Showing posts with label Cara Menghitung Aerob. Show all posts
Showing posts with label Cara Menghitung Aerob. Show all posts

Saturday, 22 July 2017

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

teknik tercepat dan yang bagus untuk phospate dan ortofosfat

Bagi yang sering berkecimpung dalam dunia perairan seperti saya, tentu tidak asing lagi dengan unsur yang bernama phosphor ini.

Unsur yang berada pada golongan yang sama dengan nitrogen ini sejatinya merupakan unsur yang dibutuhkan dalam perkembangan tanaman. Maka dari itu, cara mendeteksi keberadannya pada perairan juga mudah. Jika kita menemukan banyak tanaman air muncul dan berkembang, maka berarti disana banyak terkandung Phosphor.

Phosphor di Air, Baik atau Buruk?
Segala sesuatu yang diciptakan oleh ALLAH SWT pastilah memiliki manfaat. Dan semuanya diciptakan oleh ALLAH ya Latif secara detail, halus serta berimbang. Hal ini bisa kita lihat dari keberadaan phospor dalam air murni aslinya berada pada kisaran yang masih bisa ditolerir dan memang diperlukan oleh tanaman serta hewan yang berada di perairan. Sehingga ada yang mengatakan keberadaan phosphor di air itu baik.

Namun berbeda halnya dengan sekelompok orang yang menemukan bahwa, keberadaan phosphor pada air justru akan membuat masalah tersendiri. Masalah tersebut disebut eutrophikasi, yang berarti keberadaan nutrisi anorganik pada badan air yang membuat tanaman air tumbuh secara tidak terkendali.

Tumbuhnya tanaman air secara tidak terkendali tentu menjadi masalah yang serius. Mengingat tanaman yang tumbuh secara masif akan menghalangi laju masuknya oksigen ke dalam air. Dan hal ini sama dengan mengurangi jumlah DO dalam air, yang berakibat pada kematian hewan-hewan dalam air seperti ikan dan udang-udangan.

Terlebih lagi, tanaman air juga nantinya akan membuat pendangkalan badan air ketika tanaman tersebut mati dan tenggelam dalam badan air.

Phosphor, Dari Mana dia berasal?
Kalau ditanya seperti ini, tentu jawabannya adalah dari ALLAH SWT. Namun yang menjadi biang kerok kelebihan phosphor dalam badan air kali ini tetaplah manusia. Karena aktifitas manusia yang membuang limbah pada badan airlah yang membuat si Phospor ini banyak terkandung pada air.

Lihat Juga : 5 Kesalahan Dalam Mendesain Sistem RO

Phosphor Yang Biasa Ditemukan Di Perairan
Setidaknya ada dua jenis molekul yang biasa menyumbang phospor dalam jumlah yang cukup banyak. Dua molekul tersebut adalah :

a. Orthophospate
Kita biasa mengenalnya sebagai Phospate atau Fosfat, yang merupakan gugus molekul PO4 yang banyak terdapat pada pupuk serta zat anorganik lainnya. Dalam dunia analisa, metode pengujian zat ini dilakukan secara spektrofotometri dengan Molybdenum Blue sebagai indikatornya.

b. Poliphospate dan Fosfate Organik
Adalah phospate yang biasa berikatan pada zat organik. Karena biasa ditemukan pada zat organik, maka dari itu ikatan kimia polifosfat dapat berbentuk siklik. Dalam dunia analisa, poliphosfat dan phospate organik diuji dengan metode tidak langsung. Metode ini melibatkan proses destruksi dan pendidihan yang diakhir dengan pembacaan dengan spektrofotometer.

Lihat Juga : 6 Hal Yang Harus Di Jaga Pada Proses Biologi Air Limbah

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor
Walaupun cukup banyak yang mendukung keberadaan phosphor dalam air, namun hal tersebut tetap tidak membenarkan kandungan zat yang satu ini ada secara berlebihan. Karena kita tahu apapun yang ada secara berlebihan tentu akan menjadi suatu masalah dikemudian hari termasuk ya si Phosphor ini.

Nah, maka dari itu berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang dapat kamu tempuh untuk dapat menghilangkan phosphor dari badan air kamu.

a. Proses Koagulasi
Proses koagulasi adalah proses favorit yang paling banyak dipakai dalam mengurangi ataupun mengeleminiasi secara total kandungan phospfor dalam air. Prosesnya dilakukan dengan menambahkan zat koagulan yang dapat menggumpalkan phosphor sehingga dapat diendapkan. beberapa koagulan yang dapat kamu gunakan antara lain ; Tawas, PAC, Ca(OH)2, dan FeCl3.

Proses koagulasi bisa jadi tidak efektif untuk menghilangkan phosphor dalam air, manakala kandungan phospfor terlalu sedikit. Ataupun bisa juga ketika TDS air limbah telah mendeketi ambang batas baku mutu yang diperbolehkan.

Lihat Juga : Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

b. Proses Biologi
Proses menghilangkan phosphor dalam air menggunakan teknik biologi, biasanya dipilih untuk jenis phospor organik yang kandungannya tidak terlalu tinggi. Hal ini mengingat kemampuan bakteri untuk dapat menguraikan phospor juga terbatas.

Proses biologi yang biasa digunakan adalah aerob dan anerob. Dimana nantinya Phospate akan berubah menjadi sludge bio mass yang lewat PAO (Phosphor Accumulating Organism).

Kekurangan proses biologi ini adalah karena prosesnya berlangsung secara lebih lama hingga mencapai titik ready. Dan juga memerlukan wilayah yang lebih besar.


c. Proses Filtrasi
Proses ketiga ini biasaya dilakukan pada phospate dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi dan dalam debit yang rendah. Media filter yang dapat anda pilih adalah Zeolite dan juga kapur.

Proses filtrasi ini dapat menggunakan teknik pressure pumping ataupun secara gravitasi.

Nah itu dia tiga cara menghilangkan kandungan phosphor dalam air. Semoga pengetahuan ini menjadi manfaat bagi para pembaca sekalian. Dan saya mohon maaf jika dalam penyampaiannya ada bahasa-bahasa yang membingungkan saudara-saudara sekalian. Demikian artikel kita kali ini, sampai jumpa dilain kesempatan.


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Tuesday, 6 October 2015

Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi dan Kebutuhan Udara Aerasi

Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi dan Kebutuhan Udara Aerasi


Ah.. Sudah lama rasanya dari tulisan saya yang terakhir di olah-air.com ini.
Kali ini kita akan membahas bagaimana ukuran tangki aerasi yang sesuai dan juga kebutuhan udara di tangki aerasi.

Untuk mendapatkan Artikel Terbaru dari Olah-air. Silahkan Add google plus penulis

Latar Belakang Dibahasnya ini

Sebelum jauh membahas tentang permasalahan ini, mari cerita latar belakang sedikit mengapa saya membahas "Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi dan Kebutuhan Udara Aerasi". Tulisan ini dibuat untuk salah satu pertanyaan yang masuk ke email saya di anggi.kkei@gmail.com dari salah seorang engineer di perusahaan pembuat STP.

Okelah.. Berhubung lagi baik.. mari kita bahas saja langsung tentang persoalan ini.

Data yang didapat untuk Menghitung Aerasi

Engineer Selalu berhitung By Data. Bukan By Dukun

Sejauh dia berkorespondensi dengan saya, berikut adalah beberapa data yang diberikan, yang bisa kita pelajari disini :
Inlet : 
Debit 24 m3/Day
COD 350 mg/L
BOD 250 mg/L
Amonia 80 mg/L

Target Outlet :
COD 80 mg/L
BOD 50 mg/L
Amonia 1 mg/L ? (Sepertinya Data yang diberikan Pak Daiki ini harus dikoreksi sedikit)


Mari Pelajari Data Ini

Dari data yang diberikan oleh bapak Daiki (Bukan Nama Sebenarnya) ini, terlihat jelas bahwa air limbah yang kita hadapi berkategori air limbah domestik. Hal ini bisa dilihat dari besaran COD dan BOD (Yang masih masuk konversi organik) Plus dengan banyaknya amonia.
Dari sini juga bisa dilihat, bahwa yang dihadapi bukanlah air limbah domestik dari sebuah tempat tinggal. Namun air limbah ini berasal dari tempat dimana orang-orang hanya berkantor saja. Dan menurut pengalaman saya kemungkinan orang yang ada di kantor ini berkisar 100 orang/hari.

Lalu, dari target yang diminta ternyata mengacu pada standar baku mutu limbah domestik. Lebih tepatnya standar baku mutu limbah domestik untuk daerah jakarta. (Walau target amonianya seharusnya dikoreksi menjadi 10 mg/L)

Butuh Standar Baku mutu? Lihat Artikel Tentang Standar Baku mutu 

Urutan Desain yang Tepat untuk IPAL Limbah Domestik

Sebuah sistem yang baik, tidak bisa bertumpu hanya pada satu komponen saja. Seperti Sebuah Motor, yang terdiri dari mesin, roda, stang, spion dan lainnya. Jika salah satu komponen rusak, maka sistem si Motor maupun ke-amanan sang pengendara akan turut rusak. Untuk itu, sembari kita mereview lagi pembahasan tentang Desain IPAL domestik. 
Berikut adalah susunan Sistem IPAL yang berdasarkan pengalaman saya, amat disarankan untuk dibuat.
Setidaknya Desain Harus Mencakup Prinsip Dasar Ini

Kembali Ke Pertanyaan Utama "Berapa Ukuran Tangki Aerasi yang harus Disediakan?"

Ukuran tangki aerasi yang disarankan adalah 1,5 kali debit harian. Sehingga jika sewaktu-waktu ada lonjakan penghuni di kantor tersebut. Maka IPAL tidak akan kolaps dan tetap bisa bertahan.
Namun, seiring dengan pengalaman saya dalam membuat IPAL, ternyata bisa juga didesain area aerasi hanya 1/2 atau 1/3 dari debit harian. Dengan catatan memakai bakteri khusus yang diformulasikan dari campuran bakteri dan enzim pencerna zat organik.
Jadi untuk ukuran tangki aerasi ini, sebenarnya sekitar 36 m3. atau minimum sekali 24 m3. Yang jika dirinci maka ukuran bak ini sekitar 3 x 3 x 3m (Ingat selalu gunakan faktor koreksi untuk ketinggian air.)



bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal
Tidak Terkait, namun penting : Inilah Jobdesk Dari Welding Inspector

Berapa Kebutuhan Udara pada Area Aerasi?

Anda Bisa Pilih Ring atau Root Blower untuk Aerasi

Sebenarnya pertanyaan ini sudah dibahas pada postingan saya sebelumnya di SINI.
Jadi langsung saja saya hitungkan dan berikan hasilnya. 
Hasinya, kebutuhan udara yang diperlukan adalah (Dihitung dari Blower) sekitar 0,3 m3/menit. Atau jika Teman-teman mau melihat tabel blower, maka akan didapatkan kapasitasnya sekitar 1,5 kW sampai 3 kW (Nanti tergantung konfigurasinya apakah mau disatukan dengan equalisasi atau hanya di area areasi saja)

Berapa jika kita konversikan ke DO, maka jawabannya sekitar 4 - 6 mg/L sudah cukup.

Apakah Dengan aerasi saja Amonia ini bisa turun drastis?
Jawabannya bisa Iya dan tidak, iya jika bakteri yang digunakan telah Pas dan Cocok dalam menangani Amonia (Disarankan membeli starter bakteri yang baik seperti Enzymax atau Enzymatic). Dan bisa tidak jika sistem yang dijalankan mengalami kerusakan atau ketidak sesuaian.
Intinya semuanya tidak terlepas dari Desain, Aktualisasi, serta pengoprasian yang tepat.

Oke Sekian Pembahasan kita kali ini, untuk pertanyaan seputarn pengolahan air dan air Limbah, atau ingin menjadikan kami sebagai konsultan untuk perusahaan Anda. Silahkan Kontak Kami dibawah ini.

Mau Mendapatkan Artikel terupadate langsung ke email Anda? Add google plus saya disini


Baca selengkapnya