Showing posts with label Engineering. Show all posts
Showing posts with label Engineering. Show all posts

Monday, 26 February 2018

NON DESTRUCTIVE TESTING PADA FAILURE ANALYSIS

NON DESTRUCTIVE TESTING PADA FAILURE ANALYSIS


Mendeteksi dan mengisolasi sebuah kegagalan dalam sebuah sistem yang terintegrasi adalah persoalan yang tidak mudah. Ada banyak teknik yang dapat digunakan dalam Failure Analysis dan memilih salah satu yang paling tepat dapat diibaratkan sebuah seni dalam sains.

Terkadang kita perlu melakukan banyak sekali teknik untuk mendapatkan analisa yang lebih baik dan pembuktian independen sehingga kita menjadi lebih yakin dengan hasil yang diperoleh. 

Semua pengetesan yang dilakukan dibagai atas dua, yaitu Destructive Testing dan Non Destructive Testing. Pada artikel ini kita akan pahami mengapa NDT sangat penting dan metode-metode apa yang termasuk didalamnya.

Non destructive testing (NDT) merupakan jenis pengetesan yang tidak menyebabkan perubahan-perubahan yang permanen untuk chip atau komponen elektronik pada kondisi yang ideal. Sebaliknya, destructive testing akan menghancurkan komponen tersebut hingga membuat menjadi tidak berguna. Tentu saja tujuannya adalah untuk membuat sebuah Failure Analysis. 

Sebagai contoh dari destructive testing adalah proses decapsulating sebuah chip (membuka material plastik pada chip untuk mengeluarkan sirkuit silikon) untuk mencegah penggunaan berulang pada sebuah sistem.

Selain dikarenakan alasan pembiayaan, pemilihan untuk menggunakan NDT juga ternyata memiliki alasan lain. Sebagai contoh kita gunakan dalam produksi chip yang dilakukan secara masal. Kehilangan sebuah chip tidak akan memberikan dampak yang sangat besar.

Namun bagaimana apabila barang tersebut adalah sebuah prototipe yang sangat mahal. Pada saat kita memilih untuk melakukan NDT, kita dapat melakukannya berkali-kali untuk mendapatkan kesimpulan yang sama sampai kita yakin terhadap kesimpulan tersebut. Sebagai tambahannya, kita dapat melakukan banyak tes yang berbeda dengan bermacam-macam metode untuk mengecek kesimpulan tersebut.

Lihat Juga : 
- Perusahaan Ahli Water Treatment
- Jasa Pembuatan TPS B3

Alasan lain mengapa kita memilih NDT adalah kesulitan untuk menemukan kecacatan pada bagian kecil equipment yang satu dengan yang lain. Misalkan pada pemeriksaan suatu elektronik. Sistem elektronik dibentuk oleh ribuan atau jutaan komponen-komponen yang kecil dan terkadang menemukan satu cacat yang tidak biasanya dapat membantu kita untuk mengidentifikasi kecacatan pada proses manufaktur yang mungkin luput dari perhatian kita.

Banyak teknik yang digunakan dapat digolongkan ke dalam NDT. Contohnya adalah semua prosedur yang mengandalkan radiasi elektromagnetik seperti spektroskopi emisi dan mikroskop optik. Semuanya termasuk dalam NDT. Selain itu ada juga prosedur yang menggunakan mikroskop akustik, dan juga teknik pencitraan microthermal dengan menggunakan radiasi infra merah atau pencitraan cairan kristal.
Baca selengkapnya

Saturday, 17 February 2018

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM

PROSES TAKE OUT AND REINSTALL VALVE BY HOIRUS SALAM


Selamat pagi, siang, sore, malam.
Kali ini saya akan membahas tentang pengalaman take out and reinstall valve & transmitter

PROSES TAKE OUT VALVE


Mungkin oleh orang yang sudah terbiasa take out ( melepas ) valve itu sangat lah mudah, tapi bagaimana kalau baru pertama kali mencoba take out valve? Mungkin sangat lah sulit dan rumit.

Jadi ada hal-hal yang perlu kita ketahui dan pahami tentang take out valve ini.

