Showing posts with label PENGETAHUAN ENGINEERING. Show all posts
Showing posts with label PENGETAHUAN ENGINEERING. Show all posts

Saturday, 17 February 2018

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM


Selamat pagi, siang, sore, malam.
Kali ini saya akan membahas tentang pengalaman take out and reinstall valve & transmitter

PROSES TAKE OUT VALVE


Mungkin oleh orang yang sudah terbiasa take out ( melepas ) valve itu sangat lah mudah, tapi bagaimana kalau baru pertama kali mencoba take out valve? Mungkin sangat lah sulit dan rumit.

Jadi ada hal-hal yang perlu kita ketahui dan pahami tentang take out valve ini.

Sebagai contoh kita akan take out diaphragm valve manufacture Yamatake Honeywel size 4" , yang harus kita lakukan adalah membawa alat-alat yang di perlukan :

1. Kunci pas
2. Obeng (+)(-)
3. Kunci tomi ( saya sih nyebut nya gitu )
4. Cenblok ( jika di perlukan )
5. Multi meter
6. Sarung tangan
7. Lap kain
8. Plastik dan lakban ( untuk menutup flange )
9. Gasket


Silahkan di tambahkan lagi kalau masih kurang :)


Nah jika sudah siap semua alat nya , kita menuju ke lokasi valve untuk di eksekusi, jangan lupa kita membawa permit pekerjaan supaya orang process tau kita akan mengeksekusi valve

Ketika sudah sampai tujuan, pastikan kita toolbok meeting dan berdoa dulu supaya pekerjaan menjadi aman dan lancar, 1 valve kira-kira membutuhkan 3-4 orang ( tergantung size valve ) , check terlebih dahulu apakah ada arus listrik nya atau tidak, kordinasi dengan orang process apakah line sudah aman atau belum.

Setelah itu lepas tubing yg menempel pada aktuator jangan lupa di tutup ya ujung tubing nya dan kasih tanda pada tubing dan konektor nya supaya tidak terbalik saat memasang nya kembali, kendorkan dulu baut 1 per 1, tahan valve dengan orang lain atau bisa menggunakan cenblok, copot 1 per 1 baut yang menempel di flange ambil gasket taruh di tempat yang aman, jangan lupa flange di tutup menggunakan plastik supaya tidak ada kotoran yang masuk kedalam, siapkan alas untuk menaruh valve tersebut hati-hati saat menaruh valve jangan sampai ada yg patah. Setelah itu bawa ke workshop di loop test dan cleaning serta pengambilan data.

REINSTALL VALVE


Jika sudah selesai di workshop, saat nya kita reinstall, pada saat reinstall kita perlu berhati hati supaya valve tidak miring bahkan jangan sampai bocor, 

1. angkat valve sampai ketinggian nya rata dengan flange kiri kanan,
 
2. kemudian masukan baut di bagian bawah dan tengah supaya menjaga agar valve tidak jatuh dan memudahkan menaruh gasket,
 
3. check kembali gasket yang di bawa dan yang bekas terpasang apakah sama atau tidak, hati-hati saat memasukan gasket di antara flange jangan sampe rusak gasket nya karena akan menyebabkan kebocoran,
 
4. kemudian pasang baut yg paling atas kencangkan baut dengan cara menyilang maksud nya kencangkan baut yang bawah kekencangan nya 50% dahulu supaya rata flange nya,
 
5. kemudian kencangkan baut yang atas dengan kekencangan 50% dahulu dst,
 
6. check kembali kekencangan nya dengan mengencangkan keliling baut mulai dari atas sampe bertemu atas kembali. 

7.  Pasang tubing yg tadi di lepas, kordinasi dengan orang process setelah semua beres jika perlu di loop test d lapangan lakukan loop test dengan orang process yang ada di DCS, mulai dari 0% - 100%. 5S di tempat kerja dan
 
8. Setelah semua selesai rapihkan alat-alat dan siap kembali beristirahat.

Artikel Paling Banyak Dilihat :
- Faktor Yang Menyebabkan Kecacatan pada Pengelasan

TAKE OUT TRANSMITTER

Untuk take out transmitter ini kita cukup 2 orang saja karena ukuran nya tidak terlalu besar hanya 1-1/2" saja, jangan lupa alat-alat nya di persiapkan.

1. Kunci pas
2. Kunci inggris ( jika di perlukan )
3. Multi meter
4. Hand pump ( jika di perlukan )
5. Alat ukur ( hart, yokogawa, yamatake )
6. Lap
7. Sarung tangan
8. Plastik
9. Slotip



Pada saat akan take out transmitter di wajibkan tool bok meeting dan berdoa untuk kelancaran bekerja, jangan lupa kordinasi dengan process DCS, setelah semua siap barulah kita take out transmitter tersebut, tubing di lepaskan 1 per 1 jikalau ada flange nya bisa di lepas bisa juga tidak ( sesuai kebutuhan ), cleaning.


