Showing posts with label PENGETAHUAN ENGINEERING. Show all posts
Showing posts with label PENGETAHUAN ENGINEERING. Show all posts

Saturday, 17 February 2018

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM


Selamat pagi, siang, sore, malam.
Kali ini saya akan membahas tentang pengalaman take out and reinstall valve & transmitter

PROSES TAKE OUT VALVE


Mungkin oleh orang yang sudah terbiasa take out ( melepas ) valve itu sangat lah mudah, tapi bagaimana kalau baru pertama kali mencoba take out valve? Mungkin sangat lah sulit dan rumit.

Jadi ada hal-hal yang perlu kita ketahui dan pahami tentang take out valve ini.

Sebagai contoh kita akan take out diaphragm valve manufacture Yamatake Honeywel size 4" , yang harus kita lakukan adalah membawa alat-alat yang di perlukan :

1. Kunci pas
2. Obeng (+)(-)
3. Kunci tomi ( saya sih nyebut nya gitu )
4. Cenblok ( jika di perlukan )
5. Multi meter
6. Sarung tangan
7. Lap kain
8. Plastik dan lakban ( untuk menutup flange )
9. Gasket


Silahkan di tambahkan lagi kalau masih kurang :)


Nah jika sudah siap semua alat nya , kita menuju ke lokasi valve untuk di eksekusi, jangan lupa kita membawa permit pekerjaan supaya orang process tau kita akan mengeksekusi valve

Ketika sudah sampai tujuan, pastikan kita toolbok meeting dan berdoa dulu supaya pekerjaan menjadi aman dan lancar, 1 valve kira-kira membutuhkan 3-4 orang ( tergantung size valve ) , check terlebih dahulu apakah ada arus listrik nya atau tidak, kordinasi dengan orang process apakah line sudah aman atau belum.

Setelah itu lepas tubing yg menempel pada aktuator jangan lupa di tutup ya ujung tubing nya dan kasih tanda pada tubing dan konektor nya supaya tidak terbalik saat memasang nya kembali, kendorkan dulu baut 1 per 1, tahan valve dengan orang lain atau bisa menggunakan cenblok, copot 1 per 1 baut yang menempel di flange ambil gasket taruh di tempat yang aman, jangan lupa flange di tutup menggunakan plastik supaya tidak ada kotoran yang masuk kedalam, siapkan alas untuk menaruh valve tersebut hati-hati saat menaruh valve jangan sampai ada yg patah. Setelah itu bawa ke workshop di loop test dan cleaning serta pengambilan data.

REINSTALL VALVE


Jika sudah selesai di workshop, saat nya kita reinstall, pada saat reinstall kita perlu berhati hati supaya valve tidak miring bahkan jangan sampai bocor, 

1. angkat valve sampai ketinggian nya rata dengan flange kiri kanan,
 
2. kemudian masukan baut di bagian bawah dan tengah supaya menjaga agar valve tidak jatuh dan memudahkan menaruh gasket,
 
3. check kembali gasket yang di bawa dan yang bekas terpasang apakah sama atau tidak, hati-hati saat memasukan gasket di antara flange jangan sampe rusak gasket nya karena akan menyebabkan kebocoran,
 
4. kemudian pasang baut yg paling atas kencangkan baut dengan cara menyilang maksud nya kencangkan baut yang bawah kekencangan nya 50% dahulu supaya rata flange nya,
 
5. kemudian kencangkan baut yang atas dengan kekencangan 50% dahulu dst,
 
6. check kembali kekencangan nya dengan mengencangkan keliling baut mulai dari atas sampe bertemu atas kembali. 

7.  Pasang tubing yg tadi di lepas, kordinasi dengan orang process setelah semua beres jika perlu di loop test d lapangan lakukan loop test dengan orang process yang ada di DCS, mulai dari 0% - 100%. 5S di tempat kerja dan
 
8. Setelah semua selesai rapihkan alat-alat dan siap kembali beristirahat.

Artikel Paling Banyak Dilihat :
- Faktor Yang Menyebabkan Kecacatan pada Pengelasan

TAKE OUT TRANSMITTER

Untuk take out transmitter ini kita cukup 2 orang saja karena ukuran nya tidak terlalu besar hanya 1-1/2" saja, jangan lupa alat-alat nya di persiapkan.

1. Kunci pas
2. Kunci inggris ( jika di perlukan )
3. Multi meter
4. Hand pump ( jika di perlukan )
5. Alat ukur ( hart, yokogawa, yamatake )
6. Lap
7. Sarung tangan
8. Plastik
9. Slotip



Pada saat akan take out transmitter di wajibkan tool bok meeting dan berdoa untuk kelancaran bekerja, jangan lupa kordinasi dengan process DCS, setelah semua siap barulah kita take out transmitter tersebut, tubing di lepaskan 1 per 1 jikalau ada flange nya bisa di lepas bisa juga tidak ( sesuai kebutuhan ), cleaning.


REINSTALL TRANSMITTER
Pasang kembali tubing yang di lepas, kemudian kalibrasi, informasikan pada DCS bila siap di loop test, 5S di tempat kerja dan rapihkan alat-alat, siap kembali ke workshop.

Mohon maaf bila ada yang salah. Terimakasih

Created by : Hoirussalam
Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam


Assalamualaikum wr.wb
Salam hangat untuk semua.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Langkah Persiapan Sebelum Shutdown

Apa saja persiapan yang di lakukan?

1. Pengalaman saya untuk persiapan ini adalah. Membuat map mini

Saya membuat map mini supaya lebih mudah mengetahui letak equipment yang akan di take out. Setelah di tandai posisi nya, saya akan membagikan ke kontrakror yang akan mengeksekusi nya, di map mini ini saya pisahkan perlantai supaya mudah untuk mencari nya.

2. Membuat name tag khusus untuk equipment yang akan di take out

Mungkin ini yang jadi sorotan nya, karena dari sini kita pasti tau kalau equipment ini salah satu yang akan di take out.



3. Memasang name tag

Kali ini pemasangannya tidak sembarangan hanya di pasang, pemasangannya ada di aktuator dan kabel ( 1 name tag ada di equipment yang aka di bawa ke workshop 1 name tag di tinggal di lapangan ), supaya memudahkan saat reinstall. 


4. Mempersiapkan material

Hal ini seharus nya di siapkan pada jauh-jauh hari sebab kedatangan material ini lumayan lama. Setelah material datang harus di pisahkan sesuai *name tag* dan kebutuhannya.

5. Menentukan equipment apa saja yang akan di shutdown/overhaul.
Mungkin ini salah satu yang paling "ruwet" karena menyangkut orang banyak dan pemikiran orang banyak, pasti selesai meeting untuk hal ini ada saja revisi, entah itu pengurangan maupun penambahan equipment baru.

6. Mempersiapkan documemt yang di butuhkan

Pasti banyak document yang di butuhkan di sini, mulai dari document take out, reinstall, overhaul, kalibrasi, keluar masuk equipment, adapun check sheet per-item dan masih banyak lagi.

7. Membuat struktur organisasi

Dari mulai manager sampai tekhnisi pun terlibat dalam hal ini, membuat bagan yang bertujuan untuk memantau dan melaksanakan tugas di plant yang sudah di tetapkan.

8. Klarifikasi dengan kontraktor

Mengkonfirmasi Sebuah PT. Yang akan mengerjakan shutdown/overhaul, bila sudah siap kita akan menyerahkan list yang akan di kerjakan dan berdiskusi tentang pekerjaan tersebut.

9. Training safety
Menjelaskan tentang safety apa saja yang di gunakan di pabrik tersebut, adapun pengecekan alat-alat yang akan di gunakan, menjelaskan tentang *permit* dan SOP di pabrik tersebut.

Persiapan shutdown ini memakan waktu yang lumayan lama, kita juga harus mempersiapkan stamina, pikiran, mental dll.

Jika ada kekurangan nya mohon di tambahkan, mohon di maklumkan pengalaman saya masih sedikit dan masih banyak belajar.

Terima Kasih

created by : Hoirus Salam

Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA


Pembahasan selanjutnya, kalau ada yang kurang pas silahkan di tegur ya :)

Kita tidak bisa menghindari salah pasang/tertukarnya equipment, walaupun itu tidak mungkin karena kita seringnya melihat dan mengetahui posisi equipment tersebut, tapi bisa saja terjadi salah pasang itu, entah itu faktor human atau yang lainnya, pasti dari kita pernah menemukan salah pasang equipment bahkan malah kita sendiri yang memang pernah salah pasang posisi equipment nya.

Kita akan membahas cara supaya tidak tertukar nya posisi equipment yang akan kita pasang, jadi di sini maksudnya tertukar posisi itu kita ambil contoh saat shutdown/overhaul. 

Pasti saat- saat itu semua equipment yang sudah kita list akan di take out ( di lepas dari line tersebut yang ada di lapangan ), dibawa ke workshop untuk di cleaning ada juga part nya yg akan di ganti, pada saat take out semua berjalan dengan mudah ya, nah dari sini lah kesalahan yg fatal itu kalau kita tidak memberi tanda pada equipment dan posisi nya. 

