonas.

Berfungsi sangat baik dalam tangki aerasi sebagai bakteri aerob. Dan bisa juga berfungsi sebagai seeding awal dalam pengembangan activated sludge untuk kasus spesifik. Bisa mengolah lemak, surfaktan, sabun dan juga zat volatile sehingga berimbas pada turunnya beragam parameter baku mutu air limbah termasuk COD dan BOD.

Penggunaan:

  • Pabrik dengan parameter air limbah terlewat seperti Nitrate, Sulfida, Nitrite, Surfaktan.
  • Cemaran Air Limbah dengan kandungan Zat Warna
  • Cemaran Air Limbah dengan bau septik
  • Cemaran air limbah dengan jumlah deterjen yang cukup banyak
  • Seeding Kolam Aerasi

2. Chemi Enzymax AN

Deskripsi Produk :
Dikembangkan secara khusus agar bisa mengolah air limbah yang memiliki kandungan BOD dan organic content yang sangat tinggi dalam proses anaerobic. Berfungsi sebagai biakan awal dan juga sekaligus sebagai bakteri booster yang bisa bekerja untuk memperbaiki kondisi IPAL yang sudah berjalan.

Memiliki Kandungan Bakteri dipadukan dengan enzym seperti : Bakteri Sacharomycess, Bacillus Sp, Nitrobacter dan Enzym Amilase. Ditambah dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyebaran bakteri ke seluruh tangki.

Dalam aplikasinya agar dapat berfungsi secara maksimal dibutuhkan media pelekat bakteri Organocyl atau Bio Ball.

Banyak digunakan pada kolam anaerobic, proses seeding anaerobic, proses denaturasi dan juga proses di tangki anoxic.

Penggunaan :

  • Untuk Seeding awal bakteri anaerob
  • Pabrik Makanan, Minuman, Pemotongan Hewan
  • Cocok Untuk STP Model Pendam
  • IPAL Yang mengandung banyak lemak

3. Enzymax Biologia en Polpo
Cara menggunakan bakteri yang bisa menyerap polutan

Deskripsi :
Merupakan bakteri konsentrat yang disimpan dalam bentuk powder/serbuk. Dengan proses pembuatan yang melekatkan bakteri pada media hidupnya sehingga bakteri dapat tetap bertahan hidup dalam kondisi serbuk.

Diformulasikan khusus sebagai starter bersama dengan media pelekat silinder yang nantinya akan mampu menjadi activated sludge dengan jumlah buangan sludge minimal.

Bakteri ini juga dapat berfungsi sebagai Organic Detonator, yang secara cepat memecahkan senyawa organik dalam bentuk siklik (Benzene) sekalipun sehingga dapat segera dikonsumsi oleh bakteri lainnya.

berfungsi terbaik dalam proses Aerasi dengan media pelekat bakteri silinder dan amat cocok untuk proses pengurangan sludge yang sudah mati di kolam aerasi dan anaerob.

Memiliki Komposisi bacteri dari jenis Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Enterobacter serta nutrisi organik.

Penggunaan :

  • Kolam Aerasi dengan Ukuran Kecil (Kurang dari 1 hari debit)
  • IPAL dengan lahan yang sangat terbatas
  • Pengolahan limbah darah, makanan, minuman, farmasi, kotoran, peternakan
  • Pengolahan air limbah yang mengandung Amonia, Organo Phosfat dan senyawa organik siklik atau alifatik
  • Starter Kolam Aerasi

4. Enzymax Bio Digester
cepat menghancurkan lemak

Deskripsi :
Bakteri yang berwarna putih krem dengan kekentalan seperti susu dan berbau seperti susu basi ini mengandung bakteri prebiotik dalam konsentrasi tinggi yang dapat membantu membasmi bakteri patogen dari air limbah.

Enzymax Bio Digester juga mampu memakan segala sludge yang bersifat organik sehingga mampu memangkas kebutuhan penggunakan alat filter press maupun belt press.

Cocok sekali untuk pengolahan air limbah dengan jumlah lumpur yang besar seperti limbah pabrik makanan, minuman dan bisa juga digunakan untuk limbah domestik.

Komposisi : Lactobacillus, Bacillus Cereus, Bacillus Polymxa, Lichenoformis dan bakteri Acinotebacter.

Penggunaan :

  • Proses Penguraian Sludge Organik
  • Proses Air Limbah dengan kandungan bakteri patogen
  • Nutrisi bakteri yang untuk kolam aerasi yang menjadi black water
  • Menyerap warna yang berasal dari zat organik

5. ARGEN - 2

Deskripsi Produk :
ARGEN-2 Adalah bakteri yang secara khusus diformulasikan untuk dapat memecahkan senyawa Ammonia organik sehingga berubah menjadi Nitrogen.

Dalam prakteknya akan terlihat dalam penurunan kadar bau pesing dari air limbah dan juga akan berakibat pada penurunan nilai nitrat dan nitrit.

Ditambah lagi bakteri ARGEN-2 ini mampu untuk mengkonversi phospfat menjadi nutrisi untuk tumbuh dan perkembangan bakteri sehingga tidak lagi menjadi masalah dalam parameter air limbah.

Komposisi bakteri terdiri dari Nitrobacter, Azetobacter, Pseudomonas

Penggunaan :

  • STP Pabrik ataupun STP Perkantoran
  • WWTP Dengan Limbah yang memiliki kandungan Ammonia baik organik maupun anorganik
  • WWTP dengan limbah yang memiliki kandungan Phosfat
  • Menurunkan nilai COD dan BOD yang berasal bukan dari TSS dan Lemak
6. Enzymax Gluttony

Deskripsi Produk :
Solusi terbaik untuk air limbah yang mengandung lemak yang membandel. Lemak yang ada dalam jumlah masif sehingga membeku dan bahkan menutupi hampir seluruh bagian kolam grease trap.

Paling baik digunakan untuk restoran, pabrik roti, susu, keju dan pabrik yang memiliki kandungan air limbah dengan lemak yang tinggi.

Komposisi bakteri terdiri dari Tio Bacillus, Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Lactobacillus dan beberapa enzym rahasia untuk dapat menghancurkan segala macam lemak.

Penggunaan : 

  • Kolam Grease Trap
  • Kolam Equalisasi
  • IPAL Restoran dan Pabrik Makanan, Susu, Keju dan sejenisnya



7. Enzymax Platino

Deskripsi :
Bakteri yang diformulasikan untuk mengolah jenis air limbah dengan zat organik yang berikatan sangat kuat. Mampu melunturkan tempelan zat organik dalam saluran sekaligus melarutkannya dalam air. Jika dilanjutkan dengan proses aerasi bertingkat maka dapat menurunkan nilai BOD ke nilai minimum.

Komposisi : Bakteri Bacillus, Bacillus Polymxa, Acinotebacter, Nitrosomonas

Penggunaan :

  • IPAL dengan air limbah berikatan organik yang kuat seperti : Cat, Degreasing dan solvent
  • IPAL Dengan air limbah infeksius
  • IPAL dengan kebutuhan akan bakteri fakultatif
HUBUNGI KAMI SEGERA :
PT. CHEMINUSA
Jl. Raya Pasar Minggu, Komplek Ligamas Indah Kav.9
Telp : 021 -7919 7920
Email : admin@cheminusa.com
HP : 0857.1147.2834 / 0878.7373.3767


Baca selengkapnya

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Konsultan dan kontraktor untuk pengolahan Air Limbah

Proses biologi dalam sebuah sistem pengolahan air limbah adalah suatu proses yang sudah lumrah kita temukan. Kita akan menemukannya dalam banyak sekali IPAL Atau waste water treatment plant, mulai dari IPAL yang berjalan secara konvensional, hingga yang automatic.

Nama dari proses biologi pun berbeda-beda dan beragam, dari mulai nama yang standar hingga nama yang dibuat dalam istilah asing agar terkesan keren dan bisa dijual mahal.

Namun terlepas dari itu semua, semua proses biologi tentu memiliki PAKEM atau prinsip-prinsip tersendiri hingga desain proses tersebut bisa diwujudkan.

Dalam postingan kali ini, kita akan berbicara sekilas tentang cara melihat suatu proses biologi dan kesesuaiannya dengan air limbah yang kita hadapi. Dan sembari membicarakan hal ini, ada baiknya bagi pembaca disini mengerti beberapa konsep yang berhubungan secara langsung dengan proses biologi, antara lain :

1. 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi
2. Dissolved Oxygen : Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Aerob Process
3. Cara Menurunkan BOD dalam Air Limbah
4. Pengenalan Proses Anaerob 
5. Cara Menurunkan COD di air Limbah
6. Beberapa Hal Yang Perlu diperhatikan Dalam Mendesain WWTP

Oke mudah-mudahan sebelum masuk ke postingan Ini, sobat sekalian sudah membaca semua artikel diatas. Sebab akan ada istilah-istilah serta pola pikir yang harus melekat sebelumnya sehingga bisa menyerap apa yang disampaikan disini.

Mari Kita mulai.

Perhatikan Hasil Analisa Inlet Sebelum Mendesain Proses Biologi!

Langkah Pertama dalam mendesain sebuah proses biological untuk IPAL adalah dengan memperhatikan hasil Analisa inlet air limbah. Walaupun mungkin standar baku yang harus Anda kejar tidak mensyaratkan banyak parameter namun saya sarankan Anda tetap melakukan analisa lengkap.

Sebab dari analisa lengkap akan ketahuan bahwa parameter apa apa sajakah yang menjadi sumber masalah dalam sistem Anda. Dan juga bisa diurai nantinya kalau suatu saat ada paramater yang out spek, kita memiliki data telusur.

Dari Hasil Analisa kita juga bisa melihat keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Seperti parameter TSS yang akan berkaitan dengan parameter COD dan BOD. Parameter Fe dan Mn yang berkaitan dengan parameter TDS, TSS, COD dan BOD dan masih banyak lagi. Untuk itulah pertama kali saat desain kita membutuhkan analisa kumplitnya.


bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Kategori Biologi Untuk Penentuan Sistem Oke Sebelum desain kita juga harus memperhatikan Konversi nilai COD dan BOD yang ada. Dan perhatikan aturan Berikut.

1. Jika Nilai COD Lebih besar sedikit saja dari pada BOD, Artinya Limbah Anda Organic Based.
2. Jika Nilai COD 2 x Lipat Dari Nilai BOD itu artinya air limbah Anda adalah Soft Organic Tolerant Based
3. Jika Nilai COD 3x Lipat dari nilai BOD itu artinya Air Limbah Anda Hard Biological Tolerant Based.
4. Jika Nilai COD Lebih dari 3x lipat nilai BOD artinya air limbah tersebut Non Biological Tolerant based.

Dari keempat kategori diatas, yang bisa diolah secara biological hanya kategori 1 sampai 3, sedangkan yang keempat artinya tidak bisa lagi diolah secara biologi.

Penentuan Perlu Tidaknya Proses Biologi Pada WWTP
Untuk selanjutnya kita harus menentukan perlu atau tidaknya suatu proses biologi di-install dalam wwtp. Cara untuk menentukannya adalah dengan melihat nilai-nilai BOD dan COD serta membandingkannya dengan nilai parameter lainnya.

Jika setelah membaca hasil analisa total kita melihat bahwa parameter BOD setelah dikurangi faktor TSS masih tergolong tinggi maka disanalah peran proses biologi dalam IPAL/WWTP diperlukan. Untuk mengetahui topik ini ada baiknya sobat mengunjungi postingan tentang Cara Menurunkan TSS dalam Air Limbah.

3 Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment
kita mempelajari hasil analisa, kategori Nilai BOD-COD, dan juga perlu tidaknya proses biologi tentunya para engineer sudah dapat menentukan jenis proses biologi apa yang harus digunakan. Dan berikut ini adalah proses biologi yang umum dipilih :

1. Proses Aerasi

Cara Mengolah Air Limbah Yang benar

Proses aerasi dipilih jika nilai BOD dalam suatu air limbah melewati angkat tiga ratus. Dan itupun setelah diperhitungkan dengan pengurangan BOD setelah proses koagulasi, sedimentasi dan juga pemisahan minyak dan lemak.

Proses Aerasi dilakukan dengan membuat sebuah bak yang berukuran cukup besar (Umumnya sekitar 1 hari debit) yang didalamnya berisi activated sludge. Disana air limbah akan diproses dengan bakteri heterotrop untuk kemudian di dekomposisi sehingga rantai organiknya menjadi pecah dan berubah menjadi CO2 dan H2O.

Dalam tangki ini sobat olah-air akan menemukan juga gelembung-gelembung udara yang dihembuskan dari blower yang terus menyala selama 24 jam. Fungsinya adalah untuk memberikan asupan oksigen pada bakteri yang ada disana sehingga bisa bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah bagian dari proses biologi

2. Proses Anaerob


Proses Anaerob dipilih jika nilai BOD suatu air limbah ada diatas angka 900. Yah sebenarnya bisa juga sih menggunakan proses aerasi hanya saja nantinya akan membutuhkan sangat banyak sekali energi.

Prosesn Anaerob bisa disebut juga dengan proses tanpa udara ataupun fermentasi, disini biasanya akan terjadi suatu proses metanogenenis dan acidifikasi pada air limbah sehingga rantai-rantai organik yang kompleks akan terurai menjadi rantai organik panjang (alifatik).

Proses Anaerob sendiri sebenarnya ada 5 tipe diantaranya adalah Lagoon, CSTR, Anaerobic Filter, UASB, dan Juga Extended UASB (dan kita akan membahas ke 5 tipe ini nanti).

Dalam sebuah tangki anaerobic, isinya adalah media pelekat bakteri dan juga granular activated sludge yang merupakan active sludge yang didesain untuk proses anaerob.

Biasanya ukuran dari tangki anaerobic ini ada diangka 2 hari debit hingga 5 hari semuanya tergantung pada nilai si BOD itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, proses anaerobic bisa dipecah menjadi beberapa anaerobic kecil dan dipadukan dengan proses aerasi agar didapatkan penurunan nilai BOD yang maksimum.

3. Proses Anoxic


Proses ini biasanya disebut sebagai proses denitrifikasi, dimana Nitrate dan Nitrite yang dihasilkan akibat proses dekomposisi dari proses aerasi akan dipecah menjadi gas Nitrogen.
Dalam prakteknya, hal ini bisa terjadi di Kolam Sediment II (Sediment After Biological) ataupun di kolam tenang (beberapa praktisi menyebutnya begitu).

Untuk mempercepat proses ini, biasanya ditambahkan bakteri khusus yakni nitrobacter yang banyak ditemukan pada tanah tanaman kacang sehingga zat nitrate dan nitrite dapat diolah dengan baik.


PS : 
Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang dunia pengolahan Air. Silahkan Follow Google plus Mr. Anggi Nurbana disini




Baca selengkapnya

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi atau Anaerob

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob WWTP

Belajar WWTP Itu Sangat Menarik
Membicarakan sebuah waste water treatment, adalah suatu hal yang sangat menarik. Karena kita tidak saja belajar tentang suatu sistem mekanikal mesin, namun juga kita mau tidak mau harus turut belajar tentang proses biologi.

Dan kali ini, proses biologi yang akan kita pelajari dari sebuah waste water treatment system atau IPAL adalah tentang cara menumbuhkan bakteri.

Bakteri dapat kita temukan dimana saja, dari mulai peralatan yang kita gunakan, sampai udara yang kita hirup sekalipun. Keberadaan mereka sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Diantara jenis bakteri, ada yang merugikan manusia (yang disebut bakteri pathogen) dan ada juga yang menguntungkan manusia. Dan bahkan membantu kita menjalani hidup dengan baik, salah satunya adalah bakteri probiotik yang ada di dalam tubuh manusia.



Bakteri Bisa Tumbuh Dimana Saja, Namun Menumbuhkan Yang Spesifik itu Lain Cerita

Walau bakteri bisa tumbuh dimana saja, namun menumbuhkan bakteri yang spesifik adalah soal lain lagi. Selain mahluk yang satu ini tidak terlihat, keawaman kita terhadap syarat-syarat spesifik suatu kehidupan mereka juga acap kali membuat kolam biologi yang kita buat menjadi kurang maksimal bahkan sia sia.

Oleh karenanya, berdasarkan dari cukup banyak pengalaman yang telah kami tangani. Dalam postingan ini kami hendak berbagi pada sobat olah-air.com sekalian tentang bagaimana cara menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi ataupun anaerob.

Materi Cara menumbuhkan bakteri di proses biologi WWTP ini adalah sebuah materi eksklusif yang kalau saya ngajar secara khusus bisa dihargai 5 juta per-orangnya. Namun kali ini akan saya bagikan dasar-dasarnya secara Free hanya untuk Pembaca olah-air.com sekalian.

Oke. Mari kita mulai saja ya sharingnya disini!

5 Cara Menumbuhkan Bakteri di Area Biologi WWTP

1. Teknik Adapt Seeding


Cara yang pertama ini biasa dilakukan pada IPAL ataupun WWTP yang berkarakter sebagai IPAL Domestik.

Air limbah yang masuk merupakan air limbah dari toilet, yang merupakan tinja dan juga urin dari manusia dan terkadang ditambah limbah dapur dan wastafel.

Proses adapt seeding biasanya tidak memerlukan equipment khusus kita hanya harus menyediakan nutrisi yang menunjang pertumbuhan bakteri yang ada. Nutrisi yang terbaik adalah yang mengandung zat organik dengan komposisi protein dan juga unsur C, H, N dan P yang mudah diurai karena termasuk senyawa organik alifatik.

Air Limbah dibiarkan saja masuk dan diproses melalui IPAL yang ada baik secara anaerob ataupun aerob. Hingga pada suatu titik bakteri tersebut beradaptasi dan bisa mengolah senyawa-senyawa pengotor yang masuk.

Kekurangan dari Cara Menumbuhkan Bakteri Via Teknik Adapt Seeding ini adalah, bakteri akan lambat sekali beradaptasi. Waktu yang diperlukan bisa mencapai 3 bulan lamanya dan paling cepat 1,5 bulan.



Kekurangan lainnya adalah Proses Adapt ini juga belum tentu bisa dengan cepat berhasil, karena nantinya akan ada banyak faktor X yang masuk juga ke IPAL. Seperti masuknya Desinfektan (Karbol dsb), Racun dst. Hingga terkadang proses pengolahan limbah cair secara biologi yang diinginkan tidak kunjung tercapai, akibat bakterinya terus menerus mati dan tidak kunjung bisa beradaptasi.

Makanya teknik ini sekarang-sekarang sudah jarang digunakan karena dirasa terlalu lama dan sulit untuk bisa hand over dengan cepat (Para kontraktor pasti mengerti hal ini)

Lihat juga : 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi WWTP

2. Teknik Cross Seeding


Cara kedua dalam menumbuhkan bakteri di kolam aerasi ataupun anaerob adalah dengan teknik cross seeding.

Caranya adalah dengan mengambil lumpur aktif dari tempat lain dengan jumlah tertentu (yang harus dihitung oleh PT. CHEMINUSA sebagai ahlinya hehe) untuk kemudian dimasukan kedalam kolam biologi di tempat yang dituju.

Kelebihan teknik Cross Seeding ini adalah kecepatannya dalam membuat suatu IPAL menjadi berjalan secara normal. Terlebih lagi jika Activated sludge yang digunakan berasal dari pabrik yang sejenis. Misal pabrik minyak mengambil activated sludge dari pabrik minyak juga, atau semacamnya.

Walau memiliki kecepatan, namun teknik ini memiliki kekurangan karena jikalau jenis limbah, ataupun kondisi IPAL tidak sama maka yang terjadi adalah kematian bakteri secara masal yang ditandai dengan kolam aerasi yang menghitam berbau telur busuk.

Lihat Juga : Cara Menurunkan Nilai BOD dalam Air Limbah

Biasanya solusinya yang bisa diambil untuk mengatasi hal ini adalah ketika proses cross seeding dijalankan, kolam juga ditebarkan Enzymax Platino yang berfungsi sebagai bakteri prebiotik penjaga proses adaptasi.

Oh iya hampir lupa, teknik cross seeding ini tidak disarankan (Kemungkinan gagalnya besar) jika diterapkan pada suatu proses anaerob (terlebih jika organic based dengan BOD diatas 5000). Karena dalam kebanyakan kasus bakterinya tidak akan cocok dan cenderung mudah mati.

bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

3. Teknik Start Seeding


Cara ketiga dalam menumbuhkan bakteri adalah dengan menggunakan start seeding.

Teknik Start Seeding ini adalah teknik yang sangat populer dikalangan praktisi waste water treatment. Dikarenakan tingkat keberhasilannya yang tinggi dan juga ketahanannya yang luar biasa pada beragam kondisi IPAL, bahkan pada kondisi peak flow sekalipun.

Di Kolam Biologi di tebarkan biakan bakteri sesuai dengan cemaran dalam air limbah (Bisa Enterebacter, Acinobacter, Clostridium dsb), lalu ditambahkan dengan nutrisi khusus bakteri (NUTRIMO).

Kemudian air limbah dimasukan secara sedikit demi sedikit demi menjaga proses adaptasi. Ketika bakterinya sudah terbentuk, biasanya debit akan dinaikan hingga puncak pada beberapa hari lalu kemudian dinormalkan. Hal tersebut diulang selama beberapa minggu untuk mendapatkan kekuatan adaptasi yang maksimal.
bakteri Pemakan Lemak dan Minyak Special Formulasi By CHEMINUSA 021 7919 7920

Trik agar cara ini berhasil adalah dengan membuat nutrisi serta kondisi lainnya dalam proses ini se-optimal mungkin. Dan juga proses seeding biasanya harus dipantau oleh seeder ahli yang berpengalaman.

Kekurangan dari teknik ini adalah, terkadang membutuhkan waktu lama dalam kondisi stabilisasi (Walau tidak selama adapt seeding).

Cara menanganinya supaya cepat adalah dengan membuat bakteri biakan awal dalam skala besar. Sehingga proses start seeding bisa lebih cepat karena konsentrasi bakteri awal sangat tinggi. Dan jika membutuhkan jasa ini, Kami dari PT. CHEMINUSA punya Solusinya :)

Lihat Juga : Belajar Proses Anaerob di Waste Water Treatment Plant

4. Teknik Mix Seeding


Cara Keempat dalam menumbuhkan bakteri di IPAL/WWTP adalah dengan mencampurkan bakteri yang ada dengan bakteri lainnya.

Biasanya teknik ini dilakukan jika pabrik tempat WWTP tersebut berasal berniat membuat produk baru yang bahan bakunya berbeda dengan yang existing.

Bakteri yang telah ada di injeksi dengan bakteri tambahan (biasanya sifatnya enchancer) plus ditambah dengan nutrisi lengkap. Hal ini ditujukan agar air limbah yang baru datang tersebut bisa langsung diadaptasikan pada proses air limbah yang ada.

Teknik Mix Seeding ini biasanya di maintain pada bulan pertama, dan sudah aman pada bulan bulan berikutnya. Hanya saja jikalau tiba tiba produksi terhenti (Karena batching) maka bersiaplah melakukan adjust bakteri baru lagi saat produksi jalan lagi

Lihat Juga : Cara Menangani Lumpur Aktif Yang Berlebihan di IPAL

5. Teknik Boost Seeding


Cara Kelima dan terakhir ini hampir mirip dengan cara Mix Seeding tadi. Perbeedaannya adalah kita akan membuat kultur bakteri dengan sumber bakteri yang sudah ada di proses limbah existing. Lalu kemudian dibuat menjadi banyak.

Sehingga didapatkan jumlah konsentrasi bakteri dalam jumlah tinggi dalam suatu liquid yang siap ditebarkan di area biologi.

teknik kelima dalam menumbuhkan bakteri via boost seeding ini biasa dilakukan jika jumlah air limbah meningkat akibat produksi yang meningkat juga. Namun produk yang diproduksi jenisnya masih sama.

Bakteri Pemakan Nitrat, Amonia, Nitrit dan Phosfat


Nah Sobat, Itu dia sekilas gambaran 5 Cara dan teknik menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob. Dalam prakteknya kelima teknik tadi memerlukan ahli khusus yang memang sudah berpengalaman dalam bidangnya sehingga tingkat keberhasilannya menjadi sangat tinggi. Dan juga pihak perusahaan juga harus mau jujur dengan proses produksi yang terjadi agar didapatkan sistem pengolahan yang terbaik.

Sekian Informasi dari olah-air.com, Mudah-mudahan bermanfaat.


Jika Anda ingin belajar lebih serius Anda bisa melakukan request Workshop Training pada Kami. Atau jika Anda ingin belajar secara gratis, silahkan klik follow pada akun Google plus Anggi Nurbana.
Baca selengkapnya

Thursday, 29 September 2016

Jasa Assessment WWTP By PT. CHEMINUSA

Jasa Assessment WWTP Profesional By PT. CHEMINUSA

Presentasi Hasil Evaluasi

Deskripsi Jasa Assessment WWTP Dari PT. CHEMINUSA :

Jasa dalam hal melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap suatu Waste Water Treatment Plant yang mencakup seluruh peralatan, desain, habit, jam operasi dan lainnya agar didapatkan suatu penilaian yang valid.

Dengan jasa yang kami berikan ini, perusahaan yang menggunakan jasa assessment WWTP kami akan bisa melakukan proses budgeting ataupun pembuatan proses tender karena segala dokumen rancangan untuk tender telah siap. Sehingga perusahaan penyewa jasa kami di tahun berikutnya telah siap mengadakan tender WWTP.

Kelebihan Menggunakan Jasa Assessment WWTP Kami

1. Terdiri dari Tim Profesional di Bidang WWTP
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka menggunakan jasa profesional adalah jawabannya. Ya, tim Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA terdiri dari orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia assessment, konstruksi, lingkungan, dan beragam disiplin ilmu lainnya sehingga assessment yang diberikan memiliki nilai terbaik dibanding kan dengan jasa assessment WWTP lainnya.


2. Memiliki Bukti Dokumen Perencanaan dan Assessment Orisinil
Salah satu hal yang harus Anda tanyakan pada penyedia jasa assessment WWTP adalah, apakah mereka sudah pernah membangun WWTP Asli atau sekedar sebagai konsultan?

Di PT. CHEMINUSA, Anda akan mendapatkan jawaban "TENTU SAJA" Karena para assessor yang akan melakukan assessment di perusahaan bapak/Ibu berasal dari para praktisi dan juga kontraktor yang telah malang melintang dalam dunia waste water treatment.

Dan lagi kami telah memiliki bukti-bukti dokumen maupun plant hasil buatan kami yang bisa kami perlihatkan kepada Anda jika Anda membutuhkannya.

3. Pengamatan dilakukan secara Objektif dan Representatif
Satu hal yang menjadi suatu kunci keberhasilan Proses Assessment WWTP adalah pengambilan data serta proses pengamatan yang menyeluruh.
Tim Jasa Assessment WWTP PT. CHEMINUSA, telah berpengalaman dalam hal ini. 

Pengumpulan data dilakukan secara objektif dan representatif. Kami juga melakukan wawancara secara langsung terhadap pihak-pihak terkait dari mulai level terbawah hingga level manajerial untuk mendapatkan data yang valid.

Proses pengamatan juga dilakukan selama 24 jam dalam waktu-waktu yang telah kami kalkulasikan untuk mendapatkan hasil pengamatan yang valid dan dapat dipercaya 100%.

4. Proses Assessment Cepat 
Dengan Jasa Tim Assessment WWTP yang telah berpengalaman tinggi, ditambah SOP yang jelas serta penggunaan jasa pihak ke-3 yang terakreditasi. Proses Assessment yang kami lakukan bisa selesai dalam waktu kurang dari 1 minggu. 
Hal ini membuat jasa assessment yang kami berikan adalah yang terbaik yang dapat Anda pilih untuk kebutuhan Assessment yang mendesak.

5. Siap Memberikan Detail Drawing dan Shop Drawing Jika Diperlukan
Dengan keberadaan tim engineering yang terbaik dan berpengalaman, jasa assessment WWTP kami siap memberikan detail drawing untuk seluruh plant wwtp baik existing maupun future improvement. Sehingga owner akan mendapatkan gambaran utuh mengenai bentuk, cara kerja serta lay out dari sistem yang ada dan yang akan datang.

6. Design dan Hasil Assessment maupun perancangan dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai biaya real
Kesalahan dari para konsultan dalam membuat rancangan adalah, seringkali rancangan mereka ternyata tidak dapat diterapkan secara real di dunia nyata. Hal tersebut karena para konsultan biasanya hanya terdiri dari para akademisi ataupun penelti yang jarang atau bahkan tidak pernah menyelesaikan suatu proyek WWTP secara nyata.

Lain halnya dengan tim Jasa Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA. Tim kami sudah terbukti mampu membuat rancangan yang 100% dapat dioprasikan dan dapat diwujudkan secara real. Karena tim assessment wwtp kami bukan membuat rancangan berdasarkan hitungan diatas kertas saja, tapi juga telah berdasarkan pengalaman dan survei di dunia nyata.

7. Hasil Assessment WWTP Di Rahasiakan 100%
Semua perusahaan tentu tidak ingin adanya hal buruk tentang mereka tersebar luas di media. Untuk itulah seluruh komponen Tim Jasa Assessment WWTP kami telah bersumpah untuk merahasiakan segalah hal kurang mengenakan tentang customer kami. 

Dengan begitu, Anda dapat dengan tenang memperbaiki keadaan WWTP di perusahaan tanpa takut akan ada sidak mendadak akibat kabar yang tersebar. 

Ditambah lagi dengan pengalaman kami dalam mengurus beragam izin lingkungan, kami akan memberika Anda beragam panduan untuk dapat menyelesaikan segala perizinan dengan mudah dan cepat.

Nah itu dia gambaran dari Jasa Assessment WWTP Profesional dari PT. CHEMINUSA. Untuk Anda yang membutuhkan jasa kami, silahkan hubungi kami langsung pada kontak dibawah ini : 

PT. CHEMINUSA " Water Treatment Specialist "
Jl. Raya Pasar Minggu , Komplek Ligamas Indah Kav.9
Kalibata - Jakarta Selatan
Telp : 021 7919 7920
Fax : 021 799 5765
HP1 : 0852 8832 5902 (Mr. Anggi)
HP2 : 0857 1147 2834 (Mr. Nurbana)
Email : admin@cheminusa.com

Baca selengkapnya

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Logic Diagram Baru : Salah satu hasil Assessment WWTP CHEMINUSA

Halo sobat olah-air.com selamat datang di postingan Part-2 tentang langkah langkah dalam melakukan assessment WWTP. Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang memiliki judul sama, yang terpaksa harus saya akhiri karena waktu mau diselesaikan saya keburu ngantuk hehe.

Nah bagi yang belum membaca tentang langkah assessment part-1 silahkan klik halaman dibawah ini :

Nah kembali ke topik mari kita lanjutkan postingan sebelumnya ya.

6. Analisis

Analisis adalah suatu tahapan pemeriksaan atas semua data yang telah masuk. Dari mulai tujuan yang diberikan, lay out, data analisa, data keseluruhan komponen, hasil wawancara dan masih banyak lagi. 

Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data yang paling tepat dan sesuai, sehingga proses evaluasi benar-benar memberikan hasil yang valid dan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Proses Analisa dalam assessment WWTP harus dilakukan oleh yang memang berkompetensi dalam bidang WWTP sebagai kontaktor dan juga konsultan karena ada beberapa teknik pembacaan data yang tidak dimiliki oleh sembarang orang kecuali yang memang berkecimpung dibidang tersebut.

Proses Analisis ini juga dilakukan untuk membuat suatu plot data outspek atau temuan sehingga nantinya bisa dijadikan laporan rekomendasi setelah proses assessment ini selesai.

7. Perancangan / Pembuatan rekomendasi

Langkah selanjutnya dalam melakukan Assessment WWTP adalah melakukan perancangan improvement selanjutnya. Perancangan ini bisa dalam hal pemberian spek detail saja, ataupun hingga gambar detail (semuanya tergantung kontrak awal).

Tentu saja perancangan ini dibuat untuk mencapai tujuan awal dari assessment itu tadi, apakah untuk melakukan perbaikan ataukah hingga proses penambahan kapasitas wwtp. Dalam beberapa hal perancangan juga bisa menyangkut kepada sistem operasi dan juga waktu operasi si wwtp bahkan pada proses otomasi.

8. Presentasi dan Pelaporan

Tahapan akhir dari suatu proses Assessment WWTP Biasanya akan diakhiri dengan adanya suatu presentasi yang menjelaskan hasil evaluasi dan juga rekomendasi dari keseluruhan proses. tahapan presentasi ini biasanya akan mengacu pada suatu nilai ekonomi tertentu karena sang Owner biasanya akan melihat biaya Capex ataupun Opex yang harus dikeluarkan selanjutnya.

Nah Itu dia sobat total 8 Langkah dalam melakukan assessment WWTP. 

Mudah-mudahan postingan ini dapat membantu sobat sekalian yang kebetulan sedang ditugaskan untuk melakukan self assessmet dalam bidang WWTP ataupun ingin melakukan suatu pengumpulan data dalam hal improvement secara sistematis.

Jika sobat olah-air.com membutuhkan bantuan dalam hal Jasa assessment WWTP secara profesional, kami juga menyediakan jasa tersebut sobat cukup menghubungi kami pada nomor dibawah ini :
Telp : 021 7919 7920
HP : 0857 1147 2834
Email : admin@cheminusa.com

PS:
Untuk teman-teman yang suka mempelajari dunia water treatment, silahkan bisa melihat langsung daftar isi dari blog ini di SINI atau bisa juga dengan mengklik follow pada akun google plus Anggi Nurbana DISINI sehingga bisa terus mendapatkan update knowledge.

Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Specialist in Water & Waste Water Treatment
Baca selengkapnya