Showing posts with label Jasa Assessment WWTP. Show all posts
Showing posts with label Jasa Assessment WWTP. Show all posts

Sunday, 2 October 2016

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment

Konsultan dan kontraktor untuk pengolahan Air Limbah

Proses biologi dalam sebuah sistem pengolahan air limbah adalah suatu proses yang sudah lumrah kita temukan. Kita akan menemukannya dalam banyak sekali IPAL Atau waste water treatment plant, mulai dari IPAL yang berjalan secara konvensional, hingga yang automatic.

Nama dari proses biologi pun berbeda-beda dan beragam, dari mulai nama yang standar hingga nama yang dibuat dalam istilah asing agar terkesan keren dan bisa dijual mahal.

Namun terlepas dari itu semua, semua proses biologi tentu memiliki PAKEM atau prinsip-prinsip tersendiri hingga desain proses tersebut bisa diwujudkan.

Dalam postingan kali ini, kita akan berbicara sekilas tentang cara melihat suatu proses biologi dan kesesuaiannya dengan air limbah yang kita hadapi. Dan sembari membicarakan hal ini, ada baiknya bagi pembaca disini mengerti beberapa konsep yang berhubungan secara langsung dengan proses biologi, antara lain :

1. 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi
2. Dissolved Oxygen : Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Aerob Process
3. Cara Menurunkan BOD dalam Air Limbah
4. Pengenalan Proses Anaerob 
5. Cara Menurunkan COD di air Limbah
6. Beberapa Hal Yang Perlu diperhatikan Dalam Mendesain WWTP

Oke mudah-mudahan sebelum masuk ke postingan Ini, sobat sekalian sudah membaca semua artikel diatas. Sebab akan ada istilah-istilah serta pola pikir yang harus melekat sebelumnya sehingga bisa menyerap apa yang disampaikan disini.

Mari Kita mulai.

Perhatikan Hasil Analisa Inlet Sebelum Mendesain Proses Biologi!

Langkah Pertama dalam mendesain sebuah proses biological untuk IPAL adalah dengan memperhatikan hasil Analisa inlet air limbah. Walaupun mungkin standar baku yang harus Anda kejar tidak mensyaratkan banyak parameter namun saya sarankan Anda tetap melakukan analisa lengkap.

Sebab dari analisa lengkap akan ketahuan bahwa parameter apa apa sajakah yang menjadi sumber masalah dalam sistem Anda. Dan juga bisa diurai nantinya kalau suatu saat ada paramater yang out spek, kita memiliki data telusur.

Dari Hasil Analisa kita juga bisa melihat keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. Seperti parameter TSS yang akan berkaitan dengan parameter COD dan BOD. Parameter Fe dan Mn yang berkaitan dengan parameter TDS, TSS, COD dan BOD dan masih banyak lagi. Untuk itulah pertama kali saat desain kita membutuhkan analisa kumplitnya.


bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

Lihat Kategori Biologi Untuk Penentuan Sistem Oke Sebelum desain kita juga harus memperhatikan Konversi nilai COD dan BOD yang ada. Dan perhatikan aturan Berikut.

1. Jika Nilai COD Lebih besar sedikit saja dari pada BOD, Artinya Limbah Anda Organic Based.
2. Jika Nilai COD 2 x Lipat Dari Nilai BOD itu artinya air limbah Anda adalah Soft Organic Tolerant Based
3. Jika Nilai COD 3x Lipat dari nilai BOD itu artinya Air Limbah Anda Hard Biological Tolerant Based.
4. Jika Nilai COD Lebih dari 3x lipat nilai BOD artinya air limbah tersebut Non Biological Tolerant based.

Dari keempat kategori diatas, yang bisa diolah secara biological hanya kategori 1 sampai 3, sedangkan yang keempat artinya tidak bisa lagi diolah secara biologi.

Penentuan Perlu Tidaknya Proses Biologi Pada WWTP
Untuk selanjutnya kita harus menentukan perlu atau tidaknya suatu proses biologi di-install dalam wwtp. Cara untuk menentukannya adalah dengan melihat nilai-nilai BOD dan COD serta membandingkannya dengan nilai parameter lainnya.

Jika setelah membaca hasil analisa total kita melihat bahwa parameter BOD setelah dikurangi faktor TSS masih tergolong tinggi maka disanalah peran proses biologi dalam IPAL/WWTP diperlukan. Untuk mengetahui topik ini ada baiknya sobat mengunjungi postingan tentang Cara Menurunkan TSS dalam Air Limbah.

3 Desain Proses Biologi Dalam Waste Water Treatment
kita mempelajari hasil analisa, kategori Nilai BOD-COD, dan juga perlu tidaknya proses biologi tentunya para engineer sudah dapat menentukan jenis proses biologi apa yang harus digunakan. Dan berikut ini adalah proses biologi yang umum dipilih :

1. Proses Aerasi

Cara Mengolah Air Limbah Yang benar

Proses aerasi dipilih jika nilai BOD dalam suatu air limbah melewati angkat tiga ratus. Dan itupun setelah diperhitungkan dengan pengurangan BOD setelah proses koagulasi, sedimentasi dan juga pemisahan minyak dan lemak.

