Friday, 15 November 2019

Perhitungan Kapasitas Cooling Tower

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower



Hallo sobat semua, alhamdulillah kita bisa berjumpa kembali dalam blog tercinta yang membahas segala rupa tentang water treatment yakni di olah-air.com. Kali ini kita akan membahas subject Perhitungan Cooling Tower.

Subject Perhitungan Cooling Tower ini tidak sengaja terlintas di pikiran saya ketika salah satu customer saya bertanya : "Pak Anggi, ini untuk menghitung ukuran cooling tower yang tepat itu bagaimana sih?" Dan saya menjawabnya dengan gaya klasik saya : "Panjang Om, beneran deh soalnya ada beberapa konstanta perhitungan dan variabel makanya nanti saya buatin aja deh artikelnya biar Om gampang ngikutinnya"

Dan, membayar janji artikel untuk om Rifki tersebut berikut ini adalah artikel cara menghitung kapasitas cooling tower yang tepat untuk sistem Anda.

Beberapa Pendekatan Perhitungan

Sebenarnya perhitungan cooling tower itu ada rumus bakunya tapi ada juga rumus tembaknya. Dan dalam artikel kali ini saya akan coba sajikan 3 cara pendekatan perhitungannya, yang masing-masing bersumber dari rumus perhitungan yang sama hanya saja penggunannya yang berbeda. Apa sajakah cara menghitung kapasitas cooling tower? Ini dia

Lihat Juga :
Standar Teknis Sistem Pengolahan Limbah Domestik

Pengetahuan Awal Satuan Perhitungan Cooling Tower

Sebelum kita masuk ke perhitungan kapasitas cooling tower, kita harus paham terlebih dahulu nih tentang satuan-satuan perhitungan yang akan kita gunakan. Jangan sampai ditengah penjabaran formula perhitungan sobat pembaca jadi bingung sebab tidak tahu satuan yang tengah kita bahas. Satuan-satuan yang kerap melekat pada cooling tower Antara lain :

TR : Tons of Refrigreation
biasa diartikan sebagai kemampuan cooling tower untuk menghilangkan panas, dengan sistem pendinginan yang dibandingkan dengan kemapuan leleh 1 ton es dalam 1 hari. Ribet ya? Pokoknya dia biasa kita temukan di tabel cooling tower, yang menyatakan kemampuan penyerapan panas vs total flow air yang lewat.
1 TR biasanya setara dengan 12.000 BTU/h, atau sekitar 3,517 kW.



BTU : British Thermal Unit
BTU adalah satuan yang menyatakan jumlah panas yang dibutuhkan oleh 1 Pound air untuk menaikan suhunya sebanyak 1 derajat farenheit. Satuan BTU ini walaupun masuk ke dalam golongan "Ora Umum" alias non SI, tapi pada kenyataannya banyak digunakan dalam istilah dunia HVAC. Makanya sobat pembaca harus paham hal ini. Persamaan dari satuan ini adalah Kalori yang mana menunjukan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 derajat celcius pada 1 kg air.

Lihat Juga :
Cara Menghilangkan Warna dari Air Limbah

Oke setelah mengetahui dua satuan tadi, baru deh kita lanjut ke perhitungan yang sebenarnya. Apakah sobat sudah siap? Ini dia 3 Cara menghitung kapasitas cooling tower.

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower


1. Cara menghitung Ala Engineer (Teknik Kimia dan temannya)

Cara yang pertama adalah dengan menghitung menggunakan rumus heat load. Metode perhitungan ini akan menghasilkan satuan BTU/h yang nantinya untuk dikonversi ke Cooling tower yang mau kita beli kita bisa melihatnya dalam tabel yang penjual berikan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Di rumus tadi asalnya adalah koefisien-koefisien konversi nilai, yang akhirnya dihitung diawal sehingga tingga 500 x Jumlah Flow Air (gal/min) x perbedaan temperature dalam farenheit.

Lihat Juga : 
Mengenal Tekanan Hidrostatis

Setelah didapat nilai tadi, baru deh kita konversi ke TR, dengan melihat tabel atau membaginya dengan 12.000 BTU/h (karena 1 TR = 12.000 BTU/h). Untuk contoh tabel bisa dilihat dibawah :

2. Cara Menghitung Ala Tukang Dagang Cooling Tower

Cara kedua adalah Perhitungan Kapasitas Cooling Tower ala Tukang Jualan. kalau tukang jualan pada umumnya hanya menghitung berapa jumlah flow atau debit air yang masuk dan keluar. Sedangkan untuk perubahan suhunya biasanya hanya dihitung perubahan 5 derajat celcius (Asli deh seriusan). Dan biasanya Rumus yang digunakan adalah Q = Macet.. Bohong deng tapi Q = mxcxdelta T (gampanganya si Kiki Macet hahaha)

3. Cara menghitung Ala Chiller Man

Nah, untuk Chiller Man alias Tukang Chiller caranya beda lagi nih, mereka biasanya kan menjual Chiller sepaket dengan cooling tower, maka dari itu biasanya mereka cukup mengkalikan TR dari si Chiller dengan koefisien 1,25. Contohnya ketika kita memasang Chiller ukuran 500 TR, maka biasanya akan dipasang Cooling tower sebesar 625 (500 x 1,25).
Dari mana si 1,25 ini nongol? Nilai ini muncul dari perbedaan kebutuhan antara kalor untuk conditioning dan evaporasi.



Jadi mana yang sebaiknya kita gunakan untuk berhitung?
Well, kalau saya ditanya seperti ini ya saya juga tidak bisa memutuskan. Tapi jikalau kita memandang dari sudut pandang kemudahan dan pembenaran (Bukan kebenaran ya hahaha), maka saya akan memilih menghitung ala Tukang Cooling tower sebab mereka sudah menjual banyak sekali cooling tower dengan rumusan seperti itu dan biasanya tidak bermasalah. Dan untuk faktor safety biasanya kita tambahkan saja 20% supaya kapasitas yang kita gunakan benar benar safe.

Oke jadi begitu ya sobat, cara perhitungan kapasitas cooling tower yang dijabarkan di www.olah-air.com, semoga menjadi pengetahuan yang berguna buat kita semua satu nusa dan satu bangsa hahaha.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
0811.3155.470
Water Engineering Specialist

Baca selengkapnya

Monday, 27 May 2019

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP




Halo sobat pembaca olah-air.com sekalian dimanapun kalian berada, pada postingan ini saya masih akan tetap membahas tentang pengolahan air limbah domestik dan lebih tepatnya pada sisi peralatannya. 

Saya sengaja membahas cukup banyak hal tentang pengolahan air limbah domestik pada kurun waktu yang singkat dikarenakan proyek yang sedang saya garap saat ini kebanyakan adalah proses pengolahan air limbah domestik sehingga ingatan serta ide-ide tentang prosesnya masih hangat dan enak untuk segera dituliskan. 

Oiya, dalam postingan kali ini saya akan membahas list peralatan intinya saja dari sebuah STP atau IPAL Domestik. Sebab kalau mau diberikan variasi tentu saja akan menjadi ratusan daftar tapi saya akan fokus pada 5 peralatan inti yang wajib ain tersedia di IPAL domestik Anda. 

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk mengetahui apa saja yang masuk ke daftar ini? Yuk mari kita bahas segera! 

5 Peralatan Wajib Pada IPAL Domestik / STP

1. Tangki STP 

tangkinya terdiri dari 3 chamber yang setiap chamber dihitung teliti


Peralatan atau Equipment pertama yang sudah pasti diperlukan tentu saja adalah tangki STP itu sendiri. Ya tangki IPAL adalah sebuah equipment terpenting dalam pengolahan, sebab tanpa keberadaannya maka mau kita olah dimana coba?

tangki STP yang dikenal di masyarakat luas biasanya terdiri dari dua jenis yakni tangki beton/sipil atau tangki fiber. Kedua jenis tangki ini sama-sama boleh dipakai selama masuk ke dalam standar teknis yang dipersyaratkan (Bisa dilihat di Postingan ini).

Untuk mendesain sebuah tangki STP, kita juga tidak bisa hanya berdasarkan debit satu hari saja (saya biasa temukan ini pada para penjual STP konyol tak berdasar). Sebab tangki STP itu pada intinya terdiri dari beberapa chamber yang ukurannya dihitung berdasarkan teori penguraian tertentu.

Semisal untuk proses equalisasi yang akan membutuhkan volume tiga jam dan proses aerasi yang memerlukan minimal enam jam proses. Pada intinya semua ukuran ini didasarkan pada perhitungan teori yang sudah banyak diakui oleh para praktisi dan juga akademisi.

Untuk lebih detail tentang ukuran masing-masing sekat/chamber STP ini, saya sudah membahasnya di postingan berikut ini : Bagian-bagian Tangki STP IPAL Domestik 


2. Blower dan Diffusser 

kontraktor pembuat ipal domestik


Injeksi udara adalah salah satu hal yang kerap akan Anda temui ketika masuk ke Sistem pengolahan air limbah domestik. Injeksi udara dimaksudkan untuk dapat mensuplai oksigen bagi bakteri agar dapat menguraikan zat organik yang ada pada limbah. Selain itu, oksigen juga diharapkan dapat membantu proses pemotongan ikatan organik yang ada pada air limbah.

Aplikasi injeksi udara di IPAL Domestik biasanya dilakukan dengan bantuan blower yang kemudian ditransmisikan dengan menggunakan diffusser.

Pada Air Blower Udara memasuki pusat impeller yang berputar dan dibagi antara baling-baling impeller. Saat impeler berputar, akselerator udara keluar menggunakan gaya sentrifugal. Udara berkecepatan tinggi ini kemudian menyebar dan melambat di housing blower sekitarnya untuk menciptakan tekanan.

Dua jenis air blower yang biasa kita temukan di sistem IPAL adalah Root Blower dan Ring Blower. Dimana Root blower biasanya lebih banyak dipilih karena tidak terlalu berisik sedangkan Ring Blower dipilih ketika Budget yang murah menjadi tujuan utama.

Untuk dapat memilih kapasitas blower yang tepat, saya juga sudah pernah menuliskannya pada artikel lain di website olah-air.com, Anda dapat membacanya pada Link Berikut ini :

Cara menghitung Kapasitas Blower untuk Pengolahan Air Limbah Organik

Diffusser adalah alat yang bekerja untuk mendifusikan udara dengan ukuran partikel tertentu ke dalam air. Bentuk dan tipe diffusser ini berbeda-beda tergantung dari brand yang Anda gunakan. Dua jenis yang paling umum adalah jenis plate (seperti piringan) dan Tube (seperti pipa). 

digunakan untuk dapat menginjeksikan udara pada air limbah organik tinja


Penjelasan tentang cara menghitung diffusser nanti akan saya sertakan pada artikel lainnya, namun sebenarnya untuk diffusser sendiri sudah dengan mudah dilihat pada tabel yang diberikan oleh vendor ataupun sales diffusser itu sendiri.

3. Pompa Transfer 



Pompa transfer biasa digunakan untuk memindahkan air limbah dari satu titik, ke titik lainnya. terkadang digunakan juga untuk memindahkan kotoran ke wadah penampung.

Dalam pengolahan air limbah domestik, pompa transfer yang paling banyak dipilih adalah dari jenis submersible pump. Submersible pump adalah pompa model celup yang biasa dioprasikan untuk memindahkan air kotor salah satunya adalah air limbah domestik.

Pemilihan kapasitas pompa transfer harus didasarkan pada debit perjam yang dikalikan dua, dengan kata lain kecepatan transfer pompa adalah dua kali lebih cepat dari debit perjam. Hal ini dimaksudkan agar pompa mampu mengatasi beban puncak ataupun fluktuasi input pengolahan jika terjadi lonjakan.

Sebagai bantuan pengamanan untuk pompa transfer, pastikan kita melengkapi tangki STP dengan penangkap sampah. Tujuan penangkap sampah adalah jangan sampai sampah besar masuk ke dalam mesin pompa dan membuatnya macet yang berakibat pada rusaknya sistem IPAL.

4. Pompa Dosing Set dan Mixer 



Pompa dosing adalah pompa yang digunakan untuk dapat menginjeksikan bahan kimia ataupun lainnya dalam jumlah tertentu ke dalam proses pengolahan.

Pompa dosing digunakan jika dosis yang dipakai harus terukur dan tepat, untuk menghindari efek negatif pada proses pengolahan itu sendiri.

Bahan kimia asam, basa, dan desinfektan (kaporit atau klorin) adalah bahan kimia yang paling umum menggunakan dosing pump.

Keberadaan dosing pump biasanya satu set dengan mixernya baik inline (static mixer) ataupun menggunakan vertical agitator. Selain itu, biasanya dosing pump juga hadir bersama dengan tangki penampung bahan kimianya.

Kapasitas dosing pump biasanya ditentukan dari dosis maximal yang diperlukan oleh air limbah tersebut dikalikan dengan dua, Maksudnya adalah agar stroke si dosing pump bisa optimal karena disetting pada angka 50%.

5. Pompa Filter dan Filternya 



Pompa filter digunakan untuk mendorong air limbah masuk ke dalam media filtrasi sehingga kotorannya bisa terserap.

Pompa yang paling banyak digunakan sebagai pompa dorong adalah pompa centrifugal baik yang single stage ataupun multistage. Untuk filternya paling banyak dipilih filter dengan media carbon bercampur dengan sand silica.

untuk cara sizing filter, saya belum buat artikelnya. Tapi kalau sobat pembaca ada Budget untuk investasi otak lewat ikut training, silahkan daftar di Training Saya ya :)

Oke sobat pembaca, itu dia 5 Daftar Equipment yang biasa hadir di Sistem pengolahan air limbah domestik. Saya harap dengan adanya tulisan ini Anda menjadi lebih paham bahwa sistem pengolahan air limbah domestik tidak hanya berbicara tentang tangki saja namun masih ada daftar peralatan lain yang dibutuhkan.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Bagian Bagian Tangki STP atau IPAL Domestik


Hallo sobat pembaca sekalian, masih bersama Mr. Anggi di Olah-Air.Com, dan masih dalam topi STP atau Sewage Treatment Plant alias Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik. 

Kali ini kita akan membahas bagian-bagian dari tangki STP, karena saat ini diproyek saya lagi banyaknya bikin STP. Selain itu artikel ini ditujukan bagi Anda yang sering Searching tentang STP namun masih merasa kurang jelas. Oke langsung saja ya, kita bahas bagian-bagian tangki STP. 


Bagian Equalisasi 

Bagian ini digunakan sebagai bagian untuk menghomogenkan semua air limbah yang masuk, bisa juga digunakan untuk mendinginkan air limbah jika air limbahnya ada potensi panas. Ukuran dari bagian equalisasi ini biasanya adalah sebesar 3-6 jam debit air limbah harian. Semakin besar bagian equalisasi maka berpotensi juga untuk menjadi bagian sedimentasi. 

Bagian Anaerob 


Bagian anaerob berfungsi sebagai bagian untuk memproses secara biologi, bagian ini biasanya dilengkapi dengan Trickling filter atau media bakteri lainnya seperti honey comb yang berfungsi untuk dapat membantu tinggalnya bakteri pengurai.

Dalam bagian anaerob, akan terjadi proses fermentasi, serta metanogenesis yakni penguraian senyawa organik menjadi metanol.

Ukuran bagian anaerob ini biasanya antara 12 sampai 24 jam, dalam proses penguraian limbah organik dengan rantai panjang seperti limbah dari perkebunan sawit maka ukurannya bisa lebih besar lagi hingga 45 hari.

Dalam bagian ini harus dijaga kondisi pHnya agar tetap dalam kondisi alkali sehingga proses fermentasi dapat terus berjalan. Sebab jika sudah berada dalam pH asam, maka proses fermentasi akan berhenti dan juga berarti proses peluruhan senyawa organik juga akan terhenti. 

Lihat Juga : 7 Point Penting Dalam Mendesain Sebuah STP atau IPAL Domestik

Bagian Aerob atau Aerasi

Bagian aerasi adalah bagian yang paling umum kita temukan dalam tangki STP. Ukurannya biasanya 8 hingga 16 jam debit air limbah. Dalam bak aerasi kita dapat menemukan adanya gelembung-gelembung udara yang disuntikan oleh blower ataupun kompressor.

Bagian ini biasanya adalah bagian terbesar dari suatu tangki STP, karena bisa dibilang bagian ini adalah nyawa dari proses peluruhan zat organik yang ada di air limbah. 

Lihat Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

Bagian Sedimentasi

Bagian Sedimentasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat mengendapkan zat tersuspensi atau lumpur yang ada di air limbah, biasanya bagian ini dipasang diawal ataupun setelah proses aerasi dengan maksud untuk menurunkan lumpur tinja sebelum masuk ke bagian filtrasi.

Bagian sedimentasi biasanya memiliki ukuran antara 2-4 jam debit air limbah harian. Pada bagian ini desain tangki bagian dalam biasanya dibuat miring, terkadang ada penambahan tube settler yang bertujuan untuk membantu menangkap lumpur yang datang. 



Lihat Juga : Keterkaitan Antara parameter pada Hasil Analisa Air

Bagian Filtrasi

Bagian filtrasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat menyaring air limbah yang sudah diproses sebelumnya. Dalam bagian ini diletakan karbon aktif dan juga pasir silika ataupun antrasit yang berfungsi untuk dapat menyerap zat organik, lumpur dan juga warna yang masih terdapat pada limbah.



Di lapangan, untuk menghemat listrik biasanya kita akan menemukan proses filtrasi menggunakan gravitasi. Filtrasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan vertical filter yang dibantu dengan pompa dorong agar hasilnya lebih maksimal. 

Lihat Juga : Standar Teknis Bangunan IPAL Domestik

Bagian Discharge

Bagian discharge adalah bagian yang digunakan untuk melihat keluaran dari air limbah, apakah sudah sesuai dengan standar baku mutu ataupun visual ataukah belum. Dalam bagian ini biasanya diletakan ornamen penghias ataupun ikan (jika hendak disatukan dengan kolam uji hayati)

untuk ukuran bagian discharge ini biasanya hanya 30 menit ataupun maksimal 2 jam debit saja. 

Lihat Juga : 5 Parameter Penting dalam Baku Mutu Air Limbah

Bagian Uji Hayati

Bagian uji hayati adalah sebuah kolam yang difungsikan sebagai indikator penerimaan lingkungan terhadap air limbah yang hendak dibuang ke lingkungan. Di kolam ini biasanya diletakan ikan mas yang kehidupannya terus diamati dari hari ke hari. 



Kolam ini juga menjadi parameter bagi orang-orang awam untuk menunjukan bahwa air yang dibuang itu adalah aman bagi lingkungan.

Untuk ukuran kolam uji ini tidak ditentukan berapa, namun hanya disesuaikan dengan nilai seni ataupun estetika yang diinginkan oleh user. 



Bagian Desinfeksi

bagian desinfeksi adalah bagian dimana proses pembunuhan bakteri dan virus terjadi. Proses desinfeksi ini biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan kaporit, clorin atau bisa juga dengan injeksi ozone.

Proses injeksi dilakukan dengan dosing pump dengan takaran dosis yang rendah agar tidak membunuh mahluk hidup di air.

Peletakan titik dosing biasanya dekat dengan area penaatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek desinfeksi lebih optimal sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Baca selengkapnya

Sunday, 26 May 2019

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik


Hallo sobat semua, langsung saja kali ini saya akan menyajikan tabel sebagai saran ataupun input ketika memilih teknik alir mana yang mau diambil untuk mengalirkan air limbah domestik.

Kenapa harus dipilih secara cermat?
jawaban yang paling utama adalah permasalah Budget, karena bagi para pelaku Industri masalah limbah adalah masalah expense yang harus dikontrol agar bisa keluar sekecil mungkin.

Jawaban kedua adalah untuk mengejar jadwal installasi dan Running IPAL.

Langsung saja, perbandingannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :



Gravity Line
Artinya air limbah dialirkan dengan gravitasi, dimana pipa semakin jauh akan semakin dalam masuk ke dalam tanah.

Pumping Station 
Artinya air limbah dialirkan dengan menggunakan tenaga pompa, sehingga tidak tergantung dengan elevasi ataupun kelokan.

Trucking
Artinya air limbah dialirkan dengan cara disedot dari sumber kemudian dipindahkan dengan truck pengangkut khusus untuk kemudian diturunkan di STP utama.


Lihat Juga : 

Standar Teknis IPAL Domestik

List Komponen untuk Di Install pada Sistem IPAL domestik
Baca selengkapnya

Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Hallo sobat sekalian, pembaca setia Olah-Air.Com, dimanapun kalian berada. Kali ini saya masih membahas tentang pengolahan air limbah domestik, sebab kebetulan proyek saya di Mei 2019 ini akan berkutat seputar pengolahan air limbah domestik.

Banyak sekali diluaran sana, saya menemukan sistem pengolahan air limbah yang jika dilihat lewat standar baku mutu air limbah maka dia akan masuk standar namun jikalau kita lihat lewat standar teknis yang dipersyaratkan maka jauh sekali. Salah satunya adalah kondisi tangki penampungan yang ternyata adalah wadah resapan tinja ke dalam tanah.. weleh weleh..

Maka dari itu, untuk dapat mempermudah pencarian para pembaca atau penggiat lingkungan dalam tulisan ini akan saya coba paparkan apa sajakah standar teknis yang harus dipenuhi untuk sistem pengolahan air limbah domestik yang benar.

Lihat Juga : 

Sumber Standar Teknis

Sumber standar teknis ini disarikan atau dibedah dari Standar Baku Mutu Air Limbah Domestik Nasional PermenLH no.68 Tahun 2016. Sampai saat postingan ini dibuat, standar ini lah yang dipakai dan berlaku.

5 Standar Teknis IPAL Domestik

1. Saluran dan Tangki Kedap Tidak Rembes
Standar yang pertama adalah, sistem ini haruslah kedap air dan memiliki lapisan untuk mencegah air limbah meresap ke dalam air. Dalam hal ini dilapangan, artinya tangki tidak boleh terbuat dari tanah saja tapi harus dibangun dan diplester dan diberikan lapisan aqua proof ataupun dengan linning fiber. Untuk aplikasi pelapisan biasanya adalah 3-5 layer.

Lihat Juga


2. Terpisah dari Saluran Air Hujan
Standar Teknis IPAL Domestik yang kedua adalah, si Air limbah ini harus terpisah dari air hujan dalam hal ini baik pipa penyaluran dan juga wadah penampung air limbah harus dipisahkan.

Pemisahan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengenceran baik sengaja maupun tidak sengaja oleh pihak penghasil air limbah, dan juga untuk menjaga kelestarian air bersih agar tidak tercemar dengan bakteri patogen dari air limbah domestik.

3. Memiliki Titik Penaataan sebelum masuk ke Badan Air
Titik penaataan ditentukan sebelum air masuk ke badan air, disini sampel outllet diambil dan nanti dianalisa sehingga bisa ditentukan apakah hasilnya masuk ke dalam baku mutu ataukah tidak. Dalam mendesain titik penaataan biasanya tidak boleh terlalu jauh dari titik desinfeksi agar saat di analisa bakteri bentuk coli atau coliform tidak lagi ditemukan dalam air limbah yang telah diolah.

Selain itu, titik penataan juga sebaiknya diberikan kolam uji hayati untuk memantau apakah air limbah tersebut sudah acceptable atau dapat diterima lingkungan atau belum.


4. Memiliki alat pengukur Debit
Standar teknis terakhir yang paling penting adalah IPAL Domestik harus memiliki flow meter di ujungnya. Flow meter bisa bertipe digital ataupun analog yang penting dapat mengukur debit harian air limbah yang keluar dari IPAL.

5. Semua Jalur In dan Out Tercatat
Standar tekni lainnya adalah semua jalur harus dapat diketahui dari mana dia berasal apakah benar dari kegiatan domestik ataukah dari kegiatan produksi lainnya.
Untuk lebih jelasnya, list kegiatan yang termasuk air limbah domestik dapat dilihat ditabel berikut ini :
Nama Aktifitas
Domestik
Non Domestik
Mandi
Laboratorium
Cuci Baju dan Piring
Bengkel
Kakus
Pencucian Peralatan Produksi Pabrik
Memasak
Flushing Mesin
Wudhu
Saluran Air Hujan
Pembersihan Lantai dan Ruangan
Saluran Tumpahan B3
Pantry

 


Bagaimana Cara Mudah Memenuhi Standar Teknis IPAL Domestik?


Wuaduh, ternyata cukup ribet dan banyak juga ya standar teknis dari IPAL domestik. Kemudian bagaimana nih cara yang tepat agar IPAL yang kita Install sesuai semua baik standar teknis, kelayakan, administrasi dan juga standar estetika.

Caranya adalah dengan menghubungi Kontraktor atau Perusahaan yang tepat!



Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik

List Komponen dari STP atau IPAL Domestik


Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah presentasi tentang cara mengolah air limbah domestik suatu pabrik yang cukup besar yang berada di Banten. Setelah selesai saya menyampaikan presentasi, team leader tersebut meminta saya untuk dapat memberikan gambaran kasar tentang nilai dari total keseluruhan installasi yang harus dipasang disana.

Karena sangat banyaknya titik installasi serta perbaikan installasi septic tank yang harus diperbaiki, maka saya sampaikan bahwa saya tidak dapat memberikan perkiraan dalam jangka waktu yang cepat (1-2 hari). Perkiraan untuk plant yang memiliki total area lebih dari 10 hektar dan persebaran septic tank dimana-mana seperti ini setidaknya saya memerlukan waktu membuat konsep selama 1 minggu, namun tentu bisa saja sih dalam 1-2 hari asal sudah jelas ada PO-nya (Sambil bercanda tapi serius juga) hahaha.

Singkat kata, esoknya saya sudah ditanya tentang estimasi keseluruhan installasi dan perbaikan yang harus dilakukan di Plant mereka. Saya pun menjawabnya bahwa perkiraanya kasar pak tapi bisa saya pertanggung jawabkan. Dari pihak user mengiyakan dan memintanya. Okelah akhirnya saya mulai menghitung.

Diketahui total seluruh Plant memiliki 48 titik Septic Tank yang terdiri dari banyak toilet, selain itu, septic tank disana juga perlu direnovasi karena masih memakai konsep yang dilarang yakni konsep penyerapan Tinja. Maka saya coba menghitung estimasi satu persatu nilainya.

Ditambah lagi, pemipaan dari output septic tank ini tidak dirancang untuk masuk ke sistem pengolahan tapi malah langsung turun ke saluran air hujan atau sewer. Pastinya hal ini juga masuk ke List perbaikan yang harus dilakukan, dimana harus dipasang jalur pemipaan untuk keluaran dari septic tank yang dimana juga harus turut membobok beton diatasnya (sudah pasti akan termasuk merapihkannya kembali).



Perhitungan dan detail terus berlanjut, hingga akhirnya saya sampai pada sebuah angka kisaran yang menurut saya reasonable. Dan karena saya juga didesak oleh pihak user, maka dari itu saya akhirnya memberikan kasarannya.

Dan guess what, setelah saya berikan perhitungannya respon dari user adalah sangat menggelikan. Ya sangat menggelikan sekali, karena dia menganggap perhitungan saya tidak masuk akal dan harganya mahal sekali. Dan respon saya setelah mendengar hal tersebut adalah, memberikan detail pekerjaan yang akan dilaksanakan agar user sendiri menjadi mengerti dari mana saja nilai tersebut muncul. Dan tetap saja user menilai nilai ini terlalu tinggi.

List Pekerjaan untuk Membuat STP


“Ya elah, inikan cuma tinja kenapa sih harus diolah?” Ini adalah kalimat yang sering saya dengar dari user ketika saya melakukan presentasi. Dan tebak, padahal mereka yang mengundang saya datang kesana untuk memberikan keterangan, namun malah disambar dengan perkataan nyinyir seperti itu (Kalau ga niat ga usah Undang Saya lagi Om, undang Tukang Somay aja tuh enak buat menuhin perut!)



Oke, kembali ke topik ya! Untuk membuat sebuah STP kita tidak bisa hanya membangun STP/IPAL Domestiknya saja, karena perlu adanya rangkaian installasi yang mendukung Input maupun Output dari STP itu sendiri. Jangan sampai kita bangun installasi pengolahan air limbah, tapi air limbahnya sendiri tidak diatur dari mana mereka datang dan kemana mereka keluar. Dan percayalah, perusahaan besar-besar juga engineernya berpikir tidak sampai kesini.



Apa saja yang harus di install dalam sebuah sistem STP yang terintegrasi? dan bagaimana tahapannya, yuk kita simak dibawah ini :

1. Renovasi/Perbaikan Septic Tank Existing

Hal pertama yang harus dilakukan agar sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, adalah dengan membuat septic tank menjadi kedap. Kedap disini agar kita semua yakin tidak ada air limbah domestik yang diresapkan ke tanah. Karena air limbah domestik memiliki parameter pencemar yang dapat merusak lingkungan sekaligus menimbulkan wabah penyakit.

Renovasi Septic tank dilakukan dengan cara membuat Toilet menjadi kedap atau tidak meresapkan lagi air tinja ke dalam tanah. Caranya adalah dengan measang Plur atau Concrette pada dinding maupun lantainya serta melapisinya dengan Aquaproof ataupun Linning Fiber. Hal ini dilakukan tentu agar air tinja tidak meresap lagi ke dalam tanah.

Walaupun, kedengarannya pekerjaannya hanya nambal dan pelapisan aquaproof namun pada kenyataannya list pekerjaannya akan menjadi seperti ini :

a. Penyedotan Septic Tank dengan Mobil Tinja

b. Pembobokan Tutup Septic Tank

c. Pembersihan Bagian dalam (Air hasil pembersihan dibuang)

d. Perbaikan Concrette dan pengecoran bagian dalam

e. Aplikasi Fiber Linning/Aqua Proof

f. Pembuatan tutup Septic tank

Kita bisa lihat bukan, dari satu judul perbaikan saja ternayta dilapangan bisa bersambung menjadi beberapa item pekerjaan yang seharusnya para user juga bisa menghitungnya bahwa semua harus ada nilainya.

Ditambah lagi, kita tahu bahwa pekerjaan ini termasuk ke dalam pekerjaan High Risk Confined Space yang pekerjaanya harus dilengkapi peralatan tertentu dan juga telah dinyatakan layak bekerja disana.



2. Penambahan Tangki Grey Water

Oke, mari kita lanjut!

Selanjutnya setelah si Septic Tank diperbaik sehingga menjadi kedap, maka ada pekerjaan lagi sebelum masuk ke pembuatan IPAL atau STP yakni membuat tangki grey water.

Fungsi tangki ini adalah untuk menampung air limbahnya (minus tinja) sehingga Grey Water ini sajalah yang akan diolah pada STP nantinya.

Jangan dilupakan, bahwa pada tangki ini juga biasanya akan ada installasi Pompa submersible untuk mendorong air limbah tersebut masuk ke jalur pipa input untuk selanjutnya diolah ke Sistem STP.

Dan walau kelihatannya hanya satu pekerjaan saja, ternyata jika kita break down maka pekerjaan pembuatan tangki ini akan menjadi seperti ini :

a. Marking

b. Penggalian dan buang puing

c. Pemasangan Struktur

d. Pengecoran

e. Pelapisan dengan Aquaproof atau Linning

f. Pemasangan Dudukan atau rail pompa

g. pemasangan pompa submersible

h. Pemasangan Panel Pompa

i. Pemasangan Tutup

j. Pemasangan jalur dari septic tank ke Grey Water Tank

Oow ternyata cukup banyak pekerjaanya ya bukan hanya Abrakadabra seperti yang dibayangkan user!

3. Pembuatan Jalur Input (dari Septic Tank ke STP)

Langkah selanjutnya adalah membuat jalur khusus untuk grey water sehingga bisa sampai ke STP. Sesuai dengan peraturan PerMenLH no.68 tahun 2016, dimana saluran air limbah domestik tidak boleh bercampur dengan air hujan. Maka artinya air limbah domestik harus memiliki pemipaan khusus yang terpisah dari air lainnya.

Untuk jenis pipa yang digunakan tidak disebutkan secara spesifik namun biasanya yang akan dipilih adalah jenis PVC dikarenakan paling mudah ditemukan dan harganya relatif lebih murah.

Dalam pemasangan jalur pemipaan untuk STP (yang berasal dari septic tank) yang perlu dilakukan adalah :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

4. Pembuatan STP/IPAL Domestik

Dan sampailah kita pada tahapan ini, yakni tahapan pemasangan STP ataupun IPAL Domestik. STP atau IPAL domestik ini tidak berdiri sendiri tapi terdiri dari banyak komponen yang saling berkaitan, antara lain

a. Tangki Sipil (Untuk Menyimpan STP Tank)

b. Tangki STP

c. Mesin Blower

d. Pompa Transfer

e. Dosing Pump

g. Junk Trap

h. Air Diffusser

i. Honey Comb atau media bakteri

j. Media Filter

k. Filter Pump

l. Discharge Tank

m. Control Panel





5. Pembuatan Jalur Output STP/IPAL Domestik

Dan yang terakhir untuk sebagai penyempurna sistem STP, kita juga harus menyiapkan jalur pemipaan Output untuk dipasang.

Pemipaan biasanya juga dilengkapi dengan support layaknya standar pemipaan lainnya, dan juga dilengkapi dengan flow meter untuk mengukur debit yang keluar.

Tahapan untuk installasi pemipaan output ini antara lain sama dengan pipa untuk input :

a. Survey dan Marking area untuk pemasangan pipa

b. clearing area pemasangan pipa

c. Pembobokan area untuk pemasangan pipa

d. Pemasangan support untuk pipa

e. Pemasangan Pipa

f. Pembuatan dan Pemasangan kembali tutup got/saluran

g. Pemasangan Flow Meter

h. Pemberian plan tulisan titik penaatan.

Oke sobat itu dia List Komponen untuk Installasi STP atau IPAL Domestik yang sengaja saya tuliskan untuk menjadi penjelasan bagi para user yang hendak menginstall STP di Tempat mereka guna mengikuti undang-undang yang berlaku.

Dan juga saya harap para pembaca Olah-Air.Com menjadi lebih paham lagi bahwa nilai cost ataupun harga dari sebuah Installasi STP tidak bisa dilihat dari harga intinya saja. Dan kalau mau masang intinya saja sih saya terima2 saja, asal nanti jangan menanyakan kelengkapan yang tidak ada di Agreement..


Salam Hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Tuesday, 5 March 2019

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah

Prinsip Elektrokoagulasi Pada Air Limbah


Hallo sobat olah-air.com sekalian, dimanapun kamu berada. Sesuai judul kita kali ini, kita akan membahas tentang prinsip dari elektrokoagulasi. Bagaimana sudah siap untuk menyimak?

Prinsip Elektrokoagulasi

Proses elektrokoagulasi adalah proses dimana terjadinya koagulasi (penggumpalan) yang menggunakan bantuan listrik atau electricity. Proses ini akan melibatkan pengaturan arus dan juga voltase dari listrik DC yang digunakan kemudian dialirkan melalui katoda dan anoda yang terdiri dari logam-logam tertentu sehingga menghasilkan aliran getaran listrik pada tingkatan electron. Dari sanalah katoda maupun anoda akan terkikis sehingga berubah fungsi menjadi koagulan yang bereaksi dengan air limbah.



Dari gambar diatas, terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan dengan metode elektrokoagulasi beberapa alat dan bahan yang diperlukan antara lain :

1. Wadah penampung air limbah

2. Sumber Arus Listrik

3. Konverter arus listrik AC ke DC

4. Plat katoda dan anoda


Ke-empat alat dan bahan tadi harus dipersiapkan dan dalam keadaan terkontrol dengan baik. Untuk arus yang digunakan adalah tidak tentu, tergantung dari jenis air limbah yang ditemui dan juga target yang diinginkan. Selain itu ukuran volume wadah penampung juga minimal harus mampu menampung 1 jam debit air limbah, dikarenakan proses ini sama seperti proses mixing yang memerlukan waktu reaksi yang optimal.

Untuk katoda dan anoda tidak harus spesifik Fe ataupun alumunium, tapi tergantung pada jenis air limbah yang diproses. Namun dikarenakan kedua jenis logam ini adalah yang paling banyak tersedia dipasaran dan sifat kedua jenis logam ini dapat memberikan koagulasi yang baik maka kedua jenis logam ini paling direkomendasikan.






Oke sobat, itu dia tulisan singkat tentang prinsip dari proses elektro koagulasi. Untuk tulisan lainnya dapat disimak pada Link dibawah ini :


Salam hangat,


Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Monday, 4 March 2019

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Kelebihan Pengolahan Limbah Metode Elektrokoagulasi EC

Bagaimana cara mengolah air limbah yang baik
Halo sobat sekalian, jumpa lagi bersama mr. anggi di website kesayangan kita yang selalu konsisten membahas teknik-teknik pengolahan air bersih dan air limbah. 

Kali ini kita akan membahas tentang suatu kelebihan teknik pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi adalah suatu teknik pengolahan air limbah yang menggunakan arus listrik dalam proses pemisahan material polutan dalam air. Elektrokoagulasi disingkat EC, telah cukup lama populer digunakan untuk mengolah limbah textile, dikarenakan sifatnya yang mampu menguraikan warna tanpa memberikan kontribusi TDS yang signifikan.

Kali ini kita akan membahas beberapa alasan kenapa Anda atau perusahaan Anda dapat memilih teknik elektrokoagulasi sebagai metode pengolahan air limbah Anda (Dapat ya bukan harus!) :

Lihat Juga : 
- Langkah Langkan Assesment WWTP

1. Impact Minimal pada TDS


Kelebihan pertama yang dimiliki oleh system Elektrokoagulasi atau EC adalah system ini mampu untuk mengolah limbah tanpa menambah nilai TDS. 

Pada system konvensional, kita biasanya akan mengolah air limbah dengan mencampurkan koagulan dan flokulan dalam jumlah tertentu untuk dapat menurunkan sludge ataupun lumpur polutan yang tercampur pada air limbah. 

Pada proses ini, maka secara otomatis tds akan naik karena adanya kation dan anion yang turut terlarut dalam air akibat adanya penambahan bahan kimia. Sehingga dapat dikatakan proses konvensional hampir selalu akan mengakibatkan air effluent mengalami kenaikan TDS. 

Berbeda halnya dengan metode elektrokoagulasi, dimana polutan baik yang terlarut maupun yang menjadi koloid dalam air limbah akan bereaksi dengan plat logam yang dialiri listrik sehingga akhirnya membentuk gumpalan. 

Gumpalan tersebut nantinya diendapkan ataupun dapat diapungkan dan di scrapping, sehingga air dapat terbebas dari polutan. Proses ini tidak menyebabkan kenaikan TDS secara signifikan seperti proses konvensional, karena tidak adanya anion yang bereaksi (kalaupun ada maka sedikit saja). Oleh karenanya dapat dikatakan proses TDS mampu menangani air limbah dengan impact TDS yang minimal. 

Lihat Juga : 
- 7 Point penting dalam pembuatan STP

2. Minim bahan kimia


Kelebihan yang kedua dari proses pengolahan air limbah dengan metode elektrokoagulasi adalah metode ini menurunkan jumlah penggunaan bahan kimia. Dan memang jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibanding dengan metode konvensional.

Hal ini dikarenakan penambahan kimia disubtitusi dengan reaksi elektrokoagulasi dengan menggunakan plat katoda dan anoda. Plat Alumunium, ataupun seng akan terkikis sesuai dengan jenis polutan yang diproses.

Disini proses elektrokoagulasi akan mengurangi jumlah koagulan yang dipakai, sehingga dapat dikatakan proses ini lebih minim kimia dibandingkan dengan proses konvensional.

Namun bukan berarti proses ini tidak menggunakan bahan kimia sebab pada faktanya proses ini tetap membutuhkan flokulan untuk dapat menggumpalkan secara sempurna flok halus yang sudah terbentuk.


3. Bisa Mengolah Mineral Terlarut


Kelebihan ketiga dari proses elektrokoagulasi adalah mampu untuk menurunkan jumlah mineral yang terlarut dalam air. Beberapa mineral seperti Calcium dan Magnessium bahkan dapat diendapakan dengan baik melalui metode ini (yang diiringi dengan pengaturan pH).

Berbeda halnya dengan proses konvensional yang hanya dapat mengendapkan mineral ataupun kotoran yang tampak, metode ini mampu untuk mengendapkan kotoran yang tidak tampak. Hasil pengetesan dilapangan menunjukan pada air dengan kadar TDS diatas 300 dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dapat membantu memunculkan polutan seperti silica, calcium dan magnesium sehingga dapat diendapkan yang tentunya akan berdampak pada penurunan nilai TDS.

Lihat Juga : 
- Proses Mengurangi Lumpur di air limbah secara efektif

4. Rentang Pengolahan yang cukup luas


Proses pengolahan kimia pada air limbah hanya efektif untuk dapat mengolah air limbah yang kotorannya bersifat mudah diendapkan. Sedangkan proses pengolahan biologi efektif untuk mengolah air limbah dengan kandungan zat organic yang memiliki rantai linear.

Berbeda halnya dengan proses elektrokoagulasi, proses ini mampu untuk mengolah air limbah dengan rentang yang cukup luas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dibawah ini :



Oke sobat olah-air.com dimanapun kamu berada, itu dia 4 kelebihan penggunaan metode elektrokoagulasi untuk aplikasi pengolahan air limbah anda. Jika Anda tertarik untuk menerapkan proses Elektrokoagulasi, Anda dapat menghubungi kami pada nomor banner yang tertera diatas. Atau jika mau tau lebih banyak tentang aplikasi elektrokoagulasi, silahkan lihat beberapa artikel lainnya yang sudah kami siapkan. 


Salam Hangat,





Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Wednesday, 20 February 2019

Bagaimana Proses Aerasi Bisa Menurunkan nilai BOD

Bagaimana Proses Aerasi Bisa Menurunkan nilai BOD

Contoh media lekat untuk menunjang perkembangan bakteri aerasi

Hallo sobat olah-air.com sekalian, sudah lama sekali kita tidak update dan berjumpa ya hahaha. Mohon maaf ini semua dikarenakan Negara api sedang menyerang.. Lho.. ;p

Kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana sih ceritanya proses biologi secara aerasi bisa menurunkan nilai cemaran BOD. Penasaran kan? Yuk kita simak uraiannya.

Sebelum berangkat ke narasinya yang panjang, harus kita ingat bahwa BOD bukanlah zat namun hanya sebuah nilai konversi yang dihasilkan dari analisa tentang seberapa banyak oksigen yang dibutuhkan untuk membuat seluruh zat organic dapat teroksidasi. Sehingga besarnya nilai BOD tentu akan berbanding pula dengan besarnya jumlah zat organic yang ada dalam air limbah.

Dalam pengolahan air limbah dengan metode lumpur aktif, bakteri akan bercampur dengan air limbah dengan harapan adanya proses adaptasi terhadap polutan dalam air. Mikroorganisme atau bakteri akan kontak dengan bahan organic atau biodegradable dan menggunakannya sebagai sumber energy. Nantinya bakteri akan membentuk koloni atau rumah tinggal dengan terwujudnya lender yang lengket yang bisa kita temukan pada dinding ataupun pada media bakteri.

Tingkat keberhasilan penguraian polutan dalam air limbah, akan tergantung dari seberapa efektif bakteri memakan zat organic yang ada dalam air limbah, serta bagaimana kemampuan bakteri dalam membuat bioflok yang dapat dengan mudah settle down dalam air.

Biasanya dalam proses biologi, setelah proses aerasi akan dilanjutkan dengan proses clarifier dimana active sludge yang terbawa akan ditangkap oleh lamella dan dibuat settle down. Sebagian volume active sludge akan dikembalikan ke tangki aerasi (Sistem RAS) dan sebagian akan dibuang menuju tangki proses sludge.

Proses RAS ini penting untuk menjaga rasio active sludge hingga jangan sampai over ataupun kurang. Prosesnya bisa menggunakan pompa ataupun menggunakan metode gravitasi.

Proses biologi dengan metode activated sludge dalam kondisi optimumnya dapat menurunkan 80-90% BOD. Dan tingkat efisiensi ini tentu tidak terlepas dari keberhasilan dalam menjaga beberapa factor seperti :

- Nilai pH Inlet

- Nilai Debit intake yang masuk

- Ke stabilan polutan yang masuk

- Jumlah nutrisi dalam air limbah

- Serta mengeleminasi masuknya desinfektan ke dalam air limbah. 



Secara umum ada 5 jenis grup mikroorganisme yang dapat kita temukan pada proses aerasi khususnya pada metode activated sludge :

1. Bacteria : yakni bakteri aerob yang bekerja memakan nutrisi organic

2. Protozoa
: yang membantu dalam memakan bakteri yang telah mati dan juga menguraikan suspended solid

3. Metazoa : mikroorganisme yang membantu penguraian air limbah dengan nilai BOD yang sangat tinggi. Biasanya digunakan pada system lagoon.

4. Bakteri Filament : bakteri yang berbentuk seperti benang-benang halus, biasanya mengganggu proses settling dan membuat terjadinya bulking ataupun sumbatan pada pemipaan.

5. Alga (Lumut) dan Jamur : dua mikroorganisme ini biasanya bertumbuh ketika ditopang oleh cahaya matahari yang cukup dan juga dalam sludge yang telah mati. Sifatnya tidak massif ataupun dominan tapi akan menggangu pengamatan.
Baca selengkapnya

Friday, 19 October 2018

5 Kekurangan dari Penggunaan Sistem EDI

Kekurangan Pada Proses EDI


Haloo sobat olah-air.com selamat malam. Di malam ini di sela-sela kesibukan merancang proses water dan waste water treatment untuk beberapa project. Saya akan mencoba membahas tentang beberapa kekurangan dari proses EDI.

Artikel ini ditujukan untuk menjawab salah seorang peserta workshop yang diadakan oleh tim saya beberapa waktu yang lalu. Dan bagi yang mau ikut workshop tersebut dapat menghubungi nomor tim kami diatas.

Lihat Juga : Jual Mesin EDI Untuk Industri

Mengapa Harus Tahu Kekurangannya?




Sudah selayaknya bagi seorang pengusaha untuk mengetahui resiko dan peluang dari setiap keputusan yang mereka ambil. Dengan mengetahui kekurangan atau resiko dari sesuatu, tentu kita sebagai owner dapat mengambil langkah preventif dan juga plan cadangan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Dan dalam artikel Prinsip Proses EDI, saya sendiri sudah menyebutkan beberapa kelebihan dari proses EDI. Sehingga tidak adil rasanya kalau kita tidak membahas kekurangan EDI dalam artikel lainnya.

Seperti yang kita tahu, di Dunia ini tidak ada sesuatupun yang sempurna. Karena kesempurnaan itu sendiri hanya milik ALLAH Sang Tuhan pemilik dan pencipta alam semesta. Namun dari kekurang-kekurangan ciptaan yang ada di dunia, kita sebagai manusia yang diberikan akal serta pikiran tentu menjadi berpikir tentang bagaimana cara mengolah kekurangan tersebut menjadi lebih minimal untuk dapat dikontrol dengan lebih baik lagi. Termasuk dalam system EDI ini.

Nah daripada berlama-lama di pembukaan, yuk langsung saja kita simak daftar kekurangan system EDI.

Lihat Juga : Prinsip Kerja Mesin EDI

List Kekurangan Proses EDI

a. Biaya Installasi Lebih Tinggi

Kekurangan pertama yang akan ditemuka dalam system EDI adalah tentang biaya installasi awal yang sedikit lebih tinggi daripada menggunakan system Mixbed.

Tingginnya biaya installasi ini, bukanlah karena harga modul EDI yang tinggi (saja). Tingginya biaya installasi ini lebih mengarah pada kebutuhan pre-treatment system yang cukup banyak, terlebih lagi jika air yang digunakan tidak memiliki parameter air bersih.

Biaya installasi untuk standar water treatment, Pure Water Treatment dan High Pure Water Treatment perlu kita pikirkan ketika kita berniat menginstall system EDI. Yang tentunya hal ini menjadi kekurangan pertama yang harus kita pertimbangkan.

Proses RO baik One Phase ataupun two phase akan menjadi sebagian dari keseluruhan RAB yang muncul ketika niat membuat system EDI ini terwujud. Dan kita semua tahu bahwa untuk menginstall two phase RO, cukup banyak biaya yang harus kita keluarkan.

Namun, biaya installasi ini dapat kita reduce jika air yang digunakan sebagai air baku sudah memiliki kandungan parameter yang rendah.

b. Inlet Parameter Lebih Ketat

Walaupun memiliki system operasional dan maintenance yang jauh lebih mudah, EDI ternyata memiliki inlet parameter yang jauh lebih ketat jika dibandingkan dengan proses mixbed.

Parameter TDS/Conductivity harus dijaga serendah mungkin hingga bernilai dibawah 5 mg/L ataupun dibawah 18 mS/cm2. Selain itu parameter hardness, silica dan chlorine juga harus dijaga agar berada dibawah 1 mg/L. Dan untuk menjaganya kita memerlukan installasi pre-treatment yang cukup banyak.

apa saja kekurangan pada proses EDI
Jika air yang masuk ke dalam EDI ternyata tidak masuk ke dalam standard yang telah ditetapkan. Maka modul EDI akan terganggu, sehingga debit dapat menjadi turun atau menjadi nol akibat terjadinya clogging ataupun kerusakan permanen pada bagian internal modul EDI. 


c. Masih Kurangnya Spare Part dan Teknisi EDI 



Kekurangan ketiga dari system EDI ini adalah dari sisi ketersediaan teknisi dan spare part yang masih jarang. Harus diakui hal ini terjadi kerena intallasi EDI di Indonesia sendiri masih tergolong baru dan jarang. Oleh karenanya tenaga teknisi yang bisa memperbaiki system ini juga masih sangat sedikit. 



Begitu pula dengan spare-part masih harus mengandalkan proses import yang bisa memakan waktu 1 – 3 bulan lamanya. 



Namun hal tersebut tidak jadi masalah besar, jika sobat melakukan order EDI pada perusahaan kami. Sebab perusahaan kami telah berpengalaman dalam melakukan perbaikan dan installasi mesin EDI sehingga proses perbaikan menjadi lebih cepat. 



Dan lagi, jaringan supply kami telah menyebar hampir diseluruh dunia. Sehingga pengadaan spare part juga bisa lebih singkat hanya dalam hitungan 1-2 minggu saja. 

d. Mudah Terjadi Trouble Jika Inlet Water Bermasalah 


Kekurangan terakhir dari proses EDI ini adalah terlalu sensitifnya modul EDI yang ada dipasaran. Sehingga jika terjadi kesalahan sedikit saja pada proses inlet water, dapat berakibat menurunnya kualitas dan kuantitas product water dari si EDI ini. 



Tidak jarang juga mesin menjadi shut down akibat output yang diberikan tidak ada, dikarenakan terjadinya clogging pada cation/anion chamber yang ada di Modul EDI. 



Untuk menjaga hal ini jangan sampai terjadi, disarankan untuk menginstall pre-treatment yang tepat sebelum air umpan masuk ke dalam system EDI. 



Pastikan installator ataupun perusahaan yang menginstall EDI, paham betul apa saja akar masalah di EDI dan cara-cara tepat untuk mengatasinya. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa perusahaan tersebut mampu membaca parameter air baku sehingga mampu mendesain pretreatment yang tepat. 

apa saja kekurangan dari mesin EDI CHeminusa






Lihat Juga : Pretreatment Pada Proses EDI

Oke sobat, tak terasa sudah malam juga ini. Maka kita sudahi dulu ya daftar kekurangan dari system EDI ini. Jika sobat memiliki pertanyaan atau kebutuhan Inquiry untuk EDI, silahkan menghubungi kami langsung pada nomor yang tertera di Website ini, kami siap membantu Anda!.

Salam hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Jual Mesin EDI untuk Industri

Jual Mesin EDI untuk Industri

PT CHEMINUSA Kontraktor Pembuat Mesin EDI water Treatment


Apa itu EDI? 

EDI atau ELECTRODEIONIZATION adalah suatu system pemurnian air dengan memanfaatkan arus listrik DC untuk memisahkan cation dan anion dalam air sehingga didapatkan air dengan tingkat kemurnian tinggi. EDI sendiri sekarang banyak dijual untuk dapat menjadi alternative bagi penggunaan Mixbed Demin yang dirasa memiliki kekurangan. 



Aplikasi EDI 

EDI di seluruh dunia saat ini telah mendapatkan pengakuan yang cukup baik karena telah diaplikasikan dalam beragam lini industry. Maka dari itu saat ini cukup banyak produsen besar dari Membrane RO yang juga menjual system EDI rakitan. Beberapa jenis industry yang menggunakan EDI antara lain :
- Industri Farmasi 

- Industri Makanan dan Minuman 

- Penggunaan dalam Boiler Bertekanan Tinggi 

- Industri Microelectronic (Chip Komputer) 

- Laboratorium Pengujian 

Keuntungan Penggunaan Sistem EDI yang kami Jual 

EDI adalah proses pemurnian air yang bisa berlangsung secara non-stop serta tidak memerlukan proses regenerasi kimia yang merepotkan. Oleh sebab itu, dengan penggunaan EDI owner system tidak perlu lagi memikirkan down time akibat adanya regenerasi, dan juga mengurangi chemical handling dan storage untuk regenerasi. 

SKID yang kecil dari EDI juga akan menghemat lebih banyak lahan di pabrik, jika kita bandingkan dengan area SKID dari system MIXBED yang cukup besar. Jika dibandingkan areanya, maka area SKID untuk EDI yang kami jual hanya akan menduduki area 30% dari area SKID Demin Mixbed. 

Untuk dari segi output, EDI Jauh lebih stabil karena tidak terpengaruh kejenuhan dari resin. Hal ini sangat menguntungkan, karena dapat mengurangi reject dari produk yang sangat berharga. 

Output Mesin EDI Yang Kami Jual 

EDI yang kami jual memiliki Output yang akan sesuai expektasi dari Owner yang memesan system EDI tersebut. Secara umum berikut ini adalah output yang kami janjikan akan Anda dapatkan dari EDI yang kami jual :



5 Alasan Kenapa Beli EDI di PT. CHEMINUSA 

1. Engineer berpengalaman dan Terampil 

Kemi telah berpengalaman dalam bidang water treatment selama lebih dari 15 tahun. Oleh karenanya kami tidak hanya menjual system EDI karena mesin tersebut memiliki komponen yang bagus. Namun karena kami juga memiliki engineer yang berpengalaman dan terampil. 

Engineer kami telah terlatih untuk dapat menangani beragam permasalahan dan requirement dari system EDI. Sehingga proses installasi dan running akan dilakukan dengan smooth. Ditambah lagi proses transfer knowledge akan diberikan secara serius, sehingga operator Anda akan memiliki pemahaman yang baik dalam menjalankan system EDI yang kami install. 

2. Proses Pengerjaan Cepat 

Tim kami yang terampil, dibarengi dengan bagian pengadaan yang sudah berpengalaman akan membuat proses installasi EDI ditempat Anda menjadi lebih cepat. Total proses pengerjaan bisa hanya selama 1 bulan saja. 

3. Harga Terbaik 

Kami memberikan harga jasa installasi EDI yang sangat bersaing dengan competitor lainnya. Hal ini dikarenakan kami telah memiliki jalur pengadaan EDI yang baik ditambah lagi proses pengerjaan yang cepat membuat EDI yang kami jual adalah pilihan terbaik bagi Anda. 

4. Desain Komplit 

Kami mengerti bahwa system EDI tidak dapat berdiri sendiri. Untuk itu, kami juga akan memberikan rancangan desain system secara Komplit dan menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk menjaga investasi EDI anda sehingga tahan lama dan dapat memberikan hasil yang konsisten serta stabil dari waktu ke waktu. 

Kami akan memberikan desain dari mulai water intake/Pre-Treatment, Main Treatment, hingga post treatment. Desain akan disesuaikan dengan requirement standard yang anda inginkan, baik itu sesuai dengan Pharmacopea, ASTM, ataupun ISO. 

5. Garansi Hasil 

Kami berani memberikan garansi hasil atas EDI yang kami jual. Garansi akan diberikan bersama dengan free maintenance dan servis selama waktu yang kita sepakati bersama. Ditambah lagi, kami juga memberikan sparepart cadangan yang akan Anda perlukan untuk proses perawatan ataupun penggantian berkala. 

Oke sobat, itulah dia 5 Alasan terbaik kenapa Sobat harus beli EDI di PT.CHEMINUSA. karena hanya kami yang Jual EDI dengan beragam kelebihan serta jaminan purna jual yang baik. 




Salam hangat,



Olah-Air.Com
Baca selengkapnya