Showing posts with label TEKNIK PENGOLAHAN. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK PENGOLAHAN. Show all posts

Thursday, 3 May 2018

4 Cara Melunakan Air Limbah

4 Cara Melunakan Air Limbah



Air limbah adalah air yang telah tercemar oleh polutan tertentu sehingga air tersebut tidak lagi aman untuk dibuang ke lingkungan bebas. Air Limbah juga sangat berbeda dengan Limbah B3. Dimana limbah B3, memiliki kandungan air yang rendah, malah kebanyakan polutan daripada airnya.

Oh iya, kembali ke topik. kali ini kita akan membahas tentang cara-cara untuk melunakan air limbah. Yakni sebuah proses untuk membuat air limbah menjadi lebih mudah diolah. Tujuan proses ini tentu untuk dapat mengolah air limbah secara lebih efektif dan lebih murah serta aman.

Contoh kasus :
Sebuah perusahaan farmasi, memiliki buangan air limbah dari produk ekspektoran mereka. Jika limbah tersebut langsung dibuang ke lingkungan maka akan merusak. Dan jika langsung diolah, maka tentu membutuhkan proses yang berat. Oleh karena itu dilakukanlah proses pelunakan air limbah.

Dibawah ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melunakan air limbah :

1. Penambahan Limbah Domestik
Sobat bisa menambahkan Limbah domestik yang berasal dari toilet ataupun dari washtafel pada air limbah konsentrat yang sobat miliki. Teknik ini akan membuat air limbah tercampur dan memiliki jumlah volume lebih tinggi, namun memiliki jumlah polutan yang lebih rendah secara rata-rata.
Dengan begitu, proses pengolahan air limbah dapat menjadi lebih mudah.

efek tambahannya adalah, nanti standar baku mutu yang harus digunakan akan menjadi lebih ketat. Karena bukan lagi standar baku mutu air limbah industri tapi ke limbah domestik.

2. Pencampuran dengan Limbah Jenis Lainnya
Teknik kedua hampir mirip dengan yang pertama. hanya saja ada sedikit perbedaan. Disini air limbah industri dicoba dinetralkan dengan limbah industri lainnya. Seperti air limbah hasil regenerasi anion di homogenkan dengan air limbah regenerasi cation. Maka akan terjadi air limbah yang netral (Walau tds-nya naik ya hhehe).

Pengaplikasian teknik ini pada intinya adalah dengan menghomogenkan jenis-jenis limbah yang bisa saling netral atau saling reaksi. Yang perlu diingat adalah menghindari reaksi oksidasi ataupun pembakaran terjadi.



3. Penggunaan Air Terbuang
Ada banyak air yang terbuang dan tidak masuk ke dalam kolam air limbah. Padahal air tersebut bisa membantu proses pelunakan air limbah sehingga menjadi lebih mudah diolah. Beberapa saran saya untuk air terbuang yang dapat digunakan antara lain :
a. Air Wastafel dan Wudhu
b. Air buangan Boiler
c. Air Buangan Cooling Tower
d. Air hujan (kalau yang ini sebenarnya ga boleh)

4. Gravitasi Process
Cara pelunakan air limbah yang keempat adalah dengan membuat beberapa proses fisika gravitasi. Pemisahan padatan tersuspensi dilakukan terlebih dahulu. Teknik ini bisa dilakukan dengan membuat beberapa pit sedimentasi. Bisa juga dengan membuat oil ataupun junk trap.
Dengan proses ini, parameter pengotor dapat dikurangi dengan usaha yang minimal, namun akan memberikan impact yang besar pada pengolahan selanjutnya.
ahli pengolahan air indonesia


Baca selengkapnya

Friday, 24 July 2015

[SHARE] CARA MENGHITUNG VOLUME RESIN PADA DEMIN PLANT ATAU SISTEM ION EXCHANGE

CARA MENGHITUNG VOLUME RESIN PADA DEMIN PLANT ATAU SISTEM ION EXCHANGE


Demin Plant, Cara Menghitung resin, Perhitungan Resin, Ion Exchange, Cation Resin, Anion Resin
Demin Plant By Cheminusa 

Proses Demineralisasi atau demin plant, merupakan salah satu proses yang cukup umum digunakan dalam banyak WTP di Dunia Industri baik manufaktur, Makanan-minuman, Farmasi, maupun dalam dunia migas.

Proses demin dilakukan dengan metode Ion Exchange (Pertukaran Ion) dengan menggunan Resin Kation dan anion, sehingga ion-ion yang terdapat pada air baku (Raw Water) dapat ditangkap oleh resin tersebut sehingga keluarannya menjadi bebas dari ion (atau minimum).

Lihat Juga : Artikel Tentang Demin Plant

Nilai Elektro Conductivity atau EC atau Bisa disebut juga dengan TDS (Jika dibagi dengan 0,61) merupakan salah satu nilai parameter yang menjadi target keberhasilan proses demineralisasi. Suatu proses demineralisasi dikatakan berhasil jika dapat menurunkan nilai Conductivity atau minimum 80% atau sesuai dengan target yang diinginkan. Berikut adalah Persamaan reaksi untuk proses Ion Exchange yang kita ceritakan ini :

R-SO3H+               + NaCl   ==> R-SO3Na+ + HCl         (Reaksi Pada Resin Kation)
R-CH2N(CH3)3OH + HCl   ==> R-CH2N(CH3)3Cl-  + H2O (Reaksi Pada Resin Anion)

Kedua reaksi tersebut akan terus terjadi selama resin yang digunakan belum mengalami kejenuhan. Apabila sudah jenuh, yang ditandai dengan tidak tercapainya target TDS atau EC maka perlu dilakukan proses regenerasi. Untuk Cara dan teknik regenerasi resin akan kita bahas pada postingan selanjutnya ya :)

Salah satu hal yang paling penting dalam merancang sebuah demin plant adalah menentukan jumlah resin yang akan digunakan dalam proses. Kenapa Penting? Karena jumlah resin yang digunakan akan sangat menentukan jumlah air yang dapat diproduksi, kapan waktu siklus regenerasi dilakukan, serta jumlah chemical yang akan digunakan dalam proses regenerasi. Oleh karena itu, sekarang mari kita bahas bersama tentang cara menghitung resin.

Rumus Perhitungan Resin


Menghitung Volume Resin Bisa dilakukan secara manual ataupun automatis





Dimana :
VR
=
Volume Resin (Liter)
Q
=
Debit (m3/hr)
T
=
Lamanya Waktu Regenerasi dalam jam
TDSfeed
=
Jumlah Total Ion dalam Raw Water
TEC
=
Kapasitas Resin (40 kgr/ft3 untuk Cation dan 21,9 kgr/ft3 untuk Anion)
h
=
Efisiensi Resin (80 - 90%)
VP
=
Volume Produk (m3)
35,34
=
Faktor konversi ft3/m3
15,45
=
Faktor konversi kgr/m3

Cara Menentukan Jumlah Resin dalam Cation Tank Maupun Anion Tank

Resin merupakan hal yang harus diperhitungkan secara detail untuk mendapatkan hasil yang optimum. Sehubungan dengan itu, ada dua cara yang umum yang dipakai untuk menghitung jumlah resin yang digunakan. Cara untuk menentukan jumlah resin dalam ion exchange antara lain :
1. Dengan Pendekatan Target Produksi dan Lamanya Waktu Regenerasi
2. Dengan Jumlah Resin sudah ditentukan awal, baru dihitung total produksinya
Dari kedua cara diatas, sesungguhnya saya pribadi lebih senang menghitung dengan cara pertama, dan memang cara ini yang biasa saya lakukan untuk project project di Cheminusa. Karena cara pertama lebih mengikuti target dan akan senantiasa sesuai dengan target produksi pada akhirnya dibandingkan dengan cara kedua. Untuk itu mari kita bahas yang nomor pertama saja ya :

Menghitung Volume Resin, Berdasarkan Target Produksi
Penentuan Volume resin berdasarkan target produksi, berarti volume resin yang kita sediakan dalam tangki kation ataupun anion dihitung berdasarkan jumlah debit air yang ingin dihasilkan.


Untuk kapasitas resin biasanya dapat diketahui dari Specification data sheet yang disediakan oleh supplier. Semakin tinggi nilai kapasitasnya, maka semakin baik resin tersebut dalam menukar ion. 

Dalam literatur biasanya disebutkan kapasitas untuk resin Kation adalah 39 sedangkan kapasitas resin anion adalah 21,9. Namun dalam dunia real dan pengalaman yang telah terbukti (Sehubungan dengan supplier sering memberi resin dari China yang berkualitas kurang baik) maka disarankan untuk resin kation dihitung di kapasitas 35, sedangkan resin anion dihitung pada kapasitas 18 (Sehingga tidak akan terjadi under design dalam pembuatannya kelak).

Contoh Perhitungan Resin

Sebuah perusahaan manufaktur menginginkan untuk dapat memiliki supplai air ber TDS rendah untuk masuk ke dalam boiler di plant mereka. Supplai yang ingin dimiliki adalah sebesar 5 m3/hr. Air tersebut dianalisa dan didapatkan nilai TDS pada air adalah 150 mg/L. Tentukanlah jumlah Resin Kation dan Anion yang digunakan? (Regenerasi pada tiap 120 m3)
Perhitungan Resin Kation
Cara Menghitung Resin Kation, resin Kation, Perhitungan resin, Ion Exchange



Perhitungan Resin Anion
Cara Menghitung resin Anion, Resin Anion, Perhitungan resin Anion, Rumus Hitung resin


Perhitungan Lamanya Regenerasi
Lamanya waktu regenarsi secara mudah dapat dihitung dengan membagi volume persiklus regenerasi dengan volume produksi perjam.
Lama Regenerasi = 120 / 5 = 24 Jam atau 1 hari sekali setiap regenerasi.
*Dalam perhitungan TDS feed, disarankan memakai TDS hasil perhitungan as ppm Kalsium Karbonat. Namun dalam prakteknya memang lebih mudah jika memakai TDS as mg/L (Menggunakan TDS meter)
** nilai Efisiensi Resin dapat bervariasi, namun disarankan menggunakan nilai 80% untuk resin biasa, dan 85% untuk yang bermerek (seperti dari DOW)
bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Demikian Bagaimana Cara menghitung Jumlah Resin dalam Proses Demin. Bagi rekan-rekan yang memiliki pertanyaan atau butuh bantuan jangan ragu untuk menghubungi kami di 0878-7373-3767.

Salam Engineer

Good Life, Clear Water
Mr. Anggi Nurbana

Tertarik dengan Dunia Water Treatment?? Add saya di Google Plus untuk terus mendapatkan update ilmu water treatment.

Btw, ada satu bonus bagi pembaca. Silahkan Download saja dibawah 
++
Jika Anda ingin terus mendapatkan update ilmu terbaru dari olah-air.com, silahkan mengikuti beberapa cara berikut :
1. Add Mr.Anggi di Google Plus Anda (Silahkan Klik Disini)
2. Like Fan Page dari Olah-Air.com di Facebook

Baca selengkapnya

Tuesday, 14 July 2015

PROSES DEMIN PLANT : UNTUK MENURUNKAN TDS DAN CONDUCTIVITY DALAM AIR

PROSES DEMIN PLANT : UNTUK MENURUNKAN TDS DAN CONDUCTIVITY DALAM AIR

Selamat Sore..
Kawan-kawan olah-air.com sekalian..

Maaf ya,, kawan-kawan karena kesibukan dibeberapa projek CHEMINUSA, baru sekarang kita bisa menyempatkan diri untuk menulis artikel terbaru.

kali ini, kita akan bercerita tentang proses Demineralisasi. Kebetulan saat ini Cheminusa sedang dalam project pembuatan Demin Plant disalah satu perusahaan. Jadi Rasanya cukup pas jika kali ini bercerita tentang proses demineralisasi. Oke Langsung ke Topik Pembicaraan utama ya :)

Project Demin Plant Cheminusa

DEFINISI DEMIERALISASI


Demineralisasi, seperti namanya adalah suatu proses untuk menghilangkan atau meminimalisir kandungan mineral yang terdapat dalam air. Kalau secara bahasa sih sebenarnya segala macam proses untuk menurunkan tingkat mineral dalam air bisa disebut demineralisasi, seperti proses : Reverse Osmosis, Evaporasi, Destilasi dan Ion Exchange. Namun yang paling umum diartikan orang, proses demineralissasi adalah dengan proses Ion Exchange.


DEFINISI ION EXCHANGE


Apa itu Ion Exchange?? Sesuai dengan namanya Ion Exchange adalah sebuah proses pertukaran Ion, baik kation maupun anion. Proses pertukaran ini melibatkan resin kation dan anion. Resin disni bertugas untuk menangkap dan cation ataupun anion yang ada dalam air sehingga air yang diproses dapat terbebas dari kation maupun anion.

FLOW SHEET DEMIN PLANT


CATION AND ANION RESIN


Sesuai dengan namanya Resin kation akan bertugas untuk menangkap mineral (Kation) sedangkan resin Resin Anion akan bertugas menangkap Sisa Asam (Anion). Dalam hal ini
bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal




KELEBIHAN DEMIN PLANT


Sebagai salah satu teknik water treatment untuk menurunkan nilai TDS. Proses Demin Plant memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan teknik water treatment lainnya. Berikut adalah Perbandingannya.
Selain dari yang sudah dicantumkan dalam tabel proses demineralisasi juga memiliki keuntungan lainnya yakni range pemisahan dapat dibuat lebih spesifik. seperti hanya ingin memiisahkan kalsium, magnesium atau besi atau ion spesifik lainnya. sehingga dalam dunia migas penggunaan demin plant atau sistem demineraliassi masih banyak sekali digunakan.

KEKURANGAN PROSES DEMINERALISASI / DEMIN

Dibalik kelebihaannya dalam hal nilai investasi dan output (Non Reject Water). Demin Plant memiliki cukup banyak kekuranganya. adapun kekuranganya diantaranya :
1. Membutuhkan regenerasi dengan Chemical 
Proses Demin Plant butuh diregenerasi dengan maksud untuk mengaktivasi resin yang digunakan. Proses regenerasi ini dilakukan pada saat akan running pertama kali dan juga saat resin sudah mulai jenuh. Proses regenerasi ini menggunakan Chemical HCL 5 % (Untuk Cation Resin) dan NaOH 5% (Untuk Resin Anion). Selain itu nantinya akan diperlukan suatu unit WWTP yang berfungsi untuk menetralkan sisa asam dan basa yang digunakan dalam proses regenerasi ini.

2. Proses Pengoprasian yang lebih rumit
Selain penggunaan chemical, demin plant juga memiliki proses pengoprasian yang cukup rumit. Dibandingkan dengan proses reverse osmosis dimana operator biasanya hanya perlu memahami proses oprasi produksi dan backwash. Dalam Demin Plant operator juga dituntut untuk dapat melakukan regenerasi dan proses rinsing (Plus Proses Produksi Air demin dan Backwash) sehingga dalam proses pengoprasiannya bisa dibilang cukup rumit.


Oke kawan-kawan saat ini mungkin cukup sampai disini tulisan kali ini. Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi dalam tulisan Olah-air.com berikutnya ya :) yang pasti aplikatif dalam dunia water treatment.


Salam Hangat



++
Jika Anda ingin terus mendapatkan update ilmu terbaru dari olah-air.com, silahkan mengikuti beberapa cara berikut :
1. Add Mr.Anggi di Google Plus Anda (Silahkan Klik Disini)
2. Like Fan Page dari Olah-Air.com di Facebook
Baca selengkapnya

Saturday, 23 May 2015

[SHARE] Cara Menurunkan Hardness (Kesadahan) Dalam Air di Dunia Industri

Selamat Siang, sobat olah-air.com sekalian..
Alhamdulillah kali ini saya sedang ada waktu senggang.. sehingga sempat untuk menuliskan artikel ini.

Kali ini kita akan bersama sama membahas tentang

Cara Menurunkan Hardness (Kesadahan) Dalam Air di Dunia Industri


sebelum kita masuk kedalam inti pembahasan, ada baiknya kita runut dulu dari awal ya sob :). Yakni kita mengenal dulu apakah Hardness itu?

Mengenal Hardness

Hardness atau kesadahan yang kita bahas kali ini adalah air yang mengandung Ion-Ion kalsium (Ca) dan Magnessium (Mg) dalam tingkat yang cukup tinggi (Kalau saya pribadi menilai air tersebut tinggi hardnessnya jika hardness ada diatas 150 mg/L). 

Bagaimana Hardness atau Air Sadah dapat terjadi??

 yang pertama jelas karena kehendak ALLAH SWT :) (So Pasti). Selanjutnya air sadah adalah air yang secara alami memang ada di alam kita ini, hal ini karena ion-ion kalsium dan magnesium relatif mudah larut dalam air (Kecuali CaSO4 dan MgSO4). kita bisa menemukan banyak sekali air ber-hardness tinggi di daerah pegunungan kapur, danau (Beberapa) di sekitar rawa dan lain sebagainya. Bahkan disekitar area jakartapun (Khususnya daerah Jakarta Utara) tidak jarang kita akan menemukan air disana mengandung hardness yang cukup tinggi.

Hardness Harus dihindari

Dalam dunia Industri keberadaan hardness harus dihindari, khususnya untuk industri-industri yang menggunakan boiler steam dan pada industri yang memiliki persyaratan khusus, pasalnya keberadaan hardness dalam boiler dapat menyebabkan terjadinya scale pada boiler yang lama kelamaan dapat mempengaruhi pressure si Boiler, sehingga si Boiler tersebut nantinya tidak dapat memberikan keluaran Steam yang maksimal, bahkan lebih parah lagi Boiler tersebut dapat meledak (Jika tidak percaya silahkan dicoba hehehe).

Cara Menurunkan Nilai Hardness

Oke sekarang kita masuk ke inti tulisan kali ini, yakni cara menurunkan nilai hardness.
Setelah kita membahas basicnya diatas, kita akan membahas bersama tentang tekniknya.
Berikut adalah beberapa teknik yang bisa kita lakukan untuk menurunkan nilai hardness.

1. Proses Pendidihan

Proses pendidihan dapat menurunkan nilai hardness namun terbatas pada hardness yang ada pada senyawa-senyawa karbonat (HCO3). Sayanganya proses pendidihan dalam real sebenarnya membutuhkan banyak energi sehingga tidak efisien jika dipandang dari sudut pandang ekonomi.

2. Menggunakan bahan kimia (Chemical)

Ada bahan kimia yang dapat menurunkan nilai hardness seperti penambahan Na2CO3 bercampur dengan Mg(OH)2. sebenarnya cara ini cukup bagus dan dapat diaplikasikan, namun hanya sebatas dunia laboratorium Mengapa? karena penambahan chemical seperti yang disebutkan sebelumya berpotensi untuk menaikan nilai TDS dalam air. sehingga di Industri pada umumnya cara ini nyaris tidak pernah saya temukan (Pengalaman nih Sob). Apalagi di Indonesia ada batasan untuk nilai TDS pada air limbah, yakni 2000 mg/L... dan penambahan chemical berpotensi membuat standar tersebut terlewat.. Nah Lho..


3. Proses Softener

Softener adalah alat atau tangki atau vessel yang diisin dengan cation resin dengan NaCl sebagai regenerantnya. Prosesnya simple hanya memerlukan feed pump dan dibarengi dengan Pre-treatment yang mumpuni. Proses inilah yang lazim digunakan pada dunia Industri. 
Proses dengan menggunakan softener ini harus dihitung dengan cukup teliti, sehingga volume resin yang diberikan benar-benar tepat. Karena jika terlalu sedikit maka proses softnening akan terganggu dengan aktivitas rinsing dan backwash yang terlalu sering. Dan hal ini akan berdampak pada stabilitas air output yang diinginkan. 
Selain itu, Jika resin yang diberikan terlalu banyak maka akan berpengaruh pada keefektifan proses penurunan Hardness. Nantinya jika terlalu banyak resin yang diberikan maka jumlah chemical yang diperlukan untuk regenerasi akan menjadi terlalu banyak dan nantinya akan berbalik menaikan nilai tds pada reject water (Waste Water). 

PERANCANGAN PROSES PRETREATMENT ADALAH KUNCI

Proses penurunan Hardness akan benar-benar berjalan dengan optimal jika pretreatment yang diberikan benar-benar pas. Hal ini dilihat juga dari parameter air input yang diberikan. 
Karena sebagai seorang water engineer yang berpangalaman kita pasti menemukan bahwa kebanyakan air yang mengandung Hardness yang tinggi juga memiliki kandungan mineral yang lain, seperti : Iron (Fe) dan Mangan (Mn).
Untuk itu, sekali lagi kita harus benar-benar memperhitungkan hal-hal tersebut secara detail. Karena salah-salah proses softening yang kita lakukan akan kurang efektif dan bahkan terganggu karena Suspended Solid-lah, Organic Content lah, Iron-lah, dsb (Lebih Lengkap silahkan Buka Artikel ini)
Untuk Itu disarankan menggunakan jasa ahli water engineering CHEMINUSA untuk mendapatkan hasil terbaik.

LANGKAH MUDAH MENURUNKAN HARDNESS

ada langkah yang benar-benar mudah untuk menurunkan nilai Hardness dalam air. Yakni dengan menekan  tombol 0852 8832 5902 hehe.. Kontak saja kami segera. Kami akan dengan senang hati membantu Anda di Seluruh Indonesia untuk mendapatkan Output air yang diinginkan. Baik itu air yang akan Anda Gunakan untuk Boiler, Farmasi, Power Plant dan Lainnya. 
Silahkan Hubungi kami segera, kami berikan Anda solusi serta langkah-langkah yang tepat untuk menurunkan Hardness.

Oke Cukup sekian Sharing Kita hari ini.. Kita sambung pada sharing olah-air.com berikutnya ya..

see you sob :)
Baca selengkapnya

Thursday, 21 May 2015

[TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH] Cara dan Teknik Pengolahan Limbah Phenol

Teknik Pengolahan Limbah Phenol by Olah-air.com



Halo sobat olah-air sekalian, jumpa lagi di postingan terbaru kita di-bulan ini..
Kali ini kita akan share bersama mengenai teknik pengolahan air limbah yang mengandung phenol.
Bismillah.. Mari kita mulai ya.. :)

Mengenal Phenoltere

Cara Mengolah Limbah Phenol, Teknik Pengolahan Limbah Phenol, Limbah Phenol

Phenol atau Phenil Alkohol adalah termasuk zat organik. Seperti zat organik lainnya, phenol terdiri dari unsur-unsur Karbon ( C ), Hidrogen ( H ) dan Oksigen ( O ).  Dalam dunia industri keberadaan phenol dapat ditemukan dalam beragam bidang seperti Industri migas, Farmasi, Cat, Elektronik bahkan rumah sakit.

Standar Baku Mutu Phenol

Phenol dianggap sebagai salah satu zat berbahaya, oleh karena itu pemerintah memberikan batasan cukup ketat untuk nilai fenol dalam air limbah. seperti yang saya kutip dari PERGUB Jakarta Tahun 2013 No.69 Tentang Standar Baku Mutu Limbah Cair Industri. Silahkan Tengok dibawah.
Maks. Kadar Phenol (mg/L)
Jenis Industri
0,5
Farmasi
0,2
Perakita Sepeda Motor
0,25
Elektronika
0,2
Cat
1,0
Kawasan Industri
0,5
Jenis Usaha Lainnya

Bahaya Phenol

Dari hasil studi yang dilakukan oleh badan dan lembaga kesehatan Nasional dan Internasional, ditemukan bahwa fenol dapat memberikan efek karsinogenik atau menyebabkan kanker sehingga cemaran phenol ke lingkungan seperti pada limbah cair harus dapat di reduksi seminimal mungkin. Selain itu phenol juga dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ-organ tubuh dan cacat pada kelahiran (Makanya ati2 Bro n Sis nih Phenol harus benar-benar kita treatmentTerlebih dahulu).

Teknik PengolahanLimbah Cair Phenol

Oke My bro n sis.. This is the most wanted part!
Bagaimana caranya mengolah limbah phenol..???
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya Phenol adalah zat organik, maka yang cara terampuh untuk mengolah limbah phenol adalah dengan cara-cara pengolahan biologi dan oksidasi. berikut adalah beberapa cara untuk mengolah limbah cair berfenol.

a. Teknik Aerob - anaerob

Pengolahan Air Limbah, Olah-air.com, Anggi Nurbana, Ahli Limbah, Perusahaan Pengolah Limbah
Kolam Aerasi

Teknik ini berfokus pada penguraian fenol menjadi CO2 dan H2O dan zat organik nutrisi bagi bakteri. Menggunakan lumpur aktif dari kotoran ternak maupun manusia yang sudah diaktivasi lewat serangkaian proses biologi. Teknik ini sudah terbukti efektif dilapangan dan sudah banyak diaplikasikan dalam banyak industri, hanya saja kekurangnya adalah teknik ini memerlukan area yang cukup luas dalam treatmentnya. Ya bayangkan saja jika limbah yang dihasilkan adalah 100 m3/day maka diperlukan kurang lebih bak sebesar 200m3 sehingga proses ini dapat berlangsung dengan baik. Terlebih lagi, sifat phenol yang toxic dan lagi seperti desinfektan dapat mematikan bakteri dan mikroorganisme pengurai sehingga Tekni Aerob dan Anaerob ini hanya disarankan untuk limbah yang mengandung phenol dibawah 10 ppm.

b. Teknik Penambahan Chemical Oksidator
Beberapa chemical sudah dikenal luas sebagai oksidator yang sanggup untuk menguraikan zat-zat organik. Chemical tersebut adalah Kaporit, Klorin ataupun Peroksida dsb. Hanya saja penambahan chemical yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah TDS overload yang nantinya dapat menimbulkan efek kerusakan yang tidak kalah hebatnya dengan phenol. Sehingga teknik ini juga tidak saya sarankan untuk limbah phenol dalam tingkat yang cukup tinggi.


c. Teknik Ion Exchange
Pertukaran Ion, Ion Exchange, Resin Kation, Pengolahan Air Demin, Pengolahan Limbah fenol

Teknik ini menggunakan Cation dan Anion Resin, yang jalannya sama dengan proses demineralisasi. Teknik ini cukup ampuh dalam mereduksi nilai Phenol, hanya saja harga resin yang cukup tinggi mengakibatkan teknik Ion Exchange ini dinilai tidak ekonomis (Wong Limbah Kok Mahal-mahal) secara CAPEX maupun OPEX. Selain itu nantinya akan ada proses regenerasi yang menggunakan chemical asam dan basa yang cukup banyak sehingga Teknik Ion Exchange ini sebeneranya Tidak Menganut Prinsip Pegadaian Yakni "Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah" tapi "Menyelesaikan Masalah dengan Masalah Lainnya".

d. Teknik Reverse Osmosis

Well bagi sebagian praktisi RO ataupun para supplier, saya yakin mereka akan memberikan teknik ini sebagai solusi (Wong barang dagangannya hehehe), Namun sejatinya teknik ini tidak menyelesaikan masalah seluruhnya! Mengapa ? Karena Ingat, Reverse Osmosis System ada persen Permeate dan Persen Reject/Concentrate maka sesungguhnya si Fenol ini kembali lagi keluar dari sistem melalui concentrate RO, sedangkan Permeatenya sudah bebas. Dan parahnya lagi Konversi terbesar hanya di 50:50. Bro... Bayangkan dari 10 Ton Air Limbah, ente bakalan dapet 5 Ton air bebas fenol dan 5 Ton air masih berfenol (dan Kadar Fenolnya dua kali lipat). So.. I don't Recommend this method.

Beberapa teknik sudah diulas... Namun ternyata semuanya memiliki kelemahan sendiri-sendiri.. soo.. Sebenarnya bagaimanakah caramengolah limbah cair phenol yang paling efektif dan efisien??
Mau Tau??
Serius Mau Tau??
:)

Begini Caranya..
Pertama Berdo'a Dulu minta sama ALLAH SWT (Ustad YM Mode : ON)
e. Teknik MOR

MOR atau Multiple Oxidation Reduction System, bertumpu pada injeksi Oksigen bebas (O-Nascent). Sehingga kita dapat mengoksidasikan si Phenol dengan efektiff. Karena pada intinya Phenol adalah zat organik, sehingga cara paling ampuh adalah dengan oksidasi. Hebatnya teknik MOR ini tidak akan menambahkan beban TDS pada air limbah, ditambah lagi teknik MOR ini tidak menghasilkan sludge atau endapan seperti pada teknik aerob dan anaerob sehingga teknik inilah yang paling tepat untuk menghilangkan Phenol dalam air limbah, bahkan Nilai efektifitasnya bisa mencapai 99%.
Teknik MOR juga mampu mengolah limbah Phenol dalam kadar yang sangat tinggi bahkan hingga 13.000 mg/L. Luar biasa bukan??
Tapi serius ga?? Pernah dicoba ga?? Begitukan pertanyaan Anda :)

Beberapa Proyek dengan Menggunakan MOR ini sudah berhasil dilaksanakan di seluruh Indonesia, di Tempat Pembuangan sampah, Pabrik Kopi dan bahkan Kilang Minyak juga beberapa sudah menggunakan teknik ini. Selain karena Investasi awal yang terbilang rendah, teknik ini juga mudah dalam pengoprasian dan juga tidak menggunakan banyak lahan. Hebatnya lagi teknik ini dapat dengan mudah diadaptasikan pada persoalan limbah yang overload (Biasanya karena ada expansi).

Tertarik mempelajari atau mengetahui lebih dalam tentang Proses Pengolahan Limbah dengan MOR??

Silahkan Hubungi Saya
Mr. Anggi Nurbana di 0852 8832 5902
 atau Email : anggi.kkei@gmail.com

Silahkan Lihat Juga Artikel Olah-air.com lainnya :


Baca selengkapnya

Sunday, 12 April 2015

[SHARE] Cara Membersihkan Tangki Penuh Semen (Yang Sudah Mengeras)

Cara Membersihkan Tangki Penuh Semen (Yang Sudah Mengeras)

Salam Semangat, Sobat Olah-air.com sekalian
Alhamdulillah kita bisa kembali lagi berjumpa pada postingan di terbaru.
Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman bersama seorang senior (Kakak Angkatan di SMAKBo). Dalam membersihkan tangki yang penuh dengan semen yang mengeras. Seperti apa cerita lengkapnya? Yuk mari disimak (Gelar tiker, seduh kopi) J

Awal cerita

Kala itu, suatu siang dipertengahan bulan yang masih jauh dengan tanggal gajian (hehe). Handphone saya berdering, terlhat ada nomor asing muncul di layar HP saya. Akhirnya untuk menghilangkan rasa penasaran, saya angkatlah telepon tersebut. Diujung sana sang penelepon memperkenalkan dirinya sebagai seorang staff di perusahaan semen. Singkat cerita sang penelepon meminta tolong untuk jasa pembersihan tangki. Kasusnya tangki tersebut dipenuhi dengan semen, setebal kira-kira 20cm (Cukup luar biadab memang). Sambil garuk-garuk (berpikir) saya mengiyakan undangan si penelepon untuk datang ke site tempat TKP berlangsung.

Cuss.. Menuju TKP

Di TKP saya disambut dengan hangat, dan penuh harap. Pasalnya orang-orang disana sudah melakukan beragam cara namun nampaknya tidak membuahkan hasil yang baik kecuali tangan bengkak (Cape nge-getokin semen). Investigasi dimulai, dari mulai kandungan semen, proses yang sudah dilakukan dan hasil yang didapat. Setelah berbincang-bincang sejenak dengan PIC dan karyawan lainnya, dimulailah aktraksi kimia (Terotet Toret).  Saya mulai mencoba beberapa bahan kimia formulasi PT. Fujikasui untuk merontokan si Semen. Tetes demi tetes, guyuran-demi guyuran, dan beragam bahan kimia yang saya bawa nampaknya tidak membawa hasil yang menggembirakan. Si lapisan semen terlihat lembek sedikit demi sedikit, namun tetap tidak siginifikan. Senja-pun menyapa, diiringi dengan janji yang ala Terminator “I’LL BE BACK” begitu ucap saya pada sang PIC pabrik.
Cara Membersihkan Tangki Semen


Wangsit-pun datang

Selama pulang dalam perjalanan, otak saya terus berpikir keras sekeras lapisan semen yang jadi musuh utama. Keesokan harinya di Lab, dimulailah percobaan, dengan beragam bahan kimia dan formulasi-formulasi baru. Hari berganti hari, namun segala formulasi yang saya coba, nampaknya tidak memberikan hasil yang baik. Hingga pada akhirnya ketika sedang iseng, saya membuka kontak di Handphone saya. Beragam nama muncul, Ucup Kabel, Nina Painting dan nama-nama lainnya.. Hingga perhatian saya tertuju pada kontak seorang alumni SMAKBo (Kakak kelas saya) yang bernama Fadil B3 (dinamakan B3 karena pekerjaan beliau). Saya mencoba mengingat keahlian kang Fadil ini, dan benar saja setelah diingat-ingat kang Fadil ini spesialis transporter Limbah b3 dibawah naungan PT. Multazam. Pikir saya, mungkin saja Senior saya ini pernah mengalami hal yang serupa. Akhirnya tanpa iklan, saya langsung menelepon beliau.

Yes, We’re Back.

Singkat cerita, Kang Fadil bersedia membantu mencarikan solusi tentunya dengan simbiosis mutualisme hehehe. Kami berangkat bersama menuju site. Disana telah menunggu PIC pabrik. Setelah sedikit berbasa-basi, kami langsung cus menuju tangki yang akan menjadi dicleaning. Kang Fadil melihat sejenak keadaan dalam tangki tersebut, bersama dengan seorang rekan (yang saya lupa namanya). Kang Fadil turun, lalu menuju tempat parkir mobil dan akhirnya kembali dengan membawa beberapa botol bahan kimia. Sambil tersenyum, beliau berkata “Kita coba ya kang, Bismillah”.

Dan Rontoklah Sang Musuh

Satu, dua, tiga botol dicoba. Ternyata belum membuahkan hasil. Hingga Kami bertiga nga-riung dan berdiskusi sejenak. Iseng-iseng (Lantaran sudah kesel) kami mencampurkan beberapa bahan kimia yang merupakan pelarut kuat dalam dunia kimia. 4 bahan kimia kami campur, dengan harapan dapat membuahkan hasil yang baik. Dan Uji Cobapun dimulai. Bahan kimia yang kami campurkan tersebut diteteskan sedikit demi sedikit ke lapisan semen yang membandel. Wuss Asap keluar, diiringi dengan bunyi seperti nge-letek pada lapisan semen. Lanjut dan Lanjut, percobaan dengan bahan kimia formulasi tersebut, membuahkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah” ucap kami bertiga. Mudah-mudahan proses menuju PO-nya lancar hehehe

Aksi sesungguhnya

Setelah aksi percobaan tersebut, beberapa hari kemudian barulah turun PO untuk aksi yang sesungguhnya yang ternyata ada lebih dari 4 tangki yang harus dibersihkan. “Great” pikir saya, dan saya berserta tim Kang Fadil pun akhirnya dapat menyelesaikannya dengan baik.

Let’s Congratulate Mr. Fadil

Well, kisah ini tentu tidak akan berjalan baik jika tanpa kehadiran master kita yakni Mr. Fadil. Oleh karen itu, mari kita berikan applause untuk senior kita J :
Cleaning Tangki Semenm Mr. Fadil

Makasih kang, lain kali kita kerja sama lagi..

Kesimpulan

Beberapa cara mekanis memang bisa mengikis lapisan namun tidak efektif. Proses pemanasan, perendaman juga tidak memberikan hasil. Bahkan dengan pelarut semen yang biasanya juga tidak berhasil. Sehingga bagi rekan-rekan yang membutuhkan jasa untuk pembersihan tangki dari semen (dari pada cape ketak-ketok) silahkan hubungi kami segera di 085288325902 atau 087873733767. Dijamin kami akan membantu membersihkan permasalahan pada vessel atau tangki rekan-rekan.

Oke sekian, share kita pada hari ini. Mudah-mudahan kita dapat bertemu pada postingan selanjutnya. Bye-bye J


Good Life, Clear Water

Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Friday, 27 March 2015

[SHARE] TEKNIK RECYLE REJECT WATER DARI RO DI INDUSTRI PLATING, MAKANAN, MINUMAN DAN FARMASI ==> PART 1

[SHARE] TEKNIK RECYLE REJECT WATER DARI RO ==> PART 1


Selamat Pagi Sobat Olah-air.com
Kali ini kita akan bercerita tentang proses dan teknik untuk melakukan recycle terhadap air reject RO.

Kebetulan proyek ini sudah berhasil kami jalankan dibeberapa perusahaan otomotif serta makanan. Mengingat pentingya teknik ini, maka mari kita bahas bersama.
RO untuk Air Laut dan Ber-TDS tinggi By Team Mr. Anggi


DEFINISI REJECT RO

Reject RO? apakah itu?
Reject, sesuai dengan namanya adalah air yang tidak lolos dari proses Reverse Osmosis. Biasanya jumlah reject akan sesuai dengan standar air feed yang digunakan.
Sebagai contoh, jika air feed yang digunakan memiliki TDS cukup tinggi (sekitar 500 mg/L), maka permeate yang dihasilkan (pengalaman) rata-rata adalah sekitar 70% dari total inlet dari feed (misal in 100 L, permeate 70 Liter dan Reject 30L).
Air yang terkategori reject, akan memiliki TDS dan nilai mineral yang cukup tinggi karena merupakan TDS yang dipindahkan dari air yang masuk ke Permeate..
Masih bingung?? Kontak saja ahlinya langsung , tuh nomornya ada hehehe...
 

PARAMETER PENENTU REJECT

Oke sekarang kita akan bicara tentang parameter apa sajakah yang membuat reject pada RO semakin banyak. Berikut adalah beberapa parameter yang umum, diantaranya :

1. Jumlah TDS pada Feed

TDS atau total dissolve solid, adalah jumlah padatan yang terlarut didalam air. Nah TDS ini akan menentukan total dari reject water yang keluar dari RO. Semakin tinggi nilai TDS dalam air, maka akan semakin besar juga nilai reject dari RO. Begitu pula sebaliknya.
untuk lebih jelasnya tentang teknik menurunkan nilai TDS, maka sobat olah-air dapat membacanya dibawah atau langsung menghubungi ahlinya saja Mr. Anggi Nurbana (We're very welcome)
TEKNIK MENURUNKAN TDS


2. Jenis Membrane RO yang digunakan

Jenis membrane RO yang digunakan pada sistem juga akan sangat menentukan reject maupun permeate pada sistem RO yang Anda gunakan. Ada 3 jenis membrane yang biasa kami gunakan, berikut diantarnya  :
a. Tap Water Membrane ==> Biasa digunakan pada RO untuk Rumah Tangga atau Industri Kecil
b. Brackish Water Membrane ==> Biasa digunakan di industri, cakupanya sangat luas karena mampu untuk mengolah air dengan TDS sd 1000 mg/L bahkan dalam beberapa kasus bisa digunakan hingga TDS 1500 mg/L (Tergantung pabrikan mana).
c. Sea Water Membrane ==> Bisa digunakan untuk RO yang difungsikan untuk desalinasi, atau pemurnian air laut menjadi air minum. Karena mampu untuk mengolah TDS hingga diangka 15000 mg/L, dan dalam beberapa kasus hingga puluhan ribu ppm (Namun nanti akan berbanding dengan jumlah rejectnya).

karena pentingnya faktor yang ini, maka pemilihan membrane harus benar-benar diperhatikan dan dilakukan oleh yang benar-benar ahli. Salah-salah pilih bisa runyam sob.
Standar Baku mutu air dapat didownload disini sob :
Download Standar

3. Kapasitas dan Head Pompa feed RO

Kapasitas dan Head Pompa feed RO adalah parameter penting yang menentukan keberhasilan suatu proses Reverse Osmosis. Dan hal ini sering terlupa oleh banyak praktisi water treatment, padahal sangat penting lho sob pemilihan pompa ini. Salah pilih pompa dapat menyebabkan jumlah permeate menjadi sedikit, sering terjadi cloging serta pemakaian energi menjadi tidak efisien. Oleh karena oitu, pompa feed pump RO (Booster Pump) Harus dipilih dengan benar dan teliti. (Pengalaman kami menunjukan hampir 70% perusahaan memiliki RO dengan Kapasitas dan Head Pompa yang kurang pas.)
Untuk lebih lengkapnya, nanti kita akan bahas bersama pada postingan saya selanjutnya (mudah-mudahan ada waktu hehehe)


4. Kualitas Feed Water & Pretreatment yang digunakan.

Sobat Olah-air.com , Sistem RO yang baik harus didukung dengan adanya pretreatment yang mumpuni. Karena tanpa adanya pretreatment yang baik dijamin umur RO yang sobat miliki tidak akan berumur panjang, kalaupun iya maka beragam masalag seperti clogging, problem permeate dan kawan-kawannya pasti akan dialami oleh sobat. Oleh karena itu pemilihan serta pembuata Pre-treatment harus benar-benar diperhatikan. Untuk lebih lengkapnya nanti kita akan bahas pada postingan selanjutnya.. :)

Oke Sob.. Untuk Part-1 ini sekian dulu ya.. Ane ada aktivitas nih :)

Kita lanjut pada kesempatan berikutnya ya :)

Salam Olah-air.com


"Good Life, Clear Water"
Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Tuesday, 10 February 2015

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP


Hallo sobat olah-air.com

Kali ini kita akan sama-sama membahas cara menghitung F?/M (Feed Per Microorganism Ratio). yang artinya adalah pemberian sejumlah nutrisi atau makanan pada bakteri yang dibandingkan dengan jumlah mikroorganisme yang ada.

Secara mudahnya adalah perbandingan antara makanan dengan bakteri.

Rumusnya

Tanpa perlu berbasa basi

Rumusnya adalah F/M : 
(Total Flow Inlet x Inlet BOD Concentration dalam g/m3)/(Volume tangki aerasi x Konsentrasi MLSS)

Fungsinya??

Kita mungkin sering mendengar (Bagi yang sering) bahwa angka F/M ini adalah salah satu kunci tercapainya tingkat penurunan nilai BOD pada air limbah. namun pertanyaannya adalah berapakah nilai F/M yang sesuai?

Nilai F/M yang sesuai

Nilai F/M untuk tiap2 WWTP bisa jadi berbeda atau hampir mirip2. Sayapun menemukan F/M dalam WWTP berbeda antara satu dengan lainnya, namun setelah penelitian bertahun-tahun, alhamdulillah ditemukan resep yang pas dan rata-rata sesuai dengan keseluruhan WWTP. Saya telah mencobanya dibeberapa customer kami dan hasilnya cukup baik. 

Akhir Kata

Project dan Penelitian harus terus berjalan. Oleh karena itu kta sudahi dulu trit yang satu ini.

Wassalamm

:)
Baca selengkapnya