Thursday, 21 September 2017

5 Kesalahan Dalam Mendesain RO System

5 Kesalahan Dalam Mendesain RO System



Selamat datang kembali di website kesayangan kita yang selalu memberikan ilmu-ilmu seputar water treatment. Kali ini kita akan membahas tentang beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para praktisi dibidang water treatment.

Kesalahan tersebut adalah seputar desain RO. Yang dimana, saya cukup banyak menemukan dilapang terjadi bukan hanya sekali atau dua kali namun sering kali ditemukan.

Dan yang lebih parahnya lagi, customer yang menghubungi kita mau terjadi perbaikan secara permanent dan tahan lama namun hanya dengan mengandalkan mengganti membrane. Ya, kebanyakan dari mereka hanya menyalahkan membrane yang dipakai atau installasi yang dipasang tidak sesuai. Haduh haduh..

Okelah, dari pada kita terlalu lama dipembukaan yang akhirnya malah kaga jelas juga mau dibawa kemana. Kita langsung saja ke materi utama sesuai judul diatas “ 5 Kesalahan Dalam Mendesain Sistem RO

1. Tidak menggunakan Pretreatment


Kesalahan pertama yang paling umum saya temukan dilapangan adalah, ketika sang kontraktor ataupun owner memiliki RO yang tidak ada pretreatmentnya.

RO tanpa Pretreatment adalah pencerminan dari  salah satu dari dua hal, antara Si Kontraktor yang kurang ilmunya, atau si Owner yang hanya mau tahu murahnya saja (Seriusan ini).

Ketiadaan Pretreatmtent pada system RO merupakan kesalahan yang sangat fatal. Karena ini akan mengakibatkan umur membrane yang semakin berkurang. Bilamana sebuah membrane standarnya bisa digunakan untuk system Reverse Osmosis selama 6 bulan sampai 1 tahun, maka dengan tiadanya Pretreatment di System RO usia si Membrane tadi bisa berkurang hingga setengahnya.

Masalah lain yang bisa terjadi adalah, naiknya konduktiviti atau TDS dari Air Permeata/Product. Hal ini disebabkan karena partikel pasir ataupun hypochloride yang merusak permukaan membrane sehingga terjadi proses RO yang tidak sempurna.

Lihat Juga : Tips Dalam Memilih Material Tangki

2. Menggunakan Pipa PVC


Kesalahan selanjutnya dalam mendesain system reverse osmosis adalah, ketika si Kontraktor menggunakan pipa PVC dalam prosesnya.

Perlu diingat, proses Reverse Osmosis akan melibatkan pompa bertekanan tinggi. Sehingga dapat berpotensi memecahkan pipa PVC dalam prosesnya. Oleh karenanya dalam proses RO khususnya RO untuk industry, saya selalu menggunakan Pipa Stainless ataupun Hardened PE dalam prosesnya. Untuk menghindari pecahnya pipa saat proses.

Resiko terkecilnya adalah akan adanya kikisan pipa PVC yang masuk ke membrane akibat terikut aliran high pressure.

Lihat Juga : Tips Memilih Pompa RO Untuk Air Laut

3. Tidak Memiliki Interlock

Keselahan ketiga dalam proses perancangan Reverse Osmosis adalah ketika system yang dibuat ini tidak memiliki interlock. Bagi yang belum tahu, interlock secara sederhana adalah sebuah system pengamanan yang dipacu oleh suatu keadaan lain.

Salah satu contohnya adalah sebuah Sistem RO di perusahaan Farmasi kota hujan. Disana system RO-nya tidak memiliki interlock untuk mematikan mesin ketika tangki penampungan hasil sudah penuh. Sehingga air akan luber jika mesin lupa dimatikan ketika tangki penuh.

Beberapa contoh interlock yang sebaiknya Anda pasang dalam system RO Anda adalah :
a. Interlock Pompa RO dengan Tangki Permeate
b. Interlock Over Pressure dengan Pompa RO
c. Interlock dengan system CIP ketika nilai tds melewati batas permeate

Lihat Juga : Cara Membaca P&ID Water dan Waste Water Treatment Plant

4. Hanya Berstandar Parameter TDS 

Kesalahan keempat dalam perancangan system RO adalah ketika yang menjadi kuncian di panel RO Anda hanyalah parameter TDS atau Conductivity saja. Hal ini sebaiknya Anda hindari untuk kebaikan Anda sendiri (dan usaha Anda tentunya).

Proses Reverse Osmosis, kebanyakan ditujukan untuk mendapatkan air yang murni yang tercermin dari nilai TDS yang rendah. Hal ini sedikit benar, namun untuk jangka panjang jadi salah. Lho kok gitu?

Ya iyalah om, Perlu Anda tahu bahwa standar baku mutu air minum bukan hanya berkutat dinilai TDS saja. Namun ada nilai lainnya seperti pH, Mikroba dan logam berat.

Dan system RO, hanya bisa untuk mengeleminasi dua cemaran yang saya sebutkan terakhir tapi tidak bisa menjaga nilai RO berada pada range netral. Oleh karenanya saya sarankan untuk para pembuat RO (Reverse Osmosis) untuk memasang On Site transmitter lainnya pada mesin RO mereka. Agar bisa menjaga kenetralan nilai pH air yang dihasilkan.

Lihat Juga : 6 Jenis Trouble Pada Sistem Reverse Osmosis

5. Tidak ada precaution system


Kesalahan kelima dari RO yang banyak dibuat oleh kontraktor lain di luar sana adalah, ketiaadaan precaution system di system RO mereka.

Karena, tahukah Anda bahwa air permeate RO dapat naik nilai TDSnya jika disimpan saja dalam tangki penyimpanan. Oleh karenanya perlu proses penjagaan dengan sirkulasi permeate agar tidak terjadi kenaikan nilai TDS.

Selain itu, agar tidak timbul bakteri di air ro yang telah kita hasilkan. Penting sekali untuk menginstal disinfection system pada use point air RO tersebut, khususnya bagi para pelaku usaha dunia consumer goods seperti makanan dan minuman. Karena saya pernah menemukan adanya Air permeate RO yang memiliki kandungan coliform dalam jumlah tinggi akibat ketiadaan disinfection system.

Nah itu dia, sudah lima kesalahan yang kita bahas. Saya rasa sudah saatnya kita berhenti. Sebab, tidak baik untuk mencari-cari kesalahan orang hehehe.
Sekian dari saya mohon maaf jikalau ada kekhilafan dalam penulisan artikel 5 kesalahan dalam mendesain system Reverse Osmosis. Mudah-mudahan kita dapat berjumpa dikesempatan lainnya.



Salam Hangat,

Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Saturday, 22 July 2017

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor Dalam Air

teknik tercepat dan yang bagus untuk phospate dan ortofosfat

Bagi yang sering berkecimpung dalam dunia perairan seperti saya, tentu tidak asing lagi dengan unsur yang bernama phosphor ini.

Unsur yang berada pada golongan yang sama dengan nitrogen ini sejatinya merupakan unsur yang dibutuhkan dalam perkembangan tanaman. Maka dari itu, cara mendeteksi keberadannya pada perairan juga mudah. Jika kita menemukan banyak tanaman air muncul dan berkembang, maka berarti disana banyak terkandung Phosphor.

Phosphor di Air, Baik atau Buruk?
Segala sesuatu yang diciptakan oleh ALLAH SWT pastilah memiliki manfaat. Dan semuanya diciptakan oleh ALLAH ya Latif secara detail, halus serta berimbang. Hal ini bisa kita lihat dari keberadaan phospor dalam air murni aslinya berada pada kisaran yang masih bisa ditolerir dan memang diperlukan oleh tanaman serta hewan yang berada di perairan. Sehingga ada yang mengatakan keberadaan phosphor di air itu baik.

Namun berbeda halnya dengan sekelompok orang yang menemukan bahwa, keberadaan phosphor pada air justru akan membuat masalah tersendiri. Masalah tersebut disebut eutrophikasi, yang berarti keberadaan nutrisi anorganik pada badan air yang membuat tanaman air tumbuh secara tidak terkendali.

Tumbuhnya tanaman air secara tidak terkendali tentu menjadi masalah yang serius. Mengingat tanaman yang tumbuh secara masif akan menghalangi laju masuknya oksigen ke dalam air. Dan hal ini sama dengan mengurangi jumlah DO dalam air, yang berakibat pada kematian hewan-hewan dalam air seperti ikan dan udang-udangan.

Terlebih lagi, tanaman air juga nantinya akan membuat pendangkalan badan air ketika tanaman tersebut mati dan tenggelam dalam badan air.

Phosphor, Dari Mana dia berasal?
Kalau ditanya seperti ini, tentu jawabannya adalah dari ALLAH SWT. Namun yang menjadi biang kerok kelebihan phosphor dalam badan air kali ini tetaplah manusia. Karena aktifitas manusia yang membuang limbah pada badan airlah yang membuat si Phospor ini banyak terkandung pada air.

Lihat Juga : 5 Kesalahan Dalam Mendesain Sistem RO

Phosphor Yang Biasa Ditemukan Di Perairan
Setidaknya ada dua jenis molekul yang biasa menyumbang phospor dalam jumlah yang cukup banyak. Dua molekul tersebut adalah :

a. Orthophospate
Kita biasa mengenalnya sebagai Phospate atau Fosfat, yang merupakan gugus molekul PO4 yang banyak terdapat pada pupuk serta zat anorganik lainnya. Dalam dunia analisa, metode pengujian zat ini dilakukan secara spektrofotometri dengan Molybdenum Blue sebagai indikatornya.

b. Poliphospate dan Fosfate Organik
Adalah phospate yang biasa berikatan pada zat organik. Karena biasa ditemukan pada zat organik, maka dari itu ikatan kimia polifosfat dapat berbentuk siklik. Dalam dunia analisa, poliphosfat dan phospate organik diuji dengan metode tidak langsung. Metode ini melibatkan proses destruksi dan pendidihan yang diakhir dengan pembacaan dengan spektrofotometer.

Lihat Juga : 6 Hal Yang Harus Di Jaga Pada Proses Biologi Air Limbah

Cara Menghilangkan Kandungan Phosphor
Walaupun cukup banyak yang mendukung keberadaan phosphor dalam air, namun hal tersebut tetap tidak membenarkan kandungan zat yang satu ini ada secara berlebihan. Karena kita tahu apapun yang ada secara berlebihan tentu akan menjadi suatu masalah dikemudian hari termasuk ya si Phosphor ini.

Nah, maka dari itu berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang dapat kamu tempuh untuk dapat menghilangkan phosphor dari badan air kamu.

a. Proses Koagulasi
Proses koagulasi adalah proses favorit yang paling banyak dipakai dalam mengurangi ataupun mengeleminiasi secara total kandungan phospfor dalam air. Prosesnya dilakukan dengan menambahkan zat koagulan yang dapat menggumpalkan phosphor sehingga dapat diendapkan. beberapa koagulan yang dapat kamu gunakan antara lain ; Tawas, PAC, Ca(OH)2, dan FeCl3.

Proses koagulasi bisa jadi tidak efektif untuk menghilangkan phosphor dalam air, manakala kandungan phospfor terlalu sedikit. Ataupun bisa juga ketika TDS air limbah telah mendeketi ambang batas baku mutu yang diperbolehkan.

Lihat Juga : Cara Mengecilkan Ukuran Area WWTP

b. Proses Biologi
Proses menghilangkan phosphor dalam air menggunakan teknik biologi, biasanya dipilih untuk jenis phospor organik yang kandungannya tidak terlalu tinggi. Hal ini mengingat kemampuan bakteri untuk dapat menguraikan phospor juga terbatas.

Proses biologi yang biasa digunakan adalah aerob dan anerob. Dimana nantinya Phospate akan berubah menjadi sludge bio mass yang lewat PAO (Phosphor Accumulating Organism).

Kekurangan proses biologi ini adalah karena prosesnya berlangsung secara lebih lama hingga mencapai titik ready. Dan juga memerlukan wilayah yang lebih besar.


c. Proses Filtrasi
Proses ketiga ini biasaya dilakukan pada phospate dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi dan dalam debit yang rendah. Media filter yang dapat anda pilih adalah Zeolite dan juga kapur.

Proses filtrasi ini dapat menggunakan teknik pressure pumping ataupun secara gravitasi.

Nah itu dia tiga cara menghilangkan kandungan phosphor dalam air. Semoga pengetahuan ini menjadi manfaat bagi para pembaca sekalian. Dan saya mohon maaf jika dalam penyampaiannya ada bahasa-bahasa yang membingungkan saudara-saudara sekalian. Demikian artikel kita kali ini, sampai jumpa dilain kesempatan.


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Monday, 10 July 2017

Cara Menghilangkan Warna di Air Limbah

Cara Menghilangkan Warna di Air Limbah

cara tercepat membuang warna di air limbah tekstil


Assalammu'alaikum wr. wb.
Apa kabar sobat olah-air.com sekalian? semoga sehat selalu dan diberikan keberkahan dalam setiap aktifitasnya.

Kali ini kita akan membahas tentang warna mewarnai, alias cara menghilangkan warna di air limbah. Proses penghilangan warna di air limbah ini menjadi cukup penting kita bahas karena warna pada air dapat menjadi indikasi penting tentang keberadaan polutan. Baik pollutant tersebut berbahaya ataupun tidak.

Warna Tidak Ada di Baku Mutu Air Limbah?

Kalau kita mau melihat ke dalam standar baku mutu air limbah yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia, ternyata kita tidak menemukan adanya parameter warna yang menjadi patokan buangan air limbah itu sendiri. Makanya, jangan heran kalau banyak perusahaan yang ketika membuang air limbahnya merasa baik-baik saja padahal air limbah mereka masih berwarna pekat.

Pemenuhan Warna Air Limbah Untuk Ketenangan Masyarakat dan Estetika
Sebagai seorang pengusaha, tentunya ingin agar usahanya berjalan dengan langgeng, aman dan damai tanpa ada banyak gangguan dari beragam pihak.

Gangguan tersebut biasanya bukan terjadi tanpa alasan, namun malah bisa menjadi suatu indikasi suatu masalah harus diselesaikan. Karena jika tidak diselesaikan gangguan-gangguan tersebut dapat menjadi sumber kebocoran dana besar dan merugikan bagi perusahaan. Salah satu yang sering dijadikan alat pemerasan ya adalah masalah warna pada air limbah ini.