REINSTALL TRANSMITTER
Pasang kembali tubing yang di lepas, kemudian kalibrasi, informasikan pada DCS bila siap di loop test, 5S di tempat kerja dan rapihkan alat-alat, siap kembali ke workshop.

Mohon maaf bila ada yang salah. Terimakasih

Created by : Hoirussalam
Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam


Assalamualaikum wr.wb
Salam hangat untuk semua.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Langkah Persiapan Sebelum Shutdown

Apa saja persiapan yang di lakukan?

1. Pengalaman saya untuk persiapan ini adalah. Membuat map mini

Saya membuat map mini supaya lebih mudah mengetahui letak equipment yang akan di take out. Setelah di tandai posisi nya, saya akan membagikan ke kontrakror yang akan mengeksekusi nya, di map mini ini saya pisahkan perlantai supaya mudah untuk mencari nya.

2. Membuat name tag khusus untuk equipment yang akan di take out

Mungkin ini yang jadi sorotan nya, karena dari sini kita pasti tau kalau equipment ini salah satu yang akan di take out.



3. Memasang name tag

Kali ini pemasangannya tidak sembarangan hanya di pasang, pemasangannya ada di aktuator dan kabel ( 1 name tag ada di equipment yang aka di bawa ke workshop 1 name tag di tinggal di lapangan ), supaya memudahkan saat reinstall. 


4. Mempersiapkan material

Hal ini seharus nya di siapkan pada jauh-jauh hari sebab kedatangan material ini lumayan lama. Setelah material datang harus di pisahkan sesuai *name tag* dan kebutuhannya.

5. Menentukan equipment apa saja yang akan di shutdown/overhaul.
Mungkin ini salah satu yang paling "ruwet" karena menyangkut orang banyak dan pemikiran orang banyak, pasti selesai meeting untuk hal ini ada saja revisi, entah itu pengurangan maupun penambahan equipment baru.

6. Mempersiapkan documemt yang di butuhkan

Pasti banyak document yang di butuhkan di sini, mulai dari document take out, reinstall, overhaul, kalibrasi, keluar masuk equipment, adapun check sheet per-item dan masih banyak lagi.

7. Membuat struktur organisasi

Dari mulai manager sampai tekhnisi pun terlibat dalam hal ini, membuat bagan yang bertujuan untuk memantau dan melaksanakan tugas di plant yang sudah di tetapkan.

8. Klarifikasi dengan kontraktor

Mengkonfirmasi Sebuah PT. Yang akan mengerjakan shutdown/overhaul, bila sudah siap kita akan menyerahkan list yang akan di kerjakan dan berdiskusi tentang pekerjaan tersebut.

9. Training safety
Menjelaskan tentang safety apa saja yang di gunakan di pabrik tersebut, adapun pengecekan alat-alat yang akan di gunakan, menjelaskan tentang *permit* dan SOP di pabrik tersebut.

Persiapan shutdown ini memakan waktu yang lumayan lama, kita juga harus mempersiapkan stamina, pikiran, mental dll.

Jika ada kekurangan nya mohon di tambahkan, mohon di maklumkan pengalaman saya masih sedikit dan masih banyak belajar.

Terima Kasih

created by : Hoirus Salam

Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA


Pembahasan selanjutnya, kalau ada yang kurang pas silahkan di tegur ya :)

Kita tidak bisa menghindari salah pasang/tertukarnya equipment, walaupun itu tidak mungkin karena kita seringnya melihat dan mengetahui posisi equipment tersebut, tapi bisa saja terjadi salah pasang itu, entah itu faktor human atau yang lainnya, pasti dari kita pernah menemukan salah pasang equipment bahkan malah kita sendiri yang memang pernah salah pasang posisi equipment nya.

Kita akan membahas cara supaya tidak tertukar nya posisi equipment yang akan kita pasang, jadi di sini maksudnya tertukar posisi itu kita ambil contoh saat shutdown/overhaul. 

Pasti saat- saat itu semua equipment yang sudah kita list akan di take out ( di lepas dari line tersebut yang ada di lapangan ), dibawa ke workshop untuk di cleaning ada juga part nya yg akan di ganti, pada saat take out semua berjalan dengan mudah ya, nah dari sini lah kesalahan yg fatal itu kalau kita tidak memberi tanda pada equipment dan posisi nya. 

Apalagi kalau equipment yang akan kita take out ( lepas ) dari line jarak nya bersebelahan dan tidak ada tanda nya, pasti nanti akan bertanya tanya ini dimana letak posisi yang benar.

Ada caranya supaya equipment tersebut tidak tertukar saat reinstall ( pemasangan )

1. Kita bisa memasang inisial atau tag number di body equipment tersebut. 


2. Selain cara di atas kita juga bisa memasang tag number menggunakan plat ( name tag )
yang kita potong tidak terlalu besar supaya bisa di gantungkan di body tersebut.