Apalagi kalau equipment yang akan kita take out ( lepas ) dari line jarak nya bersebelahan dan tidak ada tanda nya, pasti nanti akan bertanya tanya ini dimana letak posisi yang benar.

Ada caranya supaya equipment tersebut tidak tertukar saat reinstall ( pemasangan )

1. Kita bisa memasang inisial atau tag number di body equipment tersebut. 


2. Selain cara di atas kita juga bisa memasang tag number menggunakan plat ( name tag )
yang kita potong tidak terlalu besar supaya bisa di gantungkan di body tersebut.


3. Selain memasang tag number di body, kita juga harus memasang tag number di kabel yang ada di lapangan nya, supaya kita bisa mencocokan dengan equipment yang kita take out tadi.


Ko rumit banget sih harus memasang tag number menggunakan plat segala, kan sudah ada di equipment tersebut tag number nya. Iya benar memang sudah ada tag number bawaan di equipment tersebut, tapi kalo suatu saat tag number bawaan yang ada di equipment tersebut sudah hilang karena terkena panas dan hujan gimana?


Nah solusi nya menggunakan tag number dari plat ( name tag ) itu.


Jika suatu saat sedang shutdown dan equipment yang akan kita take out bersebelahan dan 22 nya kita take out semua, jika kita tidak memasang tag number menggunakan plat ( name tag ) apakah kita masih ingat letak salah satu equipment tersebut dimana? Pasti kita akan kebingungan , masa nunggu start up dulu supaya kita tau tag number berapa yang kita pasang, bagaimana kalau equipment tersebut sangat fatal dan interlock, pasti akan mengganggu start up dong. Maka dari itu, kita akan mengurangi / meminimalisirkan kejadian tersebut dengan menggunakan name plate yg di gantungkan di body dan kabel nya.

Saat memasang tag number plat ( name tag ) kita juga harus berhati hati, entah itu terkena pipa panas, terbentur habeam, tersandung pipa, bisa juga tersentuh equipment yang bisa menghambat jalan nya oprasi pabrik.

Jadi, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan dan mencegah terhambat nya oprasi di pabrik. Tetap berhati-hati saat bekerja walaupun pekerjaan itu sangat mudah.


Terimakasih untuk waktu luang nya :)

Lihat Juga :
- Pengenalan Boiler dan Fungsi Chemical di Dalamnya







created by : Hoirussalam*

Email : hoirussalam7@gmail.com

Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

8 Komponen Pengisi P&ID

8 Komponen Pengisi P&ID


Assalammu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allahumma Sholli A'ala Nabiyina Muhammad Wa A'la Alliy Nabiyina Muhammad

Senang sekali hari ini bisa posting lagi. Kebetulan sedang mencari suasana baru ditengah kesibukan. Dan suasana tersebut hanya bisa ditemukan ketika sedang menulis artikel hahaha..

Kali ini kita akan membahas tentang komponen pengisi dari sebuah P&ID. 

Seperti yang sudah kita bahas sebelum dalam artikel yang berjudul Cara Membaca P&ID Water Treatment Plant, disana kita sudah membahas dasar-dasar dari sebuah P&ID. Dan sekarang kita akan mulai menguraikannya kembali.

Komponen-komponen yang saya jabarkan disini biasanya akan selalu Anda temukan dalam sebuah Desain P&ID. Oleh karenanya sobat pembaca Olah-Air.Com, sangat disarankan untuk mengenali dan hapal betul simbolnya untuk dapat memudahkan dalam pembacaannya.

Apa saja komponen pengisi P&ID?

1. Komponen P&ID Pertama Equipment
Komponen pertama yang harus selalu ada di dalam sebuah Process and Instrumentation Diagram adalah Equipment.
Ya Equipment memegang perananan Utama setelah keberadaan tangki. 
Equipment dalam sebuah P&ID akan digambarkan dengan beragam Symbol yang unik. Dan biasanya dalam satu P&ID sistem besar jumlah Equipmentnya akan ada cukup banyak juga.
Hal lainnya adalah, biasanya material equipment akan mengikuti dari material si Pipa (Namun tidak selalu). Hal ini biasanya untuk mengikuti suatu standar acuan tertentu (Misal SPA untuk Farmasi) ataupun untuk menambah nilai estetika.



2. Komponen P&ID Kedua Tangki
Komponen yang paling pertama adalah Tangki. Ya Tangki biasanya akan ditempatkan pertama dalam sebuah P&ID dikarenakan tangki adalah tempat tujuan dan asal transfer dari Liquida ataupun zat yang hendak diproses.
Tangki juga dapat memiliki beragam macam jenis bentuk serta material tergantung dari sistem yang di desain. 
Dalam beberapa P&ID keberadaan tangki biasanya turut ditempelkan nama atau kode untuk memudahkan identifikasi. 
Oh iya untuk tangki itu sendiri biasanya juga memiliki tiga jalur. Yakni jalur inlet, jalur outlet serta jalur drain. Ada kalanya ada tambahan satu jalur lagi yakni jalur by pass atau Abnormal Running.


3. Komponen P&ID Ketiga Jalur Pemipaan
Dalam sebuah P&ID kamu juga akan menemukan seperti garis yang malang melintang. garis tersebut bukan garis biasanya yang dibuat supaya P&ID menjadi ruwet. Namun garis tersebut diistilahkan sebagai jalur pemipaan yang mengkoneksikan antara satu equipment dengan equipment atau tangki lainnya.

Ketika bertabrakan, jika tidak berhubungan maka harus disimbolkan dengan garis lompat agar tidak terjadi kesalahan ketika installasi di lapangan.

4. Komponen P&ID Keempat Valve
Komponen keempat yang tidak kalah penting adalah adanya Penggambaran simbol Valve dalam P&ID. 
Simbol Valve harus digambarkan secara jelas jenis valve apa yang dipasang dan dimana dia dipasang. Sebab kesalahan dalam penggambaran valve akan merusak jalannya sebuah sistem itu sendiri.
Valve dapat memiliki beragam macam tipe. Dari mulai tipe manual hingga automatis yang langsung terintegrasi dengan control room dan trigger lainnya.


5. Komponen P&ID Kelima Jalur Transmitter/Trigger
Komponen kelima yang biasanya ada dalam sebuah P&ID adalah Transmitter Line/Trigger Line. Hal ini untuk memudahkan process engineer atau technical service dalam memahami rangkaian proses trigger antara satu transmitter dengan equipment.
Semisal kita dapat menemukan sebuah Level Control Alarm yang terhubung dengan trigger On/Off auto pompa dan lainnya.

Contoh lainnya adalah kita juga akan menemukan Sebuah Pressure Switch yang akan berhubungan dengan On/Off pompa. Dan masih banyak hal lainnya.


6. Komponen P&ID Keenam Kode Item
Tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya adalah penulisan kode item. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dari sebuah sistem yang digambarkan.

Terlebih pada sistem yang memiliki Parts Item hingga ratusan, maka penulisan kode item ini menjadi Wajib Mugholadoh namanya. Sebab tanpa pemberian kode dalam P&ID saya jamin process engineer ataupun orang yang berhubungan dengan Sistem tersebut akan dibuat keder karena sulitnya mengidentifikasi part mana yang sedang dihadapinya.


7. Komponen P&ID Ketujuh Accessories
Komponen Ketujuh, yang wajib ada dalam sebuah P&ID adalah asesoris dari Equipment ataupun tangki.

Assesoris ini sejatinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, kalau sistem mau dibuat aman. Sebagai contoh, setiap pompa yang dipasang harus memiliki beberapa asesoris ini :
a. Pressure Switch
b. Pressure Gauge
c. Check Valve
d. Dan terkadang ada tambahan lainnya seperti Flow Indicator ataupun instrumentasi (Tapi yang wajib cuma itu tiga)



8. Komponen P&ID Kedelapan Jalur Sampling dan Abnormal
Ya. Komponen terakhir yang wajib ada untuk sebuah P&ID yang baik adalah penggambaran jalur sampling dan jalur Abnormal.

Walaupun tidak semua sistem memilikinya (Terkadang ditiadakan karena budget user tidak mencukupi). Namun setidaknya dalam gambar P&ID jalur-jalur ini tetap dibuat walau ditandai dengan garus putus-putus yang menandakan future upgrade.

Sesuai namanya jalur ini berfungsi untuk mengambil sampel dan juga untuk menjalankan sistem ketika terjadi abnormalitas.

Dengan adanya jalur ini, sistem akan lebih mudah diidentifikasi ketika terjadi kerusakan. Dan juga lebih mudah di By Pass jika salah satu rangkaian sistem terjadi maintenance atau lainnya.

Oke sobat Olah-Air.Com Itu dia 8 Komponen pengisi P&ID. Mudah-mudahan kita semua dapat sama-sama belajar dari artikel ini.
Jika sobat memiliki saran atau kritik, jangan ragu untuk menghubungi kami via email yang dicantumkan di website ini.



Sampai jumpa, salam sukses!


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Thursday, 8 June 2017

Memperhatikan Desain Ergonomi Dalam Sebuah Plant

Contoh Aplikasi Ilmu Ergonomi Pada Sebuah Water Treatment Plant

caranya adalah dengan menghitung spare area plant

Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar sobat sekalian pembaca setia blog ilmu pengetahuan di bidang water engineering OLAH-AIR.COM ?

Semoga baik-baik saja ya? :)

Lama tak bersua, karena aktifitas saya yang dalam beberapa bulan ini begitu padat. Dari mulai harus memimpin proyek, mendesain rancangan WTP dan WTP dan lain sebaginya yang tidak terasa membuat saya hampir lupa kalau saya ini ternyata memiliki blog yang satu ini hehehe..

Kali ini kita akan bercerita sedikit tentang yang namanya Ergonomi. Apakah itu?

Mahluk yang satu ini bukanlah termasuk golongan Mi Instan ataupun Mi Bakmi ya hahaha..

Dalam artian kuliah teknik, ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam sebuah sistem.



Hmm.. bagaimana? Mengertikah?

Baik, kalau kurang mengerti mari kita buat dalam bahasa yang lebih mudah. Dalam hal ini di plant, ilmu ergonomi adalah ilmu yang digunakan untuk membuat sebuah plant terasa lebih nyaman dan mudah dalam pengoprasian dan juga pemeliharaan. Nah gitu deh..

Beberapa Contoh Aplikasi Ergonomi Dalam Sebuah Plant Water Treatment
Adalah metode mengajar melalui contoh yang saya percaya dapat membuat suatu ilmu dapat lebih mudah dimengerti oleh para murid. Maka dari itu saya akan membuat sobat pembaca disini dapat mengerti dengan lebih mudah dengan menerangkan beberapa contoh diantaranya :

Baca Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

1. Desain Equipment Yang Easy To Use

Contoh pertama yang dapat Anda temukan dalam hampir semua plant (Yah hampir semua, karena ada juga yang engga). Adalah suatu equipment akan sengaja di desain agar mudah digunakan.

Seperti layaknya desain sebuah setir mobil yang dirancang agar memudahkan proses mengemudi kendaraan. Maka equipment-equipment juga seyogyanya akan mengikuti kaidah tersebut.

Dari mulai bentuk yang memiliki kemudahan di angkat, dipindahkan dan ditangani. Kemudian kita juga bisa menemukan posisi peletakan control switch yang diposisikan sejajar dengan sekitar area siku manusia.

Beberapa hal tersebut adalah contoh pertama dari penerapan sebuah ilmu ergomi dalam sebuah plant.

2. Pemberian Area Maintenance dan Spare 

Contoh aplikasi kedua dari penerapan ilmu ergonomi bisa Anda temukan juga ketika memperhatikan keberadaan area maintenanca dan spare dalam setiap equipment atau move-able goods.

Untuk area maintenance biasanya akan memiliki radius 600 mm atau lebih dari equipment itu sendiri. Dan untuk area spare biasanya ditempatkan pada daerah yang mudah untuk akses.

Dalam hal ini, contoh kedua ini dapat dengan mudah kita temukan pada banyak perusahaan jepang. Dimana untuk setiap barang yang diletakan mereka selalu memikirkan akses keluar masuk barang tersebut. Terlebih lagi jika barang tersebut bersifat move to use.

Baca Juga : Teknik Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih

3. Pemberian Assesoris Untuk Operasional Pada Tangki

Contoh ketiga untuk aplikasi ergonomi di plant, dapat juga Anda temukan pada Tangki. Dimana pada sebuah tangki yang cukup besar, biasanya kita akan menemukan man hole dengan diameter 60 cm atau lebih. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan seorang operator masuk ke dalam dan melakukan proses perawatan pada tangki tersebut.



4. Pemberian Warna Spesifik

Contoh lainnya dari sebuah aplikasi ilmu ergonomi, adalah penerapan warna spesifik pada equipment tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pencarian dan juga identifikasi.

Oh iya, saya juga tahu bahwa akan ada yang memasukan contoh aplikasi warna ini pada ilmu display teknik. Yah tapi dalam sebuah perancangan saya akan bilang ini masuk ke ranah ergonomi juga (Biar disekalianin gitu om).

Nah itu dia Beberapa contoh penerapa ilmu ergonomi pada desain plant water treatment. Masih banyak contoh lain yang dapat Anda temukan di field nyata. Maka dari itu, teruslah memiliki sikap mau belajar dan bertanya atas segala sesuatu agar ilmu kita terus berkembang.

Salam Hangat


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Friday, 6 January 2017

Tips Memilih Pompa Untuk RO Air Laut




Dalam suatu sistem reverse osmosis air laut atau desalination plant, Pompa adalah ibarat Jantung yang menjadi kunci dalam mengalikan fluida ke seluruh sistem. Sehingga tingkat kestabilan dan performa pompa menjadi sangat krusial.

Tapi ternyata dilapangan, Pompa untuk mesin RO sea water/air laut ini sering ditemukan mendapatkan kendala yang menyulitkan proses. Kendala dari mulai terkena korosi, dry running, over heat, over pressure hingga lain-lain yang membuat jalannya proses Desalinasi terganggu. Yang tentunya akan menghambat segala proses yang menggunakan air hasil dari desalinasi tersebut.

Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang 5 Tips ketika memilih pompa untuk Reverse Osmosis Air Laut. Yuk tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita bahas.


1. Memiliki Material Anti Karat dan Korosi

Yang pertama kali harus anda perhatikan ketika memilih pompa untuk berurusan dengan air laut adalah dari materialnya.

Material atau bahan baku penyusun komponen pompa yang akan kita gunakan haruslah memiliki sifat yang tahan dari korosi dan tidak berkarat. Oleh karenanya pilihlah pompa dengan material SS314, dengan komponen dalam serupa atau minimal dari karet khusus.

Kedua material tadi sudah teruji tahan terhadap kondisi air laut yang memiliki TDS tinggi. Sehingga masalah karat dan korosi pada pompa sudah tidak perlu Anda khawatirkan lagi.

Lihat Juga :
 Jual Pompa RO Untuk Air Laut

2. Mampu bekerja pada tekanan tinggi

Hal kedua yang harus Anda perhatikan ketika memilih pompa RO Sea Water adalah dari segi kekuatan pompa tersebut dalam menangani tekanan tinggi. Hal ini harus diperhatikan, terutama pada aplikasi mesin RO di kapal laut. Seperti kapal tongkang, kapal tangker ataupun kapal jenis lainnya yang berlayar di lautan.

Kondisi suction yang sering kali hidup dan mati secara tiba-tiba akan memancing terjadinya water hammer yang akan mengakibatkan over pressure hingga 40 bar. Hal ini akan membuat pompa biasa jebol dan rusak parah.

Maka dari itu, untuk proses keamanan disarankan untuk Anda memilih pompa RO Sea Water yang memiliki kekuatan pengendalian pressure tinggi. Salah satunya bisa Anda temukan pada pompa Hydra cell dari Wanner USA yang mampu menghandle pressure hingga 69 bar.


3. Mampu bekerja dalam keadaan bergerak/Non Balance

Kalau kita ingat dengan laut, tentu kita juga pasti ingat dengan yang namanya Ombak. Ombak yang ada dilautan tentunya akan membuat posisi kapal layar menjadi tidak seimbang dan terombang ambing. Hal tersebut merupakan salah satu hal yang mengganggu mesin pompa. Sebab secara ilmu mekanikal, pompa harus diletakan pada posisi yang stabil dan datar (Makanya ada proses level pompa).

Karena kurang memperhatikan kondisi kapal yang terus bergerak, banyak pompa air laut yang menjadi mudah rusak ketika bertemu kondisi tidak stabil dan tidak datar. Hal ini tentu memusingkan para pengguna kapal laut. Sebab ketika di tengah laut kita tidak mungkin mencari pompa pengganti bukan? Dan tidak mungkin pula kita harus puasa minum selama beberapa hari.

Makanya saya sangat menyarankan untuk menggunakan pompa yang dijamin kekuatannya dalam kondisi oprasi permukaan yang tidak stabil dan tidak datar. Mengingat begitu krusialnya hal ini pada sistem Sea Water Reverse Osmosis Anda.

4. Tahan Bekerja dalam Posisi Dry Running

Hal lain yang sering sekali membuat Pompa RO Sea Water rusak adalah ketika terjadinya dry running pada pompa.

Dry running adalah keadaan dimana pompa tidak menyedot air atau fluida melainkan udara. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kerusakan yang sangat fatal karena tanpa keberadaan fluida maka bagian piston pada pompa akan langsung bertemu dengan piston lainnya dalam kecepatan tinggi. Dan tentu hasilnya adalah kerusakan fatal pada pompa yang tidak bisa diperbaiki.

Masalah dry running ini, cukup banyak diakibatkan karena kondisi perairan di laut yang bergelombang dan banyak mengandung partikel kasar seperti pasir dan bahkan tidak jarang biota laut seperti ikan turut tersangkut. Maka jangan heran masalah dry running ini akan cukup sering terjadi pada sistem Anda.

Untuk mengatasi masalah ini, maka disarankan Anda untuk tidak menggunakan pompa yang berbasis motorized atau piston. Tapi pilihlah yang bertipe diapraghm sehingga akan tahan beroprasi bahkan dalam posisi dry running sekalipun.

Lihat Juga : Kursus Water Treatment Gratis

5. Sudah Teruji

Tips terakhir yang harus Anda pastikan adalah, Pastikan pompa yang mau Anda beli telah teruji dan sudah ada bukti pemasangan di tempat lain. Selalu gunakan prinsip “Jangan mau menjadi korban pertama”.

Lihat aplikasi pompa yang ditawarkan, di site langsung. Perhatikan apakah keempat saran yang diberikan pada postingan ini bisa dipenuhi pada pompa tersebut. Jangan tergiur oleh iming-iming harga murah dari supplier karena harga yang murah tentu akan diiringii oleh kualitas yang murah pula, dan akan membawa masalah dikemudian harinya.



Nah itulah dia 5 tips dan saran dari kami tentang bagaimana memilih pompa RO Sea Water yang tepat untuk Anda. Mudah-mudahan saran ini bermanfaat.






Salam Olah-Air.Com
Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

Teknik Pengukuran Debit Air

Teknik Pengukuran Debit Air

Flow Meter Digital (Sumber : globalw.com)

Fungsi Pengukuran Debit Air

Kalau ditanya apa fungsi dari pengukuran debit air tentu saja sangat banyak sekali. Salah satu fungsi pengukuran debit adalah untuk mengetahui berapa pengeluaran Anda untuk membayar biaya air setiap bulannya, dan apakah ada kebocoran di sistem pemipaan Anda.

Selain itu, dalam dunia water treatment engineering. Pengetahuan tentang debit air juga akan menentukan equipment, tangki serta ukuran pipa yang digunakan hingga bisa menghitung cost operational dan waktu oprasi suatu proses water treatment.

Verifikasi dengan Dua Cara Lebih Baik Dari pada Satu

Dari semenjak sekolah tentu kita diajari bahwa melakukan verifikasi pada jawaban kita, akan mendekatkan kita pada jawaban yang benar. yah itulah yang selalu saya ingat dari salah satu guru SD saya yang bernama Bu Oom.

Prinsip itu juga yang selalu saya gunakan dan ajarkan pada anak didik saya. Bahwa selalu verifikasi data Anda dengan lebih dari satu cara. hal ini bukan dimaksudkan untuk membuang waktu atau untuk memperlama proses pengukuran. Namun hal ini dimaksudkan untuk memastikan dengan betul-betul bahwa data yang kita terima adalah benar.

Nah makanya, dalam tulisan ini akan saya beberkan secara singkat tentang 3 Teknik pengukuran debit air yang harus Anda ketahui.

1. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Flow Meter

Teknik yang pertama ini biasa kita temukan pada installasi pemipaan air bersih, khususnya pada pemipaan yang berasal dari PDAM.
Teknik ini menggunakan flow meter yang tertanam pada pemipaan, khususnya yang akan masuk ke dalam sistem air di site.

Kelebihan menggunakan sistem ini adalah, kita memiliki nilai acuan pasti untuk air yang telah tersalurkan. Namun untuk air yang benar-benar diterima tidak dapat dipastikan, karena bisa saja pada sistem pemipaan yang digunakan (Apalagi yang tertanam) terjadi kebocoran sehingga air meluber kemana-mana padahal kita tidak tahu.

2. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Stop Watch

Teknik pengukuran kedua ini, dipakai jika pada sistem aliran tidak terdapat flow meter. Teknik ini biasanya digunakan pada sistem pemipaan terbuka. Baik itu berupa sistem irigasi air, ataupun sistem seperti drainasi.

Caranya adalah dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk memenuhi suatu wadah ataupun sebaliknya. Cara ini diperjalanannya nanti harus digunakan dengan teliti dan arif, sebab akan ada kecendrungan subjektifitas yang tinggi pada hasilnya.

Lihat Juga : Kelebihan Mesin RO Sea Water


3. Teknik Pengukuran Dengan Estimasi Luas Permukaan Alir

Teknik pengukuran ketiga untuk mengukur debit air ini biasanya digunakan pada area terbuka yang sangat besar yang akan sulit bahkan tidak memungkinkan menggunakan alat ukur standar. Salah satu contoh kasus adalah ketika akan mengukur debit air sungai.

Dalam hal ini kita akan menghitung berdasarkan estimasi luas permukaan, kecepatan alir, kedalam sungai dan lainnya hingga didapatkan data debit yang sebenarnya.




Baca selengkapnya

Cara Membaca P&ID Water Treatment Plant

Langkah Cara Membaca PID Water Treatment Plant

Salah satu gambar Contoh P&ID (Sumber : Doc Proyek CHEMINUSA)

Process and Instrumentation Diagram, terkadang menjadi suatu gambar yang membingungkan bagi sebagian orang. Terlebih lagi bagi orang yang awam pada dunia engineering. Bagi mereka yang awam, mungkin gambar P&ID ini tidak ubahnya seperti melihat huruf-huruf morse. Yang akhirnya ketika melihatnya reaksi pertamanya adalah manggut-manggut (Sok Ngerti) padahal cara membaca P&ID nya saja bingung hehe..

Nah itulah yang saya juga rasakan dahulu, ketika awal-awal terjun ke dunia water treatment. Ada perasaan galau yang menyeruak ketika dihadapkan pada penyelesaian masalah yang menuntut kemampuan untuk membaca si P&ID ini. Maka mau tak mau akhirnya jadi bisa, bahkan sekarang sudah merancang ratusan P&ID hahaha.

Bingung Bagaimana Cara Membaca P&ID itu Artinya Sudah Berpikir

Kalau kita bingung menghadapi suatu persoalan, itu pertanda bagus. Soalnya itu tanda kita turut berpikir bagaimana memecahkan permasalah tersebut. Bukankah untuk menemukan jalan baru kita harus tersesat dulu hehe.

Maka dari itu saya bilang kebingungan itu adalah hal yang wajar dan bagus. Dan akan lebih bagus lagi kalau kebingungan dalam membaca P&ID itu bisa segera diselesaikan, dengan cara membaca artikel ini.

Lihat Juga : Desain proses Biologi di Waste Water Treatment Plant

Step By Step Membaca P&ID Water Treatment Plant

Sobat Pembaca Olah-Air.Com, untuk dapat membaca P&ID tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Karena si pembaca tersebut tentunya harus memiliki beberapa pengetahuan sebelumnya sehingga dapat memudahkan dalam proses berpikir dan mencerna gambar P&ID yang disajikan.

Dan dalam postingan kali ini, saya akan coba berikan tips langkah-langkah tentang bagaimana cara membaca P&ID ala Mr. Anggi.

Mudah-mudahan Tips ini dapat sobat terapkan untuk setidaknya dapat mengerti dasar dari si P&ID itu sendiri. nah Yuk kita mulai saja dari langkah pertama.

Lihat Juga : Jual Pompa RO Sea Water

1. Pahami Basic Prosesnya

Langkah pertama dalam membaca suatu P&ID adalah dengan memahami basic prosesnya. Basic proses itu terdiri dari rangkaian berjalannya fluida hingga mencapai maksud yang diinginkan.

Atau secara gampangnya, kamu dapat memahaminya dengan cara menanyakan kepada PIC ataupun Maker sistem tersebut tentang Mesin apakah yang ada dihadapan sobat. Jika sudah tahu mesin apa, maka sobat tinggal googling saja tentang alur proses mesin tersebut sehingga bisa memiliki pemahanam ringkas.

2. Miliki dan Familiarlah Dengan Symbol-symbol P&ID

Tips kedua yang harus Sobat lakukan untuk dapat membaca suatu P&ID dengan baik adalah dengan memiliki tabel pengertian gambar-gambar symbol yang ada di P&ID.

Sobat dapat dengan mudah memilikinya dengan cara mendownloadnya di mesin pencari, atau bisa juga download aplikasinya di Android. Pokoknya gampang banget deh asalkan ada niat pasti deh ketemu itu symbol-symbol.

Lihat Juga : Inilah Alasan Kenapa Assessment harus dilakukan

3. Bacalah Bersama Yang Paham

Untuk dapat memahami sesuatu yang kita tidak paham, jalan terbaik adalah dengan meminta bimbingan dari orang yang sudah paham. Dalam hal ini sobat bisa meminta membacanya bersama dengan salah satu engineer yang merancang atau minimal mengawasi mesin atau plant yang sobat sedang pelajari P&ID-nya.

Atau jikalau tidak ada, sobat bisa memulainya dengan membaca bersama dengan operator. Dan tentunya pada saat membacanya pastikan sobat membawa Buku Tabel pengertian Symbol P&ID yang tadi sudah saya minta untuk di download.


4. Lakukan Highlight Pada Proses Utama

Langkah selanjutnya dalam membaca dan memahami suatu P&ID adalah dengan melakukan Highlight.
Proses ini dilakukan dengan cara memberikan warna-warna terang dari stabilo pada alur proses utama dari plant yang dipelajari.

hal ini dimaksudkan agar kita memiliki pemahaman utuh terlebih dahulu tentang tujuan dari si Plant atau mesin ini diciptakan. baru dari sana sobat mempelajari interlock serta perintilan lainnya.

Oh iya, jikalau sobat sudah melakukan Highlight pada P&ID yang sobat sedang pelajari maka minimal sobat dapat membuat PFDnya dari P&ID tersebut.

Lihat Juga : Proses Overhoul WTP dan WWTP

5. Pelajari Rangkaian Interlocking

Langkah yang kelima ini, mungkin akan agak sulit bagi para NewBie. Namun dengan seringnya bulak balik masuk ke Plant dan juga membaca diagram dan membandingkannya dengan rupa aslinya saya yakin sobat dapat memahami yang saya maksud.

karena sejatinya di dalam sebuah plant atau sistem yang safe pastilah dilengkapi dengan banyak sekali interlock untuk menjaga agar kondisi fatal atau kecelakaan jangan sampai terjadi.

Seperti adanya pressure switch pada pompa ditambah dengan alarm dan juga check valve.

Nah itu dia akhir dari postingan kali ini, saya tahu mungkin akan ada cukup banyak pembaca yang belum bisa membaca P&ID dengan baik. Dan hal itu jelas, karena untuk dapat membacanya secara tepat dan benar sobat haruslah memiliki pengalaman dahulu atau minimal mengikuti pelatihan dari CHEMINUSA :).

Salam Olah-Air.Com


Mr. Anggi

PS :
++ Jika sobat ingin belajar banyak tentang dunia engineering dan water treatment. Silahkan mengikuti blog olah-air.com dengan follow google plus Anggi Nurbana disini. atau Sobat bisa ikut kursus Online Water Treatment Gratis di Kursus.Waternesia.com
Baca selengkapnya

Sunday, 1 January 2017

Cara Menghitung Waktu Tinggal Cairan Di Dalam Tangki

Cara Menghitung Waktu Tinggal Cairan Di Dalam Tangki

sumber : hydrotech-engineering.com

Selamat malam, apa kabar kawan-kawan semua para pembaca olah-air.com semua. Kali ini kita akan membahas tentang cara menghitung waktu tinggal cairan di dalam tangki. Yang dimana hal ini sangat penting untuk dipaham dan diketahui bersama, sebab secara langsung akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dari suatu proses pengolahan yang dilakukan.

Cara Menghitung Waktu Tinggal Cairan

Cara menghitung waktu tinggal ini sejatinya sangatlah mudah. Karena kita hanya perlu menghitung total volume tangki kemudian dibandingkan dengan debit hariannya. Sebagai contoh mari kita menghitungnya.

Diketahui debit air limbah suatu pabrik adalah 24 m3/day. Dan kolam equalisasi memiliki volume tangki 36 m3. Maka berapakah waktu tinggal air limbah tersebut di dalam tangki ekualisasi?

Untuk menjawab pertanyaan diatas tentu sangat mudah sekali, karena kita tinggal membagi volume tangki equalisasi dengan debit harian. Seperti :

36/24 maka akan didapatkan nilai 1,5 yang berarti 1,5 Hari atau satu setengah hari waktu tinggal bagi air limbah.

Lihat Juga : Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

Kenapa waktu tinggal mesti dihitung?


1. Menghindari Shock Load
Salah satu alasan yang pertama dan utama dari pentingnya menghitung waktu tinggal air limbah adalah untuk menghindari terjadinya shockload ataupun over load air limbah pada suatu tangki.
Terkhusus untuk area tangki-tangki yang dimana suplai aliran masuk dan keluarnya tidak menggunakan pemompaan melainkan menggunakan sistem gravitasi saja.


2. Menyempurnakan Reaksi Kimia
Hal yang kedua tentunya adalah dengan tujuan agar setiap reaksi kimia yang terjadi baik itu reaksi netralisasi, koagulasi maupun oksidasi reduksi dapat berjalan dengan sempurna. Kabar baiknya adalah waktu tinggal untuk proses reaksi ini biasanya berada dibawah nilai 1 jam bahkan dalam banyak kasus hanya sebanyak 10 menit saja dari debit harian.

3. Menyempurnakan Proses Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses penurunan endapan yang telah dibentuk sebelumnya oleh rangkaian reaksi kimia yang menggunakan basa atau juga koagulan sehingga lumpur dapat terbentuk dan mengendap.
Perhitungan waktu tinggal cairan tadi dmaksudkan agar dapat memberikan estimasi volume tangki sedimentasi terbaik bagi sistem IPAL maupun WTP yang kita desain.

Biasanya proses sedimentasi cukup memerlukan paling lama 1 jam debit dan paling singkat 30 ment dari debit harian. Jikalau kurang dari itu nanti kita akan menemukan banyak partikel sludge yang terikut pada proses selanjutnya yang membuat nilai TSS di Effluent akhrnya meningkat.

Lihat Juga : Pengertian pH dan kenapa harus diukur

4. Mempengaruhi tingkat keberhasilan proses Biologi
Semua pemain dalam bidang waste water treatment tentu sepakat bahwa salah satu hal yang mempengaruhi tingkat keberhasilan proses biologi di IPAL.
Proses Anaerob misalnya, biasa menggunakan sekitar 1-3 hari waktu tinggal dan untuk proses aerob biasanya akan menggunakan minimal setengah hari waktu tinggal.
Dibawah waktu tinggal tadi, tentunya haruslah dibuat tambahan area media bakteri sebanyak mungkin untuk meminimalisir kegagalan akibat pengurangan waktu tinggal.

5. Mempengaruhi Ukuran Tangki dan Equipment lainnya
Hal yang terakhir yang membuat pengukuran dan perhitungan waktu tinggal menjadi sangat penting adalah, karena waktu tinggal ini akan mempengaruhi ukuran equipment lainnya.
Equipment seperti Pompa, agitator, dosing pump akan turut terpengaruh, terlebih pada IPAL yang berjalan selama kurang dari 24 jam sehari.

Nah itu dia sobat Artikel tentang cara menghitung waktu tinggal dan juga apa-apa saja yang dipengaruhi olehnya.

Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi dalam postingan selanjutnya. Teruslah belajar demi kemajuan kompetensi Anda :).
apakah waktu tinggal itu dapat ditentukan sebelumnya


Baca selengkapnya

Friday, 8 April 2016

Jenis-Jenis Chemical untuk Boiler

7 Jenis Chemical / Bahan Kimia pada Boiler Treatment

Boiler meledak hingga menewaskan 6 orang pekerja. Jangan Main-main dengan Boiler Treatment!

Boiler adalah salah satu bagian yang sangat penting yang keberadaannya bisa kita temukan pada hampir setiap pabrik terutama pada pabrik pensuplai tenaga listrik seperti PLTU.

Boiler berfungsi dengan menguapkan air menjadi steam untuk kemudian steam tersebut digunakan sebagai penggerak mesin-mesin produksi ataupun mesin lainnya. Dan sebagai bahan bakar, kita akan menemukan batu bara, minyak bumi ataupun uap panas yang digunakan sebagai bahan bakar dari boiler ini.

Nah tadi kita dengar ada steam, berarti ada air dong?

Yup betul sekali sebab boiler juga secara langsung berhubungan dengan dunia water treatment karena pada pengoprasian sebuah boiler tidak akan terlepas dari yang namanya air, dan chemical untuk proses water treatmentnya. Sehingga sekarang ini banyak sekali perusahaan-perusahaan baru bermunculan yang menjual chemical untuk boiler.

Apa sih Fungsi dari Chemical pada Proses Boiler?

Seperti yang kita sudah pelajari sebelumnya di olah-air.com. Bahwa sebenarnya dalam air terdapat banyak sekali kandungan mineral dan juga zat pengotor lain yang membuat karakter dari setiap air itu berbeda-beda dan unik sekali.
Kandungan mineral dan pengotor tersebut lah yang harus kita antisipasi dalam setiap proses boiler. Sebab mineral-mineral tersebut jika tidak ditangani secara serius dapat menyebabkan kerusakan pada sistem baik di boiler hingga di mesin produksi. Bahkan Anda juga bisa menjumpai suatu boiler meledak dengan dahsyatnya karena air yang digunakan sebagai feed water dari boiler tersebut tidak di treatment secara benar. Wuidih Ngeri ya..

Sehingga hingga diparagraf ini, kita dapat memberikan garis besar utama dari digunakannya chemical untuk boiler adalah dalam rangka menjaga kondisi boiler sehingga bisa tetap bekerja dengan baik dan optimal.

Lalu apa saja jenis Chemical yang Umum Digunakan pada Boiler?

1. Anti Scalant
Sesuai namanya Anti scalant adalah Chemical yang digunakan untuk mencegah terjadinya scale pada boiler. Scale biasa terjadi karena adanya hardness atau kesadahan yang disebabkan adanya Ca atau Mg.
Anti scalant akan berfungsi mengikat si Ca alias kalsium dan Mg alias Magnessium. Sehingga kedua zat ini tidak akan membentuk scale tetapi malah membentuk senyawa kompleks yang larut dalam air sehingga nantinnya akan keluar pada saat blow down.
Dan Jika sobat memerlukan Anti Scalant, silahkan hubungi kami. Karena kami akan memilihkan Anti Scalant yang terbaik untuk boiler sobat. Berdasarkan kondisi jenis boiler, jenis air yang digunakan, serta tujuan digunakannya boiler.

2. Anti Corrosion / Corrosion Inhibitor
Anti Corrosion berfungsi sebagai bahan kimia yang mencegah terjadinya korosi pada boiler. Korosi pada boiler terjadi karena alkalinity atau pH pada boiler terlalu rendah sehingga zat asam akhirnya memakan lapisan metal pada boiler.
Selain itu, corrosion juga Bisa terjadi karena cukup tingginya zat oksigen dalam air sehingga oksigen tersebut mencoba bergerak mengembalikan besi ke bentuknya yang semula yakni berupa oksida besi (Kalau bingung coba baca vogel om).
Anti Corrosion atau Corrosion Inhibitor, bekerja dengan menjaga pH pada boiler water untuk tetap berada pada posisi basa sehingga tidak akan terjadi korosi karena asam. Selain itu Corrosion Inhibitor juga membantu menangkap oksigen sehingga oksigen tersebut tidak bereaksi dengan permukaan boiler yang nantinya menyebabkan korosi.
Untuk mendapatkan penawaran Anti Corrosion atau Corrosion Inhibitor terbaik bagi boiler Anda. Silahkan Hubungi Kami Disini.

3. Boiler Descaler
Bahan kimia atau chemical yang satu ini berfungsi untuk membersihkan boiler dari scale yang menumpuk. Dengan menggunakan bahan kimia ini, scale yang terbentuk baik dari Hardness scale, Sulphate scale ataupun Sillicate scale akan segera rontok dan di blowdown. jauh lebih mudah dari pada Anda harus menggetok scale tersebut hehe...

4. Oxygen Scavanger
Oxygen adalah salah satu penyebab terjadinya korosi pada boiler. Dengan menggunakan oxygen Scavanger, oxygen akan diikat dalam ikatan kimia sehingga tidak lagi akan bereaksi dengan permukaan boiler.

5. Dealkalizer
Walaupun nilai alkalinitas pada boiler disebut baik jika berada pada pH 8-10. Namun ternyata pada keadaan tertentu nilai alkalinitas yang terlalu tinggi malah bisa menyebabkan masalah. Seperti Blow down yang lebih sering, dan juga steam dengan kualitas yang rendah (akibat banyak mengandung uap CO2). Oleh karena itu, Dealkalinizer bekerja dengan menyingkirkan nilai alkali dari zat-zat pengotor yang tidak diinginkan. 
Dengan menggunakan Dealkalinizer, boiler akan lebih efektif dalam memproduksi steam yang berkualitas tinggi. Mengurangi konsumsi bahan kimia dan juga mengurangi operational cost.


6.  Alkali Builder
Sesuai dengan namanya, bahan kimia boiler yang satu ini digunakan untuk mengkondisikan air pada boiler sehingga berada pada level alkalinitas yang aman. Dan juga tidak berasal dari zat pengotor yang dapat membuat boiler berkurang tingkat efesiensi dan efektifitasnya.

7. Surface Coating Chemical
Mungkin jenis bahan kimia yang ini belum begitu dikenal. Namun percayalah bahan kimia jenis ini ada benar tersedia dan dipelukan dalam proses boiler. Fungsi dari bahan kimia boiler ini adalah untuk memberikan lapisan perlindungan pada permukaan bagian dalam boiler sehingga lebih kuat terhadap serangan scale ataupun serangan korosi. 
Bahan kimia jenis ini digunakan pada boiler dengan pressure yang sangat tinggi, yang rentan terjadi reaksi amonia ataupun senyawa lainnya yang dapat merusak boiler dan sulit ditangani oleh chemical lain.

Nah teman-teman, 7 jenis chemical tadi adalah chemical yang biasa terdapat pada boiler water treatment. Jika teman-teman membutuhkan bahan kimia untuk boiler, jangan ragu untuk segera menghubungi kami. Karena kami pasti akan segera memberikan bantuan dan penawaran yang cocok dengan kebutuhan Anda.

Silahkan hubungi kami segera, Untuk mendapatkan penawaran Boiler Chemical Terbaik di :
HP : 0852.8832.5902 / 0878.7373.3767
Telp : 021-227.11.321
Email : admin@cheminusa.com


Baca selengkapnya

Saturday, 26 March 2016

Mengenal Tekanan Hidrostatis

Mengenal Tekanan Hidrostatis


Selamat pagi, salam sehat dan sejahtera buat rekan-rekan. Dan Assalammu'alaikum Wr. Wb. untuk rekan-rekan saya yang beragama islam, semoga rahmat dan keselamatan selalu tersedia untuk kita.

Hari ini, mungkin kita akan sedikit berbicara tentang hal lain yang mungkin tidak terkait secara langsung dengan pengolahan air. Namun sebenarnya cukup penting juga untuk diketahui. Apa yang akan kita bahas adalah tentang tekanan hidrostatis.

Mengapa Penting Untuk Dibahas?
Dalam proses water treatment tentunya kita akan sering sekali menjumpai bejana atau tangki yang berukuran besar hingga sangat besar yang mampu menampung air hingga ratusan ton. Dan suatu perhitungan terhadap tekanan hidrostatis dapat membantu untuk memastikan 90% bahwa tangki yang kita instal tersebut tidak jebol.

Lihat Juga : Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi

Yang kedua, dengan mengetahui konsep ini setidaknya Anda jadi akan mengetahui kenapa untuk mengukur kedalam suatu bejana kita menggunakan tekanan sebagai salah satu parameter. Dan ga mungkin juga pake meteran ya hahaha.

Prinsip Utama Tekanan Hydrostatis
Prinsip utama dari tekanan ini adalah (sebenarnya bukan prinsip tapi hal yang harus diperhatikan kali ya) yakni ketinggian air didalam bejana. Semakin tinggi si air maka tekanan hidrostatis yang ada dibagian bawah akan lebih tinggi lagi.

Hal ini menjelaskan kenapa kalau kita sedang menyelam di laut, semakin dalam kita menyelam maka semakin sakit dada ini (Bukan sakit putus cinta bro). Hal ini terjadi karena adanya tekanan hidrostatis dalam air.

Dalam hal ini yang penting untuk Anda ketahui adalah semakin dalam suatu vessel maka tekanan air akan semakin besar diujung sana. Dan hal tersebut juga akan berpengaruh pada ketebalan material yang ada dibawah sana.

Lihat Juga : Cara Menurunkan Tingkat Kesadahan Dalam Air

Hindari Tangki Tinggi
Untuk volume-volume tangki dibawah 100m3 sebenarnya masalah ini tidak terlalu menjadi isu sebab sudah cukup banyak tangki factory made yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun begitu sudah mencapai diatasnya maka kita harus benar-benar concern dan dalam memperhitungkan ketebalan plate dari si tangki tersebut.

Bagaimana Cara Menghitungnya?
Hmm.. Anda mau menghitung Tekanan Hydrostatis atau mau menghitung ketebalan tangki?
Untuk menghitung tekanan hidrostatis Anda hanya perlu ingat 3 huruf. Yakni pgh yang berarti tekanan hidrostasi adalah perbedaan tekanan antara tekanan permukaan dengan tekanan yang berada di tempat yang kita ukur.

Sumber gambar : Strong medicine
Kalau untuk menghitung ketebalan si tangki selanjutnya akan dijelaskan pada artikel berikutnya saja ya. Karena nanti akan ada tangki bertekanan dan tidak dan memerlukan banyak sekali kalkulasi.
Tapi yang harus saya tekankan adalah. Semakin tinggi suatu tangki maka semakin besar tekanan yang akan diterima oleh dinding dibagian bawah, dan sebaiknya Anda berhitung sampai kesana. (Panggil Engineer dari Cheminusa aja dah).

Baca selengkapnya

Friday, 25 March 2016

Cara Mudah Menghitung Head Pompa

Berhitung Head Pump Ala Koboy

Salah satu perhitungan adalah dilihat dari jarak secara vertikal maupun horizon


Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Hallo sobat sekalian, senang sekali bisa menulis lagi. Kali ini kita akan membahas bahasan yang cukup ringan dan enteng plus selalu dibutuhkan saat mendesain suatu water treatment plant. Yakni tentang cara menghitung head pompa secara mudah.


Hitungan Ala Koboy untuk Head Pump

Yup saya tidak akan menghitung dengan cara-cara yang sulit dan jelimet (Meskipun itu yang benar) karena sebagai engineer dilapangan kita sudah pasti diminta memberikan perhitungan dengan cepat dan akurat. Dan sejauh pengalaman saya perhitungan model inilah yang paling mendekati dan banyak sekali dipergunakan oleh para engineer.

Btw buat Anda yang berasal dari lingkup teknik mesin, mungkin apa yang tertulis disini tidak cocok untuk menjadi konsumsi Anda karena cara menghitung head pompa ini adalah cara saya pribadi supaya mudah saja. Nanti kalau sudah tahu perkiraanya berapa kan kita tinggal lihat saja ke tabel yang ada di katalog pompa hehehe (Kalau bisa gampang ngapain ribet).

Lihat Juga : Teknik dasar Pengolahan Air yang Harus Kamu tahu

Data Apa Saja yang diperlukan

1. Data Jarak Secara Vertikal dimana Air akan melaju
Yup kalau boleh cerita secara praktek. Head adalah kekuatan pompa untuk menyemburkan cairan ke udara secara vertikal (Kalau Anda bayangkan semburannya adalah seperti semburan lumpur lapindo yang ngacleng ke atas). Anda harus mengetahui ke mana si Discharge akan melaju. Dan data ini harus dicatat.

2. Data Jarak Secara Horizontal
Kalau yang ini adalah dataa piping yang Anda perlukan untuk dicatat. Karena setiap 10 meter horizontal akan diperkirakan sama dengan 1 meter head. Yup sekoboy itulah kita akan berhitung. Ngaco? engga.. coba tanya sana-sini hasilnya pun tidak akan jauh berbeda.

3. Data Fitting, Elbow dsb
Selanjutnya yang Anda harus tahu adalah ada berapa kelokan yang akan dilalui oleh si fluida hingga sampai ke tempat yang dituju. Dan ini adalah salah satu data yang Anda perlukan secara mutlak untuk mendapatkan perhitungan dari head pompa.

lihat Juga : Jenis-jenis membrane RO

Sekarang Mari Berhitung Head Pompa


Setelah semua data kita dapatkan, mari memperhitungkan tentang headnya. Andaikan saja kita mendapatkan data sebagai berikut :
Perbedaan Tinggi : 3 meter
Total Track Horizontal : 100 meter
Total Kelokan : 7 Kelokan

Sehingga head dari pompa adalah : 3 + (100/10) + (7 x 0.5) = 16.5 meter Head
Total Head Pump jika disesuaikan dengan pompa adalah : (16.5 x 10)/7 = 23.6 mH

Yup sekian perhitungan ala koboy tentang cara cepat menentukan head suatu pompa. Btw pompa yang saya maksudkan ini adalah pompa air ya bukan pompa untuk liquid dengan spesific gravity yang lebih berat dari air (Karena perhitungannya sudah pasti berbeda).

Salam Hangat


Mr. Anggi
Baca selengkapnya

Thursday, 24 March 2016

Mengenal Water Hammer Akibat Thermal Shock

Mengenal Water Hammer Akibat Thermal Shock



Terjadinya water hammer adalah indikasi abnormalitas

Kalau ada yang mengatakan terjadinya water hammer bisa diabaikan, maka hal tersebut adalah salah. Karena water hammer dalam skala terkecil sekalipun akan merusak sebuah sistem, setikdaknya memperpendek umurnya.

Oh iya, artikel tentang thermal shock water hammer ini adalah artikel lanjutan dari Artikel ini. Jadi kalau sobat yang mau belajar tentang water hammer bisa buka dahulu artikel tersebut. 
Sedikit review tentang artikel sebelumnya, sobat akan menemukan bahwa water hammer terjadi karena adanya shock akibat penutupan valve atau aliran yang tiba-tiba sehingga terjadi tumbukan dimana-mana dan itulah water hammer akibat hydraulic shock.

Apa bedanya Thermal Shock WH dan Hydraulic Shock WH


Perbedaan keduanya terletak dari penyebabnya. Jika penyabab Hydraulic Shock adalah adanya pemutusan arus secara tiba-tiba maka pada thermal shock adalah karena adanya perbedaan suhu antara satu fluida dengan fluida lainnya sehingga terjadi tumbukan akibat thermal atau panas.

Thermal Shock, Sangat Berbahaya!

Asli bro n sis yang namanya Thermal  Shock itu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya material stress secara tiba-tiba dan menghasilkan efek ekspansion secara massif. Secara mudahnya suatu benda akan hancur atau minimal retak jika terjadi perpindahan suhu dari panas ke dingin dengan tiba-tiba dan begitu pula sebaliknya. Bagi yang lulusan SMAKBo pasti ingat bahwa ketika mengabukan hasil analisa gravi metri, kita harus melakukan preheating terlebih dahulu dengan teklu baru dilanjut dengan mecker. 

Dalam dunia engineering yang lebih praktikal, untuk menghindari adanya thermal shock ini makanya ada proses preheat terlebih dahulu sebelum pengelasan. So do you get it how dangerous it can be!
Btw bagi yang belum bisa mendapat gambaran seperti apa sih bahaya thermal shock, maka silahkan lihat video dibawah :

Water Hammer akibat Thermal Shock

Mungkin sudah banyak literatur yang menyebutkan bahwa kekuatan dari satu kilogram uap air akan setara dengan 800 kilogram air. Dalam hal ini jika dalam suatu aliran pipa tiba-tiba ada masuk satu bagian saja steam, maka bersiaplah pipa tersebut akan mendapatkan beban tambahan setara 800 bagian air. Nah lho bahaya bukan?

Sehingga jika air ketemu steam maka bersiaplah water hammer akan segera terjadi. Dan jika pipanya adalah pipa dengan ketebalan standar atau buka pipa khusus yang menggunakan ekspansion joint, Boom segera panggil dokter beserta suster yang cantik, karena kecelakaan akan terjadi.

Cara Mengatasi/Mencegah Water Hammer akibat Thermal Shock

bagaimana cara penanganan yang tepat

Sebenarnya cara pencegahan ini mungkin tidak hanya untuk water hammer tapi lebih ke general, karena menyangkut safety (Ingat berurusan dengan steam 1 kg sama dengan berurusan dengan air 800 kg gram).
1 Pemasangan Pressure Reducing Valve
2 Pemasangan Steam Traps (Untuk pipa yang sangat panjang bisa setiap 30-40 meter)
3 Pemasangan Drip Trap pada condensate Flow
4 Penggunaan Ekspansion Join yang model loop

Tapi pada intinya untuk mencegah terjadinya water hammer akibat thermal shock ini maka dalam mendesain sebuah sistem diharapkan meminimalisir adanya pertemuan antara air dingin dengan steam.

Nah sekian dulu tentang water hammer akibat thermal shock ini. mudah-mudahan di artikel mendatang kita akan membahas tentang water hammer akibat differential pressure.

Salam Hangat


Baca selengkapnya

Wednesday, 23 March 2016

Mengenal Water Hammer dan Cara Mengatasinya

Water Hammer dan Cara-Cara Dalam Mengatasinya (Hydraulic Shock WH)

definis dan cara menanggulangi water hammer adalah dengan peralatan safety
Kalau Hammer yang Ini berbeda Konteks
Dunia engineering adalah sebuah dunia yang sangat menarik untuk dibahas. Karena setiap aspek bahkan celah sekecil apapun bisa menyebabkan kegagalan sistem atau bahkan kerusakan yang cukup parah hingga sistem tersebut terpaksa harus berhenti.

Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mendesain suatu water treatment ataupun steam system adalah terjadinya water hammer.

Definisi : Apa sih water Hammer?

Kalau Anda ingat hammer, tentunya ada yang langsung nyeletuk dimana sih water hammer? Apakah sejenis mjolnir hammer milik Thor? Halah (Gubrag)
Water hammer adalah sebuah istilah (Yang entah siapa memulai istilah tersebut) yang menggambarkan adanya serangan balik dari air ataupun fluida akibat adanya shock atau tekanan yang terjadi secara tiba-tiba.
Dalam skala kecil water hammer ini akan menyebabkan suatu sistem perpipaan bergetar ataupun tiba-tiba timbul suara. Namun jika kekuatan shock yang ditimbulkan cukup besar maka akan menimbulkan serangan yang cukup mengerikan seperti pecahnya pipa hingga kerusakan pada alat dan terkadang membrane juga bisa ikut robek karenanya.

Penyebab Water Hammer dan cara menanggulanginya

Sebelum kita menanggulangi water hammer, kita harus mengenal terlebih dahulu tentang apa saja hal yang membuat water hammer ini terjadi. Karena sesuai dengan kaidah kausalitas tentunya tidak akan ada akibat mendahului sebab. So, let's learn about the cause first.

Hydraulic Shock

Penyebab pertama terjadinya water hammer yang harus Anda ketahui adalah adanya Hydraulic Shock. Yakni terjadinya penutupan katup secara tiba-tiba, sehingga air yang tadinya mengalir secara kencang akan memantuk ke segala sisi hingga kekuatan alirannya terdistribusikan seluruhnya.

Analogi mudahnya adalah seperti Anda melempar bola bekel ke lantai ataupun ke tembok tentunya di akan segera berbalik ke arah Anda. Yah kira-kira mirip seperti itu. 

Water hammer bisa terjadi karena valve ditutup secara tiba-tiba sehingga cara menanggulanginya adalah dengan melakukan penutupan secara perlahan pada valve yang sedang mengalir airnya. Atau bisa juga dengan membuka valve lainnya sebelum valve tersebut ditutup.

cara pencegahan water hammer adalah dengan kebaikan


Hydraulic Shock juga terjadi pada pada sistem karena digunakannya swing check valve. Penutupan valve secara tiba-tiba bisa mengakibatkan hydraulic shock juga dan akhirnya terjadilah water hammer. Solusinya adalah dengan menggantinya dengan check valve jenis sealant. Btw.. kalau flownya tidak terlalu besar sebenarnya tidak perlu-perlu banget sih, tapi pada safety practice beberapa perusahaan tetap mensyaratkan digunakannya si seal valve ini.