Proses Aerasi dilakukan dengan membuat sebuah bak yang berukuran cukup besar (Umumnya sekitar 1 hari debit) yang didalamnya berisi activated sludge. Disana air limbah akan diproses dengan bakteri heterotrop untuk kemudian di dekomposisi sehingga rantai organiknya menjadi pecah dan berubah menjadi CO2 dan H2O.

Dalam tangki ini sobat olah-air akan menemukan juga gelembung-gelembung udara yang dihembuskan dari blower yang terus menyala selama 24 jam. Fungsinya adalah untuk memberikan asupan oksigen pada bakteri yang ada disana sehingga bisa bekerja dengan maksimal.

Bakteri adalah bagian dari proses biologi

2. Proses Anaerob


Proses Anaerob dipilih jika nilai BOD suatu air limbah ada diatas angka 900. Yah sebenarnya bisa juga sih menggunakan proses aerasi hanya saja nantinya akan membutuhkan sangat banyak sekali energi.

Prosesn Anaerob bisa disebut juga dengan proses tanpa udara ataupun fermentasi, disini biasanya akan terjadi suatu proses metanogenenis dan acidifikasi pada air limbah sehingga rantai-rantai organik yang kompleks akan terurai menjadi rantai organik panjang (alifatik).

Proses Anaerob sendiri sebenarnya ada 5 tipe diantaranya adalah Lagoon, CSTR, Anaerobic Filter, UASB, dan Juga Extended UASB (dan kita akan membahas ke 5 tipe ini nanti).

Dalam sebuah tangki anaerobic, isinya adalah media pelekat bakteri dan juga granular activated sludge yang merupakan active sludge yang didesain untuk proses anaerob.

Biasanya ukuran dari tangki anaerobic ini ada diangka 2 hari debit hingga 5 hari semuanya tergantung pada nilai si BOD itu sendiri.

Dalam beberapa kasus, proses anaerobic bisa dipecah menjadi beberapa anaerobic kecil dan dipadukan dengan proses aerasi agar didapatkan penurunan nilai BOD yang maksimum.

3. Proses Anoxic


Proses ini biasanya disebut sebagai proses denitrifikasi, dimana Nitrate dan Nitrite yang dihasilkan akibat proses dekomposisi dari proses aerasi akan dipecah menjadi gas Nitrogen.
Dalam prakteknya, hal ini bisa terjadi di Kolam Sediment II (Sediment After Biological) ataupun di kolam tenang (beberapa praktisi menyebutnya begitu).

Untuk mempercepat proses ini, biasanya ditambahkan bakteri khusus yakni nitrobacter yang banyak ditemukan pada tanah tanaman kacang sehingga zat nitrate dan nitrite dapat diolah dengan baik.


PS : 
Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang dunia pengolahan Air. Silahkan Follow Google plus Mr. Anggi Nurbana disini




Baca selengkapnya

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi atau Anaerob

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob WWTP

Belajar WWTP Itu Sangat Menarik
Membicarakan sebuah waste water treatment, adalah suatu hal yang sangat menarik. Karena kita tidak saja belajar tentang suatu sistem mekanikal mesin, namun juga kita mau tidak mau harus turut belajar tentang proses biologi.

Dan kali ini, proses biologi yang akan kita pelajari dari sebuah waste water treatment system atau IPAL adalah tentang cara menumbuhkan bakteri.

Bakteri dapat kita temukan dimana saja, dari mulai peralatan yang kita gunakan, sampai udara yang kita hirup sekalipun. Keberadaan mereka sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Diantara jenis bakteri, ada yang merugikan manusia (yang disebut bakteri pathogen) dan ada juga yang menguntungkan manusia. Dan bahkan membantu kita menjalani hidup dengan baik, salah satunya adalah bakteri probiotik yang ada di dalam tubuh manusia.



Bakteri Bisa Tumbuh Dimana Saja, Namun Menumbuhkan Yang Spesifik itu Lain Cerita

Walau bakteri bisa tumbuh dimana saja, namun menumbuhkan bakteri yang spesifik adalah soal lain lagi. Selain mahluk yang satu ini tidak terlihat, keawaman kita terhadap syarat-syarat spesifik suatu kehidupan mereka juga acap kali membuat kolam biologi yang kita buat menjadi kurang maksimal bahkan sia sia.

Oleh karenanya, berdasarkan dari cukup banyak pengalaman yang telah kami tangani. Dalam postingan ini kami hendak berbagi pada sobat olah-air.com sekalian tentang bagaimana cara menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi ataupun anaerob.

Materi Cara menumbuhkan bakteri di proses biologi WWTP ini adalah sebuah materi eksklusif yang kalau saya ngajar secara khusus bisa dihargai 5 juta per-orangnya. Namun kali ini akan saya bagikan dasar-dasarnya secara Free hanya untuk Pembaca olah-air.com sekalian.

Oke. Mari kita mulai saja ya sharingnya disini!

5 Cara Menumbuhkan Bakteri di Area Biologi WWTP

1. Teknik Adapt Seeding


Cara yang pertama ini biasa dilakukan pada IPAL ataupun WWTP yang berkarakter sebagai IPAL Domestik.

Air limbah yang masuk merupakan air limbah dari toilet, yang merupakan tinja dan juga urin dari manusia dan terkadang ditambah limbah dapur dan wastafel.

Proses adapt seeding biasanya tidak memerlukan equipment khusus kita hanya harus menyediakan nutrisi yang menunjang pertumbuhan bakteri yang ada. Nutrisi yang terbaik adalah yang mengandung zat organik dengan komposisi protein dan juga unsur C, H, N dan P yang mudah diurai karena termasuk senyawa organik alifatik.

Air Limbah dibiarkan saja masuk dan diproses melalui IPAL yang ada baik secara anaerob ataupun aerob. Hingga pada suatu titik bakteri tersebut beradaptasi dan bisa mengolah senyawa-senyawa pengotor yang masuk.

Kekurangan dari Cara Menumbuhkan Bakteri Via Teknik Adapt Seeding ini adalah, bakteri akan lambat sekali beradaptasi. Waktu yang diperlukan bisa mencapai 3 bulan lamanya dan paling cepat 1,5 bulan.



Kekurangan lainnya adalah Proses Adapt ini juga belum tentu bisa dengan cepat berhasil, karena nantinya akan ada banyak faktor X yang masuk juga ke IPAL. Seperti masuknya Desinfektan (Karbol dsb), Racun dst. Hingga terkadang proses pengolahan limbah cair secara biologi yang diinginkan tidak kunjung tercapai, akibat bakterinya terus menerus mati dan tidak kunjung bisa beradaptasi.

Makanya teknik ini sekarang-sekarang sudah jarang digunakan karena dirasa terlalu lama dan sulit untuk bisa hand over dengan cepat (Para kontraktor pasti mengerti hal ini)

Lihat juga : 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi WWTP

2. Teknik Cross Seeding


Cara kedua dalam menumbuhkan bakteri di kolam aerasi ataupun anaerob adalah dengan teknik cross seeding.

Caranya adalah dengan mengambil lumpur aktif dari tempat lain dengan jumlah tertentu (yang harus dihitung oleh PT. CHEMINUSA sebagai ahlinya hehe) untuk kemudian dimasukan kedalam kolam biologi di tempat yang dituju.

Kelebihan teknik Cross Seeding ini adalah kecepatannya dalam membuat suatu IPAL menjadi berjalan secara normal. Terlebih lagi jika Activated sludge yang digunakan berasal dari pabrik yang sejenis. Misal pabrik minyak mengambil activated sludge dari pabrik minyak juga, atau semacamnya.

Walau memiliki kecepatan, namun teknik ini memiliki kekurangan karena jikalau jenis limbah, ataupun kondisi IPAL tidak sama maka yang terjadi adalah kematian bakteri secara masal yang ditandai dengan kolam aerasi yang menghitam berbau telur busuk.

Lihat Juga : Cara Menurunkan Nilai BOD dalam Air Limbah

Biasanya solusinya yang bisa diambil untuk mengatasi hal ini adalah ketika proses cross seeding dijalankan, kolam juga ditebarkan Enzymax Platino yang berfungsi sebagai bakteri prebiotik penjaga proses adaptasi.

Oh iya hampir lupa, teknik cross seeding ini tidak disarankan (Kemungkinan gagalnya besar) jika diterapkan pada suatu proses anaerob (terlebih jika organic based dengan BOD diatas 5000). Karena dalam kebanyakan kasus bakterinya tidak akan cocok dan cenderung mudah mati.

bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

3. Teknik Start Seeding


Cara ketiga dalam menumbuhkan bakteri adalah dengan menggunakan start seeding.

Teknik Start Seeding ini adalah teknik yang sangat populer dikalangan praktisi waste water treatment. Dikarenakan tingkat keberhasilannya yang tinggi dan juga ketahanannya yang luar biasa pada beragam kondisi IPAL, bahkan pada kondisi peak flow sekalipun.

Di Kolam Biologi di tebarkan biakan bakteri sesuai dengan cemaran dalam air limbah (Bisa Enterebacter, Acinobacter, Clostridium dsb), lalu ditambahkan dengan nutrisi khusus bakteri (NUTRIMO).

Kemudian air limbah dimasukan secara sedikit demi sedikit demi menjaga proses adaptasi. Ketika bakterinya sudah terbentuk, biasanya debit akan dinaikan hingga puncak pada beberapa hari lalu kemudian dinormalkan. Hal tersebut diulang selama beberapa minggu untuk mendapatkan kekuatan adaptasi yang maksimal.
bakteri Pemakan Lemak dan Minyak Special Formulasi By CHEMINUSA 021 7919 7920

Trik agar cara ini berhasil adalah dengan membuat nutrisi serta kondisi lainnya dalam proses ini se-optimal mungkin. Dan juga proses seeding biasanya harus dipantau oleh seeder ahli yang berpengalaman.

Kekurangan dari teknik ini adalah, terkadang membutuhkan waktu lama dalam kondisi stabilisasi (Walau tidak selama adapt seeding).

Cara menanganinya supaya cepat adalah dengan membuat bakteri biakan awal dalam skala besar. Sehingga proses start seeding bisa lebih cepat karena konsentrasi bakteri awal sangat tinggi. Dan jika membutuhkan jasa ini, Kami dari PT. CHEMINUSA punya Solusinya :)

Lihat Juga : Belajar Proses Anaerob di Waste Water Treatment Plant

4. Teknik Mix Seeding


Cara Keempat dalam menumbuhkan bakteri di IPAL/WWTP adalah dengan mencampurkan bakteri yang ada dengan bakteri lainnya.

Biasanya teknik ini dilakukan jika pabrik tempat WWTP tersebut berasal berniat membuat produk baru yang bahan bakunya berbeda dengan yang existing.

Bakteri yang telah ada di injeksi dengan bakteri tambahan (biasanya sifatnya enchancer) plus ditambah dengan nutrisi lengkap. Hal ini ditujukan agar air limbah yang baru datang tersebut bisa langsung diadaptasikan pada proses air limbah yang ada.

Teknik Mix Seeding ini biasanya di maintain pada bulan pertama, dan sudah aman pada bulan bulan berikutnya. Hanya saja jikalau tiba tiba produksi terhenti (Karena batching) maka bersiaplah melakukan adjust bakteri baru lagi saat produksi jalan lagi

Lihat Juga : Cara Menangani Lumpur Aktif Yang Berlebihan di IPAL

5. Teknik Boost Seeding


Cara Kelima dan terakhir ini hampir mirip dengan cara Mix Seeding tadi. Perbeedaannya adalah kita akan membuat kultur bakteri dengan sumber bakteri yang sudah ada di proses limbah existing. Lalu kemudian dibuat menjadi banyak.

Sehingga didapatkan jumlah konsentrasi bakteri dalam jumlah tinggi dalam suatu liquid yang siap ditebarkan di area biologi.

teknik kelima dalam menumbuhkan bakteri via boost seeding ini biasa dilakukan jika jumlah air limbah meningkat akibat produksi yang meningkat juga. Namun produk yang diproduksi jenisnya masih sama.

Bakteri Pemakan Nitrat, Amonia, Nitrit dan Phosfat


Nah Sobat, Itu dia sekilas gambaran 5 Cara dan teknik menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob. Dalam prakteknya kelima teknik tadi memerlukan ahli khusus yang memang sudah berpengalaman dalam bidangnya sehingga tingkat keberhasilannya menjadi sangat tinggi. Dan juga pihak perusahaan juga harus mau jujur dengan proses produksi yang terjadi agar didapatkan sistem pengolahan yang terbaik.

Sekian Informasi dari olah-air.com, Mudah-mudahan bermanfaat.


Jika Anda ingin belajar lebih serius Anda bisa melakukan request Workshop Training pada Kami. Atau jika Anda ingin belajar secara gratis, silahkan klik follow pada akun Google plus Anggi Nurbana.
Baca selengkapnya

Thursday, 29 September 2016

Jasa Assessment WWTP By PT. CHEMINUSA

Jasa Assessment WWTP Profesional By PT. CHEMINUSA

Presentasi Hasil Evaluasi

Deskripsi Jasa Assessment WWTP Dari PT. CHEMINUSA :

Jasa dalam hal melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap suatu Waste Water Treatment Plant yang mencakup seluruh peralatan, desain, habit, jam operasi dan lainnya agar didapatkan suatu penilaian yang valid.

Dengan jasa yang kami berikan ini, perusahaan yang menggunakan jasa assessment WWTP kami akan bisa melakukan proses budgeting ataupun pembuatan proses tender karena segala dokumen rancangan untuk tender telah siap. Sehingga perusahaan penyewa jasa kami di tahun berikutnya telah siap mengadakan tender WWTP.

Kelebihan Menggunakan Jasa Assessment WWTP Kami

1. Terdiri dari Tim Profesional di Bidang WWTP
Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, maka menggunakan jasa profesional adalah jawabannya. Ya, tim Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA terdiri dari orang-orang yang telah berkecimpung dalam dunia assessment, konstruksi, lingkungan, dan beragam disiplin ilmu lainnya sehingga assessment yang diberikan memiliki nilai terbaik dibanding kan dengan jasa assessment WWTP lainnya.


2. Memiliki Bukti Dokumen Perencanaan dan Assessment Orisinil
Salah satu hal yang harus Anda tanyakan pada penyedia jasa assessment WWTP adalah, apakah mereka sudah pernah membangun WWTP Asli atau sekedar sebagai konsultan?

Di PT. CHEMINUSA, Anda akan mendapatkan jawaban "TENTU SAJA" Karena para assessor yang akan melakukan assessment di perusahaan bapak/Ibu berasal dari para praktisi dan juga kontraktor yang telah malang melintang dalam dunia waste water treatment.

Dan lagi kami telah memiliki bukti-bukti dokumen maupun plant hasil buatan kami yang bisa kami perlihatkan kepada Anda jika Anda membutuhkannya.

3. Pengamatan dilakukan secara Objektif dan Representatif
Satu hal yang menjadi suatu kunci keberhasilan Proses Assessment WWTP adalah pengambilan data serta proses pengamatan yang menyeluruh.
Tim Jasa Assessment WWTP PT. CHEMINUSA, telah berpengalaman dalam hal ini. 

Pengumpulan data dilakukan secara objektif dan representatif. Kami juga melakukan wawancara secara langsung terhadap pihak-pihak terkait dari mulai level terbawah hingga level manajerial untuk mendapatkan data yang valid.

Proses pengamatan juga dilakukan selama 24 jam dalam waktu-waktu yang telah kami kalkulasikan untuk mendapatkan hasil pengamatan yang valid dan dapat dipercaya 100%.

4. Proses Assessment Cepat 
Dengan Jasa Tim Assessment WWTP yang telah berpengalaman tinggi, ditambah SOP yang jelas serta penggunaan jasa pihak ke-3 yang terakreditasi. Proses Assessment yang kami lakukan bisa selesai dalam waktu kurang dari 1 minggu. 
Hal ini membuat jasa assessment yang kami berikan adalah yang terbaik yang dapat Anda pilih untuk kebutuhan Assessment yang mendesak.

5. Siap Memberikan Detail Drawing dan Shop Drawing Jika Diperlukan
Dengan keberadaan tim engineering yang terbaik dan berpengalaman, jasa assessment WWTP kami siap memberikan detail drawing untuk seluruh plant wwtp baik existing maupun future improvement. Sehingga owner akan mendapatkan gambaran utuh mengenai bentuk, cara kerja serta lay out dari sistem yang ada dan yang akan datang.

6. Design dan Hasil Assessment maupun perancangan dapat dipertanggung jawabkan dan sesuai biaya real
Kesalahan dari para konsultan dalam membuat rancangan adalah, seringkali rancangan mereka ternyata tidak dapat diterapkan secara real di dunia nyata. Hal tersebut karena para konsultan biasanya hanya terdiri dari para akademisi ataupun penelti yang jarang atau bahkan tidak pernah menyelesaikan suatu proyek WWTP secara nyata.

Lain halnya dengan tim Jasa Assessment WWTP dari PT. CHEMINUSA. Tim kami sudah terbukti mampu membuat rancangan yang 100% dapat dioprasikan dan dapat diwujudkan secara real. Karena tim assessment wwtp kami bukan membuat rancangan berdasarkan hitungan diatas kertas saja, tapi juga telah berdasarkan pengalaman dan survei di dunia nyata.

7. Hasil Assessment WWTP Di Rahasiakan 100%
Semua perusahaan tentu tidak ingin adanya hal buruk tentang mereka tersebar luas di media. Untuk itulah seluruh komponen Tim Jasa Assessment WWTP kami telah bersumpah untuk merahasiakan segalah hal kurang mengenakan tentang customer kami. 

Dengan begitu, Anda dapat dengan tenang memperbaiki keadaan WWTP di perusahaan tanpa takut akan ada sidak mendadak akibat kabar yang tersebar. 

Ditambah lagi dengan pengalaman kami dalam mengurus beragam izin lingkungan, kami akan memberika Anda beragam panduan untuk dapat menyelesaikan segala perizinan dengan mudah dan cepat.

Nah itu dia gambaran dari Jasa Assessment WWTP Profesional dari PT. CHEMINUSA. Untuk Anda yang membutuhkan jasa kami, silahkan hubungi kami langsung pada kontak dibawah ini : 

PT. CHEMINUSA " Water Treatment Specialist "
Jl. Raya Pasar Minggu , Komplek Ligamas Indah Kav.9
Kalibata - Jakarta Selatan
Telp : 021 7919 7920
Fax : 021 799 5765
HP1 : 0852 8832 5902 (Mr. Anggi)
HP2 : 0857 1147 2834 (Mr. Nurbana)
Email : admin@cheminusa.com

Baca selengkapnya

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Langkah-Langkah Assessment WWTP Part 2

Logic Diagram Baru : Salah satu hasil Assessment WWTP CHEMINUSA

Halo sobat olah-air.com selamat datang di postingan Part-2 tentang langkah langkah dalam melakukan assessment WWTP. Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang memiliki judul sama, yang terpaksa harus saya akhiri karena waktu mau diselesaikan saya keburu ngantuk hehe.

Nah bagi yang belum membaca tentang langkah assessment part-1 silahkan klik halaman dibawah ini :

Nah kembali ke topik mari kita lanjutkan postingan sebelumnya ya.

6. Analisis

Analisis adalah suatu tahapan pemeriksaan atas semua data yang telah masuk. Dari mulai tujuan yang diberikan, lay out, data analisa, data keseluruhan komponen, hasil wawancara dan masih banyak lagi. 

Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data yang paling tepat dan sesuai, sehingga proses evaluasi benar-benar memberikan hasil yang valid dan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Proses Analisa dalam assessment WWTP harus dilakukan oleh yang memang berkompetensi dalam bidang WWTP sebagai kontaktor dan juga konsultan karena ada beberapa teknik pembacaan data yang tidak dimiliki oleh sembarang orang kecuali yang memang berkecimpung dibidang tersebut.

Proses Analisis ini juga dilakukan untuk membuat suatu plot data outspek atau temuan sehingga nantinya bisa dijadikan laporan rekomendasi setelah proses assessment ini selesai.

7. Perancangan / Pembuatan rekomendasi

Langkah selanjutnya dalam melakukan Assessment WWTP adalah melakukan perancangan improvement selanjutnya. Perancangan ini bisa dalam hal pemberian spek detail saja, ataupun hingga gambar detail (semuanya tergantung kontrak awal).

Tentu saja perancangan ini dibuat untuk mencapai tujuan awal dari assessment itu tadi, apakah untuk melakukan perbaikan ataukah hingga proses penambahan kapasitas wwtp. Dalam beberapa hal perancangan juga bisa menyangkut kepada sistem operasi dan juga waktu operasi si wwtp bahkan pada proses otomasi.

8. Presentasi dan Pelaporan

Tahapan akhir dari suatu proses Assessment WWTP Biasanya akan diakhiri dengan adanya suatu presentasi yang menjelaskan hasil evaluasi dan juga rekomendasi dari keseluruhan proses. tahapan presentasi ini biasanya akan mengacu pada suatu nilai ekonomi tertentu karena sang Owner biasanya akan melihat biaya Capex ataupun Opex yang harus dikeluarkan selanjutnya.

Nah Itu dia sobat total 8 Langkah dalam melakukan assessment WWTP. 

Mudah-mudahan postingan ini dapat membantu sobat sekalian yang kebetulan sedang ditugaskan untuk melakukan self assessmet dalam bidang WWTP ataupun ingin melakukan suatu pengumpulan data dalam hal improvement secara sistematis.

Jika sobat olah-air.com membutuhkan bantuan dalam hal Jasa assessment WWTP secara profesional, kami juga menyediakan jasa tersebut sobat cukup menghubungi kami pada nomor dibawah ini :
Telp : 021 7919 7920
HP : 0857 1147 2834
Email : admin@cheminusa.com

PS:
Untuk teman-teman yang suka mempelajari dunia water treatment, silahkan bisa melihat langsung daftar isi dari blog ini di SINI atau bisa juga dengan mengklik follow pada akun google plus Anggi Nurbana DISINI sehingga bisa terus mendapatkan update knowledge.

Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Specialist in Water & Waste Water Treatment
Baca selengkapnya

Wednesday, 28 September 2016

Langkah-Langkah Melakukan Assessment WWTP

Langkah-Langkah Melakukan Assessment WWTP

jual jasa evaluasi ipal dan wwtp

Selamat datang kembali di olah-air.com , blog yang membahas keilmuan seputar pengolahan air dan air limbah milik Mr. Anggi Nu Bageur hahaha (Narsis dikit ya bang)

Yup, sesuai janji kali ini kita akan membahas sebuah langkah-langkah yang bisa menjadi uang banyak bagi Anda yang mau belajar tentang dunia WWTP. Yup, langkah tersebut bernama langkah-langkah melakukan assessment WWTP.

Setelah sebelumnya saya telah menuliskan definisi tentang Assessment di WWTP dan kenapa hal tersebut penting, dalam tulisan kali ini kita akan membahas step by step cara melakukan hal tersebut. dan saya akan coba mengulasnya dalam bahasa yang semudah mungkin dicerna oleh sobat olah-air.com sekalian (Makanya saya blender dulu biar halus *GARING OM*)

Apa aja sih langkah-langkah untuk melakukan assessment di WWTP?
Hmm.. sebenarnya ada cukup banyak namun dalam tulisan ini saya akan coba merangkumnya dalam 8 langkah saja sehingga tidak jadi langkah seribu hehe.. Bagaimana sobat, sudah siap?

Yuk Mari Kita mulai!

1. Penentuan Tujuan
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan tujuan sebenarnya dari aktifitas assessment ini. Yah, sebelum Anda bekerja Anda harus tau dulu maksud dan tujuan pekerjaan Anda.

Karena proses assessment yang tidak mengacu pada tujuan akhir hanya akan seperti joget poco-poco yang maju enggak mundur juga enggak malah yang ada capek doang haha.

Tujuan ini bisa didapat dari dokumen kontrak dan juga dari menyimak setiap perkataan user pada saat meeting. dari sana silahkan disarikan apa sih yang menjadi tujuan utamanya? Apakah mencari temuan (ala-ala audit) ataukah mencari rancangan, ataukah ingin hingga sampai proses budgeting?

Dengan mengetahui tujuan dari Assessment WWTP ini kita akan jadi lebih terarah dan mudah dalam membuat laporannya sehingga kita tahu langkah dimana saja yang harus kita tanyakan dulu ke user tadi sehingga di ujung bisa didapat dokumen yang diinginkan (dan juga ga banyak revisi hihihi)

Lihat Juga : Kenapa Suatu Assessment Harus WWTP Dilakukan?

2. Wawancara
langkah keduanya adalah wawancara. Jangan dulu langsung buru-buru gedebak gedebuk ke lapangan muter-muter ga jelas. tapi Datanglah langsung pada orang-orang yang dianggap mengetahui secara garis besar keadaan lapangan.

Inspector, Operator, PPIC dan bagian produksi adalah bagian-bagian yang harus diwawancarai terlebih dahulu.

Tanyakan pada mereka tentang kapasitas produksi yang ada saat ini, bagaimana mereka melakukan aktifitas produksinya. Jalur-jalur mana saja yang menuju WWTP, jam aktif wwtp dan segala macamnya.

Dalam hal ini, bukannya kita mau mengecilkan data-data yang diberikan oleh bagian EHS ataupun K3. Namun data yang diambil dan diramu dengan wawancara santai sambil ngopi biasanya lebih valid karena orang yang diwawancara tidak takut ada satu hal yang menjadi serangan balik bagi mereka. Dan tentu saja ketika menuangkan wawancara tersebut kita harus dengan sebijak mungkin menuliskannya dengan bahasa positif yang tidak menyudutkan (Tentu Tim Assessment WWTP ga mau dimusuhi orang banyak bukan!)

Lihat juga : Pentingnya Pencatatan History dalam Log Book IPAL

3. Pengambilan Data
Nah setelah melakukan Wawancara, maka langkah ketiga dalam melakukan Assessment WWTP adalah dengan melakukan pengambilan data.

Data yang wajib diambil adalah data master plan untuk tahun-tahun yang akan datang. Jumlah area yang terpakai, jumlah air yang digunakan, lintasan pipa, proses produksi yang dilakukan dan masih banyak hal lagi.

Data-data tadi biasanya ada recordnya di masing-masing departemen. Nah makanya tadi disarankan untuk wawancara dulu agar langkah ketiga ini berlangsung smooth dan nyaman. Karena orang-orang yang jadi sumber data kita ini sudah nyaman dengan kita.

Lihat juga : Cara Menemukan Penyebab Kerusakan IPAL

4. Pengamatan Non Stop
Oke setelah kita mewawancara dan juga mengambil data history dan record, sekarang saatnya membuktikan ke validan data kita.
Bukan maksudnya ga percaya, namun ini sudah jadi bagian dari tugas kita sebagai assessor WWTP sehingga harus memperhatikan segala gerak-gerik yang ada indikasi membuang air (Bukan ngintip orang Buang aer ya wkwkwk).

Lihat dengan seksama kebiasaan dan perkirakan air yang dibuang, apakah benar seperti data yang diberikan. Perhatikan juga air buangannya, kemana mereka mengalir? Apakah mengalir ke selokan yang mengarah ke IPAL? ataukah mengalir ke tempat lainnya. Hal ini penting sekali untuk mendapatkan nilai neraca air yang sebenarnya.

Lihat Juga : Mengenal Teknik Segregasi Air Limbah

5. Sampling

Langkah Kelima dalam melakukan assessment WWTP adalah Sampling. Kita mengambil sample dari area yang benar-benar mewakili keseluruhan air limbah yang akan diolah dan juga pada jam-jam dimana mereka benar-benar mengeluarkan air limbah (Nyambung sama pengamatan non stop).

Kita juga melakukan sampling secara composit bukan dengan mix, karena harus mengetahui satu persatu karakteristik dari air limbah yang akan diolah. Sebab nantinya akan nyambung sama master plan baru dari pabrik atau tempat tersebut.

Lihat Juga : Kenalan dengan Hydorstatis, Sang Diam Diam Meledug

Wah tidak menyangka saat ini waktu sudah menunjukan setengah satu malam. Saatnya untuk tidur karena besok kita harus lanjut di proyek lagi. Maka tulisan ini akan ada Part-2nya ya..

Silahkan ditunggu saja :p

PS :
Untuk mendapatkan Update dari Blog Olah-air.com ini langsung ke email kamu, silahkan klik follow pada google plus anggi nurbana (Sang Pemilik Olah-air.com) DISINI

Harga murah untuk pembuatan WWTP terbaik


Baca selengkapnya

Monday, 26 September 2016

Assessment WWTP, Apa itu dan Mengapa Harus dilakukan?

Definisi Ala Om Anggi Tentang Assessment WWTP

Pengecekan secara menyeluruh termasuk pada pompa underground adalah salah satu bagian dari assessment


Suatu sistem dikatakan berjalan dengan baik bila didukung oleh data-data yang menyatakan sistem tersebut demikian. Tanpa adanya data-data yang mendukung secara tertulis, maka apapun yang dikatakan oleh penanggung jawab sistem tersebut belum bisa dipercaya sepenuhnya.

Hmm.. Sepenggal paragraf tadi muda-mudahan dapat menjadi awalan pokok bahasan kita kali ini yang akan berbicara seputar assessment WWTP. Yang tentu tidak akan banyak membahas teknik seputar pengolahan water ataupun waste water treatment (Seperti pada banyak bahasan saya di blog ini), namun lebih kepada pandangan terhadap pentingnya aktifitas ini.

Maka, di tulisan kali ini sobat bisa bersantai sejenak karena saya tidak akan mengajak untuk berpikir keras sembari meminta sobat memegang kalkulator hehe.

Apa itu Assessment?