Sebagai contoh kita akan take out diaphragm valve manufacture Yamatake Honeywel size 4" , yang harus kita lakukan adalah membawa alat-alat yang di perlukan :

1. Kunci pas
2. Obeng (+)(-)
3. Kunci tomi ( saya sih nyebut nya gitu )
4. Cenblok ( jika di perlukan )
5. Multi meter
6. Sarung tangan
7. Lap kain
8. Plastik dan lakban ( untuk menutup flange )
9. Gasket


Silahkan di tambahkan lagi kalau masih kurang :)


Nah jika sudah siap semua alat nya , kita menuju ke lokasi valve untuk di eksekusi, jangan lupa kita membawa permit pekerjaan supaya orang process tau kita akan mengeksekusi valve

Ketika sudah sampai tujuan, pastikan kita toolbok meeting dan berdoa dulu supaya pekerjaan menjadi aman dan lancar, 1 valve kira-kira membutuhkan 3-4 orang ( tergantung size valve ) , check terlebih dahulu apakah ada arus listrik nya atau tidak, kordinasi dengan orang process apakah line sudah aman atau belum.

Setelah itu lepas tubing yg menempel pada aktuator jangan lupa di tutup ya ujung tubing nya dan kasih tanda pada tubing dan konektor nya supaya tidak terbalik saat memasang nya kembali, kendorkan dulu baut 1 per 1, tahan valve dengan orang lain atau bisa menggunakan cenblok, copot 1 per 1 baut yang menempel di flange ambil gasket taruh di tempat yang aman, jangan lupa flange di tutup menggunakan plastik supaya tidak ada kotoran yang masuk kedalam, siapkan alas untuk menaruh valve tersebut hati-hati saat menaruh valve jangan sampai ada yg patah. Setelah itu bawa ke workshop di loop test dan cleaning serta pengambilan data.

REINSTALL VALVE


Jika sudah selesai di workshop, saat nya kita reinstall, pada saat reinstall kita perlu berhati hati supaya valve tidak miring bahkan jangan sampai bocor, 

1. angkat valve sampai ketinggian nya rata dengan flange kiri kanan,
 
2. kemudian masukan baut di bagian bawah dan tengah supaya menjaga agar valve tidak jatuh dan memudahkan menaruh gasket,
 
3. check kembali gasket yang di bawa dan yang bekas terpasang apakah sama atau tidak, hati-hati saat memasukan gasket di antara flange jangan sampe rusak gasket nya karena akan menyebabkan kebocoran,
 
4. kemudian pasang baut yg paling atas kencangkan baut dengan cara menyilang maksud nya kencangkan baut yang bawah kekencangan nya 50% dahulu supaya rata flange nya,
 
5. kemudian kencangkan baut yang atas dengan kekencangan 50% dahulu dst,
 
6. check kembali kekencangan nya dengan mengencangkan keliling baut mulai dari atas sampe bertemu atas kembali. 

7.  Pasang tubing yg tadi di lepas, kordinasi dengan orang process setelah semua beres jika perlu di loop test d lapangan lakukan loop test dengan orang process yang ada di DCS, mulai dari 0% - 100%. 5S di tempat kerja dan
 
8. Setelah semua selesai rapihkan alat-alat dan siap kembali beristirahat.

Artikel Paling Banyak Dilihat :
- Faktor Yang Menyebabkan Kecacatan pada Pengelasan

TAKE OUT TRANSMITTER

Untuk take out transmitter ini kita cukup 2 orang saja karena ukuran nya tidak terlalu besar hanya 1-1/2" saja, jangan lupa alat-alat nya di persiapkan.

1. Kunci pas
2. Kunci inggris ( jika di perlukan )
3. Multi meter
4. Hand pump ( jika di perlukan )
5. Alat ukur ( hart, yokogawa, yamatake )
6. Lap
7. Sarung tangan
8. Plastik
9. Slotip



Pada saat akan take out transmitter di wajibkan tool bok meeting dan berdoa untuk kelancaran bekerja, jangan lupa kordinasi dengan process DCS, setelah semua siap barulah kita take out transmitter tersebut, tubing di lepaskan 1 per 1 jikalau ada flange nya bisa di lepas bisa juga tidak ( sesuai kebutuhan ), cleaning.


REINSTALL TRANSMITTER
Pasang kembali tubing yang di lepas, kemudian kalibrasi, informasikan pada DCS bila siap di loop test, 5S di tempat kerja dan rapihkan alat-alat, siap kembali ke workshop.

Mohon maaf bila ada yang salah. Terimakasih

Created by : Hoirussalam
Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam

PERSIAPAN SEBELUM SHUTDOWN By Hoirus Salam


Assalamualaikum wr.wb
Salam hangat untuk semua.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Langkah Persiapan Sebelum Shutdown

Apa saja persiapan yang di lakukan?

1. Pengalaman saya untuk persiapan ini adalah. Membuat map mini

Saya membuat map mini supaya lebih mudah mengetahui letak equipment yang akan di take out. Setelah di tandai posisi nya, saya akan membagikan ke kontrakror yang akan mengeksekusi nya, di map mini ini saya pisahkan perlantai supaya mudah untuk mencari nya.

2. Membuat name tag khusus untuk equipment yang akan di take out

Mungkin ini yang jadi sorotan nya, karena dari sini kita pasti tau kalau equipment ini salah satu yang akan di take out.



3. Memasang name tag

Kali ini pemasangannya tidak sembarangan hanya di pasang, pemasangannya ada di aktuator dan kabel ( 1 name tag ada di equipment yang aka di bawa ke workshop 1 name tag di tinggal di lapangan ), supaya memudahkan saat reinstall. 


4. Mempersiapkan material

Hal ini seharus nya di siapkan pada jauh-jauh hari sebab kedatangan material ini lumayan lama. Setelah material datang harus di pisahkan sesuai *name tag* dan kebutuhannya.

5. Menentukan equipment apa saja yang akan di shutdown/overhaul.
Mungkin ini salah satu yang paling "ruwet" karena menyangkut orang banyak dan pemikiran orang banyak, pasti selesai meeting untuk hal ini ada saja revisi, entah itu pengurangan maupun penambahan equipment baru.

6. Mempersiapkan documemt yang di butuhkan

Pasti banyak document yang di butuhkan di sini, mulai dari document take out, reinstall, overhaul, kalibrasi, keluar masuk equipment, adapun check sheet per-item dan masih banyak lagi.

7. Membuat struktur organisasi

Dari mulai manager sampai tekhnisi pun terlibat dalam hal ini, membuat bagan yang bertujuan untuk memantau dan melaksanakan tugas di plant yang sudah di tetapkan.

8. Klarifikasi dengan kontraktor

Mengkonfirmasi Sebuah PT. Yang akan mengerjakan shutdown/overhaul, bila sudah siap kita akan menyerahkan list yang akan di kerjakan dan berdiskusi tentang pekerjaan tersebut.

9. Training safety
Menjelaskan tentang safety apa saja yang di gunakan di pabrik tersebut, adapun pengecekan alat-alat yang akan di gunakan, menjelaskan tentang *permit* dan SOP di pabrik tersebut.

Persiapan shutdown ini memakan waktu yang lumayan lama, kita juga harus mempersiapkan stamina, pikiran, mental dll.

Jika ada kekurangan nya mohon di tambahkan, mohon di maklumkan pengalaman saya masih sedikit dan masih banyak belajar.

Terima Kasih

created by : Hoirus Salam

Email : hoirussalam7@gmail.com
Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA

CARA MENGATASI TERTUKARNYA EQUIPMENT INSTRUMENT 1 DENGAN YANG LAINNYA


Pembahasan selanjutnya, kalau ada yang kurang pas silahkan di tegur ya :)

Kita tidak bisa menghindari salah pasang/tertukarnya equipment, walaupun itu tidak mungkin karena kita seringnya melihat dan mengetahui posisi equipment tersebut, tapi bisa saja terjadi salah pasang itu, entah itu faktor human atau yang lainnya, pasti dari kita pernah menemukan salah pasang equipment bahkan malah kita sendiri yang memang pernah salah pasang posisi equipment nya.

Kita akan membahas cara supaya tidak tertukar nya posisi equipment yang akan kita pasang, jadi di sini maksudnya tertukar posisi itu kita ambil contoh saat shutdown/overhaul. 

Pasti saat- saat itu semua equipment yang sudah kita list akan di take out ( di lepas dari line tersebut yang ada di lapangan ), dibawa ke workshop untuk di cleaning ada juga part nya yg akan di ganti, pada saat take out semua berjalan dengan mudah ya, nah dari sini lah kesalahan yg fatal itu kalau kita tidak memberi tanda pada equipment dan posisi nya. 

Apalagi kalau equipment yang akan kita take out ( lepas ) dari line jarak nya bersebelahan dan tidak ada tanda nya, pasti nanti akan bertanya tanya ini dimana letak posisi yang benar.

Ada caranya supaya equipment tersebut tidak tertukar saat reinstall ( pemasangan )

1. Kita bisa memasang inisial atau tag number di body equipment tersebut. 


2. Selain cara di atas kita juga bisa memasang tag number menggunakan plat ( name tag )
yang kita potong tidak terlalu besar supaya bisa di gantungkan di body tersebut.


3. Selain memasang tag number di body, kita juga harus memasang tag number di kabel yang ada di lapangan nya, supaya kita bisa mencocokan dengan equipment yang kita take out tadi.


Ko rumit banget sih harus memasang tag number menggunakan plat segala, kan sudah ada di equipment tersebut tag number nya. Iya benar memang sudah ada tag number bawaan di equipment tersebut, tapi kalo suatu saat tag number bawaan yang ada di equipment tersebut sudah hilang karena terkena panas dan hujan gimana?


Nah solusi nya menggunakan tag number dari plat ( name tag ) itu.


Jika suatu saat sedang shutdown dan equipment yang akan kita take out bersebelahan dan 22 nya kita take out semua, jika kita tidak memasang tag number menggunakan plat ( name tag ) apakah kita masih ingat letak salah satu equipment tersebut dimana? Pasti kita akan kebingungan , masa nunggu start up dulu supaya kita tau tag number berapa yang kita pasang, bagaimana kalau equipment tersebut sangat fatal dan interlock, pasti akan mengganggu start up dong. Maka dari itu, kita akan mengurangi / meminimalisirkan kejadian tersebut dengan menggunakan name plate yg di gantungkan di body dan kabel nya.

Saat memasang tag number plat ( name tag ) kita juga harus berhati hati, entah itu terkena pipa panas, terbentur habeam, tersandung pipa, bisa juga tersentuh equipment yang bisa menghambat jalan nya oprasi pabrik.

Jadi, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan dan mencegah terhambat nya oprasi di pabrik. Tetap berhati-hati saat bekerja walaupun pekerjaan itu sangat mudah.


Terimakasih untuk waktu luang nya :)

Lihat Juga :
- Pengenalan Boiler dan Fungsi Chemical di Dalamnya







created by : Hoirussalam*

Email : hoirussalam7@gmail.com

Cp : 081294343193
Baca selengkapnya

8 Komponen Pengisi P&ID

8 Komponen Pengisi P&ID


Assalammu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Allahumma Sholli A'ala Nabiyina Muhammad Wa A'la Alliy Nabiyina Muhammad

Senang sekali hari ini bisa posting lagi. Kebetulan sedang mencari suasana baru ditengah kesibukan. Dan suasana tersebut hanya bisa ditemukan ketika sedang menulis artikel hahaha..

Kali ini kita akan membahas tentang komponen pengisi dari sebuah P&ID. 

Seperti yang sudah kita bahas sebelum dalam artikel yang berjudul Cara Membaca P&ID Water Treatment Plant, disana kita sudah membahas dasar-dasar dari sebuah P&ID. Dan sekarang kita akan mulai menguraikannya kembali.

Komponen-komponen yang saya jabarkan disini biasanya akan selalu Anda temukan dalam sebuah Desain P&ID. Oleh karenanya sobat pembaca Olah-Air.Com, sangat disarankan untuk mengenali dan hapal betul simbolnya untuk dapat memudahkan dalam pembacaannya.

Apa saja komponen pengisi P&ID?

1. Komponen P&ID Pertama Equipment
Komponen pertama yang harus selalu ada di dalam sebuah Process and Instrumentation Diagram adalah Equipment.
Ya Equipment memegang perananan Utama setelah keberadaan tangki. 
Equipment dalam sebuah P&ID akan digambarkan dengan beragam Symbol yang unik. Dan biasanya dalam satu P&ID sistem besar jumlah Equipmentnya akan ada cukup banyak juga.
Hal lainnya adalah, biasanya material equipment akan mengikuti dari material si Pipa (Namun tidak selalu). Hal ini biasanya untuk mengikuti suatu standar acuan tertentu (Misal SPA untuk Farmasi) ataupun untuk menambah nilai estetika.



2. Komponen P&ID Kedua Tangki
Komponen yang paling pertama adalah Tangki. Ya Tangki biasanya akan ditempatkan pertama dalam sebuah P&ID dikarenakan tangki adalah tempat tujuan dan asal transfer dari Liquida ataupun zat yang hendak diproses.
Tangki juga dapat memiliki beragam macam jenis bentuk serta material tergantung dari sistem yang di desain. 
Dalam beberapa P&ID keberadaan tangki biasanya turut ditempelkan nama atau kode untuk memudahkan identifikasi. 
Oh iya untuk tangki itu sendiri biasanya juga memiliki tiga jalur. Yakni jalur inlet, jalur outlet serta jalur drain. Ada kalanya ada tambahan satu jalur lagi yakni jalur by pass atau Abnormal Running.


3. Komponen P&ID Ketiga Jalur Pemipaan
Dalam sebuah P&ID kamu juga akan menemukan seperti garis yang malang melintang. garis tersebut bukan garis biasanya yang dibuat supaya P&ID menjadi ruwet. Namun garis tersebut diistilahkan sebagai jalur pemipaan yang mengkoneksikan antara satu equipment dengan equipment atau tangki lainnya.

Ketika bertabrakan, jika tidak berhubungan maka harus disimbolkan dengan garis lompat agar tidak terjadi kesalahan ketika installasi di lapangan.

4. Komponen P&ID Keempat Valve
Komponen keempat yang tidak kalah penting adalah adanya Penggambaran simbol Valve dalam P&ID. 
Simbol Valve harus digambarkan secara jelas jenis valve apa yang dipasang dan dimana dia dipasang. Sebab kesalahan dalam penggambaran valve akan merusak jalannya sebuah sistem itu sendiri.
Valve dapat memiliki beragam macam tipe. Dari mulai tipe manual hingga automatis yang langsung terintegrasi dengan control room dan trigger lainnya.


5. Komponen P&ID Kelima Jalur Transmitter/Trigger
Komponen kelima yang biasanya ada dalam sebuah P&ID adalah Transmitter Line/Trigger Line. Hal ini untuk memudahkan process engineer atau technical service dalam memahami rangkaian proses trigger antara satu transmitter dengan equipment.
Semisal kita dapat menemukan sebuah Level Control Alarm yang terhubung dengan trigger On/Off auto pompa dan lainnya.

Contoh lainnya adalah kita juga akan menemukan Sebuah Pressure Switch yang akan berhubungan dengan On/Off pompa. Dan masih banyak hal lainnya.


6. Komponen P&ID Keenam Kode Item
Tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya adalah penulisan kode item. Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dari sebuah sistem yang digambarkan.

Terlebih pada sistem yang memiliki Parts Item hingga ratusan, maka penulisan kode item ini menjadi Wajib Mugholadoh namanya. Sebab tanpa pemberian kode dalam P&ID saya jamin process engineer ataupun orang yang berhubungan dengan Sistem tersebut akan dibuat keder karena sulitnya mengidentifikasi part mana yang sedang dihadapinya.


7. Komponen P&ID Ketujuh Accessories
Komponen Ketujuh, yang wajib ada dalam sebuah P&ID adalah asesoris dari Equipment ataupun tangki.

Assesoris ini sejatinya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, kalau sistem mau dibuat aman. Sebagai contoh, setiap pompa yang dipasang harus memiliki beberapa asesoris ini :
a. Pressure Switch
b. Pressure Gauge
c. Check Valve
d. Dan terkadang ada tambahan lainnya seperti Flow Indicator ataupun instrumentasi (Tapi yang wajib cuma itu tiga)



8. Komponen P&ID Kedelapan Jalur Sampling dan Abnormal
Ya. Komponen terakhir yang wajib ada untuk sebuah P&ID yang baik adalah penggambaran jalur sampling dan jalur Abnormal.

Walaupun tidak semua sistem memilikinya (Terkadang ditiadakan karena budget user tidak mencukupi). Namun setidaknya dalam gambar P&ID jalur-jalur ini tetap dibuat walau ditandai dengan garus putus-putus yang menandakan future upgrade.

Sesuai namanya jalur ini berfungsi untuk mengambil sampel dan juga untuk menjalankan sistem ketika terjadi abnormalitas.

Dengan adanya jalur ini, sistem akan lebih mudah diidentifikasi ketika terjadi kerusakan. Dan juga lebih mudah di By Pass jika salah satu rangkaian sistem terjadi maintenance atau lainnya.

Oke sobat Olah-Air.Com Itu dia 8 Komponen pengisi P&ID. Mudah-mudahan kita semua dapat sama-sama belajar dari artikel ini.
Jika sobat memiliki saran atau kritik, jangan ragu untuk menghubungi kami via email yang dicantumkan di website ini.



Sampai jumpa, salam sukses!


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya