Showing posts with label Pabrik Sawit. Show all posts
Showing posts with label Pabrik Sawit. Show all posts

Tuesday, 28 March 2017

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit


Selamat datang kembali di blog olah-air.com tempat belajar mengenai dunia water dan waste water treatment secara santai dan ringan.

Masih dalam suasana pemabahasan tentang proses pengolahan sawit. Kali ini kita akan berbicara tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit.

Kenapa saya membahas tentang hal ini?

Yah kalau ditanya begitu, mungkin sekedar untuk memperlengkap saja bahasan di blog ini karena sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pengolahannya dan juga cara menghitung ukuran laguna . Maka rasanya agak kurang afdol kalau tidak menyinggung limbah lainnya, sebab di pabrik sawit itu sendiri kita akan menemukan jenis-jenis limbah lain selain limbah cair.

Terkait :
- Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit
- Teknik Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Apa itu Pabrik Sawit?


Sebelum jauh ke jenis limbahnya. Mari kita samakan persepsi tentang pabrik sawit itu apa. Pabrik Sawit adalah pabrik yang memiliki kegiatan produksi membuat minyak sawit mentah (CPO) dari buah sawit. Ingat ya CPO bukan langsung minyak goreng, kalau minyak goreng itu Olein yang harus melalui proses yang panjang seperti Bleaching, degumming, deacidifikasi dan sebagainya.

3 Jenis Limbah Pabrik Sawit


Clue untuk jenis-jenis limbah pabrik sawit tentu sudah terbayang pada sobat pembaca olah-air.com sekalian. Dari definisi si pabrik sawit tadi yang mengolah buah sawit menjadi minyak CPO maka sudah pasti akan terdapat 3 jenis limbah antara lain :

A. Limbah Padat

Limbah padatan ini didapat dari bagian yang dibuang saat proses ekstraksi minyak CPO dari buah sawit. Limbah padatan ini antara lain ; Tandan Kosong, Cangkang dan juga serabut.

B. Limbah Cair

Untuk limbah cair ini biasanya berasal dari sisa condensat yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, terkadang juga masuk dari hasil pengeringan air. Sehingga tidak mengherankan kalau air limbah ini sangat pekat dan mengandung zat organik yang sangat tinggi.

C. Limbah gas


Sebenarnya limbah gas dalam proses pengolahan limbah sawit itu tidak diciptakan secara sengaja namun akan tercipta setelah adanya proses anaerobik di kolam pengolahan limbah. Dimana disana akan terjadi gas metana.

Ternyata Limbah Sawit Dapat Dimanfaatkan!

Ternyata setelah dilakukan pengujian lebih jauh dan praktek dilapangan, apa yang dibilang orang sebagai limbah nyatanya masih dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai yang bermanfaat.

Masing-masing limbah ternyata menyimpan potensi yang sayang untuk dilewatkan, beberapa potensi tersebut antara lain ;


A. Limbah Padat Menjadi Biomasa

Dengan proses peletisasi, limbah padatan dapat dikeringkan untuk kemudian diproses menjadi sebuah pelete seperti briket yang dapat digunakan menjadi bahan bakar. Proses pemanfaatan ini telah dapat ditemukan dibanyak tempat di pulau sumatra.

B. Limbah Cair Menjadi Energi Listrik


PT. MESKOM yang berlokasi di pulau sumatra adalah satu diantara banyak perusahaan yang telah mempraktekan hal ini. Perusahaan ini telah mendapatkan listrik dari proses pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode modern UASB untuk kemudian dilakukan penangkapan gas methane dan merubahnya menjadi energi listrik yang mampu mengoprasikan pabrik tersebut beserta menyuplai beberapa area disekitarnya.

C. Limbah Gas menjadi Bahan Bakar Rumah Tangga

Gas Methane seperti yang kita tahu, adalah gas yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar. Karena sifatnya yang mudah terbakar , gas ini telah terbukti dimanfaatkan oleh cukup banyak penduduk yang hidup disekitar area pabrik sawit.


Tiada Sesuatupun yang sia-sia 


Sesuai dengan Firman ALLAH SWT dalam Surat Al-Imran bahwa tiada sesuatupun yang diciptakan olehnya Sia-sia. Hal itulah yang dapat kita ambil hikmahnya dalam postingan kali ini. Karena ternyata apa yang banyak disebut sebagai limbah, jika kita kaji dan pelajari lebih dalam ternyata memiliki arti dan fungsi yang dapat bermanfaat bagi manusia. Maka sudah sepantasnyalah kita selalu dapat memuji kebesaran-NYA dalam setiap aktifitas kita.

Nah sobat olah-air.com, sampai disini artikel kita tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit. Mudah-mudahan kita dapat bertemu pada kesempatan berikutnya.


Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Pengantar :  Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Cooling Tower : Salah satu bagian dari IPAL Pabrik Sawit

Selamat Pagi dan selamat datang di Lela.. Eh di Olah-Air.com deng (Garing..)

Sesuai dengan judul yang tertera diatas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang cara pengolahan limbah pabrik sawit.

Sengaja saya mengangkat tema ini, dikarenakan cukup banyaknya telepon yang masuk dan menanyakan tentang masalah ini beserta detailnya. Dan saya yakin ke depannya akan tambah banyak yang begitu juga.

Ditambah lagi, dari pengalaman saya memasang WWTP. Masalah di pabrik sawit itu sama selalu saja hanya berkutat di pengolahan konvensional yang gagal.

Nah, maka dari itu tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita langsung saja ke inti permasalahannya. Yuk Maree..

Kali ini kita akan membicarakan tentang teknik pengolahan limbah di Pabrik Sawit. Yang sejatinya saya jadi mood menulis tentang hal ini disebabkan ada cukup banyak telepon yang masuk ke saya dan bertanya tentang teknik pengolahan limbah Pabrik sawit. So Dari pada muncul telepon dengan banyak pertanyaan yang sama, maka dari itu lebih enak rasanya kalau saya jawab saja disini :).

Penting Untuk Dibaca : Keterkaitan Antara Parameter dalam Pengolahan Air Limbah

Kenali Karakteristik Limbah Pabrik Sawit


Salah satu strategi berperang yang di ajakan oleh Sun Tzu adalah sebelum berperang kita harus mengenali dahulu tentang lawan kita baik dari siapa, dimana lokasi, jumlah pasukan, senjata dan lainnya.

Dalam hal ini yang harus kita kenali sebelum mengolah air limbah pabrik sawit adalah mengenai debit, karakteristik parameter air limbah, serta lokasi tempat akan dibuatnya pengolahan air limbah tersebut.

Untuk debit dan lokasi, mungkin nanti akan tergantung dari masing-masing pabrik namun yang jelas untuk karakteristik parameter kimia biasanya akan mengikuti tabel yang saya berikan berikut :

kalau kita jabarkan dalam tabel semua nilai-nilai yang merupakan ciri khasnya sehingga teman-teman dapat dengan lebih mudah memahami cara pengolahan limbah cair jenis ini nantinya :



Dari parameter yang kita jabarkan diatas tentunya sudah terlihat bahwa yang mendominasi adalah COD dan BOD ditambah dengan TSS. Sedangkan nilai pH nya cenderung ke nilai asam yakni ke nilai 3 - 6.

Standar Baku Mutu Pemerintah Untuk Limbah Cair Pabrik Sawit
Hal yang kedua yang harus diperhatikan dalam teknik pengolahan air limbah di pabrik sawit ini adalah target kita dalam pengolahan ini. Apakah target kita adalah agar air ini bisa digunakan kembali atau hanya sekedar agar dapat mengikuti standar baku mutu.

Dan berikut ini adalah standar baku mutu yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan hidup :


Dari standar baku mutu diatas, kita melihat ada cukup banyak parameter yang dituliskan sebagai target pemenuhan buangan hasil pengolahan air limbah pabrik sawit.

Lho kenapa dalam parameter standar baku mutu buang ini tidak dimasukan parameter lainnya seperti logam berat ataupun surfakatan?

Sebab tentu keberadaan logam berat dan surfaktan tidak akan ditemukan dalam jumlah banyak sebab dalam proses produksi pabrik sawitpun, mereka tidak menggunakan bahan yang mengandung logam berat ataupun surfaktan.

Terkait : Pengenalan Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit

Sedikit Review Materi Sebelumnya

Sebelum kita membahas materi ini secara panjang lebar, karena mengingat di materi ini kita akan bersinggungan dengan parameter utama yang bernama COD dan BOD. Maka dari itu, saya harapkan teman-teman yang sedang belajar cara mengolah air limbah pabrik sawit dapat melakukan rewind sedikit materi berikut ini :

Korelasi Antara COD dan BOD pada Pengolahan Limbah

Proses Pengurangan Nilai BOD dalam Air Limbah

Oke saya harap materi-materi tersebut sudah dipelajari terlebih dahulu oleh teman-teman sekalian agar tidak ada pertanyaan yang berulang bahkan sampai harus menjelaskan ke definisi terlebih dahulu (Asli nih banyak pertanyaan yang mengganggu saya karena harus menjelaskan dari asal mula definisi).

Dua Pilihan Proses Pengolahan Limbah Pabrik Sawit


Kita tahu bahwa proses pengolahan air limbah pabrik sawit akan bertumpu pada proses pengolahan secara biologi yang memfokuskan bakteri sebagai ujung tombak pengolahannya. Dan pada prakteknya ada dua cara utama untuk mengolah limbah cair pabrik sawit ini.

A. Proses Pengolahan Secara Konvensional


Proses pengolahan secara konvensional ini adalah mengolah limbah cair dengan membuat kolam-kolam penampungan air limbah yang jumlahnya cukup banyak. Yang kalau dijumlahkan dengan debit maka akan berjumlah sekitar 100 - 200 hari debit.

Kurang ngerti? Maksudnya adalah, misal debit air limbah pabrik sawit adalah 600 m3/hari. Maka kolam yang kita butuhkan untuk pengolahan adalah sekitar (Minimal) 100 x 600 m3 atau sekitar 60.000 m3. Yang nanti dalam prakteknya akan dibagi menjadi 8 – 12 kolam. Sehingga masing masing kolam akan memiliki volume sekitar 5.000 sampai dengan 8000 m3.

Kelebihan dari proses ini adalah, proses ini tidak memerlukan biaya installasi yang mahal selain itu cost operasional yang dibutuhkan juga sangat sedikit, sebab operasional rutinnya paling banter hanya mengeruk kolam untuk membuatnya memiliki kedalaman seperti awal.

Untuk kekurangan dari cara pengolahan limbah sawit konvensional ini adalah :

  • Memerlukan area yang sangat luas
  • Tidak dapat diaplikasikan pada area yang memiliki muka air tanah yang dangkal (Minimal 8 meter)
  • Tidak mendapatkan benefit dari limbah sawit itu sendiri. Padahal limbah sawit sangat berpotensi menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk pabrik itu sendiri.
  •  Dalam kebanyakan kasus proses secara konvesional tidak akan bisa membuat air limbah mencapai baku mutu yang diminta pemerintah.

B. Proses Pengolahan Secara Modern


Sebenarnya prinsip utamanya masih sama saja yakni menggunakan bakteri untuk dapat memecah ikatan karbon yang ada di air limbah sehingga nantinya nilai COD dan BOD dapat menjadi turun. Namun pada aplikasinya ditambahkan banyak proses lainnya seperti proses kimia (Koagulasi dan Flokulasi), proses fisika (Sedimentasi dan DAF).

Proses secara modern ini memiliki banyak kelebihan seperti :

  •  Tidak memerlukan area yang luas
  • Cocok diterapkan di area yang memiliki muka air yang dangkal (Area Kalimantan cocok menggunakan metode ini)
  • Perusahaan berpotensi mendapatkan energi dari hasil pengolahan. Energi listrik dan biogas dapat diperoleh dengan mengambil opsi pengolahan ini.
  • Perusahaan yang menggunakan cara pengolahan limbah pabrik sawit modern juga dalam banyak temuan selalu bisa memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan bahkan airnya dapat dimanfaatkan kembali.

Satu satunya kekurangan dari proses pengolahan limbah cair secara modern ini dalam masalah biaya installasi yang cenderung besar bahkan bisa menyamai investasi untuk membuat pabrik sawit itu sendiri. Oleh karena itulah proses pengolahan kedua ini kurang populer pada banyak perusahaan sawit di tanah air.

Terkait : Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kentang Banget Om!!

Saya yakin para pembaca olah-air.com tentu belum puas dengan artikel ini karena ternyata tidak membahas secara detail tentang proses pengolahan limbah dipabrik sawit. Ya kan? Hehehe

Ya saya juga belum bisa menuliskan semuanya, karena cukup banyak yang bisa kita kaitkan dan harus kita bahas kalau mengenai proses pengolahan limbah cair pabrik sawit ini. Yang jelas beberapa sub materi yang akan saya lanjut bahas dalam blog ini antara lain (Kalau sudah saya bahas nanti jadi Link yang bisa di Klik) :

- Cara Mendesain dan Menetukan Volume Kolam Lagoon Air Limbah Pabrik Sawit
- Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit
- Saya sudah membuat Kolam Limbah, Mengapa Limbah Sawit Masih Belum Masuk Standar?

Nah Cukup sekian tulisan awalan untuk membahas soal limbah cair pabrik sawit ini. Stay Tune terus di Channel Google Plus Mr. Anggi Nurbana. Karena masih banyak Update-an soal ilmu pengolahan air limbah yang bisa kamu dapet.





Baca selengkapnya

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kadang kita bingung dengan cara proses waste water di pabrik sawit yang benar

 

Assalammu’alaikum Wr. Wb. Salam sejah tera buat kita semua. Semoga kita tetap dalam nikmat Iman dan Islam sehingga bisa berjumpa kembali di blog Mr. Anggi yang bernama Olah-Air.Com. Dan masih dalam bahasan utama tentang limbah pabrik sawit, kali ini kita akan membahas secara lebih detail tentang cara mendesain kolam limbah pabrik sawit. Sudah siap?

Proses dengan Kolam Limbah adalah Proses Konvensional

Oh iya saya harap sobat pembaca olah-air.com disini sudah membaca artikel saya sebelumnya tentang cara pengolahan limbah cair pabrik sawit (Kalau belum klik dulu aja). Sebab artikel ini adalah artikel Sub dari artikel utama tadi yang tujuannya adalah untuk menjelaskan lebih mendetail.

Dalam artikel sebelumnya tadi sudah saya jelaskan bahwa proses pengolahan dengan Metode kolam atau Lagoon ini adalah metode konvensional yang sudah sejak lama digunakan dalam dunia sawit menyawit.


If You Have Money, Please Avoid These Concept

Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan, saya pribadi amat tidak menyarankan Anda atau perusahaan Anda memilih metode pengolahan ini. Sebabnya cukup banyak, dan beberapa diantaranya adalah :
  •  Konsep ini tidak memecahkan masalah secara utuh, kebanyakan air limbah yang dibuang masih berbahaya bagi lingkungan.
  • Air limbah berpotensi meresap ke dalam tanah dan mencemari air artesis (Seriusan ini!)
  •  Dengan memilih konsep lagoon dalam mengolah air limbah pabrik sawit, berarti Anda tengah menyianyiakan energi. Sebab, Tahukah Anda bahwa air limbah dari pabrik sawit adalah ladang energi yang dapat MENGHASILKAN UANG (Sengaja huruf besar biar pada sadar!)

But anyway, saya rasa semua tetap ada dipilihan Anda. Lagipula buat apa ambil opsi pengolahan Advanced kalau bisa yang sederhana, Buat apa saya peduli sama lingkungan? Toh Saya ga dapet duit kalau membantu lingkungan? Dan masa mau buang aja susah?? << MINDSET PERUSAK LINGKUNGAN YANG WAJIB DI LENYAPKAN HEHEHE.

Oh iya Anda yang masuk ke artikel ini tentu tujuannya bukan untuk mendengarkan khotbah tentang pentingnya menjaga lingkungan, tapi pasti lebih tertarik pada urusan teknisnya kan hahaha.

Ya sudah dari pada lama-lama membuat Anda kesal dibawah ini Anda bisa menemukan cara untuk menghitung ukuran kolam limbah yang tepat.


Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

dengan menggunakan proses sawit yang meminimalisir air limbah
Salah satu gambar kolam air limbah pabrik sawit

 

  1. Cari tahu beberapa data berikut, kapasitas pabrik yang akan dibangun dan jumlah area kosong yang tersisa plus kedalaman muka air tanah.
  2. Ketika data sudah didapat maka kapasitas produksi tadi bisa Anda kalikan dengan 15x sampai 20x (Untuk safety).
  3. Setelah itu Anda kalikan lagi dengan nilai 100 – 200. Maka didapatlah jumlah total volume kolam yang harus Anda buat.
  4. Lalu setelah mendapatkan nilainya maka bagilah menjadi 8 hingga 12. Dan Anda akan mendapatkan ukuran volume untuk tiap-tiap kolamnya.
  5. Untuk panjang, lebar dan kedalaman tiap kolam silahkan disesuaikan dengan area kosong yang tersedia dan juga kedalaman muka air tanah.

Contoh Studi Kasus Perhitungan Kolam Limbah Pabrik Sawit

cara cepatnya adalah dengan membuat kolam yang tidak terlalu besar
Proses pengambilan sample oleh team Engineering Hanshin
 

Katakanlah di sebuah Pulau di Indonesia yang disana terdapat banyak Ahli Rendang Asli. Ada sebuah perusahaan Sawit yang memilih menggunakan metode konvensional untuk mengolah limbah mereka.

Perusahaan Sawit ini memiliki kapasitas produksi tertinggi sekitar 70 Ton Produk perharinya. Dan untuk data area, perusahaan ini masih memiliki area yang sangat luas sehingga tidak masalah, namun kedalaman muka air tanah ternyata hanya sedalam 9 meter. Maka berapakah volume kolam yang harus dibuat. Serta berapa ukuran masing-masing kolamnya?

Untuk mendapatkan volume air limbah kita dapat mengkalikan debit dengan 15. Sehingga didapat 70 x 15 = 1050 m3. Lalu nilai ini kita kalikan dengan 120 sehingga hasilnya menjadi : 1050 x 120 = 126.000 m3. Lalu kita bagi menjadi 12 kolam maka akan didapat tiap kolam berukuran : 126.000 / 12 = 10.500 m3.

Selanjutnya kita tinggal membagi saja volume tiap kolam tadi dengan kedalaman muka air dikurangi 50 cm. Maka 10.500/7,5 = 1235 m2. Dari sini kita tinggal mencari akar dari nilai tersebut maka akan didapatkan nilai 35 m untuk panjang dan lebarnya (nilainya sekitar segitu).

Dengan perhitungan ini Anda akan mendapatkan ukuran tiap kolam adalah : 35 x 35 x 8,5 meter. Dan jika kita hitung secara luas area yang Anda butuhkan untuk membuat 12 kolam tersebut maka setidaknya Anda memerlukan Area seluas : 14700 m2 atau sekitar 15 Hektar. Wow..

Tips Penyempurna Proses

Dari banyak kasus yang saya dan teman-teman seprofesi temukan dilapangan, ternyata proses menggunakan metode Lagoon atau kolam limbah ini tidak sepenuhnya dapat membuat buangan dari proses ini masuk ke dalam standar baku mutu.

Oleh karenanya sangat disarankan pada bagian effluent tetap ditambahkan proses tambahan seperti proses filtrasi kasar dan juga desinfeksi untuk menyempurnakannya menjadi lebih baik.

Kesimpulan Akhir dan Saran 
 

Nah inilah dia akhir dari artikel kita kali ini. Mudah-mudahakan sobat olah-air dapat mengambil manfaat dari tulisan ini. Mohon dimaafkan segala kata yang kurang mengenakan ataupun menyindir hehe.

Akhirul kalam, segala yang benar datangnya Dari ALLAH SWT dan kekeliruan datang dari diri saya pribadi. Wassalammu’alaikum, sampai jumpa.

Baca selengkapnya