3. Selain memasang tag number di body, kita juga harus memasang tag number di kabel yang ada di lapangan nya, supaya kita bisa mencocokan dengan equipment yang kita take out tadi.


Ko rumit banget sih harus memasang tag number menggunakan plat segala, kan sudah ada di equipment tersebut tag number nya. Iya benar memang sudah ada tag number bawaan di equipment tersebut, tapi kalo suatu saat tag number bawaan yang ada di equipment tersebut sudah hilang karena terkena panas dan hujan gimana?


Nah solusi nya menggunakan tag number dari plat ( name tag ) itu.


Jika suatu saat sedang shutdown dan equipment yang akan kita take out bersebelahan dan 22 nya kita take out semua, jika kita tidak memasang tag number menggunakan plat ( name tag ) apakah kita masih ingat letak salah satu equipment tersebut dimana? Pasti kita akan kebingungan , masa nunggu start up dulu supaya kita tau tag number berapa yang kita pasang, bagaimana kalau equipment tersebut sangat fatal dan interlock, pasti akan mengganggu start up dong. Maka dari itu, kita akan mengurangi / meminimalisirkan kejadian tersebut dengan menggunakan name plate yg di gantungkan di body dan kabel nya.

Saat memasang tag number plat ( name tag ) kita juga harus berhati hati, entah itu terkena pipa panas, terbentur habeam, tersandung pipa, bisa juga tersentuh equipment yang bisa menghambat jalan nya oprasi pabrik.

Jadi, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan dan mencegah terhambat nya oprasi di pabrik. Tetap berhati-hati saat bekerja walaupun pekerjaan itu sangat mudah.


Terimakasih untuk waktu luang nya :)

Lihat Juga :
- Pengenalan Boiler dan Fungsi Chemical di Dalamnya







created by : Hoirussalam*

Email : hoirussalam7@gmail.com

Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

8 Komponen Pengisi P&ID

8 Komponen Pengisi P&ID


Assalammu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allahumma Sholli A'ala Nabiyina Muhammad Wa A'la Alliy Nabiyina Muhammad

Senang sekali hari ini bisa posting lagi. Kebetulan sedang mencari suasana baru ditengah kesibukan. Dan suasana tersebut hanya bisa ditemukan ketika sedang menulis artikel hahaha..

Kali ini kita akan membahas tentang komponen pengisi dari sebuah P&ID. 

Seperti yang sudah kita bahas sebelum dalam artikel yang berjudul Cara Membaca P&ID Water Treatment Plant, disana kita sudah membahas dasar-dasar dari sebuah P&ID. Dan sekarang kita akan mulai menguraikannya kembali.

Komponen-komponen yang saya jabarkan disini biasanya akan selalu Anda temukan dalam sebuah Desain P&ID. Oleh karenanya sobat pembaca Olah-Air.Com, sangat disarankan untuk mengenali dan hapal betul simbolnya untuk dapat memudahkan dalam pembacaannya.

Apa saja komponen pengisi P&ID?

1. Komponen P&ID Pertama Equipment
Komponen pertama yang harus selalu ada di dalam sebuah Process and Instrumentation Diagram adalah Equipment.
Ya Equipment memegang perananan Utama setelah keberadaan tangki. 
Equipment dalam sebuah P&ID akan digambarkan dengan beragam Symbol yang unik. Dan biasanya dalam satu P&ID sistem besar jumlah Equipmentnya akan ada cukup banyak juga.
Hal lainnya adalah, biasanya material equipment akan mengikuti dari material si Pipa (Namun tidak selalu). Hal ini biasanya untuk mengikuti suatu standar acuan tertentu (Misal SPA untuk Farmasi) ataupun untuk menambah nilai estetika.



2. Komponen P&ID Kedua Tangki
Komponen yang paling pertama adalah Tangki. Ya Tangki biasanya akan ditempatkan pertama dalam sebuah P&ID dikarenakan tangki adalah tempat tujuan dan asal transfer dari Liquida ataupun zat yang hendak diproses.
Tangki juga dapat memiliki beragam macam jenis bentuk serta material tergantung dari sistem yang di desain. 
Dalam beberapa P&ID keberadaan tangki biasanya turut ditempelkan nama atau kode untuk memudahkan identifikasi. 
Oh iya untuk tangki itu sendiri biasanya juga memiliki tiga jalur. Yakni jalur inlet, jalur outlet serta jalur drain. Ada kalanya ada tambahan satu jalur lagi yakni jalur by pass atau Abnormal Running.


3. Komponen P&ID Ketiga Jalur Pemipaan
Dalam sebuah P&ID kamu juga akan menemukan seperti garis yang malang melintang. garis tersebut bukan garis biasanya yang dibuat supaya P&ID menjadi ruwet. Namun garis tersebut diistilahkan sebagai jalur pemipaan yang mengkoneksikan antara satu equipment dengan equipment atau tangki lainnya.

