Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts
Showing posts with label Waste Water Treatment. Show all posts

Monday, 2 January 2017

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah

Kenapa IPAL bisa berhasil dan bisa juga gagal

Hallo sobat Olah-air.com dimanapun Anda berada. Senang rasanya masih diberi Kesempatan oleh ALLAH SWT, sang maha pencipta langit dan bumi untuk dapat berbagi kembali kepada kawan-kawan sekalian.

Kali ini kita akan mengulik dan ubek-ubek tentang 5 parameter penting di baku mutu air Limbah. Seperti yang kita tahu, standar baku mutu air limbah itu sendiri ada banyak sekali jenis dan penggolongannya.

Dari mulai standar baku mutu perdaerah (Biasanya per provinsi), kemudian ada standar baku mutu untuk tiap industri, Ada standar baku mutu untuk kawasan berikat atau tidak dan ada juga standar baku mutu untuk golongan jumlah total flow limbah industri. nah Lho...

Lihat Juga : Langkah-langkah Assessment WWTP

Total Parameter Asli Ada Banyak, Kenapa Cuma 5?

Yup memang aslinya parameter yang tertera di standar baku mutu cukup banyak. Ada sekitar 30 parameter. Namun kali ini saya hanya akan menghighlight sekitar 5 saja parameter. Sebab 5 Parameter inilah kunci dari suatu sistem pengolahan dapat dikatakan telah tepat dan sesuai dengan karakteristik air limbah yang diolah atau tidak.

5 Parameter Penting di Baku Mutu Air Limbah


1. Parameter Tingkat Keasaman Air Limbah Alias pH
Parameter yang paling penting yang harus Anda cek di air limbah Anda adalah pH. Kenapa pH?
Alasannya cukup mudah, karena pH adalah parameter yang akan turut menentukan si Air tersebut bisa dibuang ke lingkungan atau tidak.

Dan kemudian lagi, parameter ini dapat memberikan info apakah air limbah yang keluar dari sistem utility di perusahaan Anda dalam tingkat bahaya tinggi atau tidak.

Dengan mengetahui nilai parameter pH pada air limbah, minimal kita sebagai penanggung jawab air limbah mengetahui tentang apa yang terjadi dan cara penanganan singkatnya. Yah tentu secara awam semua orang setuju langkah pertama untuk mengolah air limbah adalah menetralkannya.

Lihat Juga : Cara Menghitung Waktu Tinggal di Tangki

2. Parameter Oxygen Demand Related
Parameter kedua yang tidak kalah penting adalah parameter yang oxygen related atau kalau di standar baku mutu biasanya ditandai dengan adanya OD. Seperti Chemcal Oxygen Demand dan Biological Oxygen Demand.

Walaupun parameter Oxygen Related ini tidak muncul pada beberapa golongan standar baku mutu air limbah. Namun keberadaannya cukup penting untuk dimaintain serendah mungkin, sebab jika dibiarkan berada di nilai melewati ambang batas maka parameter ini akan merampas "jatah" oxygen dari biota air dan akhirnya membuat perairan kita tidak lagi indah.

3. Parameter Total Suspended Solid
Parameter TSS ini wajib hukumnya untuk dikontrol oleh penanggung jawab lingkungan di perusahaan kita. Sebab parameter ini adalah parameter yang paling mudah untuk dapat digugat oleh lingkungan sekitar.

Parameter ini juga yang jikalau terlalu tinggi akan menimbulkan pendangkalan aliran sungai yang lama kelamaan akan menyebabkan banjir. Setipe dengan parameter ini adalah parameter kekeruhan atau turbidity.

Lihat Juga : Cara Menumbuhkan Bakteri di IPAL

4. Parameter Heavy Metal alias Logam Berat
Salah satu parameter yang berbahaya jika berada di perairan dalam nilai diatas ambang batas adalah parameter Logam berat.
Logam berat adalah logam yang memiliki molekul diatas berat molekul dari besi. Keberadaan logam berat dalam hitungan ppm saja sudah cukup untuk menjadi pembunuh bagi biota hidup baik yang berada di air maupun yang ada di darat.

beberapa contoh logam berat yang harus kita ketahui diantaranya adalah Cd (Kadnium), Hg (Raksa), Pb (Timbal), Zn, Fe, Cu dan Co.

Salah satu contoh keracunan logam berat yang paling terkenal dan diingat adalah kejadian pencemaran di teluk minamata jepang. Yang menyebabkan kecacatan masal. Oleh karena begitu berbahayanya parameter ini, oleh karenanya seharusnya perusahaan pelanggar parameter ini tidak bisa diberi toleransi lagi dengan membiarkannya tetap membuang air limbah ke lingkungan tanpa adanya proses IPAL.

5. Parameter TDS alias Conductivity
Parameter TDS mencerminkan berapa banyak padatan yang terlarut didalam air. Walaupun parameter TDS ini sebenarnya tidak membahayakan, namun terlewatnya parameter ini bisa menjadi indikasi adanya tumpahan atau cemaran berlebih yang masuk ke badan air.

Cemaran tersebut bisa berupa coolant, garam, chemical atau lainnya. Untuk itulah jikalau tiba-tiba parameter TDS melonjak naik hingga 2 kali lipat dari biasanya, penanggung jawab urusan lingkungan bisa berkordinasi dengan bagian EHS ataupun produksi untuk melakukan investigasi atas tumpahan atau kontaminasi yang terjadi di pabrik.


Beda cara bicara antara orang awam dan engineer


Baca selengkapnya

Sunday, 2 October 2016

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA

Daftar Produk Bakteri Untuk WWTP / IPAL PT. CHEMINUSA


Proses biological dengan bakteri adalah salah satu bagian penting dalam suatu proses wwtp. Karena bakteri mampu untuk memecahkan zat organik dalam air limbah sehingga kadar parameter pencemar dapat berkurang.

Dan berikut ini adalah Daftar 10 Produk bakteri yang dapat Anda gunakan dalam rangka memperbaiki kualitas pengolahan biologi di sistem WWTP Anda.

1. Chemi Enzymax AE
tempat yang menjual Bakteri

Deskripsi :
Merupakan Formulasi Bakteri Konsentrat dengan beragam fungsi, biasa juga disebut dengan Konsentrat Sapu Jagad dikarenakan fungsinya yang dapat menurunkan beragam parameter pengotor dalam air limbah.

Memiliki kandungan bakteri-bakteri pengurai penting dalam konsentrasi tinggi seperti : Tio Bacillus, Lactobacillus, Enterobacter, Proteus, Nitrosomonas.

Berfungsi sangat baik dalam tangki aerasi sebagai bakteri aerob. Dan bisa juga berfungsi sebagai seeding awal dalam pengembangan activated sludge untuk kasus spesifik. Bisa mengolah lemak, surfaktan, sabun dan juga zat volatile sehingga berimbas pada turunnya beragam parameter baku mutu air limbah termasuk COD dan BOD.

Penggunaan:

  • Pabrik dengan parameter air limbah terlewat seperti Nitrate, Sulfida, Nitrite, Surfaktan.
  • Cemaran Air Limbah dengan kandungan Zat Warna
  • Cemaran Air Limbah dengan bau septik
  • Cemaran air limbah dengan jumlah deterjen yang cukup banyak
  • Seeding Kolam Aerasi

2. Chemi Enzymax AN

Deskripsi Produk :
Dikembangkan secara khusus agar bisa mengolah air limbah yang memiliki kandungan BOD dan organic content yang sangat tinggi dalam proses anaerobic. Berfungsi sebagai biakan awal dan juga sekaligus sebagai bakteri booster yang bisa bekerja untuk memperbaiki kondisi IPAL yang sudah berjalan.

Memiliki Kandungan Bakteri dipadukan dengan enzym seperti : Bakteri Sacharomycess, Bacillus Sp, Nitrobacter dan Enzym Amilase. Ditambah dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk penyebaran bakteri ke seluruh tangki.

Dalam aplikasinya agar dapat berfungsi secara maksimal dibutuhkan media pelekat bakteri Organocyl atau Bio Ball.

Banyak digunakan pada kolam anaerobic, proses seeding anaerobic, proses denaturasi dan juga proses di tangki anoxic.

Penggunaan :

  • Untuk Seeding awal bakteri anaerob
  • Pabrik Makanan, Minuman, Pemotongan Hewan
  • Cocok Untuk STP Model Pendam
  • IPAL Yang mengandung banyak lemak

3. Enzymax Biologia en Polpo
Cara menggunakan bakteri yang bisa menyerap polutan

Deskripsi :
Merupakan bakteri konsentrat yang disimpan dalam bentuk powder/serbuk. Dengan proses pembuatan yang melekatkan bakteri pada media hidupnya sehingga bakteri dapat tetap bertahan hidup dalam kondisi serbuk.

Diformulasikan khusus sebagai starter bersama dengan media pelekat silinder yang nantinya akan mampu menjadi activated sludge dengan jumlah buangan sludge minimal.

Bakteri ini juga dapat berfungsi sebagai Organic Detonator, yang secara cepat memecahkan senyawa organik dalam bentuk siklik (Benzene) sekalipun sehingga dapat segera dikonsumsi oleh bakteri lainnya.

berfungsi terbaik dalam proses Aerasi dengan media pelekat bakteri silinder dan amat cocok untuk proses pengurangan sludge yang sudah mati di kolam aerasi dan anaerob.

Memiliki Komposisi bacteri dari jenis Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Enterobacter serta nutrisi organik.

Penggunaan :

  • Kolam Aerasi dengan Ukuran Kecil (Kurang dari 1 hari debit)
  • IPAL dengan lahan yang sangat terbatas
  • Pengolahan limbah darah, makanan, minuman, farmasi, kotoran, peternakan
  • Pengolahan air limbah yang mengandung Amonia, Organo Phosfat dan senyawa organik siklik atau alifatik
  • Starter Kolam Aerasi

4. Enzymax Bio Digester
cepat menghancurkan lemak

Deskripsi :
Bakteri yang berwarna putih krem dengan kekentalan seperti susu dan berbau seperti susu basi ini mengandung bakteri prebiotik dalam konsentrasi tinggi yang dapat membantu membasmi bakteri patogen dari air limbah.

Enzymax Bio Digester juga mampu memakan segala sludge yang bersifat organik sehingga mampu memangkas kebutuhan penggunakan alat filter press maupun belt press.

Cocok sekali untuk pengolahan air limbah dengan jumlah lumpur yang besar seperti limbah pabrik makanan, minuman dan bisa juga digunakan untuk limbah domestik.

Komposisi : Lactobacillus, Bacillus Cereus, Bacillus Polymxa, Lichenoformis dan bakteri Acinotebacter.

Penggunaan :

  • Proses Penguraian Sludge Organik
  • Proses Air Limbah dengan kandungan bakteri patogen
  • Nutrisi bakteri yang untuk kolam aerasi yang menjadi black water
  • Menyerap warna yang berasal dari zat organik

5. ARGEN - 2

Deskripsi Produk :
ARGEN-2 Adalah bakteri yang secara khusus diformulasikan untuk dapat memecahkan senyawa Ammonia organik sehingga berubah menjadi Nitrogen.

Dalam prakteknya akan terlihat dalam penurunan kadar bau pesing dari air limbah dan juga akan berakibat pada penurunan nilai nitrat dan nitrit.

Ditambah lagi bakteri ARGEN-2 ini mampu untuk mengkonversi phospfat menjadi nutrisi untuk tumbuh dan perkembangan bakteri sehingga tidak lagi menjadi masalah dalam parameter air limbah.

Komposisi bakteri terdiri dari Nitrobacter, Azetobacter, Pseudomonas

Penggunaan :

  • STP Pabrik ataupun STP Perkantoran
  • WWTP Dengan Limbah yang memiliki kandungan Ammonia baik organik maupun anorganik
  • WWTP dengan limbah yang memiliki kandungan Phosfat
  • Menurunkan nilai COD dan BOD yang berasal bukan dari TSS dan Lemak
6. Enzymax Gluttony

Deskripsi Produk :
Solusi terbaik untuk air limbah yang mengandung lemak yang membandel. Lemak yang ada dalam jumlah masif sehingga membeku dan bahkan menutupi hampir seluruh bagian kolam grease trap.

Paling baik digunakan untuk restoran, pabrik roti, susu, keju dan pabrik yang memiliki kandungan air limbah dengan lemak yang tinggi.

Komposisi bakteri terdiri dari Tio Bacillus, Agrobacterium, Rhizobium, Clostridium, Lactobacillus dan beberapa enzym rahasia untuk dapat menghancurkan segala macam lemak.

Penggunaan : 

  • Kolam Grease Trap
  • Kolam Equalisasi
  • IPAL Restoran dan Pabrik Makanan, Susu, Keju dan sejenisnya



7. Enzymax Platino

Deskripsi :
Bakteri yang diformulasikan untuk mengolah jenis air limbah dengan zat organik yang berikatan sangat kuat. Mampu melunturkan tempelan zat organik dalam saluran sekaligus melarutkannya dalam air. Jika dilanjutkan dengan proses aerasi bertingkat maka dapat menurunkan nilai BOD ke nilai minimum.

Komposisi : Bakteri Bacillus, Bacillus Polymxa, Acinotebacter, Nitrosomonas

Penggunaan :

  • IPAL dengan air limbah berikatan organik yang kuat seperti : Cat, Degreasing dan solvent
  • IPAL Dengan air limbah infeksius
  • IPAL dengan kebutuhan akan bakteri fakultatif
HUBUNGI KAMI SEGERA :
PT. CHEMINUSA
Jl. Raya Pasar Minggu, Komplek Ligamas Indah Kav.9
Telp : 021 -7919 7920
Email : admin@cheminusa.com
HP : 0857.1147.2834 / 0878.7373.3767


Baca selengkapnya

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Konsultan dan kontraktor untuk pengolahan Air Limbah

Proses biologi dalam sebuah sistem pengolahan air limbah adalah suatu proses yang sudah lumrah kita temukan. Kita akan menemukannya dalam banyak sekali IPAL Atau waste water treatment plant, mulai dari IPAL yang berjalan secara konvensional, hingga yang automatic.

Nama dari proses biologi pun berbeda-beda dan beragam, dari mulai nama yang standar hingga nama yang dibuat dalam istilah asing agar terkesan keren dan bisa dijual mahal.

Namun terlepas dari itu semua, semua proses biologi tentu memiliki PAKEM atau prinsip-prinsip tersendiri hingga desain proses tersebut bisa diwujudkan.

Dalam postingan kali ini, kita akan berbicara sekilas tentang cara melihat suatu proses biologi dan kesesuaiannya dengan air limbah yang kita hadapi. Dan sembari membicarakan hal ini, ada baiknya bagi pembaca disini mengerti beberapa konsep yang berhubungan secara langsung dengan proses biologi, antara lain :

1. 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi
2. Dissolved Oxygen : Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Aerob Process
3. Cara Menurunkan BOD dalam Air Limbah
4. Pengenalan Proses Anaerob 
5. Cara Menurunkan COD di air Limbah
6. Beberapa Hal Yang Perlu diperhatikan Dalam Mendesain WWTP

Oke mudah-mudahan sebelum masuk ke postingan Ini, sobat sekalian sudah membaca semua artikel diatas. Sebab akan ada istilah-istilah serta pola pikir yang harus melekat sebelumnya sehingga bisa menyerap apa yang disampaikan disini.

Mari Kita mulai.

Perhatikan Hasil Analisa Inlet Sebelum Mendesain Proses Biologi!

Langkah Pertama dalam mendesain sebuah proses biological untuk IPAL adalah dengan memperhatikan hasil Analisa inlet air limbah. Walaupun mungkin standar baku yang harus Anda kejar tidak mensyaratkan banyak parameter namun saya sarankan Anda tetap melakukan analisa lengkap.

Sebab dari analisa lengkap akan ketahuan bahwa parameter apa apa sajakah yang menjadi sumber masalah dalam sistem Anda. Dan juga bisa diurai nantinya kalau suatu saat ada paramater yang out spek, kita memiliki data telusur.

Dari Hasil Analisa kita juga bisa melihat keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Seperti parameter TSS yang akan berkaitan dengan parameter COD dan BOD. Parameter Fe dan Mn yang berkaitan dengan parameter TDS, TSS, COD dan BOD dan masih banyak lagi. Untuk itulah pertama kali saat desain kita membutuhkan analisa kumplitnya.


bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Kategori Biologi Untuk Penentuan Sistem Oke Sebelum desain kita juga harus memperhatikan Konversi nilai COD dan BOD yang ada. Dan perhatikan aturan Berikut.

1. Jika Nilai COD Lebih besar sedikit saja dari pada BOD, Artinya Limbah Anda Organic Based.
2. Jika Nilai COD 2 x Lipat Dari Nilai BOD itu artinya air limbah Anda adalah Soft Organic Tolerant Based
3. Jika Nilai COD 3x Lipat dari nilai BOD itu artinya Air Limbah Anda Hard Biological Tolerant Based.
4. Jika Nilai COD Lebih dari 3x lipat nilai BOD artinya air limbah tersebut Non Biological Tolerant based.

Dari keempat kategori diatas, yang bisa diolah secara biological hanya kategori 1 sampai 3, sedangkan yang keempat artinya tidak bisa lagi diolah secara biologi.

Penentuan Perlu Tidaknya Proses Biologi Pada WWTP
Untuk selanjutnya kita harus menentukan perlu atau tidaknya suatu proses biologi di-install dalam wwtp. Cara untuk menentukannya adalah dengan melihat nilai-nilai BOD dan COD serta membandingkannya dengan nilai parameter lainnya.

Jika setelah membaca hasil analisa total kita melihat bahwa parameter BOD setelah dikurangi faktor TSS masih tergolong tinggi maka disanalah peran proses biologi dalam IPAL/WWTP diperlukan. Untuk mengetahui topik ini ada baiknya sobat mengunjungi postingan tentang Cara Menurunkan TSS dalam Air Limbah.

3 Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment
kita mempelajari hasil analisa, kategori Nilai BOD-COD, dan juga perlu tidaknya proses biologi tentunya para engineer sudah dapat menentukan jenis proses biologi apa yang harus digunakan. Dan berikut ini adalah proses biologi yang umum dipilih :

1. Proses Aerasi

Cara Mengolah Air Limbah Yang benar

Proses aerasi dipilih jika nilai BOD dalam suatu air limbah melewati angkat tiga ratus. Dan itupun setelah diperhitungkan dengan pengurangan BOD setelah proses koagulasi, sedimentasi dan juga pemisahan minyak dan lemak.

Proses Aerasi dilakukan dengan membuat sebuah bak yang berukuran cukup besar (Umumnya sekitar 1 hari debit) yang didalamnya berisi activated sludge. Disana air limbah akan diproses dengan bakteri heterotrop untuk kemudian di dekomposisi sehingga rantai organiknya menjadi pecah dan berubah menjadi CO2 dan H2O.

Dalam tangki ini sobat olah-air akan menemukan juga gelembung-gelembung udara yang dihembuskan dari blower yang terus menyala selama 24 jam. Fungsinya adalah untuk memberikan asupan oksigen pada bakteri yang ada disana sehingga bisa bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah bagian dari proses biologi

2. Proses Anaerob


Proses Anaerob dipilih jika nilai BOD suatu air limbah ada diatas angka 900. Yah sebenarnya bisa juga sih menggunakan proses aerasi hanya saja nantinya akan membutuhkan sangat banyak sekali energi.

Prosesn Anaerob bisa disebut juga dengan proses tanpa udara ataupun fermentasi, disini biasanya akan terjadi suatu proses metanogenenis dan acidifikasi pada air limbah sehingga rantai-rantai organik yang kompleks akan terurai menjadi rantai organik panjang (alifatik).

Proses Anaerob sendiri sebenarnya ada 5 tipe diantaranya adalah Lagoon, CSTR, Anaerobic Filter, UASB, dan Juga Extended UASB (dan kita akan membahas ke 5 tipe ini nanti).

Dalam sebuah tangki anaerobic, isinya adalah media pelekat bakteri dan juga granular activated sludge yang merupakan active sludge yang didesain untuk proses anaerob.

Biasanya ukuran dari tangki anaerobic ini ada diangka 2 hari debit hingga 5 hari semuanya tergantung pada nilai si BOD itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, proses anaerobic bisa dipecah menjadi beberapa anaerobic kecil dan dipadukan dengan proses aerasi agar didapatkan penurunan nilai BOD yang maksimum.

3. Proses Anoxic


Proses ini biasanya disebut sebagai proses denitrifikasi, dimana Nitrate dan Nitrite yang dihasilkan akibat proses dekomposisi dari proses aerasi akan dipecah menjadi gas Nitrogen.
Dalam prakteknya, hal ini bisa terjadi di Kolam Sediment II (Sediment After Biological) ataupun di kolam tenang (beberapa praktisi menyebutnya begitu).

Untuk mempercepat proses ini, biasanya ditambahkan bakteri khusus yakni nitrobacter yang banyak ditemukan pada tanah tanaman kacang sehingga zat nitrate dan nitrite dapat diolah dengan baik.


PS : 
Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang dunia pengolahan Air. Silahkan Follow Google plus Mr. Anggi Nurbana disini




Baca selengkapnya

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi atau Anaerob

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob WWTP

Belajar WWTP Itu Sangat Menarik
Membicarakan sebuah waste water treatment, adalah suatu hal yang sangat menarik. Karena kita tidak saja belajar tentang suatu sistem mekanikal mesin, namun juga kita mau tidak mau harus turut belajar tentang proses biologi.

Dan kali ini, proses biologi yang akan kita pelajari dari sebuah waste water treatment system atau IPAL adalah tentang cara menumbuhkan bakteri.

Bakteri dapat kita temukan dimana saja, dari mulai peralatan yang kita gunakan, sampai udara yang kita hirup sekalipun. Keberadaan mereka sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Diantara jenis bakteri, ada yang merugikan manusia (yang disebut bakteri pathogen) dan ada juga yang menguntungkan manusia. Dan bahkan membantu kita menjalani hidup dengan baik, salah satunya adalah bakteri probiotik yang ada di dalam tubuh manusia.



Bakteri Bisa Tumbuh Dimana Saja, Namun Menumbuhkan Yang Spesifik itu Lain Cerita

Walau bakteri bisa tumbuh dimana saja, namun menumbuhkan bakteri yang spesifik adalah soal lain lagi. Selain mahluk yang satu ini tidak terlihat, keawaman kita terhadap syarat-syarat spesifik suatu kehidupan mereka juga acap kali membuat kolam biologi yang kita buat menjadi kurang maksimal bahkan sia sia.

Oleh karenanya, berdasarkan dari cukup banyak pengalaman yang telah kami tangani. Dalam postingan ini kami hendak berbagi pada sobat olah-air.com sekalian tentang bagaimana cara menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi ataupun anaerob.

Materi Cara menumbuhkan bakteri di proses biologi WWTP ini adalah sebuah materi eksklusif yang kalau saya ngajar secara khusus bisa dihargai 5 juta per-orangnya. Namun kali ini akan saya bagikan dasar-dasarnya secara Free hanya untuk Pembaca olah-air.com sekalian.

Oke. Mari kita mulai saja ya sharingnya disini!

5 Cara Menumbuhkan Bakteri di Area Biologi WWTP

1. Teknik Adapt Seeding


Cara yang pertama ini biasa dilakukan pada IPAL ataupun WWTP yang berkarakter sebagai IPAL Domestik.

Air limbah yang masuk merupakan air limbah dari toilet, yang merupakan tinja dan juga urin dari manusia dan terkadang ditambah limbah dapur dan wastafel.

Proses adapt seeding biasanya tidak memerlukan equipment khusus kita hanya harus menyediakan nutrisi yang menunjang pertumbuhan bakteri yang ada. Nutrisi yang terbaik adalah yang mengandung zat organik dengan komposisi protein dan juga unsur C, H, N dan P yang mudah diurai karena termasuk senyawa organik alifatik.

Air Limbah dibiarkan saja masuk dan diproses melalui IPAL yang ada baik secara anaerob ataupun aerob. Hingga pada suatu titik bakteri tersebut beradaptasi dan bisa mengolah senyawa-senyawa pengotor yang masuk.

Kekurangan dari Cara Menumbuhkan Bakteri Via Teknik Adapt Seeding ini adalah, bakteri akan lambat sekali beradaptasi. Waktu yang diperlukan bisa mencapai 3 bulan lamanya dan paling cepat 1,5 bulan.



Kekurangan lainnya adalah Proses Adapt ini juga belum tentu bisa dengan cepat berhasil, karena nantinya akan ada banyak faktor X yang masuk juga ke IPAL. Seperti masuknya Desinfektan (Karbol dsb), Racun dst. Hingga terkadang proses pengolahan limbah cair secara biologi yang diinginkan tidak kunjung tercapai, akibat bakterinya terus menerus mati dan tidak kunjung bisa beradaptasi.

Makanya teknik ini sekarang-sekarang sudah jarang digunakan karena dirasa terlalu lama dan sulit untuk bisa hand over dengan cepat (Para kontraktor pasti mengerti hal ini)

Lihat juga : 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi WWTP

2. Teknik Cross Seeding


Cara kedua dalam menumbuhkan bakteri di kolam aerasi ataupun anaerob adalah dengan teknik cross seeding.

Caranya adalah dengan mengambil lumpur aktif dari tempat lain dengan jumlah tertentu (yang harus dihitung oleh PT. CHEMINUSA sebagai ahlinya hehe) untuk kemudian dimasukan kedalam kolam biologi di tempat yang dituju.

Kelebihan teknik Cross Seeding ini adalah kecepatannya dalam membuat suatu IPAL menjadi berjalan secara normal. Terlebih lagi jika Activated sludge yang digunakan berasal dari pabrik yang sejenis. Misal pabrik minyak mengambil activated sludge dari pabrik minyak juga, atau semacamnya.

Walau memiliki kecepatan, namun teknik ini memiliki kekurangan karena jikalau jenis limbah, ataupun kondisi IPAL tidak sama maka yang terjadi adalah kematian bakteri secara masal yang ditandai dengan kolam aerasi yang menghitam berbau telur busuk.

Lihat Juga : Cara Menurunkan Nilai BOD dalam Air Limbah

Biasanya solusinya yang bisa diambil untuk mengatasi hal ini adalah ketika proses cross seeding dijalankan, kolam juga ditebarkan Enzymax Platino yang berfungsi sebagai bakteri prebiotik penjaga proses adaptasi.

Oh iya hampir lupa, teknik cross seeding ini tidak disarankan (Kemungkinan gagalnya besar) jika diterapkan pada suatu proses anaerob (terlebih jika organic based dengan BOD diatas 5000). Karena dalam kebanyakan kasus bakterinya tidak akan cocok dan cenderung mudah mati.

bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

3. Teknik Start Seeding


Cara ketiga dalam menumbuhkan bakteri adalah dengan menggunakan start seeding.

Teknik Start Seeding ini adalah teknik yang sangat populer dikalangan praktisi waste water treatment. Dikarenakan tingkat keberhasilannya yang tinggi dan juga ketahanannya yang luar biasa pada beragam kondisi IPAL, bahkan pada kondisi peak flow sekalipun.

Di Kolam Biologi di tebarkan biakan bakteri sesuai dengan cemaran dalam air limbah (Bisa Enterebacter, Acinobacter, Clostridium dsb), lalu ditambahkan dengan nutrisi khusus bakteri (NUTRIMO).

Kemudian air limbah dimasukan secara sedikit demi sedikit demi menjaga proses adaptasi. Ketika bakterinya sudah terbentuk, biasanya debit akan dinaikan hingga puncak pada beberapa hari lalu kemudian dinormalkan. Hal tersebut diulang selama beberapa minggu untuk mendapatkan kekuatan adaptasi yang maksimal.
bakteri Pemakan Lemak dan Minyak Special Formulasi By CHEMINUSA 021 7919 7920

Trik agar cara ini berhasil adalah dengan membuat nutrisi serta kondisi lainnya dalam proses ini se-optimal mungkin. Dan juga proses seeding biasanya harus dipantau oleh seeder ahli yang berpengalaman.

Kekurangan dari teknik ini adalah, terkadang membutuhkan waktu lama dalam kondisi stabilisasi (Walau tidak selama adapt seeding).

Cara menanganinya supaya cepat adalah dengan membuat bakteri biakan awal dalam skala besar. Sehingga proses start seeding bisa lebih cepat karena konsentrasi bakteri awal sangat tinggi. Dan jika membutuhkan jasa ini, Kami dari PT. CHEMINUSA punya Solusinya :)

Lihat Juga : Belajar Proses Anaerob di Waste Water Treatment Plant

4. Teknik Mix Seeding


Cara Keempat dalam menumbuhkan bakteri di IPAL/WWTP adalah dengan mencampurkan bakteri yang ada dengan bakteri lainnya.

Biasanya teknik ini dilakukan jika pabrik tempat WWTP tersebut berasal berniat membuat produk baru yang bahan bakunya berbeda dengan yang existing.

Bakteri yang telah ada di injeksi dengan bakteri tambahan (biasanya sifatnya enchancer) plus ditambah dengan nutrisi lengkap. Hal ini ditujukan agar air limbah yang baru datang tersebut bisa langsung diadaptasikan pada proses air limbah yang ada.

Teknik Mix Seeding ini biasanya di maintain pada bulan pertama, dan sudah aman pada bulan bulan berikutnya. Hanya saja jikalau tiba tiba produksi terhenti (Karena batching) maka bersiaplah melakukan adjust bakteri baru lagi saat produksi jalan lagi

Lihat Juga : Cara Menangani Lumpur Aktif Yang Berlebihan di IPAL

5. Teknik Boost Seeding


Cara Kelima dan terakhir ini hampir mirip dengan cara Mix Seeding tadi. Perbeedaannya adalah kita akan membuat kultur bakteri dengan sumber bakteri yang sudah ada di proses limbah existing. Lalu kemudian dibuat menjadi banyak.

Sehingga didapatkan jumlah konsentrasi bakteri dalam jumlah tinggi dalam suatu liquid yang siap ditebarkan di area biologi.

teknik kelima dalam menumbuhkan bakteri via boost seeding ini biasa dilakukan jika jumlah air limbah meningkat akibat produksi yang meningkat juga. Namun produk yang diproduksi jenisnya masih sama.

Bakteri Pemakan Nitrat, Amonia, Nitrit dan Phosfat


Nah Sobat, Itu dia sekilas gambaran 5 Cara dan teknik menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob. Dalam prakteknya kelima teknik tadi memerlukan ahli khusus yang memang sudah berpengalaman dalam bidangnya sehingga tingkat keberhasilannya menjadi sangat tinggi. Dan juga pihak perusahaan juga harus mau jujur dengan proses produksi yang terjadi agar didapatkan sistem pengolahan yang terbaik.

Sekian Informasi dari olah-air.com, Mudah-mudahan bermanfaat.


Jika Anda ingin belajar lebih serius Anda bisa melakukan request Workshop Training pada Kami. Atau jika Anda ingin belajar secara gratis, silahkan klik follow pada akun Google plus Anggi Nurbana.
Baca selengkapnya

Thursday, 29 September 2016

Jasa Assessment WWTP By PT. CHEMINUSA

Jasa Assessment WWTP Profesional By PT. CHEMINUSA

Presentasi Hasil Evaluasi

Deskripsi Jasa Assessment WWTP Dari PT. CHEMINUSA :

Jasa dalam hal melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap suatu Waste Water Treatment Plant yang mencakup seluruh peralatan, desain, habit, jam operasi dan lainnya agar didapatkan suatu penilaian yang valid.

Dengan jasa yang kami berikan ini, perusahaan yang menggunakan jasa assessment WWTP kami akan bisa melakukan proses budgeting ataupun pembuatan proses tender karena segala dokumen rancangan untuk tender telah siap. Sehingga perusahaan penyewa jasa kami di tahun berikutnya telah siap mengadakan tender WWTP.

Kelebihan Menggunakan Jasa Assessment WWTP Kami

1. Terdiri dari Tim Profesional di Bidang WWTP
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka menggunakan jasa profesional adalah jawabannya. Ya, tim Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA terdiri dari orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia assessment, konstruksi, lingkungan, dan beragam disiplin ilmu lainnya sehingga assessment yang diberikan memiliki nilai terbaik dibanding kan dengan jasa assessment WWTP lainnya.


2. Memiliki Bukti Dokumen Perencanaan dan Assessment Orisinil
Salah satu hal yang harus Anda tanyakan pada penyedia jasa assessment WWTP adalah, apakah mereka sudah pernah membangun WWTP Asli atau sekedar sebagai konsultan?

Di PT. CHEMINUSA, Anda akan mendapatkan jawaban "TENTU SAJA" Karena para assessor yang akan melakukan assessment di perusahaan bapak/Ibu berasal dari para praktisi dan juga kontraktor yang telah malang melintang dalam dunia waste water treatment.

Dan lagi kami telah memiliki bukti-bukti dokumen maupun plant hasil buatan kami yang bisa kami perlihatkan kepada Anda jika Anda membutuhkannya.

3. Pengamatan dilakukan secara Objektif dan Representatif
Satu hal yang menjadi suatu kunci keberhasilan Proses Assessment WWTP adalah pengambilan data serta proses pengamatan yang menyeluruh.
Tim Jasa Assessment WWTP PT. CHEMINUSA, telah berpengalaman dalam hal ini. 

Pengumpulan data dilakukan secara objektif dan representatif. Kami juga melakukan wawancara secara langsung terhadap pihak-pihak terkait dari mulai level terbawah hingga level manajerial untuk mendapatkan data yang valid.

Proses pengamatan juga dilakukan selama 24 jam dalam waktu-waktu yang telah kami kalkulasikan untuk mendapatkan hasil pengamatan yang valid dan dapat dipercaya 100%.

4. Proses Assessment Cepat 
Dengan Jasa Tim Assessment WWTP yang telah berpengalaman tinggi, ditambah SOP yang jelas serta penggunaan jasa pihak ke-3 yang terakreditasi. Proses Assessment yang kami lakukan bisa selesai dalam waktu kurang dari 1 minggu. 
Hal ini membuat jasa assessment yang kami berikan adalah yang terbaik yang dapat Anda pilih untuk kebutuhan Assessment yang mendesak.

5. Siap Memberikan Detail Drawing dan Shop Drawing Jika Diperlukan
Dengan keberadaan tim engineering yang terbaik dan berpengalaman, jasa assessment WWTP kami siap memberikan detail drawing untuk seluruh plant wwtp baik existing maupun future improvement. Sehingga owner akan mendapatkan gambaran utuh mengenai bentuk, cara kerja serta lay out dari sistem yang ada dan yang akan datang.

6. Design dan Hasil Assessment maupun perancangan dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai biaya real
Kesalahan dari para konsultan dalam membuat rancangan adalah, seringkali rancangan mereka ternyata tidak dapat diterapkan secara real di dunia nyata. Hal tersebut karena para konsultan biasanya hanya terdiri dari para akademisi ataupun penelti yang jarang atau bahkan tidak pernah menyelesaikan suatu proyek WWTP secara nyata.

Lain halnya dengan tim Jasa Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA. Tim kami sudah terbukti mampu membuat rancangan yang 100% dapat dioprasikan dan dapat diwujudkan secara real. Karena tim assessment wwtp kami bukan membuat rancangan berdasarkan hitungan diatas kertas saja, tapi juga telah berdasarkan pengalaman dan survei di dunia nyata.

7. Hasil Assessment WWTP Di Rahasiakan 100%
Semua perusahaan tentu tidak ingin adanya hal buruk tentang mereka tersebar luas di media. Untuk itulah seluruh komponen Tim Jasa Assessment WWTP kami telah bersumpah untuk merahasiakan segalah hal kurang mengenakan tentang customer kami. 

Dengan begitu, Anda dapat dengan tenang memperbaiki keadaan WWTP di perusahaan tanpa takut akan ada sidak mendadak akibat kabar yang tersebar. 

Ditambah lagi dengan pengalaman kami dalam mengurus beragam izin lingkungan, kami akan memberika Anda beragam panduan untuk dapat menyelesaikan segala perizinan dengan mudah dan cepat.

Nah itu dia gambaran dari Jasa Assessment WWTP Profesional dari PT. CHEMINUSA. Untuk Anda yang membutuhkan jasa kami, silahkan hubungi kami langsung pada kontak dibawah ini : 

PT. CHEMINUSA " Water Treatment Specialist "
Jl. Raya Pasar Minggu , Komplek Ligamas Indah Kav.9
Kalibata - Jakarta Selatan
Telp : 021 7919 7920
Fax : 021 799 5765
HP1 : 0852 8832 5902 (Mr. Anggi)
HP2 : 0857 1147 2834 (Mr. Nurbana)
Email : admin@cheminusa.com

Baca selengkapnya

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Logic Diagram Baru : Salah satu hasil Assessment WWTP CHEMINUSA

Halo sobat olah-air.com selamat datang di postingan Part-2 tentang langkah langkah dalam melakukan assessment WWTP. Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang memiliki judul sama, yang terpaksa harus saya akhiri karena waktu mau diselesaikan saya keburu ngantuk hehe.

Nah bagi yang belum membaca tentang langkah assessment part-1 silahkan klik halaman dibawah ini :

Nah kembali ke topik mari kita lanjutkan postingan sebelumnya ya.

6. Analisis

Analisis adalah suatu tahapan pemeriksaan atas semua data yang telah masuk. Dari mulai tujuan yang diberikan, lay out, data analisa, data keseluruhan komponen, hasil wawancara dan masih banyak lagi. 

Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data yang paling tepat dan sesuai, sehingga proses evaluasi benar-benar memberikan hasil yang valid dan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Proses Analisa dalam assessment WWTP harus dilakukan oleh yang memang berkompetensi dalam bidang WWTP sebagai kontaktor dan juga konsultan karena ada beberapa teknik pembacaan data yang tidak dimiliki oleh sembarang orang kecuali yang memang berkecimpung dibidang tersebut.

Proses Analisis ini juga dilakukan untuk membuat suatu plot data outspek atau temuan sehingga nantinya bisa dijadikan laporan rekomendasi setelah proses assessment ini selesai.

7. Perancangan / Pembuatan rekomendasi

Langkah selanjutnya dalam melakukan Assessment WWTP adalah melakukan perancangan improvement selanjutnya. Perancangan ini bisa dalam hal pemberian spek detail saja, ataupun hingga gambar detail (semuanya tergantung kontrak awal).

Tentu saja perancangan ini dibuat untuk mencapai tujuan awal dari assessment itu tadi, apakah untuk melakukan perbaikan ataukah hingga proses penambahan kapasitas wwtp. Dalam beberapa hal perancangan juga bisa menyangkut kepada sistem operasi dan juga waktu operasi si wwtp bahkan pada proses otomasi.

8. Presentasi dan Pelaporan

Tahapan akhir dari suatu proses Assessment WWTP Biasanya akan diakhiri dengan adanya suatu presentasi yang menjelaskan hasil evaluasi dan juga rekomendasi dari keseluruhan proses. tahapan presentasi ini biasanya akan mengacu pada suatu nilai ekonomi tertentu karena sang Owner biasanya akan melihat biaya Capex ataupun Opex yang harus dikeluarkan selanjutnya.

Nah Itu dia sobat total 8 Langkah dalam melakukan assessment WWTP. 

Mudah-mudahan postingan ini dapat membantu sobat sekalian yang kebetulan sedang ditugaskan untuk melakukan self assessmet dalam bidang WWTP ataupun ingin melakukan suatu pengumpulan data dalam hal improvement secara sistematis.

Jika sobat olah-air.com membutuhkan bantuan dalam hal Jasa assessment WWTP secara profesional, kami juga menyediakan jasa tersebut sobat cukup menghubungi kami pada nomor dibawah ini :
Telp : 021 7919 7920
HP : 0857 1147 2834
Email : admin@cheminusa.com

PS:
Untuk teman-teman yang suka mempelajari dunia water treatment, silahkan bisa melihat langsung daftar isi dari blog ini di SINI atau bisa juga dengan mengklik follow pada akun google plus Anggi Nurbana DISINI sehingga bisa terus mendapatkan update knowledge.

Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Specialist in Water & Waste Water Treatment
Baca selengkapnya

Monday, 26 September 2016

Assessment WWTP, Apa itu dan Mengapa Harus dilakukan?

Definisi Ala Om Anggi Tentang Assessment WWTP

Pengecekan secara menyeluruh termasuk pada pompa underground adalah salah satu bagian dari assessment


Suatu sistem dikatakan berjalan dengan baik bila didukung oleh data-data yang menyatakan sistem tersebut demikian. Tanpa adanya data-data yang mendukung secara tertulis, maka apapun yang dikatakan oleh penanggung jawab sistem tersebut belum bisa dipercaya sepenuhnya.

Hmm.. Sepenggal paragraf tadi muda-mudahan dapat menjadi awalan pokok bahasan kita kali ini yang akan berbicara seputar assessment WWTP. Yang tentu tidak akan banyak membahas teknik seputar pengolahan water ataupun waste water treatment (Seperti pada banyak bahasan saya di blog ini), namun lebih kepada pandangan terhadap pentingnya aktifitas ini.

Maka, di tulisan kali ini sobat bisa bersantai sejenak karena saya tidak akan mengajak untuk berpikir keras sembari meminta sobat memegang kalkulator hehe.

Apa itu Assessment?

Kalau kita menurut pada artinya, maka Assessment berarti adalah suatu aktifitas evaluasi yang dilakukan guna mendapatkan data yang akan dipergunakan dalam rangka membuat suatu keputusan di masa depan (Kira-kira kitulah gampang na mah).
Assessment dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang memang ahli dalam hal tersebut sehingga hasil evaluasi atau penilaian yang diberikan bisa dijamin dan dipertanggung jawabkan.

Maka dari itu, untuk setiap kegiatan assessment apapun kita tidak bisa asal saja memilih personnya. Misal untuk assessment kelayakan suatu gedung untuk acara olimpiade maka yang digunakan sebagai assessor tentunya adalah seorang arsitek ternama, ahli sipil dan ME ataupun lainnya tidak bisa asal comot saja.


Kalau Assessment WWTP Berarti..?

Bagaimana, sudah ada bayangan tentang Assessment itu sendiri? mudah-mudahan sudah ya, karena hal yang sama akan merujuk pada assessment WWTP yang berarti aktifitas evaluasi wwtp oleh para ahli guna mendapatkan data ataupun rancangan untuk mengambil keputusan dimasa yang akan datang.

Jadi segala hal yang berkaitan dengan Jasa Assessment WWTP itu nantinya akan dievaluasi dan biasanya di ujung akan ada keputusan dari assessment tersebut apakah si WWTP ini akan direhab, dibuat baru ataukah akan diupgrade. Yang semua keputusan tersebut didapatkan dari satu persatu faktor yang telah dinilai sebelumnya.

Lihat Juga : Cara Pintar Mengecilkan Ukuran WWTP

Kenapa Harus WWTP di Assessment?

Oke pertanyaan bagus, kenapa sih suatu WWTP harus di Assessment?
Jawabannya adalah karena akan adanya suatu perubahan pada tempat si WWTP tersebut dibuat. Apakah akan ada perubahan jumlah karyawan, perubahan jadwal, perubahan jalur dsb. Yang intinya akan turut mempengaruhi proses pengolahan ataupun proses penyaluran air limbah.

Bingung Nih Om Anggi, Kasih Contoh Kongkrit dong!

Oh.. Bingung ya?? Hehe.. ya pasti deh bingung karena tulisan seperti ini memang terkesan seperti filsafat yang muter-muter aja. Makanya untuk lebih jelasnya kita akan gunakan sebuah contoh saja ya.

"Sebuah kilang minyak pabrik pengolahan minyak mentah menjadi minyak setengah jadi memiliki kapasitas produksi sebanyak 5000 m3 sehari. Di tahun ini mereka mendapatkan peningkatan permintaan barang sebanyak 2000 m3 sehari. Sehingga kilang minyak tersebut harus menambah jumlah karyawan, area produksi dan tentu saja peralatan serta kemungkinan akan bertambah pula jam kerja karyawan tersebut (tentu bila di perlukan).

Pabrik tadi adalah pabrik yang memiliki perhatian yang cukup baik pada lingkungan hidup, oleh karenanya mereka juga turut memikirkan apakah si WWTP ataupun IPAL yang ada di pabrik tersebut harus turut ditingkatkan kapasitasnya secara full (Seluruh komponen wwtp di upgrade), ataukah bisa menambah jam kerja saja ataukah ada opsi lainnya yang lebih ekonomis dari itu"

Lihat juga : 6 Hal yang harus diperhatikan dari proses Biologi di WWTP

Nah dengan adanya kasus diatas, biasanya baru deh turun permintaan Assessment dari para petinggi pabrik tersebut agar mendapatkan jawaban yang tepat. Dan agar assessment tersebut benar-benar dapat dipercaya dipanggillah beberapa ahli dalam bidang ini yang biasanya dilakukan dengan tender dan melihat track record dari para assessor ini.

Satu hal lagi, demi menjaga netralitas biasanya nanti apapun hasilnya dokumen rancangan yang dibuat tidak boleh hanya merujuk pada satu merek tertentu karena akan ada subjektifitas disana sehingga mereknya akan disebutkan sebagai equal.

Dan untuk memberikan tingkat keyakinan yang lebih baik lagi, hasil assessment dari wwtp harus dapat dipertanggung jawabkan dengan adanya perhitungan satuan proses yang menyatakan ini apa, kenapa, dari mana dan bagaimananya.

Lihat Juga : Cara Menghitung TDS Permeate dan Reject dari Reverse Osmosis

Oough It's Enough about Assessment WWTP Om..

Well.. saya juga merasa sudah cukup tulisan ini rasanya sudah cukup jelas juga dalam membahas tentang apa itu assessment WWTP dan alasan kenapa assessment mesti dilakukan. Dan jika sobat ingin tahu lebih banyak maka pantengin aja terus olah-air.com karena pada postingan-postingan selanjutnya saya akan membahas tentang langkah-langkah assessment wwtp juga lho.

Stay Tune Bro..

Salam Hangat,

Mr. Anggi

PS :
Untuk dapat terus mendapatkan Update dari Blog ini langsung ke email Anda, Silahkan Add google plus Anggi Nurbana dengan menekan tombol Follow disini 


Baca selengkapnya

Tuesday, 20 September 2016

Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

WWTP dapat dikecilkan ukuran desainya dengan beragam cara


Installasi Pengolahan Air Limbah atau Waste Water Treatment Plant (WWTP) adalah suatu tempat yang banyak sekali pemilik industri kurang sukai. Mengapa kurang suka? sebab tempat ini bukanlah profit center yang akan terus mendatangkan uang, namun justru sebaliknya WWTP ini adalah cost center.

Ya WWTP ini adalah cost center karena selalu saja mengeluarkan uang. baik dari mulai perancangan, pembuatan, operasional, dan perizinan. Sampai-sampai saya sering mendengar keluhan dari pemilik usaha "Kok Mau Buang Aja Susah ya?" dan kalau sudah mendengar kata-kata tersebut, biasanya saya tidak lama pamit saja. sebab percuma berbicara dengan orang yang hanya mau profit tapi tidak memikirkan lingkungan.

Beragam cara selalu coba dilakukan pada WWTP ini. Seolah-olah bagian ini tidak boleh bergerak karena selalu membutuhkan biaya. Dan percayalah hal ini benar adanya.

Apa Saja Yang Selalu Coba di Cost Down di WWTP ?

Banyak sekali bagian yang selalu coba di cost down dari suatu WWTP. Dan berikut ini adalah beberapa diantaranya :
1. Chemical
2. Equipment
3. Man Power
4. Energi
5. Area

Nah Tiap-tiap point yang bisa dicost down tadi ini, dalam postingan kali ini kita akan membahas tentang point cost down pada area. Kenapa? Karena ini lah satu-satunya cost down yang menurut saya paling safe, asalkan diperhitungkan secara cermat.

Dan Areapun, percaya ataupun tidak seringkali tidak bisa diperbesar lagi, tidak seperti mesin yang dapat ditambah, area suatu pabrik terkadang tidak bisa ditambah karena kanan kiri dan depan belakang sudah terisi.

Makanya dalam postingan saya kali ini, saya akan membahas tentang cara mengecilkan area WWTP. Yah Walaupun hal ini mungkin tidak berlaku bagi pabrik atau perusahaan yang sudah sama sekali tidak memiliki area untuk WWTP bahkan tidak memiliki WWTP.

Dan paling pas tips ini diterapkan pada proses perancangan WWTP baru, sehingga area bisa dihemat semaksimal mungkin.

Lihat Juga : 6 Hal Yang Harus di Maintain pada proses Biologi

6 Tips Mengecilkan Ukuran Area WWTP


Dan seperti apa caranya? Mari kita simak beberapa point berikut ini:

1. Mengecilkan Area WWTP dengan Penambahan Jam Kerja WWTP
Jika sebuah pabrik ingin mengejar target produksi yang tinggi. Biasanya pabrik tersebut akan melemburkan karyawannya sehingga akhirnya target tersebut tercapai.

Dan hal senadapun tentu dapat kita lakukan pada WWTP yang perusahaan kita miliki. Alih-alih menambahkan area karena harus menginstal tangki baru ataupun equipment baru yang kita bingung mau ditaro dimana. Maka kita bisa memilih menambah jam kerja WWTP.

Yang biasanya WWTP jalan 8 jam, kita bisa buat dia menjadi 16 jam ataupun 24 jam. Tentunya demi menghemat cost pembayaran operator kita dapat menyettingnya dalam posisi auto.

Lihat Juga : Mengenal teknik segregasi

2. Mengecilkan Area WWTP dengan Penambahan Equipment
Tips kedua untuk mengecilkan area WWTP adalah dengan menambahkan Equipment. Proses yang tadinya berjalan secara gravitasi dapat kita buat lebih cepat jika kita dorong menggunakan equipment pompa.

Proses dosing yang tadinya dengan static mixer dan jerigen dilubang, bisa kita ganti dengan menggunakan dosing pump plus agitator. Dengan demikian debit limbah yang bisa diolah nantinya akan naik menjadi lebih besar sekaligus waktu operasinya lebih pendek. Alhasil nantinya dengan waktu operasi yang sama jumlah air limbah yang diolah bisa lebih banyak dan terkait dengan itu, area yang seharusnya ditambah besar misalkan, akhirnya menjadi lebih kecil bahkan tidak perlu ditambah.

Lihat Juga : 7 Alasan Mengapa Anda Harus Punya Alat Ukur di WWTP

3. Mengecilkan Area WWTP Dengan Penambahan Media Pelekat Bakteri

Tips ketiga untuk mengecilkan area WWTP ini adalah dengan menambahkan media pelekat bakteri. Hah Buat Apa?

Proses biologi, adalah proses yang paling banyak memakan area di WWTP. Bagaimana tidak,  karena  dalam prakteknya minimalnya kita membutuhkan tangki dengan volume sehari debit untuk dapat mengolah air limbah yang mengandung zat organik.

bayangkan kalau debit air limbah sehari adalah 100 m3/day, maka kita memerlukan membuat tangki 100 m3 juga?

Nah daripada harus membuat tangki sebesar itu, pilihan selanjutnya adalah dengan memangkas area tersebut via pemasangan media pelekat bakteri seperti bio ball, honey comb dan juga organcyl.

Lihat Juga : Jual Tangki Panel Fiber Glass Kualitas terbaik

4. Mengecilkan Area WWTP dengan Underground Tank

Oke kita masuk ke tips ke empat. Di Tips ke empat ini kita dapat mengecilkan area WWTP dengan membuat underground tank. Alih-alih membuat tangki diatas tanah, kita dapat memilih untuk membuat tangki dibawah tanah dengan begitu bagian atasnya dapat kita manfaatkan untuk hal lainnya.

Tapi saya sarankan untuk bagian atas tangki underground ini tidak dibangun bangunan ataupun dipasang equipment dengan beban yang berlebihan, karena takut rubuh bos hehe (Dan ini serius)


5. Mengecilkan Area WWTP dengan Vertical Tank

Kita juga bisa memperkecil penggunaan area dengan membuat tangki yang setinggi mungkin. Namun yang harus tetap kita perhitungkan adalah gaya hidrostatis samping dari si tangki tadi jangan sampai membahayakan equipment atau area sekitar. Karena kita tahu bahwa semakin tinggi suatu tangki, maka tekanan air didalamnya akan semakin besar.

Lihat Juga : Politik dalam dunia pengolahan air limbah

6. Mengecilkan Area WWTP dengan Penyatuan Proses

Tips terakhir dari saya adalah, Anda dapat mengecilkan area WWTP dengan cara menyatukan beberapa proses menjadi satu. Dari pada membuat tangki reaksi, sedimentasi dan equalisasi. Anda dapat membuat 3 tangki tersebut sekaligus dalam satu tangki.

Jadi konsepnya adalah, ketika si air limbah tadi masuk ke tangki equalisasi dan tangki tersebut penuh, kita dapat mengaduk si limbah tadi dengan chemical (Reakasi) plus mengendapakan yang sludgenya sehingga dapat langsung ditransfer ke area pengeringan lumpur dan air jernihnya dapat dibuang ke badan air.

Nah Sekian Postingan kita pada hari ini. Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi dalam kesempatan berikutnya.

Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana
0852 8832 5902
Baca selengkapnya

Monday, 19 September 2016

Cara Mengurangi dan Menghilangkan Busa Foam Pada Air Limbah

Cara Mengurangi dan Menghilangkan Busa Foam Pada Air Limbah

Kalau Busa Yang Ini Tidak Berbahaya dan Dapat Dinikmati (Sumber Gambar www.seriouseat.com)

Busa pada air limbah adalah salah satu hal yang cukup sulit untuk dapat ditangani. Selain menjengkelkan, busa sendiri dapat menyebabkan banyak masalah bagi pabrik, seperti :

1. Tidak terlihatnya proses di WWTP Akibat Tertutup Busa
2. Protes dari Masyarakat setempat akibat busa yang berterbangan ke lingkungan sekitar
3. Potensi kontaminasi B3 akibat busa berterbangan
4. Menurunnya efektifitas chemical pada reaksi kimia
5. Dimarahinnya Bagian yang berhubungan dengan WWTP (maintenance/utilty/engineering/ehs) hehehe.

Maka karena demikian banyaknya masalah yang akan ditimbulkan oleh si busa ini, tentu kita setuju untuk mengenyahkannya sebelum banyak korban jatuh bergelimpangan dimana-mana (Lebay Mode).

Namun pertanyaannya adalah bagaimana sih metode yang tepat dan murah (Tentu saja kalau urusan limbah harus yang paling murah) untuk dapat mengurangi bahkan menghilangkan busa foam pada proses pengolahan air limbah?

Temukan Dulu Sumber Foam/ Busa Pada Air Limbah

Seperti pengobatan dalam dunia medis, tentunya yang paling tepat untuk menyembuhkan seorang pasien yang sakit adalah dengan menemukan dimana sih akar penyakitnya? Karena dengan menemukan akar penyakitnnya, maka si pasien bisa sembuh total dan tidak kambuh-kambuh lagi.

Seperti teori diatas, maka untuk menyembuhkan "Penyakit" busa ini kita terlebih dahulu harus menemukan penyebab dari timbulnya busa itu sendiri agar "pengobatan" yang kita berikan dapat bersifat permanen.

Basic Knowledge : Perbedaan air Limbah dan Limbah B3

 Beberapa Sumber Terjadinya Busa

1. Udara Yang terperangkap Akibat Pengadukan
2. Bakteri Filament
3. Surfaktan
4. Injeksi Udara yang berlebihan

Setiap penyebab terjadinya busa tadi secara jelas dapat diketahui melalui investigasi lapangan oleh seorang waste water engineer yang didukung dengan pemeriksaan data history inlet, outlet dan operasional wwtp.

Nah setelah kita ketahui penyebab dari datangnya busa tersebut pada proses pengolahan air limbah kita, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengurangi dan menghilangkan busa foam pada Air Limbah :

9 Cara Pengendalian Foam Pada Air Limbah


1. Kontrol Injeksi Udara
Proses ini dapat Anda pilih jika ternyata foam terjadi pada area-area yang menggunakan udara baik untuk pengadukan, ataupun untuk proses biologi. Seperti halnya tangki equalisasi ataupun tangki aerasi.

Dalam skala kecil, operator dapat mencobanya dengan mengambil sampel dan meniupkan udara pada sampel tersebut dengan sedotan (Sangat tidak disarankan namun demi kecepatan aksi cara ini bisa dilakukan). Jika pada sampel tersebut timbul buih yang cukup banyak maka operator bisa segera menurunkan injeksi udara yang masuk ke tangki.

Lihat Juga : Teknik Segregasi Air Limbah

2. Pemasangan Baffle
Cara kedua untuk menghilangkan busa dari air limbah ini dapat Anda pilih jika ternyata busa sering muncul pada area mixing. Dalam pengalaman saya, busa sering muncul pada penggunaan agitator dengan kecepatan tinggi dengan blade yang bersirip besar sehingga akan menghasilkan vortex ditengah tangki.

Proses pengadukan seperti ini selain dapat menimbulkan foam, juga tidak efektif dalam mencampurkan chemical atau zat-zat supaya homogen. Untuk itu penggunaan baffle adalah salah satu pilihan yang tepat. dengan adanya baffle, pola vortex akan dirusak sehingga udara yang terperangkap akan lebih sedikit dan proses pengadukan akan memberikan hasil yang lebih homogen.



3. Memecah Area Biologi
Pada beberapa kasus, seperti pada pabrik pengolahan minyak goreng, dan lemak. Beberapa bakteri filamenteus dapat tumbuh dan menyebabkan adanya lapisan seperti surfaktan di permukaan air limbah. Hal ini tentunya akan menyebabkan udara terperangkap diatas dan menjadi foam yang merepotkan.

Untuk menanggulanginya, disarankan untuk memecah area biologi dari satu kolam besar ke beberapa kolam kecil. Hal ini untuk mencegah tumbuhnya bakteri filamen, sehingga nantinya keberadaan foam dapat berkurang bahkan hilang.

Lihat Cirinya Kalau Mengundang Kontraktor! : Syarat-syarat Ahli Water Treatment

4. Pemisahan dan Eliminasi Surfaktan
Deterjen, Sabun dan semacamnya memang didesain mengandung surfaktan untuk dapat mengangkat kotoran. Hal tersebut sebenarnya bagus adanya, namun jika jumlah surfaktan terlalu banyak maka tentu akan membuat lapisan takut air yang sangat tinggi sehingga sulit ditembus udara untuk masuk ataupun keluar dari air limbah.

Solusinya adalah dengan meminimalisasi surfaktan yang masuk ke air limbah Anda. Atau Anda bisa juga menggunakan detergen yang lebih mudah diurai seperti detergen LAS.



5. Penggunaan Chemical
Penggunaan Chemical seperti Anti Foam, adalah solusi paling cepat yang dapat Anda ambil. Namun sejatinya solusi ini adalah solusi sementara saja, karena tidak mengangkat si penyakit dari akarnya. Dan walau terkesan cepat solusi penggunaan chemical anti foam untuk menghilangkan busa pada air limbah akan menambah beban operasional wwtp secara rutin.

Opsi ini saya sarankan diambil sebagai opsi urgen saja, yakni untuk mengatasi masalah jangka pendek saja dan bukan jangka panjang.

Butuh Chemical? Kontak Disini : Daftar bahan Kimia Water Treatment

6. Sprinkler Method
Metode penyemprotan air dari bagian atas tangki dapat menjadi pilihan yang cukup baik, jika Anda memiliki cukup air pada plant Anda. Dengan adanya air yang jatuh ke foam, maka foam akan terpecah dan berkurang.

Kekurangan dari cara ini adalah nantinya jumlah air limbah yang Anda olah akan bertambah akibat adanya air tambahan yang masuk ke sistem WWTP.

Lihat juga : Cara Menghilangkan Lumut dari Tangki

7.  Penggunaan Skimmer
Skimmer atau penyapu dapat menjadi pilihan tepat untuk kasus dimana si busa relatif stabil dan terukur ketinggiannya. Dengan penggunaan skimmer, si busa akan disapukan ke area tertentu dimana mereka dikumpulkan dan dipecahkan.



8. Konfigurasi Pemipaan
Cara selanjutnya untuk menghilangkan Busa Foam dari sistem pengolahan air limbah Anda adalah dengan mengatur pemipaan. Busa pada umumnya terjadi karena adanya kontak cairan dengan udara, sehingga mereka terperangkap dan menimbulkan gelembung.

Untuk mengatasinya, Anda dapat membuat pipa yang masuk kedalam tangki se rendah mungkin sehingga tidak terjadi benturan antara cairan dengan udara yang terlalu banyak.

9. Penumbuhan Bakteri Probiotik

Opsi nomor sembilan ini dapat diambil jika busa terjadi pada proses biologi khususnya area anaerob. Anda dapat menumbuhkan jenis bakteri prebiotik dari usus. Dimana mereka akan mencegah masuknya udara dan menggunakan udara yang ada untuk proses pemecahan rantai organik.

Nah Itu dia Daftar Cara Mengurangi dan Menghilangkan Busa/Foam Pada Air limbah. Untuk lebih jelasnya tentang desain dan konsultasi dapat menghubungi kami langsung di PT. CHEMINUSA.



Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Saturday, 17 September 2016

6 Hal Yang Harus diMaintain Dalam Proses Biologi WWTP

6 Hal Yang Harus diMaintain Dalam Proses Biologi WWTP

Proses Pengambilan Sample di Sum Pit untuk Mengetahui Kondisi Aktual

Proses biologi adalah sebuah proses yang hampir dapat kita temukan dalam setiap WWTP. Pada umumnya, proses ini akan ada pada WWTP domestik ataupun STP. Tidak ketinggalan dalam perusahaan-perusahaan yang mengikut sertakan zat organik dalam prosesnya bagian Biologi pun sudah pasti hadir.

Ada Beragam Jenis Proses Biologi
Proses biologi hadir dalam beberapa wujud yang tidak mesti sama antara satu dengan lainnya. Ada yang menggunakan wujud tangki aerasi, anaerob, tangki membrane bio reactor, mbbr, sbr, dan juga ada yang seperti roda berputar alias RBC. Bahkan salah satu perusahaan engineering untuk masalah limbah dari Amerika yang bernama Organica, menggabungkan proses biologinya dengan taman dan pohon-pohon.

Tapi diluar dari bentuknya yang amat beragam, sebenarnya proses biologi itu memiliki prinsip-prinsip yang sama. Dan yang utamanya adalah, semuanya dibuat harus telah diuji cobakan pada jenis bakteri tertentu dan untuk mengolah air limbah jenis tertentu pula.

Artikel Terkait : Pengetahuan Wajib Engineer Waste Water

Apakah Sistem Biologi tiap WWTP Sama?
Jawabannya tentu saja tidak, karena semua kembali kepada jenis limbahnya yang berbeda, kandungan polutan yang terdapat didalamnya, tingkat pencemaran, debit dan hal-hal lainnya. Yang hal tersebut Anda bisa simak di salah satu postingan saya disini : KLIK DISINI

6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi di WWTP
Nah, saya harap beberapa paragraf diatas sudah memberikan pembukaan yang cukup tepat untuk postingan kali ini (Kalau tidak mohon di maafkan, karena mungkin penulisnya kurang piknik hehe). Maka tanpa berlama-lama lagi mari kita simak hal apa saja sih yang harus di maintain dalam proses biologi di WWTP.

1. Kadar Dissolved Oxygen
Hal pertama yang harus di maintain pada proses biologi adalah kadar oxygen yang ada didalamnya. Wa bil Khusus pada tangki aerasi dimana bakteri yang hidup disini memerlukan kandungan oxygen yang cukup tinggi yakni sekitar 3 - 5 mg/L dan mereka akan terganggu hidupnya bahkan mengalami kematian massif (Akan terjadi lumpur hitam yang berbau busuk) jika nilai tersebut berada dibawahnya.

Namun lain halnya dengan tangki anaerobic, dimana disana keberadaan oxygen justru akan menjadi racun bagi bakteri yang berada didalamnya. Untuk itu kandungan DO di tangki ini justru harus ditekan seminimal mungkin yakni berada di bawah nilai 0,5 ppm.

Artikel Terkait : Pengertian Dissolve Oxygen dan Pengaruhnya pada proses

2. Suhu
Suhu memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan bakteri dalam proses biologi di wwtp. Beruntung kita tidak tinggal di eropa yang memiliki empat musim dengan suhu yang memiliki rentang yang sangat jauh sehingga merepotkan pengaturan suhu.

Suhu untuk proses biologi sendiri biasanya ada di rentang 30-40 Derajat Celcius dan jika berada jauh diatas atau dibawah nilai tersebut biasanya proses pemecahan rantai organik akan berlangsung lebih lambat. Bahkan pada kasus suhu yang sangat tinggi (Dekat dengan suhu didih) beberapa bakteri dapat tereleminiasi. Itulah sebabnya dalam beberapa industri, sebelum masuk ke area WWTP air limbah biasanya didinginkan terlebih dahulu dengan cooling tower atau proses lainnya.

Cukup Menarik : Pengolahan Limbah Tekstil Dengan Kotoran Sapi, Mungkinkah?

3. Nutrisi Untuk Mikroba
Seperti halnya manusia, Bakteri dan mikroba lainnya juga adalah Mahluk yang memerlukan makanan dalam hidupnya. Kalau manusia makannya Nasi, Rendang, Plus Lalapan (Uppss itu mah nasi padang), bakteri ini lain lagi ceritanya.

Bakteri tidak memakan nutrisi kompleks yang sulit dipecah seperti manusia, mereka lebih mudah mencerna nutrisi yang sudah dalam bentuk cair dan memiliki kandungan mikro nutrisi khusus untuk mereka. Seperti Glukosa, Laktosa, dan lainnya.

Untuk menghitung jumlah nutrisi yang tepat pada proses biologi biasanya kita akan menggunakan rumus F/M Ratio. Dimana beberapa faktor yang termasuk didalamnya adalah nilai flow dari air limbah, nilai BOD inlet, volume tangki biologi dan juga nilai MLSS hasil pengukuran.



Mesti Baca Jika Pake Aerasi : Cara Menentukan Ukuran Blower Pada Proses Aerasi

4. Retention Time 
Retention time adalah salah satu hal yang paling pertama ditentukan ketika mendesain si WWTP itu sendiri. Beberapa orang menyebut retention time adalah waktu tinggal dari bakteri, dan sayapun setuju untuk ikut dengan istilah tersebut.

Semakin lama Retention time yang dimiliki oleh suatu proses biologi biasanya akan terjadi penurunan nilai COD, BOD, TOC yang lebih baik pula. Namun tentu saja hal tersebut akan berdampak pada membengkaknya volume dari tangki proses biologi itu sendiri.

Untuk proses biologi anaerob, waktu tinggal yang disarankan berkisar dari 1,5 hari hingga 5 hari (tergantung nilai BOD Load) dan untuk proses biologi aerasi waktu tinggal yang disarankan berkisar 1/2 hari sampai 1,5 hari.

Maka dari itu sekarang ini kita sering menjumpai digunakannya media pelekat bakteri seperti honey comb, bio ball dan Bio Cylinder yang dapat membuat waktu tinggal bakteri menjadi lebih lama tanpa memperbesar ukuran si tangki itu sendiri.

Basic Banget ! : Pengetahuan Jenis-Jenis Tangki IPAL

5. pH
Nilai pH mempengaruhi keberhasilan dari proses wwtp dan juga tingkat penerimaannya terhadap standar baku mutu yang berlaku. Dalam prakteknya nilai pH sangat berdampak signifikan pada semua lini oprasi WWTP. Dari mulai proses mixing, proses reaksi dengan kimia, sedimentasi, dan juga proses biologi.

Dalam proses biologi sendiri, nilai pH yang disarankan ada diangka 6-8. Dalam rentang pH tersebut proses pemecahan rantai organik dapat berlangsung optimal dan juga bakteri dapat tumbuh dengan baik.

Setelah dimaintain pada posisi pH 6-8, terkadang saya pribadi menemukan ada beberapa kasus dimana proses acidogenesis berlangsung dengan sangat baik sehingga pH air keluaran proses biologi telah turun nilainya hingga ke rentang asam. Untuk mengakali hal tersebut biasanya kita akan menggunakan penambahan basa ke dalamnya, namun tetap dalam konsentrasi yang tidak membuat proses biologi menjadi kolaps.

Artikel Terkait : Kenapa Koagulasi pH-nya Mesti diatur?

6. Kontaminasi Toxic Chemical
Nah ini dia salah satu hal yang sangat sering diabaikan oleh para operator, manager, maupun pemilik usaha yang memiliki WWTP.
Anggapan WWTP adalah magic box sering kali membuat seluruh pihak membuang apa saja ke dalam area wwtp yang salah satunya adalah zat racun bagi mereka.

Sudah kita ketahui bersama bahwa Di Proses WWTP ada bakteri yang juga memiliki respon penolakan terhadap zat racun pada mereka. Respon penolakan tersebut bisa berupa terjadinya busa, hingga kematian lumpur aktif secara masif.

Masih Nyambung : Proses Desinfeksi pada Water Treatment

Oleh karena zat-zat yang bersifat desinfektan seperti Hypochlorite, Formalin, Phenol, KMnO4 dan lainnya sangat dilarang untuk masuk kedalam area WWTP. Kecuali sudah mendapat perlakuan pengenceran terlebih dahulu sehingga tidak membahayakan proses biologi.

Mr. Anggi dari Cheminusa


Nah tidak terasa sudah cukup banyak pikiran ini tertuang dalam postingan 6 hal yang harus diMaintain dalam proses Biologi WWTP. Mudah-mudahan tulisan ini tidak dianggap sebagai pengetahuan saja karena para praktisi dunia WWTP tentu tahu betapa sulitnya menumbuhkan bakteri WWTP dari awal.

Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya