Tuesday, 24 January 2017

Proses Minimalisasi Sludge Di Air Limbah

Proses Minimalisasi Sludge Di Air Limbah

Dengan pengeringan yang tepat Anda akan mudah mengurangi cost
Filter Press adalah salah satu mesin untuk minimasasi sludge


Sludge atau lumpur adalah sebuah permasalah klasik yang biasanya akan terikut pada hampir semua sistem pengolahan air limbah. Dalam jumlah kecil, pengurusan sludge memang tidak menjadi cost yang memberatkan, namun lain halnya kalau ternyata air limbah Anda mengandung sludge dalam jumlah yang masif yang mengakibatkan cost membengkak. Huh Sungguh tidak mengenakan bukan?

Dalam setiap 1 Ton sludge setiap perusahaan yang membuang ke pada penerima limbah b3 biasanya harus mengeluarkan cost sekitar 800 ribu hingga 1,4 juta rupiah. Jumlah uang ini tentu bukanlah kabar baik bagi sang pemilik perusahaan, tapi apa boleh buat demi menjaga lingkungan dan tidak dikenai sanksi tentu saja Anda harus tetap mengeluarkan cost tersebut.

Saya pribadi telah cukup banyak mendengar keluh kesah tentang masalah sludge ini dari para pemilik usaha ataupun para manager yang bertanggung jawab mengelolanya. Mereka semua cukup banyak yang bertanya tentang bagaimana solusi agar sludge ini bisa habis saat diolah?

Pertanyaan bagaimana sludge ini bisa habis saat diolah, tentu saja tidak bisa saya jawab dengan serius sebab untuk menghabiskan Sludge dari air limbah yang nota bene limbah b3 tentu saja akan menghabiskan biaya installasi yang cukup besar plus biaya operasionalnya. Yang lebih tepat kalau installasi tersebut dimiliki oleh perusahaan yang memang bergerak dibidang penyimpanan dan pemusnahan limbah b3.

Nah maka dari itu, dengan niat membantu Teman-teman pembaca Olah-air.com kali ini saya akan memberikan beberapa tips atau cara tentang bagaimana cara supaya Anda bisa setidaknya meminilamisasi jumlah sludge yang Anda buang ke pemusnah limbah B3 (Dan itu sama artinya dengan reduce cost juga kan hehe).

Oke marilah kita mulai artikel kita kali ini dengan membaca Basmalah (Harusnya dari tadi).

1. Optimalisasi dan Pengawasan Pada Proses Produksi

Anda dapat mengawasi setiap bagian pabrik untuk dapat mengurangi air limbahnya


Inilah upaya pertama yang bisa Anda pilih untuk meminimalisasi jumlah sludge yang harus Anda oleh di IPAL atau Installasi Waste Water Treatment Anda.

Sludge biasanya bersumber dari suatu proses produksi. Dalam berbagai lini biasanya sludge akan tercipta dari sisa bahan baku, bahan proses ataupun bahan jadi yang terbuang.

Maka adalah tepat dikatakan kalau dalam meminimalisasi jumlah sludge, maka yang harus kita optimalkan pertama kali adalah proses produksi di perusahaan kita. Salah satunya dengan menerapkan konsep reduce, reuse dan recycle.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan catering dapat mengurangi jumlah sludge di air limbahnya dengan menyaring terlebih dahulu limbah hasil pencucian peralatan masaknya. Sehingga kotoran seperti nasi, sisa ikan dan lainnya tidak masuk ke saluran air limbah dan bisa dibuang dalam cycle pembuangan sampah domestik.

Contoh lainnya adalah, perusahaan bisa melatih para operator untuk dapat bekerja dengan cara-cara efektif. Sehingga tidak menghabiskan bahan baku ataupun bahan proses lainnya. Lewat cara ini maka dapat membantu mengurangi cost untuk bahan dan mengurangi jumlah air limbah yang diproses juga.

Lihat Juga : Perbandingan 2 Sistem Distribusi Air bersih

2. Gunakan Sumber Air Bebas SS Saat Produksi

Installasi Mesin Water Treatment dapat menurunkan Sludge Di Air Baku Anda

Cara kedua yang bisa Anda lakukan adalah dengan memastikan bahwa air yang Anda gunakan sudah bebas dari Suspended Solid.

Saya kadang menemukan air dibeberapa perusahaan mengandung Suspended solid dalam tingkat yang cukup parah. Dan memperparah hal tersebut, perusahaan pengguna air tidak menggunakan sebuah sistem pengolahan air yang tepat untuk mengeleminasi SS tersebut.

Padahal si SS atau lumpur di air bersih mereka dapat membuat produk yang diproduksi menjadi kotor bahkan cacat. Disamping itu dengan mengurangi atau menghilangkan suspended solid di air bersih maka akan juga berdampak pada berkurangnya sludge di Air limbah Anda.

Lihat juga : 5 Parameter Kunci Pada Baku Mutu Air Limbah

3. Optimalisasi Dosis Koagulan

Coba Optimalkan Dosis koagulan Anda untuk mengurangi sludge

Koagulan seperti PAC, Tawas dan CaO tentu sudah lazim Anda dengar banyak digunakan pada sistem pengolahan Air dan Air Limbah. Namun tahukah Anda penggunaan dosis koagulan yang berlebih justru dapat menjadi masalah besar karena menciptakan sludge yang berlebih juga.

Anda bisa membuktikan tulisan ini dengan mengujinya sendiri. Koagulan seperti tawas dalam dosis yang berlebih akan menimbulkan sludge yang bersumber dari koagulan itu sendiri, bukan dari sludge yang ada di air limbah.

Dengan proses Optimalisasi dosis, tentu Anda dapat memotong cost dari Koagulan dan sludge. Sekali tembak kena dua burung :).

4. Penggunaan Teknologi Minim Sludge

Proses Activated Sludge Akan Menyumbang Sludge dalam Jumlah yang Cukup Banyak

Cara selanjutnya yang bisa Anda pilih untuk minimalisasi Sludge adalah dengan menggunakan teknologi minim sludge.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bahwa beberapa proses konvensional di air limbah seperti proses biologi aerob dan anaerob adalah salah satu penghasil sludge dalam jumlah yang banyak.

Sludge tersebut tidak lain tercipta akibat adanya proses ekskresi dari bakteri yang telah mengkonsumsi zat zat organik dalam air limbah Anda.

Maka dengan menggunakan teknologi minim sludge seperti proses Bio CLeaner Anda akan mendapatkan proses pengolahan yang tidak lagi berkubang lumpur. Malah IPAL Anda akan terlihat lebih asri.

Lihat Juga; Desain Proses Biologi di IPAL

5. Eliminasi Sludge Organik dengan Bakteri


Masih terkait dengan proses activated sludge baik aerob ataupun Anaerob. Anda dapat memilih menggunakan pemakan sludge sebelum proses pengeringan dimulai. Beberapa jenis yang terkandung dalam ramuan bakteri Bio Digester akan membantu Anda mengatasi hal ini.

Namun ingat, dalam menggunakannya tidak disarankan untuk menebarkannya pada proses kolam aerob atau anaerob Anda. Karena dikhawatirkan menghabisi semua lumpur aktif yang Anda nantinya.

6. Penggunaan Teknologi Pengering Sludge


Dan tips ke-enam dalam proses minimalisasi sludge di Air Limbah ini adalah dengan menggunakan teknologi pengeringan sludge.

Seperti yang kita tahun bahwa harga cost pengolahan akan bergantung pada berat sludge yang kita transfer ke pemusnah limbah B3. Maka salah satu cara mengurangi cost tersebut adalah dengan membuat limbah tersebut menjadi sedikit. Salah satu caranya adalah dengan mengeringkan si Sludge itu tadi.

Banyak mesin yang bisa Anda pilih untuk melakukan tugas pengeringan sludge ini. Dari mulai menggunakan Belt Press, Filter Press, Screw Press ataupun bisa juga dengan Drying bed atau lainnya. Namun saran saya pilihlah teknologi yang cocok untuk jam proses dan budget untuk IPAL Anda.

Nah itu dia 6 Tips Proses Minimalisasi Sludge di Air Limbah Anda. Mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk mengurangi cost dari pembuangan limbah Anda dan bisa mengkonversinya untuk biaya CSR demi menyejahtrakan masyarakat sekitar.

Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana

Bagikan

Jangan lewatkan

Proses Minimalisasi Sludge Di Air Limbah
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.