Cara lainnya yang bisa Anda pilih adalah dengan menggunakan water hammer arrester. Bentuknya seperti sebuah tabung silinder yang nantinya akan menangkap si water hammer dan melepaskan tekanan tersebut ke udara bebas.
water hammer ditangkap lewat water arrester
Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan pressure reducing valve, yang akan mengatur pressure kembali pada jalur pipa sehingga water hammer yang terjadi dapat diredam.

By The way mungkin akan cukup panjang kalau kita menjelaskan semua water hammer disini. Oleh karena itu saya akan melanjutkan postingan ini di Postingan sesi kedua

Lihat Disini : Water Hammer karena Thermal Shock dan Penanggulangannya 

Baca selengkapnya

Monday, 21 March 2016

Cara Memilih pH Meter Untuk Sistem Water Treatment Anda

Cara Memilih pH Meter Untuk Sistem Water Treatment Anda

Salah satu panel touch Screen dari Jumo

Aloha.. Senang rasanya menulis lagi setelah sibuk dibeberapa bulan ini. Rasanya banyak sekali yang ingin saya bagikan di olah-air.com namun apa daya ketika berada di depan si Asus ini tiba-tiba pikiranpun menjadi buyar dan bingung apa sih yang mau saya ceritakan.

Kata-kata sih mengalir namun hubungan dan keterkaitan antara paragraf terkadang timbul dan tenggelam sehingga jadi kurang enak untuk dibaca. Dan mungkin akan terjadi pada tulisan cara memilih pH meter ini juga.

Dan itulah yang namanya manusia, selalu tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan jadi tolong dimaafkan. Oh iya satu disclaimer lagi, tulisan ini saya maksudkan untuk dikonsumsi secara umum dan bisa diterima oleh semua tingkatan. Sehingga banyak dari bahasan tentang pH meter ini menggunakan bahasa yang saya sederhanakan.

Lihat juga : Menurunkan Kadar Besi tanpa Reverse Osmosis

Pilihlah Sesuai Budget Anda

Yap ini dulu deh, saya ga akan bicara sesuai dengan tujuan Anda. Karena kalau kita menggunakan acuan itu maka PO atau Purchase Order tidak akan keluar-keluar karena idealistis akan selalu membayangi walau tidak didukung dengan kemampuan finansial perusahaan yang baik (Maaf jadi jujur hahaha).

Soal sesuaikan dengan Budget ini seriusan lho, karena saya yakin orang indonesia itu cukup kreatif hingga bisa memodifikasi suatu sistem menjadi terwujud dengan beberapa peralatan sederhanda dan seadaanya saja (Ingat sang pembuat televisi dari Jawa).

Oke kalau soal budget sudah clear baru deh kita akan lanjut. Intinya yakinkan diri Anda bahwa Anda
atau perusahaan Anda sudah memiliki budget untuk hal ini.

Lihat Juga : Kenapa Permeate RO TDSnya terus naik?


Tujuan dari Pembelian pH Meter ini apa?

Kita sudah diberikan budget, lalu Anda pastinya sebagai pihak yang meminta budget sudah tau mau Anda pergunakan sebagai apa sih pH meter ini? Dan beberapa hal berikut atau mungkin semuanya adalah bagian dari alasan Anda untuk membeli sebuah pH meter di sistem water treatment.

1 Control Sistem Terintegrasi
pH meter dapat dijadikan bagian dari suatu control sistem yang dapat menjalankan atau mematikan fungsi tertentu ketika dilakukan penyetingan. Salah satu contohnya adalah pH meter yang saya pasang di proyek demin terkahir saya di  daerah Puncak. pH meter tersebut akan secara otomatis mentrigger dosing pump melakukan injeksi basa ketika hasil buanganya mencapai nilai dibawah 6 dan akan berhenti diangka 7,5. Dan sebaliknya pH meter tersebut akan mentrigger injeksi asam oleh dosing pump ketika pH di effluent tersebut mencapai nilai diatas 8,5 dan akan berhenti di angka 7,5.

2 Monitoring dengan History
pH meter juga dapat dijadikan suatu indikator penting dari keberhasilan atau tingkat optimasi jalannya suatu sistem water treatment. Dalam hal ini jika dipasang sebagai alat untuk monitoring hasil buangan atau product suatu water treatment. PH meter ini akan mencetak history baik secara papper printed atau dengan membuat grafik yang datanya dapat langsung ditransfer ke pusat penyimpanan data dikomputer control room, atau mungkin hanya pada komputer arsip.
tentukan tingkatan history mana yang mau Anda gunakan pada sistem Anda. Kalau sistem Anda bisa dikontrol secara manual dan tidak ada lonjakan dari pH yang terlalu tinggi saat setiap sistem Anda berjalan maka sebenarnya Anda bisa menggunakan pH meter dengan fungsi pembacaan saja (untuk historynya dapat Anda kontrol secara manual saja).

3 Hanya Pembacaan
Ini adalah pH meter dengan fungsi paling standar yang banyak sekali digunakan diluaran sana. Yup jika hanya membutuhkan sekedar untuk pembacaan data saja dan sifatnya hanya controling saja dan tidak terkait dengan sesuatu yang vital. Maka pH meter dengan sensor dan hasil pembacaan biasa saja sudah cukup untuk Anda. Atau jika ingin lebih hemat lagi, anda bisa membeli pH meter model pocket saja sudah cukup yang paling penting hasil pembacaannya bisa dipertanggung jawabkan :).

Lihat Juga : Cara Menangani Lumpur Aktif Berlebih di Aeration System

Spesifikasi dan fitur yang diperlukan

Sekarang setelah tahu tujuan dari pembelian pH meter Anda. Maka sekarang kita beralih ke fitur-fitur tambahan dari pH meter tersebut. Dan beberapa fitur ini mungkin bisa menjadi nilai tambah dari pemilihan pH meter Anda.

1 Fitur Auto Callibration
Beberapa pH meter memerlukan kalibrasi berkala dalam penggunannya. Ada yang setiap hari harus dikalibrasi ada yang seminggu sekali bahkan ada yang hanya setahun sekali saja.
Untuk pH meter yang dapat dengan mudah diakses seperti yang ada dilaboratorium tentunya masalah kalibrasi tidak perlu ditanyakan lagi. Namun bagaimana dengan pH meter yang berada pada suatu reaktor yang sulit diakses. Tentunya masalah kalibrasi ini akan menjadi permasalahan, terlebih jika ke akuratan hingga sekian koma akan menjadi vital.

Untuk masalah tersebut, ada jenis pH meter yang telah memiliki fitur auto callibrate. Dimana si pH meter telah memiliki grafik standar pembacaan pH sendiri dan memiliki memori auto saved. Sehingga dirinya dapat melakukan kalibrasi secara otomatis jika terjadi perbendaan pembacaan pH pada produk ataupun kejadian penggantian bahan baku. So.. anda tidak perlu repot lagi.

2 Fitur Auto Cleaning
Di pabrik cat atau pelapisan, pH meter sering sekali mudah tertutup oleh cat sehingga hasil pembacaan pH menjadi tidak akurat. Padahal pembacaan pH akan menjadi titik krusial dimana reaksi terjadi. Solusinya si operator harus bulak balik membersihkan si sensor tersebut dan saat pembersihan terjadi tentunya mesin akan berhenti bekerja maka itu artinya produksi berhenti.

Hal ini tentu sangat tidak diinginkan oleh para pemilik modal dimana down time harus terjadi setiap hari. Dan untuk menghindari hal tersebut Anda atau perusahaan Anda dapat memilih menggunakan pH meter yang memiliki fitur auto cleaning.

Fitur ini dapat disetting secara otomatis untuk membersihkan elektroda begitu si elektroda merasakan adanya suatu zat yang menghalangi pembacaan. Atau Anda bisa melakukan penyetingan berdasarkan jam juga.

Btw fitur ini memiliki harga yang cukup tinggi hingga sekitar diatas 100 juta. Jadi mungkin bagi perusahaan yang masih menimbang-nimbang menggunakannya bisa membeli dua buah pH meter yang bisa berjalan secara paralel (1 std by, 1 off).

3 Fitur atau spesifikasi Elektroda
Pada umumnya elektroda dari pH meter terbuat dari bahan glass atau kaca sehingga rawan sekali pecah jika terkena benturan ataupun turbulensi dari air. Untuk menghindari hal tersebut terjadi anda bisa memilih pH meter dengan elektroda yang memiliki penyangga ataupun safety barrier. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan elektroda dari metal sehingga tidak mudah pecah.

Namun begitu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannnya masing-masing. Elektroda dari metal memang lebih kuat namun dari segi pembacaan masih perada dibawah elektroda kaca. Anda yang memutuskan mau pilih jenis yang mana.

Hmm.. tidak terasa artikel ini sudah sampai di kata keseribu dan artinya sampai disini dulu ya perjumpaan kita. Jika Anda tertarik belajar lebih jauh tentang dunia water and waste water treatment. Anda bisa mengikuti saya dengan menekan tombil follow di Icon google plus Anggi Nurbana (Ada di pojok kanan) atau Anda juga bisa search saja di olah-air.com

Salam Lingkungan

Good Life, Clear Water
Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya