Showing posts with label PERHITUNGAN. Show all posts
Showing posts with label PERHITUNGAN. Show all posts

Monday, 28 March 2016

Cara Menghitung Nilai TDS Permeate dan Reject Reverse Osmosis

Teknik Menghitung Nilai TDS Permeate dan Reject RO

MIster Anggi membutuhkan pekerjaan yang menjamin keluarganya

Berapakah hasil tds permeate RO? Bagaimana cara menghitung nilai TDS permeate RO ? Berapakah TDS dari Reject RO? Bisakah Reject RO Kita gunakan kembali? Hmm..

Pertanyaan pertanyaan tadi sering seliweran di google hingga akhirnya orang-orang masuk ke blog ini karena menurut google blog olah-air.com ini punya jawabannya. Yap benar sekali anjuran google, tapi agar lebih seru dan biar lebih jelas dalam postingan ini saya akan bahas lagi (lagi dan lagi tentang hal ini) karena barang kali diantara sobat sekalian ada yang belum jelas.

Apa itu RO?
Secara Gamblang, Anda tinggal ketik saja di Google sehingga Anda dapat mengetahui apa itu RO. Tapi izinkan saya posting sedikit saja tentang RO ini, RO adalah suatu sistem pemurnian air dengan menggunakan tekanan tinggi sehingga mineral dan kotoran dapat terbuang dalam reject dan hanya air murni yang dapat keluar (Mudahnya seperti itu).

Bagaimana Cara Menghitung nilai TDS hasil produk RO?
Sebenarnya tidak akan ketemu ilmu pasti karena semua tentu tergantung dari air baku dan peralatan yang digunakan. Namun begitu ada beberapa produsen membrane yang mengklaim membrane mereka mampu untuk memurnikan air hingga TDS-nya turun hingga 99.95%, dan kenyataannya adalah saya belum pernah menemukan hal seperti itu. Yup.. Hitungan 99.95 hanya hitungan diatas kertas saja.

Lalu berapa hasil tds yang benar untuk produk atau permeate dari RO? 
Permeate dari RO yang sesungguhnya akan didapat adalah ada di angka 98-96% dengan tingkat paling rendah adalah di 95%. Jadi untuk secara mudahnya kita ambil saja nilai tengahnya adalah diangka 97%.

dan begini cara berhitungnya :

TDS Product = TDS Inlet x (100 % - 97%)

Sebagai contoh, kalau air yang masuk ke dalam sebuah sistem RO adalah di nilai 1000 mg/L, maka yang keluar akan berada pada TDS 30 mg/L dan jika naik ke angka 40 mg/L segera bersiap untuk melakukan cleaning terhadap membrane RO.

Lho, kok mudah sekali Menghitung berapa TDS permeate RO?
Yah bos.. ini adalah hitung2an engineer tembak, yang walaupun anda kira gampang dan tidak akurat. Tapi percayalah, hitungan seperti inilah yang akan Anda temukan dilapangan. Yah.. kalau lewat 1-4 mg/L wajar sajalah.. Namun pada dasarnya yang terbaik adalah di rejection 98% dan yang terburuk ada di angka 95%.

Kenapa hasil permeate RO tidak sama dengan spesifikasi si Membrane?
Jika kita baca dengan teliti, pada katalog setiap membrane yang kita gunakan maka kita akan menemukan disclaimer yang mengatakan bahwa "Pengujian ini dilakukan pada air dengan kandungan garam 2000 mg/L (garam NaCl) dan tidak bisa dijadikan acuan untuk keadaan real di lapangan" Hmm.. sudah jelas!?

Karena dilapangan ada begitu banyak sekali faktor yang dapat membuat perhitungan matematis menjadi meleset. Seperti kadar kesadahan air, kadar silica pada air, tingkat TSS dan mikroba pada air. Semuanya harus diperhitungkan. Adapun nilai rejection 99,95% yang ada di katalog tersebut diujikan pada air murni yang ditambah NaCl hingga 2000mg/L. Di air uji tersebut tidak ada Ca,Mg, Silica, Ataupun bakteri. Jadi ya wajar saja kemampuannya hingga sampai setinggi itu.

Sekarang kalau dibalik, Bagaimana menghitung TDS dari Reject atau concentrate RO?
Hmm.. jarang juga sih yang mau ribet menghitung yang satu ini. Bahkan sangat sedikit perusahaan yang mau memasang TDS meter pada aliran concentrate mereka. Tapi yah.. anda tentu penasaran kan? Yo wess.. kita obati penasaran Anda.

Konsep ViNi VaNa untuk menghitung TDS Concentrate
Konsep ini saya kenal ketika masih bersekolah di SMAKBo. sebenernya konsepnya adalah V1N1=V2N2 tapi agar mudah diingat maka diberikan nama ViNi = VaNa. Agak mirip-mirip dengan neraca massa sih, yah anggap aja ini neraca konsentrasi.

Jadi Andaikan kita memiliki Air dengan TDS 1000 mg/L sebanyak 500 liter, lalu kita masukan kedalam RO dan kita mendapatkan permeate 30 mg/L. Maka TDS dari Reject atau concentratenya adalah Selisih dari konsentarsi dikalikan dengan @@##% >> Ribet jelasinnya. Saya kasih hitungannya aja.

Apakah Air dari Reject Ro (Reverse Osmosis) tadi bisa digunakan?
Hmm.. .hitung saja oleh Anda, berapa kira-kira TDS yang direjectnya? Dan mau Anda gunakan untuk apa air reject tadi? Jikalau masih masuk kedalam standar baku mutu air bersih, yakni masih dibawah 1500 mg/L yah bolehlah untuk siram tanaman atau digunakan untuk toilet. Namun kalau sudah diatas itu sebaiknya digunakan untuk siram jalan saja. Atau.. untuk penyembuhan penyakit kulit.

Oke ya, that's All untuk perhitungan berapa TDS dari Permeate dan Concentrate RO. Mudah-mudahan dapat menjawab pertanyaan teman-teman yang hobi googling for anything. 

PS : Kadang saya mendapatkan telepon (Bukan kadang sih tapi sering) yang menanyakan hal sebenarnya sudah saya share disini. Jadi untuk teman-teman yang mau bertanya silahkan di search aja dulu di olah-air.com, kalau ga ketemu baru deh telepon, tapi kalau konsultasinya bayar sih gpp hahaha (Kebanyakan kaga ;p)

Salam Semangat


Mr. Anggi
Cara cepat menghitung Nilai TDS pada permeate dan Reject adalah dengan



Baca selengkapnya

Monday, 14 December 2015

Cara Menghitung Kebutuhan Resin Softener

Cara Koboy : Menghitung Kebutuhan Resin Pada Softener

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Softener
Terkadang dilapangan Kita Harus Bisa Punya Cara Koboy Supaya Lebih Cepat (Pic : Floridamemory.com)

Hallo sobat sekalian, alhamdulillah kali ini kita akan membahas tentang cara saya untuk menghitung kebutuhan dari softener.

Apa itu Softener?

Softener itu bukan pelembut macam molto atau downy yang suka dipake sama ibu-ibu (Iya deh itu juga termasuk).
Softener yang akan kita bahas disini adalah resin yang digunakan untuk menukan kation yang ada diair sehingga kesadahan dari air berkurang. Setidaknya itulah definisi saya tentang softener (Yang mau debat.. Preet.. Ini saya tulis berdasar pengalaman saja.. Ga suka silahkan cari yang mau buka rahasia cara hitung softener disitus lain hehe).

Bagi yang belum familiar dengan istilah kesadahan Silahkan Buka Link Ini :
Bagaimana Cara Menghilangkan Kesadahan Dalam Air

Fungsi Softener
Water softener seperti yang sudah dituliskan sebelumnya adalah resin kation yang diaktivasi dengan garam brine (NaCl) sehingga dapat bertindak sebagai penyerap kation dari Ca dan Mg.

