Friday, 11 September 2015

Honeycomb "Sarang Tawon" vs Bio Ball mana yang Lebih baik

Honeycomb "Sarang Tawon"  vs Bio Ball mana yang Lebih baik

Sarang Tawon Vs Bio Ball

Selamat Pagi.
Hallo sobat olah-air sekalian
Jumpa lagi dengan Mr. Anggi dalam postingan terbaru di Olah-air.com
Kali ini kita akan sharing bersama tentang suatu perbandingan teknik pengolahan. Kedua teknik pengolahan ini sudah umum dipakai di dunia waste water treatment, dan peruntukannya pun sama. Yang membedakannya adalah prinsip ataupun kesukaan sang waste water engineer. Apa itu? Berikut adalah jawabannya.

Honeycomb vs Bio Ball
Ini Salah satu jenis Sarang Tawon

Honeycomb atau orang biasa menyebutnya sarang tawon, merupakan tempat hidup bakteri artifisial yang dibuat dengan bentuk menyerupai sarang tawon. Bahan pembuatnya hmm apa ya.. Seperti mirip plastik. Terkadang bentuknya mirip dengan sponge cuci piring, namun dengan ukuran mesh atau pori lebih besar.

Mau Dapet Terus Update ilmu Water Treatment?? Add Saya disini

Bioball, merupakan tempat hidup bakteri yang terbuat dari plastik (sekarang). Bentuknya bervariasi dari mulai berbentuk seperti rambutan, bentuk seperti bola golf dan juga berbentuk seperti kubus.
Kedua jenis alat ini digunakan sebagai alat bantu untuk membuat bakteri betah berlama-lama dalam tangki aerasi. Keduanya pun digunakan untuk menambah kapasitas dan waktu tinggal bakteri yang ada di tangki aerasi. Pertanyaannya manakah yang lebih efektif? Mari kita bahas satu persatu.

Luas Area Honeycomb vs Bioball
Secara luas area, sebenarnya tidak ada rumusan pasti dalam membedakan kedua tempat tinggal bakteri ini. Secara luass Honey comb atau sarang tawon telah banyak diterapkan diperusahaan-perusahaan makanan ataupun minyak goreng. Dengan menempatkannya di pinggir bagian bawah ataupun tengah tangki aerasi. Saya pribadi menggunakan honeycomb tidak menggunakan rumus tertentu. Hanya berdasarkan pengalaman saja. Dengan menggunakan sarang tawon ini suatu tangki aerasi yang seharusnya didesain besar bisa di desain dengan lebih kecil, biasanya dapat memangkas setengah hari flow per-hari.

Untuk Bio Ball, Tidak ada rumusan pasti juga dalam menghitung bioball yang diperlukan. Saya pribadi menganggap 1 buah bio ball dapat mengcover 1 sampai 2 m2 area di tangki aerasi. Untuk safety, sayapun menganggap penggunaan bio ball untuk memangkas setengah dari flow harian wwtp.

=======================================================================
Kunjugi Juga Artikel Lainnya www.olah-air.com
=======================================================================

Penempatan Sarang Tawon vs Bio Ball
Sarang tawon, ditempatkan pada sisi-sisi tangki aerasi. Biasanya ditempatkan pada bagian tengah ataupun bagian bawah dari tangki aerasi. Dengan catatan cukup jauh dari daerah suction ataupun inlet tangki aerasi. Hal ini untuk menghindari rusaknya si sarang tawon, ataupun terhisapnya si sarang tawon ke dalam pompa.
Bio Ball Bentuk Bola Golf

Bio Ball, dengan bentuknya yang menyerupai bola tidak memerlukan tempat khusus. Sifatnya yang dinamis mampu menjangkau seluruh area aerasi. Namun sifat ini jugalah yang membuatnya wajib memiliki pembatas area, kenapa? karena Bioball ini rentan untuk meng-ikut kedalam tangki selanjutnya, bahkan terkadang terhisap kedalam pompa. Oleh karena  itu dalam penempatannya, Bio Ball harus ditempatkan dalam suatu tempat tertentu istilah gampangnya adalah di kerangkeng untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tadi disebutkan.

Daya tahan Sarang Tawon vs Bio Ball
Bio Ball Bukan Jurusnya RX Bio

Sarang tawon, karena dibuat dari bahan plastik lembaran atau terkadang dibentuk dari gumpalan benang (Sayapun kurang mengerti bahan pembuatanya karena si sales yang jual ke saya juga sama tidak mengertinya Pokoknya tau pasang aja) memiliki daya tahan terbatas. Pada situasi asam tinggi ataupun basa tinggi, sarang tawon dapat dengan mudah hancur. Makanya sarang tawon disarankan untuk dipilih hanya untuk air limbah dengan kadar pH yang relatif stabil.

Lain halnya dengan Bio Ball, untuk urusan daya tahan Bio ball jauh lebih baik dari sarang tawon. Kondisi asam tinggi ataupun basa tinggi tidak menjadi masalah bagi Bio Ball. Oleh karena itu untuk air limbah  dengan tingkat asam yang tinggi, disarankan untuk memilih bio ball sebagai media bakteri di tangki aerasi.

Kelebihan dan Kekurangan Sarang Tawon vs Bio Ball
Tiada gading yang tak retak, begitulah kata pepatah yang berarti tidak ada satupun yang sempurna. Baik sarang tawon maupun bio ball memiliki kekurangan masing-masing. Namun secara mudah berikut adalah kekurangan dan kelebihan masing-masing :
a. Sarang Tawon
Sarang tawon mudah dalam pemasangannya, karena tidak memerlukan krangkeng khusus. Kekurangannya sarang tawon mudah hancur karena asam ataupun basa dari air limbah.
b. Bio Ball
Bio Ball memiliki kelebihan dapat menjangkau area aerasi yang luas dikarenakan sifatnya yang mobil, selain itu bio ball lebih tahan terhadap serangan asam maupun basa dari air limbah. Kekurangannya terletak pada cara pemasangannya yang memerlukan kerangkeng khusus, karena jika tidak bio ball dapat kabur terhisap pompa.


Sekian sharing kita kali ini, mudah-mudahan kita dapat segera berjumpa kembali dalam kesempatan selanjutnya. Ingat, Bijak-bijaklah dalam menggunakan air, karena air adalah salah satu komponen kehidupan terpenting dan lagi sekarang musim kemarau hehehe.
Good Life, Clear water
Salam Hangat,

Olah-air.com
Mr. Anggi Nurbana

Bagikan

Jangan lewatkan

Honeycomb "Sarang Tawon" vs Bio Ball mana yang Lebih baik
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.