Saturday, 20 June 2020

4 Stupid-Simple Ways To Check Your Water is Safe or Not

4 Stupid-Simple Ways To Check Your Water is Safe or Not

Hello, I very excited to meet you again in this post.

I really happy to know there are still somebody who really give a concern about water treatment. Because somehow in these days, i have seen that like everybody is just not give a concern about water. Even to the water that they drink.. And even if that will endangerous them.

Well.. Let’s cut all the annoying chat (I know some of you just want to know how to check it). Then let’s get to start with this. And we will discover that there are several stupid-simple ways to check our water, for the safety needs.

And here is the number one

1. Take a glass of water, and Let it there for a night


What does it means?

I know that my english is not quite good. But here is the reason behind this ways of checking.

Do You Know several chemical elements like Ferri (Iron) and Manganesse?

these elements will make some sludge or sediment or dirts in the water after a few hours (some times only in a few minutes).

You will see something colored like soil dirt will comes into your glass of water, and that are called iron pollutant.

But if you see some dirt like have a blue color, well congratulations.. You just saved your body from a toxic manganesse..


What else that you can find with this first tips of checking your water?

You also can see that in one night, the water that you have collected in the glass may be will be full of insects or ants.

And what sign that we get from there?

We get a sign that the water we consume is have some mineral like magnesium or calcium on it.and it may be not so bad to have it (If in a tollerable amount of course). >> well discuss about this later.


2. Boil it until almost dry and you’ll see something





I really recomend you this watch over your stove while you’re doing this. Because it may start off a fire in your house, if you forgot to turn it off.

Well, what’s the reason of doing this? Of course the first reason is to make sure your water is safe to drink. and The second reason is to see, what pollutant does your water has.

You see, some water will have a huge ammount of calcium and/or magnessium on it. And it callled as hardness.

If you think calcium and magnesium is good for your body. Then you’re right.. But not absolutely right.

The calcium and magnesium that we need is the calcium in the form of organic form. Like Calcium Lactate. But in the water, the calcium may be exist in other forms. And most likely it’s in innorganic form. and that’s kind of calcium are the one that not safe and will ruining our health

With this simple checking method, you will make sure that your water is safe by see the signs left by boiled water. If there are some kind of marks like this :


That’s mean you have quite huge hardness content on your water. And so.. it’s not fully safe to drink that water for a long time (I recomend you to install some softener system).

3. Make a nice cup of tea with it.


The third way to check your water is safe or not, is just make a cup of tea with them.

You know, that tea have a good antioxidant substance on them. And it will react with the pollutant or chemical elements in the water.

Don’t drink it, just let it there for one whole day. And after that, if you see the color of the tea water is not normal (I recomend that you also make a blanko to see the differences), please consider to treat the water before you use it. Because the water that you have maybe contain some harmful pollutant that can ruin your health.

Recomended to Read : How to design your tank size for Activated Carbon


4. Check the pH and TDS of your water using a pH and TDS meter


Maybe this way of checking your water, will cost you a little bit of money. But hey.. I think it’s worthed. Because these two parameters will give you a big information about the safety degree of your water.

You see, a safe to drink water will have a pH about 6 – 9. And if you find the water that you consume, are having more or less that the value that I told you, then it’s mean the water is not safe to consume. Maybe there are some pollutant like base or acid that accidentally enter your water system.

You can check many article on the internet that will give you a good explanation about how dangerous water can be if they have abnormal pH.

And for the TDS, it should show that the water that you and your family consuming are having a low TDS. The recomended TDS (Total Dissolved Solid) for your drinking water is below 500 mg/L.


If you find that your water that you drinkin are having more that 500 mg/L of TDS. Then get ready to have a problem in your kindney in the next 5 years.


Well.. I thinks these 4 ways of water checking will give you a quite good information about the water that you consume. But if you need some other good information about it, then stay tune in on-water.us by subscribing our newsletter.



See you next time in olah-air.com


Warm Regards



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Wednesday, 3 June 2020

Hierarki Parameter Baku Mutu Air Limbah di Indonesia

Baca selengkapnya

Jenis-Jenis Peralatan di Water dan Waste Water Treatment Plant

Baca selengkapnya

Monday, 1 June 2020

5 Point Sampling Untuk Perizinan Installasi IPAL

5 Point Sampling Untuk Perizinan Installasi IPAL


Assalammualaikum Wr. Wb. Semoga rahmat dan keberkahan selalu diberikan kepada kita semua oleh Allah yang Maha Kuasa. Dan Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan bagi Baginda, Nabi Besar Muhammad S.A.W.

Pada hari ini, di Bulan Awal Syawal dan masih dalam suasana Lock Down alias PSBB Virus Wuhan, kita akan membahas suatu tema tentang sampling untuk perizinan IPAL.

Tidak ada alasan khusus mengapa saya membahas ini saat ini, namun lebih kepada tiba-tiba lintasan ide untuk menulis ini muncul begitu saja di kepala saya.

Kenapa harus tau Point Sampling?

Begini ya, sobat semua baik pemilik perusahaan ataupun orang yang memiliki tanggung jawab pada WWTP/IPAL (Pemilik MPPA) harus mengetahui tentang point sampling ini sebab dengan mengetahui point sampling berarti sobat akan dapat merencanakan bagaimana aliran dan juga melihat dampak dari aliran effluent WWTP ke sekitar perairan. Hal ini sekaligus dapat menjadi pembelaan bagi industri sobat, apabila ternyata ditemukan bahwa badan air sudah lebih tercemar oleh industri lain dibandingkan oleh industri sobat sehingga jikalau ada tuntutan yang tidak semestinya maka sobat bisa menghindarinya.

Pada intinya, pengetahuan tentang point sampling untuk perizinan ini jikalau sobat tidak mengetahuinya maka sobat nanti bisa salah dalam merencanakan tata letak ataupun piping aliran drainase sobat. Dan percayalah saya sudah sering menemukan hal tersebut.

Dan lagi, seorang Waste Water Engineer yang sudah berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi dapat dengan mudah melihat apakah ada jalur siluman (tersembunyi) ataukah tidak pada aliran WWTP sobat.


Dimana Saja Point Sampling Tersebut?

Upstream
Titik pertama yang harus diambil adalah titik sampling Upstream, yakni aliran air selokan ataupun aliran air sungai sebelum bertemu dengan air discharge dari installasi pengolahan air limbah. 
titik sampling ini, akan diminta hasil analisanya oleh LH setempat dan nanti akan dibandingkan dengan bagaimana hasilnya setelah air bertemu dengan air limbah, apakah menjadi semakin tercemar atau mungkin kualitasnya membaik.

Upstream bisa juga diambil dari talang air hujan yang jatuh ke selokan ataupun sekitarnya.



Intake
Intake adalah titik sampling yang ditujukan untuk melihat kualitas air limbah sebelum pengolahan dilakukan. Bisa juga disebut sebagai raw waste water. Proses pengambilan bisa dilakukan di grease trap, ataupun bisa juga di tangki equalisasi tergantung dari titik mana yang disepakati  sebagai titik yang homogen.

Fungsi dari pengambilan sampling di titik ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas air limbah yang dihasilkan dari usaha ataupun industri sobat. Kemudian nanti akan dibandingkan dengan discharge dan down fall.

Dengan memperbandingkan antara intake dan discharge, maka akan didapatkan berapa persen tingkat keberhasilan pengolahan air limbah. Berapa penurunan perparameter dan bagaimana tampilan fisik antara intake dan discharge.



Discharge
Discharge adalah keluaran dari IPAL ataupun WWTP kita. Point sampling ini diambil untuk melihat efektifitas dari pengolahan yang telah dilakukan. Discharge bisa disebut juga sebagai effluent ataupun outlet. 
Di area discharge juga, harus disiapkan sebuah flow meter yang akan membaca berapa jumlah air limbah yang dibuang perharinya. Karena, pembacaan ini cukup penting untuk mengetahui kebenaran neraca air yang telah dilaporkan ke LH dan juga untuk melihat kesesuaian peraturan dengan realita di lapangan (Pada peraturan baku mutu ada tertulis debit maksimal per tonase produksi)


Downfall
Downfall adalah titik dimana aliran air dari effluent ataupun discharge jatuh dan hendak memasuki badan penerima air atau selokan pusat. Pengambilan sampling di titik ini adalah untuk melihat apakah ada perubahan kualitas air sebelum masuk ke badan penerima air, dari sebelumnya ketika di effluent.
Fungsinya adalah untuk melihat apakah ada jalur tersembunyi (jalur siluman) ataukah ada jalur pengendapan atau mungkin ada area tangki peresepan tersembunyi yang dapat menurunkan debit air.



Down Stream
Down stream adalah aliran dimana effluent water telah jatuh dan bercampur dengan badan penerima air ataupun selokan utama. Fungsi pengambilan titik sampling ini adalah  untuk melihat apakah ada perubahan drastis antara upstream dengan down stream dari sisi parameter cemaran. Dan juga untuk melihat perbedaan antara discharge dengan down stream, apakah ada perubahan signifikan ataukah malah membuat air di downstream menjadi jadi lebih buruk.

Kesimpulan
Pada intinya kelima titik sampling ini bersifat wajib untuk diperhatikan dan diambil sampel untuk tiap titik tersebut. Dan juga kelima titik sampling ini memiliki parameter untuk pertimbangan masing2 sehingga bisa melihat apakah IPAL yang sudah Anda dirikan layak atau tidak mendapatkan izin IPLC.



Lihat Juga : 

Baca selengkapnya

Friday, 27 March 2020

Teknik Water Treatment Sederhana untuk Menangani Virus Corona

Teknik Water Treatment Sederhana untuk Menangani Virus Corona

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sobat pembaca olah-air.com sekalian, saat ini dunia sedang dirundung duka dan kebingungan. Ya duka dan kebingungan itu muncul dari suatu mahluk yang amat kecil bernama virus Corona.

Mahluk yang satu ini, ternyata walaupun tidak terlihat dapat membunuh banyak manusia dalam waktu yang singkat. Dan hebatnya lagi, mahluk bernama corona virus ini membunuhnya dengan cara perlahan dan diam. Maka tidak heran banyak yang menyebutnya sebagai Silent Killer.

Terkait dengan itu semua, saya sebagai seorang praktisi water treatment juga ingin sekali menuliskan satu dua hal yang berhubungan dengan Corona Virus ini. Tentunya tulisan tersebut tetap berada pada koridor pengolahan air atau water treatment.

Karena, kita tahu :
1. Air adalah zat yang vital dalam kehidupan sehari-hari dan rasanya tidak mungkin manusia seharian tidak berjumpa dengan air.
2. Blog ini kan judulnya saja sudah olah-air.com tentu bahasan utamanya akan seputar air juga hehehe.

Pilihan Teknik Water Treatment untuk Membunuh Virus Corona
Setelah ini kita akan membahas cara-cara pengolahan air yang secara mudah bisa kita gunakan untuk mengontrol dan melindungi keluarga kita dari virus corona. Namun sebelum jauh masuk ke sana, izinkan saya untuk menceritakan penemuan hasil googling saya via internet baru-baru ini.



Saya menemukan beberapa lembar tulisan di Scribd yang di upload sekitar 7 tahun yang lalu dan bahkan ada yang 9 tahun yang lalu. Disana dituliskan bahwa Virus Corona telah lama tersebar di dunia dan Outbreak pertama yang paling heboh adalah antara 2010 dan 2011 dimana penyakit SARS atau Severa Accute Respiratory Syndrome terjadi. Hal ini berarti penyakit virus corona ini bukanlah penyakit baru dan seharusnya dalam waktu yang hampir 1 dekade ini antidote ataupun vaksin untuk virus ini sudah ditemukan. Atau mungkin memang sudah ditemukan, tapi kurang laku ya jadi coba dijual ulang (Conpiracy theory mode)

Anyway, itu sekilas saja dan kita akan kembali pada topik kita yakni teknik water treatment untuk membasmi corona. Dan untuk memperluas jangkauan pembaca, kita akan mulai membahasnya dari mulai teknik paling sederhana.

Penggunaan Kaporit sebagai Desinfectant
a. Kaporit ataupun Pemutih pakaian untuk membersihkan rumah
Sebenarnya sudah lama zat kaporit dikenal sebagai desinfectant yang bisa digunakan untuk membunuh virus dan bakteri, namun karena sifatnya yang mengiritasi kaporit jadi kurang populer untuk digunakan.

Bleaching agent seperti bayclean ataupun lainnya dapat kita temui dengan mudah di toko atau warung mana saja, bisa kita gunakan dengan mudah untuk membunuh bakteri. Caranya adalah dengam melarutkannya dengan sebagian besar air sehingga didapatkan larutan 1% kaporit.

Untuk mempermudah pembuatannya, saya telah menyajikan suatu tabel yang bersumber dari australian goverment departement of health.

dengan cara ini, kita dapat dengan mudah membuatnya di rumah untuk kemudian digunakan membersihkan barang ataupun cuci tangan demi menghindari dan membunuh virus corona.

b. Penggunaan Kaporit untuk Air Domestik
Cara kedua yang termudah untuk memastikan tubuh kita (bagian luar tentunya) bebas dari virus corona yang melekat adalah dengan mandi dan membersihkan diri dengan air yang mengandung kaporit.

Namun pertanyaannya, amankah menggunakan kaporit untuk air mandi kita?

Jawabannya tentu saja aman, selama masih mengikuti dosis yang sesuai. Kaporit, ataupun saudara dekatnya yang bernama clorin telah lama digunakan di dunia untuk membersihkan air dari virus dan bakteri di Kolam renang.

Sobat pembaca olah-air.com dapat dengan mudah mencirikan keberadaanya lewat baunya yang cukup khas.

Penggunaan kaporit di kolam renang ataupun air domestik rumahan kita harus diatur pada komposisi dengan konsentrasi sekitar 1-3 ppm saja ataupun 4 ppm.

Jikalau sebelumnya sobat menggunakan cairan kaporit dengan konsentrasi 0,1% (mengikuti tabel diatas) atau 1000 ppm, maka untuk mandi sobat cukup menggunakan 1/200 nya. Sehingga 1 botol bayclean ataupun pemutih dengan jumlah 50 mL dapat dilarutkan pada air sebanyak 1 liter untuk digunakan mandi.

Tapi sebenarnya ga perlu-perlu amat sih pakai kaporit di air, sebab virus corona itu sendiri akan rusak jika bertemu dengan sabun. Reaksinya dapat dilihat dibawah ini. 
Rusaknya sel Corona Virus ketika bereaksi dengan sabun


c. Kaporit/Chlorine For Humidifier/Mists
Cara ketiga untuk membunuh virus corona melalui teknik water treatment adalah dengan membuat humidifier ataupun mister kaporit.

Perlu diketahui bahwa menghirup kaporit dalam dosis tinggi  dan sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan, untuk itu disarankan jangan bulak balik mencoba cara ini. Cara ini hanya untuk sekali-sekali saja  yakni ketika Anda baru pulang dari bepergian ke tempat yang lainnya.

Cara melakukan langkah ini adalah dengan membuat Humidifier sendiri (Pembuat Kabut) ==> kalau pakai kata mister nanti disangka mister gepeng hahaha.

Sobat pembaca dapat membuat larutan kaporit dengan kadar 0.1-0.5% kemudian disandingkan dengan mist maker. Mist maker atau pembuat kabut dapat dengan mudah ditemui di banyak alat bilik sterlisasi, atau jikalau repot sobat dapat memesan di Olah-air.com ataupun di katamandor.com.

Ya, itu dia beberapa teknik water treatment yang paling mudah dilakukan di rumahan untuk dapat menghindari virus corona. Jika sobat bingung bagaimana mengatasinya, hubungi kami saja deh nanti bisa kita diskon hehehe.

 Jual Bilik Sterilisasi





Perusahaan pengolahan air dan air limbah membuat sistem water treatment

Baca selengkapnya

Friday, 6 December 2019

Teknik Menghilangkan Bau Pada STP dan WWTP

5 Cara Menghilangkan Bau Pada STP


Assalammualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi semua. Apa kabar? Saya berharap sobat pembaca semua dalam keadaan sehat dan berkelimpahan berkah.

Kali ini kita akan membahas tentang cara menghilangkan bau pada STP (Sewage Treatment Plant) dan juga WWTP. Hal ini saya bahas, karena masih fresh dalam ingatan saya masalah ini terjadi di salah satu Plant yang saya buat di tahun 2019. Yah sebenarnya baunya itu ga parah sih, tapi karena disana itu posisinya pas tepat kantor utama perusahaan maka terjadi keributan besar yang menyebabkan tim kami harus segera memberikan penanganan extra kuat dalam menghilangkan bau.

Dan pengalaman ini akan kami share kepada sobat pembaca olah-air.com sekalian, supaya tidak terulang atau minimal dapat mengurangi bau yang timbul dari STP ataupun WWTP yang Anda miliki.



Baca Juga :
3 teknik dasar Pengolahan Air Limbah

STP atau WWTP itu Bau Apa Engga Sih?
Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, izinkan saya menggunakan suatu pengandaian ataupun persamaan.

Seorang ibu-ibu memasak daging, maka kita akan mencium bau daging dari dapur ibu tersebut. Sebuah Toko Roti, ketika proses membuat Roti maka tentu kita akan mencium bau roti dari sana.

Nah, sama halnya dengan sebuah STP yang nota bene memproses kotoran, tinja dan air kencing (ups.. emang itu sih isinya hahaha), ya tentu saja akan berbau yang diproses itu. Yo masa iyo, memproses tinja dan kencing baunya itu bau parfum prancis hahaha (Logika Botol).



Tapi seriusan deh, diluar sana yang namanya STP itu tentu akan identik dengan bau tinja dan pesing makanya kita akan menemukan posisi STP itu biasanya dalam gedung terdalam ataupun posisinya paling jauh dari pusat keramaian utama. Tujuan dari penempatan di lokasi yang terpencil tersebut  adalah tentu untuk mencegah supaya bau tersebut tidak sampai tercium oleh pengguna gedung ataupun terminimalisir karena sudah terdispersi di udara.

Intinya, STP pasti Bau! Namun bau tersebut dapat kita hilangkan atau minimalisir dengan beberapa cara dan itulah tujuan postingan kita kali ini.



Darimana Datangnya Bau STP itu?
Pertanyaan kedua ini saya rasa ga kalah kocak dari yang pertama. Sebab kita semua sudah tau baunya tentu berasal dari benda yang diolah.

Tinja, Kotoran dan Sisa makanan adalah zat organik yang mengandung karbohidrat, protein dan gula. Dimana zat organik setelah mengalami proses fermentasi dan penguraian oleh bakteri akan terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa tersebut adalah methana, gas sulfida, amonia dan juga beberapa senyawa aromatik yang sifatnya volatile.

Hasil penguraian tersebut akan turut tersembur keluar dengan adanya proses aerasi. Maka dari itu kita akan mendapatkan bau keluar dari STP dan WWTP karena hal itu normal adanya. Justru kalau baunya tidak keluar maka proses pengolahannya tidak dapat kita katakan berhasil, karena zat organik dalam air limbah tidak terpecah.

Agak beda sih, tapi ini kira2 nama zat volatile yang mengeluarkan bau


Teknik Menghilangkan atau Meminimalisir bau dari STP

Akhirnya, sampai juga kita di inti bahasan dari postingan kali ini, tentang bagaimana cara menghilangkan bau dari STP.



1. Penyempurnaan Proses Mikrobiologi
Cara pertama untuk meminimalisir bahkan menghilangkan bau (Ga ilang2 amat sih), adalah dengan menyempurnakan proses mikrobiologi.
Ya, STP adalah suatu sistem pengolahan air limbah yang bertumpu pada proses biologi dimana bakteri menjadi ujung tombak penghancur polutan pada air limbah.

Layaknya sebuah peperangan klasik, salah satu faktor penentu kemenangan terbesar adalah jumlah prajuritnya, dan prajurit tersebut haruslah yang telah memiliki skill untuk memenangkan pertempuran. Dalam hal ini, untuk membuat si bakteri tersebut dapat bekerja secara optimal dalam memproses zat organik serta memakan semua volatile agent maka kita harus memfasilitasi mereka dengan sarana dan prasaran yang memadai.

Saya sudah menuliskan beberapa artikel tentang bakteri pada artikel dibawah ini :

- Proses Aerasi untuk menurunkan Nilai BOD
- 6 teknik Anaerob pada pengolahan limbah organik
- Cara Pengolahan Limbah Pabrik Sawit
- Proses Minimalisasi Sludge dalam Air Limbah
- Cara Menumbuhkan Bakteri di WWTP
- 6 Hal yang harus dimaintain pada Proses Biologi WWTP


Dan mudahnya, ada dua tipe penyempurnaan proses mikrobiologi pada STP ataupun WWTP yang berdasarkan pada Biological process. Yang pertama adalah dengan mengadaptasikan si bakteri pada kondisi STP itu sendiri dan yang kedua adalah dengan terus menerus menginjeksikan bakteri baru.



Metode pertama, bisa disebut pembiaran proses. Karena kita tidak melakukan apapun yang berarti selain membuat STP tetap beroprasi sebagaimana mestinya (seluruh peralatan berfungsi), STP dengan proses adaptasi ini bisa memakan waktu dari 2 minggu hingga 3 bulan. Semua ini tergantung dari kestabilan input limbah yang masuk dan juga nilai racun/desinfektan yang turut masuk ke air limbah.

Metode kedua, yaitu dengan injeksi bakteri baru. Metode ini memang lebih cepat dalam membuat bakteri tumbuh dan memakan zat volatile yang merupakan sumber bau. Namun penggunaan  metode ini akan membuat STP menjadi ketergantungan injeksi bakteri sehingga bakteri yang ada dalam STP bukanlah bakteri generasi baru yang telah beradaptasi tapi lebih kepada bakteri baru yang memang diinjeksi.



Masing-masing metode memiliki keunggulan, dimana metode pertama unggul dari sisi cost operasional yang lebih rendah, dan metode kedua unggul dari sisi pencapaian target yang lebih cepat. Mau pilih yang mana untuk menghilangkan bau? Biarin aja atau kita injeksi bakteri? semua pilihan ada di tangan Anda.

2. Penutupan akses output udara
Teknik Menghilangkan bau pada STP kedua adalah dengan menutup akses output udara. Bau tercium karena adanya akses keluarnya udara. Maka dari itu supaya baunya tidak tercium maka solusi paling singkatnya adalah dengan menutup akses udara tersebut.



Proses penutupan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan sealing/segel pada tutup-tutup man hole ataupun ada tempat sekitar, agar udara tidak keluar pada ruangan lainnya selain dari pada STP.

3. Penyerapan Bau
teknik ketiga untuk menghilangkan atau meminimalisir bau adalah dengan menyerap bau tersebut, yup bau tersebut sejatinya masih keluar, hanya saja kita memasang sesuatu yang dapat menyerap bau.



bubuk kopi, active karbon, desicant bisa menjadi opsi yang bagus dalam menyerap bau. Bahkan, pemasangan U--trap juga bisa menjadi pilihan yang cukup baik dimana output udara yang mungkin berbalik ke arah pipa input kita tutup dengan memasang U-Trap sehingga udara tertahan pada air.



4. Penambahan Bahan Kimia
Cara ketiga untuk menghilangkan bau adalah dengan menambahkan bahan kimia. Beberapa bahan kimia yang bisa digunakan diantaranya adalah Oxidizer yang berfungsi untuk mengoksidasikan zat-zat organik dan yang kedua adalah dengan menggunakan deodorizer.



Menghilangkan bau dengan penambahan bahan kimia ini tidak saya anjurkan dikarenakan sifatnya high cost dan tidak bisa menjadi solusi permanen. Selain itu bahan kimia dapat membuat proses penguraian zat organik oleh bakteri menjadi gagal yang membuat output air limbah tidak masuk ke baku mutu yang ditentukan.



5. Pengalihan Akses Output Udara STP
Cara kelima untuk menghilangkan bau pada STP dan WWTP adalah dengan memasang installasi pengalih udara. Bahasa simpelnya sih memasangan Exhaust fan dan menyemburkan udara buangannya ditempat nun jauh disana.



Sebenarnya cara kelima ini bukan menghilangkan sih tapi lebih kepada memindahkan bau. STP sih jadi ga bau tapi tempat lain itu jadi kena imbasnya hahaha.

Namun lain halnya jikalau pada cerobong ataupun menara penyerap tadi kita pasang carbon ataupun bubuk kopi, atau bisa juga dengan penyemprotan air maka udara yang keluar juga bisa stinkless alias tanpa bau dan kalau ada sih ga bau-bau banget ya.

Oke sobat, itu dia 5 Teknik menghilangkan bau pada STP ala Mr. Anggi. semoga sobat pembaca disini menjadi terbantu dan terinsipirasi dalam menangani permasalah bau pada STP.

Baca Juga :
- Jenis-jenis tangki WWTP
- Cara Menghitung Ukuran Tangki Aerasi
- Cara Menghitung FM Ratio Pada Biological Waste Water Treatment

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
Baca selengkapnya

Friday, 15 November 2019

Perhitungan Kapasitas Cooling Tower

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower



Hallo sobat semua, alhamdulillah kita bisa berjumpa kembali dalam blog tercinta yang membahas segala rupa tentang water treatment yakni di olah-air.com. Kali ini kita akan membahas subject Perhitungan Cooling Tower.

Subject Perhitungan Cooling Tower ini tidak sengaja terlintas di pikiran saya ketika salah satu customer saya bertanya : "Pak Anggi, ini untuk menghitung ukuran cooling tower yang tepat itu bagaimana sih?" Dan saya menjawabnya dengan gaya klasik saya : "Panjang Om, beneran deh soalnya ada beberapa konstanta perhitungan dan variabel makanya nanti saya buatin aja deh artikelnya biar Om gampang ngikutinnya"

Dan, membayar janji artikel untuk om Rifki tersebut berikut ini adalah artikel cara menghitung kapasitas cooling tower yang tepat untuk sistem Anda.

Beberapa Pendekatan Perhitungan

Sebenarnya perhitungan cooling tower itu ada rumus bakunya tapi ada juga rumus tembaknya. Dan dalam artikel kali ini saya akan coba sajikan 3 cara pendekatan perhitungannya, yang masing-masing bersumber dari rumus perhitungan yang sama hanya saja penggunannya yang berbeda. Apa sajakah cara menghitung kapasitas cooling tower? Ini dia

Lihat Juga :
Standar Teknis Sistem Pengolahan Limbah Domestik


Pengetahuan Awal Satuan Perhitungan Cooling Tower

Sebelum kita masuk ke perhitungan kapasitas cooling tower, kita harus paham terlebih dahulu nih tentang satuan-satuan perhitungan yang akan kita gunakan. Jangan sampai ditengah penjabaran formula perhitungan sobat pembaca jadi bingung sebab tidak tahu satuan yang tengah kita bahas. Satuan-satuan yang kerap melekat pada cooling tower Antara lain :

TR : Tons of Refrigreation
biasa diartikan sebagai kemampuan cooling tower untuk menghilangkan panas, dengan sistem pendinginan yang dibandingkan dengan kemapuan leleh 1 ton es dalam 1 hari. Ribet ya? Pokoknya dia biasa kita temukan di tabel cooling tower, yang menyatakan kemampuan penyerapan panas vs total flow air yang lewat.
1 TR biasanya setara dengan 12.000 BTU/h, atau sekitar 3,517 kW.



BTU : British Thermal Unit
BTU adalah satuan yang menyatakan jumlah panas yang dibutuhkan oleh 1 Pound air untuk menaikan suhunya sebanyak 1 derajat farenheit. Satuan BTU ini walaupun masuk ke dalam golongan "Ora Umum" alias non SI, tapi pada kenyataannya banyak digunakan dalam istilah dunia HVAC. Makanya sobat pembaca harus paham hal ini. Persamaan dari satuan ini adalah Kalori yang mana menunjukan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 derajat celcius pada 1 kg air.

Lihat Juga :
Cara Menghilangkan Warna dari Air Limbah

Oke setelah mengetahui dua satuan tadi, baru deh kita lanjut ke perhitungan yang sebenarnya. Apakah sobat sudah siap? Ini dia 3 Cara menghitung kapasitas cooling tower.

3 Cara Perhitungan Kapasitas Cooling Tower


1. Cara menghitung Ala Engineer (Teknik Kimia dan temannya)

Cara yang pertama adalah dengan menghitung menggunakan rumus heat load. Metode perhitungan ini akan menghasilkan satuan BTU/h yang nantinya untuk dikonversi ke Cooling tower yang mau kita beli kita bisa melihatnya dalam tabel yang penjual berikan. Rumusnya adalah sebagai berikut :

Di rumus tadi asalnya adalah koefisien-koefisien konversi nilai, yang akhirnya dihitung diawal sehingga tingga 500 x Jumlah Flow Air (gal/min) x perbedaan temperature dalam farenheit.

Lihat Juga : 
Mengenal Tekanan Hidrostatis

Setelah didapat nilai tadi, baru deh kita konversi ke TR, dengan melihat tabel atau membaginya dengan 12.000 BTU/h (karena 1 TR = 12.000 BTU/h). Untuk contoh tabel bisa dilihat dibawah :

2. Cara Menghitung Ala Tukang Dagang Cooling Tower

Cara kedua adalah Perhitungan Kapasitas Cooling Tower ala Tukang Jualan. kalau tukang jualan pada umumnya hanya menghitung berapa jumlah flow atau debit air yang masuk dan keluar. Sedangkan untuk perubahan suhunya biasanya hanya dihitung perubahan 5 derajat celcius (Asli deh seriusan). Dan biasanya Rumus yang digunakan adalah Q = Macet.. Bohong deng tapi Q = mxcxdelta T (gampanganya si Kiki Macet hahaha)

3. Cara menghitung Ala Chiller Man

Nah, untuk Chiller Man alias Tukang Chiller caranya beda lagi nih, mereka biasanya kan menjual Chiller sepaket dengan cooling tower, maka dari itu biasanya mereka cukup mengkalikan TR dari si Chiller dengan koefisien 1,25. Contohnya ketika kita memasang Chiller ukuran 500 TR, maka biasanya akan dipasang Cooling tower sebesar 625 (500 x 1,25).
Dari mana si 1,25 ini nongol? Nilai ini muncul dari perbedaan kebutuhan antara kalor untuk conditioning dan evaporasi.



Jadi mana yang sebaiknya kita gunakan untuk berhitung?
Well, kalau saya ditanya seperti ini ya saya juga tidak bisa memutuskan. Tapi jikalau kita memandang dari sudut pandang kemudahan dan pembenaran (Bukan kebenaran ya hahaha), maka saya akan memilih menghitung ala Tukang Cooling tower sebab mereka sudah menjual banyak sekali cooling tower dengan rumusan seperti itu dan biasanya tidak bermasalah. Dan untuk faktor safety biasanya kita tambahkan saja 20% supaya kapasitas yang kita gunakan benar benar safe.

Oke jadi begitu ya sobat, cara perhitungan kapasitas cooling tower yang dijabarkan di www.olah-air.com, semoga menjadi pengetahuan yang berguna buat kita semua satu nusa dan satu bangsa hahaha.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana
0811.3155.470
Water Engineering Specialist

Baca selengkapnya

Monday, 27 May 2019

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP

Daftar Peralatan Pada IPAL Domestik / STP




Halo sobat pembaca olah-air.com sekalian dimanapun kalian berada, pada postingan ini saya masih akan tetap membahas tentang pengolahan air limbah domestik dan lebih tepatnya pada sisi peralatannya. 

Saya sengaja membahas cukup banyak hal tentang pengolahan air limbah domestik pada kurun waktu yang singkat dikarenakan proyek yang sedang saya garap saat ini kebanyakan adalah proses pengolahan air limbah domestik sehingga ingatan serta ide-ide tentang prosesnya masih hangat dan enak untuk segera dituliskan. 

Oiya, dalam postingan kali ini saya akan membahas list peralatan intinya saja dari sebuah STP atau IPAL Domestik. Sebab kalau mau diberikan variasi tentu saja akan menjadi ratusan daftar tapi saya akan fokus pada 5 peralatan inti yang wajib ain tersedia di IPAL domestik Anda. 

Jadi, apakah Anda sudah siap untuk mengetahui apa saja yang masuk ke daftar ini? Yuk mari kita bahas segera! 


5 Peralatan Wajib Pada IPAL Domestik / STP

1. Tangki STP 

tangkinya terdiri dari 3 chamber yang setiap chamber dihitung teliti

Peralatan atau Equipment pertama yang sudah pasti diperlukan tentu saja adalah tangki STP itu sendiri. Ya tangki IPAL adalah sebuah equipment terpenting dalam pengolahan, sebab tanpa keberadaannya maka mau kita olah dimana coba?

tangki STP yang dikenal di masyarakat luas biasanya terdiri dari dua jenis yakni tangki beton/sipil atau tangki fiber. Kedua jenis tangki ini sama-sama boleh dipakai selama masuk ke dalam standar teknis yang dipersyaratkan (Bisa dilihat di Postingan ini).

Untuk mendesain sebuah tangki STP, kita juga tidak bisa hanya berdasarkan debit satu hari saja (saya biasa temukan ini pada para penjual STP konyol tak berdasar). Sebab tangki STP itu pada intinya terdiri dari beberapa chamber yang ukurannya dihitung berdasarkan teori penguraian tertentu.

Semisal untuk proses equalisasi yang akan membutuhkan volume tiga jam dan proses aerasi yang memerlukan minimal enam jam proses. Pada intinya semua ukuran ini didasarkan pada perhitungan teori yang sudah banyak diakui oleh para praktisi dan juga akademisi.

Untuk lebih detail tentang ukuran masing-masing sekat/chamber STP ini, saya sudah membahasnya di postingan berikut ini : Bagian-bagian Tangki STP IPAL Domestik 


2. Blower dan Diffusser 

kontraktor pembuat ipal domestik

Injeksi udara adalah salah satu hal yang kerap akan Anda temui ketika masuk ke Sistem pengolahan air limbah domestik. Injeksi udara dimaksudkan untuk dapat mensuplai oksigen bagi bakteri agar dapat menguraikan zat organik yang ada pada limbah. Selain itu, oksigen juga diharapkan dapat membantu proses pemotongan ikatan organik yang ada pada air limbah.

Aplikasi injeksi udara di IPAL Domestik biasanya dilakukan dengan bantuan blower yang kemudian ditransmisikan dengan menggunakan diffusser.

Pada Air Blower Udara memasuki pusat impeller yang berputar dan dibagi antara baling-baling impeller. Saat impeler berputar, akselerator udara keluar menggunakan gaya sentrifugal. Udara berkecepatan tinggi ini kemudian menyebar dan melambat di housing blower sekitarnya untuk menciptakan tekanan.

Dua jenis air blower yang biasa kita temukan di sistem IPAL adalah Root Blower dan Ring Blower. Dimana Root blower biasanya lebih banyak dipilih karena tidak terlalu berisik sedangkan Ring Blower dipilih ketika Budget yang murah menjadi tujuan utama.

Untuk dapat memilih kapasitas blower yang tepat, saya juga sudah pernah menuliskannya pada artikel lain di website olah-air.com, Anda dapat membacanya pada Link Berikut ini :

Cara menghitung Kapasitas Blower untuk Pengolahan Air Limbah Organik

Diffusser adalah alat yang bekerja untuk mendifusikan udara dengan ukuran partikel tertentu ke dalam air. Bentuk dan tipe diffusser ini berbeda-beda tergantung dari brand yang Anda gunakan. Dua jenis yang paling umum adalah jenis plate (seperti piringan) dan Tube (seperti pipa). 

digunakan untuk dapat menginjeksikan udara pada air limbah organik tinja


Penjelasan tentang cara menghitung diffusser nanti akan saya sertakan pada artikel lainnya, namun sebenarnya untuk diffusser sendiri sudah dengan mudah dilihat pada tabel yang diberikan oleh vendor ataupun sales diffusser itu sendiri.

3. Pompa Transfer 


Pompa transfer biasa digunakan untuk memindahkan air limbah dari satu titik, ke titik lainnya. terkadang digunakan juga untuk memindahkan kotoran ke wadah penampung.

Dalam pengolahan air limbah domestik, pompa transfer yang paling banyak dipilih adalah dari jenis submersible pump. Submersible pump adalah pompa model celup yang biasa dioprasikan untuk memindahkan air kotor salah satunya adalah air limbah domestik.

Pemilihan kapasitas pompa transfer harus didasarkan pada debit perjam yang dikalikan dua, dengan kata lain kecepatan transfer pompa adalah dua kali lebih cepat dari debit perjam. Hal ini dimaksudkan agar pompa mampu mengatasi beban puncak ataupun fluktuasi input pengolahan jika terjadi lonjakan.

Sebagai bantuan pengamanan untuk pompa transfer, pastikan kita melengkapi tangki STP dengan penangkap sampah. Tujuan penangkap sampah adalah jangan sampai sampah besar masuk ke dalam mesin pompa dan membuatnya macet yang berakibat pada rusaknya sistem IPAL.

4. Pompa Dosing Set dan Mixer 


Pompa dosing adalah pompa yang digunakan untuk dapat menginjeksikan bahan kimia ataupun lainnya dalam jumlah tertentu ke dalam proses pengolahan.

Pompa dosing digunakan jika dosis yang dipakai harus terukur dan tepat, untuk menghindari efek negatif pada proses pengolahan itu sendiri.

Bahan kimia asam, basa, dan desinfektan (kaporit atau klorin) adalah bahan kimia yang paling umum menggunakan dosing pump.

Keberadaan dosing pump biasanya satu set dengan mixernya baik inline (static mixer) ataupun menggunakan vertical agitator. Selain itu, biasanya dosing pump juga hadir bersama dengan tangki penampung bahan kimianya.

Kapasitas dosing pump biasanya ditentukan dari dosis maximal yang diperlukan oleh air limbah tersebut dikalikan dengan dua, Maksudnya adalah agar stroke si dosing pump bisa optimal karena disetting pada angka 50%.

5. Pompa Filter dan Filternya 


Pompa filter digunakan untuk mendorong air limbah masuk ke dalam media filtrasi sehingga kotorannya bisa terserap.

Pompa yang paling banyak digunakan sebagai pompa dorong adalah pompa centrifugal baik yang single stage ataupun multistage. Untuk filternya paling banyak dipilih filter dengan media carbon bercampur dengan sand silica.

untuk cara sizing filter, saya belum buat artikelnya. Tapi kalau sobat pembaca ada Budget untuk investasi otak lewat ikut training, silahkan daftar di Training Saya ya :)

Oke sobat pembaca, itu dia 5 Daftar Equipment yang biasa hadir di Sistem pengolahan air limbah domestik. Saya harap dengan adanya tulisan ini Anda menjadi lebih paham bahwa sistem pengolahan air limbah domestik tidak hanya berbicara tentang tangki saja namun masih ada daftar peralatan lain yang dibutuhkan.

Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana

Baca selengkapnya

Bagian Bagian Tangki STP atau IPAL Domestik


Hallo sobat pembaca sekalian, masih bersama Mr. Anggi di Olah-Air.Com, dan masih dalam topi STP atau Sewage Treatment Plant alias Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik. 

Kali ini kita akan membahas bagian-bagian dari tangki STP, karena saat ini diproyek saya lagi banyaknya bikin STP. Selain itu artikel ini ditujukan bagi Anda yang sering Searching tentang STP namun masih merasa kurang jelas. Oke langsung saja ya, kita bahas bagian-bagian tangki STP. 


Bagian Equalisasi 

Bagian ini digunakan sebagai bagian untuk menghomogenkan semua air limbah yang masuk, bisa juga digunakan untuk mendinginkan air limbah jika air limbahnya ada potensi panas. Ukuran dari bagian equalisasi ini biasanya adalah sebesar 3-6 jam debit air limbah harian. Semakin besar bagian equalisasi maka berpotensi juga untuk menjadi bagian sedimentasi. 

Bagian Anaerob 


Bagian anaerob berfungsi sebagai bagian untuk memproses secara biologi, bagian ini biasanya dilengkapi dengan Trickling filter atau media bakteri lainnya seperti honey comb yang berfungsi untuk dapat membantu tinggalnya bakteri pengurai.

Dalam bagian anaerob, akan terjadi proses fermentasi, serta metanogenesis yakni penguraian senyawa organik menjadi metanol.

Ukuran bagian anaerob ini biasanya antara 12 sampai 24 jam, dalam proses penguraian limbah organik dengan rantai panjang seperti limbah dari perkebunan sawit maka ukurannya bisa lebih besar lagi hingga 45 hari.

Dalam bagian ini harus dijaga kondisi pHnya agar tetap dalam kondisi alkali sehingga proses fermentasi dapat terus berjalan. Sebab jika sudah berada dalam pH asam, maka proses fermentasi akan berhenti dan juga berarti proses peluruhan senyawa organik juga akan terhenti. 

Lihat Juga : 7 Point Penting Dalam Mendesain Sebuah STP atau IPAL Domestik

Bagian Aerob atau Aerasi

Bagian aerasi adalah bagian yang paling umum kita temukan dalam tangki STP. Ukurannya biasanya 8 hingga 16 jam debit air limbah. Dalam bak aerasi kita dapat menemukan adanya gelembung-gelembung udara yang disuntikan oleh blower ataupun kompressor.

Bagian ini biasanya adalah bagian terbesar dari suatu tangki STP, karena bisa dibilang bagian ini adalah nyawa dari proses peluruhan zat organik yang ada di air limbah. 

Lihat Juga : Teknik Pengukuran Debit Air

Bagian Sedimentasi

Bagian Sedimentasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat mengendapkan zat tersuspensi atau lumpur yang ada di air limbah, biasanya bagian ini dipasang diawal ataupun setelah proses aerasi dengan maksud untuk menurunkan lumpur tinja sebelum masuk ke bagian filtrasi.

Bagian sedimentasi biasanya memiliki ukuran antara 2-4 jam debit air limbah harian. Pada bagian ini desain tangki bagian dalam biasanya dibuat miring, terkadang ada penambahan tube settler yang bertujuan untuk membantu menangkap lumpur yang datang. 



Lihat Juga : Keterkaitan Antara parameter pada Hasil Analisa Air

Bagian Filtrasi

Bagian filtrasi adalah bagian yang digunakan untuk dapat menyaring air limbah yang sudah diproses sebelumnya. Dalam bagian ini diletakan karbon aktif dan juga pasir silika ataupun antrasit yang berfungsi untuk dapat menyerap zat organik, lumpur dan juga warna yang masih terdapat pada limbah.



Di lapangan, untuk menghemat listrik biasanya kita akan menemukan proses filtrasi menggunakan gravitasi. Filtrasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan vertical filter yang dibantu dengan pompa dorong agar hasilnya lebih maksimal. 

Lihat Juga : Standar Teknis Bangunan IPAL Domestik

Bagian Discharge

Bagian discharge adalah bagian yang digunakan untuk melihat keluaran dari air limbah, apakah sudah sesuai dengan standar baku mutu ataupun visual ataukah belum. Dalam bagian ini biasanya diletakan ornamen penghias ataupun ikan (jika hendak disatukan dengan kolam uji hayati)

untuk ukuran bagian discharge ini biasanya hanya 30 menit ataupun maksimal 2 jam debit saja. 

Lihat Juga : 5 Parameter Penting dalam Baku Mutu Air Limbah

Bagian Uji Hayati

Bagian uji hayati adalah sebuah kolam yang difungsikan sebagai indikator penerimaan lingkungan terhadap air limbah yang hendak dibuang ke lingkungan. Di kolam ini biasanya diletakan ikan mas yang kehidupannya terus diamati dari hari ke hari. 



Kolam ini juga menjadi parameter bagi orang-orang awam untuk menunjukan bahwa air yang dibuang itu adalah aman bagi lingkungan.

Untuk ukuran kolam uji ini tidak ditentukan berapa, namun hanya disesuaikan dengan nilai seni ataupun estetika yang diinginkan oleh user. 



Bagian Desinfeksi

bagian desinfeksi adalah bagian dimana proses pembunuhan bakteri dan virus terjadi. Proses desinfeksi ini biasanya dilakukan dengan melakukan penambahan kaporit, clorin atau bisa juga dengan injeksi ozone.

Proses injeksi dilakukan dengan dosing pump dengan takaran dosis yang rendah agar tidak membunuh mahluk hidup di air.

Peletakan titik dosing biasanya dekat dengan area penaatan, yang dimaksudkan untuk memberikan efek desinfeksi lebih optimal sebelum dilakukan pengambilan sampel.

Baca selengkapnya

Sunday, 26 May 2019

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik

Teknik Penyaluran Air Limbah Domestik


Hallo sobat semua, langsung saja kali ini saya akan menyajikan tabel sebagai saran ataupun input ketika memilih teknik alir mana yang mau diambil untuk mengalirkan air limbah domestik.

Kenapa harus dipilih secara cermat?
jawaban yang paling utama adalah permasalah Budget, karena bagi para pelaku Industri masalah limbah adalah masalah expense yang harus dikontrol agar bisa keluar sekecil mungkin.

Jawaban kedua adalah untuk mengejar jadwal installasi dan Running IPAL.

Langsung saja, perbandingannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :



Gravity Line
Artinya air limbah dialirkan dengan gravitasi, dimana pipa semakin jauh akan semakin dalam masuk ke dalam tanah.



Pumping Station 
Artinya air limbah dialirkan dengan menggunakan tenaga pompa, sehingga tidak tergantung dengan elevasi ataupun kelokan.

Trucking
Artinya air limbah dialirkan dengan cara disedot dari sumber kemudian dipindahkan dengan truck pengangkut khusus untuk kemudian diturunkan di STP utama.


Lihat Juga : 

Standar Teknis IPAL Domestik

List Komponen untuk Di Install pada Sistem IPAL domestik
Baca selengkapnya

Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Standar Teknis Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik


Hallo sobat sekalian, pembaca setia Olah-Air.Com, dimanapun kalian berada. Kali ini saya masih membahas tentang pengolahan air limbah domestik, sebab kebetulan proyek saya di Mei 2019 ini akan berkutat seputar pengolahan air limbah domestik.

Banyak sekali diluaran sana, saya menemukan sistem pengolahan air limbah yang jika dilihat lewat standar baku mutu air limbah maka dia akan masuk standar namun jikalau kita lihat lewat standar teknis yang dipersyaratkan maka jauh sekali. Salah satunya adalah kondisi tangki penampungan yang ternyata adalah wadah resapan tinja ke dalam tanah.. weleh weleh..

Maka dari itu, untuk dapat mempermudah pencarian para pembaca atau penggiat lingkungan dalam tulisan ini akan saya coba paparkan apa sajakah standar teknis yang harus dipenuhi untuk sistem pengolahan air limbah domestik yang benar.

Lihat Juga : 

Sumber Standar Teknis

Sumber standar teknis ini disarikan atau dibedah dari Standar Baku Mutu Air Limbah Domestik Nasional PermenLH no.68 Tahun 2016. Sampai saat postingan ini dibuat, standar ini lah yang dipakai dan berlaku.

5 Standar Teknis IPAL Domestik

1. Saluran dan Tangki Kedap Tidak Rembes
Standar yang pertama adalah, sistem ini haruslah kedap air dan memiliki lapisan untuk mencegah air limbah meresap ke dalam air. Dalam hal ini dilapangan, artinya tangki tidak boleh terbuat dari tanah saja tapi harus dibangun dan diplester dan diberikan lapisan aqua proof ataupun dengan linning fiber. Untuk aplikasi pelapisan biasanya adalah 3-5 layer.

Lihat Juga


2. Terpisah dari Saluran Air Hujan
Standar Teknis IPAL Domestik yang kedua adalah, si Air limbah ini harus terpisah dari air hujan dalam hal ini baik pipa penyaluran dan juga wadah penampung air limbah harus dipisahkan.

Pemisahan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengenceran baik sengaja maupun tidak sengaja oleh pihak penghasil air limbah, dan juga untuk menjaga kelestarian air bersih agar tidak tercemar dengan bakteri patogen dari air limbah domestik.

3. Memiliki Titik Penaataan sebelum masuk ke Badan Air
Titik penaataan ditentukan sebelum air masuk ke badan air, disini sampel outllet diambil dan nanti dianalisa sehingga bisa ditentukan apakah hasilnya masuk ke dalam baku mutu ataukah tidak. Dalam mendesain titik penaataan biasanya tidak boleh terlalu jauh dari titik desinfeksi agar saat di analisa bakteri bentuk coli atau coliform tidak lagi ditemukan dalam air limbah yang telah diolah.

Selain itu, titik penataan juga sebaiknya diberikan kolam uji hayati untuk memantau apakah air limbah tersebut sudah acceptable atau dapat diterima lingkungan atau belum.


4. Memiliki alat pengukur Debit
Standar teknis terakhir yang paling penting adalah IPAL Domestik harus memiliki flow meter di ujungnya. Flow meter bisa bertipe digital ataupun analog yang penting dapat mengukur debit harian air limbah yang keluar dari IPAL.

5. Semua Jalur In dan Out Tercatat
Standar tekni lainnya adalah semua jalur harus dapat diketahui dari mana dia berasal apakah benar dari kegiatan domestik ataukah dari kegiatan produksi lainnya.
Untuk lebih jelasnya, list kegiatan yang termasuk air limbah domestik dapat dilihat ditabel berikut ini :
Nama Aktifitas
Domestik
Non Domestik
Mandi
Laboratorium
Cuci Baju dan Piring
Bengkel
Kakus
Pencucian Peralatan Produksi Pabrik
Memasak
Flushing Mesin
Wudhu
Saluran Air Hujan
Pembersihan Lantai dan Ruangan
Saluran Tumpahan B3
Pantry

 


Bagaimana Cara Mudah Memenuhi Standar Teknis IPAL Domestik?


Wuaduh, ternyata cukup ribet dan banyak juga ya standar teknis dari IPAL domestik. Kemudian bagaimana nih cara yang tepat agar IPAL yang kita Install sesuai semua baik standar teknis, kelayakan, administrasi dan juga standar estetika.

Caranya adalah dengan menghubungi Kontraktor atau Perusahaan yang tepat!



Salam Hangat,



Mr. Anggi Nurbana


Baca selengkapnya