Ketika bertabrakan, jika tidak berhubungan maka harus disimbolkan dengan garis lompat agar tidak terjadi kesalahan ketika installasi di lapangan.

4. Komponen P&ID Keempat Valve
Komponen keempat yang tidak kalah penting adalah adanya Penggambaran simbol Valve dalam P&ID. 
Simbol Valve harus digambarkan secara jelas jenis valve apa yang dipasang dan dimana dia dipasang. Sebab kesalahan dalam penggambaran valve akan merusak jalannya sebuah sistem itu sendiri.
Valve dapat memiliki beragam macam tipe. Dari mulai tipe manual hingga automatis yang langsung terintegrasi dengan control room dan trigger lainnya.


5. Komponen P&ID Kelima Jalur Transmitter/Trigger
Komponen kelima yang biasanya ada dalam sebuah P&ID adalah Transmitter Line/Trigger Line. Hal ini untuk memudahkan process engineer atau technical service dalam memahami rangkaian proses trigger antara satu transmitter dengan equipment.
Semisal kita dapat menemukan sebuah Level Control Alarm yang terhubung dengan trigger On/Off auto pompa dan lainnya.

Contoh lainnya adalah kita juga akan menemukan Sebuah Pressure Switch yang akan berhubungan dengan On/Off pompa. Dan masih banyak hal lainnya.


6. Komponen P&ID Keenam Kode Item
Tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya adalah penulisan kode item. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dari sebuah sistem yang digambarkan.

Terlebih pada sistem yang memiliki Parts Item hingga ratusan, maka penulisan kode item ini menjadi Wajib Mugholadoh namanya. Sebab tanpa pemberian kode dalam P&ID saya jamin process engineer ataupun orang yang berhubungan dengan Sistem tersebut akan dibuat keder karena sulitnya mengidentifikasi part mana yang sedang dihadapinya.


7. Komponen P&ID Ketujuh Accessories
Komponen Ketujuh, yang wajib ada dalam sebuah P&ID adalah asesoris dari Equipment ataupun tangki.

Assesoris ini sejatinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, kalau sistem mau dibuat aman. Sebagai contoh, setiap pompa yang dipasang harus memiliki beberapa asesoris ini :
a. Pressure Switch
b. Pressure Gauge
c. Check Valve
d. Dan terkadang ada tambahan lainnya seperti Flow Indicator ataupun instrumentasi (Tapi yang wajib cuma itu tiga)



8. Komponen P&ID Kedelapan Jalur Sampling dan Abnormal
Ya. Komponen terakhir yang wajib ada untuk sebuah P&ID yang baik adalah penggambaran jalur sampling dan jalur Abnormal.

Walaupun tidak semua sistem memilikinya (Terkadang ditiadakan karena budget user tidak mencukupi). Namun setidaknya dalam gambar P&ID jalur-jalur ini tetap dibuat walau ditandai dengan garus putus-putus yang menandakan future upgrade.

Sesuai namanya jalur ini berfungsi untuk mengambil sampel dan juga untuk menjalankan sistem ketika terjadi abnormalitas.

Dengan adanya jalur ini, sistem akan lebih mudah diidentifikasi ketika terjadi kerusakan. Dan juga lebih mudah di By Pass jika salah satu rangkaian sistem terjadi maintenance atau lainnya.

Oke sobat Olah-Air.Com Itu dia 8 Komponen pengisi P&ID. Mudah-mudahan kita semua dapat sama-sama belajar dari artikel ini.
Jika sobat memiliki saran atau kritik, jangan ragu untuk menghubungi kami via email yang dicantumkan di website ini.



Sampai jumpa, salam sukses!


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Thursday, 8 June 2017

Memperhatikan Desain Ergonomi Dalam Sebuah Plant

Contoh Aplikasi Ilmu Ergonomi Pada Sebuah Water Treatment Plant

caranya adalah dengan menghitung spare area plant

Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar sobat sekalian pembaca setia blog ilmu pengetahuan di bidang water engineering OLAH-AIR.COM ?

Semoga baik-baik saja ya? :)

Lama tak bersua, karena aktifitas saya yang dalam beberapa bulan ini begitu padat. Dari mulai harus memimpin proyek, mendesain rancangan WTP dan WTP dan lain sebaginya yang tidak terasa membuat saya hampir lupa kalau saya ini ternyata memiliki blog yang satu ini hehehe..

Kali ini kita akan bercerita sedikit tentang yang namanya Ergonomi. Apakah itu?

Mahluk yang satu ini bukanlah termasuk golongan Mi Instan ataupun Mi Bakmi ya hahaha..

Dalam artian kuliah teknik, ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam sebuah sistem.



Hmm.. bagaimana? Mengertikah?

Baik, kalau kurang mengerti mari kita buat dalam bahasa yang lebih mudah. Dalam hal ini di plant, ilmu ergonomi adalah ilmu yang digunakan untuk membuat sebuah plant terasa lebih nyaman dan mudah dalam pengoprasian dan juga pemeliharaan. Nah gitu deh..

Beberapa Contoh Aplikasi Ergonomi Dalam Sebuah Plant Water Treatment
Adalah metode mengajar melalui contoh yang saya percaya dapat membuat suatu ilmu dapat lebih mudah dimengerti oleh para murid. Maka dari itu saya akan membuat sobat pembaca disini dapat mengerti dengan lebih mudah dengan menerangkan beberapa contoh diantaranya :

Baca Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

1. Desain Equipment Yang Easy To Use

Contoh pertama yang dapat Anda temukan dalam hampir semua plant (Yah hampir semua, karena ada juga yang engga). Adalah suatu equipment akan sengaja di desain agar mudah digunakan.

Seperti layaknya desain sebuah setir mobil yang dirancang agar memudahkan proses mengemudi kendaraan. Maka equipment-equipment juga seyogyanya akan mengikuti kaidah tersebut.

Dari mulai bentuk yang memiliki kemudahan di angkat, dipindahkan dan ditangani. Kemudian kita juga bisa menemukan posisi peletakan control switch yang diposisikan sejajar dengan sekitar area siku manusia.

Beberapa hal tersebut adalah contoh pertama dari penerapan sebuah ilmu ergomi dalam sebuah plant.

2. Pemberian Area Maintenance dan Spare 

Contoh aplikasi kedua dari penerapan ilmu ergonomi bisa Anda temukan juga ketika memperhatikan keberadaan area maintenanca dan spare dalam setiap equipment atau move-able goods.

Untuk area maintenance biasanya akan memiliki radius 600 mm atau lebih dari equipment itu sendiri. Dan untuk area spare biasanya ditempatkan pada daerah yang mudah untuk akses.

Dalam hal ini, contoh kedua ini dapat dengan mudah kita temukan pada banyak perusahaan jepang. Dimana untuk setiap barang yang diletakan mereka selalu memikirkan akses keluar masuk barang tersebut. Terlebih lagi jika barang tersebut bersifat move to use.

Baca Juga : Teknik Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih

3. Pemberian Assesoris Untuk Operasional Pada Tangki

Contoh ketiga untuk aplikasi ergonomi di plant, dapat juga Anda temukan pada Tangki. Dimana pada sebuah tangki yang cukup besar, biasanya kita akan menemukan man hole dengan diameter 60 cm atau lebih. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan seorang operator masuk ke dalam dan melakukan proses perawatan pada tangki tersebut.



4. Pemberian Warna Spesifik

Contoh lainnya dari sebuah aplikasi ilmu ergonomi, adalah penerapan warna spesifik pada equipment tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pencarian dan juga identifikasi.

Oh iya, saya juga tahu bahwa akan ada yang memasukan contoh aplikasi warna ini pada ilmu display teknik. Yah tapi dalam sebuah perancangan saya akan bilang ini masuk ke ranah ergonomi juga (Biar disekalianin gitu om).

Nah itu dia Beberapa contoh penerapa ilmu ergonomi pada desain plant water treatment. Masih banyak contoh lain yang dapat Anda temukan di field nyata. Maka dari itu, teruslah memiliki sikap mau belajar dan bertanya atas segala sesuatu agar ilmu kita terus berkembang.

Salam Hangat


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Friday, 6 January 2017

Tips Memilih Pompa Untuk RO Air Laut




Dalam suatu sistem reverse osmosis air laut atau desalination plant, Pompa adalah ibarat Jantung yang menjadi kunci dalam mengalikan fluida ke seluruh sistem. Sehingga tingkat kestabilan dan performa pompa menjadi sangat krusial.

Tapi ternyata dilapangan, Pompa untuk mesin RO sea water/air laut ini sering ditemukan mendapatkan kendala yang menyulitkan proses. Kendala dari mulai terkena korosi, dry running, over heat, over pressure hingga lain-lain yang membuat jalannya proses Desalinasi terganggu. Yang tentunya akan menghambat segala proses yang menggunakan air hasil dari desalinasi tersebut.

Nah, maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang 5 Tips ketika memilih pompa untuk Reverse Osmosis Air Laut. Yuk tanpa berlama-lama lagi mari langsung saja kita bahas.


1. Memiliki Material Anti Karat dan Korosi

Yang pertama kali harus anda perhatikan ketika memilih pompa untuk berurusan dengan air laut adalah dari materialnya.

Material atau bahan baku penyusun komponen pompa yang akan kita gunakan haruslah memiliki sifat yang tahan dari korosi dan tidak berkarat. Oleh karenanya pilihlah pompa dengan material SS314, dengan komponen dalam serupa atau minimal dari karet khusus.

Kedua material tadi sudah teruji tahan terhadap kondisi air laut yang memiliki TDS tinggi. Sehingga masalah karat dan korosi pada pompa sudah tidak perlu Anda khawatirkan lagi.

Lihat Juga :
 Jual Pompa RO Untuk Air Laut

2. Mampu bekerja pada tekanan tinggi

Hal kedua yang harus Anda perhatikan ketika memilih pompa RO Sea Water adalah dari segi kekuatan pompa tersebut dalam menangani tekanan tinggi. Hal ini harus diperhatikan, terutama pada aplikasi mesin RO di kapal laut. Seperti kapal tongkang, kapal tangker ataupun kapal jenis lainnya yang berlayar di lautan.

Kondisi suction yang sering kali hidup dan mati secara tiba-tiba akan memancing terjadinya water hammer yang akan mengakibatkan over pressure hingga 40 bar. Hal ini akan membuat pompa biasa jebol dan rusak parah.

Maka dari itu, untuk proses keamanan disarankan untuk Anda memilih pompa RO Sea Water yang memiliki kekuatan pengendalian pressure tinggi. Salah satunya bisa Anda temukan pada pompa Hydra cell dari Wanner USA yang mampu menghandle pressure hingga 69 bar.


3. Mampu bekerja dalam keadaan bergerak/Non Balance

Kalau kita ingat dengan laut, tentu kita juga pasti ingat dengan yang namanya Ombak. Ombak yang ada dilautan tentunya akan membuat posisi kapal layar menjadi tidak seimbang dan terombang ambing. Hal tersebut merupakan salah satu hal yang mengganggu mesin pompa. Sebab secara ilmu mekanikal, pompa harus diletakan pada posisi yang stabil dan datar (Makanya ada proses level pompa).

Karena kurang memperhatikan kondisi kapal yang terus bergerak, banyak pompa air laut yang menjadi mudah rusak ketika bertemu kondisi tidak stabil dan tidak datar. Hal ini tentu memusingkan para pengguna kapal laut. Sebab ketika di tengah laut kita tidak mungkin mencari pompa pengganti bukan? Dan tidak mungkin pula kita harus puasa minum selama beberapa hari.

Makanya saya sangat menyarankan untuk menggunakan pompa yang dijamin kekuatannya dalam kondisi oprasi permukaan yang tidak stabil dan tidak datar. Mengingat begitu krusialnya hal ini pada sistem Sea Water Reverse Osmosis Anda.

4. Tahan Bekerja dalam Posisi Dry Running

Hal lain yang sering sekali membuat Pompa RO Sea Water rusak adalah ketika terjadinya dry running pada pompa.

Dry running adalah keadaan dimana pompa tidak menyedot air atau fluida melainkan udara. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kerusakan yang sangat fatal karena tanpa keberadaan fluida maka bagian piston pada pompa akan langsung bertemu dengan piston lainnya dalam kecepatan tinggi. Dan tentu hasilnya adalah kerusakan fatal pada pompa yang tidak bisa diperbaiki.

Masalah dry running ini, cukup banyak diakibatkan karena kondisi perairan di laut yang bergelombang dan banyak mengandung partikel kasar seperti pasir dan bahkan tidak jarang biota laut seperti ikan turut tersangkut. Maka jangan heran masalah dry running ini akan cukup sering terjadi pada sistem Anda.

Untuk mengatasi masalah ini, maka disarankan Anda untuk tidak menggunakan pompa yang berbasis motorized atau piston. Tapi pilihlah yang bertipe diapraghm sehingga akan tahan beroprasi bahkan dalam posisi dry running sekalipun.

Lihat Juga : Kursus Water Treatment Gratis

5. Sudah Teruji

Tips terakhir yang harus Anda pastikan adalah, Pastikan pompa yang mau Anda beli telah teruji dan sudah ada bukti pemasangan di tempat lain. Selalu gunakan prinsip “Jangan mau menjadi korban pertama”.

Lihat aplikasi pompa yang ditawarkan, di site langsung. Perhatikan apakah keempat saran yang diberikan pada postingan ini bisa dipenuhi pada pompa tersebut. Jangan tergiur oleh iming-iming harga murah dari supplier karena harga yang murah tentu akan diiringii oleh kualitas yang murah pula, dan akan membawa masalah dikemudian harinya.



Nah itulah dia 5 tips dan saran dari kami tentang bagaimana memilih pompa RO Sea Water yang tepat untuk Anda. Mudah-mudahan saran ini bermanfaat.






Salam Olah-Air.Com
Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

Teknik Pengukuran Debit Air

Teknik Pengukuran Debit Air

Flow Meter Digital (Sumber : globalw.com)

Fungsi Pengukuran Debit Air

Kalau ditanya apa fungsi dari pengukuran debit air tentu saja sangat banyak sekali. Salah satu fungsi pengukuran debit adalah untuk mengetahui berapa pengeluaran Anda untuk membayar biaya air setiap bulannya, dan apakah ada kebocoran di sistem pemipaan Anda.

Selain itu, dalam dunia water treatment engineering. Pengetahuan tentang debit air juga akan menentukan equipment, tangki serta ukuran pipa yang digunakan hingga bisa menghitung cost operational dan waktu oprasi suatu proses water treatment.

Verifikasi dengan Dua Cara Lebih Baik Dari pada Satu

Dari semenjak sekolah tentu kita diajari bahwa melakukan verifikasi pada jawaban kita, akan mendekatkan kita pada jawaban yang benar. yah itulah yang selalu saya ingat dari salah satu guru SD saya yang bernama Bu Oom.

Prinsip itu juga yang selalu saya gunakan dan ajarkan pada anak didik saya. Bahwa selalu verifikasi data Anda dengan lebih dari satu cara. hal ini bukan dimaksudkan untuk membuang waktu atau untuk memperlama proses pengukuran. Namun hal ini dimaksudkan untuk memastikan dengan betul-betul bahwa data yang kita terima adalah benar.

Nah makanya, dalam tulisan ini akan saya beberkan secara singkat tentang 3 Teknik pengukuran debit air yang harus Anda ketahui.

1. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Flow Meter

Teknik yang pertama ini biasa kita temukan pada installasi pemipaan air bersih, khususnya pada pemipaan yang berasal dari PDAM.
Teknik ini menggunakan flow meter yang tertanam pada pemipaan, khususnya yang akan masuk ke dalam sistem air di site.

Kelebihan menggunakan sistem ini adalah, kita memiliki nilai acuan pasti untuk air yang telah tersalurkan. Namun untuk air yang benar-benar diterima tidak dapat dipastikan, karena bisa saja pada sistem pemipaan yang digunakan (Apalagi yang tertanam) terjadi kebocoran sehingga air meluber kemana-mana padahal kita tidak tahu.

2. Teknik Pengukuran Debit Air Dengan Stop Watch

Teknik pengukuran kedua ini, dipakai jika pada sistem aliran tidak terdapat flow meter. Teknik ini biasanya digunakan pada sistem pemipaan terbuka. Baik itu berupa sistem irigasi air, ataupun sistem seperti drainasi.

Caranya adalah dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk memenuhi suatu wadah ataupun sebaliknya. Cara ini diperjalanannya nanti harus digunakan dengan teliti dan arif, sebab akan ada kecendrungan subjektifitas yang tinggi pada hasilnya.

Lihat Juga : Kelebihan Mesin RO Sea Water


3. Teknik Pengukuran Dengan Estimasi Luas Permukaan Alir

Teknik pengukuran ketiga untuk mengukur debit air ini biasanya digunakan pada area terbuka yang sangat besar yang akan sulit bahkan tidak memungkinkan menggunakan alat ukur standar. Salah satu contoh kasus adalah ketika akan mengukur debit air sungai.

Dalam hal ini kita akan menghitung berdasarkan estimasi luas permukaan, kecepatan alir, kedalam sungai dan lainnya hingga didapatkan data debit yang sebenarnya.




Baca selengkapnya

Cara Membaca P&ID Water Treatment Plant

Langkah Cara Membaca PID Water Treatment Plant

Salah satu gambar Contoh P&ID (Sumber : Doc Proyek CHEMINUSA)

Process and Instrumentation Diagram, terkadang menjadi suatu gambar yang membingungkan bagi sebagian orang. Terlebih lagi bagi orang yang awam pada dunia engineering. Bagi mereka yang awam, mungkin gambar P&ID ini tidak ubahnya seperti melihat huruf-huruf morse. Yang akhirnya ketika melihatnya reaksi pertamanya adalah manggut-manggut (Sok Ngerti) padahal cara membaca P&ID nya saja bingung hehe..

Nah itulah yang saya juga rasakan dahulu, ketika awal-awal terjun ke dunia water treatment. Ada perasaan galau yang menyeruak ketika dihadapkan pada penyelesaian masalah yang menuntut kemampuan untuk membaca si P&ID ini. Maka mau tak mau akhirnya jadi bisa, bahkan sekarang sudah merancang ratusan P&ID hahaha.

Bingung Bagaimana Cara Membaca P&ID itu Artinya Sudah Berpikir

Kalau kita bingung menghadapi suatu persoalan, itu pertanda bagus. Soalnya itu tanda kita turut berpikir bagaimana memecahkan permasalah tersebut. Bukankah untuk menemukan jalan baru kita harus tersesat dulu hehe.

Maka dari itu saya bilang kebingungan itu adalah hal yang wajar dan bagus. Dan akan lebih bagus lagi kalau kebingungan dalam membaca P&ID itu bisa segera diselesaikan, dengan cara membaca artikel ini.

Lihat Juga : Desain proses Biologi di Waste Water Treatment Plant

Step By Step Membaca P&ID Water Treatment Plant

Sobat Pembaca Olah-Air.Com, untuk dapat membaca P&ID tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Karena si pembaca tersebut tentunya harus memiliki beberapa pengetahuan sebelumnya sehingga dapat memudahkan dalam proses berpikir dan mencerna gambar P&ID yang disajikan.

Dan dalam postingan kali ini, saya akan coba berikan tips langkah-langkah tentang bagaimana cara membaca P&ID ala Mr. Anggi.

Mudah-mudahan Tips ini dapat sobat terapkan untuk setidaknya dapat mengerti dasar dari si P&ID itu sendiri. nah Yuk kita mulai saja dari langkah pertama.

Lihat Juga : Jual Pompa RO Sea Water

1. Pahami Basic Prosesnya

Langkah pertama dalam membaca suatu P&ID adalah dengan memahami basic prosesnya. Basic proses itu terdiri dari rangkaian berjalannya fluida hingga mencapai maksud yang diinginkan.

Atau secara gampangnya, kamu dapat memahaminya dengan cara menanyakan kepada PIC ataupun Maker sistem tersebut tentang Mesin apakah yang ada dihadapan sobat. Jika sudah tahu mesin apa, maka sobat tinggal googling saja tentang alur proses mesin tersebut sehingga bisa memiliki pemahanam ringkas.

2. Miliki dan Familiarlah Dengan Symbol-symbol P&ID

Tips kedua yang harus Sobat lakukan untuk dapat membaca suatu P&ID dengan baik adalah dengan memiliki tabel pengertian gambar-gambar symbol yang ada di P&ID.

Sobat dapat dengan mudah memilikinya dengan cara mendownloadnya di mesin pencari, atau bisa juga download aplikasinya di Android. Pokoknya gampang banget deh asalkan ada niat pasti deh ketemu itu symbol-symbol.

Lihat Juga : Inilah Alasan Kenapa Assessment harus dilakukan

3. Bacalah Bersama Yang Paham

Untuk dapat memahami sesuatu yang kita tidak paham, jalan terbaik adalah dengan meminta bimbingan dari orang yang sudah paham. Dalam hal ini sobat bisa meminta membacanya bersama dengan salah satu engineer yang merancang atau minimal mengawasi mesin atau plant yang sobat sedang pelajari P&ID-nya.

Atau jikalau tidak ada, sobat bisa memulainya dengan membaca bersama dengan operator. Dan tentunya pada saat membacanya pastikan sobat membawa Buku Tabel pengertian Symbol P&ID yang tadi sudah saya minta untuk di download.


4. Lakukan Highlight Pada Proses Utama

Langkah selanjutnya dalam membaca dan memahami suatu P&ID adalah dengan melakukan Highlight.
Proses ini dilakukan dengan cara memberikan warna-warna terang dari stabilo pada alur proses utama dari plant yang dipelajari.

hal ini dimaksudkan agar kita memiliki pemahaman utuh terlebih dahulu tentang tujuan dari si Plant atau mesin ini diciptakan. baru dari sana sobat mempelajari interlock serta perintilan lainnya.

Oh iya, jikalau sobat sudah melakukan Highlight pada P&ID yang sobat sedang pelajari maka minimal sobat dapat membuat PFDnya dari P&ID tersebut.

Lihat Juga : Proses Overhoul WTP dan WWTP

5. Pelajari Rangkaian Interlocking

Langkah yang kelima ini, mungkin akan agak sulit bagi para NewBie. Namun dengan seringnya bulak balik masuk ke Plant dan juga membaca diagram dan membandingkannya dengan rupa aslinya saya yakin sobat dapat memahami yang saya maksud.

karena sejatinya di dalam sebuah plant atau sistem yang safe pastilah dilengkapi dengan banyak sekali interlock untuk menjaga agar kondisi fatal atau kecelakaan jangan sampai terjadi.

Seperti adanya pressure switch pada pompa ditambah dengan alarm dan juga check valve.

Nah itu dia akhir dari postingan kali ini, saya tahu mungkin akan ada cukup banyak pembaca yang belum bisa membaca P&ID dengan baik. Dan hal itu jelas, karena untuk dapat membacanya secara tepat dan benar sobat haruslah memiliki pengalaman dahulu atau minimal mengikuti pelatihan dari CHEMINUSA :).

Salam Olah-Air.Com


Mr. Anggi

PS :
++ Jika sobat ingin belajar banyak tentang dunia engineering dan water treatment. Silahkan mengikuti blog olah-air.com dengan follow google plus Anggi Nurbana disini. atau Sobat bisa ikut kursus Online Water Treatment Gratis di Kursus.Waternesia.com
Baca selengkapnya