Monday, 18 April 2016

Apa itu pH dan Mengapa Penting untuk diukur?

Definisi pH dan Pentingnya pengukuran pH

Contoh gambaran Nilai PH untuk beberapa benda

Air adalah karunia ALLAH SWT yang sungguh luar biasa. Sangking luar biasanya anugrah air ini, hingga para ilmuwan di seluruh dunia sepakat bahwa di bumi ini tidak mungkin ada kehidupan bila tidak ada air. Wow.. penting sekali ya air ini.

Terkait dengan air itu sendiri, tentunya air juga memiliki banyak parameter yang membedakan antara satu dengan lainnya. Kalau dalam standar baku mutu air bersih kita akan menemukan cukup banyak parameter yang menetukan kelayakan air, seperti hardness, total dissolve solid, turbidity dan lain-lain. Nah dalam postingan kali ini kita akan berceloteh sedikit tentang salah satu parameter di standar tersebut yakni pH. Hmm... apa ya ph itu?


Definisi pH

Secara gampangnya, pH itu berarti adalah tingkat keasaman suatu zat yang ditandai dengan konsentrasi ion hidrogen didalamnya. Angka pH biasanya dimulai dari 0 hingga 14. Yang mana jika dibawah angka 7 berarti asam dan jika berada di atas angka 7 berarti basa.

Oh iya, pH tujuh sendiri disebut sebagai pH netral. Namun bukan berarti air berpH tujuh disebut sebagai air yang aman, sebab masih banyak sekali parameter yang harus dipenuhi sebelum air dinyatakan aman untuk dikonsumsi selain parameter pH ini.

Mengapa pH penting diukur?

Setelah mengetahui definisi, sekarang mari kita berbincang sedikit tentang alasan mengapa pengukuran pH ini sangat penting dilakukan. Sehingga Anda segera sadar untuk memiliki pH meter sendiri.

1. Mengetahui Tingkat Keamanan Air
Alasan pertama tentang mengapa pH itu penting diukur adalah untuk mengetahui tingkat kemanan dari air itu sendiri. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa air yang memiliki pH dibawah 7 disebut asam dan diatas 7 disebut bersifat basa. Dan semakin jauh dari angka tersebut maka air bisa dikatakan tidak aman. Baik untuk dikonsumsi maupun untuk dilepaskan ke lingkungan atau badan perairan.
Air yang memiliki pH jauh diatas atau dibawah nilai netral akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Air tersebut bisa menyebabkan iritasi pada kulit, bahkan penyakit serius bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Diatur dalam undang undang
Kalau alasan kedua ini, tentunya terkait dengan persyaratan yang diberikan oleh pemerintah. Di Indonesia air dikatakan dapat dikonsumsi ataupun dibuang ke lingkungan sekitar apabila memiliki pH 6-9. Di eropa dan amerika air dibolehkan dibuang jika memiliki pH 6.5 - 8.5.
Sehingga perusahaan yang kedapatan membuang air limbah dengan nilai pH diluar range tersebut dapat ditangkap dan diperkarakan dipengadilan sebab sudah mencemari lingkungan.

3. Memenuhi Kebutuhan Produksi dan Utility
Alasan ketiga tentang pentingnya pengukuran pH tentunya adalah terkait dengan produksi. Cukup banyak industri yang mensyaratkan air yang digunakan memiliki pH diatas 7 dengan range maksimal 8,5. Salah satu industri tersebut adalah industri keramik.
Sebab jika berada di bawah 7 maka air akan cenderung korosif dan merusak perlatan serta produk. jadi menjaga air agar tetap berada diatas angka tujuh akan membuat produk dan peralatan produsi tetap dalam keadaan baik.

Oh iya, dalam boiler juga air dijaga agar tetap dalam keadaan alkali. Sebab dalam keadaan alkali air tidak akan menimbulkan (atau lebih sedikit) efek korosi dan karat karena besi tidak akan lebih sulit berkarat dalam keadaan basa dan begitulah sebaliknya.

Beli pH Meter disini Aja : Jual pH meter Berkualitas


Teknik Pengukuran pH

Untuk mengukur pH ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sekarang. 
1. Menggunakan Indra perasa
Secara mudah, air yang memiliki pH asam akan memiliki rasa asam juga dan yang berpH basa akan memiliki rasa kesat agak pahit. Itulah cara termudah untuk mengukur pH. 
Namun cara ini sama sekali tidak bisa diandalkan, dan saya pribadi tidak mensyaratkannya, terlebih pada air limbah (Gile lu ndro bisa modar kalau air tersebut ternyata beracun eh kita cobain T_T)

2. Menggunakan Indikator Tetes
Cara kedua dalam mengukur pH ini adalah cara yang biasa kita temukan dalam aktivitas titrasi. Prinsipnya adalah pengamatan warna pada setiap perubahan pH. Secara mudah, kalau pH dari larutan tersebut adalah basa maka larutan tersebut akan berwarna merah (Pake indikator pp). Ada beberapa indikator tetes yang biasa digunakan dalam pengukuran pH. Yakni PP, SM dan MM. 
Kekurangan dari indikator tetes ini adalah, pengukurannya berdasarkan subjektivitas si pengamat. Dan nilai yang didapatkan tidak pasti dan masih sekedar pengamatan.

3. Menggunakan Kertas Lakmus
Cara ketiga ini menggunakan kertas yang dibuat dari suatu jenis tumbuhan khusus yang dapat memberikan reaksi perubahan warna ketika menemukan kondisi pH tertentu.
Ada lakmus biru dan lakmus merah. Dimana biru menandakan Kondisi basa dan merah menandakan kondisi asam (Mohon dikoreksi jika salah).
Termasuk dalam cara ini adalah dengan menggunakan kertas pH (Yang menunjukan perubahan warna ketika mengukur pH tertentu).
Kelebihan dari pengukuran pH cara ini adalah bisa dilakukan dengan cepat. Kekurangan dari pengukuran pH dengan cara ini adalah tidak didapatkannya nilai pH yang spesifik dan juga tidak bisa mengukur cairan yang berwarna pekat (kertas pHnya kena tempel warna dari sampel).

4. Menggunakan pH meter Handy digital
Cara pengukuran ini adalah cara yang paling banyak digunakan, karena alatnya kecil dan dapat dibawa kemana-mana. Selain itu juga memberikan hasil yang akurat hingga nilai pH dalam koma.
Selain itu harga dari pH meter jenis ini cukup murah, sekitar 200 ribu hingga 900 ribu rupiah saja.

Kekurangan dari pH meter digital ini kadang pembacaanya tidak stabil, namun saya tetap lebih menyarankan yang ini dibanding Anda mengambil pH meter kertas.

5. pH meter On Site
pH meter jenis ini biasanya diletakan pada suatu equipment atau tangki secara permanen. Fungsinya adalah untuk mengamati perubahan pH pada larutan atau zat yang sedang di proses. Biasanya pH meter jenis ini dikoneksikan dengan suatu valve, ataupun dosing pump yang memberikan injeksi chemical otomatis bila suatu keadaan tercapai atau terlampaui.
Untuk pH meter jenis Onsite, Cheminnusa menyediakan pH meter dari Jumo dan juga dari Lusso (Untuk yang Lusso harganya dijamin murah)

Sekian informasi tentang pH meter itu penting di ukur, dan juga alat-alat pH meter. Sampai jumpa di lain kesempatan.



Salam Olah-Air.com


Mr. Anggi

Bagikan

Jangan lewatkan

Apa itu pH dan Mengapa Penting untuk diukur?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.