Showing posts with label Sewage Treatment Plant. Show all posts
Showing posts with label Sewage Treatment Plant. Show all posts

Monday, 27 May 2019

Bagian Bagian Tangki STP atau IPAL Domestik


Hallo sobat pembaca sekalian, masih bersama Mr. Anggi di Olah-Air.Com, dan masih dalam topi STP atau Sewage Treatment Plant alias Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik. 

Kali ini kita akan membahas bagian-bagian dari tangki STP, karena saat ini diproyek saya lagi banyaknya bikin STP. Selain itu artikel ini ditujukan bagi Anda yang sering Searching tentang STP namun masih merasa kurang jelas. Oke langsung saja ya, kita bahas bagian-bagian tangki STP. 


Bagian Equalisasi 

Bagian ini digunakan sebagai bagian untuk menghomogenkan semua air limbah yang masuk, bisa juga digunakan untuk mendinginkan air limbah jika air limbahnya ada potensi panas. Ukuran dari bagian equalisasi ini biasanya adalah sebesar 3-6 jam debit air limbah harian. Semakin besar bagian equalisasi maka berpotensi juga untuk menjadi bagian sedimentasi. 

Bagian Anaerob 


Bagian anaerob berfungsi sebagai bagian untuk memproses secara biologi, bagian ini biasanya dilengkapi dengan Trickling filter atau media bakteri lainnya seperti honey comb yang berfungsi untuk dapat membantu tinggalnya bakteri pengurai.

Dalam bagian anaerob, akan terjadi proses fermentasi, serta metanogenesis yakni penguraian senyawa organik menjadi metanol.

Ukuran bagian anaerob ini biasanya antara 12 sampai 24 jam, dalam proses penguraian limbah organik dengan rantai panjang seperti limbah dari perkebunan sawit maka ukurannya bisa lebih besar lagi hingga 45 hari.

Dalam bagian ini harus dijaga kondisi pHnya agar tetap dalam kondisi alkali sehingga proses fermentasi dapat terus berjalan. Sebab jika sudah berada dalam pH asam, maka proses fermentasi akan berhenti dan juga berarti proses peluruhan senyawa organik juga akan terhenti. 

Lihat Juga : 7 Point Penting Dalam Mendesain Sebuah STP atau IPAL Domestik

Bagian Aerob atau Aerasi

Bagian aerasi adalah bagian yang paling umum kita temukan dalam tangki STP. Ukurannya biasanya 8 hingga 16 jam debit air limbah. Dalam bak aerasi kita dapat menemukan adanya gelembung-gelembung udara yang disuntikan oleh blower ataupun kompressor.

Bagian ini biasanya adalah bagian terbesar dari suatu tangki STP, karena bisa dibilang bagian ini adalah nyawa dari proses peluruhan zat organik yang ada di air limbah. 

Lihat Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

Bagian Sedimentasi

Bagian Sedimentasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat mengendapkan zat tersuspensi atau lumpur yang ada di air limbah, biasanya bagian ini dipasang diawal ataupun setelah proses aerasi dengan maksud untuk menurunkan lumpur tinja sebelum masuk ke bagian filtrasi.

Bagian sedimentasi biasanya memiliki ukuran antara 2-4 jam debit air limbah harian. Pada bagian ini desain tangki bagian dalam biasanya dibuat miring, terkadang ada penambahan tube settler yang bertujuan untuk membantu menangkap lumpur yang datang. 



Lihat Juga : Keterkaitan Antara parameter pada Hasil Analisa Air

Bagian Filtrasi

Bagian filtrasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat menyaring air limbah yang sudah diproses sebelumnya. Dalam bagian ini diletakan karbon aktif dan juga pasir silika ataupun antrasit yang berfungsi untuk dapat menyerap zat organik, lumpur dan juga warna yang masih terdapat pada limbah.



Di lapangan, untuk menghemat listrik biasanya kita akan menemukan proses filtrasi menggunakan gravitasi. Filtrasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan vertical filter yang dibantu dengan pompa dorong agar hasilnya lebih maksimal. 

