Saturday, 23 May 2015

[SHARE] Cara Menurunkan Hardness (Kesadahan) Dalam Air di Dunia Industri

Selamat Siang, sobat olah-air.com sekalian..
Alhamdulillah kali ini saya sedang ada waktu senggang.. sehingga sempat untuk menuliskan artikel ini.

Kali ini kita akan bersama sama membahas tentang

Cara Menurunkan Hardness (Kesadahan) Dalam Air di Dunia Industri


sebelum kita masuk kedalam inti pembahasan, ada baiknya kita runut dulu dari awal ya sob :). Yakni kita mengenal dulu apakah Hardness itu?

Mengenal Hardness

Hardness atau kesadahan yang kita bahas kali ini adalah air yang mengandung Ion-Ion kalsium (Ca) dan Magnessium (Mg) dalam tingkat yang cukup tinggi (Kalau saya pribadi menilai air tersebut tinggi hardnessnya jika hardness ada diatas 150 mg/L). 

Bagaimana Hardness atau Air Sadah dapat terjadi??

 yang pertama jelas karena kehendak ALLAH SWT :) (So Pasti). Selanjutnya air sadah adalah air yang secara alami memang ada di alam kita ini, hal ini karena ion-ion kalsium dan magnesium relatif mudah larut dalam air (Kecuali CaSO4 dan MgSO4). kita bisa menemukan banyak sekali air ber-hardness tinggi di daerah pegunungan kapur, danau (Beberapa) di sekitar rawa dan lain sebagainya. Bahkan disekitar area jakartapun (Khususnya daerah Jakarta Utara) tidak jarang kita akan menemukan air disana mengandung hardness yang cukup tinggi.

Hardness Harus dihindari

Dalam dunia Industri keberadaan hardness harus dihindari, khususnya untuk industri-industri yang menggunakan boiler steam dan pada industri yang memiliki persyaratan khusus, pasalnya keberadaan hardness dalam boiler dapat menyebabkan terjadinya scale pada boiler yang lama kelamaan dapat mempengaruhi pressure si Boiler, sehingga si Boiler tersebut nantinya tidak dapat memberikan keluaran Steam yang maksimal, bahkan lebih parah lagi Boiler tersebut dapat meledak (Jika tidak percaya silahkan dicoba hehehe).

Cara Menurunkan Nilai Hardness

Oke sekarang kita masuk ke inti tulisan kali ini, yakni cara menurunkan nilai hardness.
Setelah kita membahas basicnya diatas, kita akan membahas bersama tentang tekniknya.
Berikut adalah beberapa teknik yang bisa kita lakukan untuk menurunkan nilai hardness.

1. Proses Pendidihan

Proses pendidihan dapat menurunkan nilai hardness namun terbatas pada hardness yang ada pada senyawa-senyawa karbonat (HCO3). Sayanganya proses pendidihan dalam real sebenarnya membutuhkan banyak energi sehingga tidak efisien jika dipandang dari sudut pandang ekonomi.

2. Menggunakan bahan kimia (Chemical)

Ada bahan kimia yang dapat menurunkan nilai hardness seperti penambahan Na2CO3 bercampur dengan Mg(OH)2. sebenarnya cara ini cukup bagus dan dapat diaplikasikan, namun hanya sebatas dunia laboratorium Mengapa? karena penambahan chemical seperti yang disebutkan sebelumya berpotensi untuk menaikan nilai TDS dalam air. sehingga di Industri pada umumnya cara ini nyaris tidak pernah saya temukan (Pengalaman nih Sob). Apalagi di Indonesia ada batasan untuk nilai TDS pada air limbah, yakni 2000 mg/L... dan penambahan chemical berpotensi membuat standar tersebut terlewat.. Nah Lho..

3. Proses Softener

Softener adalah alat atau tangki atau vessel yang diisin dengan cation resin dengan NaCl sebagai regenerantnya. Prosesnya simple hanya memerlukan feed pump dan dibarengi dengan Pre-treatment yang mumpuni. Proses inilah yang lazim digunakan pada dunia Industri. 
Proses dengan menggunakan softener ini harus dihitung dengan cukup teliti, sehingga volume resin yang diberikan benar-benar tepat. Karena jika terlalu sedikit maka proses softnening akan terganggu dengan aktivitas rinsing dan backwash yang terlalu sering. Dan hal ini akan berdampak pada stabilitas air output yang diinginkan. 
Selain itu, Jika resin yang diberikan terlalu banyak maka akan berpengaruh pada keefektifan proses penurunan Hardness. Nantinya jika terlalu banyak resin yang diberikan maka jumlah chemical yang diperlukan untuk regenerasi akan menjadi terlalu banyak dan nantinya akan berbalik menaikan nilai tds pada reject water (Waste Water). 

PERANCANGAN PROSES PRETREATMENT ADALAH KUNCI

Proses penurunan Hardness akan benar-benar berjalan dengan optimal jika pretreatment yang diberikan benar-benar pas. Hal ini dilihat juga dari parameter air input yang diberikan. 
Karena sebagai seorang water engineer yang berpangalaman kita pasti menemukan bahwa kebanyakan air yang mengandung Hardness yang tinggi juga memiliki kandungan mineral yang lain, seperti : Iron (Fe) dan Mangan (Mn).
Untuk itu, sekali lagi kita harus benar-benar memperhitungkan hal-hal tersebut secara detail. Karena salah-salah proses softening yang kita lakukan akan kurang efektif dan bahkan terganggu karena Suspended Solid-lah, Organic Content lah, Iron-lah, dsb (Lebih Lengkap silahkan Buka Artikel ini)
Untuk Itu disarankan menggunakan jasa ahli water engineering CHEMINUSA untuk mendapatkan hasil terbaik.

LANGKAH MUDAH MENURUNKAN HARDNESS

ada langkah yang benar-benar mudah untuk menurunkan nilai Hardness dalam air. Yakni dengan menekan  tombol 0852 8832 5902 hehe.. Kontak saja kami segera. Kami akan dengan senang hati membantu Anda di Seluruh Indonesia untuk mendapatkan Output air yang diinginkan. Baik itu air yang akan Anda Gunakan untuk Boiler, Farmasi, Power Plant dan Lainnya. 
Silahkan Hubungi kami segera, kami berikan Anda solusi serta langkah-langkah yang tepat untuk menurunkan Hardness.

Oke Cukup sekian Sharing Kita hari ini.. Kita sambung pada sharing olah-air.com berikutnya ya..

see you sob :)

Bagikan

Jangan lewatkan

[SHARE] Cara Menurunkan Hardness (Kesadahan) Dalam Air di Dunia Industri
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.