Warna air limbah yang berbeda dengan warna air pada asalnya atau bahkan bisa berwarna pekat hingga tidak tembus cahaya dapat menjadi suatu polemik di masyarakat. Untuk masyarakat yang berada disekitar bantaran sungai ataupun yang menggunakan sumur dangkal tentunya akan merasakan keresahan yang bukan main.



Masyarakat yang tadinya merasa aman dan nyaman untuk dapat menggunakan air sungai, akhirnya merasa khawatir dan takut untuk menyentuh air yang dulu mereka biasa gunakan tersebut.

Walau dengan sejuta klaim yang telah diberikan oleh para pengusaha dan bagian EHS mereka, dalam otak kita sebagai manusia sehat tentu ragu bahwa air yang berwarna pekat tersebut bisa digunakan Jangankan kita, merekapun yang para pengusaha ataupun pekerja pabrik penghasil limbah itupun pasti takut menggunakannya.

Walau dengan sejuta klaim yang telah diberikan oleh para pengusaha dan bagian EHS mereka, dalam otak kita sebagai manusia sehat tentu ragu bahwa air yang berwarna pekat tersebut bisa digunakan Jangankan kita, merekapun yang para pengusaha ataupun pekerja pabrik penghasil limbah itupun pasti takut menggunakannya.
Lihat Juga : Cara Penanganan Lumpur Aktif Berlebih di Sistem WWTP

Masalah Warna Pada Air Limbah, Harus diatasi!
Yup demi menghilangkan keresahan warga dan juga demi menutup lubang kebocoran dana tutup mulut yang harus perusahaan Anda keluarkan setiap waktu maka solusi yang terbaik adalah dengan menghilangkan warna pada air limbah yang Anda hasilkan tersebut.

Targetnya tidak perlulah hingga benar-benar bening seperti air kemasan, minimal hingga sampai tembus cahaya ataupun warna tersebut hanya nampak seulas saja. Hal tersebut tentu sudah dapat membuat warga sekitar menjadi lebih tenang dan kantong perusahaan juga lebih aman hehehe..

Warna Pada Air, Dari Mana Sumbernya?
Kalau ditanya seperti ini, tentu jawaban saya adalah banyak. Sebab banyak sekali faktor yang dapat menjadi donatur dalam mewarnai air limbah tersebut. Dari mulai TSS, logam berat, zat organik dan lainnya. Yang tentunya tidak dapat kita generalisir.

Namun yang dapat Anda jadikan pegangan adalah, jenis kegiatan apa yang ada di perusahaan Anda sehingga dapat menghasilkan limbah berwarna seperti sekarang?

Dari sana kita tentu dapat menguraikan treatment yang sesuai untuk mengurangi ataupun bahkan menghilangkan warna yang melekat pada air limbah tersebut.

Cara-Cara Menghilangkan Warna di Air Limbah
Untuk dapat menyelesaikan suatu masalah, tentu kita harus menemukan akar masalah tersebut terlebih dahulu agar solusi yang diberikan menjadi efektif. Dan dalam hal ini saya akan coba memberikan beberapa solusinya langsung sedangkan akar masalahnya harus Anda temukan atau anda cocokan dengan solusi yang saya berikan ini.

1. Koagulasi dan Flokulasi
Proses ini cocok untuk sumber warna yang berasal dari TSS. Dimaka ketika endapan turun dan menjadi sludge maka serta merta warna juga akan berkurang intensitasnya.
Proses ini diawali dengan pengaturan pH hingga ke pH koagulasi optimal, lalu ditambahkan koagulan yang sesuai untuk jenis limbah tersebut kemudian dilanjut dengan penambahan flokulan.

Proses ini cocok untuk limbah-limbah sebagai berikut : Limbah Domestik, Limbah Pemotongan Hewan, Limbah Textil (Hilir) dan air limbah lain dengan tingkat TSS yang tinggi.

Lihat Juga : Mengenal Teknik Segregasi Air Limbah

2. Oksidasi
Cara kedua untuk menghilangkan warna pada air limbah ini dalah dengan proses oksidasi. Beberapa zat warna dapat dengan mudah dioksidasikan sehingga rusak dan akhirnya tidak lagi mewarnai air. Beberapa oksidator yang dapat anda coba antara lain ; Hidrogen Peroxida, O-Nascent, Hypochlorit.

Cara ini juga bisa digunakan untuk membantu proses koagulasi dan flokulasi manakala pengotor yang ada dalam air perlu dioksidasikan terlebih dahulu agar bisa diendapkan.

Proses ini cocok untuk ; Limbah Domestik, Limbah Pabrik Makanan dan Minuman, Limbah Farmasi, Limbah Textil.

Untuk proses pengeringan menggunakan warna dari sludge dryer


3. Proses Biologi
Cara ketiga untuk menghilangkan warna, adalah bisa menggunakan proses biologi. Cara ini bisa dipakai khusus untuk kasus warna yang disebabkan oleh zat-zat organik. Warna-warna dari industri farmasi, makanan minuman, serta limbah domestik adalah yang termasuk bisa dengan mudah diurai menggunakan proses ini.

Untuk warna yang berasal dari industri tekstil juga dapat diurai namun hasil penguraiannya tidak akan sebaik dengan dua proses sebelumnya.

Lihat Juga : Cost Dari Sebuah Sistem Reverse Osmosis


4. Absorpsi Dengan Media
Cara keempat ini dapat kita temukan banyak aplikasinya dalam setiap IPAL ataupun WWTP. Warna diserap menggunakan media active carbon ataupun ferolite /manganesse. Untuk activated carbon filter bisa untuk menyerap warna dari zat organik. Sedangkan ferolite dan manganesse bisa kita gunakan untuk menyerap zat anorganik seperti besi ataupun mangan.




5. Bleaching
Teknik kelima dalam menyerap warna yang bandel di dalam air limbah adalah dengan menggunakan bahan kimia bleaching. Teknik ini banyak dipakai untuk warna yang mudah rusak ikatannya menggunakan kaporit ataupun clorin.

Namun untuk warna-warna yang pekat sebaiknya menghindari penggunaan bleach sebab akan berakibat pada naiknya nilai tds dan toksitas air.

Itu dia pengetahuan umum mengenai cara-cara menghilangkan warna pada air limbah. Jika Anda masih memerlukan bantuan seputar pengolahan air limbah. Silahkan ikuti petunjuk dibawah ini.

Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana





Baca selengkapnya

Friday, 23 June 2017

MELIHAT 7 Bukti Kekuasaan ALLAH Dalam Water Treatment

MELIHAT 7 Bukti Kekuasaan ALLAH Dalam Water Treatment


Ilmu water treatment atau pengolahan air adalah suatu ilmu yang sangat menarik. Karena ilmu ini begitu dekat penggunaannya dalam kehidupan sehari hari.

Hal ini tentu tidak mengherankan karena air sendiri merupakan suatu bagian yang tidak akan terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan para ilmuwan mengatakan bahwa keberadaan air akan menjadi syarat mutlak adanya kehidupan disuatu tempat.

Semakin perjalanan saya menganalisa, merancang dan membuat suatu sistem water treatment maka ternyata semakin saya dibuat terpesona oleh adanya keajaiban dan kekuasan yang telah Tuhan kita yakni Allah SWT tampakan pada kita selaku manusia.

Dan sungguh, keajaiban tersebut begitu besar dan nyata sehingga patutlah kita bersyukur dan mengagungkan namanya ketika mengingatnya. Namun, mungkin diakibatkan karena fenomena-fenomena tersebut begitu seringnya kita lihat ternyata malah menjadikan kita bersikap biasa saja tanpa adanya rasa bergetar tanda kagum akan kekuasan ALLAH SWT.

Dalam Ayat terakhir surat Ad-Dhuha disebutkan bahwa "Jika Kamu menerima Nikmat, maka beritakanlah". Dan disinilah saya akan coba membuka mata dan hati sobat pembaca sekalian bahwa sesungguhnya ilmu water treatment yang sedang sobat pelajari dengan susah payah ini dengan menggunakan aplikasi mesin yang canggih ini nantinya tidak akan ada apa-apanya dibanding dengan Pertunjukan kekuasaan ilahi.

7 Bukti berikut akan menjadi bukti konkrit bahwa kekuasaan dan kehebatan penciptaan dan Rancangan ALLAH SWT tidak ada bandingannya.

1. Ajaibnya Air Mengalir Dari Pegunungan
proses pengolahan air ajaib

Jikalau disebutkan sumber mata air, tentu yang terpikirkan oleh kita adalah suatu pegunungan dimana disana keluar air yang jernih dan mengalir dengan cukup deras melalui sungai berbatu.

Tapi pernahkah kita berpikir, bagaimana bisa air yang memiliki sifat mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah kok bisa bisanya sih ada di tempat tinggi seperti gunung ?

Para ilmuwan coba menjelaskannya dengan alasan adanya daya kapileritas dan adanya air yang tertahan oleh akar-akaran.

Tapi cobalah kita jujur, apakah penjelasan tadi cukup untuk menjabarkan keajaiban ini? Sesungguhnya tidak.

Munculnya mata air di puncak pegunungan adalah salah satu bukti kekuasaan ALLAH SWT sang Pencipta dan perancang agung alam semesta.

Lihat Juga : Cara Menghilangkan Warna di Air Limbah

2. Proses Filtrasi Lewat Tanah
cara menurunkan cod dan bod di air

Jika Anda memperhatikan bagai mana sebuah air bisa dikatakan sebagai air yang layak untuk digunakan dalam suatu pabrik atau bahkan mungkin rumah sekalipun. Maka kita akan menemukan bahwa air tersebut banyak diantaranya yang melewati suatu proses penyaringan atau filtrasi.

Dan selayaknya sebuah proses filtrasi, maka akan menemukan adanya pompa yang menekan air tersebut dengan tekanan cukup tinggi untuk dapat melewati media sehingga proses penyaringan terjadi.

Disini kita lihat, bahwa sebenarnya perlu kerja keras dan ekstra untuk mendapatkan air yang layak guna. Namun ternyata Allah dalam sistem yang diciptakannya di dunia ini, telah membuat Tanah menjadi suatu alat filtrasi alami yang dapat menyerap beragam racun serta mineral. Sehingga dapat menghasilkan air tanah yang murni dan baik.

Lihat Juga : Perbedaan Air Limbah dan Limbah B3


3. Pemurnian Air Dengan Siklus Hujan
pelajaran kehidupan dalam al-quran

Saya yakin pembaca di olah-air.com ini cukup familiar dengan beragam sistem yang digunakan untuk memurnikan air.

Dalam hal ini, kita akan melihat adanya kesempurnaan penciptaan dimana ALLAH SWT telah menciptakan siklus hujan. Dimana panas matahari dapat menciptakan awan yang dari sana turunlah hujan ke permukaan bumi.

Yang kita akan temukan, bahwa hujan tersebut berasa tawar. Padahal yang banyak kita pelajari di sekolah sejak dahulu adalah sebenarnya hujan itu sendiri berasal dari air laut yang asin.

Dari air laut yang asin dan mengandung Total Dissolved Solid yang tinggi, menjadi air murni yang tawar. Yang dimana hasil tersebut hanya bisa ditandingi oleh teknologi tinggi seperti Reverse Osmosis dan proses demineralisasi.

Bukankah sungguh luar biasa bagaimana ALLAH SWT merancang bagaimana alam ini bekerja dalam segala kesempurnaanya.

Lihat Juga : Aturan Pemerintah Terkait Revitalisasi Air Hujan


4. Organic Matter Removal Via Rawa
cara menurunkan bod dengan anaerobic

Dalam sebuah WWTP ataupun IPAL yang dimana disana masuk limbah cair domestik. Tentu kita akan menemukan adanya sebuah kolam bernama Anaerobic ataupun Anoxic.

Dalam kolam tersebut, terjadi proses penguraian rantai organik dan pelepasan unsur Oksigen dari ikatan rangkap zat organik. Dan tanpa adanya proses tersebut kita akan sangat kesulitan untuk melenyapkan ikatan tersebut.

Kalau dipikir secara mendalam, tentu kita berpikir sungguh luar biasa penemu metode anaerobic ini. Kok bisa-bisanya sih terpikirkan.

Padahal sang penemu tersebut sesungguhnya hanya menjiplak apa yang sudah dirancang oleh sang maha pencipta ALLAH SWT.

ALLAH SWT telah menciptakan rawa, yang dimana disana terjadi proses penguraian rantai organik dengan bakteri anaerob. Dimana tanpa adanya rawa, kita tentu akan menemukan banyak mahluk air yang mati akibat oksigen yang ada didalam air termakan untuk mengoksidasikan zat-zat yang masuk ke air.

Sungguh luar biasa pencipta kita ini, telah membuat keseimbangan di alam. Dan maka pantaslah bagi kita untuk selalu dapat memujinya dalam setiap kesempatan. Karena sebenarnya kita tidak pernah menemukan sesuatupun, kita hanya menjiplak dari contoh-contoh yang sudah diberikan oleh yang maha kuasa.

Lihat Juga : Kriteria Ahli Waste Water Yang Sesungguhnya

5. DO Injection Lewat Ombak
cara cepat untuk melihat bukti kekuasaan ALLAH

Bagi Anda pembaca olah-air.com yang suka pergi melancong ke pantai ataupun ke laut. Tentunya tidak asing dengan yang namanya Ombak.

Dalam kamus besar bahasa indonesia, disebutkan bahwa Ombak adalah gerakan air laut yang naik dan turun dan bergulung-gulung.

Sedangkan dalam istilah kelautan (osenografi) disebutkan bahwa Ombak adalah internal wave yang diakibatkan adanya gaya external dari air itu sendiri seperti gravitasi, angin dan lainnya.

Tapi tahukah Anda, apakah sebenarnya fungsi dari ombak itu sendiri di alam ini?

Ombak adalah suatu proses yang sangat menguntungkan bagi biota air. Kita mengetahui bahwa sesungguhnya semua mahluk hidup itu bernapas. Dan seluruh mahluk hidup (kecuali tumbuhan dan sejenisnya) bernapas menggunakan oksigen. Dan juga kita tahu bahwa oksigen itu adanya di udara?

Lalu bagaimana mahluk-mahluk laut dapat tetap hidup dan bernapas kalau apa yang mereka perlukan tidak ada di tempat mereka hidup?



Untuk menjawab pertanyaan ini, ternyata ALLAH SWT sang master desain telah merancang suatu proses injeksi oksigen ke dalam air melalui ombak.

Lewat adanya ombak, oksigen ditangkap dan ditransferkan ke permukaan air, sehingga mahluk-mahluk yang berada di dalam air dapat hidup dan bernapas.

Hal ini bukanlah kebetulan dan peristiwa alam semata. Sebab kita melihat adanya suatu keagungan penciptaan yang benar-benar dipikirkan dengan matang dan detail.

Dari ombak inilah, kita dapat belajar bahwa diperlukan injeksi udara untuk membuat mahluk air dapat hidup dengan normal makanya kita melihat di akuarium banyak menggunakan blower.

Dan dari ombak ini juga, para engineer yang berkecimpung di dunia water treatment belajar bahwa sebenarnya dalam pengolahan limbah, kita memerlukan adanya bantuan injeksi udara.

Sungguh Maha Agung ALLAH SWT dengan segala bukti penciptaannya. ALLAH maha detail dalam setiap hal.

Lihat Juga : Cara Memilih pH Meter untuk Proses Water Treatment

6. pH Stabilisasi Via Mineral Dalam Tanah
dengan adanya kekuasaan allah yang luar biasa

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya air hujan yang turun ke bumi itu kebanyakan akan memiliki pH yang asam yakni dibawah 7.

pH Air hujan yang merupakan sumber air tawar tersebut tidak cocok untuk kita konsumsi. Namun mengapa setelah masuk ke dalam tanah dan kita ambil pH tersebut menjadi netral bahkan mungkin berada di area alkali (Diatas 7). Yang membuat air tanah menjadi layak untuk dikonsumsi dan relatif lebih aman dibanding dengan air hujan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena di dalam tanah terdapat lapisan-lapisan mineral yang mampu untuk menaikan alkalinitas dan sekaligus membuat air tersebut menjadi memiliki rasa yang enak untuk diminum (Air hujan rasanya anta dan tidak enak untuk diminum).

Dan hebatnya lagi, mineral tersebut adalah mineral yang dalam tataran molekul aman untuk dikonsumsi manusia. Mineral tersebut bernama Kalsium dan Magnesium.

Ya Rabb, sungguh luar biasa penciptaan yang Engkau berikan pada kami mahluk mu. Tiada sesuatupun  di dunia ini yang tidak menunjukan betapa agungnya dirimu.

Lihat Juga : Cara Mengolah Air Gambut Menjadi Air Bersih

7. Penggabungan Dua Unsur Udara Tak Stabil Menjadi Cair Nan Berguna
proses penciptaan air sangat rumit

Tahukah Anda, bahwa apa yang Anda minum dan gunakan sehari-hari selama ini ternyata tidak bisa diciptakan oleh ilmu pengetahuan kecuali lewat jalan yang sangat berbahaya.

Air dalam dunia ilmu pengetahuan kita menyebutnya H2O, yang berarti dalam setiap molekul air akan mengandung dua mol hidrogen dan satu mol Oksigen.

Kedua unsur tadi merupakan unsur yang ada di udara, dan keduanya adalah unsur yang berbahaya dalam keadaan murni.

Hidrogen adalah unsur yang mudah terbakar dan oksigen adalah unsur yang dapat memperbesar terjadinya kebakaran.

Logikanya jika keduanya bertemu, maka akan terjadi kebakaran yang sangat hebat. Namun ternyata setelah diteliti kedua zat berbahaya tersebut malah menjadi suatu hal yang menopang kehidupan kita.

Sungguh, dalam setiap penciptaan ALLAH telah menunjukan keagungan-NYA, kehebataan-NYA, serta Kedetailan-NYA. Yang teramat jelas dapat kita saksikan dan buktikan. Maka nikmat manalagi yang kita dustakan? Sedangkan seluruh alam semesta ini telah diciptakan, dan dijaga keseimbangannya secara luar biasa.

Ya Rabb, Ya Malikul Mulk. Dalam tulisan ini, hamba semakin sadar bahwa sesungguhnya segala daya dan upaya serta karya dan cipta kita sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Ciptaan dan Karya-Mu. Maka tidaklah patut bagi hamba untuk bersombong diri diatas muka bumi ini.

Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Thursday, 8 June 2017

Memperhatikan Desain Ergonomi Dalam Sebuah Plant

Contoh Aplikasi Ilmu Ergonomi Pada Sebuah Water Treatment Plant

caranya adalah dengan menghitung spare area plant

Assalammu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar sobat sekalian pembaca setia blog ilmu pengetahuan di bidang water engineering OLAH-AIR.COM ?

Semoga baik-baik saja ya? :)

Lama tak bersua, karena aktifitas saya yang dalam beberapa bulan ini begitu padat. Dari mulai harus memimpin proyek, mendesain rancangan WTP dan WTP dan lain sebaginya yang tidak terasa membuat saya hampir lupa kalau saya ini ternyata memiliki blog yang satu ini hehehe..

Kali ini kita akan bercerita sedikit tentang yang namanya Ergonomi. Apakah itu?

Mahluk yang satu ini bukanlah termasuk golongan Mi Instan ataupun Mi Bakmi ya hahaha..

Dalam artian kuliah teknik, ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam sebuah sistem.



Hmm.. bagaimana? Mengertikah?

Baik, kalau kurang mengerti mari kita buat dalam bahasa yang lebih mudah. Dalam hal ini di plant, ilmu ergonomi adalah ilmu yang digunakan untuk membuat sebuah plant terasa lebih nyaman dan mudah dalam pengoprasian dan juga pemeliharaan. Nah gitu deh..

Beberapa Contoh Aplikasi Ergonomi Dalam Sebuah Plant Water Treatment
Adalah metode mengajar melalui contoh yang saya percaya dapat membuat suatu ilmu dapat lebih mudah dimengerti oleh para murid. Maka dari itu saya akan membuat sobat pembaca disini dapat mengerti dengan lebih mudah dengan menerangkan beberapa contoh diantaranya :

Baca Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

1. Desain Equipment Yang Easy To Use

Contoh pertama yang dapat Anda temukan dalam hampir semua plant (Yah hampir semua, karena ada juga yang engga). Adalah suatu equipment akan sengaja di desain agar mudah digunakan.

Seperti layaknya desain sebuah setir mobil yang dirancang agar memudahkan proses mengemudi kendaraan. Maka equipment-equipment juga seyogyanya akan mengikuti kaidah tersebut.

Dari mulai bentuk yang memiliki kemudahan di angkat, dipindahkan dan ditangani. Kemudian kita juga bisa menemukan posisi peletakan control switch yang diposisikan sejajar dengan sekitar area siku manusia.

Beberapa hal tersebut adalah contoh pertama dari penerapan sebuah ilmu ergomi dalam sebuah plant.

2. Pemberian Area Maintenance dan Spare 

Contoh aplikasi kedua dari penerapan ilmu ergonomi bisa Anda temukan juga ketika memperhatikan keberadaan area maintenanca dan spare dalam setiap equipment atau move-able goods.

Untuk area maintenance biasanya akan memiliki radius 600 mm atau lebih dari equipment itu sendiri. Dan untuk area spare biasanya ditempatkan pada daerah yang mudah untuk akses.

Dalam hal ini, contoh kedua ini dapat dengan mudah kita temukan pada banyak perusahaan jepang. Dimana untuk setiap barang yang diletakan mereka selalu memikirkan akses keluar masuk barang tersebut. Terlebih lagi jika barang tersebut bersifat move to use.

Baca Juga : Teknik Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Bersih

3. Pemberian Assesoris Untuk Operasional Pada Tangki

Contoh ketiga untuk aplikasi ergonomi di plant, dapat juga Anda temukan pada Tangki. Dimana pada sebuah tangki yang cukup besar, biasanya kita akan menemukan man hole dengan diameter 60 cm atau lebih. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan seorang operator masuk ke dalam dan melakukan proses perawatan pada tangki tersebut.



4. Pemberian Warna Spesifik

Contoh lainnya dari sebuah aplikasi ilmu ergonomi, adalah penerapan warna spesifik pada equipment tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses pencarian dan juga identifikasi.

Oh iya, saya juga tahu bahwa akan ada yang memasukan contoh aplikasi warna ini pada ilmu display teknik. Yah tapi dalam sebuah perancangan saya akan bilang ini masuk ke ranah ergonomi juga (Biar disekalianin gitu om).

Nah itu dia Beberapa contoh penerapa ilmu ergonomi pada desain plant water treatment. Masih banyak contoh lain yang dapat Anda temukan di field nyata. Maka dari itu, teruslah memiliki sikap mau belajar dan bertanya atas segala sesuatu agar ilmu kita terus berkembang.

Salam Hangat


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Tuesday, 28 March 2017

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit


Selamat datang kembali di blog olah-air.com tempat belajar mengenai dunia water dan waste water treatment secara santai dan ringan.

Masih dalam suasana pemabahasan tentang proses pengolahan sawit. Kali ini kita akan berbicara tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit.

Kenapa saya membahas tentang hal ini?

Yah kalau ditanya begitu, mungkin sekedar untuk memperlengkap saja bahasan di blog ini karena sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pengolahannya dan juga cara menghitung ukuran laguna . Maka rasanya agak kurang afdol kalau tidak menyinggung limbah lainnya, sebab di pabrik sawit itu sendiri kita akan menemukan jenis-jenis limbah lain selain limbah cair.

Terkait :
- Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit
- Teknik Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Apa itu Pabrik Sawit?


Sebelum jauh ke jenis limbahnya. Mari kita samakan persepsi tentang pabrik sawit itu apa. Pabrik Sawit adalah pabrik yang memiliki kegiatan produksi membuat minyak sawit mentah (CPO) dari buah sawit. Ingat ya CPO bukan langsung minyak goreng, kalau minyak goreng itu Olein yang harus melalui proses yang panjang seperti Bleaching, degumming, deacidifikasi dan sebagainya.

3 Jenis Limbah Pabrik Sawit


Clue untuk jenis-jenis limbah pabrik sawit tentu sudah terbayang pada sobat pembaca olah-air.com sekalian. Dari definisi si pabrik sawit tadi yang mengolah buah sawit menjadi minyak CPO maka sudah pasti akan terdapat 3 jenis limbah antara lain :

A. Limbah Padat

Limbah padatan ini didapat dari bagian yang dibuang saat proses ekstraksi minyak CPO dari buah sawit. Limbah padatan ini antara lain ; Tandan Kosong, Cangkang dan juga serabut.

B. Limbah Cair

Untuk limbah cair ini biasanya berasal dari sisa condensat yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, terkadang juga masuk dari hasil pengeringan air. Sehingga tidak mengherankan kalau air limbah ini sangat pekat dan mengandung zat organik yang sangat tinggi.

C. Limbah gas


Sebenarnya limbah gas dalam proses pengolahan limbah sawit itu tidak diciptakan secara sengaja namun akan tercipta setelah adanya proses anaerobik di kolam pengolahan limbah. Dimana disana akan terjadi gas metana.

Ternyata Limbah Sawit Dapat Dimanfaatkan!

Ternyata setelah dilakukan pengujian lebih jauh dan praktek dilapangan, apa yang dibilang orang sebagai limbah nyatanya masih dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai yang bermanfaat.

Masing-masing limbah ternyata menyimpan potensi yang sayang untuk dilewatkan, beberapa potensi tersebut antara lain ;


A. Limbah Padat Menjadi Biomasa

Dengan proses peletisasi, limbah padatan dapat dikeringkan untuk kemudian diproses menjadi sebuah pelete seperti briket yang dapat digunakan menjadi bahan bakar. Proses pemanfaatan ini telah dapat ditemukan dibanyak tempat di pulau sumatra.

B. Limbah Cair Menjadi Energi Listrik


PT. MESKOM yang berlokasi di pulau sumatra adalah satu diantara banyak perusahaan yang telah mempraktekan hal ini. Perusahaan ini telah mendapatkan listrik dari proses pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode modern UASB untuk kemudian dilakukan penangkapan gas methane dan merubahnya menjadi energi listrik yang mampu mengoprasikan pabrik tersebut beserta menyuplai beberapa area disekitarnya.

C. Limbah Gas menjadi Bahan Bakar Rumah Tangga

Gas Methane seperti yang kita tahu, adalah gas yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar. Karena sifatnya yang mudah terbakar , gas ini telah terbukti dimanfaatkan oleh cukup banyak penduduk yang hidup disekitar area pabrik sawit.


Tiada Sesuatupun yang sia-sia 


Sesuai dengan Firman ALLAH SWT dalam Surat Al-Imran bahwa tiada sesuatupun yang diciptakan olehnya Sia-sia. Hal itulah yang dapat kita ambil hikmahnya dalam postingan kali ini. Karena ternyata apa yang banyak disebut sebagai limbah, jika kita kaji dan pelajari lebih dalam ternyata memiliki arti dan fungsi yang dapat bermanfaat bagi manusia. Maka sudah sepantasnyalah kita selalu dapat memuji kebesaran-NYA dalam setiap aktifitas kita.

Nah sobat olah-air.com, sampai disini artikel kita tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit. Mudah-mudahan kita dapat bertemu pada kesempatan berikutnya.


Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Pengantar :  Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Cooling Tower : Salah satu bagian dari IPAL Pabrik Sawit

Selamat Pagi dan selamat datang di Lela.. Eh di Olah-Air.com deng (Garing..)

Sesuai dengan judul yang tertera diatas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang cara pengolahan limbah pabrik sawit.

Sengaja saya mengangkat tema ini, dikarenakan cukup banyaknya telepon yang masuk dan menanyakan tentang masalah ini beserta detailnya. Dan saya yakin ke depannya akan tambah banyak yang begitu juga.

Ditambah lagi, dari pengalaman saya memasang WWTP. Masalah di pabrik sawit itu sama selalu saja hanya berkutat di pengolahan konvensional yang gagal.

Nah, maka dari itu tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita langsung saja ke inti permasalahannya. Yuk Maree..

Kali ini kita akan membicarakan tentang teknik pengolahan limbah di Pabrik Sawit. Yang sejatinya saya jadi mood menulis tentang hal ini disebabkan ada cukup banyak telepon yang masuk ke saya dan bertanya tentang teknik pengolahan limbah Pabrik sawit. So Dari pada muncul telepon dengan banyak pertanyaan yang sama, maka dari itu lebih enak rasanya kalau saya jawab saja disini :).

Penting Untuk Dibaca : Keterkaitan Antara Parameter dalam Pengolahan Air Limbah

Kenali Karakteristik Limbah Pabrik Sawit


Salah satu strategi berperang yang di ajakan oleh Sun Tzu adalah sebelum berperang kita harus mengenali dahulu tentang lawan kita baik dari siapa, dimana lokasi, jumlah pasukan, senjata dan lainnya.

Dalam hal ini yang harus kita kenali sebelum mengolah air limbah pabrik sawit adalah mengenai debit, karakteristik parameter air limbah, serta lokasi tempat akan dibuatnya pengolahan air limbah tersebut.

Untuk debit dan lokasi, mungkin nanti akan tergantung dari masing-masing pabrik namun yang jelas untuk karakteristik parameter kimia biasanya akan mengikuti tabel yang saya berikan berikut :

kalau kita jabarkan dalam tabel semua nilai-nilai yang merupakan ciri khasnya sehingga teman-teman dapat dengan lebih mudah memahami cara pengolahan limbah cair jenis ini nantinya :



Dari parameter yang kita jabarkan diatas tentunya sudah terlihat bahwa yang mendominasi adalah COD dan BOD ditambah dengan TSS. Sedangkan nilai pH nya cenderung ke nilai asam yakni ke nilai 3 - 6.

Standar Baku Mutu Pemerintah Untuk Limbah Cair Pabrik Sawit
Hal yang kedua yang harus diperhatikan dalam teknik pengolahan air limbah di pabrik sawit ini adalah target kita dalam pengolahan ini. Apakah target kita adalah agar air ini bisa digunakan kembali atau hanya sekedar agar dapat mengikuti standar baku mutu.

Dan berikut ini adalah standar baku mutu yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan hidup :


Dari standar baku mutu diatas, kita melihat ada cukup banyak parameter yang dituliskan sebagai target pemenuhan buangan hasil pengolahan air limbah pabrik sawit.

Lho kenapa dalam parameter standar baku mutu buang ini tidak dimasukan parameter lainnya seperti logam berat ataupun surfakatan?

Sebab tentu keberadaan logam berat dan surfaktan tidak akan ditemukan dalam jumlah banyak sebab dalam proses produksi pabrik sawitpun, mereka tidak menggunakan bahan yang mengandung logam berat ataupun surfaktan.

Terkait : Pengenalan Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit

Sedikit Review Materi Sebelumnya

Sebelum kita membahas materi ini secara panjang lebar, karena mengingat di materi ini kita akan bersinggungan dengan parameter utama yang bernama COD dan BOD. Maka dari itu, saya harapkan teman-teman yang sedang belajar cara mengolah air limbah pabrik sawit dapat melakukan rewind sedikit materi berikut ini :

Korelasi Antara COD dan BOD pada Pengolahan Limbah

Proses Pengurangan Nilai BOD dalam Air Limbah

Oke saya harap materi-materi tersebut sudah dipelajari terlebih dahulu oleh teman-teman sekalian agar tidak ada pertanyaan yang berulang bahkan sampai harus menjelaskan ke definisi terlebih dahulu (Asli nih banyak pertanyaan yang mengganggu saya karena harus menjelaskan dari asal mula definisi).

Dua Pilihan Proses Pengolahan Limbah Pabrik Sawit


Kita tahu bahwa proses pengolahan air limbah pabrik sawit akan bertumpu pada proses pengolahan secara biologi yang memfokuskan bakteri sebagai ujung tombak pengolahannya. Dan pada prakteknya ada dua cara utama untuk mengolah limbah cair pabrik sawit ini.

A. Proses Pengolahan Secara Konvensional


Proses pengolahan secara konvensional ini adalah mengolah limbah cair dengan membuat kolam-kolam penampungan air limbah yang jumlahnya cukup banyak. Yang kalau dijumlahkan dengan debit maka akan berjumlah sekitar 100 - 200 hari debit.

Kurang ngerti? Maksudnya adalah, misal debit air limbah pabrik sawit adalah 600 m3/hari. Maka kolam yang kita butuhkan untuk pengolahan adalah sekitar (Minimal) 100 x 600 m3 atau sekitar 60.000 m3. Yang nanti dalam prakteknya akan dibagi menjadi 8 – 12 kolam. Sehingga masing masing kolam akan memiliki volume sekitar 5.000 sampai dengan 8000 m3.

Kelebihan dari proses ini adalah, proses ini tidak memerlukan biaya installasi yang mahal selain itu cost operasional yang dibutuhkan juga sangat sedikit, sebab operasional rutinnya paling banter hanya mengeruk kolam untuk membuatnya memiliki kedalaman seperti awal.

Untuk kekurangan dari cara pengolahan limbah sawit konvensional ini adalah :

  • Memerlukan area yang sangat luas
  • Tidak dapat diaplikasikan pada area yang memiliki muka air tanah yang dangkal (Minimal 8 meter)
  • Tidak mendapatkan benefit dari limbah sawit itu sendiri. Padahal limbah sawit sangat berpotensi menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk pabrik itu sendiri.
  •  Dalam kebanyakan kasus proses secara konvesional tidak akan bisa membuat air limbah mencapai baku mutu yang diminta pemerintah.

B. Proses Pengolahan Secara Modern


Sebenarnya prinsip utamanya masih sama saja yakni menggunakan bakteri untuk dapat memecah ikatan karbon yang ada di air limbah sehingga nantinya nilai COD dan BOD dapat menjadi turun. Namun pada aplikasinya ditambahkan banyak proses lainnya seperti proses kimia (Koagulasi dan Flokulasi), proses fisika (Sedimentasi dan DAF).

Proses secara modern ini memiliki banyak kelebihan seperti :

  •  Tidak memerlukan area yang luas
  • Cocok diterapkan di area yang memiliki muka air yang dangkal (Area Kalimantan cocok menggunakan metode ini)
  • Perusahaan berpotensi mendapatkan energi dari hasil pengolahan. Energi listrik dan biogas dapat diperoleh dengan mengambil opsi pengolahan ini.
  • Perusahaan yang menggunakan cara pengolahan limbah pabrik sawit modern juga dalam banyak temuan selalu bisa memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan bahkan airnya dapat dimanfaatkan kembali.

Satu satunya kekurangan dari proses pengolahan limbah cair secara modern ini dalam masalah biaya installasi yang cenderung besar bahkan bisa menyamai investasi untuk membuat pabrik sawit itu sendiri. Oleh karena itulah proses pengolahan kedua ini kurang populer pada banyak perusahaan sawit di tanah air.

Terkait : Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kentang Banget Om!!

Saya yakin para pembaca olah-air.com tentu belum puas dengan artikel ini karena ternyata tidak membahas secara detail tentang proses pengolahan limbah dipabrik sawit. Ya kan? Hehehe

Ya saya juga belum bisa menuliskan semuanya, karena cukup banyak yang bisa kita kaitkan dan harus kita bahas kalau mengenai proses pengolahan limbah cair pabrik sawit ini. Yang jelas beberapa sub materi yang akan saya lanjut bahas dalam blog ini antara lain (Kalau sudah saya bahas nanti jadi Link yang bisa di Klik) :

- Cara Mendesain dan Menetukan Volume Kolam Lagoon Air Limbah Pabrik Sawit
- Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit
- Saya sudah membuat Kolam Limbah, Mengapa Limbah Sawit Masih Belum Masuk Standar?

Nah Cukup sekian tulisan awalan untuk membahas soal limbah cair pabrik sawit ini. Stay Tune terus di Channel Google Plus Mr. Anggi Nurbana. Karena masih banyak Update-an soal ilmu pengolahan air limbah yang bisa kamu dapet.





Baca selengkapnya

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kadang kita bingung dengan cara proses waste water di pabrik sawit yang benar

 

Assalammu’alaikum Wr. Wb. Salam sejah tera buat kita semua. Semoga kita tetap dalam nikmat Iman dan Islam sehingga bisa berjumpa kembali di blog Mr. Anggi yang bernama Olah-Air.Com. Dan masih dalam bahasan utama tentang limbah pabrik sawit, kali ini kita akan membahas secara lebih detail tentang cara mendesain kolam limbah pabrik sawit. Sudah siap?

Proses dengan Kolam Limbah adalah Proses Konvensional

Oh iya saya harap sobat pembaca olah-air.com disini sudah membaca artikel saya sebelumnya tentang cara pengolahan limbah cair pabrik sawit (Kalau belum klik dulu aja). Sebab artikel ini adalah artikel Sub dari artikel utama tadi yang tujuannya adalah untuk menjelaskan lebih mendetail.

Dalam artikel sebelumnya tadi sudah saya jelaskan bahwa proses pengolahan dengan Metode kolam atau Lagoon ini adalah metode konvensional yang sudah sejak lama digunakan dalam dunia sawit menyawit.


If You Have Money, Please Avoid These Concept

Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan, saya pribadi amat tidak menyarankan Anda atau perusahaan Anda memilih metode pengolahan ini. Sebabnya cukup banyak, dan beberapa diantaranya adalah :
  •  Konsep ini tidak memecahkan masalah secara utuh, kebanyakan air limbah yang dibuang masih berbahaya bagi lingkungan.
  • Air limbah berpotensi meresap ke dalam tanah dan mencemari air artesis (Seriusan ini!)
  •  Dengan memilih konsep lagoon dalam mengolah air limbah pabrik sawit, berarti Anda tengah menyianyiakan energi. Sebab, Tahukah Anda bahwa air limbah dari pabrik sawit adalah ladang energi yang dapat MENGHASILKAN UANG (Sengaja huruf besar biar pada sadar!)

But anyway, saya rasa semua tetap ada dipilihan Anda. Lagipula buat apa ambil opsi pengolahan Advanced kalau bisa yang sederhana, Buat apa saya peduli sama lingkungan? Toh Saya ga dapet duit kalau membantu lingkungan? Dan masa mau buang aja susah?? << MINDSET PERUSAK LINGKUNGAN YANG WAJIB DI LENYAPKAN HEHEHE.

Oh iya Anda yang masuk ke artikel ini tentu tujuannya bukan untuk mendengarkan khotbah tentang pentingnya menjaga lingkungan, tapi pasti lebih tertarik pada urusan teknisnya kan hahaha.

Ya sudah dari pada lama-lama membuat Anda kesal dibawah ini Anda bisa menemukan cara untuk menghitung ukuran kolam limbah yang tepat.


Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

dengan menggunakan proses sawit yang meminimalisir air limbah
Salah satu gambar kolam air limbah pabrik sawit

 

  1. Cari tahu beberapa data berikut, kapasitas pabrik yang akan dibangun dan jumlah area kosong yang tersisa plus kedalaman muka air tanah.
  2. Ketika data sudah didapat maka kapasitas produksi tadi bisa Anda kalikan dengan 15x sampai 20x (Untuk safety).
  3. Setelah itu Anda kalikan lagi dengan nilai 100 – 200. Maka didapatlah jumlah total volume kolam yang harus Anda buat.
  4. Lalu setelah mendapatkan nilainya maka bagilah menjadi 8 hingga 12. Dan Anda akan mendapatkan ukuran volume untuk tiap-tiap kolamnya.
  5. Untuk panjang, lebar dan kedalaman tiap kolam silahkan disesuaikan dengan area kosong yang tersedia dan juga kedalaman muka air tanah.

Contoh Studi Kasus Perhitungan Kolam Limbah Pabrik Sawit

cara cepatnya adalah dengan membuat kolam yang tidak terlalu besar
Proses pengambilan sample oleh team Engineering Hanshin
 

Katakanlah di sebuah Pulau di Indonesia yang disana terdapat banyak Ahli Rendang Asli. Ada sebuah perusahaan Sawit yang memilih menggunakan metode konvensional untuk mengolah limbah mereka.

Perusahaan Sawit ini memiliki kapasitas produksi tertinggi sekitar 70 Ton Produk perharinya. Dan untuk data area, perusahaan ini masih memiliki area yang sangat luas sehingga tidak masalah, namun kedalaman muka air tanah ternyata hanya sedalam 9 meter. Maka berapakah volume kolam yang harus dibuat. Serta berapa ukuran masing-masing kolamnya?

Untuk mendapatkan volume air limbah kita dapat mengkalikan debit dengan 15. Sehingga didapat 70 x 15 = 1050 m3. Lalu nilai ini kita kalikan dengan 120 sehingga hasilnya menjadi : 1050 x 120 = 126.000 m3. Lalu kita bagi menjadi 12 kolam maka akan didapat tiap kolam berukuran : 126.000 / 12 = 10.500 m3.

Selanjutnya kita tinggal membagi saja volume tiap kolam tadi dengan kedalaman muka air dikurangi 50 cm. Maka 10.500/7,5 = 1235 m2. Dari sini kita tinggal mencari akar dari nilai tersebut maka akan didapatkan nilai 35 m untuk panjang dan lebarnya (nilainya sekitar segitu).

Dengan perhitungan ini Anda akan mendapatkan ukuran tiap kolam adalah : 35 x 35 x 8,5 meter. Dan jika kita hitung secara luas area yang Anda butuhkan untuk membuat 12 kolam tersebut maka setidaknya Anda memerlukan Area seluas : 14700 m2 atau sekitar 15 Hektar. Wow..

Tips Penyempurna Proses

Dari banyak kasus yang saya dan teman-teman seprofesi temukan dilapangan, ternyata proses menggunakan metode Lagoon atau kolam limbah ini tidak sepenuhnya dapat membuat buangan dari proses ini masuk ke dalam standar baku mutu.

Oleh karenanya sangat disarankan pada bagian effluent tetap ditambahkan proses tambahan seperti proses filtrasi kasar dan juga desinfeksi untuk menyempurnakannya menjadi lebih baik.

Kesimpulan Akhir dan Saran 
 

Nah inilah dia akhir dari artikel kita kali ini. Mudah-mudahakan sobat olah-air dapat mengambil manfaat dari tulisan ini. Mohon dimaafkan segala kata yang kurang mengenakan ataupun menyindir hehe.

Akhirul kalam, segala yang benar datangnya Dari ALLAH SWT dan kekeliruan datang dari diri saya pribadi. Wassalammu’alaikum, sampai jumpa.

Baca selengkapnya