Tuesday, 28 March 2017

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit

Mengenal Jenis Jenis Limbah Di Pabrik Sawit


Selamat datang kembali di blog olah-air.com tempat belajar mengenai dunia water dan waste water treatment secara santai dan ringan.

Masih dalam suasana pemabahasan tentang proses pengolahan sawit. Kali ini kita akan berbicara tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit.

Kenapa saya membahas tentang hal ini?

Yah kalau ditanya begitu, mungkin sekedar untuk memperlengkap saja bahasan di blog ini karena sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pengolahannya dan juga cara menghitung ukuran laguna . Maka rasanya agak kurang afdol kalau tidak menyinggung limbah lainnya, sebab di pabrik sawit itu sendiri kita akan menemukan jenis-jenis limbah lain selain limbah cair.

Terkait :
- Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit
- Teknik Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Apa itu Pabrik Sawit?


Sebelum jauh ke jenis limbahnya. Mari kita samakan persepsi tentang pabrik sawit itu apa. Pabrik Sawit adalah pabrik yang memiliki kegiatan produksi membuat minyak sawit mentah (CPO) dari buah sawit. Ingat ya CPO bukan langsung minyak goreng, kalau minyak goreng itu Olein yang harus melalui proses yang panjang seperti Bleaching, degumming, deacidifikasi dan sebagainya.

3 Jenis Limbah Pabrik Sawit


Clue untuk jenis-jenis limbah pabrik sawit tentu sudah terbayang pada sobat pembaca olah-air.com sekalian. Dari definisi si pabrik sawit tadi yang mengolah buah sawit menjadi minyak CPO maka sudah pasti akan terdapat 3 jenis limbah antara lain :

A. Limbah Padat

Limbah padatan ini didapat dari bagian yang dibuang saat proses ekstraksi minyak CPO dari buah sawit. Limbah padatan ini antara lain ; Tandan Kosong, Cangkang dan juga serabut.

B. Limbah Cair

Untuk limbah cair ini biasanya berasal dari sisa condensat yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, terkadang juga masuk dari hasil pengeringan air. Sehingga tidak mengherankan kalau air limbah ini sangat pekat dan mengandung zat organik yang sangat tinggi.

C. Limbah gas


Sebenarnya limbah gas dalam proses pengolahan limbah sawit itu tidak diciptakan secara sengaja namun akan tercipta setelah adanya proses anaerobik di kolam pengolahan limbah. Dimana disana akan terjadi gas metana.

Ternyata Limbah Sawit Dapat Dimanfaatkan!

Ternyata setelah dilakukan pengujian lebih jauh dan praktek dilapangan, apa yang dibilang orang sebagai limbah nyatanya masih dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan nilai yang bermanfaat.

Masing-masing limbah ternyata menyimpan potensi yang sayang untuk dilewatkan, beberapa potensi tersebut antara lain ;


A. Limbah Padat Menjadi Biomasa

Dengan proses peletisasi, limbah padatan dapat dikeringkan untuk kemudian diproses menjadi sebuah pelete seperti briket yang dapat digunakan menjadi bahan bakar. Proses pemanfaatan ini telah dapat ditemukan dibanyak tempat di pulau sumatra.

B. Limbah Cair Menjadi Energi Listrik


PT. MESKOM yang berlokasi di pulau sumatra adalah satu diantara banyak perusahaan yang telah mempraktekan hal ini. Perusahaan ini telah mendapatkan listrik dari proses pengolahan limbah cair dengan menggunakan metode modern UASB untuk kemudian dilakukan penangkapan gas methane dan merubahnya menjadi energi listrik yang mampu mengoprasikan pabrik tersebut beserta menyuplai beberapa area disekitarnya.

C. Limbah Gas menjadi Bahan Bakar Rumah Tangga

Gas Methane seperti yang kita tahu, adalah gas yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar. Karena sifatnya yang mudah terbakar , gas ini telah terbukti dimanfaatkan oleh cukup banyak penduduk yang hidup disekitar area pabrik sawit.

Tiada Sesuatupun yang sia-sia 


Sesuai dengan Firman ALLAH SWT dalam Surat Al-Imran bahwa tiada sesuatupun yang diciptakan olehnya Sia-sia. Hal itulah yang dapat kita ambil hikmahnya dalam postingan kali ini. Karena ternyata apa yang banyak disebut sebagai limbah, jika kita kaji dan pelajari lebih dalam ternyata memiliki arti dan fungsi yang dapat bermanfaat bagi manusia. Maka sudah sepantasnyalah kita selalu dapat memuji kebesaran-NYA dalam setiap aktifitas kita.

Nah sobat olah-air.com, sampai disini artikel kita tentang jenis-jenis limbah dari pabrik sawit. Mudah-mudahan kita dapat bertemu pada kesempatan berikutnya.


Salam Lingkungan,


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Pengantar :  Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit

Cooling Tower : Salah satu bagian dari IPAL Pabrik Sawit

Selamat Pagi dan selamat datang di Lela.. Eh di Olah-Air.com deng (Garing..)

Sesuai dengan judul yang tertera diatas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang cara pengolahan limbah pabrik sawit.

Sengaja saya mengangkat tema ini, dikarenakan cukup banyaknya telepon yang masuk dan menanyakan tentang masalah ini beserta detailnya. Dan saya yakin ke depannya akan tambah banyak yang begitu juga.

Ditambah lagi, dari pengalaman saya memasang WWTP. Masalah di pabrik sawit itu sama selalu saja hanya berkutat di pengolahan konvensional yang gagal.

Nah, maka dari itu tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita langsung saja ke inti permasalahannya. Yuk Maree..

Kali ini kita akan membicarakan tentang teknik pengolahan limbah di Pabrik Sawit. Yang sejatinya saya jadi mood menulis tentang hal ini disebabkan ada cukup banyak telepon yang masuk ke saya dan bertanya tentang teknik pengolahan limbah Pabrik sawit. So Dari pada muncul telepon dengan banyak pertanyaan yang sama, maka dari itu lebih enak rasanya kalau saya jawab saja disini :).

Penting Untuk Dibaca : Keterkaitan Antara Parameter dalam Pengolahan Air Limbah

Kenali Karakteristik Limbah Pabrik Sawit


Salah satu strategi berperang yang di ajakan oleh Sun Tzu adalah sebelum berperang kita harus mengenali dahulu tentang lawan kita baik dari siapa, dimana lokasi, jumlah pasukan, senjata dan lainnya.

Dalam hal ini yang harus kita kenali sebelum mengolah air limbah pabrik sawit adalah mengenai debit, karakteristik parameter air limbah, serta lokasi tempat akan dibuatnya pengolahan air limbah tersebut.

Untuk debit dan lokasi, mungkin nanti akan tergantung dari masing-masing pabrik namun yang jelas untuk karakteristik parameter kimia biasanya akan mengikuti tabel yang saya berikan berikut :

kalau kita jabarkan dalam tabel semua nilai-nilai yang merupakan ciri khasnya sehingga teman-teman dapat dengan lebih mudah memahami cara pengolahan limbah cair jenis ini nantinya :



Dari parameter yang kita jabarkan diatas tentunya sudah terlihat bahwa yang mendominasi adalah COD dan BOD ditambah dengan TSS. Sedangkan nilai pH nya cenderung ke nilai asam yakni ke nilai 3 - 6.

Standar Baku Mutu Pemerintah Untuk Limbah Cair Pabrik Sawit
Hal yang kedua yang harus diperhatikan dalam teknik pengolahan air limbah di pabrik sawit ini adalah target kita dalam pengolahan ini. Apakah target kita adalah agar air ini bisa digunakan kembali atau hanya sekedar agar dapat mengikuti standar baku mutu.

Dan berikut ini adalah standar baku mutu yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan hidup :


Dari standar baku mutu diatas, kita melihat ada cukup banyak parameter yang dituliskan sebagai target pemenuhan buangan hasil pengolahan air limbah pabrik sawit.

Lho kenapa dalam parameter standar baku mutu buang ini tidak dimasukan parameter lainnya seperti logam berat ataupun surfakatan?

Sebab tentu keberadaan logam berat dan surfaktan tidak akan ditemukan dalam jumlah banyak sebab dalam proses produksi pabrik sawitpun, mereka tidak menggunakan bahan yang mengandung logam berat ataupun surfaktan.

Terkait : Pengenalan Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit

Sedikit Review Materi Sebelumnya

Sebelum kita membahas materi ini secara panjang lebar, karena mengingat di materi ini kita akan bersinggungan dengan parameter utama yang bernama COD dan BOD. Maka dari itu, saya harapkan teman-teman yang sedang belajar cara mengolah air limbah pabrik sawit dapat melakukan rewind sedikit materi berikut ini :

Korelasi Antara COD dan BOD pada Pengolahan Limbah

Proses Pengurangan Nilai BOD dalam Air Limbah

Oke saya harap materi-materi tersebut sudah dipelajari terlebih dahulu oleh teman-teman sekalian agar tidak ada pertanyaan yang berulang bahkan sampai harus menjelaskan ke definisi terlebih dahulu (Asli nih banyak pertanyaan yang mengganggu saya karena harus menjelaskan dari asal mula definisi).

Dua Pilihan Proses Pengolahan Limbah Pabrik Sawit


Kita tahu bahwa proses pengolahan air limbah pabrik sawit akan bertumpu pada proses pengolahan secara biologi yang memfokuskan bakteri sebagai ujung tombak pengolahannya. Dan pada prakteknya ada dua cara utama untuk mengolah limbah cair pabrik sawit ini.

A. Proses Pengolahan Secara Konvensional


Proses pengolahan secara konvensional ini adalah mengolah limbah cair dengan membuat kolam-kolam penampungan air limbah yang jumlahnya cukup banyak. Yang kalau dijumlahkan dengan debit maka akan berjumlah sekitar 100 - 200 hari debit.

Kurang ngerti? Maksudnya adalah, misal debit air limbah pabrik sawit adalah 600 m3/hari. Maka kolam yang kita butuhkan untuk pengolahan adalah sekitar (Minimal) 100 x 600 m3 atau sekitar 60.000 m3. Yang nanti dalam prakteknya akan dibagi menjadi 8 – 12 kolam. Sehingga masing masing kolam akan memiliki volume sekitar 5.000 sampai dengan 8000 m3.

Kelebihan dari proses ini adalah, proses ini tidak memerlukan biaya installasi yang mahal selain itu cost operasional yang dibutuhkan juga sangat sedikit, sebab operasional rutinnya paling banter hanya mengeruk kolam untuk membuatnya memiliki kedalaman seperti awal.

Untuk kekurangan dari cara pengolahan limbah sawit konvensional ini adalah :

  • Memerlukan area yang sangat luas
  • Tidak dapat diaplikasikan pada area yang memiliki muka air tanah yang dangkal (Minimal 8 meter)
  • Tidak mendapatkan benefit dari limbah sawit itu sendiri. Padahal limbah sawit sangat berpotensi menghasilkan energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk pabrik itu sendiri.
  •  Dalam kebanyakan kasus proses secara konvesional tidak akan bisa membuat air limbah mencapai baku mutu yang diminta pemerintah.

B. Proses Pengolahan Secara Modern


Sebenarnya prinsip utamanya masih sama saja yakni menggunakan bakteri untuk dapat memecah ikatan karbon yang ada di air limbah sehingga nantinya nilai COD dan BOD dapat menjadi turun. Namun pada aplikasinya ditambahkan banyak proses lainnya seperti proses kimia (Koagulasi dan Flokulasi), proses fisika (Sedimentasi dan DAF).

Proses secara modern ini memiliki banyak kelebihan seperti :

  •  Tidak memerlukan area yang luas
  • Cocok diterapkan di area yang memiliki muka air yang dangkal (Area Kalimantan cocok menggunakan metode ini)
  • Perusahaan berpotensi mendapatkan energi dari hasil pengolahan. Energi listrik dan biogas dapat diperoleh dengan mengambil opsi pengolahan ini.
  • Perusahaan yang menggunakan cara pengolahan limbah pabrik sawit modern juga dalam banyak temuan selalu bisa memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan bahkan airnya dapat dimanfaatkan kembali.

Satu satunya kekurangan dari proses pengolahan limbah cair secara modern ini dalam masalah biaya installasi yang cenderung besar bahkan bisa menyamai investasi untuk membuat pabrik sawit itu sendiri. Oleh karena itulah proses pengolahan kedua ini kurang populer pada banyak perusahaan sawit di tanah air.

Terkait : Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kentang Banget Om!!

Saya yakin para pembaca olah-air.com tentu belum puas dengan artikel ini karena ternyata tidak membahas secara detail tentang proses pengolahan limbah dipabrik sawit. Ya kan? Hehehe

Ya saya juga belum bisa menuliskan semuanya, karena cukup banyak yang bisa kita kaitkan dan harus kita bahas kalau mengenai proses pengolahan limbah cair pabrik sawit ini. Yang jelas beberapa sub materi yang akan saya lanjut bahas dalam blog ini antara lain (Kalau sudah saya bahas nanti jadi Link yang bisa di Klik) :

- Cara Mendesain dan Menetukan Volume Kolam Lagoon Air Limbah Pabrik Sawit
- Jenis-Jenis Limbah Pabrik Sawit
- Saya sudah membuat Kolam Limbah, Mengapa Limbah Sawit Masih Belum Masuk Standar?

Nah Cukup sekian tulisan awalan untuk membahas soal limbah cair pabrik sawit ini. Stay Tune terus di Channel Google Plus Mr. Anggi Nurbana. Karena masih banyak Update-an soal ilmu pengolahan air limbah yang bisa kamu dapet.





Baca selengkapnya

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

Kadang kita bingung dengan cara proses waste water di pabrik sawit yang benar

 

Assalammu’alaikum Wr. Wb. Salam sejah tera buat kita semua. Semoga kita tetap dalam nikmat Iman dan Islam sehingga bisa berjumpa kembali di blog Mr. Anggi yang bernama Olah-Air.Com. Dan masih dalam bahasan utama tentang limbah pabrik sawit, kali ini kita akan membahas secara lebih detail tentang cara mendesain kolam limbah pabrik sawit. Sudah siap?

Proses dengan Kolam Limbah adalah Proses Konvensional

Oh iya saya harap sobat pembaca olah-air.com disini sudah membaca artikel saya sebelumnya tentang cara pengolahan limbah cair pabrik sawit (Kalau belum klik dulu aja). Sebab artikel ini adalah artikel Sub dari artikel utama tadi yang tujuannya adalah untuk menjelaskan lebih mendetail.

Dalam artikel sebelumnya tadi sudah saya jelaskan bahwa proses pengolahan dengan Metode kolam atau Lagoon ini adalah metode konvensional yang sudah sejak lama digunakan dalam dunia sawit menyawit.


If You Have Money, Please Avoid These Concept

Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan, saya pribadi amat tidak menyarankan Anda atau perusahaan Anda memilih metode pengolahan ini. Sebabnya cukup banyak, dan beberapa diantaranya adalah :
  •  Konsep ini tidak memecahkan masalah secara utuh, kebanyakan air limbah yang dibuang masih berbahaya bagi lingkungan.
  • Air limbah berpotensi meresap ke dalam tanah dan mencemari air artesis (Seriusan ini!)
  •  Dengan memilih konsep lagoon dalam mengolah air limbah pabrik sawit, berarti Anda tengah menyianyiakan energi. Sebab, Tahukah Anda bahwa air limbah dari pabrik sawit adalah ladang energi yang dapat MENGHASILKAN UANG (Sengaja huruf besar biar pada sadar!)

But anyway, saya rasa semua tetap ada dipilihan Anda. Lagipula buat apa ambil opsi pengolahan Advanced kalau bisa yang sederhana, Buat apa saya peduli sama lingkungan? Toh Saya ga dapet duit kalau membantu lingkungan? Dan masa mau buang aja susah?? << MINDSET PERUSAK LINGKUNGAN YANG WAJIB DI LENYAPKAN HEHEHE.

Oh iya Anda yang masuk ke artikel ini tentu tujuannya bukan untuk mendengarkan khotbah tentang pentingnya menjaga lingkungan, tapi pasti lebih tertarik pada urusan teknisnya kan hahaha.

Ya sudah dari pada lama-lama membuat Anda kesal dibawah ini Anda bisa menemukan cara untuk menghitung ukuran kolam limbah yang tepat.


Cara Menghitung Ukuran Kolam Limbah Pabrik Sawit

dengan menggunakan proses sawit yang meminimalisir air limbah
Salah satu gambar kolam air limbah pabrik sawit

 

  1. Cari tahu beberapa data berikut, kapasitas pabrik yang akan dibangun dan jumlah area kosong yang tersisa plus kedalaman muka air tanah.
  2. Ketika data sudah didapat maka kapasitas produksi tadi bisa Anda kalikan dengan 15x sampai 20x (Untuk safety).
  3. Setelah itu Anda kalikan lagi dengan nilai 100 – 200. Maka didapatlah jumlah total volume kolam yang harus Anda buat.
  4. Lalu setelah mendapatkan nilainya maka bagilah menjadi 8 hingga 12. Dan Anda akan mendapatkan ukuran volume untuk tiap-tiap kolamnya.
  5. Untuk panjang, lebar dan kedalaman tiap kolam silahkan disesuaikan dengan area kosong yang tersedia dan juga kedalaman muka air tanah.

Contoh Studi Kasus Perhitungan Kolam Limbah Pabrik Sawit

cara cepatnya adalah dengan membuat kolam yang tidak terlalu besar
Proses pengambilan sample oleh team Engineering Hanshin
 

Katakanlah di sebuah Pulau di Indonesia yang disana terdapat banyak Ahli Rendang Asli. Ada sebuah perusahaan Sawit yang memilih menggunakan metode konvensional untuk mengolah limbah mereka.

Perusahaan Sawit ini memiliki kapasitas produksi tertinggi sekitar 70 Ton Produk perharinya. Dan untuk data area, perusahaan ini masih memiliki area yang sangat luas sehingga tidak masalah, namun kedalaman muka air tanah ternyata hanya sedalam 9 meter. Maka berapakah volume kolam yang harus dibuat. Serta berapa ukuran masing-masing kolamnya?

Untuk mendapatkan volume air limbah kita dapat mengkalikan debit dengan 15. Sehingga didapat 70 x 15 = 1050 m3. Lalu nilai ini kita kalikan dengan 120 sehingga hasilnya menjadi : 1050 x 120 = 126.000 m3. Lalu kita bagi menjadi 12 kolam maka akan didapat tiap kolam berukuran : 126.000 / 12 = 10.500 m3.

Selanjutnya kita tinggal membagi saja volume tiap kolam tadi dengan kedalaman muka air dikurangi 50 cm. Maka 10.500/7,5 = 1235 m2. Dari sini kita tinggal mencari akar dari nilai tersebut maka akan didapatkan nilai 35 m untuk panjang dan lebarnya (nilainya sekitar segitu).

Dengan perhitungan ini Anda akan mendapatkan ukuran tiap kolam adalah : 35 x 35 x 8,5 meter. Dan jika kita hitung secara luas area yang Anda butuhkan untuk membuat 12 kolam tersebut maka setidaknya Anda memerlukan Area seluas : 14700 m2 atau sekitar 15 Hektar. Wow..

Tips Penyempurna Proses

Dari banyak kasus yang saya dan teman-teman seprofesi temukan dilapangan, ternyata proses menggunakan metode Lagoon atau kolam limbah ini tidak sepenuhnya dapat membuat buangan dari proses ini masuk ke dalam standar baku mutu.

Oleh karenanya sangat disarankan pada bagian effluent tetap ditambahkan proses tambahan seperti proses filtrasi kasar dan juga desinfeksi untuk menyempurnakannya menjadi lebih baik.

Kesimpulan Akhir dan Saran 
 

Nah inilah dia akhir dari artikel kita kali ini. Mudah-mudahakan sobat olah-air dapat mengambil manfaat dari tulisan ini. Mohon dimaafkan segala kata yang kurang mengenakan ataupun menyindir hehe.

Akhirul kalam, segala yang benar datangnya Dari ALLAH SWT dan kekeliruan datang dari diri saya pribadi. Wassalammu’alaikum, sampai jumpa.

Baca selengkapnya

Monday, 6 February 2017

Jasa Pembuat Biopori dan Sumur Resapan

Jasa Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan


perusahaan kami biasa membuat biopori dan sumur resapan dengan jasa yang bagus seperti cheminusa

Definisi Biopori dan Sumur Resapan


Sebelum Anda memilih jasa pembuatan biopori dan sumur resapan yang baik. Yang pertama Anda harus perhatikan pada para penyedia jasa adalah tentunya tentang pemahaman mereka pada apa yang mereka tawarkan. Maka dari itu, ini adalah pemahaman kami tentang biopori dan sumur resapan.

Biopori memiliki definisi sebagai sebuah lubang yang dibentuk seperti slinder dengan panjang 80 cm sampai 120 cm. Dan dengan diameter 10 hingga 20 cm yang didalamnya dibuat kokoh disekitarnya dengan pipa pvc dengan bagian bawah terbuka.

Sedangkan sumur resapan, adalah sumur yang sengaja dibentuk untuk dapat meresapkan air hujan yang datang. Biasanya diletakan dibawah talang air bangunan.



Peraturan Seputar Biopori dan Sumur Resapan


Dan tentunya setiap penyedia jasa pembuatan biopori dan sumur resapan harus juga memahami tentang peraturan apa saja yang mendasari pembuatan kedua hal tadi. Hal ini untuk memastikan bahwa apa yang penyedia jasa buat adalah sesuai dengan petunjuk teknis dari peraturan perundang undangan yang berlaku.

Sebenarnya kita akan menemukan hampir setiap provinsi saya lihat telah mengeluarkan peraturan terkait dengan pemanfaatan atau revitalisasi air hujan ini. Beberapa daerah seperti Bali, Jakarta, Jatim, Palembang bahkan sudah mengimplemetasikannya lewat sosialisasi secara ketat dan terbuka. Namun bagi Anda yang masih penasaran beberapa tentang peraturan, maka sebenarnya peraturan yang pertama kali terbit adalah dari Kementrian Lingkungan Hidup yakni pada Permen LH No. 12 Tahun 2009.

Setelah peraturan dari PERMEN LH Tersebut, maka dua tahun setelahnya yakni tahun 2011 diterbitkan pula sebuah Peraturan yang datangnya dari Kementrian Pekerjaan Umum dengan Nomor 11 tahun 2009. Yang menyatakan hal yang sama namun lebih menjurus pada aspek bangunannya.

Untuk mendownload kedua peraturan ini anda bisa mendapatkannya disini :

- Permen LH No. 12 Tahun 2009.

- Permen PU No. 11 Tahun 2011.


Cara Membuat Biopori dan Sumur Resapan


Nah setelah mengetahui tentang definisi dari kedua istilah ini dan juga peraturan yang melingkupinya. Maka kita harus mengetahui cara membuat biopori ini. Dan tentu Anda sebagai pengguna harus memilih Kontraktor Penyedia jasa yang mengerti tentang langkah pekerjaan yang sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan pada peraturan pemerintah.

Sebenarnya cara membuat biopori ini telah dijelaskan dalam Peraturan LH No.12 tahun 2009, tapi izinkan saya untuk bantu menjelaskan kembali dengan bahasa yang mudah-mudahan dapat dimengerti kawan-kawan sekalian.

A. Cara Membuat Biopori


1. Buatlah sebuah lubang dengan kedalaman 80-120 cm dan diameter 10-20 cm dan pastikan bagian bawahnya adalah tanah (Tidak tertutup bangunan atau sampah)

2. Masukan kedalam lubang tersebut Pipa ukuran 4-6 Inch, dengan desain berlubang disekitarnya agar air mudah meresap.

3. Masukan kawat wiremesh yang telah dibentuk slinder dengan bagian bawah tertutup. Fungsi kawat ini adalah untuk dapat meletakan dedaunan kering dan sampah organik yang akan menjadi kompos.

4. Masukan sampah organik hingga menutupi sepertiga bagian dari kawat wiremesh.

5. Rapihkan lubang dengan proses pengurugan secara hati-hati.

6. Pasanglah tutup lubang biopori agar lubang tidak terurug atau tidak menjadi sarang binatang. Tutup dapat berupa dof atau berupa loster, tergantung dari posisi si biopori tersebut apakah sering diinjak orang atau tidak.



B. Cara Membuat Sumur Resapan


1. Galilah tanah dengan bentuk persegi ataupun slinder sesuai dengan ukuran yang telah diberikan oleh BPLHD Setempat.

2. Pasanglah disetiap sisi dari sumur tersebut pipa ukuran 3-6 inch, dengan jumlahnya sekitar 4-10 pipa setiap sisi.

3. Buatlah dinding dengan batu kali dan pasangan semen atau bisa juga dengan bata merah dengan tetap membuka pipa yang telah dipasang tadi. Dinding ini max. Menutupi 2/3 dari kedalaman sumur resapan.

4. Berikan jalur air untuk dapat berjalan keluar menyusuri masuk ke selokan saat sumur resapan sudah penuh.

5. Buatlah tutup bagian atas sumur resapan dengan besi jeruji agar tidak rusak ketika diinjak atau dari material lainnya.


Penting Untuk diperhatikan :


- Kedalaman biopori atau sumur resapan tidak boleh melebihi permukaan air tanah. Misal air tanah memiliki permukaan sedalam 2 meter, maka biopori max adalah 199 cm atau tidak sampai menyentuh air yang keluar dari tanah.

- Pastikan Biopori Anda didesain secara tepat. Ikutilah desain biopori sesuai dengan petunjuk yang ada diartikel ini atau lebih bagus lagi. Jangan mengurangi material yang disarankan atau meniadakan pipa.

- Jangan mengalirkan air limbah atau air sampah ke biopori atau sumur resapan. Sumur resapan dan biopori dimaksudkan untuk merevitalisasi air hujan, bukan air limbah!

- Pastikan jumlah biopori dan sumur resapan Anda proporsional. Selalu perhatikan jarak antara biopori dan sumur resapan. Pastikan jumlahnya sudah mengcover area yang telah dibuat kedap air oleh perusahaan Anda.

- Jika tidak punya area maka “tebuslah Dosa” dengan menyediakan area lain.


Mengapa Memilih Jasa Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan PT.CHEMINUSA


1. Biopori Di Buat Sesuai Dengan Standar

Jasa kami memiliki kelebihan dengan jasa pembuatan biopori dan sumur resapan lainnya sebab kami membuat semua hasil karya kami sesuai dengan standar yang berlaku. Kami menggunakan JukNis Terbaru dalam pembuatannya. Sehingga Anda dapat menunjukannya pada BPLH atau KLH setempat.

2. Biopori Diposisikan Dalam Pada Tempat Strategis

Seperti pada tujuannya semula, kita tentu mengetahui bahwa biopori dan sumur resapan adalah galian yang dipergunakan untuk dapat menyerapkan air sebanyak mungkin dan secepatnya kedalam tanah. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya banjir lokal ataupun genangan ditempat Anda.

Untuk itulah, keputusan untuk memilih jasa pembuatan Biopori dan sumur resapan di PT. CHEMINUSA adalah suatu keputusan tepat. Sebab kami tidak akan asal saja membuat biopori dan sumur. Namun kami juga akan memberikan Anda saran-saran tentang posisi dari Biopori dan Sumur Resapan Yang tepat. Sehingga hasilnya pasti memuaskan.

3. Berpengalaman Membuat Banyak Biopori dan Sumur Resapan

PT. CHEMINUSA telah memiliki banyak pengalaman sebagai penyedia jasa pembuatan biopori dan sumur resapan yang terkemuka. Cukup banyak perusahaan yang menggunakan jasa kami salah satunya adalah PT. MITSUBISHI KRAMA YUDHA yang terletak di Jakarta.

Kami juga telah terbiasa mendapatkan orderan sebagai subcount untuk proyek besar dalam hal pembuatan bangunan perevitalisasi air hujan dengan spek yang beraneka rupa.

4. Pemasangan Biopori Pada Segala Medan

Dalam prakteknya banyak penyedia jasa yang pada akhirnya setelah keluar order akan berkilah dan meminta biaya tambahan sebab ternyata alat mereka tidak mampu untuk membuat biopori pada beberapa tanah. Sebab tanah tidak semuanya gembur dan mudah digali.

Tapi, dengan kami sebagai penyedia jasa Anda tidak akan terbebani dengan hal tersebut. Sebab kami sudah terbiasa untuk membuat biopori untuk segala medan. Dari mulai tanah penuh urugan, tanah tandus, dan banyak sekali jenis tanah lain. Kecuali tanah aspal tentunya hehe (Dan beton juga)

5. Biopori Mampu Di Maintenance

Kelebihan dari biopori dan sumur resapan yang dibuat oleh jasa kami selanjutnya adalah ; biopori dan sumur resapan yang kami buat dapat dimaintenance (Dipelihara dan dibersihkan). Kami telah melengkapinya dengan peralatan yang mudah digunakan dan diaplikasikan secara langsung pada bangunan Anda.

6. Pekerja Profesional

Kelebihan ke-6 dari penggunaan jasa kami adalah Kami menggunakan para pekerja yang profesional. Para pekerja kami telah dilatih untuk memiliki sikap dan tata krama terbaik di dunia Industri. Pekerja kami juga telah mendapatkan pelatihan seputar K3 di dunia Industri sehingga sangat layak untuk bekerja membuat pesanan biopori dan sumur resapan Anda.



Kontak Kami Segera

Butuh jasa propesional dan berpengalaman untuk membuat Biopori dan sumur resapan di tempat Anda? Segera hubungi kontak kami dibawah ini :

PT. CHEMINUSA

“Environment Service Specialist”

Telp : 021 -7919 7920

HP : 0852-8832-5902 | 0857-1147-2834

Email : admin@cheminusa.com
Baca selengkapnya

Saturday, 4 February 2017

Keterkaitan Antar Parameter di Hasil Analisa

Art of CoA Reading : Membaca Keterkaitan Antar Parameter di Hasil Analisa

Hasil Analisa Air Limbah

This Is Knowledge Sharing Not Show Off
Oke Sebelum, adalagi yang mengirim pesan text Wa ataupun menelepon dan menyindir-nyindir saya bahwa saya ini sombong dan sok pamer pengetahuan.
Untuk Anda yang hendak melakukan hal tersebut, ingat! Inna Mal A'mallu Bi Niyat yang artinya Segala amal tergantung niatnya. Dan niat saya adalah untuk mengedukasi para pembaca disini dan secara luas Indonesia agar bisa mendapatkan pencarahan dan pemahaman lebih mendalam tentang hasil analisa.

Dibaca Dulu Awalan Ini : PENTING!
Sobat olah-air.com sekalian. Tulisan kali ini adalah sebuah tulisan yang saya rasa akan sangat berguna bagi sobat-sobat sekalian. Karena tulisan tentang "Membaca Keterkaitan Antar parameter di Hasil Analisa" ini akan memberikan pencerahan dan juga membuat Anda menjadi paham (Ya Walau Sedikit), tentang misteri hasil sebuah CoA.

Dengan memahami tulisan ini, saya mengharapkan pembaca disini akan :
1. Terhindar dari hasil analisa yang salah
2. Bisa menemukan sumber kesalahan dan error dari baku mutu yang terlewat

Dua manfaat tadi benar-benar bisa Anda dapatkan dengan baik, jikalau Anda memiliki skill ini. Dan penting untuk diingat bahwa semua skill akan semakin terasah ketika dilakukan repetisi atau perulangan berkali-kali selama waktu yang panjang.

Dan jujur, skill membaca keterkaitan hasil analisa ini saya dapatkan setelah melalui dan mempelajari banyak sekali hasil analisa dari beragam jenis industri. Dan saya bisa jamin Anda, setelah mempelajari skill ini akan dapat mengalisa secara singkat tentang proses didalam dan bagaimana harus menangani jenis limbah ini.

Satu hal yang harus saya berikan warning pada Anda, para pembaca Olah-Air.Com Adalah walaupun Anda sudah mengerti sedikit lewat membaca artikel ini. Saya Larang Anda untuk melalukan "Penghakiman" Terhadap suatu lembaga yang melakukan analisis, yang setelah Anda baca dengan ilmu ini ternyata tidak sesuai dengan nilai keterkaitan yang saya ajarkan. Karena bisa jadi pencemaran nama baik (Akan lebih bijak jika Anda hanya menghindari penggunaan lembaga atau instansi tersebut).


Apakah ada keterkaitan Antara Satu parameter dengan lainnya?

Ini subjudul yang sudah tentu saya jawab dengan Iya. Karena kita memang sedang menulis artikel yang berjudul hal tersebut. 

Tapi tentu akan ada pertanyaan, memang ada keterkaitan dimananya om Anggi?
Ya keterkaitan dalam banyak hal. Keterkaitan tersebut bisa menunjukan bahwa suatu parameter tersebut seharusnya tinggi atau rendah karena parameter yang berkorelasi dengannya menunjukah suatu hasil tertentu.

Bingung? Mari kita Jelaskan dengan Penjabaran Beberapanya

Sebenarnya kalau dijabarkan akan ditemukan banyak sekali keterkaitan antar satu dengan lainya. Namun untuk keep it simple saya akan mengelompokannya menjadi tujuh saja. Dan semoga Anda bisa memahaminya secara mudah juga.

1. Keterkaitan Antara Parameter COD dan BOD


Yang pertama dan paling mudah adalah melihat keterkaitan antara kedua parameter ini. Yup pasti berkaitan dan bahkan karena sangking berkaitannya saya banyak menemukan asumsi singkat praktisi WWTP,/IPAL atau K3 bahwa COD bernilai 2x dari BOD.

Pernyataan tersebut dinyatakan oleh mereka karena melihat nilai ini selalu berkaitan antara satu dengan lainnya. Dan sudah pasti nilai COD akan selalu lebih besar daripada BOD. Dan bagi Anda yang mau membaca artikel yang membahas panjang tentang hal ini silahkan bisa lihat artikel dibawah :

Lihat Artikel terkait : Korelasi Antara COD dan BOD


2. Keterkaitan Antara Parameter Heavy Metal, Anion, Kation, Surfaktan dengan TDS

tds juga dipengaruhi oleh sabun

TDS memiliki pengertian total padatan terlarut. Yang tentunya akan terdiri dari semua jenis mineral baik ionik maupun non-ionik yang terlarut dalam air. Jika suatu TDS memiliki nilai yang sangat tinggi, maka Anda bisa menilik asalnya dengan melihat segala parameter yang terkait dengannya.

Parameter yang terkait dengan nilai TDS yang begitu tinggi diantaranya adalah : Logam Berat (Fe, Pb, Mn, Ni, Zn, Hg, Cr dan teman-temannya), SO4, Klorida, dan banyak lagi. Jika di hasil analisa air limbah lengkap Anda tidak menemukan pencemar dominan untuk nilai TDS. Cobalah Investigasi pada jalur demin, apakah hasil reagentnya dibuang melalui jalur IPAL?

Sebab salah satu yang sulit dideteksi adalah keberadaan NaCl ataupun KCl dan parahnya senyawa di golongan 1A di SUB (Susunan Unsur Berkala) amat sulit untuk dapat dipisahkan dengan metode pengendapan.

3. Keterkaitan TSS, Heavy Metal, Mineral Oil dengan COD

Timbal adalah salah satu logam berat yang memakai oksigen untuk oksidasi

COD memiliki arti sebagai jumlah oksigen yang dibutuhkan/diperhitungkan secara kimiawi untuk dapat mengoksidasikan semua zat.

Beberapa parameter diatas adalah parameter yang memerlukan proses oksidasi. Dan TSS adalah yang paling utama dalam hal ini. Untuk setiap nilai TSS, setidanya diperlukan 2-6 mg/L Oksigen untuk dapat mengoksidasikannya.

Untuk perkara Heavy Metal, yang akan sangat berpengaruh adalah logam berat yang memiliki dua valensi. Dua valensi itu akan membuat logam tersebut membutuhkan oksigen untuk berangkat kepada nilai oksidasi yang lebih tinggi. Salah satunya adalah besi yang akan cenderung berada pada kondisi besi (III).


4. Keterkaitan pH dengan Nilai Hardness

Air Mengandung hardness akan bernilai basa

Yang ke-empat keterkaitan selanjutnya adalah tentang si nilai pH dengan keberadaan nilai kesadahan atau hardness. 

Teori saya ini dapat dibuktikan dengan cara analisa hardness itu sendiri yang merupakan proses titrasi dari kondis basa ke kondisi netral dengan menggunakan HCl. 

Dan Anda juga bisa menemukan sendiri bahwa, air itu sendir ketika memiliki pH basa alami karena kebanyakan telah bertemu dengan Ion Kalsium yang secara alami telah ada di alam dan didalam tanah itu sendiri.


5. Keterkaitan Fe dan Mn dengan TSS dan Turbidity

Mari kita lihat
Besi akan mempengaruhi warna air

Keberadaan Fe dan Mn di air akan membuat air tersebut menjadi keruh dan berwarna plus berbau. Maka sudah pasti dengan banyaknya nilai Fe dan Mn akan membuat TSS dan turbidity menjadi naik. Dan kalau Anda menemukan di suatu lab pernyataan saya ini tidak terlihat... Hmm.... Saya sarankan Anda segera ganti lab tempat pengujian.

6. Keterkaitan Antara Total Nitrogen dengan Ammonia dan lainnya

Urin salah satu penyumbang nitrogen dan ammonia


Kalau yang satu ini sudah jelas. Karena sumber ammonia, nitrat dan nitrit mengandung unsur N (Nitrogen) maka dari itu kalau Anda mendapati nilai Total Nitrogen cukup tinggi. Coba tengok 3 parameter yang terkait tadi. Atau jika belum menemukan juga, cobalah cari sumber organik apa yang masuk ke dalam air limbah? (Bisa protein atau lainnya).

Oh iya, asumsi ini bisa Anda balik. Kalau parameter ammonia, nitrat atau nitrit tinggi maka tidak mungkin nilai Total Nitrogen akan lebih rendah.


7. Keterkaitan Semuanya Dengan Proses Produksi


Yang terakhir. Semua hasil di hasil analisa air limbah tentunya akan terkait dengan proses produksi yang dilakukan. Logikanya, Tidak akan terlewat suatu standar baku mutu (Jika biasanya dalam masih masuk) ketika tidak ada suatupun proses produksi yang berubah.

Oh iya, Anda bisa investigasi dari mulai urutan proses yang berubah, perubahan operator, perubahan bahan baku, perubahan bahan pembantu ataupun perubahan jam operasional. 

Nah itu dia, artikel tentang keterkaitan antar parameter di hasil analisa. Mudah-mudahan artikel ini tidak membuat Anda puas untuk selalu belajar. Sebab ilmu Allah itu sangat luas, dan kita sebagai umat islam diminta untuk menuntut ilmu hingga liang lahat.


Akhirull kalam, segala sesuatu yang benar adanya dari ALLAH SWT dan yang salah dari saya pribadi.

Wassalammu'alaikum

Salam Lingkungan dan Air Bersih


Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

Tuesday, 31 January 2017

Tips Dalam Memilih Material Tangki

Tips Dalam Memilih Material Tangki

Material Tangki Harus dapat dipilih dengan baik
Memang sih yang namanya memilih material untuk sebuah tangki, tidak akan sesulit memilih pendamping hidup tentunya hehehe.. Namun juga tidak akan semudah seperti memilih makan siang untuk hari ini.

Sebagai seorang manusia, tentulah semua pilihan yang kita ambil akan selalu berdasarkan hasil pemikirian dan perhitungan yang kita miliki. Entah itu adalah hasil perhitungan kita sendiri ataupun perhitungan para ahli yang kita serahkan keputusannya pada mereka.

Salah satu point pemilihan yang biasa saya temukan ditanyakan oleh teman-teman pembaca olah-air.com adalah tentang bagaimana seharusnya memilih material untuk sebuah tangki?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka saya akan coba jabarkan dalam tulisan singkat saya ini.


Jangan Asal Pilih Saja Material Tangki


Yang paling pertama dan harus kita ingat adalah, kita menginginkan agar investasi terhadap tangki yang kita beli akan menjadi investasi yang tepat serta tahan lama. Oleh karenanya amat sangat tidak disarankan pada kawan-kawan pembaca olah-air.com untuk memilih material tangki hanya karena berdasar asal tebak saja.

Ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan dalam memilih material yang tepat untuk tangki Anda. Dan faktor-faktor tersebut kadang tertutupi oleh sebuah faktor terbesar dalam memilih material yang bernama FAKTOR HARGA.

Sebenarnya boleh saja kita memilih material yang memiliki harga paling ekonomis. Namun faktor tadi semestinya menjadi faktor ke-3 atau ke-4 saja setelah semua faktor lainnya terpenuhi. Karena, percayalah jika Anda mengambil faktor harga sebagai faktor utama maka tangki yang Anda beli akan menjadi pajangan semata yang dalam waktu singkat akan segera rusak. Alhasil Anda akan keluar biaya lebih dari sekali.


6 Faktor Penentu Material Tangki


a. Dari Segi Peruntukan Penggunaan


Yang pertama harus Anda perhatikan, tentunya adalah kita lihat kembali tentang untuk apakah si tangki ini nantinya kita gunakan.

Apakah untuk sekedar menyimpan air bersih, ataukah akan kita gunakan untuk menyimpan bahan kimia. Atau mau kita gunakan untuk menyimpan bahan yang memiliki temperatur tinggi.

Dengan mengetahui hal ini terlebih dahulu, maka Anda akan memiliki gambaran tentang material yang tepat. Seperti misalnya untuk air biasa, maka kita bisa menggunakan tangki dari bahan fiber ataupun konkrit karena bisa digunakan dan harganya juga murah.

Lihat Juga : Tangki Panel Fiberglass Kualitas Terbaik

b. Dari segi peraturan


Hal selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah, tentang peraturan yang mengatur tentang material tangki yang Anda gunakan. Tentunya peraturan ini harus menjadi salah satu concern utama Anda, terutama Anda yang bergerak dalam bidang-bidang farmasi, makanan atau consumer goods.

Dalam beberapa contoh, kasus akan lebih baik jika Anda memilih material stainless 304 atau 316 karena kedua material ini biasanya akan direkomendasikan sebagai tangki penyimpan bahan baku produksi atau bahan setengah jadinya.

Lihat Juga : Prosedur Pembersihan Tangki Dari Minyak/Parafin

c. Dari Umur Pakai

Faktor ketiga yang harus Anda perhatikan dalam memilih material tangki adalah dari segi umur pakainya.

Jika perusahaan Anda ingin melakukan investasi yang bisa digunakan dalam waktu yang panjang, maka akan lebih bijak jika menggunakan material yang memiliki usia pakai yang lebih lama. Tentu usia pakai dari material yang dipilih akan tergantung apa yang Anda masukan kedalam tangki tadi.

Jika memilih material dengan kelas yang lebih baik dirasa terlalu banyak memakan biaya, maka Anda bisa memilih untuk melakukan lining atau pelapisan dengan epoxy pada tangki yang Anda pilih.



d. Perhatikan Pressure

Faktor selanjutnya yang patut Anda pikirkan adalah dari persoalan pressure resistance yang perlu dimiliki si tangki tadi. Untuk kebutuhan dengan pressure standar Anda mungkin bisa memilih tangki dengan material plastic PE atau HDPE. Namun jika sudah berbicara pada pressure yang lebih tinggi maka Anda bisa memilih tangki dengan material Mild Steel, Stainless ataupun Duplex.

Lihat Juga : Jasa Pembuatan Fabrikasi tangki Stainless Steel dan Mild Steel

e. Faktor Temperature

Suhu atau temperature adalah salah satu faktor yang juga harus Anda perhatikan. Perhatikan setinggi apa suhu dari liquid yang akan Anda simpan di dalam tangki. Karena beberapa material memang dikenal tidak tahan dengan temperature tinggi dan beberapa lainnya kita ketahui memiliki toleransi pada temperatur yang tinggi.



f. Dari Segi Harga

Ini nih faktor utama yang biasanya jadi penentu. Seperti apapun sertifikat yang dimiliki supplier. Seperti apapun pengalaman mereka, banyak perusahaan yang hanya cenderung pada harga saja. Untuk sekali lagi harga memang sensitif, namun mudah-mudahan pemberi keputusan akan melihat faktor lainnya terlebih dahulu sebelum melihat harganya. Hal ini agar semua penawaran tetap dapat dinilai antara Apple to Apple.

Oh iya sebagai akhir dari artikel ini, Saya memiliki beberapa lampiran tentang kekuatan beberapa material jika dibandingkan dengan liquid pengisinya dan temperatur penggunannya. Semoga dengan dua attachment ini Anda menjadi lebih terbantu dalam memilih material mana yang tepat untuk Anda pilih sebagai material tangki Anda.
Apa Anda tahu cara memilih


Baca selengkapnya

Tangki Kotak Vs Tangki Bulat Slinder Mana yang Lebih Baik?



Tangki Kotak Vs Tangki Bulat Slinder Mana yang Lebih Baik?

Kehidupan manusia ini tentunya tidak akan lepas dari yang namanya air. Sebab hampir semua aktifitas yang dilakukan oleh manusia pasti membutuhkan air. Bahkan para ilmuwan pun mengklaim bahwa tanpa air manusia manusia pasti tidak akan bertahan hidup.

Makanya segala kebutuhan yang menyangkut dengan air pun pasti akan selalu laris manis. Dan salah satu yang saat ini sedang naik daun adalah tentang tangki panel yang dibilang lebih baik dari pada tangki bulat slinder. Hmm benarkah begitu?

Tulisan iseng saya kali ini akan coba membahas secara simpel sebuah perbandingan antara keduanya. Dan tulisan ini bukan mau mendukung salah satunya atau mau promosi tapi lebih kepada sekedar ajang edukasi pada teman teman.

Marilah kita mulai perbandingan antara Tangki Kotak Vs Tangki Slinder. Cap Cus Cyinn

Perbedaan Dari Segi Harga

Perbandingan yang utama dan utama yang pasti ditanyakan oleh banyak customer tentu adalah masalah harga... Ya kan?? Hehe

Kalau dari segi harga, maka saya pribadi bisa menilai dalam duel kali ini pemenangnya ada di tangki kotak. Sebab tangki kotak setiap panelnya dibuat secara pabrikan sehingga membuat harganya menjadi jauh lebih murah.

Berbeda dengan tangki bulat slinder yang dibuat oleh vendor ataupun fabrikator secara satuan, sehingga akan memerlukan cost yang lebih banyak.



Perbedaan  Dari Segi Kekuatan Terhadap Tekanan

Yang kedua kita akan membandingkan tentang kekuatan kedua tangki baik tangki kotak dan tangki slinder dalam masalah kekuatan mereka terhadap tekanan.

Mudah-mudahan sobat olah-air.com masih ingat salah satu sifat dari air yang dahulu kita pelajari di IPA saat SD. Yakni air akan selalu berupaya mendatar dan akan terus menekan ke segala arah (Kecuali ke atas).

Mengingat sifat ini, maka kita pasti akan Go dengan tangki dengan model slinder bulat dibanding dengan tangki kotak. Sebab tangki kotak tidak dapat menahan tekanan tinggi, hal ini disebabkan bentuk rectangular tidak dapat mendistribusikan tekanan secara merata. Berbeda halnya dengan tangki slinder yang bisa menerima tekanan secara lebih baik.

Lihat Juga :
- Jasa Fabrikasi Tangki Stainless dan Mild Steel

Perbedaan  Dari Segi Penempatan

Tidak terasa sudah ke perbandingan ke tiga. Di perbandingan ketiga ini kita akan membandingkan tentang mana yang lebih mudah untuk ditempatkan antara tangki kotak dan tangki bulat?

Well jika kita bandingkan soal penempatan, tentunya akan kembali tentang tempat seperti apa tangki tadi akan kita tempatkan. Jika di ruang bebas tanpa atap dan tembok untuk masuk maka bisa kita katakan seimbang.

Namun jika kita membandingkannya ketika tangki tersebut harus dibuat didalam sebuah gedung, maka yang akan menjadi pemenangnya adalah tangki dengan bentuk kotak. Sebab tangki kotak dapat dirakit perbagian langsung on the spot.

Perbedaan  Dari Kecepatan

Untuk kecepatan pembuatan atau fabrikasi, maka dapat dikatakan seimbang. Sebab walaupun kelihatannya tangki panel dapat langsung dirakit dengan cepat tanpa harus melalui proses bending dan welding yang ketat seperti tangki steel yang bundar. Namun ternyata tangki panel harus tetap membuat pondasi tulangan internal yang memakan waktu cukup lama dalam prakteknya.



Perbedaan  Lebih Homogen Mana?


Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, ketika terjadi pengadukan atau mixing mana yang lebih memberikan nilai homogenitas lebih tinggi?

Untuk menjawab hal ini tentunya kita harus tahu dahulu tentang zat liquid seperti apa yang akan diaduk?

Untuk zat cair yang memiliki butiran suspensi maka yang lebih baik digunakan adalah tangki dengan bentuk cylinder yang dilengkapi dengan baffle. Sebab jikalau kita menggunakan tangki kotak, maka biasanya akan ada butiran partikel yang mengendap dibagian sudut dari tangki itu.

Oh iya untuk tangki kotak, kabar baiknya adalah tidak memerlukan baffle karena bentuknya sendiri sudah seperti auto baffle.

Anyway, untuk tingkat hasil mixing, maka saya lebih cenderung kepada tangki cylinder.


Tangki Kotak Vs Tangki Slinder, Hasilnya adalah?

Wah tidak terasa sudah ada lima point yang kita tuliskan tadi. Dan dari point point yang sudah dijelaskan tadi ternyata kalau dibandingkan maka nilai yang keluar adalah 3 sama.

Pilihan ada ditangan Anda



Sekali lagi, segala tulisan yang saya cantumkan di artikel ini tidak bermaksud untuk memaksa Anda untuk mengambil keputusan yang sama. Semua tetap ada di pilihan anda. Anda tetap harus menimbang semua aspek sebelum memilih mau tangki mana yang kotak atau yang bulat slider. Namun mohon diingat, jika Anda butuh salah satu atau keduanya Anda bisa segera menghubungi kami pada nomor diatas.
pilihan antara kedua tangki ini Andalah yang harus menentukan


Baca selengkapnya

Jasa Pembuatan Tangki Stainless dan Mild Steel PT. CHEMINUSA

Jasa Pembuatan Tangki Stainless dan Mild Steel PT. CHEMINUSA

Deskripsi Singkat Jasa Pembuat Tangki Steel


Saat ini tangki stainless maupun mild steel banyak dipilih oleh perusahaan karena beragam macam alasan. Beberapa perusahaan memilih menggunakan tangki stainless karena untuk pemenuhan persyaratan dari pemerintah atau dari customer. Dan sebagian lagi menggunakan tangki dari bahan steel karena kemampuan material ini dalam menahan pressure dan beragam kelebihan properti lainnya.

Maka karena begitu banyaknya perusahaan yang membutuhkan jasa pembuatan atau fabrikasi stainless dan mild steel. Menyebabkan muncul begitu banyaknya jasa pembuatan peralatan steel seperti tangki atau lainnya.

Nah mungkin Anda juga termasuk salah satunya atau salah satu perusahaan yang membutuhkan jasa tersebut. Jika iya, maka Anda datang di tempat yang tepat karena perusahaan kami adalah salah satu yang terbaik dalam jasa ini. Kenapa? Mari kami jelaskan.

Alasan Inti, Kenapa membuat Tangki Stainless dan Mild Steel di CHEMINUSA


1. Tangki Di Desain secara Detail


Setiap tangki yang kami buat, tidak akan sembarang kami buat karena kami meyakini bahwa segala sesuatunya harus direncanakan secara detail untuk mendapatkan hasil maksimal. Begitu pula dengan jasa pembuatan tangki stainless dan Mild Steel kami, semuannya dibuat dahulu detail drawingnya sebelum dilakukan proses terhadap material. Hal ini untuk memastikan barang yang dibuat akan mengikuti desain dan meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi.

Hati-hatinya kami telah dimulai sejak tahap awal perencanaan, seluruh bagian dihitung secara detail. Bukan hanya berdasarkan permintaan customer namun juga memperhitungkan untuk apa tangki akan digunakan serta pressure yang akan diterima oleh tangki. Karena sebab itulah kami dapat menjadi salah satu yang terbaik dalam jasa pembuatan tangki stainless dan mild steel.



2. Proses Pengelasan secara Sempurna

Dimulai dengan perencanaan yang baik, proses pembuatan tangki ataupun fabrikasi dengan jasa kami dilanjutkan dengan proses pengerjaan sebaik mungki. Termasuk dengan proses pengelasannya.

Jasa pembuatan tangki kami, menggunakan tenaga-tenaga welder profesional dan bersertifikat dari disnaker. Sehingga hal ini tentu menunjukan bahwa pekerjaan pengelasan ditangani secara serius oleh jasa kami.

Anda dapat melakukan beragam pengujian pada hasil pekerjaan kami mulai dari X-Ray, Crack Test, Penetrant Test, dan lainnya untuk memastikan jasa pembuatan tangki kami adalah yang terbaik.

3. Jujur Pada Kualitas dan Kwantitas


Kejujuran adalah nilai utama yang selalu kami tanamkan pada setiap proses yang kami lakukan. Karena dengan kejujuran akan timbul kepercayaan, hasil kerja yang sesuai serta keberkahan atas hasil kerja kami.

Oleh karenanya kami tidak pernah mengurangi kualitas serta kuantitas material untuk pekerjaan kami. Jika dibutuhkan material dengan jumlah 100 maka kami akan tetap menggunakan 100 tanpa mengurangi satupun. Jika dibutuhkan material SS316 maka kami akan menggunakannya, meskipun untuk part yang mungkin akan lolos dari inspeksi. Itulah salah satu kelebihan dari jasa pembuatan tangki stainless dan mild steel kami.



4. Bisa Mengerjakan Beragam Model Tangki

Tim kami berpengalaman dalam membuat beragam jenis hasil karya dari material steel maupun stainless steel. Anda dapat memesan cukup banyak ragam karya stainless steel seperti pada jasa kami:

- Pressure Vessel (Bejana Bertekanan)

- Cylindrical tank

- Filter Tank (tangki Filter)

- Demin Tank (tangki demin)

- Silo tank

- Custom Equipment dari bahan mild ataupun stainless steel.



5. Pengerjaan Secara Teliti


Kami mengerjakan setiap pekerjaan kami secara teliti agar tidak ada satupun pesanan yang terlewat. Oleh karenanya kami selalu membatasi produksi kami agar jangan sampai pekerjaan terbengkalai yang mengakibatkan pelanggan kecewa.

Jasa Kami mengedepankan kualitas dibanding kwantitas dari order yang masuk, untuk tetap menjaga kualitas dari jasa pembuatan tangki stainless dan mild steel.



Hubungi Kami Segera

Butuh jasa profesional dalam pembuatan tangki atau karya stainless dan mild steel lainnya? Segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik. Hubungi Kami di :

PT. CHEMINUSA

Jl Raya Ps. Minggu – Jakarta Selatan

Komplek Ligamas Indah Kav.9

Telp. : 021 7919 7920

HP : 085288325902 | 085711472834
Baca selengkapnya

Stainless Steel atau Plastik? Mana yang Harus dipilih Untuk Tangki Air

Stainless Steel atau Plastik? Mana yang Harus dipilih Untuk Tangki Air

kalau bicara diantara dua tangki tadi pasti kita pusing
Setiap kehidupan kita tentunya akan bersentuhan dengan zat yang bernama Air. Dari hulu ke hilir industripun juga begitu. Maka dari itu proses memilih tangki air pasti akan Anda temui di semua industri.

Secara mudah, tangki air akan dibedakan pada dua tipe. Yakni tangki air yang berbahan dasar steel dan tangki air yang berbahan dasar plastik. Dan cukup banyak orang yang berpikir, sebenarnya mana sih yang lebih baik diantara keduanya? Dan bagaimana kita harus memilih yang terbaik diantaranya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mudah-mudahan artikel ini cukup untuk Anda.

Untuk menjawab pertanyaan mana yang lebih baik sebagai tangki air, besi atau plastik. Maka kita akan coba membandingkannya dari empat sisi yakni harga, kapasitas, kualitas dan juga aplikasi yang mampu dihandle.

Untuk itu, agar lebih mudah dicerna kita akan mulai perbandingannya satu persatu.

Lihat Juga : Jasa Pembuatan Tangki Stainless dan Fiber Panel

A. Stainless : Jaminan Kualitas dan Kelas


Jikalau kita berbicara tentang material yang memiliki kualitas lebih tinggi dalam hal ketahanan terhadap korosi, dan serangan bakteri. Maka tentu jawabannya akan dipegang oleh tangki yang terbuat dari steel atau stainless steel.

Material SS ini juga diapprove oleh beberapa standar water tank untuk makanan dan juga pabrik farmasi. Maka dari itu jika perusahaan Anda sedang dalam tahap pemenuhan syarat untuk produksi, maka saran yang bisa Anda Ambil salah satunya adalah dengan menggunakan tangki stainless steel sebagai tangki air Anda.

Nilai tambah lainnya dari memilih tangki stainless dibanding tangki plastik adalah dari gengsi yang Akan Anda miliki. Ketika Customer Anda datang ke pabrik Anda, maka tangki air Anda akan bisa memberikan impresi yang baik dibanding dengan memamerkan tangki plastik.

Lihat Juga : Prosedur Pembersihan Tangki Minyak

Beberapa Kelebihan Tangki Stainless Steel 

Tangki stainless memiliki karakteristik yang menarik dari segi penampilan, lamanya usia pakai, installasi yang mudah dan memiliki cost operasional yang bisa dikatakan lebih rendah. 

Material stainless steel dikenal sebagai material yang aman dan tidak beracun ketika kontak dengan makanan atau dengan obat-obatan. Material ini juga dikenal tahan terhadap korosi dan dapat menyerap panas dengan baik. Ditambah lagi material stainless steel akan lebih tahan terhadap pertumbuhan lumut atau alga dibanding dengan material fiber atau plastik. 

Alasan ketiga dari penggunaan material ini adalah, dengan memilih material ini perusahaan Anda akan dinilai lebih baik oleh customer karena telah memenuhi standar penyimpanan air dengan baik.
Alasan selanjutnya adalah, material stainless steel ini dapat diperbaiki jika terjadi kebocoran. Tidak seperti tangki dari material plastik yang ketika rusak maka Anda kemungkinan besar harus membeli tangki yang baru.

Kekurangan penggunaan Tangki Material Stainless Steel

1. Harga yang cukup tinggi tentu akan menjadi faktor terbesar seseorang atau perusahaan dalam memilih tangki yang satu ini. Karena jelas dibandingkan dengan tangki yang terbuat dari plastik PE maka harga tangki ini dapat bernilai 2 hingga 4 kali lipatnya.

2. Alasan keduanya adalah, tangki dari material stainless steel tidak cukup kuat jika diisi oleh bahan kimia yang bersifat korosif. Bahan kimia seperti H2SO4 dan HCl diketahui tidak compatible jika diletakan pada tangki stainless. Untuk keperluan penyimpanan bahan kimia, maka tangki dari material plastik PE atau HDPE bisa menjadi pilihan yang baik.
jual tangki stainless terbaik


B. Tangki Berbahan Plastic : Murah, ringan dan Cocok untuk bahan kimia

The use range of plastic water storage tank contains the chemical industry, pharmaceutical industry, pesticide industry, metallurgical industry, etc. It is widely used for the secondary water supply and water storage of high building, auxiliary equipment for water treatment and purification. What’s more, plastic water tank can store most of organic solvents and be regarded as the reaction container, can partly replace stainless steel, titanium, high nickel alloy steel and other materials. PE plastic water tank is a perfect storage container for chemical reaction corrosion solution and cleaning solution.

Tangki berbahan plastik (Fiber, PE, HDPE, dll) saat ini sudah banyak sekali digunakan dalam dunia industri. Hal ini dikarenakan tangki dengan material plastik ini dikenal memiliki harga yang jauh lebih murah, dan juga lebih mudah dalam pemasangannya. Plus tangki berbahan dasar plastik juga dikenal mampu untuk menyimpan berbagai macam bahan kimia karena sifat dari material plastik ini sendiri yang tidak reactable.

Dalam perkembangannya saat ini tangki berbahan dasar plastik banyak digunakan untuk menggantikan tangki-tangki dari material lain. Terutama pada tangki-tangki yang tidak memerlukan persyaratan khusus.

Lihat Juga : Cara Menghitung Waktu Tinggal Cairan Di Tangki

Keuntungan Penggunaan Material Plastik pada Tangki


1. Harga Investasi yang murah, harga investasi untuk tangki dari bahan plastik memiliki nilai yang jauh dibawah tangki yang terbuat dari steel walaupun tangki mild steel sekalipun.

2. Chemical Resistant, Material plastik diketahui memiliki ketahanan yang lebih baik jika dipertemukan dengan bahan kimia yang korosif, begitu pula jika digunakan untuk menyimpan pelarut organik.

Kekurangan Penggunaan Material Plastik Pada tangki


1. Tidak sesuai dengan standar Food and Drugs, jika Anda berada dalam dua industri yang disebutkan tadi. Maka saya sarankan Anda untuk tidak menggunakan tangki dengan bahan plastik seperti fiber sebagai tempat penyimpanan bahan baku ataupun bahan setengah jadi dan bahan jadi. Karena material plastik tidak disetujui dalam peraturan penyimpanan bahan makanan dan farmasi.

2. Tidak tahan Pressure, tangki plastik hanya untuk diperuntukan pada penyimpanan ataupun proses yang tidak melibatkan pressure yang tinggi. Sebab pressure 1,5 kali saja dari pressure ruangan maka dapat mengakibatkan crack yang berujung pada rusaknya tangki plastik ini.

3. Sulit di Perbaiki, Dalam banyak kasus Anda akan menemukan bahwa tangki ini jika terjadi kebocoran maka tidak dapat diperbaiki dengan cara ditambal namun harus diganti secara keseluruhan. Hal ini tentu akan mengakibatkan terjadinya investasi ulang.

4. Tingkat Gengsi yang rendah, Tentunya saya yakin tangki fiber tidak akan memberikan impresi yang bagus saat dipamerkan pada customer Anda bukan?

Lihat Juga : 5 Tips Untuk Menghilangkan Lumut dari Tangki

Jadi Mana yang Lebih Baik, Stainless Steel atau Plastik?


Setelah membaca artikel diatas maka saya harap Anda telah mendapatkan gambaran yang cukup baik tentang perbandingan antara keduanya. Untuk mengetahui mana yang lebih baik diantara keduanya, Anda tentu harus menengok kebutuhan dan juga budget yang Anda miliki. Tapi kalau ditanya pendapat pribadi, maka saya akan cenderung dengan yang steel karena memiliki nilai keuntungan yang lebih baik dibanding tangki plastik.

ahli water treatment terbaik di indonesia

Baca selengkapnya