Showing posts with label DESAIN TEKNIS PEMBUATAN IPAL DOMESTIK. Show all posts
Showing posts with label DESAIN TEKNIS PEMBUATAN IPAL DOMESTIK. Show all posts

Friday, 11 September 2015

Bagaimana Cara Menangani Lumpur Aktif Berlebihan di Biological Treatment?

Bagaimana Mengani Lumpur Aktif yang terus bertambah


Apa itu Lumpur Aktif?
Lumpur aktif atau Active Sludge adalah zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme seusai aktivitas mereka dalam mengkonsumsi nutrisi yang ada dalam air limbah. Selain sebagai indikator keberadaan bakteri, lumpur aktif juga berfungsi untuk menangkap zat-zat organik maupun anorganik untuk selanjutnya dapat diolah olah bakteri, Misalkan Amonia dan Phospate.

Apa Saja Faktor Keberhasilan Metode Lumpur Aktif?
Pemberian jumlah nutrisi yang tepat, ukuran tangki yang disesuaikan dengan debit, dan juga debit yang stabil adalah beberapa faktor yang mendukung keberhasilan metode lumpur aktif ini, plus jumlah oksigen terlarut dalam air. Dalam beberapa kasus, biasa terjadi kandungan oksigen yang terlampau rendah sehingga bakteri tidak dapat mengolah nutrisi yang masuk dikarenakan kurangnya asupan oksigen bagi proses mereka (Bakteri Heterotrop).

Lumpur Aktif Melimbah, Pertanda Apa?
Berbanding terbalik dengan hal diatas, terkadang dibeberapa tempat kita dapat menemukan kesemua faktor kehidupan bakteri disuplai dengan baik.  Dari mulai Nutrisi, Ukuran tangki yang sesuai, asupan oksigen, serta debit yang stabil. Kesemua faktor tersebut akhirnya memberikan bakteri kenyamanan hidup yang berujung pada... yup tepat sekali Lumpur aktif yang melimpah.
Lumpur aktif yang melimpah, bisa jadi mimpi buruk. Hal ini dikarenakan cost penanganan yang dikeluarkan akan terus menerus naik diakibatkan aktivitas bakteri. Selain itu, jumlah lumpur aktif yang naik juga bisa mengindikasikan kalau si bakteri tidak memiliki kemampuan untuk mengolah suspended solid yang masuk (Ingat SS yang masuk hanya bisa yang organik). Kalau hal ini yang terjadi, siap-siap terjadi carry over yang masuk ke discharge tank di WWTP.

Lantas, bagaimana penanganan yang tepat untuk lumpur aktif yang berlebih ini?
Ratio antara Active Sludge dengan udara, seyogyanya dijaga dalam ratio maksimal 70 : 30. Kondisi Active Sludge yang berada diatas ratio 70%, dapat mengganggu kinerja pengolahan limbah, sekaligus dapat membunuh bakteri pengolah yang ada, karena kurangnya ketersediaan ruang hidup bagi para bakteri baik pengolah limbah.

Bakteri yang mati di Tangki aerasi akan memicu serangkaian kejadian yang tidak diinginkan. Seperti lumpuhnya WWTP yang berbasis biological method. Yang akan memicu tidak terolahnya limbah pabrik, yang berujung pada demo warga dan juga datangnya peringatan dari KLH atau BPLH setempat akibat Baku mutu yang terlewati.

Mengingat dampak yang dapat ditimbulkan akibat kondisi Tangki Aerasi yang demikian. Maka solusinya adalah dengan cara menjaga keberadaan Active Sludge di Tangki Aerasi tetap dalam batas Normal yakni 30 - 70%. Untuk mendapatkan hasil seperti ini, ada 3 cara yang bisa ditempuh :

1. Membuang Active Sludge Ke Penampung Limbah B3 Berijin
Solusi ini adalah solusi yang cukup baik, karena secara cepat dapat mengurangi jumlah active sludge dalam Tangki aerasi. Namun cara ini bukanlah cara yang bijak, mengingat biaya untuk menampung limbah B3 di perusahaan penampung limbah B3 seperti Wastec ataupun PPLI tidaklah Murah. 1,4 jt/m3 Limbah B3 adalah harga rata-rata untuk membuang limbah B3 ditempat tersebut. Yang jika kita kalkulasikan secara matematis membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berikut adalah contoh skema kalkulasinya untuk active sludge berjumlah 170 m3.
Biaya Buang Active Sludge = 1.400.000 /m3
Active Sludge yang harus dibuang = 50% x 144 m3 (Total Volume Active Sludge) = 72 m3
Total Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuang Active Sludge di Penampung Limbah B3 = 72 x 1.400.000 = 100.800.000 (Terbilang : Seratus Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah).
Jika biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar ini, tentu pilihan membuang active sludge ke penampung limbah B3 berizin bukankah pilihan yang bijak.

2. Menyedot Active Sludge dengan Jasa Sedot WC
Menggunakan Jasa Sedot WC untuk membuang Active Sludge, tentunya agak lucu terdengar di telinga kita. Namun cara ini secara sukses telah diterapkan oleh beberapa perusahaan untuk menangani kasus serupa di tangki aerasi mereka.
Jauh lebih sedikitnya biaya yang harus dikeluarkan dibanding dengan membuang limbah B3 tersebut ke penampung limbah B3 berizin adalah alasan mereka memilih opsi ke-dua ini. Namun, cara ini bukanlah cara yang aman , mengapa?
Membuang Active Sludge dengan jasa Sedot WC, merupakan langkah yang cukup baik namun "ILEGAL". Hal ini dikarenakan jasa sedot WC tidak akan memberikan manifest. Dan jika hal ini diusut oleh KLH atau BPLHD setempat dapat membawa masalah bagi reputasi Perusahaan. Sehingga pilihan ini, juga merupakan Cara yang kurang bijak untuk mengurangi active sludge di tangki aerasi Anda.

3. Memproses Aktif Sludge dengan Step Treatment Selanjutnya
Solid separation atau pemisahan lumpur/padatan pada umumnya dapat ditemukan pada setiap instalasi pengolahan air limbah di perusahaan. Bentuknya dapat bermacam-macam dari mulai sediment tank, clarifier, drying bed, filter press dsb dapat dikategorikan sebagai solid separation proses.
Mengurangi Aktif Sludge dengan metode ini, dapat dikatakan paling aman dan murah, Namun Anda harus memastikan bahwa semuanya tepat!.
Bandingkanlah antara laju debit dengan sediment tank anda, apakah rationya cukup? Ratio yang baik adalah sekitar 1- 2 jam debit.
Lihat juga Cake Pressing Anda, Apakah cocok untuk menangani lumpur aktif atau tidak? Alat yang cocok untuk memproses aktif sludge adalah screw press atau belt press.
Tengok juga kapasitas pompa Feed Cake Pressing Anda! Apakah cukup dengan konsentrasi lumpur yang akan Anda olah, karena jika salah kalkulasi nantinya yang Anda temukan adalah si Pompa menjadi macet dan Trip akibat lumpur yang diolah memiliki kekentalan yang lebih tinggi dari kapasitas si Pompa.
Dan Masih banyak lagi yang harus Anda perhatikan ketika memilih opsi ini, karena walaupun opsi ini paling murah namun Opsi ini dapat merusak peralatan Anda jika Anda tidak memperhitungkan hal ini sebelumnya.

4. Menggunakan Chemical Enzymatic Untuk Mengurangi Active Sludge Solusi Tepat dan Aman

Mengurangi Active Sludge dalam  waktu cepat, serta biaya yang jauh lebih rendah, ditambah tidak memerlukan birokrasi yang panjang (Seperti penerbitan manifest), Dan lagi Aman bagi Reputasi Perusahaan. Itulah hasil yang akan didapat oleh Perusahaan ketika memilih cara ke-tiga ini.
Menggunakan Chemical Enzymatic yang aman bagi lingkungan, sekaligus "ramah" terhadap bakteri aerasi adalah satu-satunya solusi yang Tepat untuk diambil.
Chemical yang digunakan bukanlah suatu chemical biasa, yang memiliki dasar anorganik. Namun Chemical ini memiliki sifat Enzymatic. Yang secara praktis membuat bakteri dapat mencerna sebagian active sludge mereka sambil meregenarasi jumlah mereka. Menggunakan Chemical Enzymatic inilah cara yang Tepat untuk dipilih.
Biaya Cara ke-empat ini juga cukup rendah sehingga, Menggunakan Chemical Enzymatic untuk mengurangi Active Sludge adalah Cara yang kami tawarkan untuk mengatasi masalah di WWTP.
Dengan menggunakan Enzym Active sludge atau lumpur aktif yang ada akan dikonversi menjadizat nutrisi yang dapat dengan mudah dikonsumsi oleh bakteri di Tempat Anda. Kecepatan reaksinya yang singkat, hanya memerlukan waktu sekitar 1 hari untuk dapat langsung terlihat hasilnya.
Chemi Enzym juga telah terbukti dilapangan dapat mengolah dengan singkat, minyak yang tertumpah atau masuk kedalam area wwtp. Biasanya WWTP akan kolaps begitu menghadapi bakteri yang tumpah. Namun tidak dengan bakteri dari Enzym ini, bakteri dengan bantuan aerasi dapat segera beradaptasi dengan minyak dan akhirnya minyak dapat terolah dengan baik sehingga tidak menaikan nilai COD dan BOD pada air limbah anda.
Chemical yang bersifat enzymatik juga mampu menghilangkan masalah foaming pada area wwtp Anda, selama foam yang dihasilkan bukan berasal dari surfaktan namun berasal dari zat organik. Maka masalah foam tersebut dapat terselesaikan.
========================================================================
Kunjugi Juga Artikel Lainnya www.olah-air.com
========================================================================

Tiap-tiap metode, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan semuanya tergantung dari pihak pengelola. Saran terbaik untuk menghindari kasus seperti ini tentu saja adalah dengan mendesain WWTP dengan segala kunci safety sehingga masalah seperti ini tidak terjadi.


Nah.. Jika diantara rekan-rekan ada yang mengalami kasus serupa "Lumpur aktif yang bertambah dengan drastis" Dan butuh penanganan ekstra cepat. Silahkan hubungi kami segera untuk mendapatkan bantuan 0878 7373 3767 / 0852 8832 5902 (Mr. Anggi)
Baca selengkapnya

Saturday, 25 July 2015

[RAHASIA] CARA MENEMUKAN PENYEBAB KERUSAKAN SISTEM IPAL WWTP

Cara Menemukan Penyebab Kerusakan sistem pada WWTP


Error atau hasil yang diluar standar baku mutu yang ditetapkan merupakan hasil yang tidak diinginkan semua pihak. Selain dapat merugika manajemen (jika ketahuan pihak kawasan dan warga), hasil ini juga dapat merusak citra perusahaan. Tentunya kesalaha-kesalahan seperti ini tidak ingin terjadi, dan semaksimal mungkin harus ditiadakan.


IPAL, WWTP, CHEMINUSA, Water Treatment Specialist, IPAL, WWTP, CHEMINUSA, Water Treatment Specialist, IPAL, WWTP, CHEMINUSA, Water Treatment Specialist, IPAL, WWTP, CHEMINUSA, Water Treatment Specialist, Perusahaan Water Treatment
Pengecekan Dosis Optimum

Zero Tolerance to Error


Kesalahan, sekecil apapun itu tentu dapat menyebabkan kerugian. Baik terhadap perusahaan maupun individu. Oleh karena itu kesalahan sekecil apapun khususnya yang menyangkut pada hasil, tidak boleh ditoleransi.

Berbeda halnya dengan sistem WWTP. Sistem WWTP atau Instalasi Pengolahan Air Limbah, biasanya dirancang dengan parameter tertentu yang ditentukan sejak awal. Seperti sebuah lampu yang diciptakan untuk memberikan cahaya, lampu pun tidak akan bisa digunakan untuk memotong sayur. IPAL atau WWTP pun sama, karena dibuat berdasarkan suatu parameter tertentu pada saat awal pembuatannya. Maka apabila parameter masukannya berbuah drastis, tentulah si IPAL Tidak akan sanggup lagi untuk memprosesnya seperti yang telah dijabarkan pada artikel ini. Namun kali ini kita tidak akan membahas tentang itu. Yang akan kita bahas kali ini adalah sesuatu yang lain. Sesuatu yang sering dilewatkan oleh para engineer dan bagian maintenance. Sesuatu yang sebetulnya prinsipil namun terkadang diabaikan. Apakah itu?? mari kita bahas bersama, langkah-langkah menginvestigasi dan menemukan kesalahan pada sistem pengolahan limbah.

Tips dan Langkah-langkah dalam menemukan kesalahan pada hasil WWTP


  1. Carilah History atau riwayat Treatment sebelumnya.
    Riwayat Treatment selalu dapat memberikan info terpercaya mengenai kondisi terkini dan sejarah sistem. Kondisi pompa, elektrikal, history perbaikan, jumlah chemical, dosis dan hal-hal detail lainnya dapat ditemukan pada file history sistem yang baik. Oleh karena itu dengan melakukan pengecekan terhadap History, seorang engineer dapat menemukan letak masalah pada IPAL yang sedang ditangani. Untuk lebih jelasnya silahkan masuk ke artikel berikut.
  2. Diskusi Bersama Operator IPAL
    Operator adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoprasikan mesin atau sistem. Sejatinya seorang operator pastilah lebih mengerti jika ada permasalahan yang terjadi dan kapan mula mula terjadinya permasalahan tersebut. Diskusi bersama dengan operator, amatlah penting mengingat File History saja kadang tidak mencakup keseluruhan Informasi terupdate.
    Malah terkadang, adanya kekurangan chemical pada chemical dosing tank tidak tertulis pada history yang akhirnya menimbulkan kesalahan pada hasil outlet. Jadi amat disarankan untuk turut berdiskusi bersama dengan Operator IPAL.
  3. Cross Check Informasi bersama dengan Bagian Produksi, Maintenance dan Lab.
    IPAL merupakan sentral dikumpulkannya air limbah dari berbagai macam departemen. Departemen yang terbesar penyumbangnya biasanya dari departemen produksi, disusul oleh Lab baru kemudian maintenance. Seorang engineer yang berurusan dengan IPAL, tentu harus berhubungan baik dengan departemen-departemen ini. Sehingga adanya keterbukaan jika ada sesuatu yang secara sengaja ataupun tidak sengaja masuk ke dalam line pembuangan limbah.
    Saya pribadi pernah menemukan collapse-nya sebuah WWTP lantaran bagian salah seorang laboran di laboratorium secara tidak sengaja membuang Phenol ke wastafel. Yang akhirnya phenol tersebut mematikan bakteri di Tangki Aerasi. Walhasil pengolahan limbah di Pabrik rusak total. Dan perlu dilakukan overhoul.
    Jadi, dengan dilakukannya cross check serta diskusi terbuka maka masalah-masalah seperti ini dapat dengan mudah diatasi dan dicegah agar tidak terulang kembali.
  4. Mengecek CCTV
    CCTV merupakan salah satu alat pemantauan yang dapat diandalkan. Beberapa CCTV dapat merekam secara otomatis kejadian pada hari-hari sebelumnya. Sehingga tidak jarang CCTV dapat menjadi sebuah bukti yang kuat untuk memutuskan sesuatu.
    Begitu juga dengan masalah yang Anda hadapi, saat ketiga cara diatas tidak dapat memberikan hasil maka disarankan berbaik hatilah dengan Security hehehe..
    Pinjam dan tontonlah beberapa rekaman cctv, terutama yang mengarah ke Area IPAL. Terkadang dalam beberapa kasus awal mula rusaknya sistem dapat ditemukan lewat rekaman CCTV. Pernah ditemukan, WWTP yang jalannya berantakan gara-gara salah seorang office boy yang baru membuang hasil pel dengan Wippol/desinfektan ke tangki pengumpul limbah organik. Walhasil rusaklah sistem... Nah untuk menghindari hal seperti tadi terjadi lagi, memantau CCTV dapat menjadi pilihan juga.

Sekian beberapa tips untuk menemukan penyebab kerusakan sistem pada WWTP. Mudah-mudahan dapat memberikan masukan berharga bagi rekan-rekan sekalian.

Jika ada diantara rekan-rekan yang memiliki pertanyaan serta ingin berkonsultasi seputar water treatment dan waste water treatment, ataupun butuh bantuan dalam bidang mechanical dan electrical jangan ragu untuk menghubungi kami di email : cheminusa@outlook.com

Salam Engineering



Good Life, Clear Water
www.olah-air.com

KUNJUNGI JUGA ARTIKEL RAHASIA LAINNYA :

Baca selengkapnya

Tuesday, 10 February 2015

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP

[WWTP CALCULATION] CARA MENGHITUNG F/M RATIOPADA BIOLOGICAL TREATMENT WWTP


Hallo sobat olah-air.com

Kali ini kita akan sama-sama membahas cara menghitung F?/M (Feed Per Microorganism Ratio). yang artinya adalah pemberian sejumlah nutrisi atau makanan pada bakteri yang dibandingkan dengan jumlah mikroorganisme yang ada.

Secara mudahnya adalah perbandingan antara makanan dengan bakteri.

Rumusnya

Tanpa perlu berbasa basi

Rumusnya adalah F/M : 
(Total Flow Inlet x Inlet BOD Concentration dalam g/m3)/(Volume tangki aerasi x Konsentrasi MLSS)

Fungsinya??

Kita mungkin sering mendengar (Bagi yang sering) bahwa angka F/M ini adalah salah satu kunci tercapainya tingkat penurunan nilai BOD pada air limbah. namun pertanyaannya adalah berapakah nilai F/M yang sesuai?

Nilai F/M yang sesuai

Nilai F/M untuk tiap2 WWTP bisa jadi berbeda atau hampir mirip2. Sayapun menemukan F/M dalam WWTP berbeda antara satu dengan lainnya, namun setelah penelitian bertahun-tahun, alhamdulillah ditemukan resep yang pas dan rata-rata sesuai dengan keseluruhan WWTP. Saya telah mencobanya dibeberapa customer kami dan hasilnya cukup baik. 

Akhir Kata

Project dan Penelitian harus terus berjalan. Oleh karena itu kta sudahi dulu trit yang satu ini.

Wassalamm

:)
Baca selengkapnya

Saturday, 13 September 2014

SECRET SAVING STRATEGY : RECYCLING YOUR WASTE WATER

SECRET SAVING STRATEGY : RECYCLING YOUR WASTE WATER

Recently I get a call from a Purchasing Manager of Some Company, he invite me to come to his office to participate 'aanwizzing'. So I came there with my staff and met him and his team.
The meeting was planned to be participated by 3 or 4 company. But that day, only me and my staff (Mr. Adit) and someone named Mr.Arif from another company that attend for the aanwizzing. Well it quite obvious "Why their existing supplier, didn't attend this meeting?" that question is flying arround my mind. But let's forget about that.
The meeting started, the host and his team tell us about the purpose of this event. The purpose is to invite several competent supplier or contractor in water engineering business to be their vendor for Water Recycle System. "Hmm.. this sound interesting, but I wonder if they are really serious about this or just playing with us" that's what I think.
The system will help us supply water for washing our car, watering the plant, and cleaning the building. More than that the raw water that we'll be using is the STP (Sewage Treatment Plant) discharge water. The target is to reduce cost of water consumption, by using a recycled water. That's the point of the meeting that i give big bold.
As usual, after the host and his team finish their explanation, I asked them to give us several data regarding the project. Last 3 month of water consumption and CoA data, area layout, piping obstacle, and the regulation target are the key in designing this system.Once i get it, it's mean the rest is just sales activity.
The meeting was finished, and we Kubota Kasui team are allowed to go home and send them (The Customers) the quotation.
I start the designing just right after I get the data that I want. The design is quite simple, because the water source have quite good parameter.
After designing the Water Recycling System, I start to calculate the efficiency that they can get if they use our system. The result is quite shocking, by recycling the discharge water they can save up to 40.000 USD per/year. Wow, this is fantastic.

The result is quite shocking, by recycling the discharge water they can save up to 40.000 USD per/year. Wow, this is fantastic.

Imagine that's amount will be save from unnecessarily expense.What if all building, house, factory, hospital and others doing the same thing? this will be mean a huge national saving action that hit several birds with one rock.
I just realize that in Indonesia, water recycling activity is not quite popular than wasting water activity. This mean most of Indonesian are take their money for water, and they didn't realize this potention. Factory, mall, hospital, are places that require a lot of water to be functioned properly,because without water all activity will be hard.
RECYCLING WATER : A SECRET SAVING STRATEGY
By recycling water, we can get a lot of advantage such as :
1. Cost down of water daily expense
2. Help the earth from clean water crisis
3. Get a good acknowledgement from ministry of environment
4. Give a good image for your company as an environment care company.
And there are more benefit that we can get from this strategy. So why don't we start recycling our discharge water and start saving our money?

++
Jika Anda ingin terus mendapatkan update ilmu terbaru dari olah-air.com, silahkan mengikuti beberapa cara berikut :
1. Add Mr.Anggi di Google Plus Anda (Silahkan Klik Disini)
Baca selengkapnya

Wednesday, 13 August 2014

DESAIN TEKNIS PEMBUATAN IPAL DOMESTIK

DESAIN TEKNIS PEMBUATAN IPAL DOMESTIK

ASSALAMUALAIKUM

saya mau berbagi informasi rutin lagi nih boss tentang pengolahan limbah

ini infonya


Diambil dari : kwhpipe.com



Misalnya anda ingin membuat IPAL Domestik dengan kriteria dibawah ini


Kapasitas Air Limbah : 50 m3 / day

Kandungan BOD Air Limbah : 3000 mg/Litre

Kandugan TSS : 1500 mg/L

Total Efisiensi : 100%

BOD outlet yang diinginkan : 15 mg/l

TSS outlet yang diinginkan : 20 mg/l


1. Pembuatan Desain Oil separator tank

Kapasitas Pengolahan : 50 m3 / day

                                    : 2.08 m3/ hour

                                    : 0.035 m3/ minute = 35 liter / minute

 Retention Time yang diinginkan : 45 menit

Jadi Volume tank yang di butuhkan = { 45 / (60X24) }day X 50 m3/ day

                                                           =  1.56  m3

Recommended Dimensi

Panjang=  2 meter , Lebar = 1 meter , Tinggi= 1 meter

Volume efektif = 2 m3



2.  Desain Bak Ekualisasi

Waktu tinggal standar = 4-8 jam                                                                                                       

Waktu tinggal yang diinginkan adalah = 6 jam

Volume Bak yang di perlukan : 6/24 day X 50 M3/day

                                              = 12.5 M3

Recommended dimensi

Panjang= 3 meter X 2.1 Meter X 2 meter

Volume efektif = 13 M3

3. Desain Bak Pengendapan Awal

Debit air Limbah = 50 M3 / day = 35 Liter / minute

BOD masuk = 3000 ppm

Efisiensi  Pengolahan Awal = 25% (Generally Standard)

Target BOD keluar = 2250 ppm

Waktu tinggal standar di dalam bak pengendapan awal = 2 – 4 jam

Waktu Tinggal yang ditetapkan = 3.5 jam

Volume Bak Pengendapan Awal = 3.5/24 day X 50 M3/ day

                                                      = 7.29 m3

Desain Recommended : Panjang = 3 meter, Lebar= 2 meter, Tinggi= 1.25 meter

Waktu Tinggal Rata-rata = (3X2X1.25 Meter) / 50 M3/day  X 24 jam

                                         = 3. 6 jam


4. Desain Anaerob Tank

BOD Masuk = 2250 ppm

Efisiensi = 80% (Generally Standard)

Target BOD Keluar = 450 ppm

Beban BOD = 2250 mg / liter  X 50 M3 / day

                     = 112.500 gram / hari = 112.5 kg/ hari

Jumlah BOD yang dihilangkan : 0.8 X 112.5 = 90 kg

Volume Media = 112.5 / 4.7 =  23.94 M3

Volume reactor = 100/60 X 23.94 = 39.89 M3

Waktu Tinggal = 39.89 / 50 X 24 jam

                         = 19 jam
THANKS SEMOGA BERMANFAAT ....
ACHDIAT Al- Abdillah
Water Engineering Specialist
Baca selengkapnya