Sunday, 2 October 2016

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi atau Anaerob

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob WWTP

Belajar WWTP Itu Sangat Menarik
Membicarakan sebuah waste water treatment, adalah suatu hal yang sangat menarik. Karena kita tidak saja belajar tentang suatu sistem mekanikal mesin, namun juga kita mau tidak mau harus turut belajar tentang proses biologi.

Dan kali ini, proses biologi yang akan kita pelajari dari sebuah waste water treatment system atau IPAL adalah tentang cara menumbuhkan bakteri.

Bakteri dapat kita temukan dimana saja, dari mulai peralatan yang kita gunakan, sampai udara yang kita hirup sekalipun. Keberadaan mereka sudah menjadi bagian dari hidup kita.

Diantara jenis bakteri, ada yang merugikan manusia (yang disebut bakteri pathogen) dan ada juga yang menguntungkan manusia. Dan bahkan membantu kita menjalani hidup dengan baik, salah satunya adalah bakteri probiotik yang ada di dalam tubuh manusia.



Bakteri Bisa Tumbuh Dimana Saja, Namun Menumbuhkan Yang Spesifik itu Lain Cerita

Walau bakteri bisa tumbuh dimana saja, namun menumbuhkan bakteri yang spesifik adalah soal lain lagi. Selain mahluk yang satu ini tidak terlihat, keawaman kita terhadap syarat-syarat spesifik suatu kehidupan mereka juga acap kali membuat kolam biologi yang kita buat menjadi kurang maksimal bahkan sia sia.

Oleh karenanya, berdasarkan dari cukup banyak pengalaman yang telah kami tangani. Dalam postingan ini kami hendak berbagi pada sobat olah-air.com sekalian tentang bagaimana cara menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi ataupun anaerob.

Materi Cara menumbuhkan bakteri di proses biologi WWTP ini adalah sebuah materi eksklusif yang kalau saya ngajar secara khusus bisa dihargai 5 juta per-orangnya. Namun kali ini akan saya bagikan dasar-dasarnya secara Free hanya untuk Pembaca olah-air.com sekalian.

Oke. Mari kita mulai saja ya sharingnya disini!

5 Cara Menumbuhkan Bakteri di Area Biologi WWTP

1. Teknik Adapt Seeding


Cara yang pertama ini biasa dilakukan pada IPAL ataupun WWTP yang berkarakter sebagai IPAL Domestik.

Air limbah yang masuk merupakan air limbah dari toilet, yang merupakan tinja dan juga urin dari manusia dan terkadang ditambah limbah dapur dan wastafel.

Proses adapt seeding biasanya tidak memerlukan equipment khusus kita hanya harus menyediakan nutrisi yang menunjang pertumbuhan bakteri yang ada. Nutrisi yang terbaik adalah yang mengandung zat organik dengan komposisi protein dan juga unsur C, H, N dan P yang mudah diurai karena termasuk senyawa organik alifatik.

Air Limbah dibiarkan saja masuk dan diproses melalui IPAL yang ada baik secara anaerob ataupun aerob. Hingga pada suatu titik bakteri tersebut beradaptasi dan bisa mengolah senyawa-senyawa pengotor yang masuk.

Kekurangan dari Cara Menumbuhkan Bakteri Via Teknik Adapt Seeding ini adalah, bakteri akan lambat sekali beradaptasi. Waktu yang diperlukan bisa mencapai 3 bulan lamanya dan paling cepat 1,5 bulan.



Kekurangan lainnya adalah Proses Adapt ini juga belum tentu bisa dengan cepat berhasil, karena nantinya akan ada banyak faktor X yang masuk juga ke IPAL. Seperti masuknya Desinfektan (Karbol dsb), Racun dst. Hingga terkadang proses pengolahan limbah cair secara biologi yang diinginkan tidak kunjung tercapai, akibat bakterinya terus menerus mati dan tidak kunjung bisa beradaptasi.

Makanya teknik ini sekarang-sekarang sudah jarang digunakan karena dirasa terlalu lama dan sulit untuk bisa hand over dengan cepat (Para kontraktor pasti mengerti hal ini)

Lihat juga : 6 Hal Yang Harus Di Maintain Dalam Proses Biologi WWTP

2. Teknik Cross Seeding


Cara kedua dalam menumbuhkan bakteri di kolam aerasi ataupun anaerob adalah dengan teknik cross seeding.

Caranya adalah dengan mengambil lumpur aktif dari tempat lain dengan jumlah tertentu (yang harus dihitung oleh PT. CHEMINUSA sebagai ahlinya hehe) untuk kemudian dimasukan kedalam kolam biologi di tempat yang dituju.

Kelebihan teknik Cross Seeding ini adalah kecepatannya dalam membuat suatu IPAL menjadi berjalan secara normal. Terlebih lagi jika Activated sludge yang digunakan berasal dari pabrik yang sejenis. Misal pabrik minyak mengambil activated sludge dari pabrik minyak juga, atau semacamnya.

Walau memiliki kecepatan, namun teknik ini memiliki kekurangan karena jikalau jenis limbah, ataupun kondisi IPAL tidak sama maka yang terjadi adalah kematian bakteri secara masal yang ditandai dengan kolam aerasi yang menghitam berbau telur busuk.

Lihat Juga : Cara Menurunkan Nilai BOD dalam Air Limbah

Biasanya solusinya yang bisa diambil untuk mengatasi hal ini adalah ketika proses cross seeding dijalankan, kolam juga ditebarkan Enzymax Platino yang berfungsi sebagai bakteri prebiotik penjaga proses adaptasi.

Oh iya hampir lupa, teknik cross seeding ini tidak disarankan (Kemungkinan gagalnya besar) jika diterapkan pada suatu proses anaerob (terlebih jika organic based dengan BOD diatas 5000). Karena dalam kebanyakan kasus bakterinya tidak akan cocok dan cenderung mudah mati.

bakteri tetap akan hidup walaupun keadaan untuk tumbuh ternyata tidak optimal

3. Teknik Start Seeding


Cara ketiga dalam menumbuhkan bakteri adalah dengan menggunakan start seeding.

Teknik Start Seeding ini adalah teknik yang sangat populer dikalangan praktisi waste water treatment. Dikarenakan tingkat keberhasilannya yang tinggi dan juga ketahanannya yang luar biasa pada beragam kondisi IPAL, bahkan pada kondisi peak flow sekalipun.

Di Kolam Biologi di tebarkan biakan bakteri sesuai dengan cemaran dalam air limbah (Bisa Enterebacter, Acinobacter, Clostridium dsb), lalu ditambahkan dengan nutrisi khusus bakteri (NUTRIMO).

Kemudian air limbah dimasukan secara sedikit demi sedikit demi menjaga proses adaptasi. Ketika bakterinya sudah terbentuk, biasanya debit akan dinaikan hingga puncak pada beberapa hari lalu kemudian dinormalkan. Hal tersebut diulang selama beberapa minggu untuk mendapatkan kekuatan adaptasi yang maksimal.
bakteri Pemakan Lemak dan Minyak Special Formulasi By CHEMINUSA 021 7919 7920

Trik agar cara ini berhasil adalah dengan membuat nutrisi serta kondisi lainnya dalam proses ini se-optimal mungkin. Dan juga proses seeding biasanya harus dipantau oleh seeder ahli yang berpengalaman.

Kekurangan dari teknik ini adalah, terkadang membutuhkan waktu lama dalam kondisi stabilisasi (Walau tidak selama adapt seeding).

Cara menanganinya supaya cepat adalah dengan membuat bakteri biakan awal dalam skala besar. Sehingga proses start seeding bisa lebih cepat karena konsentrasi bakteri awal sangat tinggi. Dan jika membutuhkan jasa ini, Kami dari PT. CHEMINUSA punya Solusinya :)

Lihat Juga : Belajar Proses Anaerob di Waste Water Treatment Plant

4. Teknik Mix Seeding


Cara Keempat dalam menumbuhkan bakteri di IPAL/WWTP adalah dengan mencampurkan bakteri yang ada dengan bakteri lainnya.

Biasanya teknik ini dilakukan jika pabrik tempat WWTP tersebut berasal berniat membuat produk baru yang bahan bakunya berbeda dengan yang existing.

Bakteri yang telah ada di injeksi dengan bakteri tambahan (biasanya sifatnya enchancer) plus ditambah dengan nutrisi lengkap. Hal ini ditujukan agar air limbah yang baru datang tersebut bisa langsung diadaptasikan pada proses air limbah yang ada.

Teknik Mix Seeding ini biasanya di maintain pada bulan pertama, dan sudah aman pada bulan bulan berikutnya. Hanya saja jikalau tiba tiba produksi terhenti (Karena batching) maka bersiaplah melakukan adjust bakteri baru lagi saat produksi jalan lagi

Lihat Juga : Cara Menangani Lumpur Aktif Yang Berlebihan di IPAL

5. Teknik Boost Seeding


Cara Kelima dan terakhir ini hampir mirip dengan cara Mix Seeding tadi. Perbeedaannya adalah kita akan membuat kultur bakteri dengan sumber bakteri yang sudah ada di proses limbah existing. Lalu kemudian dibuat menjadi banyak.

Sehingga didapatkan jumlah konsentrasi bakteri dalam jumlah tinggi dalam suatu liquid yang siap ditebarkan di area biologi.

teknik kelima dalam menumbuhkan bakteri via boost seeding ini biasa dilakukan jika jumlah air limbah meningkat akibat produksi yang meningkat juga. Namun produk yang diproduksi jenisnya masih sama.

Bakteri Pemakan Nitrat, Amonia, Nitrit dan Phosfat


Nah Sobat, Itu dia sekilas gambaran 5 Cara dan teknik menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi dan Anaerob. Dalam prakteknya kelima teknik tadi memerlukan ahli khusus yang memang sudah berpengalaman dalam bidangnya sehingga tingkat keberhasilannya menjadi sangat tinggi. Dan juga pihak perusahaan juga harus mau jujur dengan proses produksi yang terjadi agar didapatkan sistem pengolahan yang terbaik.

Sekian Informasi dari olah-air.com, Mudah-mudahan bermanfaat.


Jika Anda ingin belajar lebih serius Anda bisa melakukan request Workshop Training pada Kami. Atau jika Anda ingin belajar secara gratis, silahkan klik follow pada akun Google plus Anggi Nurbana.

Bagikan

Jangan lewatkan

Cara Menumbuhkan Bakteri di Kolam Aerasi atau Anaerob
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.