Kalau kita menurut pada artinya, maka Assessment berarti adalah suatu aktifitas evaluasi yang dilakukan guna mendapatkan data yang akan dipergunakan dalam rangka membuat suatu keputusan di masa depan (Kira-kira kitulah gampang na mah).
Assessment dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang memang ahli dalam hal tersebut sehingga hasil evaluasi atau penilaian yang diberikan bisa dijamin dan dipertanggung jawabkan.

Maka dari itu, untuk setiap kegiatan assessment apapun kita tidak bisa asal saja memilih personnya. Misal untuk assessment kelayakan suatu gedung untuk acara olimpiade maka yang digunakan sebagai assessor tentunya adalah seorang arsitek ternama, ahli sipil dan ME ataupun lainnya tidak bisa asal comot saja.


Kalau Assessment WWTP Berarti..?

Bagaimana, sudah ada bayangan tentang Assessment itu sendiri? mudah-mudahan sudah ya, karena hal yang sama akan merujuk pada assessment WWTP yang berarti aktifitas evaluasi wwtp oleh para ahli guna mendapatkan data ataupun rancangan untuk mengambil keputusan dimasa yang akan datang.

Jadi segala hal yang berkaitan dengan Jasa Assessment WWTP itu nantinya akan dievaluasi dan biasanya di ujung akan ada keputusan dari assessment tersebut apakah si WWTP ini akan direhab, dibuat baru ataukah akan diupgrade. Yang semua keputusan tersebut didapatkan dari satu persatu faktor yang telah dinilai sebelumnya.

Lihat Juga : Cara Pintar Mengecilkan Ukuran WWTP

Kenapa Harus WWTP di Assessment?

Oke pertanyaan bagus, kenapa sih suatu WWTP harus di Assessment?
Jawabannya adalah karena akan adanya suatu perubahan pada tempat si WWTP tersebut dibuat. Apakah akan ada perubahan jumlah karyawan, perubahan jadwal, perubahan jalur dsb. Yang intinya akan turut mempengaruhi proses pengolahan ataupun proses penyaluran air limbah.

Bingung Nih Om Anggi, Kasih Contoh Kongkrit dong!

Oh.. Bingung ya?? Hehe.. ya pasti deh bingung karena tulisan seperti ini memang terkesan seperti filsafat yang muter-muter aja. Makanya untuk lebih jelasnya kita akan gunakan sebuah contoh saja ya.

"Sebuah kilang minyak pabrik pengolahan minyak mentah menjadi minyak setengah jadi memiliki kapasitas produksi sebanyak 5000 m3 sehari. Di tahun ini mereka mendapatkan peningkatan permintaan barang sebanyak 2000 m3 sehari. Sehingga kilang minyak tersebut harus menambah jumlah karyawan, area produksi dan tentu saja peralatan serta kemungkinan akan bertambah pula jam kerja karyawan tersebut (tentu bila di perlukan).

Pabrik tadi adalah pabrik yang memiliki perhatian yang cukup baik pada lingkungan hidup, oleh karenanya mereka juga turut memikirkan apakah si WWTP ataupun IPAL yang ada di pabrik tersebut harus turut ditingkatkan kapasitasnya secara full (Seluruh komponen wwtp di upgrade), ataukah bisa menambah jam kerja saja ataukah ada opsi lainnya yang lebih ekonomis dari itu"

Lihat juga : 6 Hal yang harus diperhatikan dari proses Biologi di WWTP

Nah dengan adanya kasus diatas, biasanya baru deh turun permintaan Assessment dari para petinggi pabrik tersebut agar mendapatkan jawaban yang tepat. Dan agar assessment tersebut benar-benar dapat dipercaya dipanggillah beberapa ahli dalam bidang ini yang biasanya dilakukan dengan tender dan melihat track record dari para assessor ini.

Satu hal lagi, demi menjaga netralitas biasanya nanti apapun hasilnya dokumen rancangan yang dibuat tidak boleh hanya merujuk pada satu merek tertentu karena akan ada subjektifitas disana sehingga mereknya akan disebutkan sebagai equal.

Dan untuk memberikan tingkat keyakinan yang lebih baik lagi, hasil assessment dari wwtp harus dapat dipertanggung jawabkan dengan adanya perhitungan satuan proses yang menyatakan ini apa, kenapa, dari mana dan bagaimananya.

Lihat Juga : Cara Menghitung TDS Permeate dan Reject dari Reverse Osmosis

Oough It's Enough about Assessment WWTP Om..

Well.. saya juga merasa sudah cukup tulisan ini rasanya sudah cukup jelas juga dalam membahas tentang apa itu assessment WWTP dan alasan kenapa assessment mesti dilakukan. Dan jika sobat ingin tahu lebih banyak maka pantengin aja terus olah-air.com karena pada postingan-postingan selanjutnya saya akan membahas tentang langkah-langkah assessment wwtp juga lho.

Stay Tune Bro..

Salam Hangat,

Mr. Anggi

PS :
Untuk dapat terus mendapatkan Update dari Blog ini langsung ke email Anda, Silahkan Add google plus Anggi Nurbana dengan menekan tombol Follow disini 


Baca selengkapnya