Lihat Juga : Standar Teknis Bangunan IPAL Domestik

Bagian Discharge

Bagian discharge adalah bagian yang digunakan untuk melihat keluaran dari air limbah, apakah sudah sesuai dengan standar baku mutu ataupun visual ataukah belum. Dalam bagian ini biasanya diletakan ornamen penghias ataupun ikan (jika hendak disatukan dengan kolam uji hayati)

untuk ukuran bagian discharge ini biasanya hanya 30 menit ataupun maksimal 2 jam debit saja. 

Lihat Juga : 5 Parameter Penting dalam Baku Mutu Air Limbah

Bagian Uji Hayati

Bagian uji hayati adalah sebuah kolam yang difungsikan sebagai indikator penerimaan lingkungan terhadap air limbah yang hendak dibuang ke lingkungan. Di kolam ini biasanya diletakan ikan mas yang kehidupannya terus diamati dari hari ke hari. 



Kolam ini juga menjadi parameter bagi orang-orang awam untuk menunjukan bahwa air yang dibuang itu adalah aman bagi lingkungan.

Untuk ukuran kolam uji ini tidak ditentukan berapa, namun hanya disesuaikan dengan nilai seni ataupun estetika yang diinginkan oleh user. 



Bagian Desinfeksi

bagian desinfeksi adalah bagian dimana proses pembunuhan bakteri dan virus terjadi. Proses desinfeksi ini biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan kaporit, clorin atau bisa juga dengan injeksi ozone.

Proses injeksi dilakukan dengan dosing pump dengan takaran dosis yang rendah agar tidak membunuh mahluk hidup di air.

Peletakan titik dosing biasanya dekat dengan area penaatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek desinfeksi lebih optimal sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Baca selengkapnya

Sunday, 26 May 2019

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik


Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah presentasi tentang cara mengolah air limbah domestik suatu pabrik yang cukup besar yang berada di Banten. Setelah selesai saya menyampaikan presentasi, team leader tersebut meminta saya untuk dapat memberikan gambaran kasar tentang nilai dari total keseluruhan installasi yang harus dipasang disana.

Karena sangat banyaknya titik installasi serta perbaikan installasi septic tank yang harus diperbaiki, maka saya sampaikan bahwa saya tidak dapat memberikan perkiraan dalam jangka waktu yang cepat (1-2 hari). Perkiraan untuk plant yang memiliki total area lebih dari 10 hektar dan persebaran septic tank dimana-mana seperti ini setidaknya saya memerlukan waktu membuat konsep selama 1 minggu, namun tentu bisa saja sih dalam 1-2 hari asal sudah jelas ada PO-nya (Sambil bercanda tapi serius juga) hahaha.

Singkat kata, esoknya saya sudah ditanya tentang estimasi keseluruhan installasi dan perbaikan yang harus dilakukan di Plant mereka. Saya pun menjawabnya bahwa perkiraanya kasar pak tapi bisa saya pertanggung jawabkan. Dari pihak user mengiyakan dan memintanya. Okelah akhirnya saya mulai menghitung.

Diketahui total seluruh Plant memiliki 48 titik Septic Tank yang terdiri dari banyak toilet, selain itu, septic tank disana juga perlu direnovasi karena masih memakai konsep yang dilarang yakni konsep penyerapan Tinja. Maka saya coba menghitung estimasi satu persatu nilainya.

Ditambah lagi, pemipaan dari output septic tank ini tidak dirancang untuk masuk ke sistem pengolahan tapi malah langsung turun ke saluran air hujan atau sewer. Pastinya hal ini juga masuk ke List perbaikan yang harus dilakukan, dimana harus dipasang jalur pemipaan untuk keluaran dari septic tank yang dimana juga harus turut membobok beton diatasnya (sudah pasti akan termasuk merapihkannya kembali).



Perhitungan dan detail terus berlanjut, hingga akhirnya saya sampai pada sebuah angka kisaran yang menurut saya reasonable. Dan karena saya juga didesak oleh pihak user, maka dari itu saya akhirnya memberikan kasarannya.

Dan guess what, setelah saya berikan perhitungannya respon dari user adalah sangat menggelikan. Ya sangat menggelikan sekali, karena dia menganggap perhitungan saya tidak masuk akal dan harganya mahal sekali. Dan respon saya setelah mendengar hal tersebut adalah, memberikan detail pekerjaan yang akan dilaksanakan agar user sendiri menjadi mengerti dari mana saja nilai tersebut muncul. Dan tetap saja user menilai nilai ini terlalu tinggi.

List Pekerjaan untuk Membuat STP


“Ya elah, inikan cuma tinja kenapa sih harus diolah?” Ini adalah kalimat yang sering saya dengar dari user ketika saya melakukan presentasi. Dan tebak, padahal mereka yang mengundang saya datang kesana untuk memberikan keterangan, namun malah disambar dengan perkataan nyinyir seperti itu (Kalau ga niat ga usah Undang Saya lagi Om, undang Tukang Somay aja tuh enak buat menuhin perut!)



Oke, kembali ke topik ya! Untuk membuat sebuah STP kita tidak bisa hanya membangun STP/IPAL Domestiknya saja, karena perlu adanya rangkaian installasi yang mendukung Input maupun Output dari STP itu sendiri. Jangan sampai kita bangun installasi pengolahan air limbah, tapi air limbahnya sendiri tidak diatur dari mana mereka datang dan kemana mereka keluar. Dan percayalah, perusahaan besar-besar juga engineernya berpikir tidak sampai kesini.



Apa saja yang harus di install dalam sebuah sistem STP yang terintegrasi? dan bagaimana tahapannya, yuk kita simak dibawah ini :

1. Renovasi/Perbaikan Septic Tank Existing

Hal pertama yang harus dilakukan agar sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, adalah dengan membuat septic tank menjadi kedap. Kedap disini agar kita semua yakin tidak ada air limbah domestik yang diresapkan ke tanah. Karena air limbah domestik memiliki parameter pencemar yang dapat merusak lingkungan sekaligus menimbulkan wabah penyakit.

Renovasi Septic tank dilakukan dengan cara membuat Toilet menjadi kedap atau tidak meresapkan lagi air tinja ke dalam tanah. Caranya adalah dengan measang Plur atau Concrette pada dinding maupun lantainya serta melapisinya dengan Aquaproof ataupun Linning Fiber. Hal ini dilakukan tentu agar air tinja tidak meresap lagi ke dalam tanah.

Walaupun, kedengarannya pekerjaannya hanya nambal dan pelapisan aquaproof namun pada kenyataannya list pekerjaannya akan menjadi seperti ini :

a. Penyedotan Septic Tank dengan Mobil Tinja

b. Pembobokan Tutup Septic Tank

c. Pembersihan Bagian dalam (Air hasil pembersihan dibuang)

d. Perbaikan Concrette dan pengecoran bagian dalam

e. Aplikasi Fiber Linning/Aqua Proof

f. Pembuatan tutup Septic tank

Kita bisa lihat bukan, dari satu judul perbaikan saja ternayta dilapangan bisa bersambung menjadi beberapa item pekerjaan yang seharusnya para user juga bisa menghitungnya bahwa semua harus ada nilainya.

Ditambah lagi, kita tahu bahwa pekerjaan ini termasuk ke dalam pekerjaan High Risk Confined Space yang pekerjaanya harus dilengkapi peralatan tertentu dan juga telah dinyatakan layak bekerja disana.



2. Penambahan Tangki Grey Water

Oke, mari kita lanjut!

Selanjutnya setelah si Septic Tank diperbaik sehingga menjadi kedap, maka ada pekerjaan lagi sebelum masuk ke pembuatan IPAL atau STP yakni membuat tangki grey water.

Fungsi tangki ini adalah untuk menampung air limbahnya (minus tinja) sehingga Grey Water ini sajalah yang akan diolah pada STP nantinya.

Jangan dilupakan, bahwa pada tangki ini juga biasanya akan ada installasi Pompa submersible untuk mendorong air limbah tersebut masuk ke jalur pipa input untuk selanjutnya diolah ke Sistem STP.

Dan walau kelihatannya hanya satu pekerjaan saja, ternyata jika kita break down maka pekerjaan pembuatan tangki ini akan menjadi seperti ini :

a. Marking

b. Penggalian dan buang puing

c. Pemasangan Struktur

d. Pengecoran

e. Pelapisan dengan Aquaproof atau Linning

f. Pemasangan Dudukan atau rail pompa

g. pemasangan pompa submersible

h. Pemasangan Panel Pompa

i. Pemasangan Tutup

j. Pemasangan jalur dari septic tank ke Grey Water Tank

Oow ternyata cukup banyak pekerjaanya ya bukan hanya Abrakadabra seperti yang dibayangkan user!

3. Pembuatan Jalur Input (dari Septic Tank ke STP)

Langkah selanjutnya adalah membuat jalur khusus untuk grey water sehingga bisa sampai ke STP. Sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, dimana saluran air limbah domestik tidak boleh bercampur dengan air hujan. Maka artinya air limbah domestik harus memiliki pemipaan khusus yang terpisah dari air lainnya.

Untuk jenis pipa yang digunakan tidak disebutkan secara spesifik namun biasanya yang akan dipilih adalah jenis PVC dikarenakan paling mudah ditemukan dan harganya relatif lebih murah.

Dalam pemasangan jalur pemipaan untuk STP (yang berasal dari septic tank) yang perlu dilakukan adalah :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

4. Pembuatan STP/IPAL Domestik

Dan sampailah kita pada tahapan ini, yakni tahapan pemasangan STP ataupun IPAL Domestik. STP atau IPAL domestik ini tidak berdiri sendiri tapi terdiri dari banyak komponen yang saling berkaitan, antara lain

a. Tangki Sipil (Untuk Menyimpan STP Tank)

b. Tangki STP

c. Mesin Blower

d. Pompa Transfer

e. Dosing Pump

g. Junk Trap

h. Air Diffusser

i. Honey Comb atau media bakteri

j. Media Filter

k. Filter Pump

l. Discharge Tank

m. Control Panel





5. Pembuatan Jalur Output STP/IPAL Domestik

Dan yang terakhir untuk sebagai penyempurna sistem STP, kita juga harus menyiapkan jalur pemipaan Output untuk dipasang.

Pemipaan biasanya juga dilengkapi dengan support layaknya standar pemipaan lainnya, dan juga dilengkapi dengan flow meter untuk mengukur debit yang keluar.

Tahapan untuk installasi pemipaan output ini antara lain sama dengan pipa untuk input :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

g. Pemasangan Flow Meter

h. Pemberian plan tulisan titik penaatan.

Oke sobat itu dia List Komponen untuk Installasi STP atau IPAL Domestik yang sengaja saya tuliskan untuk menjadi penjelasan bagi para user yang hendak menginstall STP di Tempat mereka guna mengikuti undang-undang yang berlaku.

Dan juga saya harap para pembaca Olah-Air.Com menjadi lebih paham lagi bahwa nilai cost ataupun harga dari sebuah Installasi STP tidak bisa dilihat dari harga intinya saja. Dan kalau mau masang intinya saja sih saya terima2 saja, asal nanti jangan menanyakan kelengkapan yang tidak ada di Agreement..


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Tuesday, 1 May 2018

7 Point Penting Dalam Pembuatan Desain STP

7 Point yang Penting untuk Dipertimbangkan dalam Pembuatan STP


STP atau Sewage Treatment Plant adalah salah satu sistem yang dibuat untuk dapat mengolah Limbah Domestik. STP sering disebut juga dengan IPAL Domestik, karena IPAL jenis ini dimaksudkan untuk mengolah limbah domestik.

Selama hampir 10 tahun bergelut dalam bidang pengolahan air limbah dan air bersih. Saya cukup banyak menjumpai STP yang dibuat dengan mengabaikan beberapa point penting yang saya sebutkan disini. Hasilnya STP tersebut akhirnya menjadi gagal dalam mengolah air limbah yang masuk.

Kegagalan tersebut akan menimbulkan hasil olahan STP melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Dan dalam jangka panjang akan membuat STP tersebut menjadi malfunction.

Dan dalam postingan kali ini, kita akan sama-sama mengulas secara singkat tentang apa saja sih point penting yang harus turut dipertimbangkan dalam pembuatan STP, sehingga memiliki hasil yang ideal dan mampu mengolah limbah hingga masuk ke dalam baku mutu yang dipersyaratkan.

Lihat Juga : Cara Memilih Metode NDT yang sesuai

1. Ukuran Biological Process

Point pertama yang harus dipertimbangkan adalah ukuran dari proses biologi untuk STP. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa STP akan mengolah air limbah yang banyak mengandung pengotor yang berasal dari aktifitas sehari-hari manusia. Yakni Mandi, Cuci, Kakus dan masak.
Oleh karenanya, kebanyakan air limbah yang masuk ke STP tentu mengandung senyawa organik dalam jumlah yang tinggi (walau tidak setinggi air limbah industri makanan dan minuman). Maka dari itu, sejatinya STP itu sendiri akan bertumpu pada proses biologi untuk menghilangkan pencemarnya.

Tingkat cemaran biologi pada STP biasanya diukur pada parameter : COD, BOD, Oil & Grease serta ammonia. Yang sebagian besar dari parameter tersebut akan diselesaikan lewat proses biologi jenis aerob atau aerasi.

Untuk ukuran tangki aerasi, idealnya harus memiliki 1 hari dari debit full limbah yang masuk. Atau paling sedikit berjumlah 3/4 hari. Jikalau kurang dari itu, maka dikhawatirkan proses pengolahan yang terjadi tidak akan maksimal dan akan lebih banyak gagalnya dari pada berhasil.

Misalkan, debit air limbah yang masuk perhari adalah 30 m3/day, maka untuk ukuran aerasi setidaknya adalah 22.5 m3.

Hal ini untuk memastikan bakteri memiliki waktu proses dan waktu tinggal yang cukup, untuk dapat menguraikan senyawa organik yang melekat sebagai pencemar di air limbah.

Lihat Juga : Cara menghilangkan Warna di Air Limbah

2. Ruang Hidup Bakteri


Point penting kedua dalam pembuatan desain STP adalah penyiapan ruang hidup bakteri. memang pada dasarnya banyak yang berpendapat bahwa untuk membuat bakteri dapat hidup maka cukup menyediakan ruangan biologi baik aerasi ataupun anaerob.
Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, namun untuk praktek saat ini saya rasa kurang tepat. Sebab saya pribadi telah membuktikan dilapangan, tanpa didukung dengan media bakteri maka proses pengolahan bisa menjadi seperti trial dan error. Lagi, bakteri juga akan lebih cepat tumbang ketika air limbah mengalami fluktuasi debit ataupun parameter pencemar.

Kita ibaratkan, manusia untuk hidup hanya disediakan sebuah aula yang luas. Dan dalam aula tersebut ada ratusan orang. Maka manusia tersebut tidak akan nyaman dalam beraktifitas dan bekerja karena privasinya terganggu. Senada dengan hal tersebut, untuk bakteri yang sama-sama mahluk hidup juga perlu diberikan ruang khusus tersendiri agar memiliki privasi dan kenyamanan yang lebih dalam beraktifitas.

Ruang untuk bakteri tesebut dapat diterapkan dengan media seperti :
a. Bioball
b. Honey Comb
c. MBBR
d. Biocylinder / Caged Crum Ball

dari keempat media bakteri tadi, saya paling merekomendasikan menggunakan metode ke-empat dikarenakan efektifitasnya di lapangan yang saya temukan lebih tinggi serta lebih tahan banting ketika menghadapi fluktuasi.

Lihat Juga : Honey Comb Vs Bio ball, Mana yang lebih baik?

3. Pretreatment

Point ketiga yang sangat penting dalam pembuatan rancangan STP adalah persiapan pretreatment sebelum air limbah masuk ke pengolahan Inti.

Pretreatment disini dimaksudkan untuk mencegah benda atau sesuatu yang bukan peruntukannya masuk ke dalam jalur pengolahan air limbah STP.

Pretreatment yang dapat dipasang antara lain :
a. Wastafel grease Trap
b. Junk Trap
c. Bak Kontrol
d. Water Mur
e. Emergency Line

4. Grease Separator


Grease atau Oil separator (Biasa disebut juga dengan grease trap) adalah bangunan atau alat yang digunakan untuk dapat menangkap lemak sebelum masuk ke dalam sistem pengolahan inti. Sebab lemak memiliki ikatan organik yang cukup kuat yang sulit dipecahkan dengan proses fisika ataupun biologi. Jikalau bisapun maka akan membutuhkan retention time yang lebih lama daripada biasanya.

Oleh karenanya menginstall grease separator sebelum STP adalah langkah yang cukup bijak untuk mengamankan effluent dari terlewatkannya baku mutu yang dipersyaratkan.

Grease atau oil trap dapat dibuat sekaligus besar ataupun dipecah menjadi bagian-bagian kecil tiap wastafel. Untuk hasil yang lebih efektif disarankan untuk memecah grease trap menjadi bagian kecil. Karena dengan begitu lemak akan dengan lebih mudah dipisahkan karena jumlahnya lebih sedikit dan lebih mudah dalam pemantauanannya.

Lihat Juga : Membaca Keterkaitan Antara Parameter di hasil analisa

5. Nutrient Dosing

Point kelima yang penting untuk dipertimbangkan adalah pemberian nutrisi atau nutrient dosing pada STP.

Point ini penting untuk dilakukan ketika dua hal ini terjadi :
a. Starting Culture
b. Idle System



Untuk starting culture, tujuannya adalah untuk membooster pertumbuhan bakteri dengan nutrisi yang tepat sebelum akhirnya dapat beradaptasi dengan makanan dari air limbah yang ada.

Dan untuk idle system adalah ketika tidak ada asupan air limbah yang masuk, maka bakteri dapat menjadi kanibal karena mereka menjadi kelaparan. Hal ini biasa terjadi ketika gedung mengalami libur cukup panjang. Dalam kejadian seperti ini perlu ditambahkan nutrisi tambahan untuk menjaga daya hidup bakteri yang telah dengan susah payah kita pelihara dalam sistem STP kita.

Lihat juga : Desain Proses Biologi di IPAL Domestik

6. Odour Remover

Bau adalah salah satu masalah yang sering ditemukan dan dikeluhkan oleh orang-orang yang berada disekitar STP baik karyawan ataupun warga sekitar.

Bau juga dapat mengurangi estetika serta semangat kerja, yang dalam jangka waktu lama bahkan bisa menyebabkan konflik.

Maka dari itu, untuk sebuah sistem STP yang baik, seharusnya sudah menyiapkan proses penghilangan atau peredaman bau yang muncul. Proses penghilangan bau itu sendiri dapat dibuat dengan pembuatan exhaust fan ataupun dengan pengembangan culture bakteri yang tepat. Bakteri jenis enterobacter, dan Azetobacter serta Bacillus dapat menjadi pilihan yang cukup tepat dan hemat energi dalam praktek penghilangan bau di STP.

Lihat Juga : Cara Menghilangkan Bau di WWTP/IPAL

7. Final Make-Up Process


Point terakhir yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan STP adalah perlunya dibuat proses make-up pada tahap akhir.

Proses make-up ini adalah untuk mendempul hasil buangan agar masuk ke dalam standar. Beberapa parameter seperti TSS, Total Coliform, Warna, Rasa, Bau, pH dan lainnya perlu di make-up untuk memastikan semuanya ok dan masuk ke dalam standar.

Bebeberapa cara make-up yang dapat dipilih antara lain :
a. Installasi Filter Carbon dan Sand/ Multimedia Filter
b. Pembelian jalur atau Tube Chlorinasi
c. Dosing dan pH Reader untuk alkali

Oke sobat olah-air.com itu dia 7 Point penting yang dapat sobat includekan dalam STP yang sedang sobat persiapkan. Untuk hasil terbaik dalam pembuatan STP, selalu pilihlah dan gunakan ahlinya.

Salam hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Water Treatment Specialist

Baca selengkapnya