Thursday, 22 October 2015

Cara Mengetahui Kadar COD Tanpa Melakukan Analisa di Lab

Cara Mengetahui Kadar COD Tanpa Melakukan Analisa di Lab

Untuk mendapatkan Update informasi terbaru tentang Olah-air.com silahkan Likes Fan Page Facebooknya di : www.facebook.com/olahairdotcom

Hallo sobat olah-air.com sekalian.
Sudah lama sekali belum menulis lagi, karena kesibukan dalam proyek dan satu serta lain hal.
Walau begitu, saya melihat grafik olah-air.com yang terus naik hmm.. Berarti Blog ini benar-benar dibaca ya? Alhamdulillah kalau begitu :)

Kalau Mau Menurunkan COD Baca Ini : Cara Menurunkan COD dalam Air Limbah

Baiklah, kali ini kita akan membahas suatu ilmu karuhun.. Suatu ilmu rahasia yang tidak akan Anda dapatkan dalam buku manapun. Baik dalam metcalf eddy sekalipun. ilmu mengenai cara mengetahui kadar COD Tanpa melakukan analisa di Lab ini ilmu yang sangat mahal sekali. Karena saya dapatkan berdasarkan pengalaman, pengamatan serta trial dan error di lapangan. Untuk itu, bagi teman-teman pembaca setia Olah-air.com Silahkan kita simak baik2 ya :)

COD apakah itu?
Saya yakin teman-teman sekalian sudah familiar dengan yang namanya COD, COD bukan artinya Cash On Delivery (seperti ala Kaskus). Namun COD disini adalah Chemical Oxygen Demand, yakni jumlah oksigen yang dihitung secara kalkulasi kimia yang dibutuhkan untuk mengoksidasikan zat-zat yang Ada didalam air.

Lihat Juga : Korelasi Antara COD dan BOD

Apa Coba Kuncinya?
Oke.. Sudah tau kuncinnya? ya Kuncinya adalah Oksigen, serta zat yang dioksidasikan. Berarti Tinggi rendahnya COD ditentukan oleh banyaknya Oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasikan suatu zat. 
Dan perlu diingat lagi, bahwa ada zat yang dioksidasikan... Berarti zat ini berada dalam kondisi valensi/Biloks rendah atau negatif sehingga perlu di oksidasikan.

Apa Saja yang menjadi Ciri dari Tinggi Rendahnya COD di dalam Air?
Beberapa ciri sebenarnya sudah pernah saya tuliskan dalam beberapa pos saya sebelumnya di olah-air.com (Bagi yang ketinggalan silahkan ketik COD di kotak Search)

1. Banyak tidaknya Endapan atau TSS
Banyak atau tidaknya endapan secara langsung mempengaruhi nilai COD pada air. Kenapa? Karena dalam pengukuran COD, yang biasa digunakan adalah Kalium Dikromat (Sillahkan Ingat-ingat kembali pelajaran teknik kimia). Dan Kalium dikromat akan bereaksi dengan apapun yang bisa dioksidasikan. Dan Endapan atau sludge adalah termasuk zat yang bisa dioksidasikan. 
Sehingga, jika kita menemukan suatu sample yang memiliki Endapan atau TSS yang cukup tinggi. Maka bisa dipastikan COD dalam sampel tersebut nilainya tinggi. (lain halnya kalau Anda memisahkan endapannya terlebih dahulu).

Mau Menurunkan Nilai TSS? Lihat Artikel Cara Menurunkan TSS 

2. Bau si Air yang kita temukan
Hal kedua yang dapat menjadi acuan sebagai nilai tinggi atau rendahnya suatu COD adalah bau si sample. Mengenang bau.. Hmm.. Agak kurang enak disebutkan, tapi okelah.. adanya bau pertanda adanya zat aromatik yang terdispersi di udara.. Kata kuncinya.. Zat aromatik.. 
Berarti semakin bau suatu air atau sample maka kemungkinan besar si sample tersebut memiliki nilai COD yang tinggi dan begitu pula sebaliknya.
Kalau Airnya Bau Kemungkinan Besar COD-nya Cukup Tinggi

3. Nilai Viskositas atau kekentalan si Air
Kalau yang ini berdasarkan pengalaman. Biasanya air yang memiliki nilai kekentalan tidak wajar, akan mengandung nilai COD yang tinggi. Kalau dalam kasus pengolahan air limbah hal ini biasanya terjadi pada air limbah yang terlalu banyak diberi dosisi flokulan.

Ada yang Aneh Bos.. Endapan Ga Ada, Bau Juga Engga, Viskositasnya Normal! Tapi kok tetap tinggi?
Oke.. Pertanyaan menarik. .
Sebenarnya tiga ciri diatas hanya jadi dugaan awal saja. Namun jika tiga ciri diatas tidak ada pada sample air yang kita terima. Maka mari merenung sejenak tentang proses yang ada sebelumnya (Silahkan baca Kriteria Waste Water Engineer untuk Info ini).

Ingatlah atau coba lakukan introgasi tentang proses sebelumnya atau bagaimana si air bisa menjadi air limbah..

Dari sana akan ketahuan zat apakah yang menyebabkan si air memiliki nilai COD tinggi. Dan hal ini tidak bisa dilakukan hanya dengan pengamatan panca indra saja, namun harus sudah memakai intuisi.
Dalam beberapa kasus, misalnya di pabrik plating.. Anda harus ingat bahwa ada proses menggunakan Chrom. Dan Kemungkinan ada Chrom 3 disana.. Dan itu berarti harus dioksidasikan (Ngaruh ni sama nilai COD).

Dan kasus lainnya dalam produce water (Produce water itu adalah air yang dihasilkan dari aktivitas pengeboran, silahkan ngobrol dengan mud engineer tentang hal ini). Dalam produce water, kita harus ingat disana terdapat banyak sekali tambahan mineral. Namun zat apakah yang menyebabkan nilai CODnya menjadi tinggi? Hehe Apa Coba?? Coba ingat lagi kata kunci untuk COD.. Dan silahkan tebak sendiri.. (Ayoo Belajar masa disuapin terus) :).

Oke.. Sekian Postingan tentang Cara mengetahui kadar COD dalam Air tanpa Melakukan Analisa di Lab. Untuk mendapatkan Update informasi terbaru tentang Olah-air.com silahkan Likes Fan Page Facebooknya di : www.facebook.com/olahairdotcom

Salam Olah-Air.com

Mr. Anggi Nurbana

PS: Untuk Mendapatkan Update Terbaru dari postingan Artikel Olah-air.com. Disarankan untuk meng-add saya di google plus. Karena google memiliki fasilitas autoshare untuk setiap artikel terbaru, jadi Anda tidak akan pernah kelewatan info dari saya.


Bagikan

Jangan lewatkan

Cara Mengetahui Kadar COD Tanpa Melakukan Analisa di Lab
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.