Ca dan Mg adalah dua mineral yang menjadi biang keladi terjadinya kesadahan pada air. Dan tentunya saya kira teman-teman disini sudah paham dengan apa saja yang dapat terjadi jika nilai kesadahan pada air terlalu tinggi.

Scaling, Itulah yang dapat terjadi jika nilai kesadahan pada air terlalu tinggi. Dan scaling ini dapat membawa pada cukup banyak kerusakan dan kerepotan dikemudian hari. Seperti: Seringnya penggantian membrane, pipa mampet, dan naiknya tekanan/pressure pada boiler anda.
bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal


Mari Langsung Ke Cara Menghitung Kebutuhan Resin Softener

Yuk kita ga usah muter-muter lagi dan bercanda terlalu banyak (Kalau mau ngobrol Air lebih panjang add aja WA saya di 0857 1147 2834).

Data Apa Saja yang Kita perlukan untuk menghitung jumlah si Resin ini?
Berikut adalah data-data yang kita perlukan :
1. Data Kadar Ca dalam Air
2. Data Kadar Mg dalam air
3. Data Debit yang dibutuhkan
4. Data Berapa lama Anda bersedia Melakukan regenerasi.

Yuk mari kita uraikan satu persatu data-data diatas.
1. Data kadar Ca dan Mg di dalam air
Biasanya data-data ini tidak akan tercantum pada hasil analisa standar baku mutu air bersih. Karena memang tidak disebutkan harus berapa si Ca dan Si Mg.
Oleh karena itu biasanya saya melakukan analisa khusus untuk mengetahui kadar masing-masing. (Untuk cara analisa baik si Ca ataupun Mg silahkan anda tanyakan pada analis ditempat kerja Anda atau anda bisa googling sebentar).

Cara lainnya untuk menentukan nilai resin pada softener anda adalah bisa dengan nembak. Namun cara ini mungkin tidak direkomendasikan bagi Anda yang baru saja "Main Air". Cara ini yang biasa saya lakukan untuk mendapatkan perkiraan kadar kedua mineral tersebut dengan akurasi 90% (Yang mau debat please leave this site,, Ini berdasarkan pengalaman bukan hanya teori seperti dibuku yang para debaters baca).

Lihat Juga : Perhitungan Index Langier Ryznar

Coba rasakan si Air
Hal yang biasa saya lakukan ketika mendapatkan hasil analisa yang komplit namun masih ala standar baku mutu air bersih (Dimana kadar Ca dan Mg belum diketahui). Adalah merasakan, rasa si air tersebut. Ya.. Minum saja.

Air yang mengandung banyak Ca akan terasa agak manis dan yang mengandung Mg akan terasa agak pahit. (Inget iklan air minum yang ada kayak manis2nya.. hehe berarti ada apa ya disana?).

Tebakan Standar
Okelah kalau yang diatas adalah perkiraan secara cepat untuk bisa mendapatkan data taksiran Ca dan Mg sehingga saya bisa langsung menghitung kebutuhan resin. Namun yang standar adalah selalu gunakan perbandingan 1 : 1.5 (Ya Si Kalsium satu dan Magnesium Satu koma lima).

Kalau Anda tanya dari mana, Saya akan jawab experiences is the best teacher. Karena selama apapun anda bergulat dengan buku tetap saja pengalaman yang akan memberikan jawaban yang terbaik.
Mengitung resin Softener


2. Debit Air yang Anda butuhkan?
Biasanya saya membutuhkan data ini. Jika terkadang si PIC ataupun owner yang meminta desain saya tidak mengetahui berapa tepatnya kebutuhan air dia. Maka ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk mengetahui debit yang dinginkan sebagai hasil produksi si softener nanti :
a. Mengambil data Forecasting 3 bulan terakhir (Apa itu forecasting.. Silahkan belajar ilmu teknik industri).
b. Benar-benar melakukan breakdown terhadap kebutuhan air masing2 section (Cara ini saya ambil kalau si Owner atau PIC adalah orang yang memang kritis dan mau ikut ribet hehe ==> Biasanya mereka akhirnya malah minta perkiraan saja hehe..)
Waktu Regenerasi harus juga diperhitungkan untuk menentukan jenis softener yang tepat

3. Berapa Lama waktu regenerasi kembali?
Nah ini adalah data terakhir yang mutlak saya perlukan. Enak deh kalau kita bicara dengan bagian utility atau engineer yang sudah tau perencanaan man power dan jam kerja mereka. Sehingga ketika si softener jadi, maka saya tinggal pasang dan mereka sudah tau kapan harus regenerasi.

Nah lain soal, kalau pabriknya ternyata belum ada bagian engineeringnya. Maka saya biasanya akan bilang kalau si softener ini akan memiliki waktu regenerasi 3 hari atau 2 hari. Yup.. Begitu biasanya cukup.

Ceritanya Datanya Sudah Terkumpul, Lalu Mari kita berhitung Kebutuhan Resin Softener
Oke semua data sudah ada, dan data dibawah ini adalah data gambaran saja supaya kita bisa praktek menghitung kebutuhan resin softener.
- Kadar Ca = 150 mg/L = 3.7 mEq/L
- Kadar Mg = 225 mg/L = 9.25 mEq/L
- Debit Air Perjam = 100 Liter
- Lama Regenerasi Kembali = 3 Hari (72 Jam)

*Untuk teman-teman yang mau tau si mEq itu datangnya dari mana, saya sarankan membuka tabel unsur periodik.

Opini Penulis : WWTP Bukan Magic Box

Data sudah didapat, Sekarang Bagian yang mudahnya : Menghitung Resin

Seperti yang sudah kita tahu (Yah Sebagian Mungkin) bahwa kapasitas penukaran ion standar pada resin softener adalah 1,9 eQ/L Resin.
Maka kita akan mendapatkan data selanjutnya sebagai berikut :
- Volume Air sampai Regen = 100 x 72 = 7200 Liter

Jumlah Ion yang ditukar = 7200 x 12.95 = 93240 Mili Ion Eqvalen

Maka kebutuhan resin adalah = 93240 Mili Ion Eqivalen  / 1.9eQ/L = 49 Liter Resin

Tada.. Selesailah perhitungan ini. Saya mohon maaf kalau dalam perhitungan ini ada yang sedikit loncat-loncat sehingga anda tidak dapat mencernanya. Pada intinya saya harapkan, jika Anda benar-benar ingin mempelajari ilmu pengolahan air maka Anda bisa membeli beberapa buku/tabel berikut :
- Tabel Susunan Unsur Periodik
- Buku Vogel satu dan dua
- Buku MetCalf dan Eddy.

Menarik Nih : Cara Menghitung resin di Demin Plant

Sekian Sharing kali ini tentang cara menghitung kebutuhan resin pada softener. Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi pada kesempatan selanjutnya.


Salam Olah-Air


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Friday, 11 September 2015

Honeycomb "Sarang Tawon" vs Bio Ball mana yang Lebih baik

Honeycomb "Sarang Tawon"  vs Bio Ball mana yang Lebih baik

Sarang Tawon Vs Bio Ball

Selamat Pagi.
Hallo sobat olah-air sekalian
Jumpa lagi dengan Mr. Anggi dalam postingan terbaru di Olah-air.com
Kali ini kita akan sharing bersama tentang suatu perbandingan teknik pengolahan. Kedua teknik pengolahan ini sudah umum dipakai di dunia waste water treatment, dan peruntukannya pun sama. Yang membedakannya adalah prinsip ataupun kesukaan sang waste water engineer. Apa itu? Berikut adalah jawabannya.

Honeycomb vs Bio Ball
Ini Salah satu jenis Sarang Tawon

Honeycomb atau orang biasa menyebutnya sarang tawon, merupakan tempat hidup bakteri artifisial yang dibuat dengan bentuk menyerupai sarang tawon. Bahan pembuatnya hmm apa ya.. Seperti mirip plastik. Terkadang bentuknya mirip dengan sponge cuci piring, namun dengan ukuran mesh atau pori lebih besar.

Mau Dapet Terus Update ilmu Water Treatment?? Add Saya disini

Bioball, merupakan tempat hidup bakteri yang terbuat dari plastik (sekarang). Bentuknya bervariasi dari mulai berbentuk seperti rambutan, bentuk seperti bola golf dan juga berbentuk seperti kubus.
Kedua jenis alat ini digunakan sebagai alat bantu untuk membuat bakteri betah berlama-lama dalam tangki aerasi. Keduanya pun digunakan untuk menambah kapasitas dan waktu tinggal bakteri yang ada di tangki aerasi. Pertanyaannya manakah yang lebih efektif? Mari kita bahas satu persatu.

Luas Area Honeycomb vs Bioball
Secara luas area, sebenarnya tidak ada rumusan pasti dalam membedakan kedua tempat tinggal bakteri ini. Secara luass Honey comb atau sarang tawon telah banyak diterapkan diperusahaan-perusahaan makanan ataupun minyak goreng. Dengan menempatkannya di pinggir bagian bawah ataupun tengah tangki aerasi. Saya pribadi menggunakan honeycomb tidak menggunakan rumus tertentu. Hanya berdasarkan pengalaman saja. Dengan menggunakan sarang tawon ini suatu tangki aerasi yang seharusnya didesain besar bisa di desain dengan lebih kecil, biasanya dapat memangkas setengah hari flow per-hari.

Untuk Bio Ball, Tidak ada rumusan pasti juga dalam menghitung bioball yang diperlukan. Saya pribadi menganggap 1 buah bio ball dapat mengcover 1 sampai 2 m2 area di tangki aerasi. Untuk safety, sayapun menganggap penggunaan bio ball untuk memangkas setengah dari flow harian wwtp.

=======================================================================
Kunjugi Juga Artikel Lainnya www.olah-air.com
=======================================================================

Penempatan Sarang Tawon vs Bio Ball
Sarang tawon, ditempatkan pada sisi-sisi tangki aerasi. Biasanya ditempatkan pada bagian tengah ataupun bagian bawah dari tangki aerasi. Dengan catatan cukup jauh dari daerah suction ataupun inlet tangki aerasi. Hal ini untuk menghindari rusaknya si sarang tawon, ataupun terhisapnya si sarang tawon ke dalam pompa.
Bio Ball Bentuk Bola Golf

Bio Ball, dengan bentuknya yang menyerupai bola tidak memerlukan tempat khusus. Sifatnya yang dinamis mampu menjangkau seluruh area aerasi. Namun sifat ini jugalah yang membuatnya wajib memiliki pembatas area, kenapa? karena Bioball ini rentan untuk meng-ikut kedalam tangki selanjutnya, bahkan terkadang terhisap kedalam pompa. Oleh karena  itu dalam penempatannya, Bio Ball harus ditempatkan dalam suatu tempat tertentu istilah gampangnya adalah di kerangkeng untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tadi disebutkan.

Daya tahan Sarang Tawon vs Bio Ball
Bio Ball Bukan Jurusnya RX Bio

Sarang tawon, karena dibuat dari bahan plastik lembaran atau terkadang dibentuk dari gumpalan benang (Sayapun kurang mengerti bahan pembuatanya karena si sales yang jual ke saya juga sama tidak mengertinya Pokoknya tau pasang aja) memiliki daya tahan terbatas. Pada situasi asam tinggi ataupun basa tinggi, sarang tawon dapat dengan mudah hancur. Makanya sarang tawon disarankan untuk dipilih hanya untuk air limbah dengan kadar pH yang relatif stabil.

Lain halnya dengan Bio Ball, untuk urusan daya tahan Bio ball jauh lebih baik dari sarang tawon. Kondisi asam tinggi ataupun basa tinggi tidak menjadi masalah bagi Bio Ball. Oleh karena itu untuk air limbah  dengan tingkat asam yang tinggi, disarankan untuk memilih bio ball sebagai media bakteri di tangki aerasi.

Kelebihan dan Kekurangan Sarang Tawon vs Bio Ball
Tiada gading yang tak retak, begitulah kata pepatah yang berarti tidak ada satupun yang sempurna. Baik sarang tawon maupun bio ball memiliki kekurangan masing-masing. Namun secara mudah berikut adalah kekurangan dan kelebihan masing-masing :
a. Sarang Tawon
Sarang tawon mudah dalam pemasangannya, karena tidak memerlukan krangkeng khusus. Kekurangannya sarang tawon mudah hancur karena asam ataupun basa dari air limbah.
b. Bio Ball
Bio Ball memiliki kelebihan dapat menjangkau area aerasi yang luas dikarenakan sifatnya yang mobil, selain itu bio ball lebih tahan terhadap serangan asam maupun basa dari air limbah. Kekurangannya terletak pada cara pemasangannya yang memerlukan kerangkeng khusus, karena jika tidak bio ball dapat kabur terhisap pompa.


Sekian sharing kita kali ini, mudah-mudahan kita dapat segera berjumpa kembali dalam kesempatan selanjutnya. Ingat, Bijak-bijaklah dalam menggunakan air, karena air adalah salah satu komponen kehidupan terpenting dan lagi sekarang musim kemarau hehehe.
Good Life, Clear water
Salam Hangat,

Olah-air.com
Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Tuesday, 2 September 2014

Perhitungan Hardness dan Index Langlier - Ryznar

Perhitungan Hardness dan Index Langlier - Ryznar


Hallo rekan-rekan Olah-air Indonesia

Mohon maaf karena kesibukan saya dalam bekerja, saya jadi kurang dalam mengupdate milis Olah-Air ini.

Kali ini kita akan membahas sedikit tentang kesadahan A.K.A Hardness, saya yakin rekan-rekan yang bergelut di bidang kimia atau sekolah kimia pasti familiar dengan yang namanya Hardness.

Pengertian Hardness
"Hardness atau kesadahan adalah nilai yang menunjukan bahwa si air tersebut mengandung banyak garam (Pada umumnya Ca dan Mg) garam-garam ini nantinya dapat membuat masalah scaling dan corrosion." 

Penting sekali untuk mengetahui nilai kesadahan dari air yang kita gunakan, khususnya bagi rekan-rekan yang kebetulan sering berurusan dengan Boiler, Cooling tower ataupun Chiller. Karena kekurang mengertian pada parameter ini bisa membuat kesalahan pengambilan keputusan pada saat penambahan chemical maupun pengoprasian boiler.

Satuan Hardness
Dalam dunia pengolahan air ada beberapa jenis satuan yang sering digunakan dalam mengukur tingkat kesadahan air. Diantaranya adalah :
- dH (German Hardness)
- f (French Hardness)
- mgCaCO3

namun yang paling sering digunakan adalah nilai Derajat Jerman (dH) dan mgCaCO3.

Konversi Nilai
Untuk tiap-tiap satuan hardness, ada cara mengkonversinya kedalam nilai yang lebih familiar yakni dengan mengalikan dengan faktor pengali. Seperti :
1 mg/L CaCO3 = 0,0585 gpg CaCO3 = 0,1 F = 0,0561 dH 

Aplikasi Perhitungan Hardness
Saya yakin rekan-rekan disini cukup sibuk jika harus hitung menghitung, oleh karena itu disni saya lampirkan aplikasi berbasis ms.Excel untuk mengkonversi nilai hardness yang dilengkapi dengan perhitungan derajat Langlier dan Ryznar.
Silahkan Download disini.
Baca selengkapnya